Langkah-Langkah Pembelajaran Project Based Learning

- November 28, 2017
Project Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan
model pemberian tugas yang kompleks yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan yang menantang atau permasalahan. Model pembelajaran ini termasuk model saintifik dan cocok dalam kurikulum 2013. Project Based Learning membantu siswa dalam belajar pengetahuan dan keterampilan yang kokoh yang dibangun melalui tuga pekerjaan autenti.

Pembelajaran berbasis proyek membutuhkan suatu pendekaran pengajaran yang komperhensif dengan lingkungan belajar siswa perlu didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik, termasuk pendalaman materi pada suatu topik pembelajaran dan melaksanakan tugas yang bermakna lainnya.
 
Pembelajaran berbasis proyek
Lalu bagaimana langkah pembelajaran berbasis proyek itu?.
1. Planning
Dalam tahap ini persiapan proyek dilakukan secara sistematis. Pada tahap ini menghadapkan siswa pada masalah riil alias nyata konkrit di lapangan dan mendorong mereka untuk mengidentifikasi masalah tersebut yang selanjutnya siswa diminta menemukan alternatif pemecahan masalah serta mendesain model pemecahan masalah yang aspiratif dan kreatif sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Disinilah siswa akan membuat timeline atau jadwal kerja mereka dan didampingi oleh gurunya.

2. Creating
Merupakan pelaksanaan proyek yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk berekspresi dalam merancang dan melakukan investigasi serta mempresentasikan laporan baik secara lisan maupun tulisan.

3. Processing
Merupakan presentasi proyek dan evaluasi proyek. Presentasi proyek yaitu mengomunikasikan secara aktual kreasi atau temuan dari investigasi kelompok termasuk refleksi dan tindak lanjut proyek-proyek. Evaluasi yang dilakukan pada tahapan ini mencakup evaluasi teman sebaya, evaluasi diri dan portofolio. 

Pembelajaran berbasis proyek ini memberikan kesempatna siswa menggali lebih dalam kemampuan dirinya sebagai seorang researcher atau peneliti. Mereka diharuskan mencari informasi yang tepat dan bisa menjawab pertanyaan yang ada pada benak mereka sendiri. Disini peran guru adalah sebagai fasilitator dan pembimbing. Siswa dituntut bekerja dengan durasi waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Disini mereka juga belajar memanage waktu sebaik mungkin. Hasil proyek akan dikomunikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban hasil kegiatan.

Pembelajaran berbasis proyek juga menekankan pada sifat kolaboratif. Artinya semua anggota memiliki satu tujuan bersama yang akan diselesaikan secara gotong royong. Kolaborasi merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki masyarakat di era globalisasi saat ini. 
Gambar: disini
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search