Guru Geografi: Biogeografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 15

Perbedaan Bioma Hutan Tropis Basah dan Kering

Perbedaan Bioma Hutan Tropis Basah dan Kering

Hutan tropis dapat dijumpai di wilayah sekitar ekuator atau khatulistiwa dengan ciri-ciri curah hujan tinggi >2.000 mm per tahun dan suhu rata-rata 25⁰C. Hal inilah yang menyebabkan biodiversitas hutan hujan sangat tinggi.

Hutan hujan tropis paling luas adalah Amazon yang dikenal dengan nama selva. Hutan yang berlokasi di Amerika selatan ini memiliki 4 lapisan yaitu emerjen, kanopi, hutan muda dan semak belukar.

Emerjen adalah lapisan paling atas dari hutan tropis sehingga paling banyak menerima penyinaran matahari. Di bawah emerjen ada kanopi yaitu pepohonan bedaun rapat sehingg membentuk payung raksasa dan menghalangi matahari masih ke dalam.

Pada lapisan tengah, tumbuh pohon-pohon mudah yang merupakan turunan pohon raksasa di atasnya. hutan muda. Lapisan ini disebut hutan mudah. Sementara di bagian bawa terdapat lantai hutan yang berupa semak belukar, lumut, pakis, tumbuhan epifit, jamur dan lainnya.

Hutan tropis dibedakan menjadi dua yaitu hutan tropis basah (oceanik) dan hutan tropis kering (continental).

1. Hutan Tropis Basah
Wilayah zona hutan tropis basah berada di sekitar lintang tropis (0⁰-23,5⁰ LU/LS) dengan kadar kelembaban dan penguapan sangat tinggi, curah hujan yang sangat besar. Hal ini terjadi karena wilayah daratan tersebut dikelilingi oleh lautan luas. Faktor itulah meyebabkan keanekaragaman flora di daerah ini sangat banyak. Citi-ciri fisik hutan tropis basah adalah kelembaban udara relatif tinggi > 60%, gradien termis harian relatif rendah sekitar 2⁰ - 5⁰C, dan suhu rata-rata sekitar 26⁰C.
Zona hutan tropis

Wilayah dengan ciri fisik di atas terdapat di Amerika selatan, semenanjung Amerika Tengah, Pesisir Afrika bagian barat dan timur, Madagaskar dan Asia Tenggara. Hutan tropis basah memiliki karakteristik:
a. jenis vegetasi yang hidup bervariasi (lebih dari 100 spesies).
b. senantiasa rimbun dan sangat rapat, sepanjang tahun hijau lebat.
c. pada umumnya pohon yang tumbuh dapat mencapai > 60 meter, terdapat beragam jenis epifit dan tumbuhan melilit.
Peta sebaran hutan hujan

2. Hutan Tropis Kering
Hutan tropis kering adalah wilayah hutan tropis yang ada di pedalaman daratan atau benua yang sudah tidak dipengaruhi oleh angin laut. Ciri fisik hutan tropis kering adalah kelembaban udara relatif rendah  < 50%, gradien termis harian relatif tinggi yaitu > 10⁰C, dan suhu rata-rata relatif lebih tinggi yaitu 31⁰C.

Hutan tropis kering sering memiliki ciri fisik yang sangat berbeda dibandingkan hutan tropis basah. Walaupun secara lokasi memiliki kesamaan yaitu di sekitar lintang tropis, tapi daerah hutan tropis kering tidak memiliki biodiversitas flora fauna seperti hutan tropis basah. Kawasan hutan tropis kering meliputi Asia Barat, Afrika bagian tengah dan Asia Timur bagian tengah.

Meski terdapat perbedaan dari jumlah vegetasi yang tumbuh namun karakteristik dasar hutan tropis kering sama dengan hutan tropis basah yaitu pepohonannya berdaun lebat dan membentuk kanopi yang mengakibatkan lantai dasar hutan gelap dan memungkinkan semak belukar seperti liana dan epifit berkembang dengan baik.
Lantai hutan hujan yang lembab

Sabtu, Mei 14

Faktor Tidak Meratanya Persebaran Flora Fauna di Permukaan Bumi

Faktor Tidak Meratanya Persebaran Flora Fauna di Permukaan Bumi

Persebaran lingkungan fisiografis yang meliputi air, kesuburan tanah, sinar matahari dan ainnya tidaklah merata di permukaan bumi. Hal ini menyebabkan persebaran flora dan fauna pun tidak merata di seluruh permukaan bumi.

Berikut ini deskripsi faktor-faktor yang persebaran flora dan fauna di permukaan bumi.

1. Elevasi dan Morfologi
Suatu tempat memiliki ketinggian tertentu jika dihitung dari permukaan air laut. Semakin ke arah pegunungan makan semakin tinggi suatu tempat, inilah yang dinamakan elevasi tempat. Elevasi adalah ketinggian suatu tempat dari permukaan air laut.

Sementara itu, morfologi adalah bentuk bentang alam atau relief yang berbentuk pegunungan, perbukitan, dataran tinggi, dataran rendah, lereng, jurang, ngarai, dan lainnya.

Pengaruh elevasi dan morfologi terhadap eprsebarna flora dan fauna adalah semakin tinggi letak suatu tempat dari permukaan air laut maka tempat tersebut akan memiliki kecenderungan suhu yang semakin rendah serta kelembaban udara dan curah hujan yang lebih tinggi.

Kondsi tinggi rendahnya permukaan bumi ini membuat flora dan fauna memiliki spesifikasi kondisi alam yang sesuai dengan karakter masing-masing. Misalnya di dataran rendah akan banyak dijumpai kelapa, padi, tebu, sawit, singkong. Sementara itu di dataran tinggi akan ditemui pohon pinus, teh, kopi, pakis dan lainnya.
Ekosistem pinus
2. Letak Lintang
Letak geografis suatu tempat ditentukan berdasarkan besar kecilnya angka lintang. Angka lintang geografis yang semakin besar menunjukkan lokasinya semakin dekat menuju ke kutub, baik ke kutub utara dan kutub selatan.

Daerah yang letak lintang geografisnya makin besar maka akan makin sedikit mendapatkan penyinaran matahari. Kondisi ini membuat jenis flora dan fauna semakin dekat ke kutub maka semakin sedikit jumlah dan jenisnya.

Walaupun ada pengecualian untuk daerah padang pasir yang secara fisik tidak memenuhi syarat bagi kehidupan, tidak memungkinkan adanya kehidupan dalam jumlah relatif banyak. Wilayah tropis adalah surga bagi flora fauna karena kondisi iklim yang cocok. Intensitas penyinaran stabil sepanjang tahun serta kelembaban udara tinggi membuat beragam flora fauna hidup pada wilayah ini.
Sebaran ekosistem berdasarkan kondisi cuaca iklim

3. Cuaca Iklim
Faktor klimatologis adalah faktor kondisi iklim pada suatu tempat. Keadaan iklim tidak hanya ditentukan oleh letak lintang namun juga ada kaitannya dengan topografi maupun arah angin. Hal ini mempengaruhi terhadap kondisi atmosfer pada wilayah tersebut.

Kondisi wilayah yang memiliki kelembaban tinggi dan penyinaran yang cukup memungkinkan flora dan fauna tersebara dalam jumlah banyak. Sementara itu daerah di permukaan bumi yang kondisi kelembaban udaranya rendah dengan suhu yang dingin atau sangat panas maka akan mengurangi jumlah keragaman flora dan fauna. Contoh daerah minim flora fauna adalah gurun dan padang es.

4. Kesuburan Tanah
Tanah disebut subur jika secara fisik memiliki unsur-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman secara umum. Kondisi ideal tanah subur terdiri atas 45% mineral, 45% bahan organik, 5% air dan 5% udara.

Pada wilayah dengan kondisi tanah subur maka berbagai vegetasi dapat dengan mudah dijumpai dari yang mulai berkuran kecil hingga raksasa. Beberapa jenis tanah kategori subur yang menjadi sarana pendukung kehidupan flora dan fauna adalah tanah vulkanis, podsolik, margalit, aluvial. 

Sementara itu tanah yang kurang subur alias miskin hara diantaranya adalah laterit, pasir, kapur, terarosa. Jenis vegetasi dan fauna yang hidup pada tanah tersebut terbatas karena kondisi tidak mendukung tumbuh kembang organisme yang bersangkutan.
Gurun tandus

Rabu, Agustus 4

Tingkatan Struktur Organisme Kehidupan

Tingkatan Struktur Organisme Kehidupan

Kehidupan itu memiliki struktur yang sangat terogranisasi mulai dari molekul sampai bioma. Semua ini adalah ciptaan sempuran dari Tuhan.

Berikut ini struktur organisasi kehidupan dalam berbagai tingkatan dari terkecil sampai terbesar. Silahkan dibaca dan dipelajari.
 
1. Tingkat Molekul
Setiap inti sel mahluk hidup punya molekul organik yang berperan mengendalikan struktur dan fungsi dari setiap sel. Inti sel juga membawa informasi genetik yang diturunkan. 

Gen tersusun atas molekul organik berupa DNA (deoxyribonucleic acid). DNA memiliki kemampuan replikasi atau membentuk dirinya sendiri yaitu DNA, juga kemampuan mebentuk molekul lain atau RNA (ribonucleic acid) melalui transkripsi. RNA berperan sebagai pelaksana sintesis protein.

2. Tingkat Sel
Sel adalah unit kehidupan terkecil ya gan. Mahluk hidup uniseluluer seperti Protozoa, bakteri dan alga melakukan metabolismenya dalam sebuah sel karena adanya organel-organel yang menjalankan fungsi metabolisme. Mahluk hidup multiseluler seperti tumbuhan dan hewan dibangun dari berbagai macam sel yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda.

3. Tingkat Jaringan
Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Tubuh hewan tersusuna tas bermacam-macam jaringan seperti otot, darah atau epidermis. Porifera dan Coelenterata merupakan contoh mahluk hidup tingkat organisasi jaringan yang paling sederhana. Porifera dan Coelenterata memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh (diploblastik) yaitu lapisan terluar (ekdoterm) dan lapisan terdalam (endoderm).

4. Tingkat Organ
Organ adalah kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu. Contoh organ dalam tubuh manusia adalah jantung, paru-paru dan lambung. Adapun organ tumbuhan contohnya akar, batang, daun, bunga dan buah.

5. Tingkat Sistem Organ
Sistem organ adalah susunan organ-organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi di dalam tubuh. Sebagai contoh sistem peredaran darah manusia yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, keduanya berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

6. Tingkat Individu
Di tingkat individu berlangsung mekanisme kompleks yang terjadi karena koordinasi dan regulasi bermacam-macam sistem tubuh. Contohnya manusia adalah individu yang terdiri atas bermacam-macam sistem organ mulai dari sistem gerak, sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem ekskresi, sistem reproduksi dan sistem imun.

7. Tingkat Populasi
Kumpulan individu yang berada pada waktu dan tempat yang sama dinamakan populasi. Di lingkungan sekitar kita ada bermacam-macam populasi seperti populasi rumput, populasi kucing, populasi cacing tanah dan lainnya.

8. Tingkat Komunitas
Kumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama dinamakan komunitas. Misalnya komunita padang sabana yang terdiri atas populasi rumput, populasi akasia, populasi belalang, populasi singa, populasi alang-alang.

9. Tingkat Ekosistem
Eksosistem adalah interaksi antara populasi-populasi penyusun komunitas dengan lingkungan abiotiknya (sinar matahari, air tanah udara).

10. Tingkat Bioma
Kumpulan ekosistem yang melingkupi wilayah yang luas akan membentuk bioma. Bioma dicirikan dengan kenampakan vegetasi yang khas dan dipengaruhi garis lintang. Contoh bioma adalah bioma gurun, bioma hutan huja, bioma hutan gugur, bioma taiga, bioma tundra, bioma sabana, bioma stepa.
Kenampakan bioma sabana

Minggu, November 8

Ciri-Ciri dan Persebaran Bioma Gurun di Permukaan Bumi

Ciri-Ciri dan Persebaran Bioma Gurun di Permukaan Bumi

Bioma gurun adalah salah satu bioma daratan yang bertipe arid atau kering. Gurun menutupi satu per lima daratan bumi.
 
Ciri fisik bioma gurun secara umum adalah curah hujan sangat rendah sepanjang tahun (kurang dari 50 centimeter).
 
Bioma gurun terbagi menjadi 4 tipe yaitu gurun arid, gurun semi-arid, gurun pesisir dan gurun dingin. Setiap gurun ini memiliki karakteristik mulai dari level kekeringan, iklim, suhu dan lokasi.
 
Kondisi Suhu 
Meski gurun punya variasi jenis seperti diatas, namun secara umum bioma ini dapat dideskripsikan secara umum. Fluktuasi suhu setiap hari (amplitudo harian gurun) sangat ekstrim dibandingkan daerah humid atau basah.

Saat siang hari gurun cepat menyerap panas namun saat malam hari sangat cepat melepas panas. Renahnya kelembaban udara di gurun juga sering disebabkan karena sedikitnya tutupan awan yang pada dasarnya mampu menyimpan panas.

Bioma gurun pasir

Curah Hujan di Gurun
Curah hujan di bioma gurun sangat unik. Saat terjadi hujan di daerah gurun, presipitasi selalu datang cepat dan singkat yang dipisahkan oleh periode musim panas panjang.
 
Hujan yang turun akan langsung mengalai evaporasi, bahkan di beberapa gurun yang sangat kering, presipitasi tidak sampai menyentuh tanah (hujan virga).
 
Tekstur pasir di gurun umumnya kuarsa dan tanah gurun sangat minim mengalami pelapukan.
 
Vegetasi yang hidup di daerah gurun sangat sedikit karena faktor kondisi cuaca dan tanah disana yang panas. Beberapa tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan gurun adalah kaktus, akasia dan palem (kurma). 
 
Untuk fauna bioma gurun, beberapa diantaranya adalah unta, kadal, ular, kalajengking, tikus, kucin gurun. 
 
Contoh fauna dan vegetasi gurun

Karakteristik Bioma Gurun
Berikut ini beberapa karakteristik fisik khusus dari gurun:
1. curah hujan < 250 mm per tahun.
2. amplitudo suhu (perbedaan suhu) harian siang dan malam ekstrim.
3. evaporasi tinggi.
4. tekstur pasir kuarsa.
5. biodiversitas minim 
 
Gurun pantai

Tipe-Tipe Bioma Gurun
1. Gurun Arid, memiliki ciri panas, kering dan terbentuk di wilayah lintang rendah. Suhu cenderung hangat sepanjang tahun, meski sangat panas saat puncak musim panas. Curah hujan di guru tipe ini sangat minim dan lebih dominan evaporasi. Gurun Arid tersebar di Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia Selatan dan Australia. Contoh gurun arid adalah Gurun Sonoran,Gurun Sahara dan Gurun Kalahari.
 
2. Gurun Semi-Arid, memiliki ciri tidak sepanas dan sekering gurun arid. Gurun tipe ini mengalami musim panas kering, musim dingin yang panjang dengan diselingi presipitasi. Gurun semi arid tersebar di Amerika Utara, Newfoundland, Greenland, Eropa dan Asia.
 
3. Gurun Pesisir, terbentuk di wilayah barat benua sekitar ekuator. Pada lokasi ini, arus laut dingin bergerak menyusuri pantai dan pesisir dan menghasilkan kabut tebal diatas gurun. Meski kelembaban di gurun pantai ini cukup tinggi, presipitasi tetap sangat jarang. Contoh gurun pantai/pesisir adalah Gurun Atacama dan Gurun Namibia.
 
4. Gurun Dingin, memiliki ciri suhu rendah dan musim dingin panjang. Gurun dingin terdapat di Arktik, Antartika dan diatas pegunungan tinggi. Banyak area bioma tundra yang berubah menjadi gurun dingin saat musim dingin. Gurun dingin menerima presiptasi cukup banyak dibanding gurun lain pada umumnya. Contoh gurun dingin adalah gurun Gobi di Asia.
Kaktus gurun
 Gambar: disini, disini, disini

Selasa, Agustus 25

Faktor Edafik Penyebaran Flora dan Fauna

Faktor Edafik Penyebaran Flora dan Fauna

Salah satu faktor penyebaran flora dan fauna di bumi adalah tanah atau edafik. Tanpa tanah maka tidak akan ada kehidupan yang kompleks di planet bumi ini.

Faktor edafik adalah faktor yang berkaitan dengan struktur dan komposisi tanah yang terdapat pada suatu wilayah tertentu.

Tanah adalah komponen utama habitat tumbuhan dimanapun. Tanah mengandung unsur mineral, organik, air dan udara. Tanah subur mengandung sekurang-kurangnya 40% mineral, 10% bahan organik, 15% air dan 25% udara.

Karakteristik tanah secara signifikan menentukan kemampuan perakaran dan asupan nutrisi terhadap tumbuhan melalui tekstur dan struktur tanah. Coba kamu ambil segenggam tanah di pekarangan rumah, pastinya akan ada tanah yang berbutir halus dan ada juga tanah yang berbutir kasar.
Faktor edafik berkaitan dengan tanah
Faktor edafik meliputi hal-hal berikut:
1. Kedalaman lapisan tanah atau solum tanah, memengaruhi akses terhadap air, nutrisi dan stabilitas struktural tumbuhan.

2. Tekstur dan struktur tanah memengaruhi kerapatan tanah (bulk density) dan stabilitas agregat tanah, ruang pori, udara tanah, serta ketersediaan air di dalam tanah. Kerapatan tanah yang sangat intens akan menghambat proses pembenihan.

3. Muatan materi organik di dalam tanah memengaruhi sifat tanah, stabilitas struktur tanah, kapasitas menahan air tanah, warna tanah, retensi dan mobilitas polutan serta kapasitas penyangga.

4. Derajat keasaman atau pH adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dan larutan berair dan menunjukkan tingkat asam atau alkalinitas. Nilai pH tanah berpengaruh terhadap pada ketersediaan ion mineral dan sampai batas tertentu dapat menentukan jenis vegetasi yang akan tumbuh.

5. Kejenuhan basa yang menjadi pasokan nutrisi penting yang optimal diinginkkan untuk menghindari gejala kekurangan nutrisi, meningkatkan kerentanan terhadap hama dan penyakit, serta pengurangan hasil panen secara konsekuen.

Faktor penyebaran fauna terestrial sangat bergantung pada komunitas tumbuhan atau vegetasi pada suatu daerah. Jadi fauna atau hewam akan mengikuti persebaran tumbuhan sesuai dengan habitatnya.

Ada banyak jenis tanah di permukaan bumi ini khususnya di Indonesia mulai dari tanah vulkanik, tanah aluvial, tanah kapur, tanah laterit, tanah gambut dan lainnya. Vegetasi tanah vulkanik tentu akan berbeda dengan vegetasi pada tanah kapur misalnya.

Di tanah vulkanik banyak dijumpai pohon pinus sementara di tanah kapur banyak dijumpai pohon jati.

Fauna di daerah tanah bertipe basah dan lembab tentu akan berbeda pula dengan fauna di daerah tanah kering seperti di gurun. 

Jumat, Februari 21

Syarat Terjadinya Spesiasi Mahluk Hidup

Syarat Terjadinya Spesiasi Mahluk Hidup

Spesiasi merupakan proses pembentukan spesies, yang pada dasarnya dapat digunakan sebagai saksi hidup mengenai apa yang terjadi di masa lalu. 

Dengan begitu proses spesiasi dapat dianggap pula sebagai bukti otentik bahwa evolusi berlangsung.

Contoh spesiasi adalah burung finch Galapagos. Spesies yang berbeda dari burung ini hidup di pulau yang berbeda di kepulauan Galapagos, yang terletak di Samudra Pasifik Amerika Selatan. 

Burung finch diisolasi dari satu sama lain oleh laut. Selama jutaan tahun, setiap spesies burung finch mengembangkan paruh unik yang secara khusus disesuaikan dengan jenis makanan yang dimakannya. 

Beberapa finch memiliki paruh besar dan tumpul yang dapat memecahkan cangkang keras kacang dan biji. Burung finch lain memiliki paruh panjang dan tipis yang dapat mengisap bunga kaktus tanpa burung ditusuk oleh duri kaktus.  

Masih ada finch lain yang memiliki paruh ukuran sedang yang dapat menangkap dan menangkap serangga. Karena mereka terisolasi, burung-burung itu tidak berkembang biak satu sama lain dan karenanya berkembang menjadi spesies unik dengan karakteristik unik. Fenomena ini disebut spesiasi allopatric.

Namun spesiasi dapat terjadi bilamana memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan itu adalah terjadinya perubahan lingkungan, adanya relung kosong dan ada keanekaragaman suatu kelompok.
Finch Galapagos

1. Adanya Perubahan Lingkungan
Pada materi biologi sebelumnya telah digambarkan bahwa perubahan-perubahan evolusi yang terjadi disebabkan oleh perubahan frekuensi suatu alel (gen yang memiliki lokus (posisi pada kromosom) yang sama, tetapi memiliki sifat bervariasi yang disebabkan mutasi pada gen asal) tertentu karena adanya kondisi lingkungan tertentu. 

Adanya bencana alam seperti glasiasi, vulkanisme atau pergerakan benua dan proses lainnya menyebabkan perubahan global yang menyebabkan timbulnya kepunahan masa di bumi.

Kepunahan masa ini akan menimbulkan relung-relung kosong yang dalam waktu lama relung tersebut baru akan terisi kembali. Apabila tidak ada relung yang kosong, tidak ada tempat bagi suatu spesies untuk mengalami spesiasi.

2. Adanya Relung (Niche) yang Kosong
Relung adalah tempat hidup dan interaksi suatu organisme. Suatu spesies selalu menempati relung tertentu. Suatu relung pada umumnya hanya dapat ditempati satu jenis saja. Bila relung itu kosing artinya tempat tersebut tidak dihuni suatu organisme. Dampaknya adalah banyak organisme yang berusaha menempati relung tersebut.

3. Adaya Keanekaragaman suatu Kelompok Organisme
Dalam ekosistem pasti akan ada ada sejumlah organisme yang mencoba mengisi relung yang kosong. Keberhasilan suatu organisme mengisi relung ditentukan oleh berapa besar kecocokan organisme tersebut dibandingkan dengan persyaratan dari relung yang kosong.

Minggu, Januari 19

Proses Evaporasi, Transpirasi dan Evapotranspirasi

Proses Evaporasi, Transpirasi dan Evapotranspirasi

Air mengalami perpindahan dari permukaan bumi ke atmosfer dalam dua bentuk mekanisme yaitu evaporasi dan transpirasi. 

Evaporasi dapat diartikan sebagai proses dimana air berubah wujud menjadi gas/uap. Evaporasi dapat terjadi dimana pun selama ada air disana. 

Evaporasi membutuhkan kelembaban atmosfer yang lebih sedikit dibandingkan evaporasi permukaan tanah (pada kelembaban relatif 100% tidak ada evaporasi). 

Evaporasi membutuhkan jumlah energi yang sangat besar, contohnya saja evapirasi 1 gram air membutuhkan 600 kalori energi panas.

Transpirasi adalah proses hilangnya air dari tanaman melalui stomata. Stomata adalah lubang mikro yang ditemukan pada daun, menghubungkan ke jaringan tanaman. 

Pada kebanyakan vegetasi, transpirasi bersifat pasif karena dikontrol oleh kelembaban atmosfer dan tanah. Transpirasi pada tumbuhan hanya 1% saja yang digunakan untuk pertumbuhan. 

Transpirasi juga mengangkut nutrisi dari tanah menuju akar dan menyebarkannya ke jaringan tumbuhan agar tidak kering. Beberapa tanaman di lingkungan ekstrim punya kemampuan membuka dan menutup stomata. 

Adaptasi ini penting untuk membatasi kehilangan air dari jaringan tumbuhan. Tanpa adaptasi ini maka tanaman tidak dapat bertahan dibawah kondisi sangat panas/kering.
Proses evapotranspirasi
Kadang kita susah sekali membedakan antara evaporasi dan transpirasi sehingga sering menggabungkannya menjadi evapotranspirasi.  Jumlah evapotranspirasi di permukaan bumi dikontrol oleh 4 faktor yaitu:

1. Energi
Semakin besar energi tersedai maka jumlah evapotranspirasi akan meningkat. Seperti sudah disebutkan bahwa dibutuhkan 600 kalori panas untuk mebgubah 1 gram air menjadi gas/uap.
2. Gradien Kelembaban
Jumlah dan volume uap air di atmosfer akan meningkat pada udara kering dibandingkan udara basah.
3. Kecepatan Angin
Banyak petani kita mengamati bahwa tanaman membutuhkan air cukup banyak saat angin bertiup kencang dibandingkan saat angin sepoi-sepoi pada saat kondisi suhu yang sama. Fakta ini membuktikan bahwa angin meningkatkan potensi evapotranspirasi. 

Proses evapotranspirasi menggerakan uap air dari tanah atau permukaan air ke atas permukaan yang tipis hanya beberapa sentimeter diatas tanah/air. Saat lapisan ini jenuh air maka evapotranspirasi terhenti. 

Angin dapat melepas lapisan ini dengan udata kering yang akan meningkatkan potensi evapotranspirasi.
4. Ketersediaan Air
Evapotranspirasi tidak dapat terjadi jika tidak ada perairan.

Kebanykan evapotranspirasi terjadi di permukaan bumi pada samudera di daerah subtropik. Pada daerah ini, intensitasi radiasi memengaruhi proses penguapan. Evapotranspirasi akan melebihi presipitasi di wilayah tropis dan lintang tinggi selama musim panas. Jadi kuncinya ada pada pemanasan atau tingkat radiasi matahari.

Minggu, Mei 5

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Tumbuhan atau vegetasi terebar secara tidak merata di permukaan bumi ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebaran vegetasi salah satunya iklim dan cuaca.

Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah yang luas. Kondisi iklim tiap daerah berbeda-beda.

Iklim ini cukup dominan mempengaruhi pola sebaran flora dan fauna. Setiap zona iklim punya komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri.

Vegetasi di daerah tropis seperti Indonesia akan berbeda dengan vegetasi di wilayah Sahara tentunya. Salah satu komponen cuaca adalah suhu atau temperatur.

Suhu menujukkan energi yang dimiliki suatu benda. Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmosfer. Suhu udara dipengaruhi beberapa faktor seperti lama penyinaran, letak lintang, tutupan vegetasi, awan dan ketinggian.

Khusus dalam dunia tumbuhan, suhu udara adalah salah satu faktor pengendali sebaran vegetasi sesuai dengan letak lintang, topografi dan ketinggiannya.

Augustin P de Candolle seorang botanis asal Siwss membagi jenis vegetasi atas dasar korelasinya dengan suhu ke dalam 3 kelas vegetasi.

1. Megaterm
Megaterm adalah jenis tumbuhan yang hidup di daerah bersuhu tinggi atau beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Contohnya adalah vegetasi hutan hujan tropis seperti di Indonesia.

Dikarenakan lingkungannya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang vegetasi maka hutan hujan punya spesies yang heterogen. Hutan tropis tersebar di Indonesia, Amazon, Afrika Tengah, Papua Nugini. Di Indonesia hutan hujan ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

2. Xerofita
Xerofita adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi atau beriklim tropis namun dengan curah  hujan rendah. Contohnya wilayah gurun dan ekosistem semiarid.

Kelas vegetasi ini juga masuk klasifikasi menurut kelembapan udara. Xerofita bisa ditemukan di wilayah pantai Parangtritis Yogyakarta.

3. Mesoterm
Mesoterm adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim sedang atau subtropis dan punya pergantian suhu rendah dan tinggi. Contohnya adalah tumbuhan hutan gugur tropis. Daerah beriklim bercirikan musim kering yang panjang kemudian diikuti musim hujan yang lebat.

Di musim kering, vegetasi beradaptasi dengan merontokkan daunnya untuk mengurangi evaporasi. Vegetasi mesoterm di Indonesia ada di Jawa Tengah, Jawa Timut, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.
Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm
Hutan pinus yang sejuk
4. Miroterm
Mikroterm adalah tipe vegetasi yang hidup di daerah beriklim dingin dengan suhu relatif lebih rendah sepanjang tahun. Vegetasi yang tumbuh di daerah ini umumnya pohon tinggi dengan daun jarum seperti pohon tipe konifer. Vegetasi ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan seperti hutan pinus.

5. Hekistoterm
Hekistoterm adalah jenis vegetasi yang tumbuh dan berkembang di daerah kutub dengan suhu ekstrim dingin sepanjang tahu. Contohnya adalah tundra alpin sejenis lumut-lumutan.

Daerah kutub punya lama penyinaran yang minim alias singkat. Jadi vegetasi hekistoterm punya masa perkembangan yang singkat. Vegetasi ini di Indonesia bisa dijumpai di Puncak Jaya Wijaya.

Jumat, Mei 3

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Bioma taiga dominan berlokasi di wilayah antara subtropik dan daerah kutub seperti di Semenanjung Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska dan Kanada. 

Bioma taiga bisa ditemukan juga pada wilayah pegunungan tinggi beriklim dingin. Bioma taiga merupakan bioma terluas di dunia dan hanya didominasi satu spesies pohon.

Ciri-Ciri Ekosistem Bioma Taiga
a. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi. Di musim panas suhu sangat tinggi sebaliknya di musim dingin suhu sangat rendah.
b. Pertumbuhan terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Flora Ekosistem Taiga
Karena keadaannya khusus ini mak ajenis vegetasi yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pada bioma taiga adalah hanya tumbuhan tertentu saja. 

Oleh sebab itulah jenis vegetasi di hutan taiga tidak begitu banyak seperti halnya di hutan tropik. Ciri hutan taiga lainnya adalah vegetasi mengelompok dengan jenis yang sama.

Jenis tumbuhan yang hidup di hutan taiga adalah pohon jarum penghasil bahan kertas, korek api dan lainnya seperti konifer, spruce, alder, birch, juniper, cemara dll. 

Wilayah hutan tundra dan taiga dipisahkan garis yang dikenal sebagai batas pohon.
Hutan taiga di Siberia
Fauna Ekosistem Taiga
Dikarenakan jenis vegetasi yang merupakan produsen pada bioma ini minim maka jenis hewan yang mampu beradaptasi dengan bioma ini sedikit. 

Binatang khas taiga adalah moose dan hewan lainnya adalah beruang hitam, ajak dan marten. 

Selain itu pada bioma taiga juga banyak burung yang senang bermigrasi saat musim gugur dan dingin.

Pada musim dingin beberapa hewan seperti bajing, beruang dan serangga tidur berhibernasi cukup lama. 

Burung-burung pemakan serangga pindah ke daerah tropis sementara burung pemakan biji mencari biji konifer. 

Hewan seperti moose dan caribou tetap bertahan hidup. Lynx atau kucing buas dari Amerika Utara dan ajak berburu kelinci di hutan konifer sepanjang tahu.

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Minggu, Februari 17

Biologi Kelas 11: Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma

Biologi Kelas 11: Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma

Hai teman-teman, sekalian kali ini saya akan coba berbagi materi biologi terkait dengan sifat fisika dan kimia protoplasma. 

Protoplasma adalah senyawa kimia penyusun sel. Protoplasma merupakan istilah umum dari sitoplasma yang mengelilingi nukleus. 

a. Sifat Fisika
Protoplasma punya sifat fisika sebagai berikut:
1. Cairannya bsersifat koloid dengan ukuran partikel 0,001 -0,1 mikrometer
2. Cairannya dapat mengahantarkan arus listrik karena mengandung garam-garam elektrolit yang dapat terionisasi
3. Efek Tyndall yaitu kemampuan menghamburkan cahaya bila arah datangnya sinar mengenai sistem koloid.
4. Gerak Brown yaitu gerak partikel-partikel protoplasma yang tidak beraturan karena adanya molekul air. Partikel-partikel pada sistem koloid protoplasma bergerak secara zig-zag. Gerak Brown ini biasanya terjadi dalam larutan koloidal dan gerakannya tergantung pada temperatur serta ukuran partikel. Adanya gerak Brown menyebabkan berpencarnya parikel-partikel koloid ke seluruh bagian sel sehingga transportasi zat dapat terjadi guys.
5. Viskositas yaitu tegangan permukaan yang terjadi karena adanya tarikan antara partikel-partikel di permukaan matriks protoplasma dan partikel-partikel yang ada di bawahnya. Tegangan permukaan berubah-ubah tergantung dari kekentalan cairan dan suhu. Pada suhu tinggi protoplasma memiliki viskositas rendah.
6. Koagulasi yaitu penggumpalan partikle koloid sehingga terbentuk endapan. Koagulasi dapat terjadi secara fisik melaluli pemanasan, pendinginan dan pengadukan. Koagulasi juga dapat terjadi secara kimia melalui penambahan elektrolit dan pencampuran koloid yang berbeda muatan.
Biologi Kelas 11: Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma
Ilustrasi protoplasma
b. Sifat Kimia
Sifat-sifat kimia yang dimiliki olhe protoplasma adalah sebagai berikut
1. Terdiri dari senyawa-senyawa organik dan anorganik
2. Mengandung enzim sebagai biokatalisator
3. Mempunyai pH netral sekitar 6,8-7,2

Contoh Soal Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma
1. Senyawa organik yang menyusun protoplasma adalah ....
a. lipid, protein, air dan garam mineral
b. karbohidrat, protein, lipid dan garam mineral
c. karbohidrat, asam nukleat, lipid dan air
d. lipid, protein, CO2 dan N2
e. lipid, protein, karbohidrat dan asam nukleat

Contoh soal 2
2. Protoplasma memiliki beberapa sifat fisika dan kimia. Yang termasuk bukan sifat fisika protoplasma adalah ....
a. efek Tyndall
b. grak Brown
c. dapat mengalami perubahan kekentalan
d. tersusun dari senyawa organik dan anorganik

Rabu, Mei 23

7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur

7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur

Pernahkah kamu makan jamur?. Bagaimana rasanya?. Atau pernahkah kamu melihat jamur tumbuh di dinding rumah, pohon atau tempat lainnya?. 

Jamur adalah organisme eukariotik yang diklasifikasikan ke dalam Kingdom mereka sendiri yaitu Fungi. Dinding sel fungi mengadung kitin, polimer yang mirip dalam struktur glukosa. 

Tidak seperti tumbuhan pada umumnya, jamur gak punya klorofil sehingga tidak mampu membuat makanan sendiri. 

Jamur ini guys biasa memperoleh nutrisi dari penyerapan. Mereka melepaskan enzim pencernaan ke lingkungan yang membantu proses ini. 

Jamur ini ada banyak sekali macamnya di dunia guys, dan ada fakta-fakta menarik tentang jamur yang harus kamu ketahui khususnya dalam bidang kedokteran. Berikut 7 fakta tentang fungi yang harus kamu tahu:
7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur
Jamur bercahaya di malam hari
1. Jamur dapat mengobati penyakit
Kita sudah tahu tentang antibiotik yang dinamakan penicillin bukan?. Tahukah anda bahwa antibiotik ini dihasilkan dari jamur?. 

Pada 1929 seorang dokter di Inggris menulis sebuah makalah tentang apa yang ia sebut sebagai penicillin yang berasal dari jamur Penicillium notatum (sekarang dikenal Penicillium chrysogenum). 

Ia memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri. Penemuan dan penelitiannya sangat berpengaruh pada pengembangan antibiotik di dunia dan berjasa dalam menyelamatkan nyawa jutaan manusia.

2. Jamur dapat meninmbulkan penyakit
Banyak penyakit juga bisa dihasilkan dari jamur ini guys contohnya kurap dan panu. Panu dan kurap biasa muncul di kulit dan menyebabkan gatal-gatal guys.

3. Jamur penting bagi lingkungan
Fungi memainkan peranan penting bagi lingkungan khususnya siklus nutrisi. Jamur adalah salah satu pengurai utama materi organisme yang mati. 

Tanpa jamur, dedaunan, pohon mati dan bahan organik lain yang tubuh di hutan tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 

Contohnya nitrogen adalah elemen penting yang dihasilkan oleh jamur saat mendekomposisi materi organik.

4. Jamur dapat hidup lama
Tergantung kondisi lingkungan, banyak jamur hidup dalam waktu lama dan beberapa jenis dapat tumbuh dan hidup tidak aktif selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun.

5. Jamur memiliki racun
Beberapa jamur itu beracun guys dan beberapa sangat beracun hingga dapat menimbulkan kematian langsung pada hewan dan manusia. Jamur mematikan sering mengandung zat yang dikenal sebagai amatoxins. 

Amatoxins biasanya sangat baik dalam menghambat  RNA polimerase II. Tanpa polimerase II metabolisme sel akan berhenti.

6. Jamur dapat mengendalikan hama
Beberapa spesies jamur mampu menekan pertumbuhan serangga dan nematoda yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Biasanya jamur yang dapat memiliki kemampuan ini adalah bagian dari kelompok yang disebut hpphomycetes.

7. Jamur adalah organisme terbesar yang hidup di bumi
Jamur yang dikenal sebagai jamur maduadalah organisme hidup terbesar di planet ini. Ia diyakini berusia 2400 tahun dan mencakup lebih dari 2.000 hektar. Yang menariknya, ia membunuh pepohonan saat ia menyebar.

Fakta lain membuktikan bahwa jamur bisa digunakan untuk menghasilkan asam sitrat yang  digunakan dalam pembuatan minuman. Beberapa jamr juga bisa menghasilkan cahaya sendiri atua bioluminescent yang bersinar dalam gelap. 

Mungkin masih banyak jenis jamur yang belum diteliti dan masih menjadi misteri bagi manusia.  

Gambar: disini

Selasa, Mei 22

Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya

Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya

Coba kamu perhatikan lingkungan sekitar kamu, pasti akan menemukan berbagai macam hewan dan tumbuhan bukan?.

Inilah Indonesia, negara yang kaya akan keanekaragaman hayati alias biodiversitas. Lalu bagaimana manfaatn biodiversitas ini bagi Indonesia dan seperti apa tantangannya di masa depan?. 

Kita akan ulas dulu tentang pengertian biodiversitas terlebih dahulu. Biodiversitas adalah keseluruhan gen, spesies dan ekosistem di suatu kawasan. Indonesia sangat kaya akan biodiversitas baik di daratan maupun di perairannya.

Jika diurutkan alias di rank, Indonesia masuk ke dalam 17 negara yang punya biodiversitas tinggi. Negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, AS, Australia, Kolombia, Kongo, Madagaskar, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru dan Venezuela. 

Hutan hujan tropis kita ini berada di urutan ketiga di bawah Brasil dan Kongo dengan keanekaragaman spesies tertinggi di dunia.

Negara mega diversitas ini dihuni oleh setidaknya 2/3 dari semua spesies vertebrata non ikan dan 3/4 dari semua spesies tumbuhan tinggi. 

Selain itu dikenal pula istilah Hotspot Biodiversitas yaitu skema andalan konservasi yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan panggalangan dana untuk wilayah-wilayah di dunia dengan jumlah spesies endemik yang lebih banyak dan dengan ancaman kepunahan yang lebih. 

Terdapat 35 daerah hotspot biodiversitas di dunia dan dua diantaranya ada di Indonesia yaitu Paparan Sunda dan Wallace. Jadi luar biasa besar kekayaan hayati Indonesia itu sesungguhnya. 

Selain dua daerah hotspot tadi, Indonesia punya daerah ekosistem yang masih utuh yaitu Papua. Papua punya ekosistem liar, alami dan punya keanekaragaman hayati tinggi.
Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya di Indonesia
Hutan hujan penjaga biodiversitas daratan
Sementara itu di perairan, Indonesia punya biodiversitas lautan tertinggi di dunia. Segitiga koral berisi keanekaragaman karang tertinggi di dunia dengan jumlah 76% spesies dari seluruh spesies karang dunia. Kepala burung Papua adalah daerah perairan dengan spesies karang tertinggi di dunia yaitu 574 jenis.

Manfaat Biodiversitas
Lalu apa saja manfaat dari biodiversitas ini?.
1. Menyediakan jasa bagi ekosistem seperti air minum, pembentukkan dan perlindungan tanah, penyimpanan dan daur hara, mengurangi dan menyerap polusi, menjaga stabilitas iklim, melindungi ekosistem dan membantu penyerbukan tanaman.
2. Sumber daya hayati seperti makanan, obat-obatan, bahan baku industri, tanaman hias, stok pemuliaan dan penyimpanan populasi.
3. Manfaat sosial untuk pendidikan, rekreasi, penelitian dan kebudayaan.

Tantangan Biodiversitas
Saat ini populasi manusia melesat tajam yang berakibat pada peningkatan konsumsi sehingga menurunkan keanekaragaman hayati. Di luar itu, perubahan iklim juga menyebabkan perubahan baik di laut maupun daratan. 

Perubahan iklim dan kepunahan spesies adalah tantangan besar bagi umat manusia saat ini dan di masa depan. Diperkirakan kita akan kehilangan 20-50% dari semua spesies di abad berikutnya, sehingga konservasi mutlak diperlukan. 

Konversi hutan tropis menjadi kawasan urban menyebabkan penurunan signifikan dari jumlah hayati di dalamnya. Vegetasi tidak hanya mendukung untuk flora namun juga habitat bagi fauna. 

Hutan tropis alami mampu mendukung kehidupan 704 spesies sementara hutan yang terdegradasi hanya mampu mendukung sekitar 54 spesies saja.

Baca juga: Klasifikasi tumbuhan menurut kelembapan udara

Senin, Mei 7

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom

Klasifikasi dalam biologi diperlukan agar berbagai mahluk hidup dapat dikelompokkan dan dibedakan satu sama lain.  

Klasifikasi yang didasarkan pada hubungan filogenetik mengalami berbagai perkembangan guys. Klasifikasi ini diakui dan dipakai secara internasional. 

Hingga kini ada beberapa sistem klasifikasi yang diperkenalkan oleh sistem taksonomi diantaranya sistem dua kingdom, tiga kingdom dan empat kingdom.

1. Sistem Dua Kingdom
Klasifikasi sistem dua kingdom ini dikeluarkan oleh Aristoteles. Dalam sistem ini organisme dibagi ke dalam dua kerajaan yaitu plantae dan animalia.
a. Kingdom Plantae (Kerajaan Tumbuhan)
Kerajaan tumbuhan atau flora memiliki ciri : terdapat dinding sel yang tersusun atas selulosa sehingga selnya kaku, berklorofil dan mampu berfotosintesis. Meski tidak berklorofil, bakteri dan jamur masuk dala kategori kerajaan tumbuhan. Ganggang, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan berbiji juga masuk kingdom plantae.
b. Kingdom Animalia (Kerajaan Hewan)
Ciri-ciri kingdom animalia adalah: tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas. Yang masuk kategori hewan adalah Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan Chordata.
Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom
Tumbuhan dan Hewan
2. Sistem Tiga Kingdom
Klasifikasi tiga kingdom dikemukakan oleh Ernst Haekel pada 1866. Dalam klasifikasi ini, ahli mengelompokkan mahluk hidup ke dalam 3 kingdom Monera, Plantae dan Animalia.
a. Kingdom Monera
Ciri-cirinya adalah tubuh tersusun atas satu sel atau banyak sel, inti sel tanpa selubung atau prokariotik. Yang masuk kategori Monera adalah bakteri dan ganggang biru.
b. Kingdom Plantae
Di dalam kerajaan tumbuhan terdapat bakteri, alga, jamur, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan biji.
c. Kingdom Animalia
Sama seperti sistem dua kingdom, dimulai dari Protozoa sampai Chordata.

3. Sistem Empat Kingdom
Sistem ini berkembang setelah ditemukannya inti sel. Orang yang pertamakali mengemukakannya adalah Robert Whittaker pada 1959. Ada organisme yang inti selnya tidak memiliki membran inti yaitu bakteri dan ganggang biru. 

Oleh karena itu bakteri dan ganggang biru disebut organisme prokariotik. Sementara organisme yang didalam selnya terdapat inti yang diselubungi oleh membran inti dikenal sebagai organisme eukariotik. 

Misalnya jamur, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Berikut ini sistem empat kingdom:
a. Kingdom Monera
Semua anggota kingdom Monera punya inti tanpa membran.
b. Kingdom Fungi
Semua jamur dimasukan dalam Kingdom Fungi.
c. Kingdom Plantae
Semua ganggang kecuali ganggang biru, lumut, paku pakuan, dan tumbuhan biji dimasukan dalam kerajaan tumbuhan.
d. Kingdom Animalia
Semua hewan mulai Protozoa hingga Chordata dimasukan dalam kerajaan hewan atau animalia. 

Gambar: disini

Jumat, Mei 4

Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

Indonesia punya biodiversitas tinggi di dunia dibawah Brazil, Kongo dan Zaire. Saat Alfred Russel Wallace datang ke Indonesia pada tahun 1856 ia meemukan perbedaan besar jenis fauna di wilayah Indonesia yang jaman dahulu bernama Hinda Belanda. 

Saat ia datang ke Bali dan Lombok ia menemukan perbedaan jenis hewan diantara Bali dan Lombok. 

Di Bali terdapat hewan-hewan yang masuk sifat hewan Oriental sementara di Lombok hewannya mirip Australis. 

Dengan dasar itulah ia kemudian membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari Selat Lombok ke utara melewati Selat Makassar dan Filipina Selatan. Garis ini disebut Garis Wallace.

Indonesia dibagi menjadi dua wilayah zoogeografi yang dibatasi oleh Garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju selatan hingga ke Selat Lombok. 

Jadi garis Wallace memisahkan wilayah Oriental yaitu Sumatera, Jawa, Bali dan Sumatera dengan wilayah Australia yaitu Sulawesi, Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Setelah Wallace, Weber seorang ahli zoologi Jerman juga mengadakan penelitian tentang penyebaran hewan-hewan di Indonesia. 

Weber melihat bahwa hewan-hewan di Sulawesi tidak dapat sepenuhnya dikelompokkan sebagai hewan Australia. Hewan-hewan itu ada yang punya sifat seperti halnya hewan di wilayah Oriental. 

Oleh karena itulah Weber mengatakan bahwa fauna Sulawesi itu adalah jenis fauna Peralihan. Weber lalu membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara Kepulauan Aru. 

Sulawesi adalah pembatas antara wilayah Oriental dan Australia. Sulawesi dihuni oleh sebagian hewan Oriental dan sebagian hewan Australis. Contohnya ada oposum yang berasal dari Australia namun juga ada kera Macaca dari Oriental.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Harimau Sumatera
a. Fauna Daerah Oriental
Fauna di wilayah Oriental meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak spesies mamalia yang berukuran besar seperti gajah, banteng, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
2. Terdapat berbagai macam kera. Kalimantan adalah pulau yang paling kaya akan jenis-jenis primata seperti bekantan, tarsius, loris hantu dan orangutan.
3. Terdapat fauna endemik atau khas seperti:
- Badak bercula satu di Ujung Kulon
- Binturong yaitu hewan sebangsa beruang namun berukuran kecil
- Monyet
- Tarsius
- Kukang
4. Burung-burung Oriental memiliki warna yang kurang menarik dibanding burung-burung di daerah Australia, namun dapat berkicau. Burung-burung endemik ini diantaranya Jalak Bali, Elang Jawa, Elang Putih, Ayam Pagar, Ayam Hutan dan Murai Mengkilat.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Tarsius primata terkecil di dunia
b. Fauna Daerah Australis
Jenis fauna di Indonesia bagian timur meliputi Irian, Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ciri fauna wilayah ini mirip fauna Australis seperti:
1. Mamalia ukurannya kecil
2. Banyak hewan berkantung
3. Tidak terdapat spesies kera
4. Jenis burung punya warna beragam dan cantik

Papua punya lebih dari 100 spesies mamlia termasuk 13 spesies mamalia berkantung seperti kangguru, kuskus, bandicot dan oposum. Di Irian juga ada 27 spesies hewan pengerat dan 17 diantaranya merupakan spesies endemik lho!. 

Irian punya koleksi burung terbanyak dibanding pulau lain di Indonesia dan setengahnya adalah burung endemik. Cenderawasih adalah yang paling terkenal.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Burung Cenderawasih
Di Nusa Tenggara terutama di Pulau Komodo, Padar dan Rinca ada reptil purba Komodo. Selain itu Kuda Sumbawa yang gagah perkasa juga ada di Nusa Tenggara. Sulawesi merupakan daerah peralihan yang mencolok menurut Weber. 

Hewan yang ada di Sulawesi adalah kombinasi Oriental dan Australis diantaranya Tarsius, Musang Sulawesi, Babirusa, Maleo, Anoa, dan beberapa spesies Kupu-Kupu.

Kamis, April 26

Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya

Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya

Teman-teman pernahkah melihat lumut kerak yang menempel pada pohon?. Lalu apakah sama antara lumut biasa dengan lumut kerak?. 

Beda donk, makanya gurugeografi akan mencoba membahasanya disini. Lumut kerak terdiri dari dua jeni organisme ya guys, yaitu jamur dan ganggang yang hidup bersimbiosis mutualisme alias menguntungkan gak ada yang dirugikan. 

Mereka itu bersimbiosis sangat erat membentuk talus sehingga seakan-akan menyatu menjadi satu organisme. Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycota atau Basidiomycota dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu.

Talus lumut kerak yang hidup menempel pada batang pohon biasanya berbentuk lembaran tipis seperti kerak. 

Tau kerak telor gak?, nah kay agitu lah pokoknya. Talu sini tersusun atas miselium yang kompak di sebelah luat dan hifa yang tidak kompak di sebelah dalam. Diantara hifa itu adalah sel-sel ganggang.

Jamur hidup secara heterotrof sementara ganggang hidup secara autotrof. Jamur memperoleh makanan dari hasil fotosintesis ganggang. 

Cyanobacteria dalam lumut kerak juga berfungsi sebagai pengikat nitrogen. 

Sementara jamur menyediakan air, mineral, melakukan pertukaran gas dan perlindungan terhadap ganggang. Lumut kerak menyerap mineral yang dibutuhkan dari udara, debu atau air. Seandainya terpisah nih, ganggang atau jamur bisa nggak hidup mandiri?. 

Cara Reproduksi Lumut Kerak
Reproduksi aseksual lumut kerak dilakukan dengan cara fragmentasi. Fragmen atua potongan lumut kerak induk terlepas, jika jatuh di tempat yang cocok maka akan tumbuh menjadi individu baru. 

Reproduksi aseksual juga dilakukan dengan membuat struktur khusus yang disebut soredia yaitu beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hida yang terdapat pada permukaan halus lumut kerak.

Itulah sebabnya mengapa di permukaan talus lumut kerak terdapat bentukan seperti serbuk memutih kaya tepung., itulah soredia. Sel-sel ganggang ini dapat terlepas dan jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi lumut kerak batu.
Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya
Parmelia lumut kerak pada batang pohon
Tipe-Tipe Lumut Kerak
Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak dibagi ke dalam tiga tipe yaitu krusosa, foliosa dan frutikosa. 
a. Krustosa adalah lumut kerak yang terbentuk seperti kerak dan melekat erat pada substratnya seperti Physcia.
b. Foliosa adalah lumut kerak yang berbentuk daun seperti Parmelia.
c. Frutikosa adalah lumut kerak seperti semak atau menggantu seperti pita. Contohnya Usnea.

Manfaat Lumut Kerak
Lumut kerak ini guys memiliki beberapa manfaatn bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. dapat dibuat bahan dasar obat.
b. adapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma makanan.
c. pigmen yang dihasilkannya dapat dibuat kertas lakmus celup dan indikator pH.
d. pada daerah baerbatu, lumut kerak memulai pembentukkan tanah dengan melapukkan batuan dan menambahkan kandungan zat-zat yang dimilikinya.
e. dapat digunakan sebagai indikator pencemaran udara.

Gambar: disini
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close