Tata Ruang Kota Secara Umum

- September 17, 2017
Kota pada dasarnya merupakan hasil peradaban manusia sebagai tempat bermukim dan berbagai macam aktivitas sosial, ekonomi dan budaya di dalamnya. Sebagai pusat segala macam aktifitas, kota merupakan daerah yang dinamis dan akan selalu mengalami perkembangan khususnya dalam sisi tata ruang. Seiring berjalannya waktu struktur ruang kota berevolusi mengikuti kebutuhan manusia didalamnya. Kondisi sosial ekonomi masyarakat kota akan mempengaruhi perubahan dan perkembangan tata ruang kota sehingga memmbentuk zona-zona perkotaan. Menurut keruangannya, zona-zona sebuah kota dapat dibedakan sebagai berikut:
Tata Ruang Kota Secara Umum
Kawansan CBD Sudirman
1. Inti Kota
Inti kota atau core  merupakan pusat kota yang didalamnya berkumpul berbagai macam kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan pemrintahan. Hal itu karena inti kora memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mendukung kegitan tersebut. Sarana dan prasana dalam inti kota seperti superblok, perkantoran, pasar, pemukiman, stasiun, terminal, sekolah, rekreasi hingga kesehatan. Adanya semua fasilitas penunjang tersebur membuat inti kota selalu sibuk dan tak pernah tidur. Pusat kota sering disebut juga sebagai CBD atau Central Bussiness District.

2. Selaput Inti Kota
Wilayah kota ini merupakan daerah yang berlokasi di luar inti kota dan terbentuk karena adanya pengembangan inti kota ke arah luar. Pengembangan ini tergantung pada ruang yang tersedia, kebutuhan penduduk, teknologi, faktor geografi hingga kebijakan pemerintah. Perkembangan selaput inti kota dapat membentuk pola-pola unit kegiatan seperti:
1. Sentralisasi, yaitu munculnya gejala pengelompokkan aktifitas pada tempat tertentu. Daerah ini pada umumnya merupakan pusar keramaian sehingga dapat menjadi inti selaput kota.
2. Nukleasi, yaitu pusat daerah kegiatan yang hampir sama dengan sentralisasi namun ukurannya lebih kecil.
3. Desentralisasi, merupakan gejala pengelompokan yang menjauhi titik pusat sehingga akan menghasilkan inti baru.
4. Segregasi, merupakan kelompok pemukiman yang terpisah karena perbedaan status sosial seperti pemukiman kumuh, pemukiman kelas atas/cluster dan rusun.

3. Kota Satelit
Merupakan daerah yang memiliki sifat kekotaan akibat dari perkembangan inti kota. Hal ini disebabkan inti kota sudah tidak mampu memberi daya dukung terhadap aktifitas kehidupan kota inti. Kota Satelit sering menjadi pusat industri dan produksi yang nantinya akan dikirim ke CBD.

4. Sub Urban
Merupakan suatu daerah yang lokasinya terletak di sekitar pusat kota dan menjadi rumah para pekerja dan industri manufaktur. Sub urban merupakan batas kota dan desa dimana sifat masyarakat desa masih dijumpai dan menjadi daerah peralihan. Baca juga: Ciri fisik batuan beku, sedimen dan metamorf
Gambar: disini
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search