Guru Geografi: Biogeografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biogeografi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 22

Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya

Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya

Coba kamu perhatikan lingkungan sekitar kamu, pasti akan menemukan berbagai macam hewan dan tumbuhan bukan?.

Inilah Indonesia, negara yang kaya akan keanekaragaman hayati alias biodiversitas. Lalu bagaimana manfaatn biodiversitas ini bagi Indonesia dan seperti apa tantangannya di masa depan?. 

Kita akan ulas dulu tentang pengertian biodiversitas terlebih dahulu. Biodiversitas adalah keseluruhan gen, spesies dan ekosistem di suatu kawasan. Indonesia sangat kaya akan biodiversitas baik di daratan maupun di perairannya.

Jika diurutkan alias di rank, Indonesia masuk ke dalam 17 negara yang punya biodiversitas tinggi. Negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, AS, Australia, Kolombia, Kongo, Madagaskar, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru dan Venezuela. 

Hutan hujan tropis kita ini berada di urutan ketiga di bawah Brasil dan Kongo dengan keanekaragaman spesies tertinggi di dunia.

Negara mega diversitas ini dihuni oleh setidaknya 2/3 dari semua spesies vertebrata non ikan dan 3/4 dari semua spesies tumbuhan tinggi. 

Selain itu dikenal pula istilah Hotspot Biodiversitas yaitu skema andalan konservasi yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan panggalangan dana untuk wilayah-wilayah di dunia dengan jumlah spesies endemik yang lebih banyak dan dengan ancaman kepunahan yang lebih. 

Terdapat 35 daerah hotspot biodiversitas di dunia dan dua diantaranya ada di Indonesia yaitu Paparan Sunda dan Wallace. Jadi luar biasa besar kekayaan hayati Indonesia itu sesungguhnya. 

Selain dua daerah hotspot tadi, Indonesia punya daerah ekosistem yang masih utuh yaitu Papua. Papua punya ekosistem liar, alami dan punya keanekaragaman hayati tinggi.
Pengertian Biodiversitas, Manfaat dan Tantangannya di Indonesia
Hutan hujan penjaga biodiversitas daratan
Sementara itu di perairan, Indonesia punya biodiversitas lautan tertinggi di dunia. Segitiga koral berisi keanekaragaman karang tertinggi di dunia dengan jumlah 76% spesies dari seluruh spesies karang dunia. Kepala burung Papua adalah daerah perairan dengan spesies karang tertinggi di dunia yaitu 574 jenis.

Manfaat Biodiversitas
Lalu apa saja manfaat dari biodiversitas ini?.
1. Menyediakan jasa bagi ekosistem seperti air minum, pembentukkan dan perlindungan tanah, penyimpanan dan daur hara, mengurangi dan menyerap polusi, menjaga stabilitas iklim, melindungi ekosistem dan membantu penyerbukan tanaman.
2. Sumber daya hayati seperti makanan, obat-obatan, bahan baku industri, tanaman hias, stok pemuliaan dan penyimpanan populasi.
3. Manfaat sosial untuk pendidikan, rekreasi, penelitian dan kebudayaan.

Tantangan Biodiversitas
Saat ini populasi manusia melesat tajam yang berakibat pada peningkatan konsumsi sehingga menurunkan keanekaragaman hayati. Di luar itu, perubahan iklim juga menyebabkan perubahan baik di laut maupun daratan. 

Perubahan iklim dan kepunahan spesies adalah tantangan besar bagi umat manusia saat ini dan di masa depan. Diperkirakan kita akan kehilangan 20-50% dari semua spesies di abad berikutnya, sehingga konservasi mutlak diperlukan. 

Konversi hutan tropis menjadi kawasan urban menyebabkan penurunan signifikan dari jumlah hayati di dalamnya. Vegetasi tidak hanya mendukung untuk flora namun juga habitat bagi fauna. 

Hutan tropis alami mampu mendukung kehidupan 704 spesies sementara hutan yang terdegradasi hanya mampu mendukung sekitar 54 spesies saja.

Baca juga: Klasifikasi tumbuhan menurut kelembapan udara

Senin, Mei 7

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom

Klasifikasi dalam biologi diperlukan agar berbagai mahluk hidup dapat dikelompokkan dan dibedakan satu sama lain.  

Klasifikasi yang didasarkan pada hubungan filogenetik mengalami berbagai perkembangan guys. Klasifikasi ini diakui dan dipakai secara internasional. 

Hingga kini ada beberapa sistem klasifikasi yang diperkenalkan oleh sistem taksonomi diantaranya sistem dua kingdom, tiga kingdom dan empat kingdom.

1. Sistem Dua Kingdom
Klasifikasi sistem dua kingdom ini dikeluarkan oleh Aristoteles. Dalam sistem ini organisme dibagi ke dalam dua kerajaan yaitu plantae dan animalia.
a. Kingdom Plantae (Kerajaan Tumbuhan)
Kerajaan tumbuhan atau flora memiliki ciri : terdapat dinding sel yang tersusun atas selulosa sehingga selnya kaku, berklorofil dan mampu berfotosintesis. Meski tidak berklorofil, bakteri dan jamur masuk dala kategori kerajaan tumbuhan. Ganggang, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan berbiji juga masuk kingdom plantae.
b. Kingdom Animalia (Kerajaan Hewan)
Ciri-ciri kingdom animalia adalah: tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas. Yang masuk kategori hewan adalah Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan Chordata.
Sistem Klasifikasi Dua Kingdom, Tiga Kingdom dan Empat Kingdom
Tumbuhan dan Hewan
2. Sistem Tiga Kingdom
Klasifikasi tiga kingdom dikemukakan oleh Ernst Haekel pada 1866. Dalam klasifikasi ini, ahli mengelompokkan mahluk hidup ke dalam 3 kingdom Monera, Plantae dan Animalia.
a. Kingdom Monera
Ciri-cirinya adalah tubuh tersusun atas satu sel atau banyak sel, inti sel tanpa selubung atau prokariotik. Yang masuk kategori Monera adalah bakteri dan ganggang biru.
b. Kingdom Plantae
Di dalam kerajaan tumbuhan terdapat bakteri, alga, jamur, lumut, paku-pakuan dan tumbuhan biji.
c. Kingdom Animalia
Sama seperti sistem dua kingdom, dimulai dari Protozoa sampai Chordata.

3. Sistem Empat Kingdom
Sistem ini berkembang setelah ditemukannya inti sel. Orang yang pertamakali mengemukakannya adalah Robert Whittaker pada 1959. Ada organisme yang inti selnya tidak memiliki membran inti yaitu bakteri dan ganggang biru. 

Oleh karena itu bakteri dan ganggang biru disebut organisme prokariotik. Sementara organisme yang didalam selnya terdapat inti yang diselubungi oleh membran inti dikenal sebagai organisme eukariotik. 

Misalnya jamur, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Berikut ini sistem empat kingdom:
a. Kingdom Monera
Semua anggota kingdom Monera punya inti tanpa membran.
b. Kingdom Fungi
Semua jamur dimasukan dalam Kingdom Fungi.
c. Kingdom Plantae
Semua ganggang kecuali ganggang biru, lumut, paku pakuan, dan tumbuhan biji dimasukan dalam kerajaan tumbuhan.
d. Kingdom Animalia
Semua hewan mulai Protozoa hingga Chordata dimasukan dalam kerajaan hewan atau animalia. 

Gambar: disini

Jumat, Mei 4

Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan

Indonesia punya biodiversitas tinggi di dunia dibawah Brazil, Kongo dan Zaire. Saat Alfred Russel Wallace datang ke Indonesia pada tahun 1856 ia meemukan perbedaan besar jenis fauna di wilayah Indonesia yang jaman dahulu bernama Hinda Belanda. 

Saat ia datang ke Bali dan Lombok ia menemukan perbedaan jenis hewan diantara Bali dan Lombok. 

Di Bali terdapat hewan-hewan yang masuk sifat hewan Oriental sementara di Lombok hewannya mirip Australis. 

Dengan dasar itulah ia kemudian membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari Selat Lombok ke utara melewati Selat Makassar dan Filipina Selatan. Garis ini disebut Garis Wallace.

Indonesia dibagi menjadi dua wilayah zoogeografi yang dibatasi oleh Garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju selatan hingga ke Selat Lombok. 

Jadi garis Wallace memisahkan wilayah Oriental yaitu Sumatera, Jawa, Bali dan Sumatera dengan wilayah Australia yaitu Sulawesi, Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Setelah Wallace, Weber seorang ahli zoologi Jerman juga mengadakan penelitian tentang penyebaran hewan-hewan di Indonesia. 

Weber melihat bahwa hewan-hewan di Sulawesi tidak dapat sepenuhnya dikelompokkan sebagai hewan Australia. Hewan-hewan itu ada yang punya sifat seperti halnya hewan di wilayah Oriental. 

Oleh karena itulah Weber mengatakan bahwa fauna Sulawesi itu adalah jenis fauna Peralihan. Weber lalu membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara Kepulauan Aru. 

Sulawesi adalah pembatas antara wilayah Oriental dan Australia. Sulawesi dihuni oleh sebagian hewan Oriental dan sebagian hewan Australis. Contohnya ada oposum yang berasal dari Australia namun juga ada kera Macaca dari Oriental.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Harimau Sumatera
a. Fauna Daerah Oriental
Fauna di wilayah Oriental meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak spesies mamalia yang berukuran besar seperti gajah, banteng, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
2. Terdapat berbagai macam kera. Kalimantan adalah pulau yang paling kaya akan jenis-jenis primata seperti bekantan, tarsius, loris hantu dan orangutan.
3. Terdapat fauna endemik atau khas seperti:
- Badak bercula satu di Ujung Kulon
- Binturong yaitu hewan sebangsa beruang namun berukuran kecil
- Monyet
- Tarsius
- Kukang
4. Burung-burung Oriental memiliki warna yang kurang menarik dibanding burung-burung di daerah Australia, namun dapat berkicau. Burung-burung endemik ini diantaranya Jalak Bali, Elang Jawa, Elang Putih, Ayam Pagar, Ayam Hutan dan Murai Mengkilat.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Tarsius primata terkecil di dunia
b. Fauna Daerah Australis
Jenis fauna di Indonesia bagian timur meliputi Irian, Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ciri fauna wilayah ini mirip fauna Australis seperti:
1. Mamalia ukurannya kecil
2. Banyak hewan berkantung
3. Tidak terdapat spesies kera
4. Jenis burung punya warna beragam dan cantik

Papua punya lebih dari 100 spesies mamlia termasuk 13 spesies mamalia berkantung seperti kangguru, kuskus, bandicot dan oposum. Di Irian juga ada 27 spesies hewan pengerat dan 17 diantaranya merupakan spesies endemik lho!. 

Irian punya koleksi burung terbanyak dibanding pulau lain di Indonesia dan setengahnya adalah burung endemik. Cenderawasih adalah yang paling terkenal.
Pengertian Fauna Tipe Oriental, Australis dan Peralihan
Burung Cenderawasih
Di Nusa Tenggara terutama di Pulau Komodo, Padar dan Rinca ada reptil purba Komodo. Selain itu Kuda Sumbawa yang gagah perkasa juga ada di Nusa Tenggara. Sulawesi merupakan daerah peralihan yang mencolok menurut Weber. 

Hewan yang ada di Sulawesi adalah kombinasi Oriental dan Australis diantaranya Tarsius, Musang Sulawesi, Babirusa, Maleo, Anoa, dan beberapa spesies Kupu-Kupu.

Kamis, April 26

Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya

Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya

Teman-teman pernahkah melihat lumut kerak yang menempel pada pohon?. Lalu apakah sama antara lumut biasa dengan lumut kerak?. 

Beda donk, makanya gurugeografi akan mencoba membahasanya disini. Lumut kerak terdiri dari dua jeni organisme ya guys, yaitu jamur dan ganggang yang hidup bersimbiosis mutualisme alias menguntungkan gak ada yang dirugikan. 

Mereka itu bersimbiosis sangat erat membentuk talus sehingga seakan-akan menyatu menjadi satu organisme. Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycota atau Basidiomycota dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu.

Talus lumut kerak yang hidup menempel pada batang pohon biasanya berbentuk lembaran tipis seperti kerak. 

Tau kerak telor gak?, nah kay agitu lah pokoknya. Talu sini tersusun atas miselium yang kompak di sebelah luat dan hifa yang tidak kompak di sebelah dalam. Diantara hifa itu adalah sel-sel ganggang.

Jamur hidup secara heterotrof sementara ganggang hidup secara autotrof. Jamur memperoleh makanan dari hasil fotosintesis ganggang. 

Cyanobacteria dalam lumut kerak juga berfungsi sebagai pengikat nitrogen. 

Sementara jamur menyediakan air, mineral, melakukan pertukaran gas dan perlindungan terhadap ganggang. Lumut kerak menyerap mineral yang dibutuhkan dari udara, debu atau air. Seandainya terpisah nih, ganggang atau jamur bisa nggak hidup mandiri?. 

Cara Reproduksi Lumut Kerak
Reproduksi aseksual lumut kerak dilakukan dengan cara fragmentasi. Fragmen atua potongan lumut kerak induk terlepas, jika jatuh di tempat yang cocok maka akan tumbuh menjadi individu baru. 

Reproduksi aseksual juga dilakukan dengan membuat struktur khusus yang disebut soredia yaitu beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hida yang terdapat pada permukaan halus lumut kerak.

Itulah sebabnya mengapa di permukaan talus lumut kerak terdapat bentukan seperti serbuk memutih kaya tepung., itulah soredia. Sel-sel ganggang ini dapat terlepas dan jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi lumut kerak batu.
Lumut Kerak: Jenis, Cara Reproduksi dan Manfaatnya
Parmelia lumut kerak pada batang pohon
Tipe-Tipe Lumut Kerak
Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak dibagi ke dalam tiga tipe yaitu krusosa, foliosa dan frutikosa. 
a. Krustosa adalah lumut kerak yang terbentuk seperti kerak dan melekat erat pada substratnya seperti Physcia.
b. Foliosa adalah lumut kerak yang berbentuk daun seperti Parmelia.
c. Frutikosa adalah lumut kerak seperti semak atau menggantu seperti pita. Contohnya Usnea.

Manfaat Lumut Kerak
Lumut kerak ini guys memiliki beberapa manfaatn bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. dapat dibuat bahan dasar obat.
b. adapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma makanan.
c. pigmen yang dihasilkannya dapat dibuat kertas lakmus celup dan indikator pH.
d. pada daerah baerbatu, lumut kerak memulai pembentukkan tanah dengan melapukkan batuan dan menambahkan kandungan zat-zat yang dimilikinya.
e. dapat digunakan sebagai indikator pencemaran udara.

Gambar: disini

Minggu, April 22

Pengertian Garis Wallace dan Lydekker di Peta

Pengertian Garis Wallace dan Lydekker di Peta

Kalau kamu belajar geografi khususnya tentang sebaran flora fauna pastinya kamu akan menemukan Garis Wallace dan Lydekker di peta bukan?. 

Apa perbedaan garis Wallace dan Lydekker itu?. Garis Wallace adalah garis khayal atau imajiner di Indonesia antara Kalimantan dan pulau timur Sulawesi. 

Jalur ini memiliki makna karena memisahkan dua daerah zoogeografi yang masing-masing terkait dengan Asia dan Australia. Garis Wallace dibuat oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace.

Dalam penjelajahannya di Indonesia ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora fauna di Indonesia dan faunanya masih memiliki hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. 

Sementara di bagian lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna Asia. Baca juga: Contoh soal hots geografi

Ia dianggap sebagai ahli terkemuka abad ke 19 dalam bidang sebaran spesies binatang dan kadangkala dikenang sebagai bapak dari Biogeografi Evolusi sebuah kajian tentang spesies apa, hidup dimana dan mengapa. 

Ia adalah salah seorang pemikir revolusioner pada abad ke 19 dan memberikan banyak masukan ke dalam pembangunan teori evolusi selain juga salah seorang penemu dari teori seleksi alam.

Termasuk di dalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna dan juga efek Wallace, sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna. 

Wallace (8 Januari 1823-7 Nopember 1913) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan biologi dari Britania Raya. 

Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori yaitu seleksi alam. Ia banyak melakukan penelitian lapangan, penelitian pertamanya dilakukan di Sungai Amazon pada 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan setelah itu ke Indonesia. 
Pengertian Garis Wallace dan Lydekker di Peta
Garis Wallace dan Lydekker di Peta
Selama 8 tahun kemudian (1854-1862) ia menjelajah berbagai wilayah nusantara. Dari penjelajahan itu ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago. Selama ekspedisinya di nusantara diperkirakan ia telah menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 km. 

Melakukan 60 atau 70 kali perjalanan terpisah dan mengumpulkan 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050 spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia serta 100 spesimen reptil. 

Selebihnya mencapai 109.700 spesimen serangga termasuk spesies kupu-kupu yang ia sukai. 

Kebiasaan Wallace adalah mencatat perjalanannya dan menyelamatkannya ke Inggris melalui pos kapal-kapal dagang Eropa. 

Saat singgah ke Ternate antara tanggal 8 Januari - 25 Maret 1858 ketika Wallace terserang malaria ia masih memaksakan diri menulis surat dan mengirimkannya kepada ilmuwan Charles Darwin di Inggris.

Garis Lydekker adalah garis imajiner yang memisahkan daerah Wallace dengan Indonesia timur. Ia adalah seorang naturalis (ahli flora fauna, geologi, dan penulis buku ilmu pengetahuan alam yang lahir di London pada 1895. 

Ia menggambar garis pemisah biogeografi Australialis yang berada di bagian barat Indonesia dan Asialis yang berada di bagian timur Indonesia. Baca juga: Try Out UNBK Online Geografi
Sejarah Geologi Persebaran Fauna di Indonesia

Sejarah Geologi Persebaran Fauna di Indonesia

Biodiversitas fauna di Indonesia sangat tinggi dan menjadi kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Persebaran fauna di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi geologi Indonesia pada zaman dahulu dimana wilayah Indonesia pernah tergabung dengan wilayah benua Asia dan Australia yaitu kawasan Paparan Sunda (Sunda Shelf) dan Paparan Sahul (Sahul Shelf). 

Kesamaan fauna di Indonesia dengan fauna dari Asia dan Australia disebabkan karena adanya migrasi fauna dari kedua benua ke Indonesia pada zaman es. 

Pada saat itu terjadi penurunan permukaan air laut sehingga memudahkan fauna dari kedua benua melakukan migrasi ke Indonesia. Jadi geologi itu gus kaitannya dengan pergerakan lempeng tektonik ya.

2,6 juta tahun lalu (Pleistosen Akhir)
Zaman es berada di masa puncak dan pada periode ini hampir sepertiga muka bumi, terutama di daerah bumi paling utara dan selatan, tertutupi oleh es. Hal ini menyebabkan surutnya air laut secara tajam.   

Permukaan muka air laut yang turun sekitar 100-120 meter menyebabkan peluang bagi flora dan fauna untuk menyebar melalui daratan yang kering dari air laut walaupun dengan rentang waku migrasi yang cukup singkat. 

Fauna yang berhasil menapaki Indonesia bagian barat diantaranya kura-kura besar dan kudanil purba. 

Ketika suhu bumi mulai hangat kembali, kumpulan es ini mulai mencair dan membanjiri daerah daratan kering dan mengakibatkan banyak daratan yang terpisah-pisah oleh lautan.

Karena terisolasi di pulau dengan sumber makanan yang tidak seimbang akhirnya semua flora fauna ini mengalami kepunahan.
Sejarah Geologi Persebaran Fauna di Indonesia
Indonesia pada era Pleistosen

0,8 juta tahun yang lalu (Pleistosen Awal)
Migrasi fauna dari Asia yang sangat banyak, penurunan muka air laut sekitar 170 m karena rentang waktu migrasi yang cukup panjang. Karakteristik fauna yang datang ke Indonesia mirip dengan yang berasal dari India. 

Beberapa taxa fauna berhasil menapaki daerah Indonesia bagian barat. Salah satu fauna yang paling menjadi sorotan adalah gajah. Dari segi bentuk dan ukuran, jenis-jenis gajah purba ini sangat mirip dengan yang dari India Pakistan. 

Gajah merupakan hewan semi aquatik yang dapat berenang. Pada masa ini gajah diperkirakan mampu berenang ke kawasan yang tidak kering dan dipisahkan oleh lautan dalam. 

Dari barat menuju timur gajah ini dimungkinkan menyeberangi lautan ke Sulawesi dan hingga ke Flores. Kebanyakan fauna pada masa ini pun mengalami kepunahan sehingga tidak dapat ditemui di masa ini.

250 ribu, 150 ribu dan 17.000 tahun lalu (Pleistosen Akhir-Holosen)
Penurunan muka air laut berdampak besar pada keberadaan fauna-fauna Indonesia yang hidup dan keadaan geografis Indonesia yang hampir sama dengan sekarang. 

Penurunan muka air laut pada waktu itu sekitar 100 m. Karakter fauna Asia dan dominasi fauna dengan habitat hutan hujan merupakan ciri utama fauna Indonesia bagian barat yang memanjang dari Sumatera hingga Bali. 

Dimulai dari Lombok yang dipisahkan oleh lautan dalam dan arus tinggi dari Bali, distribusi fauna mulai berbeda. Hal ini lah yang disadari oleh Wallace sebagai ecozona tersendiri yang dia pisahkan dengan garis khayal.

Senin, April 2

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace merupakan salah satu ahli biogeografi pada abad ke 18. Ia memberikan banyak sumbangsih bagi perkembangan biogeografi di dunia.

Salah satu karya yang paling terkenal adalah zonasi persebaran fauna di permukaan bumi yang terbagi atas enam wilayah. Berikut penjelasannya:

Baca juga: Soal PTS Biosfer dan Poros Maritim

Nama Zona : Neartik
Persebaran : 
- Amerika Utara (AS dan Kanada):bagian timur (hutan gugur), bagian tengah (padang rumput_ dan hutan taiga.
- Greenland yang tertutup salju.
Jenis Fauna: Beruang cokelat, berang-berang, tupai salamander, bison, karibu, kelinci, kalkun dan bison.

Nama Zona : Neotropik
Persebaran :
- Daerah iklim tropik dan iklim sedang
- Meksiko selatan, Amerika tengah dan Amerika latin
Jenis fauna: kukang, armadilo, kelelawar pengisap darah, siamang, piranha, trenggiling, anaconda, kura-kura galapagos, belut listrik.

Nama Zona: Australis
Persebaran:
- Sebagian besar daerah iklim tropis dan sebagian iklim sedang.
- Australia, Selandia baru, Papua, Maluku, Oseania
Nama Fauna: Kangguru, koala, buaya, platipus, wallaby, burung pengisap madu, kiwi, kasuari.

Nama Zona : Oriental
Persebaran:
- Wilayah briklim tropik dan dominan hutan hujan.
- Benua Asia selaran dan Asia Tenggara (sampai wilayah peralihan)
Nama Fauna: Badak, harimau, orangutan, bekantan, gajah.

Nama Zona : Paleartik
Persebaran:
- Hewan bervariasi karena suhu di daerah tersebut tinggi dan curah hujan bervariasi.
- Wilayah Eurasia dari kutub utara hinga Himalaya, Afganistan, Afrika, Inggris, Jepang dan Selat Bering.
Nama Fauna: Lynx, landak, rusa kutub, bison, kambing gunung, panda, serigala, kelinci kutub, burung pelatuk.

Nama Zona : Ethiopian
Persebaran:
- Wilayah Afrika, Madagaskar dan daratan Arab selatan
- Bagian utara wilayah Ethiopian berupa gurun Sahara
nama Fauna: Gorila, simpanse, cheetah, jerapah, zebra, lemur, babon, singa, kudanil, unta.  

Baca juga: Contoh soal PAS Biosfer hots + kunci

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace
Peta zonasi fauna Wallace revisi

Kamis, Maret 22

Aktivitas Manusia Dapat Menurunkan Keanekaragaman Hayati

Aktivitas Manusia Dapat Menurunkan Keanekaragaman Hayati

Manusia adalah mahluk dominan di permukaan bumi atau man ecologial dominant dalam ekologi. 

Kegiatan manusia ini banyak sekali yang merusak permukaan bumi termasuk merusak kelestarian flora dan fauna. 

Di Indonesia saja sejak 1970 an shingga tahun 2000 an, laju kerusakan hutan mencapai 2,8 juta ha/per tahun. J

ika terus dibiarkan maka akan berdampak pada kepunahan berbagai spesies flora dan fauna. 

Di berita kita sering lihat berbagai hewan buas masuk ke pemukiman warga karena kehilangan sumber makanan dan habitatnya hancur oleh manusia. Lalu faktor-faktor apakah yang menyebabkan kepunahan keanekaragaman hayati?. 

Baca juga:
Inilah tipe-tipe erupsi gunung api di dunia
Perbedaan konservasi DAS hulu dan hilir

a. Perusakan habitat
Habitat diartikan sebagai daerah tempat tinggal suatu organisme. Kerusakan habitat ini merupakan pangkal mula dari kepunahan suatu organisme. Jika habitat rusak maka organisme tidak akan memiliki tempat yang cocok untuk hidup. 

Kerusakan habitat dapat diakibatkan karena ekosistem diubah fungsinya oleh manusia misalnya ilegal logging untuk industri. 

Perubahan hutan menjadi lahan pertanian, pemukiman dan akhirnya tumbuh perkotaan. Kegiatan manusia tersebut mengakibatkan menurunnya keanekaragaman ekosistem, jenis dan gen.

Selain akitbat aktifitas manusia, kerusakan habitat juga dapat diakibatkan oleh bencana alam seperti kebakaran lahan, erupsi atau banjir bandang. Kerusakan terumbu karang di laut juga banyak terjadi oleh kegiatan nelayan nakal atau turis. 

Ikan-ikan serta biota laut yang hidup di dalam terumbu karang kini banyak terusik oleh aktivitas manusia. Beberapa waktu lalu, sebuah kapal pesiar di Raja Ampat juga merusak terumbu karang di perairan eksotis Indonesia tersebut.

b. Penggunaan pestisida
Pestisida contohnya adalah insektisida, herbisida dan fungisida. Semuanya adalah bahan kimia pembasmi hama tanaman. Pestisida yang sebenarnya hanya untuk membunuh hama, namun kenyataannya menyebar ke lingkungan dan mercauni mikroba, jamur, hewan dan tumbuhan lainnya.
Aktivitas Manusia Dapat Menurunkan Keanekaragaman Hayati
Harimau bonita yang masuk ke daerah pemukiman warga
c. Pencemaran
Bahan pencemar alias polutan dapa membunuh mikroba, jamur, hewan dan tumbuhan penting lain. Bahan pencemaran ini banyak berasal dari limabah domestik, industri maupun pertanian. Contoh konkret adalah Pencemaran Masal Sungai Citarum yang kini tengah dilakukan pembersihan oleh Pemprov Jawa Barat.

d. Perubahan tipe tumbuhan
Tumbuhan merupakan produser di dalam ekosistem. Perubahan tipe tumbuhan seperti perubahan dari hutan hujan menjadi hutan produksi dapat mengakibatkan punahnya tumbuhan-tumbuhan liar yang penting bagi kestabilan ekosistem. 

e. Masuknya jenis tumbuhan dan hewan liar
Tumbuhan dan hewan liar yang masuk ke dalam ekosistem dapat berkompetisi dan akhirnya membunuh tumbuhan dan hewan asli di daerah tersebut.

f. Penebangan
Penebangan hutan tidka hanya menghilangkan pohon yang sengaja ditebang namun juga merusak pohon-pohon lain yang ada di sekelilingnya. Kerusakan berbagai tumbuh-tumbuhan karena penebangan akan mengakibatkan lenyapnya fauna sehingga menurunkan plasma nutfah.

g. Seleksi
Secara stidak sengaja perilaku kita mempercepat kepunahan organisme, sebagai contoh kita sering hanya menanam vegetasi yang dianggap unggul dan menepikan vegetasi lain yang kurang unggul. 

Menurunnya keanekaragaman hayati menimbulkan masalah lingkungan yang akhirnya merugikan manusia seperti penebangan hutan yang memicu banjir bandang. 

Menurunya populasi serangga pemangsa karena penggunaan insektisida juga berdampak pada ledakan populasi hewan tertentu seperti ulat. Kalian tentu pernah melihat berita tentang serangan ulat bulu di satu desa bukan?. 

Itu adalah dampak dari ketiadaan pemangsa, artinya ada rantai makanan yang hilang sehingga ekosistem terganggu. Baca juga: Contoh soal studi kasus geografi di UN

Gambar: detiknews

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close