Cerita Naik Motor dari Bekasi ke Majalengka

- December 23, 2016
Akhir tahun  telah tiba dan sudah saatnya menikmati liburan di kampung halaman. Menjadi guru memang enak karena liburnya lebih panjang dari lainnya apalagi di akhir tahun ini hampir 3 minggu. Saya lalu memutuskan untuk pulang ke Majalengka dengan menggunakan motor dari Bekasi. Perjalanan hari kamis kemarin diawali pagi hari berdua dengan isteri, berangkat dari rumah jam 7 pagi. 

Rute yang kami ambil yatu lewat Kalimalang. Berangkat dari Galaxy lalu setelah sampai Uniska kami singgah dulu di warung pinggir jalan untuk sarapan karena di rumah belum masak. Setelah 15 menit, kami lalu memulai perjalanan. Bensin sudah diisi full dan touring kemudian dimulai. Karena kami berangkat jam 7an, maka jalanan sudah mulai padat. Dari arah Cut Meutia menuju Kalimalang sudah dipenuhi para pekerja yang mulai keluar. Kalau kamu niat pakai motor untuk mudik, saya sarankan anda keluar jam 6 sebelum para pekerja keluar jadi jalanan akan lowong.

Sepanjang jalan kami menyusuri jalanan sempit di sisi Saluran Kalimalang. Memang jalannya sudah bagus dengan konstruksi beton tapi jika anda harus hati-hati karena jalur ini termasuk padat. Setelah 1 jam perjalanan kami masuk ke Jababeka. Dari arah Kalimalang tidak bisa langsung lurus, dan memutar dulu masuk kota Jababeka setelah itu baru kembali ke jalan Kalimalang. Setelah Jababeka ini, jalan beton mulai ada yang rusak hingga Telukjambe Karawang.
Cerita Naik Motor dari  Bekasi ke Majalengka
Perkebunan Jati disepanjang Cikamurang
Nah, saat masuk Teluk Jambe kami masuk ke Karawang dan sialnya karena tidak lewat jalan lingkar dan masuk kota. Di kota jalanan sangat macet apalagi di dekat pusat alun-alun. Jalan mulai lancar saat keluat Karawang arah Jl. Kosambi menuju Simpang Jomin dan menuju Cikampek. Jalanan banyak dihuni truk dan bus jadi harus hati-hati. Selepas itu kami sampai di Cikampek dan meneruskan perjalanan menuju Subang. Setelah simpang Jomin, kami istirahat dulu sebentar untuk minum karena cuaca sepanjang perjalanan sangat panas terik tapi daya cengkram ban jadi bagus karena aspal panas.

Dari Cikampek lalu setelah itu kami sampai di Sadang dan belok kiri menuju Subang. Dari Subang menuju Indramayu merupakan jalur yang membosankan karena sangat panjang sekali dengan perkebunan jati di pinggir jalan. Dari Sadang lanjut mengikuti Jalan Cipeundeuy dan sebelum masuk kota Subang kami isi bensin dulu dan tidur sejenak karena sangat lelah. Bensin saya isi full lagi.

Setelah 20 menitan istirahat, lanjut lagi motor digeber hingga masuk kota Subang menuju Jl. Cikamurang. Di tengah kota kami istirahat lagi untuk beli dawegan atau kelapan muda untuk menambah energi dan makan siang sebentar. Es dawegan sangat nikmat sekali di tengah cuaca panas terik yang melanda sepanjang perjalanan. Lanjut setelah 30 menitan perjalanan dilanjutkan menuju Cikamurang. Mulai Cikamurang, jalanan akan berteksur beton, lurus dengan hutan jati di sisi jalan. Jalan ini cukup panjang dan membosankan. Saya menggeber motor dengan kecepatan 80-90 km/jam karena jalanan lumayan kosong dan hanya sesekali bis kecil dan truk saja yang lewat. 

Lepas Cikamurang kemudian mentok di pertigaan dan belok ke kanan menuju Cijelag. Jl. Cijelag ini juga kombinasi beton dan aspal dengan beberapa titik agak bergelombang. Dari Cijelag kemudian di akhir sampailah di pertigaan Tomo dan sudah dekat Kadipaten. Kalau sudah masuk Tomo, hati sudah mulai lega karena sudah dekat dengan rumah. Sampailah kami di Kadipaten Majalengka dan 25 menit kemudian tiba di rumah di Tonjong pukul 14.30. Total perjalanan dari Bekasi - Majalengka 7,5 jam dengan sekitar 3 kali istirahat. Besoknya badan sudah pasti pegal-pegal dan nampaknya harus dipijit dulu.
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search