Guru Geografi: Biogeografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 21

Ekosistem Bioma Air Tawar di Bumi

Ekosistem Bioma Air Tawar di Bumi

Ekosistem bioma air tawar merupakan salah satu jenis bioma yang umum dijumpai di permukaan bumi. Ekosistem air tawar memiliki kadar garam rendah. 

Air tawar memiliki kemampuan menyerap panas dari cahaya matahari sehingga perubahan suhu tidak terlalu besar. 

Berdasarkan ada tidaknya arus, ekosistem air tawar terbagi menjadi ekosistem lentik (tidak mengalir seperti kolam, rawa, danau) dan eksosistem lotik (mengalir seperti sungai).

Tumbuhan yang menghuni lingkungan perairan tawar meliputi tumbuhan yang berukuran besar (makrohidrofita) serta tumbuhan yang berkuuran kecil yaitu ganggang. Tumbuhan biji di ekosistem air tawar misalnya teratai dan eceng gondok. 

Baca juga: Perbedaan sabana dan stepa

Sementara tumbuhan yang berukuran mikroskopis adalah ganggang biru, ganggang hijau dan diatomae. Hewan penghuni air tawa adalah udang-udang, ikan dan serangga. 

Kehidupan yang subur terapat di zona fotik yaitu zona tembus cahaya dan dibawahnya terdapat zona afotik yagng tidak tembus cahaya. Daerah afotik dan lumpur dasar dihuni organisme pengurai.
Ekosistem Bioma Air Tawar di Bumi
Teratai di atas perairan tawar
a. Organisme Air Tawar
Berdasarkan cara hidupnya, organisme di air dapat dibedakan menjadi:
1. Plankton adalah organisme berukuran mikroskopis yang hidup melayang-layang dalam air. Plankton dibedakan menjadi fitoplankton (plankton tumbuhan), zooplankton (plankton hewan) dan bakterioplankton (bakteri).
2. Nekton adalah organisme yang hidup berenang di dalam air seperti ikan dan cumi.
3. Neuston adalah organisme yang hidupnya di atas permukaan air.
4. Bentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan seperti caing dan moluska.
5. Perifiton adalah organisme yang melekat pada batang akar dan daun tumbuhan air atua pada benda lain di air.

b. Pembagian Bioma Air Tawar
Secara fisik bioma air tawar dibagi menjadi beberapa darah yaitu litoral, limnetik dan profundal.
1. Litoral adalah daerah perairan dangkal sehingga cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar. Organisme yang hidup antara lain tumbuhan berakara, fitoplankton, zooplankton dan hewan bentos.
2. Limnetik adalah daerah yang terbuka dan dapat ditembus oleh cahaya matahari. Organisme yang hidup adalah zooplankton, fitoplankton, nekton dan neuston.
3. Profundal adalah daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari.

Habitat air tawar memiliki kadar garam lebih rendah daripada sel-sel organisme yang ada di habitat ini. Dengan begitu tekanan osmosis air tawar lebih rendah dibandingkan dengan tekanan osmosis sel-sel organisme air tawar. 

Baca juga: Karakteristik bioma tundra

Akibat perbedaan tekanan osmosis ini maka hewan air tawar seperti ikan, akan terus menerus kemasukan air. Untuk mengatasi hal itu ikan beradaptasi dengan cara mengeluarkan banyak urin dan mengabsorbsi garam-garam melalui insangnya. 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Gambar: disini

Senin, Maret 5

Dasar-Dasar Klasifikasi Mahluk Hidup

Dasar-Dasar Klasifikasi Mahluk Hidup

Masing-masing mahluk hidup memiliki ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup alainnya. 

Disamping memiliki perbedaan, beberapa mahluk hidup memiliki satu atau lebih persamaan. 

Perhatikan dua mahluk hidup seperti kuda dan sapi. Keduanya punya persamaan dan perbedaan. 

Persamaannya adalah memiliki tulang belakang, jumlah kaki 4, memiliki rambut dan lainnya. 

Perbedaannya adalah cara makan kuda tidak memamah biak, sementara sapi memamah biak. 
Dasar-Dasar Klasifikasi Mahluk Hidup
Kuda dan sapi 
1. Berdasarkan Persamaan
Kita dapat mengklasifikasika mahluk hidup berdasarkan persamaannya seperti yang dilakukan pada sapi dan kuda tadi. 

Menurutmu berdasarkan ciri-cirinya maka kuda dan sapi dapat dikelompokkan sebagai mahluk hidup apa ya?

Dengan mengamati ciri-cirinya, kita dapat mengelompokkan kuda dan sapi dalam jenis hewan. Karena memiliki tulang belakang dan keduanya merupakan kelompok hewan bertulang belakang. 

Atau dapat pula dikelompokkan sebagai hewan menyusui, karena memiliki kelenjar susu atau mamalia. Kuda dan sapi juga masuk dalam kategori tetrapoda karena sama-sama berkaki empat.

2. Berdasarkan Perbedaan
Meskipun kuda dan sapi merupakan satu kelompok hewan mamalia namun kita juga dapat memisahkan keduanya sebagai kelomok yang berbeda menurut perbedaan cirinya. 

Misalnya dengan melihat jumlah jari  di setiap kakinya, kuda memilki tiga jari di setiap kaki sehingga masuk dalam kelompok hewan mamalia berjari ganjil atau Perisodactyla.  

Sementara sapi memiliki empat jari di setiap kakinya sehingga masuk aktegori mamalia berjari genap atau Artiodactyla, demikian pula kambing dan kerbau.

3. Berdasarkan Manfaat
Pengelompokkan merupakan salah satu upaya dalam mengklasifikasi. Hampir setiap orang melakukan klasifikasi terhadap mahluk hiudp. 

Dalam dunia tumbuhan kita mengelompokkan mawar, melati, cemara dan bugencil ke dalam kelompok tanaman hias. Kacang, jagung, ketela dikelompokkan dalam tanaman budidaya. 

Kacang tanah, kacang panjang, kacang merah dikelompokkan ke dalam tanaman kacang dan lainnya.

Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapa saja asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Misal bayam, kol, kentang, kacang panjang, wortel dan sawi masuk dalam kelompok sayur-sayuran. 

Dasar pengelompokkan itu adalah bahwa tanaman-tanaman itu dapat digunakan sebagai sayuran sedangkan tujuannya untuk memudahkan manusia dalam memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut sebagai sayuran.

4. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi
Klasifikasi didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri yang digunakan terutama adalah ciri-ciri morfologi dan anatomi. 

Morfologi adalah ciri-ciri yang tampak di bagian luar tubuh mahluk hidup. Anatomi adalah ciri-ciri yang ada di bagian dalam tubuh mahluk hidup.

Pada tumbuh-tumbuhan, ciri-ciri yang dapat dignakan dalam mengklasifikasi dapat berupa ciri-ciri morfologi misalnya warna bunga, bentuk bungi, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk daun dan lainnya. 

Dapat pula ciri-ciri anatomi misalnya ada tidaknya berkas pengangkut, kehadiran kambrium atau tidak, ada tidaknya kambium dan lainnya.

Ciri-ciri yang dapat digunakan dalam mengklasifikasikan hewan misalnya ada tidaknya tulang belakang, bentuk alat gerak, jumlah sayap, ruas-ruas pada tubuh, jumlah kaki dan lainnya.

5. Berdasarkan Ciri Biokimia
Dalam perkembangannnya, ciri-ciri yang digunakan dalam klasifikasi tidak hanya ciri morfologi dan anatomi namun juga ciri biokimia misalnya jenis protein, jenis enzim, ada tidaknya membran organela sel. 

DNA atau asam nukleat juga digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan mahluk hidup. Gambar: disini

Baca juga: Soal ulangan kelas 11 bab sel

Selasa, September 19

Aliran Energi Dalam Ekosistem

Aliran Energi Dalam Ekosistem

Kamu tahu kan tentag piramida di Mesir yang bentuknya segitiga itu?. Lalu apa kaitannya dengan Piramida Energi yang ada di postingan ini?. 

Sebelum measuk ke mekanisme piramida energi saya akan kasih sedikit pendahuluan dulu. Tahu tidak kalau selama ini kita hidup dengan energi yang ditransfer matahari hingga sampai ke tubuh kita?. 

Artinya kita punya energi matahari gitu?. Sekilas memang begitu benar adanya.

Saat mahluk hidup atau organisme memakan mahluk hidup lainnya maka energi akan dipindahkan. Sebuah piramida energi dapat digunakan untuk melihat aliran energi di kehidupan ini.

Definisi Piramida Energi
Saat kita membayangkan tentang rantai makanan atau jaring makanan maka kita biasa membayangkan seekor singa memangsa zebra atau ular memangsa kodok di sawah. 

Kita membayangkan satu organisme dimakan organisme lain dan memunculkan karnivora berada di puncak rantai makanan.

Meskipun hal ini menunjukkan hubungan ekologi antar organisme namun tidak dapat menunjukkan aliran energi melali ekosistem.

Disinilah piramida energi berguna untuk mengukur transfer energi dari satu organisme ke organisme lainnya pada suatu rantai makanan. 

Energi akan berkurang saat kamu bergerak melalui tingkat torfik dari bawah menuju atas piramida.

Jadi kita bisa menggarisbawahi bahwa diagram piramida energi adalah transfer energi melalui rantai makanan. Lalu darimana asalah energi tersebut dan bagaimana bisa sampai ke tubuh kita?.
Tingkatan Piramida Energi Dalam Kehidupan
Transfer energi dalam ekosistem
1. Energi dimulai dari matahari
2. Tanaman menghasilkan energi metabolik lewat fotosintesis dimana sekitar 10% energinya tersimpan dalam jaringan mereka dan menjadi sumber makanan bagi herbivora. Sisa energi matahari digunakan oleh tanaman dalam proses metabolisme lalu hilang sebagai panas atua limbah.
3. Dari jumlah 10% energi yang dikonsumsi herbivora hanya 10% yang disimpan di jaringannya untuk dimakan oleh karnivora. Sama seperti tanaman, 90% energi metabolik lainnya digunakan herbivora untuk fungsi lain, kehilangan panas dan limbah.
4. Proses ini berlanjut sampai setiap karnivora dibawahnya hanya mewarisi 10% energi dari tingkat sebelumnya.
5. Pada saat energi matahari asli mencapi puncak piramida, hanay 0,1% energi yang dikonsumsi oelh predator teratas sisanya hilang oleh proses metabolisme.
6. Dekomposer seperti bakteri, cacing dan jamur mendapatkan sedikit energi dari mahluk hidup yang mati.

Jadi begitulah kira-kira tingkatan alur perpindahan energi matahari hingga sampai ke tubuh kita. Jadi energi kita adalah energi matahari dan tidak ada alasan untuk tidak produktif. 

Gambar: disini
Klasifikasi Tumbuhan Vaskular, Nonvaskular, Monokotil dan Dikotil

Klasifikasi Tumbuhan Vaskular, Nonvaskular, Monokotil dan Dikotil

Kita tentu sudah banyak menemukan jenis tumbuhan di sekeliling kita namun belum mengetahui tentang karakteristik masing-masing tumbuhan tersebut. 

Tumbuhan memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan di bumi ini. Mereka tidak hanya menyediakan sumber makanan yang baik namun juga menyediakan oksigen, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh kita untuk hidup. 

Kali ini kita akan belajar tentang klasifikasi tumbuhan mulai dari vaskular, nonvaskular, monokotil dan dikotil.

Tumbuhan (plant) adalah organisme yang berfotosintesis, bersifat eukariotik dan memiliki dinding sel. Fotositesis adalah mekanisme dimana autotrof mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia. 

Reaksi kimia yang terjadi saat fotosintesis adalah 'karbon dioksida ditambah air ditambah cahaya menghasilkan gula plus oksigen'. 

Tumbuhan menyimpan glukosa sebagai makanan dan melepaskan oksigen kemudian digunakan oleh organisme termasuk manusia.

Eukarotik berarti sel dengan nukleus dan organel terikat membran. Lawan eukariotik adalah prokariotik yang tidak punya organel inti atau organel yang terikat membran. Sel eukariotik adalah sel yang umum dijumpai pada tubuh manusia dan juga tumbuhan.

Salah satu perbedaan utama antara sel-sel tubuh manusia adalah pada dinding sel. Dinding sel adalah lapisan kaku di sekitar sel. Pada tumbuhan, dinding sel ini terbuat dari gula yang disebut selulosa. 

Tumbuhan Vaskular vs Nonvaskular
Klasifikasi pertama dari tumbuhan adalah pada jaringan vaskular atau jaringan yang digunakan untuk mengangkut air dan nutrisi ke seluruh tanaman. 

Pikirkan jaringan vaskular sebagai saluran air di kota. Saluran ini membawa air ke rumahmu sama halnya dengan jaringan vaskular tanaman membawa air ke semua bagian tumbuhan.

Ada dua jenis jaringan vaskular yaitu xylem dan floem. Xylem mengangkut air dan mineral terlarut sementara floem mengangkut makanan/nutrisi. 

Tumbuhan yang tidak punya xylem dan floem dianggap sebagai nonvaskular. Tumbuhan ini berukuran kecil, sederhana dan kurang canggih dibandingkan tumbuhan lainnya. Mosses, liverworts dan hornworts adalah tiga kelompok utama nonvaskular. 

Mereka semua berukuran kecil dan tidak punay sistem transportasi untuk memindahkan makanan dan nutrisi ke semua bagian tumbuhan. Selain itu tumbuhan non vaskular tidak memiliki akar tapi punya rhizoids yaitu bulu-bulu kecil yang membantu menahan tanaman di tanah. 

Tumbuhan vaskular memiliki xylem dan floem dan banyak kita jumpai seperti pohon, rumput, semak belukar. 

Karena punya jaringan vaskular maka tumbuhan ini bisa tumbuh menjadi sangat besar karena nutrisi dan air ditansport ke semua bagian tumbuhan.
Klasifikasi Tumbuhan Vaskular, Nonvaskular, Monokotil dan Dikotil
Tumbuhan berbunga dan tidak berbunga
Gymospermae vs Angiospermae
Ada beberapa cara mengklasifikasikan tumbuhan vaskular. Klasifikasi pertama adalah dari ada tidaknya bunga. Gymnospermae merupakan tumbuhan berbiji. Mereka adalah tumbuhan vaskular dan tidak menghasilkan bunga. 

Namun biji tersebut bermanfaat karena membantu pertahanan dan penyedia makanan bagi embrio. Contoh Gymospermae adalah pinus dan gingko.

Angiospermae adalah tumbuhan berbunga. Tumbuhan ini lebih berkembang baik dibanding gymnospermae karena adanya bunga. 

Bunga ini berguna karena menarik organisme seperi lebah, kelelawar, kumbang untuk menyerbuki bunga sehingga benih bisa dibuahi. Contohnya adalah mawar, apel, mangga. Angiospermae dibagi menjadi dua kategori yaitu dikotil dan monokotil.
Klasifikasi Tumbuhan Vaskular, Nonvaskular, Monokotil dan Dikotil
Tumbuhan dikotil dan monokotil
Monokotil dan Dikotil
Monokotil adalah kelompok utama tanaman berbunga yang punya satu kotiledon (daun biji). Contohnya adalah tulip, anggrek, bunga lili. Dikotil adalah tumbuhan yang punya dua biji. 

Ciri lain dikotil adalah punya berbagai jenis tulang daun, batang berkambium akar terbalik, jumlah bunga 2, 4 dan 5. Dikotil dikelompokkan kd dalam 5 keluarga yaitu:
1. Jarak-jarakan (Euphorbiaceae), misal: jarak, singkong, karet
2. Polong-polongan (Leguminoceae), misal: pete, kacang tanah
3. Terung-terungan (Solanaceae), misal: terong, cabai, tomat
4. Jambu-jambuan (Myrtaceae), misal: biji jambu biji, jambu air
5. Komposit (Compositae), misal: bunga matahari


Gambar: disini, disini
Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis

Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan salah satu bioma yang tersebar di daerah khatulistiwa dan merupakan tipe vegetasi yang lebat. 

Hutan ini tersebar dari daerah dataran rendah hingga pegunungan yang punya curah hujan merata sepanjang tahun. Suhu udaranya antara 25-26 derjaat C dengan kanopi hujan yang rapat.

Kanopi adalah jenis hutan yang memiliki pohon tinggi. Hutan tropis punya kompleksitas kehidupan yang tinggi. Baca juga: Ekosistem bioma air tawar

Persebaran hutan hujan terdapat di Lembah Sungai Amazon yang meluas hingga ke Karibia, Teluk Meksiko, Kolombia dan Ekuador. 

Kemudian disepanjang khatulistiwa di Afrika Tengah, Afrika Barat sampai Afrika Timur dan Madagaskar, India, Sri Langka, Indonesia, Filipina dan Fiji. 

Jenis tumbuhan yang menghuni hutan hujan tropis antara lain pohon kayu berukuran besar dan tinggi, terna, tumbuhan pemanjat, efifit, tumbuhan pencekik, saprofit dan parasit.
Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis
Hutan tropis yang lembab
1. Pohon-Pohon Hutan
Jenis hutan ini punya ukuran tinggi yang disebut kanopi atau tajuk pohon, tajuk ini berlapis-lapis. Tajuk biasanya tidak beraturan, pohon tingkat tinggi (A) sering berjauhan dan jarang. 

Pohon tingkat B memiliki ketinggian 15-30 m. Pohon tingkat C biasanya lebih kecil dan kerdil dengan ketinggian 5-15 meter.

2. Terna
Jenis vegetasi ini terdapat di bagian hutan yang lapisanpohonnya jarang, tumbuhannya terdiri dari semak atau paku-pakuan. Tinggi terna tidak lebih dari 5 m dan ada di lokasi hutan yang terbuka atau di pinggir aliran sungai.
Strata hutan hujan
3. Tumbuhan Pemanjat
Tumbuhan pemanjat ini disebut juga liana. Tumbuhan ini membelit pohon sampai ke atas mencari matahari. Seperti kawat atau tail dan ukurannya setebal paha pria dewasa. Panjangnya dapat mencapai 200 m. 

Liana ini terkadang memanjat dari satu pohon ke pohon lain. Liana dapat dijumpai di pinggiran sungai yang merupakan flora khas tropis.

4. Efifit
Efifit merupakan vegetasi yang melekat atau menempel pada batang atau dahan pohon lain. Jenis tumbuhan ini tidak berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditempelinya. Efifit terdapat juga pada tumbuhan yang telah mati. 

Efifit ini merupakan tumbuhan yang umum dijumpai di daerah tropis. Contohnya anggrek, kadaka, algae, lumut kerak, lumut daun dan lumut hepar.
Jenis Tumbuhan Hutan Hujan Tropis
Raflessia Arnoldi
5. Tumbuhan Pencekik
Tumbuhan ini awalnya adalah efifit dengan akar menjulur ke bawah sampai ke tanah hingga tidak bergantung pada inangnya. Tumbuhan ini pada akhirnya membunuh pohon yang semula memberikan sumber makan seperi Piccus spp. 

6. Safrofit
Jenis tumbuhan ini mendapatkan sumber makanan dari pohon yang sudah mati. Tumbuhan ini terdapat pada lantai hutan yang banyak terdapat batang dan daun yang telah mati.

7. Parasit
Parasit terdiri atas dua jenis yaitu parasit akar yang tumbuh di atas akar seperti Rafflessia arnoldi. Kemudian hemiparasit atau setengah parasit yang tumbuh seperti efifit di atas pohon seperti benalu. 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer lengkap

Gambar: disini, disini

Selasa, Agustus 15

Struktur Vertikal Hutan Hujan Tropis

Struktur Vertikal Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan atau rain forest merupakan salah satu bioma yang memainkan peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan di bumi ini. 

Hutan hujan merupakan sumber utama oksigen bumi dan Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah hutan hujan terbesar di dunia. Hutan hujan di Indonesia tersebar dari Sumatera, Kalimantan dan Papua. 

Hutan hujan memiliki struktur vertikal yang kompleks. Vegetasi di hutan hujan dibagi ke dalam 4 tingkatan atau strata dan setiap strata memiliki keunikan dan jenis flora fauna masing-masing. Berikut ini struktur vertikal hujan hujan tropis. Baca juga: Lipatan pegunungan di muka bumi
Struktur Vertikal Hutan Hujan Tropis
Zonasi hutan hujan
1. Emergents
Merupakan posisi tertinggi dari hutan hujan berupa pohon yang menjulang tinggi diantara kanopi-kanopi hutan. Pohon-pohon ini memiliki ketinggian hingga ratusan meter ke udara. Terdapat beberapa hewan yang hidup di tingkat ini seperti burung dan serangga.

2. Canopy
Merupakan pepohonan dengan ketinggian 80-100 kaki dan memiliki tajuk yang lebar. Pepohonan ini menjadi habitat dari berbagai macam kehidupan seperti serangga, burung, reptil-reptil, mamalia dan lainnya.

Baca juga:
Soal USBN geografi 2017 dan jawabannya
Perbedaan batuan beku intrusif dan ekstrusif

3. Understory
Tersusun atas pohon-pohon kerdil, tumbuhan merambat dan semak-semak. Wilayah ini tersebar diantara kaki kanopi dan menjadi rumah dari beberapa hewan seperti ular, musang, lebah dan lainnya. Rotan dan tumbuhan epifit seperti anggrek hidup di zona ini.

4. Forest Floor
Zona ini merupakan wilayah paling bawah dan banyak tersusun dari endapan dekomposisi. Lantai hutan hujan sangat kaya akan kehidupan terutama serangga. Hewan-hewan besar juga hidup disini. 

Suhu di bawah sangat lembab basah karena jarang ada sinar matahari. Berbagai jamur-jamuran, paku-pakuan dan tumbuhan pemangsa serangga hidup disini.

Itulah empat zonasi vertikal hutan hujan yang menjadi lingkungan alami dengan biodiversitas terbesar di dunia. Baca juga: Dampak letusan lokal dan global gunung api

Gambar: disini

Minggu, Agustus 13

Hambatan Penyebaran Flora Fauna

Hambatan Penyebaran Flora Fauna

Berbagai flora dan fauna tersebar secara tidak merata di permukaan bumi. Kenapa bisa tersebar seperti itu?.

Sebaran flora fauna ini bisa menjadi terhambat oleh adanya berbagai macam fenomena geosfer seperti gerakan lempeng, perubahan muka air laut pegunungan, pola aliran sungai dan cuaca iklim. Namun umumnya faktor penghambat penyebaran flora fauna diantaranya:
Hambatan Penyebaran Flora Fauna
Migrasi Banteng di Afrika
1. Kondisi iklim
Keadaan iklim suatu tempat sangat mempengaruhi terhadap persebaran flora dan fauna. Unsur iklim yang dapat menjadi penghambat dalam persebaran flora dan fauna antara lain suhu, kelembaban udara dan curah hujan. 

Jika suatu hewan atau tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis datang ke wilayah tropis di Indonesia, tentu tidak serta merta bisa beradaptasi dan tumbuh dengan baik disini.

2. Kondisi tanah
Kondisi tanah erat kaitannya dengan tumbuh kembang vegetasi tertentu. Tanah sebagai media tumbuh kembang tanaman tentu memiliki kondisi hara yang berbeda. Ada tanah yang kaya kandungai humus ada yang tidak, ada yang jenuh air ada yang kering. 

Kaktus tentu cocok hidup di daerah tandus namun jika ditaman di daerah gembur tentu akan berbeda ceritanya. Hewan-hewan juga banyak yang memanfaatkan tanah sebagai media hidupnya seperti cacing, tikus, hingga kalajengking. Baca juga: Ekosistem bioma air tawar

3. Kondisi geografis
Kondisi geografis berkaitan dengan landscape antau bentang alam seperti samudera, padang pasir, sungai, hingga pegunungan. 

Sebaran hewan dan tumbuhan akan tidak berjalan baik jika terhalang oleh bentang alam ekstrim tersebut. 

Dahulu kangguru bisa bermigrasi dari Australia ke Papua karena masih satu daratan, namun setelah Paparan Sahul tergenang saat es mencair maka kangguru tidak bisa lagi bermigrasi ke Papua. 

Kangguru yang tertinggal di Papua beradaptasi dengan lingkungan disana sehingga menjadi Wallaby dengan ukuran lebih kecil.

4. Kondisi biologi
Faktor biologis contohnya adalah habitat yang sudah tidak cocok ditinggali sehingga hewan cenderung bermigrasi untuk menjaga kelangsungan hidupnya. 

Di Afrika sana, ada suatu waktu ketika hewan-hewan bermigrasi untuk mencari sumber air baru karena daerah asalnya kekeringan.  

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Gambar: disini

Jumat, Juli 14

Peta Sebaran Fauna Indonesia Menurut Wallace

Peta Sebaran Fauna Indonesia Menurut Wallace

Sudah tidak diragukan lagi bahwa Indonesia adalah salah satu negara megadiversity di dunia ini. Megadiversity adalah sebutan untuk negara yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi di dunia. 

Mengapa Indonesia memiliki flora fauna yang beragam?. 

Ada beberapa faktor yang mendukung hal tersebut bisa terjadi. Pertama secara geologi Indonesia berada di di batas pertemuan 4 lempeng tektonik aktif dunia. Kedua Indonesia berada di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis basah sehingga curah hujan dan suhu tinggi.

Ketiga kondisi geomorfologi Indonesia bervariasi mulai dari perairan, lembah, gunung hingga rawa. Inilah yang menyebabkan Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brazil dan Zaire dalam hal keanekaragaman flora fauna. 

Sejak dahulu, banyak peneliti yang mencoba untuk mempelajari keanekaragaman hayati khusunya fauna di Indonesia, salah satunya adalah Alfred Russel Wallace. Wallace membagi Indonesia ke dalam 3 zonasi fauna yaitu Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Baca juga: Dampak pencemaran bagi lingkungan

Fauna Indonesia Barat
Indonesia barat meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali. Ciri khas fauna Indonesia barat adalah memiliki karakter mirip fauna tipe Asia pada umumnya. Penyebabnya adalah dahulu daratan Indonesia bagian barat masih bersatu dengan daratan Asia. 

Saat zaman es akhir Pleistosen, daratan tersebut terpisah oleh air sehingga hewan tidak bisa bermigrasi kembali ke Asia. Daerah bekas daratan ini dinamakan Paparan Sunda. Oleh sebab itu antara pulau Sumatera, Jawa, Kalimatan dan Bali dipisahkan oleh laut yang relatif dangkal. 

Fauna khas Indonesia barat diantaranya Harimau Sumatera, Badak Jawa, Orang Utan, Gajah Sumatera, Banteng Jawa dan Bekantan.
Badak Cula Satu
Harimau Sumatera
Bekantan
Fauna Indonesia Tengah
Indonesia tengah meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara dan sebagian Maluku. Fauna Indonesia tengah disebut juga fauna peralihan atau fauna asli Indonesia. 

Indonesia tengah memiliki fauna unik yang tidak ada di daerah lain seperti Anoa, Tapir, Maleo, Tarsius, Komodo dan Kuda Sumbawa.
Tarsius
Komodo
Kuda Sumbawa
Fauna Indonesia Timur
Indonesia timur meliputi Papua, Maluku dan Kepulauan Banda. Fauna di timur ini bertipe Australia karena dulunya Papua merupakan satu daratan dengan Australia seeblum es mencair. 

Daerah bekas daratan ini dinamakan Paparan Sahulu dan kini dipisahkan oleh Laut Arafuru. Fauna khas Indonesia timur diantaranya Kasuari, Merak, Walaby, Cenderawasih dan Buaya.
Cenderawasih Papua
Walaby Papua
Burung Merak
Sumber dan Gambar: 

Minggu, Mei 14

Bioma Taiga: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Bioma Taiga: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Bioma Taiga atau konifer adalah bioma paling luas di Bumi namun ia terasa dingin dan sepi. Cuaca dingin dan kekurangan suplai makanan membuat kehidupan di bioma ini sulit terutama di musim dingin.

Beberapa hewan akan berhibernasi di musim dingin atau terbang ke selatan. Taiga berlokasi di dekat wilayah kutub utara di bawah bioma tundra. Sebarannya ada di Kanada, Alaska, sebagian Skandinavia dan Siberia.

Musim dingin di taiga sangat dingin dengan hujan salju menutupi permukaan dan dedaunan. Musim panasnya hangat, hujan dan lembab. 

Banyak jenis pohon konifer tumbuh di hutan taiga. Taiga sering disebut juga hutan boreal. Boreal merupakan dewa angin utara dalam mitologi Yunani. Baca juga: Tipe-Tipe Tanah Longsor menurut BNPB

Taiga tidak memiliki banyak spesies tanaman dan hewan seperti halnya hutan tropis atau gugur. Namun taiga memiliki jutaan serangga di musim panas. Burung bermigrasi ke bioma ini tiap tahun untuk bersarang dan makan.
Hutan taiga di musim dingin
Cuaca dan Iklim Taiga
Suhu rata-rata bioma taiga di bawah titik beku selama enam bulan dalam satu tahun. Suhu musim dingin ada di angka -54 sampai -1 derajat Celcius. 

Musim dingin sangat dingin dan bersalju. Suhu di musim panas lebih hangat, hujan dan lembab. Suhu turun hingga -7 sampai 21 derajat Celcius. 

Musim panas relative pendek yaitu 50 - 100 hari. Musim panas akan mencairkan es di permukaan Tanah, bunga-bunga akan bermekaran dan hewan akan bangun dari hibernasinya.

Total curah hujan setahun adalah 30 -85 cm. Bentuk presipitasi di hutan taiga adalah hujan, salju dan embun. Sebagian besar presipitasi di taiga jatuh seperti hujan di musim panas.  

Musim utama di taiga adalah musim dingin dan panas. Musim semi dan musim gugur sangat singkat dan kamu tidak akan pernah mengetahuinya.

Biodiversitas
Tidak banyak spesies tanaman di taiga karena kondisinya yang keras. Tidak banyak jenis vegetasi yang mampu bertahan dalam musim dingin di sana. 

Ada beberapa jenis lumut hidup di sana namun vegetasi utama adalah pohon konifer seperti pinus, cemara putih dan hemlock.
Fauna bioma taiga, beruang grizly
Pohon konifer sering disebut juga evergereen. Mereka punya karakteristik panjang, berdaun tipis seperti jarum dan berlilin. Lilin memberi mereka perlindungan dari suhu beku dan kekeringan. Warna gelap dari daun konifer memungkinkan mereka menyerap panas matahari dan juga membantu memulai fotosintesa lebih awal.
Peta Bioma Taiga
Taiga cenderung hidup berdekatan satu sama lain dan ini memberikan mereka perlindungan dari angin dan cuaca dingin. 

Konifer berbentuk seperti kerucut sehingga melindungi cabang agar tidak runtuh karena beban salju di atasnya. Salju langsung turun dari cabang-cabang yang miring.

Taiga sangat rentan terhadap kebakaran. Pohon di sini telah beradaptasi dengan menumbuhkan kulit kayu tebal. Kebakaran akanca juga: Terbentuknya angin fohn

Hewan di taiga cenderung menjadi pemangsa seperti lynx dan anggota serigala. Mereka berburu herbivora seperti kelinci salju dan tupai merah. Beruang grizly dan beruang hitam juga hidup disini dengan memangsa ikan salmon di sungai. 

Banyak burung pemakan serangga datang ke taiga untuk berkembang biak. Burung gagak, burung hantu burung pipit hidup disini. Baca juga: Jenis-jenis ekosistem air tawar

Gambar: gallerychip.com, 
pixgood.com, mrnussbaum.com

Sabtu, Mei 13

Bioma Hutan Gugur: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Bioma Hutan Gugur: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Hutan gugur atau deciduous bisa ditemukan di bagian timur Amerika Utara dan wilayah tengah daratan Eropa, serta sebagian kecil Asia terutama Jepang, Rusia barat daya dan Cina timur. 

Amerika selatan memiliki dua area besar hutan gugur yaitu di pantai selatan Chile dan pantai timur dan tengah Paraguay. Australia dan Selandia baru juga memiliki huta gugur. Baca juga: Tips mengatasi gugup saat Ujian Nasional

Suhu tahunan hutan gugur adalah 50⁰C dengan curah hujan rata-rata 30 - 60 inchi per tahun. Hutan gugur terbagi ke dalam empat zona yaitu:

1. Zona pohon kanopi merupakan zona pertama yang berisi pohon-pohon keras seperti Oak, basswood, maple, walnut, elm, karet manis dan beech. Zona ini dihuni pohon dengan tinggi antara 60 - 100 kaki.
2. Zona pohon kecil dan muda adalah zona kedua. Ciri dari zona ini memiliki pohon muda dan pendek.
3. Zona ketiga disebut zona semak belukar. Beberapa jenis semak di wilayah ini adalah rhododendron, azalea dan huckleberry.
4. Zona keempat adalah tanaman herbal. Zona ini berisi tanaman pendek seperti herbal-herbalan.
5. Zona terakhir adalah zona Tanah yang berisi lumut-lumutan.
Bioma hutan gugur
Hutan gugur punya empat musim yang jelas yaitu musim semi, panas, gugur dan dingin. Setiap musim akan mengeluarkan warna berbeda. Semi akan mekar kehijauan, panas akan mulai menguning dan merah, gugur akan mulai rontok dan dingin akan putih tertutup salju.

Hutan gugur memiliki bulan terpanas pada Juli yang bisa mencapai 38⁰C. Karena sebagian besar hujan turun di musim panas maka bisa mencapai 40 cm lebih. Bulan Desember suhu dapat mencapai 1⁰C. Selama musim dingin hujan tidak turun seperti musim panas. Suhu dan kelembaban bisa berubah dalam satu hari, hitungan jam bahkan menit. 

Suhu di hutan gugur tidak banyak turun dari siang ke malam. Faktornya adalah 60 - 80% hutan termasuk lembab dan membantu menetralkan suhu agar tetap konstan. Selimut udara lembab mengisolasi hutan membantu menahan panas di malam hari. 

Di siang hari, isolator ini mencegah hutan agar tidak terlalu cepat panas. Jadi kalau mau piknik ke hutan gugur anda tidak perlu khawatir tentang perubahan cuaca ekstrim.
Peta Bioma Hutan Gugur
Flora dan fauna di hutan gugur beradaptasi dengan iklim dengan berhibernasi di musim dingin dan hidup di luar Tanah pada tiga musim selanjutnya. Hewan tersebut telah menyesuaikan dengan Tanah dan tumbuhan di sana. 

Pepohonan menyediakan tempat berlindung bagi hewan, sumber makanan dan air. Sebagian hewan berkamuflase agar sesuai dengan warna Tanah. Contoh hewan di bioma hutan gugur diantaranya: rusa, tupai, salamander, ular, katak, serangga, berang-berang dan burung pelatuk.
Fauna hutan gugur: Tupai
Tumbuhan telah beradaptasi dengan hutan dengan mengarah ke matahari. Banyak hutan gugur telah kehilangan lahan menjadi pertanian dan kota. Perburuan liar juga menjadi masalah di bioma hutan gugur. Baca juga: Mengenal ekosistem air tawar

Tanah hutan gugur cenderung subur dan beberapa lokasi pertanian besar ditemukan di bioma ini. Inilah salah satu alasan mengapa tidak banyak hutan gugur asli yang tersisa di dunia. Hutan gugur tersebar di daerah iklim sedang diatas tropis. 
Baca juga:  
Ini dia tips menghadapi Ujian Nasional top markotop
Perbedaan air tanah dalam dan air tanah dangkal

Gambar: pic2fly.com, brobcano.blogspot.com
carbonbrief.org

Kamis, April 20

Klasifikasi Organisme Dalam Biosfer

Klasifikasi Organisme Dalam Biosfer

Bumi ini dihuni oleh beragam jenis mahluk hidup dari mulai yang terkecil hingga yang terbesar. Istilah Spesies berasal dari bahasa latin kuno yang artinya baik. 

Definisi lebih teknis dari spesies adalah kelompok organisme yang berkembang biak tidak sama dengan anggota organisme lain. Ahli Biologi memperkirakan bahwa sekitar 10 sampai 40 juta spesies berbeda menghuni Bumi. Dari jutaan spesies ini sekitar 1,5 juta telah diklasifikasikan.

Orang pertama yang mengajukan sistem klasifikasi organisme di planet ini adalah Linnaeus pada 1753. Dalam sistem klasifikasi, unit paling bawah dalam pengorganisasian kehidupan adalah spesies. 

Linnaeus menyarankan agar setiap organisme diklasfikasikan dengan binomial unik yang disebut binomial nomenclature. Istlah pertama dalam sistem klasifikasi ini adalah nama generik organisme atau Genus. Istilah kedua adalah nama atau spesies organisme.

Sistem klasifikasi saat ini telah berkembang dari karya awal Linnaeus. Namun sistem klasifikasi modern ini jauh lebih rumit karena banyak tingkatan dalam organisasi hierarki nya. 

Sistem ini juga bersifat taksonomi (hubungan struktural dan fisik organisme), filogenik (klasifikasi berdasarkan hubungan genetik antara organisme).

Klasifikasi modern ini distandarisasi dalam sistem hierarki yang berangkat dari yang umum ke yang spesifik. Contohnya kita lihat dari pohon maple di bawah. Perhatikan bahwa setiap tingkat organisasi didasarkan pada beberapa karakteristikbiologi yang dimiliki organisme.
Klasifikasi Organisme Dalam Biosfer
Klasifikasi Taksonomi Organisme
Sumber: physicalgeography.net

Selasa, April 11

Faktor Kepunahan Hewan dan Tumbuhan

Faktor Kepunahan Hewan dan Tumbuhan

Kepunahan adalah akhir dari kehidupan suatu organisme terutama spesies. Kepunahan dapat terjadi jika individu terakhir dalam suatu kelompok mati. 

Untuk menentukan punah tidaknya suatu spesies memang agak susah karena perlu penelitian dan pendataan yang spesifik.

Dalam beberapa kasus, ada suatu spesies yang sudah dinyatakan punah namun ternyata muncul kembali.  

Baca juga: 
Dampak pencemaran lingkungan
7 perbedaan batuan beku dan batuan sedimen

Banyak faktor yang mendorong terjadinya kepunahan spesies hewan dan tumbuhan di dunia. 

Meskipun kepunahan adalah proses alami namun semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa kegiatan manusia memicu percepatan kepunahan sebuah spesies.

Penyebab utama dari kepunahan hewan dan tumbuhan antara lain:
1. Kehilangan habitat
Perubahan ruang permukaan bumi baik melalui bencana alam atau kegiatan manusia adalah ancaman terbesar tunggal bagi keberlanjutan hayati di Bumi dan penyebab utama kepunahan di dunia. 

Ketika hewan dan tumbuhan tidak memiliki habitat dan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru maka ia lambat laun akan punah. 

2. Perburuan Liar
Kegiatan berburu hewan dan tumbuhan langka merupakan penyebab lain dari kepunahan sebuah spesies terutama mereka yang termasuk spesies endemik dengan habitat yang terbatas atau memiliki populasi kecil dan lambat secara regenerasi. 

Berburu kini menjadi sebuah kebiasaan baru para manusia ultrakaya. Uang menjadikan berburu sebagai suatu permainan biasa bagi mereka. 

Meskipun undang-undang perlindungan hewan dan tumbuhan langka sudah ada namun beberapa orang masih belum memahami dan malah seolah-olah tidak tahu tetang hukum tersebut.
Faktor Kepunahan Hewan dan Tumbuhan
Koala meratapi habitatnya yang hilang
3. Munculnya Spesies Baru
Kehadiran suatu spesies baru yang tidak endemik pada satu wilayah, memungkinkan adanya konsekuensi hewan dan tumbuhan asli akan hilang  sedikit demi sedikit. 

Munculnya spesies baru dapat terjadi karena proses penyebaran seperti benih yang tertiup angin atau burung, namun proses tersebut sangat jarang terjadi. Baca juga: Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Kehadiran spesies baru lebih banyak disengaja oleh migrasi manusia yang cepat. Benih tumbuhan dapat dengan mudah dibawa manusia dengan tas, mobil, atau kaos kaki sekalipun. 

Kehadiran spesies baru di lahan yang endemik bisa jadi memicu persaingan yang tidak bisa ditoleransi oleh hewan dan tumbuhan lokal sehingga mereka akan kalah.

4. Polusi
Pencemaran dapat terjadi secara alami maupun oleh kegiatan manusia. Pencemaran alami seperti erupsi dan banjir sering menyebabkan kepunahan lokal dan jarang dalam skala luas. 

Sementara kegiatan manusia seperti industri akan menghasilkan berbagai limbah beracun. Penggunaan pestisida juga dapat menghilangkan salah satu anggota rantai makanan sehingga akan ada spesies yang tidak terkendali pertumbuhannya.
 
5. Kompetisi
Evolusi sangat dipengaruhi oleh persaingan antar spesies. Spesies yang tidak kuat dan kalah akan bermigrasi atau hilang dan punah dari habitatnya. 

6. Penyakit
Adanya wabah penyakit baik itu secara alami atau buatan dapat menimbulkan kepunahan suatu spesies. Contohnya penyakit elm Belanda, merupakan penyakit jamur pohon elm disebarkan oleh kumbang kulit kayu elm. 

Meskipun awalnya diyakini berasal dari Asia, penyakit ini telah tiba-tiba muncul di Amerika Utara dan Eropa dimana telah menghancurkan populasi pohon elm. 

Ada beberapa faktor ekologi lainnya yang berkontribusi terhadap kepunahan suatu spesies diantaranya:
- Derajat spesialisasi merupakan faktor penting. Semakin khusus hewan dan tumbuhan maka semakin rentan terhadap kepunahan.
- Posisi organisme dalam rantai makanan. Semakin tinggi hewan dalam rantai makanan maka semakin rentan punah. 
- Kisaran distribusi memengaruhi kepunahan. Semakin sedikit sebaran organisme di bumi maka ancaman kepunahan semakin tinggi.
- Kecepatan reproduksi juga memengaruhi kepunahan. Ada beberapa hewan yang lambat bereproduksi sehingga sulit beregenerasi.
- Toleransi hewan dengan kehadiran manusia juga berbeda-beda. 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Gambar: independentaustralia.net

Sabtu, April 1

Bioma Wilayah Perairan

Bioma Wilayah Perairan

Air merupakan jembatan diantara lima bioma di bumi dan membuatnya menjadi bagian terbesar dari biosfer yaitu mencakup 75% dari permukaan bumi. Wilayah Perairan adalah rumah dari banyak jenis spesies tanaman dan hewan baik yang kecil hingga yang terbesar. 

Bahkan, perairan merupakan tempat dimana kehidupan dimulai milyaran tahun lalu saat asam amino mulai muncul di bumi. Bioma perairan dapat digolongkan menjadi dua daerah utama yaitu perairan tawar seperti sungai dan rawa dan perairan laut seperti samudera dan estuaria.

Wilayah Air Tawar
Air tawar atau freshwater merupakan perairan yang punya kadar garam rendah, biasanya kurang dari 1%. Tumbuhan dan hewan di perairan tawar akan beradaptasi dengan kondisi kadar garma rendah dan tidak mampu bertahan hidup di daerah dengan konsentrasi garam tinggi. Ada berbagai jenis perairan tawar diantaranya kolam, danau, sungai dan rawa. 

1. Kolam dan Danau
Kolam atau danau memiliki ukuran dari mulai hanya beberapa meter persegi hingga ribuan kilometer persegi. Kolam dan danau tersebar di seluruh bumi dan beberapa merupakan sisa dari glasiasi zaman Pleistosen. 

Banyak kolam berjenis musiman dan terisi air beberapa bulan saja sementara danau mungkin bisa eksis selama ratusan tahun atau lebih. Kolam dan danau mungkin memiliki spesies yang terbatas karena mereka sering terisolasi satu sama lain dari sumber airnya yaitu sungai dan laut. 

Danau dan kolam dibagi menjadi tiga zona berbeda yang biasanya ditentukan oleh kedalaman dan jarak dari pantai.

Suhu sangat bervariasi di kolam dan danau bertipe musiman. Selama musim panas, suhu dapat berkisar dari 4⁰ C dekat dasar hingga 22⁰ C di bagian permukaan atas. Selama musim dingin, suhu bisa dibawah 4⁰ C sementara bagian atasnya bisa 0⁰ C atau es. Berbagai hewan dan tumbuhan dapat ditemukan di kolam dan danau mulai dari teratai, eceng dondok, ikan-ikan, hingga serangga air.
Bioma Wilayah Perairan
Sungai merupakan ekosistem air tawar
2. Sungai
Sungai merupakan suatu aliran air yang bergerak di satu saluran alami. Sungai dapat ditemukan dimana-mana selama ada sumber air baik itu dari mata air, gletser atau air hujan. Sungai memiliki kenampakan yang berbeda dari hulu hingga hilirnya. Aliran air di bagian atas sangat deras dengan batuan yang besar, sementara semakin ke hilir sungai semakin melebar dengan sedimentasi yang semakin tinggi. 

Beberapa sungai merupakan habitat ikan-ikan seperti Piranha, Salmon hingga Arwana. Sungai juga menyediakan sarana transportasi vital bagi manusia seperti Sungai Kapuas, Barito, Themes, Nil dan lainnya.

3.  Lahan Basah atau Rawa
Lahan Basah merupakan wilayah tanah yang tergenang air dan banyak ditumbuhi vegetasi di atasnya. Bunga bakung, cemara hitam, kayu ulin merupakan beberapa contoh vegetasi yang hidup di lahan basah. 

Lahan basah tidak dianggap ekosistem air tawar karena ada beberapa lahan basah yang memiliki kadar salinitas yang cukup tinggi. Kondisi ini mensupport berbagai spesies seperti udang, kerang dan berbagai rumput.

Perairan Laut
Lautan mencakup 70% permukaan bumi termasuk samudera, terumbu karang dan muara. Lautan menyimpan berjuta keanekaragaman spesies yang masih menjadi misteri untuk dipecahkan manusia.

1. Lautan
Perairan asin ini merupakan ekosistem terbesar di planet ini. Ada beberapa zona kehidupan di lautan mulai dari intertidal, pelagis, abisal dan bentos. Semua zona punya keragaman spesies yang berbeda dan unik.

Perairan dangkal menyimpan taman-taman terumbu karang dan padang lamun yang merupakan habitat ikan-ikan, udang, kepiting hingga kura-kura. Perairan laut dalam menyimpan organisme unik yang memiliki cahaya dan tahan terhadap suhu ekstrim seperti Angler Fish dan Cacing Laut.
Bioma Wilayah Perairan
Biota Laut Dalam
2. Terumbu Karang
Terumbu karang tersebar luas di perairan dangkal yang hangat. Karang terbentuk dari jaringan polip. Karang bersimbiosis dengan alga untuk mensuplai makanannya. Beberapa hewan hidup di dalam karang seperti ikan badut dan udang. Terumbu karang banyak ditemukan di daerah Tropis hangat. 

3. Muara
Muara adalah daerah pertemuan antara air laut dengan air tawar. Hal ini menciptkan ekosistem yang unik dan khas. Mikroflora seperti ganggang dan macroflora seperti rumput laut, rumput rawa dan pohon bakau dapat ditemukan disini. Cacing, kepiting, tiram dan unggas air juga bisa ditemukan disini.

Gambar: triplepeak.com, realmonstrosities.com

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close