Memperpendek Jarak Tempuh Sekolah Dengan School Zoning System

- November 14, 2017
Halo teman-teman selamat pagi,
salam sejahtera bagi kita semua. Oke kali ini saya akan menambahkan sedikit ulasan tentang fenomena umum yang terjadi di kota tempat saya kini mengadu nasib yaitu Bekasi yaitu kemacetan. Ya, macet alias traffic jam adalah suatu fenomena umum yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Macet ini disebabkan oleh pergerakan manusia untuk melakukan aktifitas entah itu ke sekolah, tempat kerja, pasar atau lainnya. 

Apakah kemacetan ini bisa dihindari atau diatasi?. Berbagai kebijakan sudah banyak dilakukan pemerintah mulai dari penambahan jalan raya, pembangunan jalan tol, peningkatan sarana transportasi umum dan lainnya. Akan tetapi menurut saya mengatasi kemacetan di negara berkembang seperti Indonesia tidak semudah itu. Coba lihat pertumbuhan penjualan mobil/motor di Indonesia?. Saya yakin lama-kelamaan panjang jalan tidak akan lagi bisa menampung volume kendaraan karena kecepatan kepemilikan kendaraan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan jalan raya.
Memperpendek Jarak Tempuh Sekolah Dengan School Zoning System
Macet bikin stres pic: http://www.inseasia.com/
Lalu bagaimana langkah mengantisipasi kemacetan atau kepadatan di jalan raya di kota besar khususnya Bekasi?. Menurut saya salah satu metode yang bisa dicoba adalah dengan School Zoning System. Apaaan tuh?. Kita lihat dulu, bahwa salah satu aktifitas yang paling banyak membuat kendaraan lalu-lintas di jalan adalah menuju sekolah. Dalam hal ini jumlah anak yang pergi sekolah setiap hari tentu pasti mendominasi selain yang pergi kerja. Nah, saya memiliki ide untuk membuat semacam zonasi sekolah bagi setiap siswa/anak/keluarga. 

Tujuan dari sistem ini adalah untuk memperpendek jarak tempuh. Dampaknya diharapkan setiap anak akan lebih cepat menuju sekolahnya tanpa harus berlama-lama di jalanan yang menghabiskan waktu. Ini tentu akan mengurangi beban jalan dan nanti mungkin yang mendominasi jalan adalah orang yang pergi kerja saja. Lalu apa saja yang harus dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini?.

1. Database sekolah per kecamatan (lengkap dengan profil, peta, visi misi, program dll)
2. Database keluarga/siswa (sekolah, kelas dan alamat)
3. Aplikasi School Zoning System
4. Kualitas sekolah yang merata (paling penting)

Bagaimana alur kerjanya?. Nantinya aplikasi akan mengirimkan data saran tentang lokasi sekolah terdekat dari rumah berikut peta, jarak, profil sekolah program sekolah dan lainnya. Untuk anak yang mau masuk TK/SD maka setiap keluarga harus didata dulu supaya masuk dalam database aplikasi. Setelah itu maka ketika anak akan masuk usia sekolah, akan muncul notifikasi tentang sekolah terdekat dengan profilnya. Khusus untuk yang baru lulus SD maka nanti setelah ia lulus/sebelum UN maka akan muncul notifikasi tentang lokasi tujuan SMP selanjutnya yang paling dekat dengan rumah. Orang tua bisa melihat profilnya secara lengkap/ Begitu pula dengan yang baru lulus SMP yang akan melanjutkan ke SMA.
Memperpendek Jarak Tempuh Sekolah Dengan School Zoning System
Alur kerja School Zoning System untuk siswa TK/SD
Memperpendek Jarak Tempuh Sekolah Dengan School Zoning System
Alur kerja School Zoning System untuk siswa SMP/SMA
Lalu dimana persoalan penerapan sistem smart ini?. Yang pertama tentu adalah kualitas sekolah. Ya, tidak dipungkiri kualitas sekolah dalam satu kota belum merata dan pastinya orang tua sering memilih sekolah yang punya rangking dan trade record bagus. Inilah yang menjadi tantangan pemerintah. Bagaimana agar tidak ada lagi stratifikasi sekolah semacam ini. Semua sekolah harus terjamin sama kualitasnya. Dengan demikian siswa bisa sekolah dengan baik meskipun jaraknya paling dekat dengan rumah. Inilah kuncinya, pemerataan kualitas sekolah yang harus memang diwujudkan. 

Selanjutnya sekolah harus mengirimkan database setiap anak ke suatu server sebagai basis data aplikasi ini. Artinya ada sinergi antara sekolah dengan bank data aplikasi school zoning system. Apakah program ini bisa diwujudkan?. Tentu bisa asalkan ada kemauan dan kerja keras semua pihak terutama tadi harus memastikan semua sekolah punya kualitas yang setara. Coba lihat di negara lain seperti Jepang saja kan kualitas setiap sekolah relatif sama tidak ada stratifikasi seperti di Indonesia. Jadinya setiap siswa tidak usah khawatir tidak kebagian sekolah bagus, karena sekolah disamping rumah pun kualitasnya sudah baik.

Penulis: Agnas Setiawan, Guru SMA Unity Bekasi
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search