Metode Perhitungan Curah Hujan Daerah Aliran Sungai

- December 06, 2017
Daerah Aliran Sungai atau DAS adalah wilayah tapungan air yang masuk ke dalam sungai. Batas wilayah DAS diukur dengan cara menghubungkan titik-titik tertinggi pada wilayah di sekitar aliran sungai. DAS sangat pentig dijaga kelestariannya karena manusia banyak bermukim disekitar DAS. Sekitar 30 juta hektar lahan DAS di Indonesia berada dalam kondisi kritis. Sebagian areal hutan di daerah hulu sungai telah berubah menjadi semak belukar atau hilang seluruhnya. Baca juga: Terbentuknya gunung api tengah laut

Masalah DAS di Indonesia kini kebanyakan terpusat pada banjir yang berulang kali terjadi di daerah hilir sungai. Hal ini tidak hanya menyebabkan produktifitas tanah menurun namun juga menimbulkan masalah pengendapan lumpur pada waduk, saluran irigasi dan pembangkit listrik. Masalah tersebut diakibatkan oleh peggunaan tanah yang tidak tepat seperti perladangan berpindah serta pertanian lahan kering tanpa tindakan konservasi yang tepat serta tidak mengikuti pola tata guna tanah.

Baca juga:
Konjungsi, oposisi dan elongasi planet di tata surya 
Klasifikasi iklim koppen

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi DAS adalah iklim, jenis batuan dan jumlah air yang diterima ketika hujan. Cepat lambatnya air hujan terkumpul di sungai sangat bergantung pada bentuk lereng DAS. Dalam suatu wilayah DAS terdapat bentukan alam seperti meander, dataran banjir dan delta.
Metode Perhitungan Curah Hujan Daerah Aliran Sungai
Model poligon thiessen

Perhitungan jumlah curah hujan pada suatu DAS dapat dilakukan dengan mengunakan dua cara:
1. Metode isohyet, digunakan bila luas DAS lebih dari 5.000 km persegi. Isohyet adalah garis imaginer di peta yang menghubungkan lokasi-lokasi dengan jumlah curah hujan yang sama dalam periode waktu tertentu.
2. Metode poligon Thiessen, digunakan bila bentuk DAS tidak memanjang dan sempit dengan luas 1.000-5.000 km persegi.

Daerah aliran sungai dibagi menjadi tiga yaitu daerah hulu, tengah dan hilir. Umumnya kondisi DAS bagian hulu berbukit-bukit dan lerengnya curam sehingga banyak ditemukan jeram. Daerah ini banyak digunakan untuk perkebunan atau hutan yang merupakan daerah penyangga. Di sekitar aliran sungai banyak terdapat pemukiman penduduk. Baca juga: Beda puting beliung dan siklon

Bentuk medan pada DAS bagian tengah relatif landai sehingga jalur transportasi dan komunikasi relatif mudah. Daerah ini merupkan pusat kegiatan penduduk, seperti pertanian, perdagangan, perindustrian dan pemukiman. DAS bagian hilir merupakan daerah yang landai dan subur dan banyak digunakan untuk pemukiman, pertanian dan perkebunan. Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2016

Gambar: disini
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search