3 Pilar Pembangunan Wilayah

- October 05, 2017
Perencanaan pembangunan wilayah kini sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi kemajuan suatu daerah dan negara. Tanpa ada perencanaan yang matang maka pembangunan wilayah akan tidak berjalan baik. Perencanaan wilayah semakin relevan dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi dalam aspek kewilayahan. Hoover dan Giarratani menyimpulkan tiga pilar penting dalam proses pembangunan wilayah yaitu:
3 Pilar Pembangunan Wilayah
Proyek Bandara Kertajati Majalengka
1. Keunggulan komparatif (imperfect mobility of factor)
Pilar ini berkaitan dengan kondisi ditemukannya sumber-sumber daya tertentu yang secara fisik relatif sulit atau memiliki hambatan untuk digerakan antar wilayah. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor lokal yang khas seperti iklim dan budaya yang mengikat mekanisme produksi sumber daya tersebut sehingga wilayah memiliki komparatif. Sejauh ini karakteristik tersebut senantiasa berhubungan dengan produksi komoditas dari sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pertambangan, kehutanan dan kelompok primer lainnya.

2. Aglomerasi (imperfect divisibility)
Pilar aglomerasi merupakan fenomena eksternal yang berpengaruh bagi perilaku ekonomi berupa meningkatnya keuntungan ekonomi secara spasial. Hal ini terjadi karena berkurangnya biaya-biaya produksi akibat penurunan jarak dalam pengangkutan bahan baku dan distribusi produk.

3. Biaya transport (imperfect mobility of good and services)
Pilar ini merupakan yang paling kasat mata mempengaruhi perekonomian. Dampaknyaadalah biaya yang terkait dengan jarak dan lokasi tidak dapat lagi diabaikan dalam proses produksi dan pembangunan wilayah.

Faktor lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan wilayah antara lain keputusan lokasional, terbentuknya sistem perkotaan dan mekanisme aglomerasi.
Gambar: disini
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search