Tasikmalaya, Kota Vandalisme

- January 01, 2017
Tasikmalaya merupakan sebuah kota yang berada di kawasan Priangan Timur. Kota ini terkenal akan kulinernya yang sangat khas sepeti Bakso Tasik dan Tutug Oncom. Namun kali ini saya tidak akan membahas seputar kuliner tapi sedikit tanggapan alias pendapat tentang kota ini. Saya menghabiskan waktu sekolah dari TK hingga kuliah di Tasikmalaya kurang lebih 20 tahunan. Kemarin pas libur semester saya pergi mengunjungi kembali kota Tasik untuk sekedar silaturrahim dan liburan.

Ada banyak perkembangan baik di kota ini mulai dari pertumbuhan pusat perbelanjaan, penegrian UNSIL, pembangunan perumahan hingga ruang terbuka hijau. Kemarin saya pergi ke Dadaha untuk jalan-jalan bersama anak dan isteri karena di internet disebutkan ini ruang terbuka hijau di Tasik sudah mulai ditata. Memang terlihat sudah mulai bagus dan menambah keasrian kota namun ada hal lain yang membuat miris yaitu banyaknya coreta vandalisme di sudut-sudut taman. Ini bukan hanya di Dadaha tapi di Alun-Alun Tasik juga sama begitu. 

Saya sudah mengunjungi beberapa kota seperti Banjarmasin, Bekasi, Majalengka, Jogjakarta dan lainnya. Semua fasilitas umum seperti RTH di sana terlihat bersih dan rapi namun di Tasik kelihatannya berbeda. RTH yang harusnya asri, bersih kini sudah banyak coretan gak bermutu dari orang tak bermoral. Saya tidak mengerti pola pikir orang-orang yang suka coret-coret di fasilitas umum. Toh mereka semua yang Banjarmasin, Bekasi, dll juga sama-sama sekolah kan?. Tapi hasil pendidikan ko tetap saja akhlaknya buruk?. 
Vandalisme di Taman Dadaha Tasikmalaya
Memang sulit untuk dilihat dari satu sisi saja. Judul artikel ini memang agak sadis tapi apa mau dikata memang seperti itu kenyataannya. Kebenaran harus dikatakn walaupun itu pahit supaya semuanya bisa instrospeksi. Saya melihat dari mulai tugu selamat datang di perbatasan kota Tasik pun sama dicoret-coret. Tentu pemerintah daerah geram dengan fakta ini dan mudah-mudahan segera menemukan solusinya, bisa bikin satgas anti vandalisme atau apalah gitu. Fasilitas umum harusnya dirawat oleh semua masyarakat dan tidak dirusak dengan alasan sarana aktualisasi, tebar kekuatan dll. 

Entah itu nanti jika pelaku ditangkap alasannya ikut-ikutan teman, iseng atau apalah, jelas yang namanya vandalisme itu perilaku buruk. Pemerintah sudah susah payah membangun kota tapi malah masyarakatnya sendiri yang merusak. Minta emas, habis dikasih malah dilempar batu. Jangan-jangan memang masyarakat kita ini sedang sakit otak nya?. Mudah-mudahan di tahun baru ini semua masyarakat yang masih saja melakukan vandalisme sadar dan kembali menjadi manusia yang berakhlak. Jadi jangan berharap kota dapat predikat adipura jika kelakuan masyarakatnya tidak cinta lingkungan.
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search