Guru Geografi: Astronomi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 1

Teori Terbentuknya Jagat Raya: Big Bang, Osilasi dan Ekspansi

Teori Terbentuknya Jagat Raya: Big Bang, Osilasi dan Ekspansi

Mendengar kata jagat raya atau alam semesta tentu akan sangat luar biasa di pikiran kita. Bumi kita ini merupakan salah satu bagian kecil dari alam semesta. Lalu darimana alam semesta ini tercipta?. 

Tentu ada tangan Tuhan yang berkuasa di dalamnya. Dalam Quran disebutkan bahwa penciptaan Jagat Raya ini lebih rumit dibanding penciptaan manusia. Jadi supaya manusia bisa hidup di Bumi ini, alam semsesta harus didesain dulu sesempurna mungkin.

Para astronom menduga bahwa jagat raya terdiri atas 73% energi gelap, 23% materi gelap, 3,6% gas dan galaksi, 0,4% planet dan zat lain. Hingga kini, misteri tentang jagat raya masih menjadi tantangan bagi manusia. 

Mungkin sampai akhir hayatnya, alam semesta ini tetap menjadi misteri bagi manusia. Ada beberapa teori tentang penciptaan jagat raya, yaitu:
Teori Terbentuknya Jagat Raya: Big Bang, Osilasi dan Ekspansi
Gugusan Galaksi
1. Jagat Raya Mengembang (Ekspansi)
Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Edwin Hubble pada 1929. Menurutnya, jagat raya ini tidak statis atau diam melainkan begerak menjauhi pusat alam semesta dalam arti mengembang ke segala arah. 

Hubble juga membuat klasifikasi untuk berbagai galaksi yang berhasil ia amati, mengaturnya saru persatu berdasarkanjarak, bentuk dan tingkat kecerahannya. Dengan memerhatikan penurunan emisi cahaya galaksi, Hubble melihat bahwa galaksi-galaksi tersebut bergerak saling menjauh dengan perbandingan jarak konstan. 

Semakin jauh suatu galaksi maka semakin besar pula kecepatannya. Teori ini memperkuat teori Big Bang yang menyatakan alam semesta berasal dari ledakan satu titik tunggal di alam semesta.

2. Big Bang
Teori ini menyatakan bahwa jagat raya berasal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol. Menurut pengukuran tahun 2009, alam semesta diperkirakan lahir 13,7 milyar tahun lalu. Teori ini awalnya dicetuskan oleh seorang pastur bernama George Lemaitre.

Ledakan titik tunggal bermassa padat dan panas ini lalu menghasilkan hidrogen, helium lalu berkembang jadi nebula dan lahirlah bintang dan planet. 

Teori ini masih tak terbantahkan saat ini dengan bukti beberapa penelitian yang melihat adanya jejak radiasi kosmis dan pengukuran spektrum cahaya bintang.

3. Osilasi
Teori ini pertama kali dimunculkan oleh Fred Hoyle pada 1948, ia mengatakan bahwa jagat raya tidaklah mengembang seperti yang diakatakan teori Big Bang. Materi jagat raya berasal dari hidrogen yang menjadi bahan dasar bintang dan galaksi. 

Teori ini menganggap zat baru senantiasa tercipta menggantikan zat lama yang hilang. Teori ini banyak ditentang oleh fisikawan karena melawan hukum fisika kekekalan zat. Teori juga menolak keberadaan Tuhan sebagi pencipta alam semesta. Baca juga: Pembentukan angin fohn

Gambar: themostimportantnews.com

Minggu, April 30

Profil dan Ciri Galaksi Bima Sakti

Profil dan Ciri Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti merupakan galaksi tempat kita hidup di alam semesta. Galaksi ini berbentuk spiral palang berlengan empat. Pusat galaksi Bima Sakti terletak sektiar 26.000 tahun cahaya dari Bumi dan mengandung satu lubang hitam supermasif yang dilintasi sebuah palang. 

Bima Sakti atau Milky Way mulai terbentuk sekitar 12 milyar tahun lalu dan merupakan bagian dari kelompok 50 galaksi yang disebut Local Group. Andromeda adalah bagian dari kelompok galaksi ini bersama galaksi lain yang lebih kecil seperti Awan Magellan. 

Local Group sendiri adalah bagian dari kumpulan galaksi yang lebih besar yang disebut Virgo Supercluster. Baca juga: Konsep lokasi absolut dan relatif

Profil Galaksi Bima Sakti
Tipe : Galaksi Spiral Palang
Diameter : 100.000 - 180.000 tahun cahaya
Jarak ke Pusat Galaksi : 27.000 tahun cahaya
Umur : 13,6 milyar tahun
Jumlah Bintang : 100 - 400 milyar
Konstelasi : Sagitarius
Kelompok : Local Group
 
Profil dan Ciri Galaksi Bima Sakti
Gugusan Bintang di Bima Sakti
Fakta Galaksi Bima Sakti
1. Galaksi Bima Sakti diawali dari adanya wilayah padat di alam semesta tidak lama setelah Big Bang. Bintang pertama yang terbentuk berada dalam globular clusters dan hingga kini masih ada. Mereka masuk ke dalam bintang tertua yang terbentuk di Bima Sakti. 

2. Bima Sakti telah berkembang dan bergabung dengna galaksi lain sepanjang waktu. Saat ini Bima Sakti mendapatkan bintang dari galaksi kecil yang disebut Sagitarius Dwarf Spheroidal dan juga menelan materi Awan Magellan.

Baca juga:
Penyebaran bioma tundra di bumi
Perambatan panas matahari di bumi

3. Bima Sakti bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan sekitar 552 km per detik.

4. Inti pusat Galaksi berisi lubang hitam supermasif. Hal ini biasa disebut sebagai Sagitarius A. Lubang hitam ini punya massa 4,3 juta kali matahari.

5. Bintang, gas dan debu Bima Sakti semuanya mengorbit pusat dengan kecepatan 220 km per detik. Angka konstan untuk semua bintang pada jarak berbeda menyiratkan adanya materi gelap yang mengelilingi galaksi kita.

6. Galaksi ini akan bertabrakan dengan Andromeda sekitar 5 milyar tahun dan jika bergabung akan menjadi sistem galaksi biner spiral raksasa.

7. Nama Bima Sakti diusulkan oleh Ir. Soekarno saat ia sedang berkunjung ke Observatorium Bosscha di Bandung. Baca juga: Terbentuknya angin fohn

Gambar: flikr
Fakta Tentang Black Hole atau Lubang Hitam

Fakta Tentang Black Hole atau Lubang Hitam

Lubang hitam atua Black Hole adalah salah satu materi aneh di alam semesta ini. Lubang hitam adalah suatu massa berukuran raksasa dengan gravitasi sangat kuat sehingga tidak akan ada yang bisa lepas bahkan cahaya sekalipun. 

Jenis lubang hitam paling umum adalah Supermassive Black Holes. Lubang hitam ini diciptakan ketika bintang berukuran raksasa meledak, menyisakan lubang hitam dengan massa hanya beberapa kali matahari. Supermassive black hole ada di jantung pusat galaksi dan biasanya  mengandung jutaan kali massa matahari.

Baca juga:
Perambatan panas di permukaan bumi
Bioma tundra dan ciri-cirinya

Beberapa Lubang Hitam Terkenal

Cygnus X-1, merupakan lubang hitam dan suber sinar x yang berjarak sekitar 6.500 tahun cahaya. Lubang ini merupakan sistem biner yang berisikan bintang biru raksasa dan sumber sinar x yang dianggap sebagai lubang hitam

Sagitarius A, merupakan lubang hitam supermasif di jantung Galaksi Bima Sakti dengan arah rasi Sagitarius. Lubang hitam ini berisi massa sekitar 4 juta kali matahari.

M87, merupakan galaksi elips yang memiliki 3,5 miliar massa black hole di dalamnya. Lubang hitam ini dikelilingi oleh cakram super panas dan memiliki bahan jet yang dilapisi panas dengan panjang 5.000 tahun cahaya dari inti galaksi.

Centaurus A, merupakan galaksi yang terletak di rasi bintang Centaurus, berbentuk spiral raksasa dengan inti yang sangat aktif. Galaksi ini berisi sebuah lubang hitam dengan massa 55 juta kali matahari di dalamnya. Black hole ini memiliki dua material jet yang mengalir menjauh dari galaksi sekitar setengah kecepatan cahaya melintasi ruang satu juta tahun cahaya. Baca juga: Unsur kehidupan masyarakat desa
Fakta Tentang Black Hole atau Lubang Hitam
Ilustrasi Lubang Hitam
 Fakta Tentang Lubang Hitam

- Pengaruh gravitasi besar dari lubang hitam mendistorsi ruang dan waktu di lingkungan sekitarnya. Semakin dekat anda menuju lubang hitam, semakin lambat waktu berjalan. Material yang terlalu dekat dengan lubang hitam akan tersedot masuk dan tidak akan pernah kembali.

- Materi spiral masuk kedalam lubang hitam melalui cakram akresi, sebuah cakram gas, debu, bintang dan planet yang jatuh ke orbit lubang hitam.

- Titik tak bisa kembali disekitar lubang hitam disebut "cakrawala peristiwa". Ini merupakan wilayah dimana gravitasi lubang hitam mengatasi momentum pemintalan material disekitarnya dalam cakram akresi. Begitu ada sesuatu melintasi cakrawala peristiwa, maka ia akan hilang ditelan lubang hitam.

- Lubang Hitam pertama kali diusulkan pada abad ke 18 namun tetap menjadi misteri matematis hingga kandidat lubang hita pertama ditemukan pada 1964 yang dinamakan Cygnus X-1.

- Lubang Hitam tidak memancarkan radiasi sendiri. Mereka terdeteksi oleh radiasi yang dilepaskan saat material dipanaskan  di cakram akresi dan juga oleh efek gravitasi lubang hitam pada benda-benda terdekat lainnya seperti cahaya yang lewat. Baca juga: Fenomena permafrost atau tanah beku

Gambar: www.nasa.gov

Sabtu, April 29

Fakta Terbaru Planet Mars

Fakta Terbaru Planet Mars

Mars merupakan planet keempat dari Matahari dan masuk kelompok planet terkecil kedua di Tata Surya. Planet yang menjadi tujuan hidup manusia di masa depan ini memang masih menyisakan misteri bagi ilmuwan.

Mars merupakan nama Dewa Perang Romawi, memiliki warna kemerahan jika dilihat dari Bumi lewat teleskop. Mars merupakan planet teresterial dengan atmosfer tipis yang tersusun atas karbon dioksida.

Berikut Profil Singkat Mars
Diameter Ekuator : 6.792 km
Diameter Kutub : 6.752 km
Massa : 6,42 x 10²³ (10,7% Bumi)
Satelit: Phobos dan Deimos
Jarak Orbit : 227.943.824 km (1,52 AU)
Periode Orbit : 687 hari (1,9 tahun)
Suhu permukaan : -153 -20⁰ C
Catatan pertama : 2000 SM
Direkam oleh : Astronom Mesir
Fakta Terbaru Planet Mars
Planet Mars tempat kehidupan manusia selanjutnya
Mars dan Bumi memiliki kenampakan permukaan hampir mirip
Meski Mars hanya 15% volumenya dari Bumi dan 10% massa Bumi,2/3 permukaan Bumi tersusun atas air sementara Mars tidak. Mars ditutupi daratan tandus kering, namun di kutubnya terdapat lapisan salju. Gravitasi permukaan Mars hanya 37% dari Bumi, artinya anda bisa melompat 3 kali lebih tinggi di Mars.

Mars adalah rumah dari gunung tertinggi di Tata Surya
Gunung Olympus, sebuah gunung api perisai memiliki ketinggian 21 km dan berdiameter 600 km. Meski telah terbentuk milyaran tahun lalu, bukti dari aliran lava vulkanik membuat para ilmuwan percaya bahwa gunung ini maih aktif.

Hanya 18 misi ke Mars yang berhasil
Hingga September 2014 setidaknya ada 40 misi ruang angkasa ke Mars namun hanya 18 saja yang berhasil masuk orbit dan mendarat di Mars. Curiosity tiba di Mars pada 22 September 2014 setelah dua tahun perjalanan. Selanjutnya Badan Antariksa India juga tiba di Mars pada 22 September 2014. Misi berikutnya adalah Badan Antariksa Eropa ExoMars yang akan mendaratkan robot di Mars.

Mars punya badai debu terbesar di Tata Surya
Badai ini bisa bertahan selama berbulan-bulan dan menutupi keseluruhan planet. Musim di Mars sangat ekstrim karena orbitnya berbentuk elips dan lebih panjang daripada orbit planet lainnya.

Matahari terlihat setengahnya dari ukuran di Bumi
Saat titik terdekat dengan matahari, belahan bumi selatan Mars akan lebih dekat ke matahari dan menyebabkan musim panas yang singkat dan sangat panas sementara belahan utara mengalami musim dingin yang singkat dan dingin. Saat titik terjauh dari matahari, bagian utara Mars akan menghadap matahari menyebabkan musim panas panjang dan ringan sementara bagian selatan akan mengalami musim dingin panjang yang ekstrim.

Bagian Mars jatuh ke Bumi
Para ilmuwan telah menemukan jejak kecil atmosfer Mars dalam meteor yang terlempar dengan keras dari Mars lalu mengorbit sistem tata surya diantara puing-puing galaksi selama jutaan tahun sebelum mendarat di Bumi. Hal ini memungkinkan para ilmuwan mempelajari Mars sebelum mengirimkan misi ke sana.

Mars diambil dari nama Dewa Perang Romawi
Orang Yunani kuno menyebut Planet Ares lalu orang Romawi juga melakukan hal sama. Menariknya budaya lain memfokuskan penamaan pada warna seperti orang Cina menyebutnya bintang api, orang Mesir menyebutnya Her Desher atau Merah. Warna merah di Mars disebabkan batu dan debu yang menutupi permukaannya kaya akan unsur besi.

Ada tanda keberadaan air di Mars
Selama bertahun-tahun Mars dikenal punya lapisan es. Tanda pertama dari adanya air adalah adanya garis-garis gelap atau noda pada dinding kawah dan tebing dari citra satelit. Karena atmosfer Mars tipis maka air ini harus asin agar tidak membeku atau menguap.

Mars akan memiliki cincin
Dalam 20-40 juta tahun ke depan, satelit Mars Phobos akan hancur oleh gaya gravitasi yang akan menciptakan cincin hingga 100 juta tahun lamanya.

Gambar: boomsbeat.com

Selasa, April 18

Perbedaan Geosentrik dan Heliosentrik

Perbedaan Geosentrik dan Heliosentrik

Perdebatan tentang kedudukan benda langit di Tata Surya saat ini masih menjadi topik di kalangan masyarakat. Seperti apa sebenarnya bentuk Tata Surya ini?. 

Jika ada suatu alat yang bisa membawa kita pergi ke atas Tata Surya mungkin jawabannya akan mudah didapatkan. Hingga saat ini ada dua model tentang posisi benda langit tersebut yaitu Geosentrik dan Heliosentrik.

Geosentrik
Orang jaman dahulu memahami bahwa benda-benda yang bercahaya tampak bergerak di langit. Orang Yunani kuno menganggap planet di Tata Surya berada diantara Bumi. Bumi berada di tengah-tengah dengan planet lain beredar berputar mengelilingi Bumi. Konsep inilah yang dikenal dengan geosentrik.

Tidak semua orang Yunani percaya bahwa Bumi berada di tengah. Aristrarchus dipercaya sebagai orang pertama yang tahu bahwa Matahari merupakan pusat alam semesta. Dia mengusulkan model ini pada tahun 3 SM. Gagasan ini tidak begitu diperhatikan dan terbengkalai selama beberapa abad.

Karena orang Eropa mengandalkan sumber dari filsuf Yunani untuk penegtahuan mereka, maka selama berabad-abad mayoritas orang mengikuti ajaran Aristoteles dan Ptolomeus meskipun ada beberapa hal yang tidak masuk akal. Contohnya Mars kadang-kadang tampak bergerak mundur terhadap bintang sebelum akhirnya maju lagi. 

Namun pada abad ke 15 dan 16, para astronom Eropa menghadapi masalah lain seperti tabel gerhana menjadi tidak akurat. Kalender Julius Cesar tidak akurat saat ekuinoks tiba dan bermasalah dengan penentuan libur keagamaan. 
Perbedaan Geosentrik dan Heliosentrik
Geosentrik dan Heliosentrik
Heliosentrik
Copernicus kemudian membuat sebuah perubahan. Pada  1543, ia mengeluarkan teori Heliosentrik. Konsep ini menyatakan bahwa Bumi dan planet lain bergerak mengitari suatu pusat bintang yaitu Matahari. Dengan begitu, para astronom mulai bisa menyadari dan menyederhanakan orbit-orbit planet. Kejanggalan tentang Mars juga terpecahkan.

Dukungan terhadap Heliosentrik banyak bermunculan. Johannes Kepler menyempurnakan hukum tentang gerak planet. Isaac Newton juga menjelaskan tentang bagaimana gerakan benda langit ini terjadi kaitannya dengan gravitasi.

Teori Gravitasi Newton lalu digantikan oleh Teori Einstein yang menjelaskan tentang kallkulasi heliosentrik digunakan untuk memadu pesawat masuk dalam orbit edarnya. 
Gambar: emaze.com

Senin, April 17

4 Unsur Kehidupan di Bumi

4 Unsur Kehidupan di Bumi

Sekitar 450 Sebelum Masehi, filsuf Yunani Empedoles menulis bahwa dunia ini tersusun atas empat unsur atau elemen yaitu tanah, udara, api dan air. Plato kemudian menyebutnya sebagai empat elemen dasar kehidupan. 

Namun dalam kehidupan modern saat ini, empat hal tersebut tidak masuk dalam elemen kehidupan namun lebih kepada esensi yang memberikan segala bentuk fisik. 

Gagasan tentang keempat elemen tersebut memberikan pengaruh terhadap ilmu pengetahuan barat saat itu. Keempat unsur tersebut merupakan aspek kimia penting sampai Robert Boyle mendemonstrasikan bahwa ada lebih dari empat elemen pada tahun 1661. 

Baca juga:
Terbentuknya hot spot volcano di lautan
Keuntungan multiple cropping bagi petani
Selama dua abad terakhir, manusia telah mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang elemen atom dan bagaimana mereka terbentuk. Satu hal yang kita pahami adalah bahwa setiap mahluk di bumi sebagian besar tersusun atas empat elemen atom yaitu Oksigen, Karbon, Hidrogen dan Nitrogen. Bersama-sama, mereka menyusun sekitar 96% tubuh kita.

Ada 92 elemen alami di Bumi dari hidrogen sampai uranium, jadi mengapa mayoritas kehidupan di Bumi ini tersusun atas empat elemen tadi?. Alasan dasarnya adalah karena kenyataannya bahwa mereka adalah elemen serbaguna yang mampu menghasilkan beragam jenis senyawa kimia. 

Mereka semua juga merupakan elemen yang paling melimpah di alam semesta. Untuk memahaminya kita harus melihat bintang di angkasa.

Elemen pertama yang muncul setelah Big Bang dikenal sebagai nukleosintesis. Unsur-unsur yang dihasilkan oleh Big Bang tersusun atas 75% hidrogen dan 25% helium dengan beberapa jejak lithium dan berilium. 

Ratusan jutan tahun kemudian, hanya empat unsur utama ini yang muncul lalu muncullah bintang pertama. Mereka terbentuk awan nebula besar dengan komposisi hidrogen dan helium. Saat bintang akan mati, inti bintang akan mengubah hidrogen menjadi helium.
4 Unsur Kehidupan di Bumi
Kita punya DNA bintang
Energi yang dihasilkan dari fusi nuklir ini memberikan bintang cahaya terang dan panas yang diperlukan untuk melawan gaya gravitasi sementara waktu. Seiring waktu jumlah helium di sekitar inti meningkat. 

Saat helium melimpah di inti, sebagian hidrogen menjadi karbon. Karbon berinteraksi dengan hidrogen menghasilkan nitrogen dan oksigen menghasilkan helium melalui proses siklus CNO. 

Bintang pertama di alam semesta diperkirakan berukuran sangat besar. Menjelang akhir hayatnya, mereka memproduksi elemen yang lebih berat seperti silikon, neon dan besi. 

Di luar besi, tidak ada elemen bintang yang dapat bereaksi fusi menghasilkan energi. Setelah beberapa ratus ribu tahun pertama tidak ada pasokan energi maka mereka meledak hancur menjadi supernova. 

Gas dan debu sisa bintang tersebut terlempar keluar alam semesta. Lambat alun gas dan debu ini berkombinasi membentuk bintang baru sampai mereka juga meledak kembali lewat supernova. Baca juga: Hukum kepler tentang gerakan planet

Lalu sekitar lima milyar tahun lalu awan dan gas debu membentuk bintang baru lagi. Berkat siklus hidup bintang sebelumnya, bintang baru ini tidak hanya kaya hidrogen dan helium namun karbon nintrogen, oksigen dan besi. Saat bintang terbentuk, debu di sekitar bintang membentuk piringan dan akhirnya planet terbentuk. 

Planet ketiga (Bumi) ini memiliki nasib baik yaitu tidak terlalu dekat dengan matahari dan tidak terlalu jauh. Hidrogen dan Oksigen melimpah dalam bentuk air, serta karbon dan nitrogen. Akhirnya kehidupan pertama muncul dari adanya elemen-elemen utama tadi.  

Atom dalam tubuh kita mengandung sejarah dari alam semesta. Hidrogen dalam tubuh kita lahir diantara empat unsur utama sekitar 13,7 milyar tahun lalu. Karbon, Nitrogen dan Oksigen dalam otot dan otak tercipta dari bintang yang mati lebih dari 5 milyar tahun lalu. 

Jadi kita adalah bagian dari alam semesta, yaitu punya DNA bintang. Maka setiap manusia punya kapasitas untuk bersinar (sukses) dalam kehidupannya. Tergantung apakah ia mampu mereaksikan energi bintang dalam dirinya atau tidak. Gambar: sciencenews.org

Baca juga:
Geografi negara kaya minyak, Qatar
Lahan kritis dan lahan potensial

Senin, April 10

Konjungsi, Oposisi dan Elongasi Planet di Tata Surya

Konjungsi, Oposisi dan Elongasi Planet di Tata Surya

Sistem Tata Surya ini terdiri dari satu matahari dengan delapan planet yang mengitarinya. Dalam model Kepler, dijelaskan bahwa orbit planet di tata surya memiliki bentuk elips. Kali ini kita akan belajar tentang model posisi planet satu dengan yang lainnya. 

Ada tiga istilah yang sering muncul yaitu konjungsi, oposisi dan elongasi planet. Apa perbedaan ketiga istilah tersebut?. Baca juga: Bedanya geosentris dan heliosentris

Merkurius dan Venus lebih dekat ke matahari dibandingkan bumi, maka mereka masuk kategori planet inferior. Seperti terlihat dari bumi, kedua planet tersebut tidak pernah terlihat sangat jauh dari matahari. 

- sudut elongasi maksimum dari Merkurius adalah 28 derajat.
- sudut elongasi maksimum dari Venus adalah 45 derajat.

Oleh sebab itu Merkurius dan Venus hanya terlihat baik tak lama setelah matahari tenggelam di ufuk dan sesaat sebelum terbit. Perubahan pergerakan yang kita lihat dari bumi seperti halnya perubahan posisi bulan. Baca juga: Faktor pro dan anti natalitas
Konjungsi dan Oposisi Planet
Ketika Merkurius dan Venus berada sejajar diantara Bumi dan Matahari maka dinamakan sebagai konjungsi inferior. Sementara ketika Merkurius dan Venus berada di belakang Matahari maka dinamakan konjungsi superior.

Planet lain yang berada di belakang bumi dikenal sebagai planet superior, dimulai dari Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Semua planet superior dapat dilihat dari bumi saat malam hari. Saat sebuah planet superior terletak di belakang matahari maka dinamakan konjungsi. Baca juga: Big Bang atau Keadaan Tetap?

Ketika planet superior terletak di belakang bumi atau di seberang matahari maka dinamakan oposisi. Tidak seperti planet inferior, planet superior dapat memiliki nilai elongasi antara 0 - 180 derajat. 

Ketika palnet superior memiliki elongasi 0 derajat maka disebut konjungsi dan saat memiliki nilai elongasi 180 derajat maka disebut oposisi karena planet dan matahari berada pada sisi yang berlawanan. 
KUadratur planet superior
Konfigurasi lain dari planet superior adala kuadratur yaitu saat planet memiliki elongasi 90 derajat. Jadi jika planet mencapai oposisi maka itu adalah planet superior. Inilah cara Copernicus menentukan Mars, Jupiter, Saturnus lebih jauh dari matahari dibanding Bumi. Uranus, Neptunus dan Pluto ditemukan setelah Copernicus meninggal dunia. Itulah perbedaan dari konjungsi, oposisi dan elongasi planet di tata surya. 
Gambar: astro.unl.edu, astro.cornell.edu

Minggu, April 9

Hukum Kepler Tentang Gerakan Planet

Hukum Kepler Tentang Gerakan Planet

Pada tahun 1600 an, Johannes Kepler mengusulkan tiga hukum gerak planet di tata surya. Kepler mampu untuk menyimpulkan data yang diperoleh dari mentornya yaitu Tycho Brahe dengan tiga pernyataan yang dapat mendeskripsikan gerakan planet di  tata surya. Meskipun demikian, Kepler terus berupaya untuk menjelaskan gerakan tersebut agar diterima oleh khalayak. 

Berikut ini tiga hukum kepler tentang gerakan planet:
1. Jalur peredaran planet mengelilingi matahari berbentuk elips dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya.
2. Garis imajiner yang ditarik dari pusat matahari ke pusat planet akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam interval waktu yang sama.
3. Rasio kuadrat periode sebuah planet sama nilainya dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet ke matahari

Hukum Kepler 1
Hukum ini kadang juga disebut sebagai hukum elips. Hukum ini menjelaskan bahwa planet mengorbit matahari dengan jalur berbentuk elips. Dalam matematika geometeri, elips adalah bentuk yang memiliki jumlah jarak yang tetap digambar dengan meggunakan pensil, dua paku payung, benang, selembar kertas dan karton. 

Langkah 1
1. Tentukan dua buah titik fokus sembarang yang akan kita pakai untuk menunjukkan titik F1 dan F2. Tancapkan paku payung di atas karton.
2. Ambil benang kemudian lilitkan diantara F1, F2 dan titik pusat P yang menjadi awal mulai pensil nanti akan bergerak.
3. Jadi nanti benang akan terhubung dengan bentuk segitiga dari F1, F2 dan P.
4. Lalu gerakan pensil di titik P mengikuti alur benang yang sudah diikat tadi, maka nanti bentuk elips akan otomatis tergambar dengan sendirinya.
Menggambar bentuk elips
Elips adalah sebuah kurva khusus dimana jumlah jarak dari setiap titik pada kurva ke dua titik lainnya adalah konstan. Dua titik lain disini diwakili oleh paku payung tadi.

Baca juga:
Soal HOTS Geografi dan jawabannya 
Klasifikasi iklim Oldeman

Hukum Kepler 2
Kadang juga disebut hukum wilayah sama. Hukum ini menggambarkan kecepatan planet saat mengelilingi matahari. Kecepatan planet saat bergerak di garis edarnya tidak konstan tapi berubah-rubah. 

Kecepatan planet akan bertambah ketika berada paling dekat dengan matahari dan melambat ketika menjauh dari matahari. Namun jika garis imajiner yang ditarik dari pusat planet ke pusat matahari, maka garis akan menyapu/melalui daerah yang sama dalam periode waktu yang sama.  

Dalam diagram di bawah dapat dilihat bahwa daerah yang terbentuk saat bumi mendekati matahari (A-B-S) akan berupa segitiga dengan sisi yang lebar sementara saat menjauhi matahari (Y-X-S) akan menghasilkan daerah dengan segitiga lancip dengan dua sisi yang panjang. Daerah-daerah tersebut memiliki luas yang sama. 

Hal ini terjadi karena bumi akan melambat saat menjauhi matahari sehingga pergeserannya akan lebih pendek dibanding saat mendekati matahari yang kecepatannya bertambah sehingga pergeserannya semakin jauh. Baca juga: Klasifikasi iklim Koppen
Hukum Kepler 2 Tentang Gerak Planet
Hukum Kepler 3
Hukum ini sering disebut juga sebagai hukum harmoni yang menyatakan perbandingan periode orbit dan jari-jari orbit. Tidak seperti hukum pertama dan kedua yang menjelaskan karakteristik gerak planet tunggal, hukum ketiga membuat perbandingan antara karakteristik gerak planet yang berbeda. 

Rasio kuadrat periode rata-rata jarak planet ke matahari sama untuk semua planet. Untuk membandingkannya, bisa dilihat dari perbandingan antara periode dan jarak rata-rata planet di bawah ini.
Hukum Kepler 3 Tentang Harmoni Planet
Perhitungan ini menjelaskan deskripsi akurat tentang periode dan jarak planet selama mengorbit matahari. Setelah semua jarak dan periode planet dihitung maka dengan persamaan T²/R³ maka setiap planet punya rasio yang sama yaitu 1. Lebih jauh lagi bahwa hukum ketiga ini mejelaskan tenang prinsip dasar gerak suatu benda. 
Gambar: physicsclassroom.com, johnpratt.com, amhistory.si.edu

Jumat, Maret 24

Bentuk, Ukuran dan Karaktersitik Plantet Bumi

Bentuk, Ukuran dan Karaktersitik Plantet Bumi

Seperti apa bentuk Bumi itu?. Pertanyaan ini adalah pertanyaan biasa. Manusia jaman dahulu mungkin menganggap Bumi ini berbentuk datar. Jika Bumi datar tentu akan memiliki ujung. Jadi Bumi ini datar atau bulat?. 

Coba kamu pergi ke pantai lalu amati sebuah kapal yang sedang berlayar dari sebuah pelabuhan maka tampak badan kapal akan menghilang terlebih dahulu lalu disusul oleh tiangnya. 

Jika Bumi ini datar tentu bagian kapal akan menghilang serentak dari pandanganmu. Atau coba kamu perhatikan saat gerhana bulan terjadi, kamu akan melihat bayangan bumi berbentuk bulat menutupi bulan, bukan?. Jadi pastinya Bumi berbentuk bulat bukan datar.
Bumi berbentuk bulat pepat
Orang zaman dahulu membuktikan Bumi berbentuk bulat dengan cara melakukan pelayaran. Jika pelaut terus berlayar ke suatu arah tertentu maka kapal yang dibawanya akan kembali ke tempat semula. 

Pelayaran laut pertamakali dilakukan Magelhaens pada tahun 1522. Sebelumnya Columbus yang berpikir bumi ini bulat dapat menemukan jalan pintas menuju Hindia dengan berlayar ke Barat. 

Kesalahan yang dilakukannya adalah menggunakan nilai Ptolomeus untuk keliling Bumi yang lebih kecil daripada nilai keliling Bumi sesungguhnya. Karena itu pelayaran yang dilakukannya memerlukan waktu lebih lama daripada yang diharapkan Columbus dan ia tidak bisa menemukan lokasi yang ia tuju dan malah singgah di Karibia dan Amerika.
Bukti Bumi ini bulat lain adalah potret Bumi yang dilakukan pada Desember 1972 oleh awak pesawat Apollo 17 yang berada di angkasa luar. Hasil pemotretan menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat seperti yang diduga oleh astronom. 

Bahkan ketika manusia berhasil mendarat di Bulan pada 1969, untuk pertama kalinya manusia dapat melihat Bumi yang berkilau seperti kelereng biru putih bergantung di angkasa. Warna kebiru-biruan Bumi disebabkan oleh kenampakan Bumi yang dua pertiganya diisi oleh perairan.
Bayangan Bumi saat gerhana bulan
Apakah Bumi berbentuk bulat sempurna?
Hasil pengukuran yang akurat menunjukkan bahwa Bumi tidak bulat sempurna seperti bola namun mirip jeruk besar yang agak pepat di kedua kutubnya dan agak menggelembung di sekitar khatulistiwa. Oleh sebab itu garis tengah ekuator lebih panjang (12.757 km) dari garis tengah kutub (12.714 km).

Gravitasi Bumi
Setiap planet memiliki gravitasi dan begitu pula Bumi. Gravitasi Bumi bergantung pada massa Bumi dan jari-jari Bumi. Massa Bumi kira-kira 6 x 10²⁴ kg dan jari-jari Bumi kira-kira 6.400 km. Karena massa bumi sangat besar maka gravitasi bumi pun sangat besar, buktinya setiap benda yang dilepas di udara akan selalu jatuh ke tanah.

Massa Jenis Bumi
Massa jenis  rata-rata bumi dihitung dengan membagi masa bumi dengan volume bumi. Diperoleh hasil massa jenis rata-rata bumi kira-kira 5.500 kg/m³ atau 5,5 kali massa jenis air. 

Mayoritas batuan memiliki massa jenis 2.000 hingga 4.000 kg/m³ dan massa jenis logam seperti besi murni adalah 7.000 kg/m³. Dengan demikian bumi sebagian besar terdiri atas gabungan batuan dan bahan-bahan logam. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Rabu, Maret 15

Asal Usul Terbentuknya Tata Surya

Asal Usul Terbentuknya Tata Surya

Tata Surya atau Solar System merupakan suatu sistem planet dengan satu bintang di dalamnya yaitu matahari. Bagaimana tata surya ini bisa muncul?. Ada empat teori asal usul tata surya yang umum di kalangan para astronom saat ini yaitu:

Teori Kabut atau Nebula
Pada tahun 1775, Immanuel Kant seorang filsuf Jerman dan pada tahun 1799, Simon de Laplace seorang matematikawan Perancis mengajukan teori asal usul tata surya yang hampir sama yaitu Teori Kabut atau Nebula.

Nebula merupakan kabut yang terdiri dari gas terutama hidrogen dan helium dan debu-debu angkasa. Menurut teori ini mulai-mula ada sebuah nebula yang baru dan hampir bulat, yang berotasi dengan kecepatan lambat sehingga lambat laun menyusut. Akibat penyusutan dan rotasi maka terbentuklah cakram datar di tengahnya. Penyusutan berlanjut dan matahari terbentuk di tengah cakram. 

Cakram berputar lebih cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan. Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet ayng berevolusi dalam orbit elips mengitari matahari. Bulan-bulan dari planet juga terbentuk dengan cara yang hampir sama.
Asal Usul Terbentuknya Tata Surya
Ilustrasi Teori Nebula
Teori Planetesimal
Teori ini diajukan oleh T. C. Chamberlein dan F.R Moulton yang merupakan ilmuwan Amerika di awal abad ke 20. Menurut teori ini, Matahari seblumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang ada di alam semesta. 

Pada satu waktu, sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak cukup dekat. Karena jarak cukup dekat ini tarikan gravitasi bintang yang lewat menyebabkan sebagian bahan dari matahari (mirip lidah/cerutu/filamen) tertarik ke arah bintang itu.

Saat bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian jatuh ke matahari dan sebagian lagi berhamburan menjadi gumpalan kecil atau planetesimal. Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa sebagai benda-benda dingin dalam orbit mengitari matahari. Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi, planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet-planet.
Asal Usul Terbentuknya Tata Surya
Ilustrasi Planetesimal
Teori Bintang Kembar
Teori ini hampir sama dengan planetesimal dan diusulkan pada tahun 1930an. Dahulu matahari mungkin merupakan bintang kembar lalu bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. 

Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang satunya maka kepingan-kepingan ini bergerak mengitari bintang itu dan menjadi planet sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi matahari.

Teori Protoplanet atau Awan Debu
Proto adalah bahasa Yunani yang artinya "primitif". Teori ini dikemukakan pada tahun 1940 oleh astronom Jerman Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh P. Kuiper, Subrahmanyan Chandrasekar dan lainnya. 

Teori ini apda dasarnya menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Dasar pemikiran itu didukung dengan banyaknya gumpalan awan seperti ini yang diamati di seluruh jagat raya. 

Lebih dari 5 milyar tahun lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu, partikel-partikel debu tertarik ke dalam menuju pusat awan membentuk bola dan mulai berotasi.
Asal Usul Terbentuknya Tata Surya
Teori Protoplanet
Rotasi kemudian semakin cepat dan gumpalan gas mulai memipih seperti cakram yaitu tebal di tengah sehingga menghasilkan panas pijar yang akan menjadi matahari. Bagian tepi yang berotasi sangat cepat akan terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini nantinya berotasi dan membentuk planet beserta satelit-satelitnya.
Gambar: pas.rochester.edu, daviddarling.info,  buzzle.com

Senin, Maret 13

Komet dan Bagian-Bagiannya

Komet dan Bagian-Bagiannya

Komet merupakan benda antar planet yang tersusun atas bongkah es dan debu yang meluncur sangat cepat melintasi tata surya. Orbit komet mengitari Matahari berbentuk elips pipih (sangat lonjong) tidak seperti orbit planet yang hampir berupa lingkaran. 

Jika kamu beruntung, kamu mungkin dapat melihat komet di langit yaitu berupa pijar cahaya mirip sebuah ekor panjang atau rambut panjang wanita. 

Oleh karena itu komet sering disebut bintang berekor atau bintang berambut panjang. Kata komet sendiri berasal dari bahasa Yunani "kometes" yang berarti berambut panjang. Baca juga: perbedaan planet inferior dan superior

Bagian-Bagian Komet
Tubuh komet tersusun dari inti, koma, awan hidrogen dan ekor. Saat komet masih menjauh dari matahari dan dilihat pertamakali di langir, bagian yang nampak adalah inti. Inti ini adalah bagian padat yang menyerupai bintang yang amat kecil. Daerah kabut atau mirip tabir di sekeliling inti adalah koma. Inti dan koma membentuk kepala komet.
Komet dan Bagian-Bagiannya
Bagian-Bagian Komet
Mengapa ekor komet berubah dan arahnya selalu menjauh dari matahari?
Saat inti komet mendekati matahari, panas matahari melebur dan menguapkan bahan-bahan di permukaan luar inti. Gas-gas yang lolos yang membawa debu halus membaur ke dalam koma. 

Gas-gas ini kemudian dihalau menjauh dari matahari oleh angin matahari dan tekanan radiasi matahari. Gas-gas yang dihalau ini membentuk ekor komet yang arahnya tentu menjauh dari matahari. Baca juga: cara meramal cuaca

Mengapa kamu dapat melihat ekor komet?
Ada dua sebab. Pertama, gas-gas dan debu yang diangkut oleh komet memantulkan cahaya matahari. Kedua, sebagian gas dan debu menyerap sinar UV dan mengeluarkannya dalam bentuk cahaya tampak. Dengan begitu maka ekor komet adalah gas bercahaya yang terbentuk saat komet lewat dekat matahari.

Komet tampak paling terang dengan ekor paling panjang saat berada di perihelium yaitu titik terdekat dengan matahari. Setelah mencapai perihelium, komet bergerak menjauhi matahari. Dalam perjalanannya di ruang angkasa, komet kehilangan sebagian masanya sehingga ekornya makin pendek dan memudar secara  perlahan. 

Akhirnya komet kehilangan sebagian besar masanya dan lenyap di angkasa sebagai bongkahan batuan komet namun bongkah batuan terus berlanjut mengitari matahari. Jadi ekor komet berubah-ubah panjangnya sesuai dengan jaraknya dari Matahari. 
Komet dan Bagian-Bagiannya
Orbit Komet
Komer periodik dan non-periodik
Komet digolongkan atas komet periodik dan komet non periodik. Komer periodik adalah komet yang penampakannya dapat dilihat dalam selang waktu yang teratur. Komet-komet ini mengitari Matahari dalam periode mulai dari 3.3 tahun sampai dengan 150 tahun. Komet non periodik tidak dapat diperkirakan penampakannya karena periodenya sangat lama. Baca juga: konjugnsi dan elongasi planet

Komet perodik yang paling terang sepanjang sejarah adalah komet Halley dengan periode 76 tahun. Komet ini sebenarnya ditemukan pertama kali oleh G. Dorffel 15 Agustus 1682. Biasanya komet dinamakan sesuai dengan nama penemunya namun Halley berhasil memperkirakan penampakan kembali komet ini yaitu 76 tahun maka untuk menghormatinya dinamakan komet Halley.

Komet dengan periode paling singkat adalah kome Encke yang memiliki periode 3.3 tahun. Sementara komet dengan periode paling lama yang sudah pernah terlihat lebih dari satu kali adalah Grigg Mellish yang periodenya 164.3 tahun.
Komet dan Bagian-Bagiannya
Komet Halley 1986
Apakah komet akan musnah selamanya?
Komet suatu waktu akan menghilang selamanya. Ini didasarkan atas fakta berikut. Pada tahun 1826 astronom Wilhem Von Biela melihat salah satu dari komet musnah. Komet  ini telah terlihat beberapa kali dan setiap penampakannya telah diamati oleh beberapa astronom. 

Kemudian pada tahun 1846 komet yang dilihat Biela terpecah menjadi dua, membentuk sepasang komet. Akhirnya kedua komet ini terpecah lagi menjadi potongan-potongan yang sangat kecil dan sulit dilihat.  Baca juga: Sistem Koordinat Geografi

Bagaimana komet terbentuk?
Selama ini para ilmuwan menduga bahwa komet merupakan bagian kecil yang tertinggal ketika tata surya dan planet-planet terbentuk. Komet dianggap pula sebagai semacam tembok dari tata surya.

Gambar: 
space-exploratorium.com
oldweb.aao.gov.au/i
passmyexams.co.uk
5 Planet Yang Kemungkinan Dihuni Alien

5 Planet Yang Kemungkinan Dihuni Alien

Ada jutaan bahkan mungkin milyaran dan mungkin lagi triliunan planet di alam semesta ini namun Bumi menjadi satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh kehidupan yang kompleks. Lalu bagaimana planet-planet lainnya di alam semesta ini?.

Apakah ada kemungkinan mahluk lain hidup di sana?. Para ilmuwan menduga hingga saat ini ada setidaknya 5 planet potensial yang mungkin bisa dihuni oleh Alien.
5 Planet Yang Kemungkinan Dihuni Alien
5 Planet Alien
1. Gliese 581g
Planet batu ini ditemukan pada September  2010. Gliese 581g, berjarak sekitar 20 tahun cara dari Bumi dengan ukuran dua hingga tiga kali lebih besar dari Bumi. Planet ini berputar mengelilingi bintang induknya setiap 30 tahun sekali. 

Jarak dengan bintang induknya membuat planet tersebut masuk kategori "habitable zone" sehingga kemungkinan air bahkan kehidupan bisa eksis disana.

2. Gliese 667Cc
Planet ini ditemukan pada Februari 2012 oleh tim yang sama dengan penemuan Gilese 581g. Planet kemerahan ini berjarak 22 tahun cahaya di arah konstelasi bintang Scorpion. Massa planet ini sekitar 4.5 kali massa Bumi dan mengorbit setiap 28 hari.  Paling tidak ada satu planet lain lagi yang mengitari bintang induk dari planet Gliese 667Cc.

3. Kepler-22b
Planet ini ditemukan oleh NASA pada Desember 2011. Planet Kepler punya lebar 2.4 kali planet Bumi. Jika efek rumah kaca terbentuk di Kepler maka permukaan planet tersebut bisa mencapai 22 derajat C dan memungkinkan alien-alien hidup.

4. HD 85512b
Planet ini merupakan planet kebumian lain dengan ukuran 3.6 kali Bumi. Planet Alien ini ditemukan pada jarak 35 tahun cahaya dari Bumi di arah konstelasi Vela. Planet ini punya perkiraan suhu permukaan 25 derajat Celcius sehingga memungkinkan adanya suatu unit kehidupan.

5. Gliese 581d
Planet ini punya massa tujuh kali lebih besar dari Bumi dengan orbit sama dengan kembarannya yaitu Gliese 581d. Ketika 581d pertama kali ditemukan pada 2007, banyak ilmuwan mengira planet ini terlalu dingin untuk dihuni kehidupan. 

Namun akhir-akhir ini, astronomi memperkirakan bahwa ada efek rumah kaca di palnet tersebut sehingga suhu permukaannya bisa hangat seperti Bumi. Gambar: universetoday

Senin, Maret 6

Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit

Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit

Di dalam ruang antarplanet ini banyak sekali batuan mulai dari yang berukuran biji padi hingg sebesar rumah. Benda-benda langit ini disebut dengan meteoroid. Meteoroid ini sebagian besar berasal dari komet atau asteroid. 

Dikarenakan tarikan gravitasi bumi, meteoroid bisa memasuki atmosfer bumi dengan kelajuan sangat tinggi yaitu 16 sampai 70 km per detik. Karena gesekan dengan atmosfer bumi, mateoroid menjadi panas dan timbullah api pijar pada bagian luar meteoroid. Kita melihatnya berupa garis cahaya di langit. Kenampakan itulah yang disebut meteor atau bintang jatuh. 
Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit
Kawah Meteorit di Arizona
Meteoroid berukuran kecil biasanya akan habis terbakar di atmosfer (mesosfer) namun yang berukuran besar ada kemungkinan tidak terbakar habis dan menghantam permukaan bumi. Dari tak kurang 20 juta meteoroid per tahun yang memasuki atmosfer, kira-kira 500 an per tahun yang mampir ke Bumi. Sisa-sisa batuan meteoroid yang mencapai Bumi inilah yang disebut meteorit. 

Di Planetarium Jakarta kamu dapat melihat salah satu contoh meteorit. Meteorit ini dinamakan meteorit Tambak Watu yang jatuh pada 14 Februari 1975 di Pasuruan Jawa Timur. 

Bahkan sekitar 50.000 tahun lalu meteorit dengan massa ribuan ton dengan garis tengah 15 m jatuh menghantam Arizona Amerika Serikat menyebabkan terbentuknya kawah besar berdiamter 1.250 m dengan kedalaman 200 m. Kawah tersebut dinamakan kawah Barringer. 
Perbedaan Meteoroid, Meteor dan Meteorit
Batu Meteorit di Namibia
Ada lagi kawah meteorit Chicxulub di Meksiko dengan diameter 280 km. Kawah ini diduga berasal dari meteoroid berdiameter 10 km. Konon peristiwa ini menyebabkan dinosaurus punah dari muka Bumi 65 juta tahun lalu. Menurut penelitian yang dilakukan, ada tiga macam jenis meteorit menurut komposisinya yaitu:
1. Meteorit logam, memiliki unsur nikel dan besi.
2. Meteorit batuan, memiliki unsur silikat
3. Meteorit campuran, memiliki unsur logam dan silikat.

Keberadaan meteorid ini sebagian besar berkaitan dengan komet atau asteroid. Ketika kedua benda langit ini mendekati matahari, lintasannya tumpang tindih dengan orbit bumi. Ketika keduanya mendekati matahari maka akan mengalami penguapan dan sublimasi. 

Akibat proses ini disepanjang orbit bumi dipenuhi debu-debu peninggalan komet dan asteroid. Bila bumi melalui orbit ini, gaya tarik bumi dapat menarik sebagian debu-debu langit ini dan menghasilkan fenomena hujan meteor. 

Hujan meteor tahunan diberi nama menurut titik radian (satu titik langit dimana hujan meteor seolah-olah berasal dari titik ini) yang berkaitan dengan rasi bintang atau konstelasi. 

Gambar: trueanomalies.com, wondermondo.co

Jumat, Maret 3

Contoh Satelit Buatan Manusia

Contoh Satelit Buatan Manusia

Bumi ini punya dua satelit, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami atau bulan adalah benda langit yang beredar mengitar sebuah planet. Satelit buatan adalah pesawat antariksa tak berawak buatan manusia yang diluncurkan pada suatu ketinggian tertentu untuk mengorbit mengitari sebuah planet dan mengemban misi tertentu.

Menurut aplikasi atau fungsinya, satelit terbagi menjadi:
1. Satelit komunikasi
2. Satelit cuaca
3. Satelit navigasi
4. Satelit penelitian sumber daya Bumi
5. Satelit penelitian
6. Satelit militer

Satelit Komunikasi
Satelit ini berfungsi memberikan pelayanan radio dan televisi serta telekomunikasi kepada sebagian besar daerah di bumi. Satelit ini juga digunakan untuk menyiarkan informasi-informasi pendidikan dan kesehtan ke desa-desa terpencil. Ada dua macam satelit komunikasi yaitu:
1. Satelit pemantul, berfungsi sebagai pemantul atau reflektor bagi sinyal-sinyal mikro dari stasiun pemancar bumi.
2. Satelit pengulang, berfungsi sebagai penguat dan pemantul ulang suatu sinyal yang diterima. Satelit ini memiliki alat pemancar ulang yang dinamakan transponder.

Contoh satelit komunikasi adalah satelit Telstar, Sinkron dan Early Bird, pemancar Amerika Serikat; Satelit internasional Intelsat; Satelit seri Anik Kanada; Satelit Molniya Rusia dan satelit Palapa Indonesia.
Contoh Satelit Buatan Manusia
Satelit Landsat
Satelit Cuaca
Satelit ini bertugas mengirim data-data terinci tentang awan, angin, suhu dan lainnya. Satelit cuaca yang pertama adalah Tiros 1 yang diluncurkan Amerika Serikat pada 1 April 1960. Sejak saat itu sepuluh satelit Tiros telah diluncurkan dan kameranya telah menghasilkan foto cuaca terbesar yang pertama di dunia.

Satelit cuaca milik Amrika Serikat berikutnya adalah satelit Nimbus 1, diluncurkan 28 Agustus 1964. Nimbus 6, yang diluncurkan 12 Juni 1975 berhasil mengukur radiasi di atmosfer bumi, suatu data yang penting sekali untuk menentukan dinamika cuaca bumi.

Pada tanggal 13 April 1994, Badan Antariksa Amerika Serikat NASA berhasil menempatkan satelit cuaca tercanggih di dunia dalam orbit bumi untuk menggantikan satelit Goes. Satelit Goes ini diluncurkan pada tahun 1987 dan sudah melewati batas usianya sehingga dikhawatirkan bisa rusak. 

Satelit Goes yang baru ini diluncurkan ke orbitnya oleh roket Atlas. Satelit Goes baru ini dibutuhkan untuk prakiraan cuaca setiap hari, khususnya untuk mengikuti jalur tornado.

Satelit Navigasi
Satelit ini berfungsi sebagai alat penolong bila kapal-kalap menemui kesulitan untuk menentukan posisinya karena cuaca buruk atau visibilitas rendah karena kabut. Navigator yang mengalami kesulitan menghubungi satelit navigasi yang mengorbit. Satelit juga akan menjawab melalui radio tentang posisi kapal sehingga navigator dapat mengetahi posisi kapal secara tepat.

Satelit navigasi milit Angkatan Laut Amerika Serikat adalah satelit seri Transit. Satelit Transit 1B merupakan satelit pertama Amerika Serikat diluncurkan pada tanggal 13 April 1960.

Satelit Penelitan Sumber Daya Bumi
Satelit jenis ini contohnya adalah Landsat dan Quickbird. Satelit Landsat pertama diluncurkan pada tanggal 23 Juli 1972. Sampai tahun 1987 ada empat satelit Landsat lainnya yang telah diorbitkan. 

Landsat mengorbit bumi dan mencatat gambar-gambar bumi secara elektronik. Sinyal-sinyal elektronik ini dikembalikan ke bumi dan oleh komputer diubah menjadi gambar visual. Gambar ini akan digunakan untuk berbagai keperluan seperti eksplorasi bahan galian atau mineral.

Satelit Penelitan
Satelit ini berfungsi meneliti matahari, bintang-bintang, komer, planet dan benda langit lainnya. Yang termasuk satelit jenis ini adalah Pegasus, Explorer, Vanguard. Seri Pegasus dapat melaporkan kebocoran yang disebabkan benturan meteorit sehingga membantu para insinyur untuk merancang dinding pesawat antariksa yang memiliki kemampuan menahan benturan meteorit. Seri Explorer memberikan data tentang radiasi, medan magnet dan gelombang radio di luar angkasa.
Contoh Satelit Buatan Manusia
Satelit Tiros
Satelit Vanguard 1 yang diluncurkan pada 17 Maret 1958 merupakan satelit pertama yang bertugas menyelidikai bumi dan berhasil menunjukkan bahwa bumi ini berbentuk agak lonjong, pepat di kedua kutub dan agak elips di sekitar khatulistiwa.

Observatorium Orbital Matahatri yang antara lain terdiri dari seri Explorer dan Sseri Pioneer secara intensif telah melakukan observasi terhadap matahari. Penelitian-penelitian diadakan terhadap partikel lidah api, sinar, korona, dan angin matahari. 

Pada tahun 1981, sebuah satelit Explorer Mesosfer diluncurkan untuk mempelajari pengaruh matahari bagi formasi dan perusakan ozon di atmosfer bumi bagian atas

Satelit Militer
Satelit ini digunakan untuk tujuan-tujuan rahasi militer da memata-matai negara musuh. Dua negara yang menguasai satelit ini adalah Amerika Serikat dan Rusia. Satelit Midas milik AS dapat melihat peluncuran peluru kendali melalui penggunaan sensor inframerah.

Satelit Samos dapat melihat perincian sekecil-kecilnya instalasi nuklir Rusia  Rusia juga punya satelit Cosmos yang bisa mengambil gambar lapangan udara, pabrik amunisi dan tempat peluncuran kendali milik Amerika Serikat.

Satelit Palapa
Indonesia punya satelit komunikasi yang dinamakan seri Palapa. Selama pengabdiannya sejak 1976 lalu hingga kini, Indonesia telah meluncurkan tiga generasi satelit Palapa yaitu generasi A (dua seri, Palapa A-1 dan Palapa A-2). dan generasi B lima seri. Pada Februari 1996, telah dilurkan satelit Palapa generasi C yatu C-1 yang disusul oleh seri lain.

Dilihat dari daya jangkaunya, generasi Palapa-B yang hanya menjangkau kawasan ASEAN, Palapa-C mempu meliputi wilayah Asia Pasifik. Ke utara mampu menjangkau Cina, ke timur mencapai Jepang, ke barta menguasai Iran dan Vladivostok dan ke selatan mencakup Australia dan Selandia Baru.
Gambar: eospso.nasa.gov, www.gearthblog.com

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close