Garis Isotim dan Isodapen Teori Weber

- February 25, 2017
Kali ini saya akan membahas sedikit tentang konsep isotim dan isodapen dalam Teori Lokasi Weber. Weber dalam menyusun teori the least cost location juga sama seperti Christaller yait melakukan penyederhanaan dalam membayangkan bentang alam (homogen dan flat atau datar). Selain itu mereka juga mengesampingkan perhitungan upah buruh dan jangkauan pemasaran produksi. Baca juga: Klasifikasi kota menurut fungsinya

Namun hal yang terkait bahan mentah ia bedakan antara jenis yang keterdapatannya terbatas atau di lokasi tertentu misal batubara, bijih emas, minyak bumi dan sumber daya yang terletak di mana saja seperti air dan tanah. Bahan baku yang terbatas harus dilakukan eksplorasi terlebih dahulu sementara yang tidak terbatas tidak begitu sulit ditmeukan. Baca juga: Definisi ruang, tempat dan lokasi

Perumusan biaya terendah memuat anggapan bahwa aktifitas produksi (pabrik atau usaha) lokasinya harus di tempat yang memungkinkan terbentuknya overall transport cost yang minimal. Dalam gambar di bawah ada satu lokasi bahan mentah serta pasar tunggal M. Dengan anggapan bahwa biaya angkut per unit beban itu sama maka biaya-nya dari titk bahan mentah masing-masing dalam hal ini R dapat dilukiskan isotim (garis hitam melingkar putus-putus) yang konsentris dengan jarak yang sama. Masing-masing isotim menunjukkan lokasi dari titik-titik dimana biaya transportasi ke sana angka nya sama. Biaya angkut total dapat dihitung dengan cara menjumlah nilai dari isotim yang saling beririsan (warna merah).
Isotim dan Isodapen Teori Weber
Isotim dan Isodapen
Garis penghubung titik-titk dengan total biaya transportasi yang sama dinamakan isodapen. Garis ini membatasi cost gradient (derajat naiknya biaya) bagi komoditas. Sebenarnya dengan pendekatan tadi, Weber melakukan kesalahan karena ia melebihkan arti atau pentingnya transport cost. Baca juga: Geografi Catalonia Spanyol

Setelah disadari, lalu muncullah modifikasi segitiga lokasinya. Salah satu faktor pendorong usaha modifikasi adalah berbedanya labour cost, sehingga daerah yang berisi tenaga kerja murah dapat menjadi alasan didirikannya pabrik di daerah tersebut. Dengan kata lain pabrik dapat saja tergoda untuk mendirikan usaha di lokasi titik upah minimum.  Baca juga: Rumus gradien barometrik
Comments
0 Comments
 

Start typing and press Enter to search