News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 4

Tingkatan Struktur Organisme Kehidupan

Tingkatan Struktur Organisme Kehidupan

Kehidupan itu memiliki struktur yang sangat terogranisasi mulai dari molekul sampai bioma. Semua ini adalah ciptaan sempuran dari Tuhan.

Berikut ini struktur organisasi kehidupan dalam berbagai tingkatan dari terkecil sampai terbesar. Silahkan dibaca dan dipelajari.
 
1. Tingkat Molekul
Setiap inti sel mahluk hidup punya molekul organik yang berperan mengendalikan struktur dan fungsi dari setiap sel. Inti sel juga membawa informasi genetik yang diturunkan. 

Gen tersusun atas molekul organik berupa DNA (deoxyribonucleic acid). DNA memiliki kemampuan replikasi atau membentuk dirinya sendiri yaitu DNA, juga kemampuan mebentuk molekul lain atau RNA (ribonucleic acid) melalui transkripsi. RNA berperan sebagai pelaksana sintesis protein.

2. Tingkat Sel
Sel adalah unit kehidupan terkecil ya gan. Mahluk hidup uniseluluer seperti Protozoa, bakteri dan alga melakukan metabolismenya dalam sebuah sel karena adanya organel-organel yang menjalankan fungsi metabolisme. Mahluk hidup multiseluler seperti tumbuhan dan hewan dibangun dari berbagai macam sel yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda.

3. Tingkat Jaringan
Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Tubuh hewan tersusuna tas bermacam-macam jaringan seperti otot, darah atau epidermis. Porifera dan Coelenterata merupakan contoh mahluk hidup tingkat organisasi jaringan yang paling sederhana. Porifera dan Coelenterata memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh (diploblastik) yaitu lapisan terluar (ekdoterm) dan lapisan terdalam (endoderm).

4. Tingkat Organ
Organ adalah kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu. Contoh organ dalam tubuh manusia adalah jantung, paru-paru dan lambung. Adapun organ tumbuhan contohnya akar, batang, daun, bunga dan buah.

5. Tingkat Sistem Organ
Sistem organ adalah susunan organ-organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi di dalam tubuh. Sebagai contoh sistem peredaran darah manusia yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, keduanya berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

6. Tingkat Individu
Di tingkat individu berlangsung mekanisme kompleks yang terjadi karena koordinasi dan regulasi bermacam-macam sistem tubuh. Contohnya manusia adalah individu yang terdiri atas bermacam-macam sistem organ mulai dari sistem gerak, sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem ekskresi, sistem reproduksi dan sistem imun.

7. Tingkat Populasi
Kumpulan individu yang berada pada waktu dan tempat yang sama dinamakan populasi. Di lingkungan sekitar kita ada bermacam-macam populasi seperti populasi rumput, populasi kucing, populasi cacing tanah dan lainnya.

8. Tingkat Komunitas
Kumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama dinamakan komunitas. Misalnya komunita padang sabana yang terdiri atas populasi rumput, populasi akasia, populasi belalang, populasi singa, populasi alang-alang.

9. Tingkat Ekosistem
Eksosistem adalah interaksi antara populasi-populasi penyusun komunitas dengan lingkungan abiotiknya (sinar matahari, air tanah udara).

10. Tingkat Bioma
Kumpulan ekosistem yang melingkupi wilayah yang luas akan membentuk bioma. Bioma dicirikan dengan kenampakan vegetasi yang khas dan dipengaruhi garis lintang. Contoh bioma adalah bioma gurun, bioma hutan huja, bioma hutan gugur, bioma taiga, bioma tundra, bioma sabana, bioma stepa.
Kenampakan bioma sabana

Minggu, November 8

Ciri-Ciri dan Persebaran Bioma Gurun di Permukaan Bumi

Ciri-Ciri dan Persebaran Bioma Gurun di Permukaan Bumi

Bioma gurun adalah salah satu bioma daratan yang bertipe arid atau kering. Gurun menutupi satu per lima daratan bumi.
 
Ciri fisik bioma gurun secara umum adalah curah hujan sangat rendah sepanjang tahun (kurang dari 50 centimeter).
 
Bioma gurun terbagi menjadi 4 tipe yaitu gurun arid, gurun semi-arid, gurun pesisir dan gurun dingin. Setiap gurun ini memiliki karakteristik mulai dari level kekeringan, iklim, suhu dan lokasi.
 
Kondisi Suhu 
Meski gurun punya variasi jenis seperti diatas, namun secara umum bioma ini dapat dideskripsikan secara umum. Fluktuasi suhu setiap hari (amplitudo harian gurun) sangat ekstrim dibandingkan daerah humid atau basah.

Saat siang hari gurun cepat menyerap panas namun saat malam hari sangat cepat melepas panas. Renahnya kelembaban udara di gurun juga sering disebabkan karena sedikitnya tutupan awan yang pada dasarnya mampu menyimpan panas.

Bioma gurun pasir

Curah Hujan di Gurun
Curah hujan di bioma gurun sangat unik. Saat terjadi hujan di daerah gurun, presipitasi selalu datang cepat dan singkat yang dipisahkan oleh periode musim panas panjang.
 
Hujan yang turun akan langsung mengalai evaporasi, bahkan di beberapa gurun yang sangat kering, presipitasi tidak sampai menyentuh tanah (hujan virga).
 
Tekstur pasir di gurun umumnya kuarsa dan tanah gurun sangat minim mengalami pelapukan.
 
Vegetasi yang hidup di daerah gurun sangat sedikit karena faktor kondisi cuaca dan tanah disana yang panas. Beberapa tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan gurun adalah kaktus, akasia dan palem (kurma). 
 
Untuk fauna bioma gurun, beberapa diantaranya adalah unta, kadal, ular, kalajengking, tikus, kucin gurun. 
 
Contoh fauna dan vegetasi gurun

Karakteristik Bioma Gurun
Berikut ini beberapa karakteristik fisik khusus dari gurun:
1. curah hujan < 250 mm per tahun.
2. amplitudo suhu (perbedaan suhu) harian siang dan malam ekstrim.
3. evaporasi tinggi.
4. tekstur pasir kuarsa.
5. biodiversitas minim 
 
Gurun pantai

Tipe-Tipe Bioma Gurun
1. Gurun Arid, memiliki ciri panas, kering dan terbentuk di wilayah lintang rendah. Suhu cenderung hangat sepanjang tahun, meski sangat panas saat puncak musim panas. Curah hujan di guru tipe ini sangat minim dan lebih dominan evaporasi. Gurun Arid tersebar di Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia Selatan dan Australia. Contoh gurun arid adalah Gurun Sonoran,Gurun Sahara dan Gurun Kalahari.
 
2. Gurun Semi-Arid, memiliki ciri tidak sepanas dan sekering gurun arid. Gurun tipe ini mengalami musim panas kering, musim dingin yang panjang dengan diselingi presipitasi. Gurun semi arid tersebar di Amerika Utara, Newfoundland, Greenland, Eropa dan Asia.
 
3. Gurun Pesisir, terbentuk di wilayah barat benua sekitar ekuator. Pada lokasi ini, arus laut dingin bergerak menyusuri pantai dan pesisir dan menghasilkan kabut tebal diatas gurun. Meski kelembaban di gurun pantai ini cukup tinggi, presipitasi tetap sangat jarang. Contoh gurun pantai/pesisir adalah Gurun Atacama dan Gurun Namibia.
 
4. Gurun Dingin, memiliki ciri suhu rendah dan musim dingin panjang. Gurun dingin terdapat di Arktik, Antartika dan diatas pegunungan tinggi. Banyak area bioma tundra yang berubah menjadi gurun dingin saat musim dingin. Gurun dingin menerima presiptasi cukup banyak dibanding gurun lain pada umumnya. Contoh gurun dingin adalah gurun Gobi di Asia.
Kaktus gurun
 Gambar: disini, disini, disini

Selasa, Agustus 25

Faktor Edafik Penyebaran Flora dan Fauna

Faktor Edafik Penyebaran Flora dan Fauna

Salah satu faktor penyebaran flora dan fauna di bumi adalah tanah atau edafik. Tanpa tanah maka tidak akan ada kehidupan yang kompleks di planet bumi ini.

Faktor edafik adalah faktor yang berkaitan dengan struktur dan komposisi tanah yang terdapat pada suatu wilayah tertentu.

Tanah adalah komponen utama habitat tumbuhan dimanapun. Tanah mengandung unsur mineral, organik, air dan udara. Tanah subur mengandung sekurang-kurangnya 40% mineral, 10% bahan organik, 15% air dan 25% udara.

Karakteristik tanah secara signifikan menentukan kemampuan perakaran dan asupan nutrisi terhadap tumbuhan melalui tekstur dan struktur tanah. Coba kamu ambil segenggam tanah di pekarangan rumah, pastinya akan ada tanah yang berbutir halus dan ada juga tanah yang berbutir kasar.
Faktor edafik berkaitan dengan tanah
Faktor edafik meliputi hal-hal berikut:
1. Kedalaman lapisan tanah atau solum tanah, memengaruhi akses terhadap air, nutrisi dan stabilitas struktural tumbuhan.

2. Tekstur dan struktur tanah memengaruhi kerapatan tanah (bulk density) dan stabilitas agregat tanah, ruang pori, udara tanah, serta ketersediaan air di dalam tanah. Kerapatan tanah yang sangat intens akan menghambat proses pembenihan.

3. Muatan materi organik di dalam tanah memengaruhi sifat tanah, stabilitas struktur tanah, kapasitas menahan air tanah, warna tanah, retensi dan mobilitas polutan serta kapasitas penyangga.

4. Derajat keasaman atau pH adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dan larutan berair dan menunjukkan tingkat asam atau alkalinitas. Nilai pH tanah berpengaruh terhadap pada ketersediaan ion mineral dan sampai batas tertentu dapat menentukan jenis vegetasi yang akan tumbuh.

5. Kejenuhan basa yang menjadi pasokan nutrisi penting yang optimal diinginkkan untuk menghindari gejala kekurangan nutrisi, meningkatkan kerentanan terhadap hama dan penyakit, serta pengurangan hasil panen secara konsekuen.

Faktor penyebaran fauna terestrial sangat bergantung pada komunitas tumbuhan atau vegetasi pada suatu daerah. Jadi fauna atau hewam akan mengikuti persebaran tumbuhan sesuai dengan habitatnya.

Ada banyak jenis tanah di permukaan bumi ini khususnya di Indonesia mulai dari tanah vulkanik, tanah aluvial, tanah kapur, tanah laterit, tanah gambut dan lainnya. Vegetasi tanah vulkanik tentu akan berbeda dengan vegetasi pada tanah kapur misalnya.

Di tanah vulkanik banyak dijumpai pohon pinus sementara di tanah kapur banyak dijumpai pohon jati.

Fauna di daerah tanah bertipe basah dan lembab tentu akan berbeda pula dengan fauna di daerah tanah kering seperti di gurun. 

Jumat, Februari 21

Syarat Terjadinya Spesiasi Mahluk Hidup

Syarat Terjadinya Spesiasi Mahluk Hidup

Spesiasi merupakan proses pembentukan spesies, yang pada dasarnya dapat digunakan sebagai saksi hidup mengenai apa yang terjadi di masa lalu. 

Dengan begitu proses spesiasi dapat dianggap pula sebagai bukti otentik bahwa evolusi berlangsung.

Contoh spesiasi adalah burung finch Galapagos. Spesies yang berbeda dari burung ini hidup di pulau yang berbeda di kepulauan Galapagos, yang terletak di Samudra Pasifik Amerika Selatan. 

Burung finch diisolasi dari satu sama lain oleh laut. Selama jutaan tahun, setiap spesies burung finch mengembangkan paruh unik yang secara khusus disesuaikan dengan jenis makanan yang dimakannya. 

Beberapa finch memiliki paruh besar dan tumpul yang dapat memecahkan cangkang keras kacang dan biji. Burung finch lain memiliki paruh panjang dan tipis yang dapat mengisap bunga kaktus tanpa burung ditusuk oleh duri kaktus.  

Masih ada finch lain yang memiliki paruh ukuran sedang yang dapat menangkap dan menangkap serangga. Karena mereka terisolasi, burung-burung itu tidak berkembang biak satu sama lain dan karenanya berkembang menjadi spesies unik dengan karakteristik unik. Fenomena ini  disebut spesiasi allopatric.

Namun spesiasi dapat terjadi bilamana memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan itu adalah terjadinya perubahan lingkungan, adanya relung kosong dan ada keanekaragaman suatu kelompok.
Finch Galapagos

1. Adanya Perubahan Lingkungan
Pada materi biologi sebelumnya telah digambarkan bahwa perubahan-perubahan evolusi yang terjadi disebabkan oleh perubahan frekuensi suatu alel (gen yang memiliki lokus (posisi pada kromosom) yang sama, tetapi memiliki sifat bervariasi yang disebabkan mutasi pada gen asal) tertentu karena adanya kondisi lingkungan tertentu. 

Adanya bencana alam seperti glasiasi, vulkanisme atau pergerakan benua dan proses lainnya menyebabkan perubahan global yang menyebabkan timbulnya kepunahan masa di bumi.

Kepunahan masa ini akan menimbulkan relung-relung kosong yang dalam waktu lama relung tersebut baru akan terisi kembali. Apabila tidak ada relung yang kosong, tidak ada tempat bagi suatu spesies untuk mengalami spesiasi.

2. Adanya Relung (Niche) yang Kosong
Relung adalah tempat hidup dan interaksi suatu organisme. Suatu spesies selalu menempati relung tertentu. Suatu relung pada umumnya hanya dapat ditempati satu jenis saja. Bila relung itu kosing artinya tempat tersebut tidak dihuni suatu organisme. Dampaknya adalah banyak organisme yang berusaha menempati relung tersebut.

3. Adaya Keanekaragaman suatu Kelompok Organisme
Dalam ekosistem pasti akan ada ada sejumlah organisme yang mencoba mengisi relung yang kosong. Keberhasilan suatu organisme mengisi relung ditentukan oleh berapa besar kecocokan organisme tersebut dibandingkan dengan persyaratan dari relung yang kosong.

Minggu, Januari 19

Proses Evaporasi, Transpirasi dan Evapotranspirasi

Proses Evaporasi, Transpirasi dan Evapotranspirasi

Air mengalami perpindahan dari permukaan bumi ke atmosfer dalam dua bentuk mekanisme yaitu evaporasi dan transpirasi. 

Evaporasi dapat diartikan sebagai proses dimana air berubah wujud menjadi gas/uap. Evaporasi dapat terjadi dimana pun selama ada air disana. 

Evaporasi membutuhkan kelembaban atmosfer yang lebih sedikit dibandingkan evaporasi permukaan tanah (pada kelembaban relatif 100% tidak ada evaporasi). 

Evaporasi membutuhkan jumlah energi yang sangat besar, contohnya saja evapirasi 1 gram air membutuhkan 600 kalori energi panas.

Transpirasi adalah proses hilangnya air dari tanaman melalui stomata. Stomata adalah lubang mikro yang ditemukan pada daun, menghubungkan ke jaringan tanaman. 

Pada kebanyakan vegetasi, transpirasi bersifat pasif karena dikontrol oleh kelembaban atmosfer dan tanah. Transpirasi pada tumbuhan hanya 1% saja yang digunakan untuk pertumbuhan. 

Transpirasi juga mengangkut nutrisi dari tanah menuju akar dan menyebarkannya ke jaringan tumbuhan agar tidak kering. Beberapa tanaman di lingkungan ekstrim punya kemampuan membuka dan menutup stomata. 

Adaptasi ini penting untuk membatasi kehilangan air dari jaringan tumbuhan. Tanpa adaptasi ini maka tanaman tidak dapat bertahan dibawah kondisi sangat panas/kering.
Proses evapotranspirasi
Kadang kita susah sekali membedakan antara evaporasi dan transpirasi sehingga sering menggabungkannya menjadi evapotranspirasi.  Jumlah evapotranspirasi di permukaan bumi dikontrol oleh 4 faktor yaitu:

1. Energi
Semakin besar energi tersedai maka jumlah evapotranspirasi akan meningkat. Seperti sudah disebutkan bahwa dibutuhkan 600 kalori panas untuk mebgubah 1 gram air menjadi gas/uap.
2. Gradien Kelembaban
Jumlah dan volume uap air di atmosfer akan meningkat pada udara kering dibandingkan udara basah.
3. Kecepatan Angin
Banyak petani kita mengamati bahwa tanaman membutuhkan air cukup banyak saat angin bertiup kencang dibandingkan saat angin sepoi-sepoi pada saat kondisi suhu yang sama. Fakta ini membuktikan bahwa angin meningkatkan potensi evapotranspirasi. 

Proses evapotranspirasi menggerakan uap air dari tanah atau permukaan air ke atas permukaan yang tipis hanya beberapa sentimeter diatas tanah/air. Saat lapisan ini jenuh air maka evapotranspirasi terhenti. 

Angin dapat melepas lapisan ini dengan udata kering yang akan meningkatkan potensi evapotranspirasi.
4. Ketersediaan Air
Evapotranspirasi tidak dapat terjadi jika tidak ada perairan.

Kebanykan evapotranspirasi terjadi di permukaan bumi pada samudera di daerah subtropik. Pada daerah ini, intensitasi radiasi memengaruhi proses penguapan. Evapotranspirasi akan melebihi presipitasi di wilayah tropis dan lintang tinggi selama musim panas. Jadi kuncinya ada pada pemanasan atau tingkat radiasi matahari.

Minggu, Mei 5

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm

Tumbuhan atau vegetasi terebar secara tidak merata di permukaan bumi ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebaran vegetasi salah satunya iklim dan cuaca.

Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah yang luas. Kondisi iklim tiap daerah berbeda-beda.

Iklim ini cukup dominan mempengaruhi pola sebaran flora dan fauna. Setiap zona iklim punya komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri.

Vegetasi di daerah tropis seperti Indonesia akan berbeda dengan vegetasi di wilayah Sahara tentunya. Salah satu komponen cuaca adalah suhu atau temperatur.

Suhu menujukkan energi yang dimiliki suatu benda. Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmosfer. Suhu udara dipengaruhi beberapa faktor seperti lama penyinaran, letak lintang, tutupan vegetasi, awan dan ketinggian.

Khusus dalam dunia tumbuhan, suhu udara adalah salah satu faktor pengendali sebaran vegetasi sesuai dengan letak lintang, topografi dan ketinggiannya.

Augustin P de Candolle seorang botanis asal Siwss membagi jenis vegetasi atas dasar korelasinya dengan suhu ke dalam 3 kelas vegetasi.

1. Megaterm
Megaterm adalah jenis tumbuhan yang hidup di daerah bersuhu tinggi atau beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Contohnya adalah vegetasi hutan hujan tropis seperti di Indonesia.

Dikarenakan lingkungannya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang vegetasi maka hutan hujan punya spesies yang heterogen. Hutan tropis tersebar di Indonesia, Amazon, Afrika Tengah, Papua Nugini. Di Indonesia hutan hujan ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

2. Xerofita
Xerofita adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi atau beriklim tropis namun dengan curah  hujan rendah. Contohnya wilayah gurun dan ekosistem semiarid.

Kelas vegetasi ini juga masuk klasifikasi menurut kelembapan udara. Xerofita bisa ditemukan di wilayah pantai Parangtritis Yogyakarta.

3. Mesoterm
Mesoterm adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim sedang atau subtropis dan punya pergantian suhu rendah dan tinggi. Contohnya adalah tumbuhan hutan gugur tropis. Daerah beriklim bercirikan musim kering yang panjang kemudian diikuti musim hujan yang lebat.

Di musim kering, vegetasi beradaptasi dengan merontokkan daunnya untuk mengurangi evaporasi. Vegetasi mesoterm di Indonesia ada di Jawa Tengah, Jawa Timut, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.
Perbedaan Megaterm, Xerofita, Mesoterm, Mikroterm dan Hekistoterm
Hutan pinus yang sejuk
4. Miroterm
Mikroterm adalah tipe vegetasi yang hidup di daerah beriklim dingin dengan suhu relatif lebih rendah sepanjang tahun. Vegetasi yang tumbuh di daerah ini umumnya pohon tinggi dengan daun jarum seperti pohon tipe konifer. Vegetasi ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan seperti hutan pinus.

5. Hekistoterm
Hekistoterm adalah jenis vegetasi yang tumbuh dan berkembang di daerah kutub dengan suhu ekstrim dingin sepanjang tahu. Contohnya adalah tundra alpin sejenis lumut-lumutan.

Daerah kutub punya lama penyinaran yang minim alias singkat. Jadi vegetasi hekistoterm punya masa perkembangan yang singkat. Vegetasi ini di Indonesia bisa dijumpai di Puncak Jaya Wijaya.

Jumat, Mei 3

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Ekosistem Bioma Hutan Taiga/Boreal di Bumi

Bioma taiga dominan berlokasi di wilayah antara subtropik dan daerah kutub seperti di Semenanjung Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska dan Kanada. 

Bioma taiga bisa ditemukan juga pada wilayah pegunungan tinggi beriklim dingin. Bioma taiga merupakan bioma terluas di dunia dan hanya didominasi satu spesies pohon.

Ciri-Ciri Ekosistem Bioma Taiga
a. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi. Di musim panas suhu sangat tinggi sebaliknya di musim dingin suhu sangat rendah.
b. Pertumbuhan terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Flora Ekosistem Taiga
Karena keadaannya khusus ini mak ajenis vegetasi yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pada bioma taiga adalah hanya tumbuhan tertentu saja. 

Oleh sebab itulah jenis vegetasi di hutan taiga tidak begitu banyak seperti halnya di hutan tropik. Ciri hutan taiga lainnya adalah vegetasi mengelompok dengan jenis yang sama.

Jenis tumbuhan yang hidup di hutan taiga adalah pohon jarum penghasil bahan kertas, korek api dan lainnya seperti konifer, spruce, alder, birch, juniper, cemara dll. 

Wilayah hutan tundra dan taiga dipisahkan garis yang dikenal sebagai batas pohon.
Hutan taiga di Siberia
Fauna Ekosistem Taiga
Dikarenakan jenis vegetasi yang merupakan produsen pada bioma ini minim maka jenis hewan yang mampu beradaptasi dengan bioma ini sedikit. 

Binatang khas taiga adalah moose dan hewan lainnya adalah beruang hitam, ajak dan marten. 

Selain itu pada bioma taiga juga banyak burung yang senang bermigrasi saat musim gugur dan dingin.

Pada musim dingin beberapa hewan seperti bajing, beruang dan serangga tidur berhibernasi cukup lama. 

Burung-burung pemakan serangga pindah ke daerah tropis sementara burung pemakan biji mencari biji konifer. 

Hewan seperti moose dan caribou tetap bertahan hidup. Lynx atau kucing buas dari Amerika Utara dan ajak berburu kelinci di hutan konifer sepanjang tahu.

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Minggu, Februari 17

Biologi Kelas 11: Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma

Biologi Kelas 11: Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma

Hai teman-teman, sekalian kali ini saya akan coba berbagi materi biologi terkait dengan sifat fisika dan kimia protoplasma. 

Protoplasma adalah senyawa kimia penyusun sel. Protoplasma merupakan istilah umum dari sitoplasma yang mengelilingi nukleus. 

a. Sifat Fisika
Protoplasma punya sifat fisika sebagai berikut:
1. Cairannya bsersifat koloid dengan ukuran partikel 0,001 -0,1 mikrometer
2. Cairannya dapat mengahantarkan arus listrik karena mengandung garam-garam elektrolit yang dapat terionisasi
3. Efek Tyndall yaitu kemampuan menghamburkan cahaya bila arah datangnya sinar mengenai sistem koloid.
4. Gerak Brown yaitu gerak partikel-partikel protoplasma yang tidak beraturan karena adanya molekul air. Partikel-partikel pada sistem koloid protoplasma bergerak secara zig-zag. Gerak Brown ini biasanya terjadi dalam larutan koloidal dan gerakannya tergantung pada temperatur serta ukuran partikel. Adanya gerak Brown menyebabkan berpencarnya parikel-partikel koloid ke seluruh bagian sel sehingga transportasi zat dapat terjadi guys.
5. Viskositas yaitu tegangan permukaan yang terjadi karena adanya tarikan antara partikel-partikel di permukaan matriks protoplasma dan partikel-partikel yang ada di bawahnya. Tegangan permukaan berubah-ubah tergantung dari kekentalan cairan dan suhu. Pada suhu tinggi protoplasma memiliki viskositas rendah.
6. Koagulasi yaitu penggumpalan partikle koloid sehingga terbentuk endapan. Koagulasi dapat terjadi secara fisik melaluli pemanasan, pendinginan dan pengadukan. Koagulasi juga dapat terjadi secara kimia melalui penambahan elektrolit dan pencampuran koloid yang berbeda muatan.
Biologi Kelas 11: Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma
Ilustrasi protoplasma
b. Sifat Kimia
Sifat-sifat kimia yang dimiliki olhe protoplasma adalah sebagai berikut
1. Terdiri dari senyawa-senyawa organik dan anorganik
2. Mengandung enzim sebagai biokatalisator
3. Mempunyai pH netral sekitar 6,8-7,2

Contoh Soal Sifat Fisika dan Kimia Protoplasma
1. Senyawa organik yang menyusun protoplasma adalah ....
a. lipid, protein, air dan garam mineral
b. karbohidrat, protein, lipid dan garam mineral
c. karbohidrat, asam nukleat, lipid dan air
d. lipid, protein, CO2 dan N2
e. lipid, protein, karbohidrat dan asam nukleat

Contoh soal 2
2. Protoplasma memiliki beberapa sifat fisika dan kimia. Yang termasuk bukan sifat fisika protoplasma adalah ....
a. efek Tyndall
b. grak Brown
c. dapat mengalami perubahan kekentalan
d. tersusun dari senyawa organik dan anorganik

Rabu, Mei 23

7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur

7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur

Pernahkah kamu makan jamur?. Bagaimana rasanya?. Atau pernahkah kamu melihat jamur tumbuh di dinding rumah, pohon atau tempat lainnya?. 

Jamur adalah organisme eukariotik yang diklasifikasikan ke dalam Kingdom mereka sendiri yaitu Fungi. Dinding sel fungi mengadung kitin, polimer yang mirip dalam struktur glukosa. 

Tidak seperti tumbuhan pada umumnya, jamur gak punya klorofil sehingga tidak mampu membuat makanan sendiri. 

Jamur ini guys biasa memperoleh nutrisi dari penyerapan. Mereka melepaskan enzim pencernaan ke lingkungan yang membantu proses ini. 

Jamur ini ada banyak sekali macamnya di dunia guys, dan ada fakta-fakta menarik tentang jamur yang harus kamu ketahui khususnya dalam bidang kedokteran. Berikut 7 fakta tentang fungi yang harus kamu tahu:
7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur
Jamur bercahaya di malam hari
1. Jamur dapat mengobati penyakit
Kita sudah tahu tentang antibiotik yang dinamakan penicillin bukan?. Tahukah anda bahwa antibiotik ini dihasilkan dari jamur?. 

Pada 1929 seorang dokter di Inggris menulis sebuah makalah tentang apa yang ia sebut sebagai penicillin yang berasal dari jamur Penicillium notatum (sekarang dikenal Penicillium chrysogenum). 

Ia memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri. Penemuan dan penelitiannya sangat berpengaruh pada pengembangan antibiotik di dunia dan berjasa dalam menyelamatkan nyawa jutaan manusia.

2. Jamur dapat meninmbulkan penyakit
Banyak penyakit juga bisa dihasilkan dari jamur ini guys contohnya kurap dan panu. Panu dan kurap biasa muncul di kulit dan menyebabkan gatal-gatal guys.

3. Jamur penting bagi lingkungan
Fungi memainkan peranan penting bagi lingkungan khususnya siklus nutrisi. Jamur adalah salah satu pengurai utama materi organisme yang mati. 

Tanpa jamur, dedaunan, pohon mati dan bahan organik lain yang tubuh di hutan tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 

Contohnya nitrogen adalah elemen penting yang dihasilkan oleh jamur saat mendekomposisi materi organik.

4. Jamur dapat hidup lama
Tergantung kondisi lingkungan, banyak jamur hidup dalam waktu lama dan beberapa jenis dapat tumbuh dan hidup tidak aktif selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun.

5. Jamur memiliki racun
Beberapa jamur itu beracun guys dan beberapa sangat beracun hingga dapat menimbulkan kematian langsung pada hewan dan manusia. Jamur mematikan sering mengandung zat yang dikenal sebagai amatoxins. 

Amatoxins biasanya sangat baik dalam menghambat  RNA polimerase II. Tanpa polimerase II metabolisme sel akan berhenti.

6. Jamur dapat mengendalikan hama
Beberapa spesies jamur mampu menekan pertumbuhan serangga dan nematoda yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Biasanya jamur yang dapat memiliki kemampuan ini adalah bagian dari kelompok yang disebut hpphomycetes.

7. Jamur adalah organisme terbesar yang hidup di bumi
Jamur yang dikenal sebagai jamur maduadalah organisme hidup terbesar di planet ini. Ia diyakini berusia 2400 tahun dan mencakup lebih dari 2.000 hektar. Yang menariknya, ia membunuh pepohonan saat ia menyebar.

Fakta lain membuktikan bahwa jamur bisa digunakan untuk menghasilkan asam sitrat yang  digunakan dalam pembuatan minuman. Beberapa jamr juga bisa menghasilkan cahaya sendiri atua bioluminescent yang bersinar dalam gelap. 

Mungkin masih banyak jenis jamur yang belum diteliti dan masih menjadi misteri bagi manusia.  

Gambar: disini

Selasa, Mei 22

Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya

Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya

Coba kamu perhatikan lingkungan sekitar kamu, pasti akan menemukan berbagai macam hewan dan tumbuhan bukan?.

Inilah Indonesia, negara yang kaya akan keanekaragaman hayati alias biodiversitas. Lalu bagaimana manfaatn biodiversitas ini bagi Indonesia dan seperti apa tantangannya di masa depan?. 

Kita akan ulas dulu tentang pengertian biodiversitas terlebih dahulu. Biodiversitas adalah keseluruhan gen, spesies dan ekosistem di suatu kawasan. Indonesia sangat kaya akan biodiversitas baik di daratan maupun di perairannya.

Jika diurutkan alias di rank, Indonesia masuk ke dalam 17 negara yang punya biodiversitas tinggi. Negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, AS, Australia, Kolombia, Kongo, Madagaskar, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru dan Venezuela. 

Hutan hujan tropis kita ini berada di urutan ketiga di bawah Brasil dan Kongo dengan keanekaragaman spesies tertinggi di dunia.

Negara mega diversitas ini dihuni oleh setidaknya 2/3 dari semua spesies vertebrata non ikan dan 3/4 dari semua spesies tumbuhan tinggi. 

Selain itu dikenal pula istilah Hotspot Biodiversitas yaitu skema andalan konservasi yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan panggalangan dana untuk wilayah-wilayah di dunia dengan jumlah spesies endemik yang lebih banyak dan dengan ancaman kepunahan yang lebih. 

Terdapat 35 daerah hotspot biodiversitas di dunia dan dua diantaranya ada di Indonesia yaitu Paparan Sunda dan Wallace. Jadi luar biasa besar kekayaan hayati Indonesia itu sesungguhnya. 

Selain dua daerah hotspot tadi, Indonesia punya daerah ekosistem yang masih utuh yaitu Papua. Papua punya ekosistem liar, alami dan punya keanekaragaman hayati tinggi.
Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya di Indonesia
Hutan hujan penjaga biodiversitas daratan
Sementara itu di perairan, Indonesia punya biodiversitas lautan tertinggi di dunia. Segitiga koral berisi keanekaragaman karang tertinggi di dunia dengan jumlah 76% spesies dari seluruh spesies karang dunia. Kepala burung Papua adalah daerah perairan dengan spesies karang tertinggi di dunia yaitu 574 jenis.

Manfaat Biodiversitas
Lalu apa saja manfaat dari biodiversitas ini?.
1. Menyediakan jasa bagi ekosistem seperti air minum, pembentukkan dan perlindungan tanah, penyimpanan dan daur hara, mengurangi dan menyerap polusi, menjaga stabilitas iklim, melindungi ekosistem dan membantu penyerbukan tanaman.
2. Sumber daya hayati seperti makanan, obat-obatan, bahan baku industri, tanaman hias, stok pemuliaan dan penyimpanan populasi.
3. Manfaat sosial untuk pendidikan, rekreasi, penelitian dan kebudayaan.

Tantangan Biodiversitas
Saat ini populasi manusia melesat tajam yang berakibat pada peningkatan konsumsi sehingga menurunkan keanekaragaman hayati. Di luar itu, perubahan iklim juga menyebabkan perubahan baik di laut maupun daratan. 

Perubahan iklim dan kepunahan spesies adalah tantangan besar bagi umat manusia saat ini dan di masa depan. Diperkirakan kita akan kehilangan 20-50% dari semua spesies di abad berikutnya, sehingga konservasi mutlak diperlukan. 

Konversi hutan tropis menjadi kawasan urban menyebabkan penurunan signifikan dari jumlah hayati di dalamnya. Vegetasi tidak hanya mendukung untuk flora namun juga habitat bagi fauna. 

Hutan tropis alami mampu mendukung kehidupan 704 spesies sementara hutan yang terdegradasi hanya mampu mendukung sekitar 54 spesies saja.

Baca juga: Klasifikasi tumbuhan menurut kelembapan udara

Senin, Mei 7

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom

Klasifikasi dalam biologi diperlukan agar berbagai mahluk hidup dapat dikelompokkan dan dibedakan satu sama lain.  

Klasifikasi yang didasarkan pada hubungan filogenetik mengalami berbagai perkembangan guys. Klasifikasi ini diakui dan dipakai secara internasional. 

Hingga kini ada beberapa sistem klasifikasi yang diperkenalkan oleh sistem taksonomi diantaranya sistem dua kingdom, tiga kingdom dan empat kingdom.

1. Sistem Dua Kingdom
Klasifikasi sistem dua kingdom ini dikeluarkan oleh Aristoteles. Dalam sistem ini organisme dibagi ke dalam dua kerajaan yaitu plantae dan animalia.
a. Kingdom Plantae (Kerajaan Tumbuhan)
Kerajaan tumbuhan atau flora memiliki ciri : terdapat dinding sel yang tersusun atas selulosa sehingga selnya kaku, berklorofil dan mampu berfotosintesis. Meski tidak berklorofil, bakteri dan jamur masuk dala kategori kerajaan tumbuhan. Ganggang, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan berbiji juga masuk kingdom plantae.
b. Kingdom Animalia (Kerajaan Hewan)
Ciri-ciri kingdom animalia adalah: tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas. Yang masuk kategori hewan adalah Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan Chordata.
Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom
Tumbuhan dan Hewan
2. Sistem Tiga Kingdom
Klasifikasi tiga kingdom dikemukakan oleh Ernst Haekel pada 1866. Dalam klasifikasi ini, ahli mengelompokkan mahluk hidup ke dalam 3 kingdom Monera, Plantae dan Animalia.
a. Kingdom Monera
Ciri-cirinya adalah tubuh tersusun atas satu sel atau banyak sel, inti sel tanpa selubung atau prokariotik. Yang masuk kategori Monera adalah bakteri dan ganggang biru.
b. Kingdom Plantae
Di dalam kerajaan tumbuhan terdapat bakteri, alga, jamur, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan biji.
c. Kingdom Animalia
Sama seperti sistem dua kingdom, dimulai dari Protozoa sampai Chordata.

3. Sistem Empat Kingdom
Sistem ini berkembang setelah ditemukannya inti sel. Orang yang pertamakali mengemukakannya adalah Robert Whittaker pada 1959. Ada organisme yang inti selnya tidak memiliki membran inti yaitu bakteri dan ganggang biru. 

Oleh karena itu bakteri dan ganggang biru disebut organisme prokariotik. Sementara organisme yang didalam selnya terdapat inti yang diselubungi oleh membran inti dikenal sebagai organisme eukariotik. 

Misalnya jamur, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Berikut ini sistem empat kingdom:
a. Kingdom Monera
Semua anggota kingdom Monera punya inti tanpa membran.
b. Kingdom Fungi
Semua jamur dimasukan dalam Kingdom Fungi.
c. Kingdom Plantae
Semua ganggang kecuali ganggang biru, lumut, paku pakuan, dan tumbuhan biji dimasukan dalam kerajaan tumbuhan.
d. Kingdom Animalia
Semua hewan mulai Protozoa hingga Chordata dimasukan dalam kerajaan hewan atau animalia. 

Gambar: disini

Jumat, Mei 4

Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

Indonesia punya biodiversitas tinggi di dunia dibawah Brazil, Kongo dan Zaire. Saat Alfred Russel Wallace datang ke Indonesia pada tahun 1856 ia meemukan perbedaan besar jenis fauna di wilayah Indonesia yang jaman dahulu bernama Hinda Belanda. 

Saat ia datang ke Bali dan Lombok ia menemukan perbedaan jenis hewan diantara Bali dan Lombok. 

Di Bali terdapat hewan-hewan yang masuk sifat hewan Oriental sementara di Lombok hewannya mirip Australis. 

Dengan dasar itulah ia kemudian membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari Selat Lombok ke utara melewati Selat Makassar dan Filipina Selatan. Garis ini disebut Garis Wallace.

Indonesia dibagi menjadi dua wilayah zoogeografi yang dibatasi oleh Garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju selatan hingga ke Selat Lombok. 

Jadi garis Wallace memisahkan wilayah Oriental yaitu Sumatera, Jawa, Bali dan Sumatera dengan wilayah Australia yaitu Sulawesi, Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Setelah Wallace, Weber seorang ahli zoologi Jerman juga mengadakan penelitian tentang penyebaran hewan-hewan di Indonesia. 

Weber melihat bahwa hewan-hewan di Sulawesi tidak dapat sepenuhnya dikelompokkan sebagai hewan Australia. Hewan-hewan itu ada yang punya sifat seperti halnya hewan di wilayah Oriental. 

Oleh karena itulah Weber mengatakan bahwa fauna Sulawesi itu adalah jenis fauna Peralihan. Weber lalu membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara Kepulauan Aru. 

Sulawesi adalah pembatas antara wilayah Oriental dan Australia. Sulawesi dihuni oleh sebagian hewan Oriental dan sebagian hewan Australis. Contohnya ada oposum yang berasal dari Australia namun juga ada kera Macaca dari Oriental.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Harimau Sumatera
a. Fauna Daerah Oriental
Fauna di wilayah Oriental meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak spesies mamalia yang berukuran besar seperti gajah, banteng, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
2. Terdapat berbagai macam kera. Kalimantan adalah pulau yang paling kaya akan jenis-jenis primata seperti bekantan, tarsius, loris hantu dan orangutan.
3. Terdapat fauna endemik atau khas seperti:
- Badak bercula satu di Ujung Kulon
- Binturong yaitu hewan sebangsa beruang namun berukuran kecil
- Monyet
- Tarsius
- Kukang
4. Burung-burung Oriental memiliki warna yang kurang menarik dibanding burung-burung di daerah Australia, namun dapat berkicau. Burung-burung endemik ini diantaranya Jalak Bali, Elang Jawa, Elang Putih, Ayam Pagar, Ayam Hutan dan Murai Mengkilat.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Tarsius primata terkecil di dunia
b. Fauna Daerah Australis
Jenis fauna di Indonesia bagian timur meliputi Irian, Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ciri fauna wilayah ini mirip fauna Australis seperti:
1. Mamalia ukurannya kecil
2. Banyak hewan berkantung
3. Tidak terdapat spesies kera
4. Jenis burung punya warna beragam dan cantik

Papua punya lebih dari 100 spesies mamlia termasuk 13 spesies mamalia berkantung seperti kangguru, kuskus, bandicot dan oposum. Di Irian juga ada 27 spesies hewan pengerat dan 17 diantaranya merupakan spesies endemik lho!. 

Irian punya koleksi burung terbanyak dibanding pulau lain di Indonesia dan setengahnya adalah burung endemik. Cenderawasih adalah yang paling terkenal.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Burung Cenderawasih
Di Nusa Tenggara terutama di Pulau Komodo, Padar dan Rinca ada reptil purba Komodo. Selain itu Kuda Sumbawa yang gagah perkasa juga ada di Nusa Tenggara. Sulawesi merupakan daerah peralihan yang mencolok menurut Weber. 

Hewan yang ada di Sulawesi adalah kombinasi Oriental dan Australis diantaranya Tarsius, Musang Sulawesi, Babirusa, Maleo, Anoa, dan beberapa spesies Kupu-Kupu.

Kamis, April 26

Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya

Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya

Teman-teman pernahkah melihat lumut kerak yang menempel pada pohon?. Lalu apakah sama antara lumut biasa dengan lumut kerak?. 

Beda donk, makanya gurugeografi akan mencoba membahasanya disini. Lumut kerak terdiri dari dua jeni organisme ya guys, yaitu jamur dan ganggang yang hidup bersimbiosis mutualisme alias menguntungkan gak ada yang dirugikan. 

Mereka itu bersimbiosis sangat erat membentuk talus sehingga seakan-akan menyatu menjadi satu organisme. Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycota atau Basidiomycota dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu.

Talus lumut kerak yang hidup menempel pada batang pohon biasanya berbentuk lembaran tipis seperti kerak. 

Tau kerak telor gak?, nah kay agitu lah pokoknya. Talu sini tersusun atas miselium yang kompak di sebelah luat dan hifa yang tidak kompak di sebelah dalam. Diantara hifa itu adalah sel-sel ganggang.

Jamur hidup secara heterotrof sementara ganggang hidup secara autotrof. Jamur memperoleh makanan dari hasil fotosintesis ganggang. 

Cyanobacteria dalam lumut kerak juga berfungsi sebagai pengikat nitrogen. 

Sementara jamur menyediakan air, mineral, melakukan pertukaran gas dan perlindungan terhadap ganggang. Lumut kerak menyerap mineral yang dibutuhkan dari udara, debu atau air. Seandainya terpisah nih, ganggang atau jamur bisa nggak hidup mandiri?. 

Cara Reproduksi Lumut Kerak
Reproduksi aseksual lumut kerak dilakukan dengan cara fragmentasi. Fragmen atua potongan lumut kerak induk terlepas, jika jatuh di tempat yang cocok maka akan tumbuh menjadi individu baru. 

Reproduksi aseksual juga dilakukan dengan membuat struktur khusus yang disebut soredia yaitu beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hida yang terdapat pada permukaan halus lumut kerak.

Itulah sebabnya mengapa di permukaan talus lumut kerak terdapat bentukan seperti serbuk memutih kaya tepung., itulah soredia. Sel-sel ganggang ini dapat terlepas dan jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi lumut kerak batu.
Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya
Parmelia lumut kerak pada batang pohon
Tipe-Tipe Lumut Kerak
Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak dibagi ke dalam tiga tipe yaitu krusosa, foliosa dan frutikosa. 
a. Krustosa adalah lumut kerak yang terbentuk seperti kerak dan melekat erat pada substratnya seperti Physcia.
b. Foliosa adalah lumut kerak yang berbentuk daun seperti Parmelia.
c. Frutikosa adalah lumut kerak seperti semak atau menggantu seperti pita. Contohnya Usnea.

Manfaat Lumut Kerak
Lumut kerak ini guys memiliki beberapa manfaatn bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. dapat dibuat bahan dasar obat.
b. adapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma makanan.
c. pigmen yang dihasilkannya dapat dibuat kertas lakmus celup dan indikator pH.
d. pada daerah baerbatu, lumut kerak memulai pembentukkan tanah dengan melapukkan batuan dan menambahkan kandungan zat-zat yang dimilikinya.
e. dapat digunakan sebagai indikator pencemaran udara.

Gambar: disini

Minggu, April 22

Pengertian Garis Wallace dan Lydekker di Peta

Pengertian Garis Wallace dan Lydekker di Peta

Kalau kamu belajar geografi khususnya tentang sebaran flora fauna pastinya kamu akan menemukan Garis Wallace dan Lydekker di peta bukan?. 

Apa perbedaan garis Wallace dan Lydekker itu?. Garis Wallace adalah garis khayal atau imajiner di Indonesia antara Kalimantan dan pulau timur Sulawesi. 

Jalur ini memiliki makna karena memisahkan dua daerah zoogeografi yang masing-masing terkait dengan Asia dan Australia. Garis Wallace dibuat oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace.

Dalam penjelajahannya di Indonesia ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora fauna di Indonesia dan faunanya masih memiliki hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. 

Sementara di bagian lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna Asia. Baca juga: Contoh soal hots geografi

Ia dianggap sebagai ahli terkemuka abad ke 19 dalam bidang sebaran spesies binatang dan kadangkala dikenang sebagai bapak dari Biogeografi Evolusi sebuah kajian tentang spesies apa, hidup dimana dan mengapa. 

Ia adalah salah seorang pemikir revolusioner pada abad ke 19 dan memberikan banyak masukan ke dalam pembangunan teori evolusi selain juga salah seorang penemu dari teori seleksi alam.

Termasuk di dalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna dan juga efek Wallace, sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna. 

Wallace (8 Januari 1823-7 Nopember 1913) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan biologi dari Britania Raya. 

Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori yaitu seleksi alam. Ia banyak melakukan penelitian lapangan, penelitian pertamanya dilakukan di Sungai Amazon pada 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan setelah itu ke Indonesia. 
Pengertian Garis Wallace dan Lydekker di Peta
Garis Wallace dan Lydekker di Peta
Selama 8 tahun kemudian (1854-1862) ia menjelajah berbagai wilayah nusantara. Dari penjelajahan itu ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago. Selama ekspedisinya di nusantara diperkirakan ia telah menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 km. 

Melakukan 60 atau 70 kali perjalanan terpisah dan mengumpulkan 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050 spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia serta 100 spesimen reptil. 

Selebihnya mencapai 109.700 spesimen serangga termasuk spesies kupu-kupu yang ia sukai. 

Kebiasaan Wallace adalah mencatat perjalanannya dan menyelamatkannya ke Inggris melalui pos kapal-kapal dagang Eropa. 

Saat singgah ke Ternate antara tanggal 8 Januari - 25 Maret 1858 ketika Wallace terserang malaria ia masih memaksakan diri menulis surat dan mengirimkannya kepada ilmuwan Charles Darwin di Inggris.

Garis Lydekker adalah garis imajiner yang memisahkan daerah Wallace dengan Indonesia timur. Ia adalah seorang naturalis (ahli flora fauna, geologi, dan penulis buku ilmu pengetahuan alam yang lahir di London pada 1895. 

Ia menggambar garis pemisah biogeografi Australialis yang berada di bagian barat Indonesia dan Asialis yang berada di bagian timur Indonesia. Baca juga: Try Out UNBK Online Geografi
Sejarah Geologi Persebaran Fauna di Indonesia

Sejarah Geologi Persebaran Fauna di Indonesia

Biodiversitas fauna di Indonesia sangat tinggi dan menjadi kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Persebaran fauna di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi geologi Indonesia pada zaman dahulu dimana wilayah Indonesia pernah tergabung dengan wilayah benua Asia dan Australia yaitu kawasan Paparan Sunda (Sunda Shelf) dan Paparan Sahul (Sahul Shelf). 

Kesamaan fauna di Indonesia dengan fauna dari Asia dan Australia disebabkan karena adanya migrasi fauna dari kedua benua ke Indonesia pada zaman es. 

Pada saat itu terjadi penurunan permukaan air laut sehingga memudahkan fauna dari kedua benua melakukan migrasi ke Indonesia. Jadi geologi itu gus kaitannya dengan pergerakan lempeng tektonik ya.

2,6 juta tahun lalu (Pleistosen Akhir)
Zaman es berada di masa puncak dan pada periode ini hampir sepertiga muka bumi, terutama di daerah bumi paling utara dan selatan, tertutupi oleh es. Hal ini menyebabkan surutnya air laut secara tajam.   

Permukaan muka air laut yang turun sekitar 100-120 meter menyebabkan peluang bagi flora dan fauna untuk menyebar melalui daratan yang kering dari air laut walaupun dengan rentang waku migrasi yang cukup singkat. 

Fauna yang berhasil menapaki Indonesia bagian barat diantaranya kura-kura besar dan kudanil purba. 

Ketika suhu bumi mulai hangat kembali, kumpulan es ini mulai mencair dan membanjiri daerah daratan kering dan mengakibatkan banyak daratan yang terpisah-pisah oleh lautan.

Karena terisolasi di pulau dengan sumber makanan yang tidak seimbang akhirnya semua flora fauna ini mengalami kepunahan.
Sejarah Geologi Persebaran Fauna di Indonesia
Indonesia pada era Pleistosen

0,8 juta tahun yang lalu (Pleistosen Awal)
Migrasi fauna dari Asia yang sangat banyak, penurunan muka air laut sekitar 170 m karena rentang waktu migrasi yang cukup panjang. Karakteristik fauna yang datang ke Indonesia mirip dengan yang berasal dari India. 

Beberapa taxa fauna berhasil menapaki daerah Indonesia bagian barat. Salah satu fauna yang paling menjadi sorotan adalah gajah. Dari segi bentuk dan ukuran, jenis-jenis gajah purba ini sangat mirip dengan yang dari India Pakistan. 

Gajah merupakan hewan semi aquatik yang dapat berenang. Pada masa ini gajah diperkirakan mampu berenang ke kawasan yang tidak kering dan dipisahkan oleh lautan dalam. 

Dari barat menuju timur gajah ini dimungkinkan menyeberangi lautan ke Sulawesi dan hingga ke Flores. Kebanyakan fauna pada masa ini pun mengalami kepunahan sehingga tidak dapat ditemui di masa ini.

250 ribu, 150 ribu dan 17.000 tahun lalu (Pleistosen Akhir-Holosen)
Penurunan muka air laut berdampak besar pada keberadaan fauna-fauna Indonesia yang hidup dan keadaan geografis Indonesia yang hampir sama dengan sekarang. 

Penurunan muka air laut pada waktu itu sekitar 100 m. Karakter fauna Asia dan dominasi fauna dengan habitat hutan hujan merupakan ciri utama fauna Indonesia bagian barat yang memanjang dari Sumatera hingga Bali. 

Dimulai dari Lombok yang dipisahkan oleh lautan dalam dan arus tinggi dari Bali, distribusi fauna mulai berbeda. Hal ini lah yang disadari oleh Wallace sebagai ecozona tersendiri yang dia pisahkan dengan garis khayal.

Senin, April 2

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace merupakan salah satu ahli biogeografi pada abad ke 18. Ia memberikan banyak sumbangsih bagi perkembangan biogeografi di dunia.

Salah satu karya yang paling terkenal adalah zonasi persebaran fauna di permukaan bumi yang terbagi atas enam wilayah. Berikut penjelasannya:

Baca juga: Soal PTS Biosfer dan Poros Maritim

Nama Zona : Neartik
Persebaran : 
- Amerika Utara (AS dan Kanada):bagian timur (hutan gugur), bagian tengah (padang rumput_ dan hutan taiga.
- Greenland yang tertutup salju.
Jenis Fauna: Beruang cokelat, berang-berang, tupai salamander, bison, karibu, kelinci, kalkun dan bison.

Nama Zona : Neotropik
Persebaran :
- Daerah iklim tropik dan iklim sedang
- Meksiko selatan, Amerika tengah dan Amerika latin
Jenis fauna: kukang, armadilo, kelelawar pengisap darah, siamang, piranha, trenggiling, anaconda, kura-kura galapagos, belut listrik.

Nama Zona: Australis
Persebaran:
- Sebagian besar daerah iklim tropis dan sebagian iklim sedang.
- Australia, Selandia baru, Papua, Maluku, Oseania
Nama Fauna: Kangguru, koala, buaya, platipus, wallaby, burung pengisap madu, kiwi, kasuari.

Nama Zona : Oriental
Persebaran:
- Wilayah briklim tropik dan dominan hutan hujan.
- Benua Asia selaran dan Asia Tenggara (sampai wilayah peralihan)
Nama Fauna: Badak, harimau, orangutan, bekantan, gajah.

Nama Zona : Paleartik
Persebaran:
- Hewan bervariasi karena suhu di daerah tersebut tinggi dan curah hujan bervariasi.
- Wilayah Eurasia dari kutub utara hinga Himalaya, Afganistan, Afrika, Inggris, Jepang dan Selat Bering.
Nama Fauna: Lynx, landak, rusa kutub, bison, kambing gunung, panda, serigala, kelinci kutub, burung pelatuk.

Nama Zona : Ethiopian
Persebaran:
- Wilayah Afrika, Madagaskar dan daratan Arab selatan
- Bagian utara wilayah Ethiopian berupa gurun Sahara
nama Fauna: Gorila, simpanse, cheetah, jerapah, zebra, lemur, babon, singa, kudanil, unta.  

Baca juga: Contoh soal PAS Biosfer hots + kunci

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace
Peta zonasi fauna Wallace revisi

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close