Memilih Sekolah Untuk Anak

- March 10, 2017
Sekolah merupakan salah satu tempat dimana pendidikan berlangsung bagi anak kita. Sekolah merupakan rumah kedua dan tentunya kita harus selektif dalam memilih sekolah. Saat ini banyak sekali model sekolah yang bermunculan di Indonesia dengan berbagai istilahnya entah itu boardins school, cambridge, IB dll.

Setiap orang tua tentu punya pandangan dan pilihan masing-masing dalam memilih sekolah untuk anaknya, namun saya disini hanya sekedar memberikan sedikit gambaran saja tentang cara memilih sekolah yang tepat untuk anak. Saya tidak bermaksud untuk membandingka apalagi menjelekan sekolah tertentu. Saya hanya berbagai pengalaman saja, karena saya seorang guru dan pernah mengajar di berbagai tipe sekolah dari mulai yang biasa, agamis hingga sekuler.
Memilih Sekolah Untuk Anak
Sekolah Bersih dan Rapi, pic:ngrenocity.com
1. Kebersihan
Hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih sekolah adalah lihat kebersihan lingkungannya, terutama WC. Bagaimana anak mau belajar jika lingkungannya kotor, jorok dan bau?. Ini entah saya nya yang sensi atau tidak namun hampir semua sekolah negeri yang saya pernah kunjungi, WC nya sangat jorok sekali. Buat apa nilai raport bagus-bagus tapi melalaikan kebersihan. Kalau di sekolah swasta masih banyak yang cukup bersih karena ada tenaga OB nya. Lihat saja sekolah di Jepang yang siswanya harus membersihkan toiletnya sendiri. Hal tersebut harusnya dilakukan juga di Indonesia.
2. Tanya Alumni
Untuk mengorek tentang situasi sekolah salah satunya dengan ngobrol dengan alumni sekolah tersebut. Biasanya anak akan blak-blakan tentang kondisi sekolahnya. Tapi cara alumni yang memang baik dan tidak berusaha menjelekan sekolah. Lihat juga sebaran alumninya di berbagai perguruan tinggi ternam. Jika alumninya sudah banyak diterima perguruan tinggi favorit berarti sekolah tersebut sudah dalam kategori baik.
3. Ngobrol dengan guru
Saat survey ke sekolah cobalah untuk ajak ngobrol salah satu gurunya. Siapkanlah pertanyaan-pertanyaan tentang pendidikan dengan tujuan,,ya ngetes aja kompetensi gurunya. Orang tua hendaknya punya pemahaman yang baik juga tentang pendidikan agar biasa berdiskusi dengan gurunya. Guru yang cerdas biasanya akan menampilkan penampilan, tutur kata dan kompetensi yang baik. Ia tidak akan takut saat diintrograsi orang tua. Tanyalah tentang pemahaman guru seputar metode atau model-model pembelajaran masa kini. Tanya juga tentang kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
4. Tanya Kepala Sekolahnya
Nah ini juga perlu, jangan segan untuk datang ke ruang kepala sekolah untuk sedikit bertanya atau berdiskusi santai. Kepsek pada dasarnya juga sama yaitu guru yang diberi tugas tambahan saja. Lihatlah penampilan, gaya bahasa, kemampuan menjawabnya. Dari sini biasanya akan ketahuan mana kepsek yang bermutu dan abal-abal. Jujur saja sekarang ini banyak sekali kepsek yang tidak berkompeten dan hanya menduduki jabatan karena ikut-ikutan proyek teman atau lainya, ini khusus sekolah swasta. Jadi jika pemimpinnya saja abal-abal bagaimana dengan gurunya?.
5. Lihat Kelasnya
Coba masuk kelas, apaka di kelas tersebut banyak terpajang aneka hasil karya siswa?. Jika ada berarti sekolah tersebut sudah baik karena menempelkan semua karya siswa. Ada kelas yang dingin dengan cat putih tanpa ada satu karya siswa yang nempel. Ada yang bilang nanti pimpinan marah jika kelas ditempeli ornamen-ornamen. Itu adalah pernyataan seorang yang tidak mengerti pendidikan, jadi tinggalkan. Kelas itu harus rame, banyak memuat informasi. Coba saja cek sekolah di luar negeri di google, ga ada yang sepi pasti dingingnya rame.

Itulah sedikit tips mencari sekolah yang baik untuk anak. Memang di dunia ini tidak ada yang sempurna, tapi ada kriteria-kriteria yang bisa dilihat untuk menilai sekolah tersebut layak atau tidak untuk anak. 
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search