Guru Geografi: Astronomi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Senin, September 4

Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia

Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia

Bumi merupakan sebuah planet unik dan satu-satunya tempat terjadinya kehidupan kompleks di alam semesta. Belum ada lagi planet yang bisa dihuni selain Bumi di tata surya.

Dalam menentukan potensi kelayakan huni sebuah planet, maka pertimbangannya banyak diantaranya sumber energi, komposisi, sifat orbit, atmosfer dan interaksi kimia yang potensial, wilayah perairan dan masih banyak lagi. 

Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun lalu dan sejak saat tersebut telah mengalami berbagai macam fase kehidupan dan perkembangan kerak bumi. 

Bumi hingga kinimerupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup.  Permukaan bumi berelief-relief, terdiri dari daratan, perairan, lembah, bukit, pegunugan dan gunung. Baca juga: Genesa batuan beku

Sejauh ini hanya planet bumi yang dipandang layak sebagai tempat kehidupan meskipun telah ada dugaan hasil penelitian sains adanya planet adatu benda lain yang mirip dengan bumi. 

Di planet bumi terjadi keseimbangan dan keselarasan antara udara, air, dan kehidupan di darat. Semua tinjauan menunjukkan bahwa planet bumi diciptakan untuk kehidupan. Baca juga: Perbedaan kerak benua dan kerak samudera
Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia
Fosil Trilobit era Kambrium
a. Periode Rotasi Bumi 
Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari. 

b. Albedo 
Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).  

Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi. 

Baca juga:
Fungsi desa bagi wilayah disekitarnya
Pergerakan angin muson di Indonesia dan dampaknya

c. Aktifitas Gempa 
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).  

d. Ketebalan Kerak Bumi 
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.

Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. 

Jika lebih tebal:Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi. Jika lebih tipis: Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.

Baca juga:
Macam-macam pola aliran sungai
Gunung api strato, shield dan cone

e. Medan Magnet Bumi 
Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet.  

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan. 
Kelayakan Bumi untuk Kehidupan Manusia
Magnetosfer melindungi bumi dari angin matahari
f. Interaksi Gravitasi dengan Bulan 
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. 

Besarnya gaya sentrifugal bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun. 
 
g. Kadar Karbondioksida dan Uap Air dalam Atmosfer 
Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. 

Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrim di antara siang dan malam.75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. 

Atmosfer tidak mempunyai batas  pasti dan tetap, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar. Baca juga: Formasi geologi pulau jawa yang unik

h. Kadar Ozon dalam Atmosfer 
Ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.

Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Baca juga: Tipe iklim Indonesia menurut Koppen

Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (uv) dari matahari. 

Jika lebih besar: Suhu permukaan bumi terlalu rendah. Jika lebih kecil:  Suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet.

Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan. 

Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.
Gambar: disini, disini

Selasa, Juli 18

Penyebab Bumi Berotasi dan Berevolusi

Penyebab Bumi Berotasi dan Berevolusi

Kamu tentu pernah berpikir, mengapa Bumi ini bisa berputar padahal punya massa sangat besar?. 

Apakah ada hukum yang bisa menjelaskan tentang penyebab rotasi dan revolusi Bumi?. Ada dua faktor yang menyebabkannya yaitu Gravitasi Bumi dan Gravitasi Matahari.

1. Gravitasi Matahari
Tata Surya merupakan sebuah mesin raksasa yang tidak memerlukan tenaga dari luar untuk menggerakannya. 

Beda halnya dengan mesin lain seperti mobil dan motor yang perlu bahan bakar, Tata Surya memiliki mekanisme otomatis yang mengagumkan. Adanya tenaga penggerak alami dalam tata surya dibuktikan oleh Issac Newton di abad ke 17. 

Ia melihat bahwa planet-planet beredar mengelilingi matahari melalui orbitnya masing-masing. Peredaran yang terus terjadi dan teratur ini hanya mungkin terjadi bila ada tenaga yang mengaturnya. 

Dan yang mengaturnya adalah gravitasi benda-benda langit yang berada di dalamnya. Gaya tarik menarik ini yang disebut dengan Hukum Gravitasi Newton.

Selanjutnya Newton menjelaskan bahwa nilai gravitasi antara dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat kedua massa tersebut. 

Jika besar gravitasi itu kita sebut K dan kedua massa M1 dan M2 (dalam gram) dan jarak antar kedua massa adalah r (dalam cm) maka muncul persamaan:
Angka tersebut merupakan pengembangan dari Hukum Newton. Kesimpulannya semakin besar massa maka semakin besar gravitasi. Semakin besar jarak kedua benda maka gravitasi semakin kecil.

Hal tersebut terjadi pula pada matahari dan planet dimana matahari punya massa lebih besar dibanding semua planet sekalipun. Oleh sebab itu matahari selalu berusaha menarik planet ke arahnya. 

Namun planet berusaha mempertahankan geraknya sendiri yang lurus. Hasil gaya tarik matahari dan gerak lurus planet menyebabkan planet beredar mengelilingi matahari.

2. Gravitasi Bumi
Gaya gravitasi Bumi mengatur gerak planet di tata surya namun benda-benda yang dekat dengan Bumi diatur oleh Bumi. Sebuah benda seperti meteor yang jatuh ke Bumi sebenarnya merupakan perjalanan benda menuju pusat Bumi. 

Gaya tarik bumi dianggap sebagai sebab adanya berat. Jadi jika kita mengukur berat sebuah benda yang diukur sebenarnya gaya tarik bumi pada benda itu. Gaya tarik inilah yang juga menahan orang dan benda-benda lain tetap berada di atas Bumi. 

Bobot sebuah benda di kutub juga lebih besar 0,5% dibanding bobot di khatulistiwa karena jarak ke pusat bumi lebih besar dari khatulistiwa dibandingkan dari kutub. Jadi kalau anda mau terlihat lebih langsing maka pindahlah ke daerah khatulistiwa.
 
Ukuran Satuan Astronomi

Ukuran Satuan Astronomi

Alam semesta ini terdiri dari berbagai benda seperti galaksi, bintang, planet dan lain-lain. Benda-benda tersebut memiliki jarak satu sama lain. 

Lalu apakah pengukuran jarak antar benda langit sama dengan jarak di Bumi?. Kamu tentu tahu bahwa jarak antar galaksi sangat jauh dan sangat tidak enak jika menggunakan satuan jarak di Bumi. Misal jarak Bima Sakti ke Andromeda adalah 500 triliun km. 

Suatu angka yang sangat banyak jika ditulis dengan notasi angka. Oleh sebab itu para astronom membuat penyederhanaan untuk mengukur jarak antar benda langit yaitu dengan satuan astronomi. 

Satuan Astronomi umum yang lazim digunakan untuk mengukur benda di Tata Surya adalah Astronomical Unit (AU) atau dalam bahasa Indonesia yaitu Satuan Astronomi (SA).

Dalam aturan umum, 1 SA mewakili jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari. 1 SA =  150 juta km. Orbit Bumi mengelilingi matahari bukan lingkaran sempurna jadi jarak Bumi ke Matahari bisa berubah sepanjang tahun. 

Pada saat berada di perihelium (bulan Januari) jarak Bumi-Matahari adalah 0,983 AU. Saat berada pada aphelium (bulan Juli) jaraknya sekitar 1,017 AU.
Satuan Astronomi
Satuan Kecepatan Cahaya
Satuan kecepatan cahaya merupakan kecepatan tempuh berkas cahaya dalam satu detik. 1 Detik cahaya dapat menempuh jarak 300.000 km. Contoh jarak Bumi ke Bulan adalah 380.000 km maka jika dirubah ke cahaya menjadi 1,26 detik cahaya. 

Satuan cahaya biasa digunakan untuk mengukur benda-benda yang sangat jauh misal bintang atau galaksi. Jika jarak bintang Alpa Centauri adalah 4,3 tahun cahaya maka jarak sebenarnya adalah 4,3 x 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km. Silahkan hitung sendiri.

Satuan Parsec
Parsec adalah ukuran jarak paling besar dan didasarkan pada metode paralaks trigonometri. 

Sudut yang dibentuk bintang terhadap jari-jari orbit Bumi-Matahari dinamakan Paralaks. 1 Parsec = 3,6 tahun cahaya. Satuan Parsec paling banyak digunakan oleh astronom karena lebih sederhana nominalnya.
Satuan Astronomi
Gambar: disini, disini

Minggu, Juli 16

Perbedaan Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Perbedaan Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Alam semesta merupakan sebuah ruang yang sangat luas dan didalamnya terdapat berbagai macam komponen mulai dari materi gelap, energi gelap, galaksi, bintang, planet dan masih banyak lagi. 

Bagaimana alam semesta ini bisa tercipta?. Apakah manusia bisa menjelaskan teori terbentuknya alam semesta?. Baca juga: Unsur kehidupan masyarakat desa

Dalam dunia sains, ilmuwan sering melakukan pemodelan untuk menjelaskan tentang suatu fenomena fisis yang riilnya tidak bisa terjangkau oelh indera penglihatan karena dimensi fenomena itu sangat kecil atau sangat besar. 

Ambil contoh model atom dalam fisika, dimana pemodelan atom seperti sebuah inti yang dikelilingi elektron-elektron. Model ini bisa diterima hingga kini dan sangat penting untuk penelitian lanjutan. 

Jarang sekali sebuah model yang diajukan ilmuwan langsung mapan namun bisa gugur atau mengalami penyempurnaan disesuaikan dengan data empiris melalui riset. 

Jika model ini diterima secara umum dan terbukti keabsahannya maka meningkat menjadi "teori". 

Baca juga:
Ciri sistem klasifikasi iklim Koppen
Perbedaan lokasi absolut dan relatif

Begitupula tentang alam semesta, dari dulu manusia berlomba mencari model dan teori tentang proses terbentuknya alam semesta. Akan tetapi hingga saat ini ada setidaknya 2 teori yang sering diperdebatkan yaitu Big Bang dan Keadaan Tetap.

Teori Big Bang
Big Bang merupakan suatu teori yang menjelaskan bahwa alam semesta itu mengalami permulaan alias tidak serta merta ada. Big Bang menjelaskan alam semesta muncul dari ketiadaan. 

Menurut teori standar, alam semesta ini melompat menjadi ada sebagai "singularitas" sekitar 13,7 milyar tahun lalu. Singularitas merupakan sebuah zona yang menantang pemahaman manusia tentang fisika. Ilmuwan memprakirakan singularitas ada pada sebuah lubang hitam atau black hole.

 Black hole merupakan suatu daerah bertekanan gravitasi sangat masif dimana materi yang masuk ke dalamnya tidak akan pernah kembali lagi. Zona seperti ini dinamakan zona kepadatan tak terbatas atau singularitas. 

Alam semesta ini diperkirakan berasal dari satu titik yang sangat kecil, panas, padat alias bervolume nol. Darimana titik itu muncul?. Kita tidak tahu, mungkin hanya Tuhan yang tahu. Baca juga: Memahami reaksi bowen pada batuan
Ilustrasi Big Bang
Sesaat setelah ledakan, material lalu meluas, mendingin membentuk berbagai manifestasi seperti galaksi, planet, bintang, komet dan lainnya. Bukti teori Big Bang adalah adanya temuan objek di lam semesta semakin menjauh. 

Hal ini menandakan adanya pengembangan dari suatu titik di masa lalu. Pendukung teori ini adalah Stephen Hawking dan Einstein.

Teori Keadaan Tetap
Teori ini disebut juga Steady State, menjelaskan tentang alam semesta itu statis. Alam semesta selalu berkembang namun menjaga kepadatan rata-rata yang konstan, materi yang hilang akan digantikan materi baru. 

Menurut teori ini alam semesta tidak ada awal dan akhir, rata-rata kerapatan galaksi sama. Teori ini dikemukakan oleh Sir James Jeans tahun 1920 lalu direvisi terakhir oleh Sir Fred Hoyle. 

Pengamatan tahun 1950 telah membuktikan bahwa teori ini tidak bisa diterima dan Big Bang adalah teori yang disetujui hingga kini. 

Teori Keadaan Tetap menolak keberadaan Tuhan dan mengabaikan konsep penciptaan. 

Sumber gambar: disini

Sabtu, Juni 3

Reaksi Nuklir Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya

Reaksi Nuklir Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya

Matahari merupakan sumber energi utama dan terbesar bagi Bumi. Matahari seperti halnya lilin yang dapat kamu lihat di langit karena ia memancarkan cahaya sendiri. Suhu matahari sangat tinggi kira-kira 5.400 derajat Celcius. 

Dengan kondisi tersebut maka materi-materi dalam matahari tidak mungkin berbentuk padat, cair atau gas biasa. Materi-materi dalam matahari haruslah berwujud gas pijar yang disebut plasma. 
Selain matahari, benda langit lain yang juga memiliki wujud gas pijar adalah bintang. Kesamaan lain dari matahari dan bintang adalah dalam spektrum cahaya dan proses pembentukkan energinya. 

Matahari dan bintang sama-sama memproduksi sumber energinya berdasarkan reaksi fusi inti. Karena kesamaan inilah maka matahari dikelompokkan sebagai bintang. 

Mengapa matahari terlihat sebagai bintang paling besar dan terang di langit?
Coba kamu perhatikan langit di malam hari, maka kamu akan menemukan milyaran bintang bertaburan di atas bukan?. 

Ukuran matahari masuk kategori sedang dan masih banyak lagi bintang yang lebi besar, panas dan cerah dibandingkan matahari contohnya Sirius. 

Matahari tampak oleh kamu sebagai bintang paling besar karena ia adalah bintang paling dekat dengan bumi dibandingkan bintang lainnya. Baca juga: ciri-ciri bioma hujan hujan tropis

Matahari berjarak rata-rata 150 juta km sementara bintang kedua terdekat dekat Bumi yaitu Alpha Centauri berjarak 40 ribu milyar km dari bumi alias 300 ribu kali jarak rata-rata Bumi-Matahari. 

Besarnya penampakan matahari ini sama halnya jika kamu berdiri di lapangan sepakbola dan melihat seorang anak kecil yang dekat kamu dan seorang dewasa yang sangat jauh. Anak kecil akan nampak lebih besar olehmu dibanding orang dewasa. 

Jadi jarak adalah faktor utama. Jarak Bumi-Matahari dijadikan sebagai standar satuan jarak astronomi atau SA. 1 SA = 150.000.000 km.
Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya
Matahari saat terbit berwarna kemerahan
Unsur-unsur apa saja yang menyusun matahari?
Dengan menggunakan spektrometer, dapat diketahui bahwa spektrum matahari tersusun atas garis-garis gelap dengan latar belakang terang. Garis-garis gelap ini berkaitan dengan terserapnya energi matahari oleh unsur kimia yang terdapat dalam atmosfer matahari. 

Satu garis gelap dikaitkan dengan hadirnya satu unsur kimia. Jadi dengan menganalisis garis gelap dan spektrum matahari kira dapat menganalisa unsur-unsur kimia penyusun kimia. 

 Ilmuwan berhasil mengetahui unsur penyusun matahari yaitu 75% hidrogen, 30% helium dan 2% unsur berat seperti oksigen, karbon dan neon. Baca juga: geografi Korea Selatan

Mengapa warna matahari siang dan sore itu berbeda?
Warna matahari ada kaitanya dengan suhu matahari. Suhu matahari sangat tinggi sehingga kita tidak mungkin mengukurnya langsung, tapi kita bisa menaksirnya. Contohnya dengan teori penyusutan Helmholtz diperkirakan bahwa suhu di pusat matahari bisa mencapai 15 juta Kelvin. 

Energi dari inti mathari memanaskan bagian fotosfer atau permukaan yang ditaksir bisa mencapai 5.700 derajat Kelvin. Suhu sebesar ini berkorelasi dengan warna kuning yang tampak pada fotosfer. 

Kaitan suhu dengan warna bisa kamu praktikkan jika membakar sebatang logam. Mula-mula besi berwarna merah (suhu rendah) kemudian menjadi biru (suhu tinggi). Oleh karena itu pada pagi atau sore hari, warna matahari adalah kemerahan sehingga akan terasa hanagt. 

Di siang hari saat suhu fotosfer meningkat, matahari berwarna putih kekuningan. Ketika saat siang hari yang terik, efek panas matahari paling besar warnanya adalah kebiru-biruan.
Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya
Reaksi fusi inti matahari

Bagaimana terbentuknya reaksi energi matahari?
Matahari adalah bola gas besar pijar yang sangat panas dan ukurannya sejuta kali lebih besar dari Bumi. Jadi pastinya ada proses pembakaran, namun bukan pembakaran biasa antara unsur kimia dengan oksigen. Suhu matahari sangat tinggi sehingga tidak mungkin terbentuk suatu senyawa.

Ilmuwan percaya bahwa telah terjadi reaksi fusi inti hidrogen yaitu bergabungnya dua inti hidrogen membentuk satu inti helium. Massa satu inti helium hasil fusi lebih kecil dari jumlah massa dua inti hidrogen. 

Dengan begitu terjadi kehilangan massa, namun massa yang hilang diubah menjad energi. Rumus tersebut sesuai dengan persamaan Einstein yang melegenda yaitu E = mc². Baca juga: faktor perbedaan kadar garam di lautan

Tiap detik dalam inti matahari, 630 juta ton inti hidrogen diubah menjadi 625,4 juta ton inti helium. Jadi ada kehilangan massa sebesar 4,6 juta ton. Kehilangan massa tersebut menghasilkan energi sebesar 1,4 x 10 ²⁶ joule per detik di inti matahari. Energi ini setara dengan 30 juta truk tangki minyak yang penuh.

Kapan matahari tidak bersinar lagi?
Matahari tidak akan selamanya bersinar, alias akan mati. Tapi tentang saja, hal tersebut akan masih lama sekali. Diperkirakan matahari masih akan bersinar sampai 5 milyar tahun ke depan sampai akhirnya mati.

Siang hari kita akan merasakan panas bukan?. Panas ini berasal dari energi pancaran matahari yang sampai ke bumi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa permukaan seluas 1 cm² di bumi menerima energi matahari sebesar 8,2 joule per menit, yang disebut sebagai tetapan matahari. D

engan membandingkan ukuran dan luas matahari dengan bumi diperoleh hasil bahwa Bumi hanya menerima 1/2milyar bagian dari energi total yang dipancarkan matahari.

Pengaruh matahari bagi bumi?
Saat matahari memanaskan Bumi, tidak semua panas diserap bumi karena ada yang dipantulkan kembali dan dihamburkan di atmosfer sebelum sampai tanah. 

Saat dipantulkan ke atmosfer maka kan menimbulkan arus udara ke atas dan muncullah siklus udara. Saat sinar matahari memanaskan air laut, panasnya akan menguapkan air ke udara lalu berkondensasi membentuk awan dan hujan pun turun.

salah satu spektrum sinar matahari yang terlihat oleh kita dan punya efek kimi terbesar adalah ultraviolet. Sinar ultraviolet ini dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesa. 

Fotosintesa adalah mekanisme perubahan karbon dioksida dan air menjadi gula. Molekul gula merupakan makanan bagi tumbuhan dan mahluk hidup yang lain tidak bisa hidup kalau tumbuhan tidak ada. Sinar matahari ada pagi hari juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang. Itulah beberapa manfaat matahari yang sangat luar biasa bagi kehidupan planet Bumi.
Matahari Sebagai Bintang di Tata Surya
Atap panel surya
Penggunaan energi matahari
Hampir semua energi yang digunakan di bumi berasal dari energi matahari. Contoh, bahan bakar minyak, gas alam dan batubara merupakan energi matahari yang tersimpan dalam bentuk energi kimia pada tumpukan bangkai organisme yang tertimbun jutaan tahun lalu. 

Jika kita dapat mengubah energi matahari menjadi energi kalor atau energi listrik maka kita akan mendapatkan energi yang tidak hanya bersih namun juga tidak dapat habis sepanjang matahari bersinar. 

Energi matahari disebut juga energi surya. Ada dua cara untuk menggunakan energi surya. Pertama menggunakan panel surya  yang bisa mengubah energi surya menjadi kalor. Energi kalor ini dapat digunakan untuk mandi air hangat atau mencuci. 

Cara kedua dengan menggunakan sel surya yaitu dengan memasang sebuah alat yang mamu mengubah langsung energi panas menjadi listrik. Model kedua saat ini sudah banyak digunakan di negara-negara maju. Bahkan sudah ada yang memproduksi atap panel surya untuk rumah.

Gambar: www.universetoday.com

irishviews.com
greeniverse.com

Rabu, Mei 3

Sabuk Asteroid itu Apa?

Sabuk Asteroid itu Apa?

Sebagian besar sabuk asteroid di Tata Surya ditemukan di wilayah antara Mars dan Jupiter. Asteroid lain mengorbit dekat Bumi dan beberapa diantaranya bergerak atau terlempar ke luar tata surya oleh gravitasi. 

Empat asteroid terbesar adalah Ceres, Vesta, Pallas dan Hygiea. Mereka punya hampir setengah massa dari semua asteroid. Sisa asteroid terdapat di asteroid kecil yang tak terhitung jumlahnya. 

Ada sebuah teori bahwa jika semua asteroid digabungkan maka akan membentuk planet batu kelima. Ilmuwan memperkirakan bahwa jika semua materi yang ada di sabuk asteroid digabungkan maka akan menjadi planet kehidupan yang baru namun lebih kecil dari bumi.
Ukuran Asteroid
Lokasi Asteroid

Sabuk asteroid atau asteroid belt berada di ruang antara orbit Mars dan Jupiter. Tebal sabuk asteroid sekitar 1 SA. Jarak rata-rata antara benda-benda di sabuk asteroid cukup besar. Jika kamu berdiri di salah satu asteroid maka kamu bisa melihat asteroid yang lain dengan cukup jelas.

Tata Surya berisi berbagai jenis asteroid, dan dikelompokkan berdasarkan jenis mineral yang dikandungnya. Kelimpahan logam mulia seperti besi, nikel dan titanium dan air membuat asteroid menjadi sasaran manusia untuk menjadi lokasi  penambangan.

Air di asteroid dapat membantu melayani koloni kehidupan di luar angkasa sementara mineral dan logam akan membangun habitat dan menumbuhkan makanan untuk koloni kehidupan di masa depan. 

Mulai tahun 2013 perusahaan di Bumi mulai tertarik untuk menjalankan bisnis ini. Hambatan utama adalah menyiapkan teknologi agar manusia bisa menjangkau asteroid dengan aman dan cepat.

Fakta Tentang Asteroid

- Sabuk asteroid terbuat dari batu dan mineral. Beberapa adalah benda padat, sementara yang lainnya berupa puing-puing kecil.
- Sabuk asteroid mengandung miliaran asteroid.
- Beberapa asteroid berukuran cukup besar namun sebagian besar berukuran kerikil.
- Asteroid Ceres termasuk planetoid atau planet kerdil.
- Ada sekitar 7.000 asteroid yang sudah teridentifikasi.
- Sabuk asteroid berisi banyak objek namun terbentang di area luas sehingga pesawat ruang angkasa memungkinkan untuk bergerak bebas diantara asteroid. 
- Asteroid dinamai berdasarkan penemunya dan diberi nomor.
- Gravitasi dapat melontarkan asteroid ke luar jalur.
- Pembentukkan Jupiter mengganggu pembentukkan sabuk asteroid menyebabkan mereka bertabrakan dan menjadi serpihan kecil.
- Belum ada teori pasti tentang sejarah terbentuknya asteroid.

Gambar: technology.org

Senin, Mei 1

Teori Terbentuknya Jagat Raya: Big Bang, Osilasi dan Ekspansi

Teori Terbentuknya Jagat Raya: Big Bang, Osilasi dan Ekspansi

Mendengar kata jagat raya atau alam semesta tentu akan sangat luar biasa di pikiran kita. Bumi kita ini merupakan salah satu bagian kecil dari alam semesta. Lalu darimana alam semesta ini tercipta?. 

Tentu ada tangan Tuhan yang berkuasa di dalamnya. Dalam Quran disebutkan bahwa penciptaan Jagat Raya ini lebih rumit dibanding penciptaan manusia. Jadi supaya manusia bisa hidup di Bumi ini, alam semsesta harus didesain dulu sesempurna mungkin.

Para astronom menduga bahwa jagat raya terdiri atas 73% energi gelap, 23% materi gelap, 3,6% gas dan galaksi, 0,4% planet dan zat lain. Hingga kini, misteri tentang jagat raya masih menjadi tantangan bagi manusia. 

Mungkin sampai akhir hayatnya, alam semesta ini tetap menjadi misteri bagi manusia. Ada beberapa teori tentang penciptaan jagat raya, yaitu:
Teori Terbentuknya Jagat Raya: Big Bang, Osilasi dan Ekspansi
Gugusan Galaksi
1. Jagat Raya Mengembang (Ekspansi)
Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Edwin Hubble pada 1929. Menurutnya, jagat raya ini tidak statis atau diam melainkan begerak menjauhi pusat alam semesta dalam arti mengembang ke segala arah. 

Hubble juga membuat klasifikasi untuk berbagai galaksi yang berhasil ia amati, mengaturnya saru persatu berdasarkanjarak, bentuk dan tingkat kecerahannya. Dengan memerhatikan penurunan emisi cahaya galaksi, Hubble melihat bahwa galaksi-galaksi tersebut bergerak saling menjauh dengan perbandingan jarak konstan. 

Semakin jauh suatu galaksi maka semakin besar pula kecepatannya. Teori ini memperkuat teori Big Bang yang menyatakan alam semesta berasal dari ledakan satu titik tunggal di alam semesta.

2. Big Bang
Teori ini menyatakan bahwa jagat raya berasal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol. Menurut pengukuran tahun 2009, alam semesta diperkirakan lahir 13,7 milyar tahun lalu. Teori ini awalnya dicetuskan oleh seorang pastur bernama George Lemaitre.

Ledakan titik tunggal bermassa padat dan panas ini lalu menghasilkan hidrogen, helium lalu berkembang jadi nebula dan lahirlah bintang dan planet. 

Teori ini masih tak terbantahkan saat ini dengan bukti beberapa penelitian yang melihat adanya jejak radiasi kosmis dan pengukuran spektrum cahaya bintang.

3. Osilasi
Teori ini pertama kali dimunculkan oleh Fred Hoyle pada 1948, ia mengatakan bahwa jagat raya tidaklah mengembang seperti yang diakatakan teori Big Bang. Materi jagat raya berasal dari hidrogen yang menjadi bahan dasar bintang dan galaksi. 

Teori ini menganggap zat baru senantiasa tercipta menggantikan zat lama yang hilang. Teori ini banyak ditentang oleh fisikawan karena melawan hukum fisika kekekalan zat. Teori juga menolak keberadaan Tuhan sebagi pencipta alam semesta. Baca juga: Pembentukan angin fohn

Gambar: themostimportantnews.com

Minggu, April 30

Profil dan Ciri Galaksi Bima Sakti

Profil dan Ciri Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti merupakan galaksi tempat kita hidup di alam semesta. Galaksi ini berbentuk spiral palang berlengan empat. Pusat galaksi Bima Sakti terletak sektiar 26.000 tahun cahaya dari Bumi dan mengandung satu lubang hitam supermasif yang dilintasi sebuah palang. 

Bima Sakti atau Milky Way mulai terbentuk sekitar 12 milyar tahun lalu dan merupakan bagian dari kelompok 50 galaksi yang disebut Local Group. Andromeda adalah bagian dari kelompok galaksi ini bersama galaksi lain yang lebih kecil seperti Awan Magellan. 

Local Group sendiri adalah bagian dari kumpulan galaksi yang lebih besar yang disebut Virgo Supercluster. Baca juga: Konsep lokasi absolut dan relatif

Profil Galaksi Bima Sakti
Tipe : Galaksi Spiral Palang
Diameter : 100.000 - 180.000 tahun cahaya
Jarak ke Pusat Galaksi : 27.000 tahun cahaya
Umur : 13,6 milyar tahun
Jumlah Bintang : 100 - 400 milyar
Konstelasi : Sagitarius
Kelompok : Local Group
 
Profil dan Ciri Galaksi Bima Sakti
Gugusan Bintang di Bima Sakti
Fakta Galaksi Bima Sakti
1. Galaksi Bima Sakti diawali dari adanya wilayah padat di alam semesta tidak lama setelah Big Bang. Bintang pertama yang terbentuk berada dalam globular clusters dan hingga kini masih ada. Mereka masuk ke dalam bintang tertua yang terbentuk di Bima Sakti. 

2. Bima Sakti telah berkembang dan bergabung dengna galaksi lain sepanjang waktu. Saat ini Bima Sakti mendapatkan bintang dari galaksi kecil yang disebut Sagitarius Dwarf Spheroidal dan juga menelan materi Awan Magellan.

Baca juga:
Penyebaran bioma tundra di bumi
Perambatan panas matahari di bumi

3. Bima Sakti bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan sekitar 552 km per detik.

4. Inti pusat Galaksi berisi lubang hitam supermasif. Hal ini biasa disebut sebagai Sagitarius A. Lubang hitam ini punya massa 4,3 juta kali matahari.

5. Bintang, gas dan debu Bima Sakti semuanya mengorbit pusat dengan kecepatan 220 km per detik. Angka konstan untuk semua bintang pada jarak berbeda menyiratkan adanya materi gelap yang mengelilingi galaksi kita.

6. Galaksi ini akan bertabrakan dengan Andromeda sekitar 5 milyar tahun dan jika bergabung akan menjadi sistem galaksi biner spiral raksasa.

7. Nama Bima Sakti diusulkan oleh Ir. Soekarno saat ia sedang berkunjung ke Observatorium Bosscha di Bandung. Baca juga: Terbentuknya angin fohn

Gambar: flikr

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close