Sudahkah Anda Membuat Lesson Plan Minggu Ini?

- August 02, 2017
Rencana pembelajaran atau lesson plan merupakan suatu instrumen paling penting yang harus guru buat saat akan masuk kelas. Tanpa lesson plan yang baik maka pembelajaran pasti tidak akan berjalan baik. Membuat lesson plan memang memerlukan waktu dan guru harus mampu menyediakannya. Baca juga: rumus penurunan suhu di troposfer

Saya sendiri belajar untuk membuat lesson plan sejak mengikuti berbagai pelatihan, seminar dan baca-baca literasi pendidikan di internet. Saya terus terang sangat risih sekali melihat format lesson plan yang dibuat pemerintah. Satu lesson plan bisa sampai lebih dari 1,2 atau puluhan halaman. Di Kurikulum 2013 pun lesson plan malah tambah banyak isinya sampai materi pelajaran dimasukan segala (pengalaman pas bimtek kemarin ada yang formatnya begitu), lalu fungsi buku untuk apa?. 

Corat-coret Lesson plan saya minggu ini
Saya membandingkan lesson plan di luar negeri, formatnya lebih simple dan tidak boros kertas. Kok membanding-bandingkan dengan negara lain?. Ya tidak apa-apa dong, kalau memang mereka lebih baik mengapa kita tidak tiru. Saya yakin guru-guru mengerjakan administrasi mencari jalan pintas yaitu copas. Saya pun demikian, namun untuk lesson plan di kelas, saya buat sendiri dengan format sederhana. Artinya saya buat beda untuk keperluan administrasi sekolah dan untuk di kelas. Pernah saya searching di internet, bahkan ada jasa pembelian administasi pembelajaran dari semua jenjang sekolah. Kalau begini, ya sama saja berarti lesson plan atau RPP hanya sebatas formalitas saja. 

Baca juga:
Teknik apersepsi mengagumkan di kelas, mau tau?
Liburan sehari semalam di Bali, bisa saja!

Kita sebagai guru harus benar-benar membuat lesson plan untuk kegiatan belajar bukan hanya sebatas formalitas saja. Namun nampaknya guru di Indonesia memiliki waktu yang sedikit karena fokus mengurus administrasi sekolah, mengejar jumlah jam pelajaran (bahkan ada yang satu guru bisa 40 jam lebih dalam seminggu), pastinya sampai rumah akan kecapaian dan tidak ada waktu istirahat untuk membuat lesson plan. Kuantitas lebih diutamakan dibanding kualitas. Ini adalah pengalaman saya sendiri yang mulai menjadi guru sejak tahun 2010 dari honorer hingga menjadi guru non honorer. Baca juga: ini lho gas-gas yang bikin udara tercemar

Di sekolah saya ada guru kurikulum Cambridge dan mereka tidak dipusingkan dengan administrasi yang rumit, banyak dan menghabiskan waktu seperti guru di Indonesia. Mereka menerima semua tools, dan tools disediakan oleh penyedia kurikulum, Artinya guru hanya menerima dan menjalankan apa yang sudah disediakan dengan pengembangan oleh guru masing-masing. 

Guru tidak dipusingkan oleh tugas membuat admnistrasi yang jelimet karena sudah ada yang mengerjakan. Guru hanya bertugas mengembangakan dan menyampaikan pembelajaran di kelas sebaik dan semenarik mungkin agar siswa senang dan mampu memahami pelajaran. Sudahkan anda membuat lesson plan minggu ini?. Baca juga: aplikasi analisa soal PG di excel otomatis
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search