Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

- May 04, 2018
Indonesia punya biodiversitas tinggi di dunia.
Saat Alfred Russel Wallace datang ke Indonesia pada tahun 1856 ia meemukan perbedaan besar jenis fauna di wilayah Indonesia yang jaman dahulu bernama Hinda Belanda. Saat ia datang ke Bali dan Lombok ia menemukan perbedaan jenis hewan diantara Bali dan Lombok. Di Bali terdapat hewan-hewan yang masuk sifat hewan Oriental sementara di Lombok hewannya mirip Australis. Dengan dasar itulah ia kemudian membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari Selat Lombok ke utara melewati Selat Makassar dan Filipina Selatan. Garis ini disebut Garis Wallace.

Indonesia dibagi menjadi dua wilayah zoogeografi yang dibatasi oleh Garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju selatan hingga ke Selat Lombok. Jadi garis Wallace memisahkan wilayah Oriental yaitu Sumatera, Jawa, Bali dan Sumatera dengan wilayah Australia yaitu Sulawesi, Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Setelah Wallace, Weber seorang ahli zoologi Jerman juga mengadakan penelitian tentang penyebaran hewan-hewan di Indonesia. Weber melihat bahwa hewan-hewan di Sulawesi tidak dapat sepenuhnya dikelompokkan sebagai hewan Australia. Hewan-hewan itu ada yang punya sifat seperti halnya hewan di wilayah Oriental. Oleh karena itulah Weber mengatakan bahwa fauna Sulawesi itu adalah jenis fauna Peralihan. Weber lalu membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara Kepulauan Aru. Sulawesi adalah pembatas antara wilayah Oriental dan Australia. Sulawesi dihuni oleh sebagian hewan Oriental dan sebagian hewan Australis. Contohnya ada oposum yang berasal dari Australia namun juga ada kera Macaca dari Oriental.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Harimau Sumatera
a. Fauna Daerah Oriental
Fauna di wilayah Oriental meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak spesies mamalia yang berukuran besar seperti gajah, banteng, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
2. Terdapat berbagai macam kera. Kalimantan adalah pulau yang paling kaya akan jenis-jenis primata seperti bekantan, tarsius, loris hantu dan orangutan.
3. Terdapat fauna endemik atau khas seperti:
- Badak bercula satu di Ujung Kulon
- Binturong yaitu hewan sebangsa beruang namun berukuran kecil
- Monyet
- Tarsius
- Kukang
4. Burung-burung Oriental memiliki warna yang kurang menarik dibanding burung-burung di daerah Australia, namun dapat berkicau. Burung-burung endemik ini diantaranya Jalak Bali, Elang Jawa, Elang Putih, Ayam Pagar, Ayam Hutan dan Murai Mengkilat.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Tarsius primata terkecil di dunia
b. Fauna Daerah Australis
Jenis fauna di Indonesia bagian timur meliputi Irian, Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ciri fauna wilayah ini mirip fauna Australis seperti:
1. Mamalia ukurannya kecil
2. Banyak hewan berkantung
3. Tidak terdapat spesies kera
4. Jenis burung punya warna beragam dan cantik

Papua punya lebih dari 100 spesies mamlia termasuk 13 spesies mamalia berkantung seperti kangguru, kuskus, bandicot dan oposum. Di Irian juga ada 27 spesies hewan pengerat dan 17 diantaranya merupakan spesies endemik lho!. Irian punya koleksi burung terbanyak dibanding pulau lain di Indonesia dan setengahnya adalah burung endemik. Cenderawasih adalah yang paling terkenal.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Burung Cenderawasih
Di Nusa Tenggara terutama di Pulau Komodo, Padar dan Rinca ada reptil purba Komodo. Selain itu Kuda Sumbawa yang gagah perkasa juga ada di Nusa Tenggara. Sulawesi merupakan daerah peralihan yang mencolok menurut Weber. Hewan yang ada di Sulawesi adalah kombinasi Oriental dan Australis diantaranya Tarsius, Musang Sulawesi, Babirusa, Maleo, Anoa, dan beberapa spesies Kupu-Kupu.
Comments
0 Comments

Berkomentar yang baik ya!

 

Start typing and press Enter to search

close
Banner iklan disini
Banner iklan disini
Banner iklan disini