Majalengka Bersiap Menjadi Kutub Pertumbuhan

- May 01, 2017
Majalengka merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat bagian timur dan masuk dalam Keresidenan Cirebon. Jika dilihat dari perkembangan kabupaten di Jawa Barat, maka Majalengka dahulu belum ada apa apanya karena lokasinya di tnegah dan bukan masuk jalur utama pantura atau jalur selatan. Namun saat ini, Majalengka tengah bersiap menajdi kutub pertumbuhan baru di Jawa Barat. Dengan hadirnya Tol Cipali maka kota kecil ini kini mulai ramai dari pada tahun-tahun ke belakang. Proyek lainnya yang tengah dibangun tentunya adalah Bandara Kertajati dan Tol Cisumdawu. 

Kehadiran Tola Cipali, Cisumdawu dan Bandara Kertajati akan menghasilkan arus migrasi manusia yang luar biasa di tahun ke depan. Seperti kata pepatah "dimana ada manusia disitu ada uang", maka mobilitas penduduk ini akan membuka peluang ekonomi di daerah yang bersangkutan.

Majalengka terkenal sebagai daerah agropolitan dimana lokasinya yang berada di kaki Ciremai membuat tanahnya subur dengan sumber air abadi yang sangat baik untuk pertanian. Jika saat ini arus kendaraan mayoritas melalui pantura dan pantai selatan maka di masa depan, Majalengka akan menjadi jalur alternatif untuk menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. 
Majalengka Bersiap Menjadi Kutub Pertumbuhan
Proyek Jalan Tol dan Bandara melintasi Majalengka
Artinya Kabupaten ini sekarang sedang bersiap untuk tumbuh secara ekonomi dan menjadi salah satu pionet pembangunan di Jawa Barat bagian timur. Kota Majalengka yang saya kenal adalah kota yang asri, tenang dan masih jauh dari polusi yang menyesakkan. Itulah mengapa saya membangun rumah di kota ini karena lingkungannya yang masih nyaman.

Pembangunan tentunya sangat baik bagi perkembangan suatu daerah, namun tentunya pemerintah daerah harus tetap berpijak pada prinsip pembangunan berbasis lingkungan dan kearifan lokal. Jangan sampai kota asri ini nantinya tumbuh pesat secara ekonomi namun mengalami degradasi dalam hal kenyamanan hidup. Lihatlah kota Jakarta, Bekasi dan lainnya yang saya rasa sudah mengalami penurunan kualitas hidup. Kemacetan, bau sampah, banjir merupakan beberapa masalah degradasi sosial yang muncul karena pertumbuhan yang tidak seimbang dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. 

Pastinya para pengembang perumahan tengah mengincar kota ini di masa depan, belum lagi hotel dekat Bandara, fasilitas bisnis dan lainnya. Tentu hal tersebut berdampak baik karena akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan PDB daerah. Namun berpatokan pada sejarah kota di Jabodetabek khususnya, pemerintah daerah harus membuat perencanaan yang holistik agar kota ini tidak menjadi kota yang tidak nyaman ditinggali. 

Gambar: beritatrans.com
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search