Guru Geografi: Astronomi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 25

Fenomena Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Fenomena Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Tanggal 26 Desember 2019 besok akan terjadi gerhana matahari cincin yang bisa disaksikan di beberapa wilayah Indonesia. 

Gerhana matahari adalah fenomena di angkasa yang tidak terjadi setiap saat namun sangat fantastis jika menyaksikan kejadiannya. 

Jadi pastikan kamu bisa mengabadikan fenomena gerhana matahari cincin di penghujung tahun 2019 ini dengan baik.

Bagi yang masih bertanya-tanya, mengapa sih bisa terjadi gerhana matahari dan kok gak setiap hari terjadinya, kali ini saya akan kasih sedikit pemahaman supaya ga terlalu gagap ilmu banget ya gak.
Gerhana matahari cincin
Apa itu Gerhana Matahari?
Gerhana matahari terjadi saat bulan melintas tepat di diantara matahari dan bumi dalam satu garis lurus. Akibatnya bulan menutupi matahari dan wilayah yang tepat berada pada cakrawala tersebut akan gelap lho selama beberapa detik.

Jadi dalam astronomi, gerhana terjadi jika matahari bulan dan bumi berada pada garis lurus atau konjungsi istilahnya. Contoh sederhana kamu bertiga dengan teman kamu berdiri sejajar dalam satu garis, sederhana kan. Nah orbit bulan itu punya kedudukan sekitar 5 derajat dari orbit bumi dan matahari, jadi bulan punya kesempatan hanya 2 kali dalam setahun untuk bisa sejajar dengan orbit bumi dan matahari. 
Bidang orbit bulan
Bayangkan kalau orbit bulan sejajar dengan bumi dan matahari, bisa-bisa tiap hari gerhana. Itulah nikmat dan kasih Tuhan kepada mahluknya dengan sempurna memberikan jalan bagi tiap-tiap benda langit untuk beredar sesuai ketentuan sehingga segala sesuatu tetap dalam keseimbangan.
Jenis gerhana matahari
Tipe Gerhana Matahari
Bayangan bulan memiliki dua bagian yaitu umbra (inti) dan penumbra (samping). Terdapat 3 tipe gerhana matahari menurut posisi umbra dan penumbra tadi yaitu:
1. Total jika semua piringan bulan menutupi penuh matahari
2. Parsial/sebagian jika sebagian piringan matahari yang tertutup bulan
3. Cincin/Annular jika sedikit bagian cahaya matahari terlihat melingkar di sisi luar bulan

Jika terjadi gerhana total maka wilayah yang dilintasi gerhana akan seperti malam hari karena cahaya matahari sepenuhnya terhalang bulan. Tanggal 26 Desember 2019 sudah diramalkan terjadi gerhana matahari cincin jadi kamu akan melihat cincin cahaya disekitar bulan karena ada sedikit bagian matahari tidak tertutupi bulan.

Jangan lupa untuk sholat gerhana bagi yang muslim agar kita senatiasa bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan yang sudah diberikan. Untuk wilayah atau kota di Indonesia yang dilintasi gerhana matahari cincin silahkan cek di IG BKMG
Lokasi pemantauan gerhana matahari cincin di Indonesia

Selasa, Oktober 29

Kelimpahan Unsur Penyusun Jagat Raya

Kelimpahan Unsur Penyusun Jagat Raya

Pernahkah anda memikirkan tentang apa saja sih sebenarnya unsur penyusun alam semesta ini?. Memangnya bisa kita mengetahui komposisi alam semesta yang maha luas?. Unsur penyusun alam semesta dihitung dengan menganalisa cahaya yang dipancarkan dan diserap bintang, awan antar bintang dan objek lain. Tapi semuanya itu hanya prediksi hitungan matematis manusia ya.

Teleskop Hubble miliki NASA telah mempelajari komposisi gas antar galaksi dan menyimpulkan sekitar 75% jagat raya terdiri dari energi gelap yang tentunya memiliki atom berbeda dengan yang biasa kita temui di Bumi.

Jadi simpulannya komposisi alam semesta masih misteri dan kita hanya sebatas bisa melihat nebula, galaksi dan sedikit benda-benda asing lain yang bertebaran di jagat raya. Saat ini unsur terbesar di jagat raya adalah Hidrogen. 

Pada bintang hidrogen mengalami fusi menjadi helium. Bintang raksasa yang ukurannya 8 kali lebih besar dari matahari mensuplai hidrogen lalu helium mengalami fusi menjadi karbon. Karbon mengalami fusi menjadi oksigen yang kemudian mengalami fusi menjadi silikon dan sulfur.
Ledak supernova di alam semesta
Bintang kemudian kehabisan energi dan menjadi supernova dan meledak. Bintang yang kita temui saat ini adalah bukan bintang generasi pertama. Dan matahari pun kini umurnya di level pertengahan dan mengarah ke bintang merah dan mati. Bintang yang baru saja lahir mengandung lebih dari sekedar hidrogen tapi kita kenal dengan C-N-O siklus.

C adalah Carbon, N adalah Nitrogen, O adalah Oksigen. Carbon dan helium dan fusi bersama menjadi oksigen. Hal ini terjadi bukan hanya pada bintang raksasa tapi pada bintang ukuran menengah seperti matahari kita.

Alam semesta mencangkup macrocosmos dan microcosmos. Macrocosmos adalah benda-benda yang memiliki ukuran yang besar, sedangkan macrocosmos adalah benda yang berukuran kecil. Komposisi alam semesta hingga kini masih menjadi perdebatan, namun astronomer meyakini bahwa komposisi materi dan energi di jagat raya adalah:

1.    73% Energi Gelap (Dark Energy)
Sebagian besar alam semesta tersusun atas energi misterius yang belum kita ketahui asal usulnya. Energi gelap mungkin tidak memiliki massa, namun materi dan energi saling terkait.
2.    22% Materi Gelap (Dark Matter)

Merupakan komponen yang tidak memancarkan radiasi dalam berbagai macam spektrum gelombang. Para ahli tidak yakin seperti itu materi gelap namun argumen terbaik saat ini adalah materi gelap ialah substansi yang terdiri dari partikel sebanding neutrinos namun jauh lebih besar.
3.    4% Gas
Sebagian besar gas di alam semesta adalah hidrogen dan helium dan ditemukan diantara bintang. Gas tidak memancarkan cahaya namun dapat menyebar. Gas tidak bisa seterang bintang sehingga para ahli perbintangan menggunakan sinar X, infrared dan teleskop elektron untuk mendeteksi gas di luar angkasa.
4.    0,04% Bintang
Kita mungkin dapat melihat banyak bintang di langit saat malam, namun ternyata bintang yang terlihat banyak hanya persentase kecil dari jagat raya.
5.    0,3% Neutrinos
Merupakan partikel listrik netral yang bergerak seperti kecepatan cahaya.
6.    0,003% Elemen Berat
Hanya sebagian kecil dari alam semesta terdiri dari elemen yang lebih berat daripada hidrogen dan helium. Seiring waktu persentase ini akan tumbuh.

Kamis, Februari 8

Teori Asal Mula Jagat Raya Big Bang dan Keadaan Tetap

Teori Asal Mula Jagat Raya Big Bang dan Keadaan Tetap

Berbagai teori tentang pembentukan jagat raya dipelajari dalam ilmu yang dinamakan kosmologi. Albert Einstein merupakan ahli kosmologi modern pertama. 

Pada tahun 1915 ia menyempurnakan tentang teori umum relativitas yang kemudian diterapkan pada pendistribusian zat di ruang angkasa. 

Teori relativitas umum yang dikemukanan Enistein menginspirasi banyak ilmuwan lainnya termasuk Alexander Friedman yang merupakan fisikawan asal Rusia. Friedman menghasilkan model berdasarkan persamaan matematis yang Einstein tulis tentang evolusi alam semesta.

George Lemaitre seorang astrofisika berkebangsaan Belgia mengajukan teori bahwa alam semesta bermula dari  suatu atom purba tunggal bersifat panas dan padat yang kemudian meledak keluar. 

Teori ini akhirnya dikenal sebagai teori ledakan besar Big Bang. Pada tahun 1940an George Gamow ahli fisika Rusia-Amerika, merupakan salah satu pendukung teori ledakan besar. Dia menyatakan bahwa jika suatu ledakan besar telah terjadi pada pembentukkan alam semesta maka peristiwa itu akan menyisakan pijar susulan berupa jejak-jejak radiasi kosmis.

Pda tahun 1965, dua fisikawan bernama Arno Penzias dan Robert Wilason melakukan pencarian sinyal gelombang radio dari bagian tepi Galaksi Bima Sakti. 

Dalam percobaan itu secara tidak sengaja mereka menemukan sisa-sisa gelombang mikro yang diperkirakan Gamow. Hal ini menjadi salah satu bukti terjadinya ledakan besar pada pembentukkan alam semesta.
Teori Asal Mula Jagat Raya Big Bang dan Keadaan Tetap
Galaksi spiral di jagat raya
Pada tahun 1929, Edwin Hubble seorang astronom mengemukkan bahwa berbagai galaksi sebenarnya menjauhi kita, dengan kecepatan sampai beberapa ribu km per detik. 

Galaksi-galaksi tersebut termasuk Bima Sakti senantiasa menjaga keutuhan bentuk internalnya dalam waktu lama. 

Galaksi tersebut mengarungi ruang angkasa secara sendiri-sendiri seperti partikel yang bergerak mengarungi ruang angkasa. Hasil pengamatan Hubble merupakan bukti-bukti ledakan besar.

Teori Keadaan Tetap
Seorang astronom Inggris Fred Hoyle bersama Herman Bundi dan Thomas Gold mengajukan teori lain yaitu Keadaan Tetap. Teori ini menjelaskan bahwa jagat raya tidak bersifata sama dalam ruang angkasa, namun juga tiak berubah dalam waktu. 

Jadi asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi sempurna atau lengkap dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu. Teori ini berlwanan dengan ledakan besar. Dalam teori ledakan besar, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong ketika berbagai galaksi saling menjauh. 

Dalam teori keadaan tetap, terdapat anggapan bahwa zat bar selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Para ahli astonomi mengatakan bahwa zat baru itu adalah hidrogen yaitu sumber yang menjadi asal usul bintang dan galaksi.

Pembentukan zat di ruang angkasa yang kosong itu diterima dengan skeptis oleh para ahli karena hal itu melanggar salah satu hukum fisika yaitu kekekalan zat. Zat tidak dapat dihilangkan dan diciptakan namun hanya dapat diubah menjadi energi. 

Sebaliknya sulit pula untuk menyanggah secara langsung proses pembentukkan zat itu karena menurut teori keadaan tetap, laju pertumbuhan zat sangat lambat yaiut satu atom setiap satu milyar tahun dalam satu volume luar angkasa. 

Baca juga: Soal Titik Henti dan cara menjawabnya
Gambar: disini

Senin, Januari 8

Konsep Jagat Raya Mengembang

Konsep Jagat Raya Mengembang

Pada awal abad ke 20  dunia ilmu pengetahuan dikejutkan dengan penemuan-penemuan baru diantaranya teori kuantum Planck, teori relativitas Einstein dan teori model penyusutan atom Rutherford. 

Kemudian muncul model kosmologi baru yang diciptakan oleh Einstein, de Sitter, Lemaitre dan Tolman yang mengatakan bahwa alam semesta berdimensi empat, melengkung, tak terbatas dan mengembang. 

Dengan mengamati letak garis-garis panjang gelombang cahaya dalam spektrum elektromagnetik sebuah galaksi, kemudian dibandingkan dengan garis-garis acuan pada spektrum elektromagnetik dari sebuah benda tak bergerak di Bumi maka akan diketahui gerak galaksi itu.

Jika galaksi memiliki inklinasi dengan garis pandangan yang bersudut kurang dari 90 derajat berarti satu sisi sedang bergerak menjauhi pengamat dan garis-garis spektrum dari bagian ini berpindah menuju bagian warna merah pada spektrum elektromagnetik. 

Sisi yang lain sedang mendekat dan garis-garisnya berpindah menuju bagian warna biru dari spektrum gelombang elektromagnetik. Efek ini dinamakan Efek Doppler dan ditemukan seorang ahli fisik Austria, Christian Doppler.
Konsep Jagat Raya Mengembang
Lengan galaksi dilihat dari bumi
Perkiraan bahwa galaksi-galaksi menjauhi bumi digunakan sebagai bukti teori jagat raya mengembang. Teori jagat raya mengembang artinya jagat raya dimulai dengan sebuah ledakan hebat dan sampai sekarang terus mengembang. 

Namun kebenaran teori ini pada dasarnya masih belum kuat karena adanya pandangan dari sejumlah astronom yang meragukan kebenaran efek Doppler dan memandang bahwa pergeseran mendekati warna merah pada garis-garis spektrum galaksi mugkin saja disebabkan oleh efek lain selain galaksi.

Meski begitu, teori ini tetap diterima karena penjelasan Doppler paling sesuai dengan anggapan bentuk jagat raya saat ini. Jagat raya mungkin saja sedang mengembang. Apalagi saat ini bermunculan teori-teori pendukungnya seperti teori gaya repulsi kosmis. 

Tidak seperti gaya gravitasi yang menyebabkan benda-benda langit tarik-menarik satu sama lain, gaya repulsi kosmis justru membuat benda-benda langit saling tolak-menolak. Jika gaya gravitasi lebih besar dari gaya repulsi kosmis, benda langit akan saling mendekat dan ruang angkasa menyusut. 

Sebaliknya jika gaya repulsi kosmis lebih besar dari gravitasi, maka ruang angkasa akan memuai. Pada beberapa galaksi spiral seperti Andromeda, Bima sakti, gaya gravitasi di antara keduanya lebih besar dari gaya tolaknya.

Selain itu pemancaran kabut-kabut ekstragalaksi dengan kecepatan yang berbanding lurus dengan jaraknya merupakan petunjuk bahwa alam semesta memuai. Kecepatan kabut-kabut ekstra galaksi dan jaraknya sampai ke bumi dapat diketahui bahwa kecepatan bertambah 550 km/detik untuk tiap pertabahan jarak 1 megaparsek (3,262 juta tahun cahaya). 

Gambar: disini

Jumat, November 24

Pandangan Geosentris dan Heliosentris

Pandangan Geosentris dan Heliosentris

Sejak jaman dahulu manusia telah meneliti tentang pergerakan benda-benda langit di angkasa. Berbagai perdebatan muncul seiring dengan munculnya teori-teori baru tentang bagaimana gerakan benda langit yang benar. 

Dari semua pandangan tentang gerakan benda langit, pandangan geosentris dan heliosentris adalah yang paling terkenal. 

Kita tahu sekarang bahwa planet merupakan salah satu benda langit di tata surya ini. Namun bagaimana sebenarnya gerakan planet dan benda langit lainnya?. Baca juga: Ciri masyarakat desa menurut Parson

a. Pandangan Geosentris
Geosentris  merupakan sebuah sebuah paham yang menyatakan bahwa bumi meurpakna pusat tata surya. Teori ini dikemukakan oleh Ptolomeus dalam bukunya Almagest

Ia menyatakan bahwa semua benda langit bergerak mengelilingi sebuah titik yaitu Bumi. Pandangan ini diperoleh dari hasil pengamatan terhadap gerak semu matahari harian. Teori ini awalnya didukung oleh Socrates, Aristoteles dan Amazimandaros.

Pentingnya fenomena ini mengakibatkan kebudayaan Yunani kuno sangat ditentukan oleh keberadaan benda langit disekitarnya khususnya dalam penamaan hari, minggu dan tahun. Namun tidak semua orang Yunani percaya bahwa bumi berada di tengah. 

Aristrachus of Samos dikatakan NASA merupakan orang pertama yang tahu bahwa matahari berada di tengah alam semesta. Dia mengusulkannya pada abad ketiga sebelum masehi namun tidak begitu diperhatikan. Baca juga: Beda Arktik dan Antartika
Pandangan Geosentris dan Heliosentris
Geosentris dan heliosentris
b. Pandangan Heliosentris
Di bada pertengahan, para astronom Eropa menghadapi berbagai maslaah seperti gerhana yang tidak akurat hitungannya, pelaut yang perlu navigasi saat berlayar, kalender Julius yang tidak akurat saat Ekuinoks terjadi, dan masalah hari libut keagamaan yang tidak tepat sehingga revolusi astronomis mulai berkembang. Baca juga: Terbentuknya gurun pasir di bumi

Pandangan Heliosentris dipopulerkan oleh Copernicus pada 1543 yang menganggap matahari sebagai pusat tata surya dan semua benda langit mengelilingi matahari. Tentu ini teori yang bertentangan dengan geosentris dan menjadi sebuah kehebohan pada masanya. 

Dengan alat sederhana kala itu, Copernicus mempelajari gerakan matahari, planet dan bintang sampai pada kesimpulan bahwa dengan menempatkan matahari di tengah tat asurya dalam keadaan diam maka perhitungan benda langit akan lebih mudah. Teori ini punya kelemahan yaitu menyebutkan bahwa orbit planet adalah bulat bukan elips. 

Penyempurnaan teori ini dibahas oleh Johannes Kepler yang menghasilkan 3 hukum Kepler tentang gerakan benda langit. Mau tahu isi hukum Kepler?. Silahkan cek di artikel 3 Hukum Kepler dan penjelasannya.
Gambar: disini

Rabu, Oktober 11

Fenomena Perigee, Apogee, Sideris dan Sinodis

Fenomena Perigee, Apogee, Sideris dan Sinodis

Bulan merupakan satelit alami Bumi sehingga ia tentu bergerak mengitari bumi atau berevolusi. Ada beberapa fenomena yang terkait dengan pergerakan bulan ini yaitu perigee, apogee, sideris dan sinodis. 

Adapun gaya yang menyebabkan bulan bergerak mengitari bumi adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada bulan. Arah revolusi bulan adalah arah timur. 

Bidang orbit bulan membentuk sudut 5 derajat (inklinasi 5 derajat) terhadap ekliptika bumi. Inklinasi adalah sudut bidang orbit bumi terhadap bidang orbit benda langit lainnya.

Sambil berevolusi dengan arah timur mengitari bumi, bulan juga berotasi dengan arah timur terhadap posisinya sendiri. Gerak bulan yang ketiga tentu saja gerak bulan bersama planet bumi sebagai induknya mengitari matahari.

Mengapa muka bulan yang terlihat hanya sebagian saja alias tetap dari Bumi?
Kamu mengetahui periode revolusi bumi kira-kira 365,25 hari dan periode rotasinya kira-kira 24 jam. 

Karena periode revolusi dan periode rotasi bumi tidak sama, maka seandainya kamu memandang bumi dari mars maka muka bumi yang meghadap mars selalu bergantian. Namun bulan memiliki sifat unik karena periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya yaitu 27,3 hari. 

Artinya sat kali bulan mengitari bumi maka satu kali juga bulan mengitar bumi. Ini menyebabkan muka bulan yang menghadap kita selalu separuh bagian saja. Separuh bagian lainnya selalu membelakangi bumi.
Fenomena Perigee, Apogee, Sideris dan Sinodis
Fase perubahan bulan
Apa itu perigee dan apogee?
Orbit bulan mengitari bumi tidaklah bulat sempurna namun elips yang hampir bulat. Ini menyebabkan jarak bulan dari bumi berubah sedikit selama bulan revolusi. Pada suatu masa bulan berada pada jarka paling dekat dengan bumi atau disebut perigee. 

Pada satu waktu, bulan juga berada paling jauh dengan bumi dan disebut apogee. Jarak paling dekat bulan dan umi adalah 384.400 km dan jarak paling jauh adalah 406.700 km.

Apa itu bulan sideris dan sinodis?
Ada dua macam periode rotasi bulan yaitu periode sideris dan sinodis. Periode sideris adalah periode rotasi bulan dengan mengacu ke suatu bintang jauh selain matahari. Satu bulan sideris kira-kira 27,3 hari. 

Periode sinodis adalah periode rotasi bulan dengan mengacu pada matahari. Satu bulan sinodis adalah selang waktu yang dipelrukan bulan untuk berevolusi 360 derajat mengitari matahari. Satu bulan sinodis atua komariah kira-kira 29,5 hari. Bulan sinodis adalah bulan berdasarkan perubahan fase bulan. Baca juga: Teori terbentuknya jagat raya

Gambar: disini

Selasa, Oktober 10

Fakta Tentang Permukaan Bulan

Fakta Tentang Permukaan Bulan

Sejak zaman dulu Bulan telah mempesonakan umat manusia. Ada yang mengibaratkan Bulan sebagai wajah wanita cantik, ada pula peribahasa bagai pungguk merindukan bulan.

Namun teknologi telah menguak bagaimana sejatinya bentuk bulan. Muka bulan yang menghadap ke bumi selalu sama kira-kira separuh bagian. Separuh bagian lagi selalu membelakangi bumi sehingga tidak pernah kita lihat. 

Saat bulan purnama kamu akan melihat bagian-bagian halus, datar dan agak gelap. Bagian ini disebut mare atau laut dalam bahasa latin karena dulu diperkirakan adalah samudera. Bidang gelap inilah yang kadang terkesan seperit bentuk wajah manusia.

Pada permukaan bulan terdapat ribuan kawah yang dihasilkan oleh hantaman meteor yang masuk ke permukaan bulan. Ini disebabkan bulan tidak punya atmosfer yang bisa menghancurkan batu meteor yang masuk ke bulan.
Permukaan bulan bopeng oleh hantaman meteor
Bulan punya garis tengah 350 km dan memiliki besar 1/4 Bumi. Jarak bumi ke bulan kira-kira 380.000 km. Mengapa oleh manusia, bulan tampak hampir sama besarnya dengan matahari?. Ini karena faktor jarak bulan yang lebih dekat dengan bumi. Bandingkan dengan jarak matahari yang mencapai 150 juta km dari bumi.

Bulan bersinar dan terlihat oleh kita terutama di malam hari. Bulan bercahaya karena mendapatkan pantulan dari matahari, jadi bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Bulan adalah satelit alami Bumi. 

Bulan bisa beredar dekat bumi karena pengaruh gravitasi bumi. Bulan memiliki gravitasi dan berpengaruh terhadap kehidupan di Bumi seperti gerhana dan pasang laut.

Gravitasi bulan kira-kira 1/6 kali gravitasi bumi dan jumlah ini terlalu lemah untuk dapat mengikat atmosfernya sehingga di bulan tidak tercipta atmosfer. Tidak adanya atmosfer di bulan menyebabkan terjadinya fenomena berikut:

1. Suhu permukaan bulan dapat berubah sangat cepat
Lapisan-lapisan atmosfer di bumi berfungsi menyaring dan mengatur sinar matahari yang mengenai dan yang dipantulkan oleh permukaan bumi, sehingga suhu di pemrukaan bumi tidak berubah dengan ekstrim. 

Karena di bulan tidak ada atmosfer maka suhu pada bagian yang terkena matahari bisa mencapai 100 derajat Celcius sementara suhu di bagian yang tidak kena matahari bisa mencapai -173 derajat Celcius.

2. Bunyi tidak dapat merambat di bulan
Untuk dapat merambat, gelombang bunyi memerlukan medium seperti udara. Karena di bulan tidak ada medium ini maka suara tidak dapat merambat disana. Ini menyebabkan bulan adalah tempat yang sangat sunyi.

3. Langit di bulan tampak hitam kelam
Langit di bumi tampak biru karena adanya debu-debu angkasa yang menghamburkan sinar matahari dan yang paling banyak dihamburkan adalah gelombang pendek warna biru. 

Bulan tidak punya atmosfer hingga mustahil terjadi penghamburan sinar. Ini menyebabkan tidak ada spektrum sinar matahari yang tercipta sehingga langit bulan selalu tampak gelap hitam kelam oleh pengamat di bumi.

4. Tidak mungkin ada kehidupan
Atmosfer bulan berfungsi mengatur siklus udara dan siklus air. Bulan tidak memilikii atmosfer sehingga di Bulan tidak tersedia udara dan air. Maka tidak mungkin ada kehidupan terbentuk secara alami kecuali ada rekayasa tingkat tinggi.
Gambar: disini

Selasa, September 19

Hipotesa Terjadinya Bumi dan Tata Surya

Hipotesa Terjadinya Bumi dan Tata Surya

Bumi ni sudah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun lalu, namun bagaimana sebenarnya Tata Surya dan Bumi ini terbentuk. 

Ada beragam hipotesa tentang terjadinya bumi dan tata surya. Berikut ini 5 hipotesa tersebut:

1. Hipotesa Kabut
Hipotesa ini dinamakan juga solar nebula dan menjadi hipotesa paling tua dan terkenal. Hipotesis untuk dikemukakan oleh Imanuel Kant (1724-1804) seorang filsuf asal Jerman.

Menurutnya dahulu di jagat raya ini ada gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-lama menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi padat (planet dan satelitnya).

2. Hipotesa Planetesimal
Seorang ahli geologi dan ilmuwan Amerika bernama Thomas C. Chamberlain (1843-1928) melakukan penelitian yaitu The Origin of the Earth pada 1916. 

Menurut teori ini, matahari telah ada sebagai salah satu bintang di alam semesta. Pada suatu masa, ada sebuah bintang yang mendekat dan berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh. 

Akibatnya terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang. Sebagian dari massa matahari itu tertarik ke arah bintang. Pada saat bintang menjauh sebagian massa matahari jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi bertebaran di angkasa sekitar matahari. 

Materi yang bertebaran ini lah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet dan beredar di orbitnya.
Hipotesa Terjadinya Bumi dan Tata Surya
Nebula di alam semesta src: pixabay
3. Hipotesa Pasang Surut Bintang
Pada 1917 sarjana Inggris, James Jeans (1877-1946) dan Herald Jeffries mengeluarkan hipotesa tidal James-Jeffries. 

Menurut hipotesa ini pada suatu saat sebuah bintang yang hampir sama besarnya dengan matahari melintas dekat matahari. Hal ini menimbulkan gaya pasang pada matahari. Pasang ini berbentuk seperti cerutu yang sangat besar. 

Bentuk cerutu yang sangat besar ini kemudian bergerak mengelilingi matahari dan mengalami perpecahan menjadi sejumlah butiran tetesan kecil. 

Butir-butir tetesan yang terbesar diantaranya karena daya tariknya dapat menarik butir-butir yang kecil sehingga akhirnya membentuk gumpalan sebesar planet yang ada sekarang.

4. Hipotesa Ledakan Bintang
Seorang astronom Inggris Fred Hoyle (1956) berpendapat kemungkinan matahari memiliki teman sebuah bintang lain yang pada mulanya berevolusi satu sama lain. 

Ada juga diantaranya yan memadat dan mungkin terjebak ke dalam orbit matahari. Banyak bintang yang meledak mennjadi supernova ditemukan oleh NASA. 

5. Hipotesa Kuiper
Astronom Gerard P. Kuiper (1905-1973) mengemukakan bahwa alam semesta tersusun atas formasi bintang-bintang. Menurut dia, dua pusat awan yang memadat berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hidrogen. 

Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadart menjadi bintang tunggal yaitu matahari. Kejadian berikutnya kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik dari massa yang lebih besar. 

Gaya ini menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah pecah menjadi awan lebih kecil lagi dan disbeut protoplanet. Setelah periode waktu yang lama protoplanet itu menjadi planet yan ada sekarang ini. 

Jika kedua awan itu punya ukuran yang sama maka akan membentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sering terjadi di alam semesta. 

Saat matahari memadat matahari akan menjadi begitu panas sehingga sebagian besar energi matahari dipancarkan. 

Energi itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang lebih terang seperti hdrogen dan helium dari awan ayng menyelubungi protoplanet yang paling dekat matahari.

Senin, September 4

Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia

Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia

Bumi merupakan sebuah planet unik dan satu-satunya tempat terjadinya kehidupan kompleks di alam semesta. Belum ada lagi planet yang bisa dihuni selain Bumi di tata surya.

Dalam menentukan potensi kelayakan huni sebuah planet, maka pertimbangannya banyak diantaranya sumber energi, komposisi, sifat orbit, atmosfer dan interaksi kimia yang potensial, wilayah perairan dan masih banyak lagi. 

Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun lalu dan sejak saat tersebut telah mengalami berbagai macam fase kehidupan dan perkembangan kerak bumi. 

Bumi hingga kinimerupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup.  Permukaan bumi berelief-relief, terdiri dari daratan, perairan, lembah, bukit, pegunugan dan gunung. Baca juga: Genesa batuan beku

Sejauh ini hanya planet bumi yang dipandang layak sebagai tempat kehidupan meskipun telah ada dugaan hasil penelitian sains adanya planet adatu benda lain yang mirip dengan bumi. 

Di planet bumi terjadi keseimbangan dan keselarasan antara udara, air, dan kehidupan di darat. Semua tinjauan menunjukkan bahwa planet bumi diciptakan untuk kehidupan. Baca juga: Perbedaan kerak benua dan kerak samudera
Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia
Fosil Trilobit era Kambrium
a. Periode Rotasi Bumi 
Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari. 

b. Albedo 
Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).  

Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi. 

Baca juga:
Fungsi desa bagi wilayah disekitarnya
Pergerakan angin muson di Indonesia dan dampaknya

c. Aktifitas Gempa 
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).  

d. Ketebalan Kerak Bumi 
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.

Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. 

Jika lebih tebal:Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi. Jika lebih tipis: Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.

Baca juga:
Macam-macam pola aliran sungai
Gunung api strato, shield dan cone

e. Medan Magnet Bumi 
Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet.  

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan. 
Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia
Magnetosfer melindungi bumi dari angin matahari
f. Interaksi Gravitasi dengan Bulan 
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. 

Besarnya gaya sentrifugal bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun. 
 
g. Kadar Karbondioksida dan Uap Air dalam Atmosfer 
Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. 

Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrim di antara siang dan malam.75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. 

Atmosfer tidak mempunyai batas  pasti dan tetap, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. Baca juga: Formasi geologi pulau jawa yang unik

h. Kadar Ozon dalam Atmosfer 
Ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.

Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Baca juga: Tipe iklim Indonesia menurut Koppen

Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (uv) dari matahari. 

Jika lebih besar: Suhu permukaan bumi terlalu rendah. Jika lebih kecil:  Suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet.

Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan. 

Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.
Gambar: disini, disini

Selasa, Juli 18

Penyebab Bumi Berotasi dan Berevolusi

Penyebab Bumi Berotasi dan Berevolusi

Kamu tentu pernah berpikir, mengapa Bumi ini bisa berputar padahal punya massa sangat besar?. 

Apakah ada hukum yang bisa menjelaskan tentang penyebab rotasi dan revolusi Bumi?. Ada dua faktor yang menyebabkannya yaitu Gravitasi Bumi dan Gravitasi Matahari.

1. Gravitasi Matahari
Tata Surya merupakan sebuah mesin raksasa yang tidak memerlukan tenaga dari luar untuk menggerakannya. 

Beda halnya dengan mesin lain seperti mobil dan motor yang perlu bahan bakar, Tata Surya memiliki mekanisme otomatis yang mengagumkan. Adanya tenaga penggerak alami dalam tata surya dibuktikan oleh Issac Newton di abad ke 17. 

Ia melihat bahwa planet-planet beredar mengelilingi matahari melalui orbitnya masing-masing. Peredaran yang terus terjadi dan teratur ini hanya mungkin terjadi bila ada tenaga yang mengaturnya. 

Dan yang mengaturnya adalah gravitasi benda-benda langit yang berada di dalamnya. Gaya tarik menarik ini yang disebut dengan Hukum Gravitasi Newton.

Selanjutnya Newton menjelaskan bahwa nilai gravitasi antara dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat kedua massa tersebut. 

Jika besar gravitasi itu kita sebut K dan kedua massa M1 dan M2 (dalam gram) dan jarak antar kedua massa adalah r (dalam cm) maka muncul persamaan:
Angka tersebut merupakan pengembangan dari Hukum Newton. Kesimpulannya semakin besar massa maka semakin besar gravitasi. Semakin besar jarak kedua benda maka gravitasi semakin kecil.

Hal tersebut terjadi pula pada matahari dan planet dimana matahari punya massa lebih besar dibanding semua planet sekalipun. Oleh sebab itu matahari selalu berusaha menarik planet ke arahnya. 

Namun planet berusaha mempertahankan geraknya sendiri yang lurus. Hasil gaya tarik matahari dan gerak lurus planet menyebabkan planet beredar mengelilingi matahari.

2. Gravitasi Bumi
Gaya gravitasi Bumi mengatur gerak planet di tata surya namun benda-benda yang dekat dengan Bumi diatur oleh Bumi. Sebuah benda seperti meteor yang jatuh ke Bumi sebenarnya merupakan perjalanan benda menuju pusat Bumi. 

Gaya tarik bumi dianggap sebagai sebab adanya berat. Jadi jika kita mengukur berat sebuah benda yang diukur sebenarnya gaya tarik bumi pada benda itu. Gaya tarik inilah yang juga menahan orang dan benda-benda lain tetap berada di atas Bumi. 

Bobot sebuah benda di kutub juga lebih besar 0,5% dibanding bobot di khatulistiwa karena jarak ke pusat bumi lebih besar dari khatulistiwa dibandingkan dari kutub. Jadi kalau anda mau terlihat lebih langsing maka pindahlah ke daerah khatulistiwa.
 
Ukuran Satuan Astronomi

Ukuran Satuan Astronomi

Alam semesta ini terdiri dari berbagai benda seperti galaksi, bintang, planet dan lain-lain. Benda-benda tersebut memiliki jarak satu sama lain. 

Lalu apakah pengukuran jarak antar benda langit sama dengan jarak di Bumi?. Kamu tentu tahu bahwa jarak antar galaksi sangat jauh dan sangat tidak enak jika menggunakan satuan jarak di Bumi. Misal jarak Bima Sakti ke Andromeda adalah 500 triliun km. 

Suatu angka yang sangat banyak jika ditulis dengan notasi angka. Oleh sebab itu para astronom membuat penyederhanaan untuk mengukur jarak antar benda langit yaitu dengan satuan astronomi. 

Satuan Astronomi umum yang lazim digunakan untuk mengukur benda di Tata Surya adalah Astronomical Unit (AU) atau dalam bahasa Indonesia yaitu Satuan Astronomi (SA).

Dalam aturan umum, 1 SA mewakili jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari. 1 SA =  150 juta km. Orbit Bumi mengelilingi matahari bukan lingkaran sempurna jadi jarak Bumi ke Matahari bisa berubah sepanjang tahun. 

Pada saat berada di perihelium (bulan Januari) jarak Bumi-Matahari adalah 0,983 AU. Saat berada pada aphelium (bulan Juli) jaraknya sekitar 1,017 AU.
Satuan Astronomi
Satuan Kecepatan Cahaya
Satuan kecepatan cahaya merupakan kecepatan tempuh berkas cahaya dalam satu detik. 1 Detik cahaya dapat menempuh jarak 300.000 km. Contoh jarak Bumi ke Bulan adalah 380.000 km maka jika dirubah ke cahaya menjadi 1,26 detik cahaya. 

Satuan cahaya biasa digunakan untuk mengukur benda-benda yang sangat jauh misal bintang atau galaksi. Jika jarak bintang Alpa Centauri adalah 4,3 tahun cahaya maka jarak sebenarnya adalah 4,3 x 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km. Silahkan hitung sendiri.

Satuan Parsec
Parsec adalah ukuran jarak paling besar dan didasarkan pada metode paralaks trigonometri. 

Sudut yang dibentuk bintang terhadap jari-jari orbit Bumi-Matahari dinamakan Paralaks. 1 Parsec = 3,6 tahun cahaya. Satuan Parsec paling banyak digunakan oleh astronom karena lebih sederhana nominalnya.
Satuan Astronomi
Gambar: disini, disini

Minggu, Juli 16

Perbedaan Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Perbedaan Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Alam semesta merupakan sebuah ruang yang sangat luas dan didalamnya terdapat berbagai macam komponen mulai dari materi gelap, energi gelap, galaksi, bintang, planet dan masih banyak lagi. 

Bagaimana alam semesta ini bisa tercipta?. Apakah manusia bisa menjelaskan teori terbentuknya alam semesta?. Baca juga: Unsur kehidupan masyarakat desa

Dalam dunia sains, ilmuwan sering melakukan pemodelan untuk menjelaskan tentang suatu fenomena fisis yang riilnya tidak bisa terjangkau oelh indera penglihatan karena dimensi fenomena itu sangat kecil atau sangat besar. 

Ambil contoh model atom dalam fisika, dimana pemodelan atom seperti sebuah inti yang dikelilingi elektron-elektron. Model ini bisa diterima hingga kini dan sangat penting untuk penelitian lanjutan. 

Jarang sekali sebuah model yang diajukan ilmuwan langsung mapan namun bisa gugur atau mengalami penyempurnaan disesuaikan dengan data empiris melalui riset. 

Jika model ini diterima secara umum dan terbukti keabsahannya maka meningkat menjadi "teori". 

Baca juga:
Ciri sistem klasifikasi iklim Koppen
Perbedaan lokasi absolut dan relatif

Begitupula tentang alam semesta, dari dulu manusia berlomba mencari model dan teori tentang proses terbentuknya alam semesta. Akan tetapi hingga saat ini ada setidaknya 2 teori yang sering diperdebatkan yaitu Big Bang dan Keadaan Tetap.

Teori Big Bang
Big Bang merupakan suatu teori yang menjelaskan bahwa alam semesta itu mengalami permulaan alias tidak serta merta ada. Big Bang menjelaskan alam semesta muncul dari ketiadaan. 

Menurut teori standar, alam semesta ini melompat menjadi ada sebagai "singularitas" sekitar 13,7 milyar tahun lalu. Singularitas merupakan sebuah zona yang menantang pemahaman manusia tentang fisika. Ilmuwan memprakirakan singularitas ada pada sebuah lubang hitam atau black hole.

 Black hole merupakan suatu daerah bertekanan gravitasi sangat masif dimana materi yang masuk ke dalamnya tidak akan pernah kembali lagi. Zona seperti ini dinamakan zona kepadatan tak terbatas atau singularitas. 

Alam semesta ini diperkirakan berasal dari satu titik yang sangat kecil, panas, padat alias bervolume nol. Darimana titik itu muncul?. Kita tidak tahu, mungkin hanya Tuhan yang tahu. Baca juga: Memahami reaksi bowen pada batuan
Ilustrasi Big Bang
Sesaat setelah ledakan, material lalu meluas, mendingin membentuk berbagai manifestasi seperti galaksi, planet, bintang, komet dan lainnya. Bukti teori Big Bang adalah adanya temuan objek di lam semesta semakin menjauh. 

Hal ini menandakan adanya pengembangan dari suatu titik di masa lalu. Pendukung teori ini adalah Stephen Hawking dan Einstein.

Teori Keadaan Tetap
Teori ini disebut juga Steady State, menjelaskan tentang alam semesta itu statis. Alam semesta selalu berkembang namun menjaga kepadatan rata-rata yang konstan, materi yang hilang akan digantikan materi baru. 

Menurut teori ini alam semesta tidak ada awal dan akhir, rata-rata kerapatan galaksi sama. Teori ini dikemukakan oleh Sir James Jeans tahun 1920 lalu direvisi terakhir oleh Sir Fred Hoyle. 

Pengamatan tahun 1950 telah membuktikan bahwa teori ini tidak bisa diterima dan Big Bang adalah teori yang disetujui hingga kini. 

Teori Keadaan Tetap menolak keberadaan Tuhan dan mengabaikan konsep penciptaan. 

Sumber gambar: disini

Sabtu, Juni 3

Reaksi Nuklir Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya

Reaksi Nuklir Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya

Matahari merupakan sumber energi utama dan terbesar bagi Bumi. Matahari seperti halnya lilin yang dapat kamu lihat di langit karena ia memancarkan cahaya sendiri. Suhu matahari sangat tinggi kira-kira 5.400 derajat Celcius. 

Dengan kondisi tersebut maka materi-materi dalam matahari tidak mungkin berbentuk padat, cair atau gas biasa. Materi-materi dalam matahari haruslah berwujud gas pijar yang disebut plasma. 
Selain matahari, benda langit lain yang juga memiliki wujud gas pijar adalah bintang. Kesamaan lain dari matahari dan bintang adalah dalam spektrum cahaya dan proses pembentukkan energinya. 

Matahari dan bintang sama-sama memproduksi sumber energinya berdasarkan reaksi fusi inti. Karena kesamaan inilah maka matahari dikelompokkan sebagai bintang. 

Mengapa matahari terlihat sebagai bintang paling besar dan terang di langit?
Coba kamu perhatikan langit di malam hari, maka kamu akan menemukan milyaran bintang bertaburan di atas bukan?. 

Ukuran matahari masuk kategori sedang dan masih banyak lagi bintang yang lebi besar, panas dan cerah dibandingkan matahari contohnya Sirius. 

Matahari tampak oleh kamu sebagai bintang paling besar karena ia adalah bintang paling dekat dengan bumi dibandingkan bintang lainnya. Baca juga: ciri-ciri bioma hujan hujan tropis

Matahari berjarak rata-rata 150 juta km sementara bintang kedua terdekat dekat Bumi yaitu Alpha Centauri berjarak 40 ribu milyar km dari bumi alias 300 ribu kali jarak rata-rata Bumi-Matahari. 

Besarnya penampakan matahari ini sama halnya jika kamu berdiri di lapangan sepakbola dan melihat seorang anak kecil yang dekat kamu dan seorang dewasa yang sangat jauh. Anak kecil akan nampak lebih besar olehmu dibanding orang dewasa. 

Jadi jarak adalah faktor utama. Jarak Bumi-Matahari dijadikan sebagai standar satuan jarak astronomi atau SA. 1 SA = 150.000.000 km.
Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya
Matahari saat terbit berwarna kemerahan
Unsur-unsur apa saja yang menyusun matahari?
Dengan menggunakan spektrometer, dapat diketahui bahwa spektrum matahari tersusun atas garis-garis gelap dengan latar belakang terang. Garis-garis gelap ini berkaitan dengan terserapnya energi matahari oleh unsur kimia yang terdapat dalam atmosfer matahari. 

Satu garis gelap dikaitkan dengan hadirnya satu unsur kimia. Jadi dengan menganalisis garis gelap dan spektrum matahari kira dapat menganalisa unsur-unsur kimia penyusun kimia. 

 Ilmuwan berhasil mengetahui unsur penyusun matahari yaitu 75% hidrogen, 30% helium dan 2% unsur berat seperti oksigen, karbon dan neon. Baca juga: geografi Korea Selatan

Mengapa warna matahari siang dan sore itu berbeda?
Warna matahari ada kaitanya dengan suhu matahari. Suhu matahari sangat tinggi sehingga kita tidak mungkin mengukurnya langsung, tapi kita bisa menaksirnya. Contohnya dengan teori penyusutan Helmholtz diperkirakan bahwa suhu di pusat matahari bisa mencapai 15 juta Kelvin. 

Energi dari inti mathari memanaskan bagian fotosfer atau permukaan yang ditaksir bisa mencapai 5.700 derajat Kelvin. Suhu sebesar ini berkorelasi dengan warna kuning yang tampak pada fotosfer. 

Kaitan suhu dengan warna bisa kamu praktikkan jika membakar sebatang logam. Mula-mula besi berwarna merah (suhu rendah) kemudian menjadi biru (suhu tinggi). Oleh karena itu pada pagi atau sore hari, warna matahari adalah kemerahan sehingga akan terasa hanagt. 

Di siang hari saat suhu fotosfer meningkat, matahari berwarna putih kekuningan. Ketika saat siang hari yang terik, efek panas matahari paling besar warnanya adalah kebiru-biruan.
Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya
Reaksi fusi inti matahari

Bagaimana terbentuknya reaksi energi matahari?
Matahari adalah bola gas besar pijar yang sangat panas dan ukurannya sejuta kali lebih besar dari Bumi. Jadi pastinya ada proses pembakaran, namun bukan pembakaran biasa antara unsur kimia dengan oksigen. Suhu matahari sangat tinggi sehingga tidak mungkin terbentuk suatu senyawa.

Ilmuwan percaya bahwa telah terjadi reaksi fusi inti hidrogen yaitu bergabungnya dua inti hidrogen membentuk satu inti helium. Massa satu inti helium hasil fusi lebih kecil dari jumlah massa dua inti hidrogen. 

Dengan begitu terjadi kehilangan massa, namun massa yang hilang diubah menjad energi. Rumus tersebut sesuai dengan persamaan Einstein yang melegenda yaitu E = mc². Baca juga: faktor perbedaan kadar garam di lautan

Tiap detik dalam inti matahari, 630 juta ton inti hidrogen diubah menjadi 625,4 juta ton inti helium. Jadi ada kehilangan massa sebesar 4,6 juta ton. Kehilangan massa tersebut menghasilkan energi sebesar 1,4 x 10 ²⁶ joule per detik di inti matahari. Energi ini setara dengan 30 juta truk tangki minyak yang penuh.

Kapan matahari tidak bersinar lagi?
Matahari tidak akan selamanya bersinar, alias akan mati. Tapi tentang saja, hal tersebut akan masih lama sekali. Diperkirakan matahari masih akan bersinar sampai 5 milyar tahun ke depan sampai akhirnya mati.

Siang hari kita akan merasakan panas bukan?. Panas ini berasal dari energi pancaran matahari yang sampai ke bumi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa permukaan seluas 1 cm² di bumi menerima energi matahari sebesar 8,2 joule per menit, yang disebut sebagai tetapan matahari. D

engan membandingkan ukuran dan luas matahari dengan bumi diperoleh hasil bahwa Bumi hanya menerima 1/2milyar bagian dari energi total yang dipancarkan matahari.

Pengaruh matahari bagi bumi?
Saat matahari memanaskan Bumi, tidak semua panas diserap bumi karena ada yang dipantulkan kembali dan dihamburkan di atmosfer sebelum sampai tanah. 

Saat dipantulkan ke atmosfer maka kan menimbulkan arus udara ke atas dan muncullah siklus udara. Saat sinar matahari memanaskan air laut, panasnya akan menguapkan air ke udara lalu berkondensasi membentuk awan dan hujan pun turun.

salah satu spektrum sinar matahari yang terlihat oleh kita dan punya efek kimi terbesar adalah ultraviolet. Sinar ultraviolet ini dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesa. 

Fotosintesa adalah mekanisme perubahan karbon dioksida dan air menjadi gula. Molekul gula merupakan makanan bagi tumbuhan dan mahluk hidup yang lain tidak bisa hidup kalau tumbuhan tidak ada. Sinar matahari ada pagi hari juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang. Itulah beberapa manfaat matahari yang sangat luar biasa bagi kehidupan planet Bumi.
Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya
Atap panel surya
Penggunaan energi matahari
Hampir semua energi yang digunakan di bumi berasal dari energi matahari. Contoh, bahan bakar minyak, gas alam dan batubara merupakan energi matahari yang tersimpan dalam bentuk energi kimia pada tumpukan bangkai organisme yang tertimbun jutaan tahun lalu. 

Jika kita dapat mengubah energi matahari menjadi energi kalor atau energi listrik maka kita akan mendapatkan energi yang tidak hanya bersih namun juga tidak dapat habis sepanjang matahari bersinar. 

Energi matahari disebut juga energi surya. Ada dua cara untuk menggunakan energi surya. Pertama menggunakan panel surya  yang bisa mengubah energi surya menjadi kalor. Energi kalor ini dapat digunakan untuk mandi air hangat atau mencuci. 

Cara kedua dengan menggunakan sel surya yaitu dengan memasang sebuah alat yang mamu mengubah langsung energi panas menjadi listrik. Model kedua saat ini sudah banyak digunakan di negara-negara maju. Bahkan sudah ada yang memproduksi atap panel surya untuk rumah.

Gambar: www.universetoday.com

irishviews.com
greeniverse.com

Rabu, Mei 3

Sabuk Asteroid itu Apa?

Sabuk Asteroid itu Apa?

Sebagian besar sabuk asteroid di Tata Surya ditemukan di wilayah antara Mars dan Jupiter. Asteroid lain mengorbit dekat Bumi dan beberapa diantaranya bergerak atau terlempar ke luar tata surya oleh gravitasi. 

Empat asteroid terbesar adalah Ceres, Vesta, Pallas dan Hygiea. Mereka punya hampir setengah massa dari semua asteroid. Sisa asteroid terdapat di asteroid kecil yang tak terhitung jumlahnya. 

Ada sebuah teori bahwa jika semua asteroid digabungkan maka akan membentuk planet batu kelima. Ilmuwan memperkirakan bahwa jika semua materi yang ada di sabuk asteroid digabungkan maka akan menjadi planet kehidupan yang baru namun lebih kecil dari bumi.
Ukuran Asteroid
Lokasi Asteroid

Sabuk asteroid atau asteroid belt berada di ruang antara orbit Mars dan Jupiter. Tebal sabuk asteroid sekitar 1 SA. Jarak rata-rata antara benda-benda di sabuk asteroid cukup besar. Jika kamu berdiri di salah satu asteroid maka kamu bisa melihat asteroid yang lain dengan cukup jelas.

Tata Surya berisi berbagai jenis asteroid, dan dikelompokkan berdasarkan jenis mineral yang dikandungnya. Kelimpahan logam mulia seperti besi, nikel dan titanium dan air membuat asteroid menjadi sasaran manusia untuk menjadi lokasi  penambangan.

Air di asteroid dapat membantu melayani koloni kehidupan di luar angkasa sementara mineral dan logam akan membangun habitat dan menumbuhkan makanan untuk koloni kehidupan di masa depan. 

Mulai tahun 2013 perusahaan di Bumi mulai tertarik untuk menjalankan bisnis ini. Hambatan utama adalah menyiapkan teknologi agar manusia bisa menjangkau asteroid dengan aman dan cepat.

Fakta Tentang Asteroid

- Sabuk asteroid terbuat dari batu dan mineral. Beberapa adalah benda padat, sementara yang lainnya berupa puing-puing kecil.
- Sabuk asteroid mengandung miliaran asteroid.
- Beberapa asteroid berukuran cukup besar namun sebagian besar berukuran kerikil.
- Asteroid Ceres termasuk planetoid atau planet kerdil.
- Ada sekitar 7.000 asteroid yang sudah teridentifikasi.
- Sabuk asteroid berisi banyak objek namun terbentang di area luas sehingga pesawat ruang angkasa memungkinkan untuk bergerak bebas diantara asteroid. 
- Asteroid dinamai berdasarkan penemunya dan diberi nomor.
- Gravitasi dapat melontarkan asteroid ke luar jalur.
- Pembentukkan Jupiter mengganggu pembentukkan sabuk asteroid menyebabkan mereka bertabrakan dan menjadi serpihan kecil.
- Belum ada teori pasti tentang sejarah terbentuknya asteroid.

Gambar: technology.org

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close