Guru Geografi: Biologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 4

Tingkatan Struktur Organisme Kehidupan

Tingkatan Struktur Organisme Kehidupan

Kehidupan itu memiliki struktur yang sangat terogranisasi mulai dari molekul sampai bioma. Semua ini adalah ciptaan sempuran dari Tuhan.

Berikut ini struktur organisasi kehidupan dalam berbagai tingkatan dari terkecil sampai terbesar. Silahkan dibaca dan dipelajari.
 
1. Tingkat Molekul
Setiap inti sel mahluk hidup punya molekul organik yang berperan mengendalikan struktur dan fungsi dari setiap sel. Inti sel juga membawa informasi genetik yang diturunkan. 

Gen tersusun atas molekul organik berupa DNA (deoxyribonucleic acid). DNA memiliki kemampuan replikasi atau membentuk dirinya sendiri yaitu DNA, juga kemampuan mebentuk molekul lain atau RNA (ribonucleic acid) melalui transkripsi. RNA berperan sebagai pelaksana sintesis protein.

2. Tingkat Sel
Sel adalah unit kehidupan terkecil ya gan. Mahluk hidup uniseluluer seperti Protozoa, bakteri dan alga melakukan metabolismenya dalam sebuah sel karena adanya organel-organel yang menjalankan fungsi metabolisme. Mahluk hidup multiseluler seperti tumbuhan dan hewan dibangun dari berbagai macam sel yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda.

3. Tingkat Jaringan
Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Tubuh hewan tersusuna tas bermacam-macam jaringan seperti otot, darah atau epidermis. Porifera dan Coelenterata merupakan contoh mahluk hidup tingkat organisasi jaringan yang paling sederhana. Porifera dan Coelenterata memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh (diploblastik) yaitu lapisan terluar (ekdoterm) dan lapisan terdalam (endoderm).

4. Tingkat Organ
Organ adalah kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu. Contoh organ dalam tubuh manusia adalah jantung, paru-paru dan lambung. Adapun organ tumbuhan contohnya akar, batang, daun, bunga dan buah.

5. Tingkat Sistem Organ
Sistem organ adalah susunan organ-organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi di dalam tubuh. Sebagai contoh sistem peredaran darah manusia yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, keduanya berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

6. Tingkat Individu
Di tingkat individu berlangsung mekanisme kompleks yang terjadi karena koordinasi dan regulasi bermacam-macam sistem tubuh. Contohnya manusia adalah individu yang terdiri atas bermacam-macam sistem organ mulai dari sistem gerak, sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem ekskresi, sistem reproduksi dan sistem imun.

7. Tingkat Populasi
Kumpulan individu yang berada pada waktu dan tempat yang sama dinamakan populasi. Di lingkungan sekitar kita ada bermacam-macam populasi seperti populasi rumput, populasi kucing, populasi cacing tanah dan lainnya.

8. Tingkat Komunitas
Kumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama dinamakan komunitas. Misalnya komunita padang sabana yang terdiri atas populasi rumput, populasi akasia, populasi belalang, populasi singa, populasi alang-alang.

9. Tingkat Ekosistem
Eksosistem adalah interaksi antara populasi-populasi penyusun komunitas dengan lingkungan abiotiknya (sinar matahari, air tanah udara).

10. Tingkat Bioma
Kumpulan ekosistem yang melingkupi wilayah yang luas akan membentuk bioma. Bioma dicirikan dengan kenampakan vegetasi yang khas dan dipengaruhi garis lintang. Contoh bioma adalah bioma gurun, bioma hutan huja, bioma hutan gugur, bioma taiga, bioma tundra, bioma sabana, bioma stepa.
Kenampakan bioma sabana

Kamis, Juli 22

Rangkuman Biologi Kelas 10: Ruang Lingkup Biologi

Rangkuman Biologi Kelas 10: Ruang Lingkup Biologi

Biologi adalah salah satu ilmu yang penting dalam memahami seluk beluk mahluk hidup di muka bumi. Bagi yang memerlukan rangkuman materi tentang ruang lingkup biologi, silahkan cek di bawah.
 
Bahasan pertama biologi di semester 1 kelas 10 adalah terkait penelitian ilmiah dan ruang lingkup biologi yang menjadi satu kesatuan. Segala hal tentang mahluk hidup dihasilkan dari penelitian-penelitian terhadap komponen mahluk hidup dari yang terkecil hingga terbesar.
 
Jangan lupa untuk like dan share konten blog ini ke teman-teman lainnya ya di grup Wa, telegram dan lainnya. 
1.  Biologi berasal dari kata bio (hidup) dan logos (ilmu), jadi biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hidup dan kehidupan.
 
2. Objek dari biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom, molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, sampai bioma dan biosfer.

3. Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki  objek berupa Kingdom (kerajaan), yaitu Animalia (hewan), Plantae (tumbuhan), dan Protista (makhluk hidup mirip hewan atau mirip tumbuhan).
 
4. Uniseluler ialah makhluk hidup bersel satu dan tidak dapat dilihat secara langsung. Kita dapat melihatnya dengan mikroskop. Fungsi kehidupan dilakukan oleh bagian-bagian penyusun sel itu sendiri.

5. Multiseluler ialah makhluk hidup bersel banyak, dapat dilihat secara langsung tanpa bantuan mikroskop, dan tubuhnya sudah mengalami pembagian tugas yang baik.

6. Eukariotik ialah makhluk hidup yang memiliki membran inti sel sehingga inti sel tidak bercampur dengan sitoplasma (cairan sel).

7. Prokariotik ialah makhluk hidup yang belum memiliki membran inti sel sehingga bahan-bahan inti sel bercampur dengan sitoplasma.
 
8. Heterotrof ialah makhluk hidup yang mengambil bahan organik dari makhluk hidup lain dan  tidak  dapat  membentuk  bahan  organik sendiri.

9. Autotrof ialah makhluk  hidup  yang  dapat  menyediakan  bahan organik  sendiri melalui  proses  fotosintesis. Makhluk  hidup  ini dicirikan dengan adanya  klorofil atau kemampuan  menguraikan
bahan-bahan kimia sebagai energi dalam pembentukan bahan organik.
 
10. Penelitian merupakan salah satu tahap metode ilmiah  yangmenggunakan langkah-langkah yang sistematis dan teratur serta berpikir logis.
 
11. Menurut metodenya, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian deskriptif, penelitian sejarah, penelitian survey dan penelitian eksperimen.
 
12. Tahapan penelitian meliputi permumusah masalah dan hipotesis, penetapan tujuan penelitian, perumusan variabel penelitian, studi pustaka, penentuan metode penelitian, penyajian hasil, pembahasan hasil penelitian, simpulan.
 
13. Dalam melaksanakan penelitian, harus diperhatikan beberapa faktor, yaitu taraf perlakuan, pengendalian faktor lain, pengulangan, dan pengukuran
 
13. Sikap ilmiah seorang peneliti diantaranya mampu membedakan fakta dna opini, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan pendapat, mengembangkan rasa keingintahuan, peduli terhadap lingkungan, berpendapat secara ilmiah dan kritis, berani memperbaiki hasil penelitian, bekerja sama, jujur terhadap fakta lapangan dan tekun.
 
14. Hasil penelitian dapat dikomunikasikan dalam bentuk jurnal, buku, majalah, atau seminar.

Rabu, September 2

Contoh Gangguan Pada Otot Manusia

Contoh Gangguan Pada Otot Manusia

Halo teman-teman sekalian kali ini kita akan belajar materi biologi tentnag sistem gerak khususnya tentang otot.

Setiap mahluk hidup tak terkecuali manusia tentu punya otot yang membungkus tulang. Tanpa otot maka kita tidak akan bisa bergerak.

Lalu seperti apa contoh-contoh gangguan pada otot?. Berikut penjelasannya.
1. Hipertrofi adalah suatu gangguan akibat otot yang berkembang mejnadi lebih besar. Hipertrofi dapat diakibatkan oleh aktifitas otot yang kuat, berulang-ulang dan terus-menerus serta asupan nutrisi yang banyak. Hipertrofi terjadi pada orang yang sering berolahraga atau pekerja lapangan.

2. Atrofi adalah gangguan otot yang mengecil. Atrofi dapat terjadi jika otot jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali karena faktor kelumpuhan, pemasangan gips atau penyakit polio.

3. Distrofi otot adalah penurunan kemampuan otot karena pengaruh genetik.
Gangguan otot pada atlet olahraga
4. Tetanus adalah penyakit kejang otot karena otot berkontraksi terus-menerus hingga tidak mampu lagi berkontraksi. Tentanus diakibatkan oleh bakteri Clostridium tetani.

5. Kram adalah suatu keadaan otot tiba-tiba tegang, sulit digerakkan dan disertai rasa nyeri. Kram otot terjadi karena tidak melakukan pemanasan dengan benar sebelum berolahraga, kurang lancarnya aliran darah pada bagian tubuh tertentu, kondisi udara dingin, ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh seperti kalium dan natrium dan kekurangan vitamin B1, B5 dan B6.

6. Miastenai gravis adala ketidakmampuan otot berkontraksi sehingga penderita mengalami kelumpuhan. Miastenia gravis adalah penyakit autoimun atau kekacauan sistem kekebalan tubuh. Penyakit in idiakibatkan oleh kerusakan kelenjar timus.

7. Otot robek adalah keadaan robeknya serabut otot yang berakibat bengkak, rasa nyeri dan pendarahan. Hal ini karena gerakan tiba-tiba saat berolahraga sehingga otot luka.

8. Otot terkilir atau strain adalah robeknya otot bagian tendon karena gerakan yang berlebihan. Otot terkilir disebabkan pembebanan secara tiba-tiba pada otot.

Itulah beberapa contoh gangguan pada otot manusia baik karena faktor genetik, penyakit maupun gerakan yang salah. Ada baiknya kita menjaga kesehatan otot kita dengan menjaga asupan nutrisi tubuh dan jangan lupa melakukan pemanasan sebelum berolahraga.

Kamis, Juli 30

Rangkuman Materi Biologi Kelas 11: Sel

Rangkuman Materi Biologi Kelas 11: Sel

Halo kawan-kawan, kali ini saya akan berikan contoh rangkuman materi biologi kelas 11 tentang sel. Jangan lupa like dan share blognya ke teman-teman lain ya!.

Setiap mahluk hidup di muka bumi ini pastinya memiliki sel. Tidak terhitung berapa triliun sel yang ada di tubuh kita.

Bayangkan saja sehelai rambut kamu jika diamati oleh mikroskop elektron ada berapa juta sel di dalamnya. Itu baru sehelai rambut lho!.

Sel adalah karunia dan anugerah Tuhan sehingga kita wajib menjaganya dengan memperlakukan tubuh sebaik mungkin.
Komponen sel
Rangkuman Biologi Sel Kelas 11
1. Sel pertamakali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665.
2. Ukuran sel berkisar antar diameter 1-100 mikrometer.
3. Sel adalah tingkatan struktural kehidupan terendah dari seluruh sifat kehidupan seperti reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan, pemanfaatan energi, respon terhdap lingkungan, homeostatis dan adaptasi terhadap lingkungan di sekitarnya.
4. Secara struktural sel dibagi menjadi dua tipe yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.
5. Tubuh hewan lebih banyak mengandung protein sedangkan tubuh tumbuhan lebih banyak mengandung karbohidrat.
6. Sel hidup mengandung empat makromolekul penting yaitu karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat.
7. Bagian-bagian dan organ sel yaitu membran sel, nukleus, sitoplasma, ribosom, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, peroksisom, glioksison, mitokondria, plastida, vakuola, sentrosom dan sentrisol, sitoskeloson dan dinding sel.
8. Ciri sel hewan adalah tidak punya dinding sel dan plastida, memiliki vakuola yang besar serta tidak memiliki sentriol.
9. Transpor zat melalui membran dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu transpor pasif dan transpor aktif. Transpor pasif meliputi pompa ion, kontraspor dan endositosis-eksositosis. Endosistosis pada sel hewan, meliputi fagositosis, pinositosis dan endosistosis yang diperantarai oleh reseptor.
10. Fakta tentang sel adalah:
- semua mahluk hidup tersusun atas sel-sel.
- sel adalah unit struktural terkecil mahluk hidup.
- sel merupakan unit fungsional karena sel melakukan suatu fungsi kehidupan.
- semua sel berasal dari sel sebelumnya.
- sele merupakan unit hereditas yang datp mewariskan sifat genetik.

Baca juga: Soal ulangan biologi bab sel

Minggu, Mei 27

3 Tipe Rumput Laut (Marine Algae)

3 Tipe Rumput Laut (Marine Algae)

Siapa tidak kenal rumput laut alias seaweed, sejenis tumbuhan di laut yang kini banyak dikonsumsi manusia karena beragam manfaatnya. 

Rumput laut adalah istilah umum untuk ganggang laut atau sekelompok spesies Kingdom Protista yang berarti mereka bukan tanaman sejati meski mungkin terlihat seperti tumbuhan di bawah laut dan bisa tumbuh hingga 150 kaki. 

Ganggang atau alga bukanlah tumbuhan, meski mereka berfotosintesis dan punya dinding sel mirip tumbuhan. 

Ganggang tidak punya sistem akar atau pembuluh darah internal dan mereka tidak punya biji atau bunga.

Ganggang laut dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Ganggang Cokelat (Phaeophyta), Ganggang Hijau (Chlorophyta) dan Ganggang Merah (Rhodophyta). 

Ada juga jenis keempat yaitu Ganggang Biru (Cyanobacteria) yang kadang disebut juga rumput laut.

Ganggang Cokelat (Phaeophyta)
Ganggang cokelat adalah jenis rumput laut terbesar. Ganggang cokelat masuk filum Phaeophyta yang berarti tumbuhan kehitaman. Ganggang cokelar berwarna cokelat atau kuning kecokelatan dan ditemukan di perairan beriklim sedang atau arktik. 

Ganggang cokelat biasanya memiliki struktur mirip akar yang dinamakan holdfast untuk menjangkar ganggang ke permukaan laut. 

Salah satu jenis ganggang cokelat membentuk hutan rumput laut di dekat California dan lainnya membentuk rumput laut mengambang seperti di Laut Sargasso. Contoh ganggang cokelat adalah rumput laur, sargassum dan fucus.
3 Tipe Rumput Laut (Marine Algae)
Ganggang cokelat
Ganggang Merah (Rhodophyta)
Ada lebih dari 6.000 spesies ganggang merah di dunia. Ganggang merah punya warna cemeralang karena memiliki pigmen phycoerythrin. Ganggang ini dapat hidup lebih dalam dari ganggang cokelat
dan hijau karena menyerap cahaya biru. Coralline alga, sub kelompok ganggang merah sangat penting dalam pembentukkan terumbu karang. Contoh ganggang merah adalah Iris moss, alga koralin dan dulse
 
3 Tipe Rumput Laut (Marine Algae)
Ganggang merah
Ganggang Hijau (Chlorophyta)
Ada lebih dari 4.000 spesies ganggang laut dan mereka bisa ditemukan di habitat laut dan perairan tawar dan bahkan beberapa tumbuh di tanah lembab bebatuan dan pohon. Ganggang hijau memiliki tiga bentuk yaitu uniseluler, kolonial dan mulitseluler. 

Contoh ganggang hijau adalah selada laut (Ulva sp) dan Codium sp. Pemanfaatan ganggang hijau saat ini adalah untuk kosmetik, pengobatan dan bahan makanan seperti keripik rumput laut.
3 Tipe Rumput Laut (Marine Algae)
Ganggang hijau
Pengertian, Ciri, Bentuk Ganggang Hijau (Chlorophyta)

Pengertian, Ciri, Bentuk Ganggang Hijau (Chlorophyta)

Ganggang hijau dapat ditemukan sebagai organisme bersel satu, bersel banyak atau hidup dalam koloni besar. 

Lebih dari 6.500 spesies ganggang hijau diklasifikasikan sebagai Chlorophyta dan sebagian besar hidup di laut sementara 5.000 lainnya berada di air tawar dan diklasifikasikan terpiah dari Chlorophyta. 

Seperti ganggang lainnya, semua ganggang hijau mampu melakukan fotosintesis namun tidak seperti rekannya yang merah dan cokelat, Ganggang hijau diklasifikasikan dalam kerajaan tumbuhan (Plantae).
Pengertian, Ciri, Bentuk Gangang Hijau (Chlorophyta)
Gangagng hijau di lautan dangkal

Bagaimana Ganggang Hijau Mendapatkan Warna nya?
Ganggang hijau punya warna hijau gelap ke hijau muda cerah yang berasal dari klorofil a dan b yang mereka miliki sama halnya dengan tumbuhan tingkat tinggi. 

Warna keseluruhan ganggang hijau ditentukan oleh jumlah pigmentasi lainnya termasuk beta-karoten (berwarna kuning) dan xanthophyll (berwarna kekuningan/kecokelatan). Seperti tumbuhan tingkat tinggi, ganggang hijau menyimpan makanan mereka sebagai saripati dengan sebagian besar dalam wujud lemak atau minyak.

Habitat dan Sebaran Ganggang Hijau
Ganggang hijau pada umumnya hidup dimana cahaya melimpah seperti di zona neritik, zona pasang surut dan litoral. 

Ganggang hijau kurang umum dijumpai di perairan air asin namun banyak ditemukan di perairan air tawar. Ganggang hijau dalam skala kecil juga dapat ditemukan di bebatuan, pepohonan hutan.

Kerajaan : Plantae
Fillum : Chlorophyta

Klasifikasi ganggang laut telah berubah, setelah masuk dalam satu kelas saja kini sebagian besar ganggang hijau air tawar dipisahkan ke dalam kelas Chlorophyta.

Spesies
Contoh dari ganggang hijau adalah selda laut (Ulva) dan Jari Orang Mati (Codium).

Pemanfaatan Ganggang Hijau
Seperti ganggang lainnya, ganggang hijau bermanfaat sebagai sumber makanan penting bagi kehidupan laut herbivora seperti ikan, crustacea, gastropoda dan mahluk lain. Manusia juga mengonsumsi ganggang hijau meski jarang digunakan sebagai makanan. 

Pigmen hijau beta karoten digunakan sebagai pewarna makanan. Para peneliti juga menemukan bahwa ganggang hijau dapat mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer karena ganggang akan menyerap karbon dioksida dan menjebakanya ke dasar lautan.

Gambar: disini

Rabu, Mei 23

Pengertian Kekebalan/Imunitas Aktif dan Pasif

Pengertian Kekebalan/Imunitas Aktif dan Pasif

Kekebalan adalah nama yang diberikan pada suatu set pertahanan tubuh untuk melindungi diri terhadap patogen dan memerangi infeksi. 

Kalau sakit ini, sistem imunitas tubuh kamu akan melawan cirus atau bakteri penyebab penyakit tersebut.

Sistem kekebalan ini sangat rumit dan dibagi menjadi beberapa kategori salah satunya menjadi sistem kekebalan aktif dan sistem kekebalan pasif. Apa perbedaan diantara keduanya?.

Kekebalan Aktif
Kekebalan aktif berasal dari paparan patogen. Permukaan patogen bertindak sebagai antigen yang merupakan tempat pengikatan antibodi Antibodi adalah molekul protein berbentuk Y yang bisa ada pada mereka sendiri atau melekat pada mebran sel-sel khusus. Tubuh tidak menyimpan antibodi untuk melawan infeksi secepat mungkin. 

Proses yang disebut dengan seleksi klonal dan ekspansi membangun cadangan antibodi.

Contoh kekebalan aktif alami adalah melawang flu. Contoh kekebalan aktif buatan adalah melakukan imunisasi untuk membangun resistensi terhadap penyakit. Reaksi alergi adalah respon ekstrim terhadap antigen akibat dari kekebalan aktif.

Komponen Kekebalan Aktif
1. Kekebalan aktif membutuhkan paparan patogen atau antigen patogen. 
2. Paparan antigen mengarah pada produksi antobodi Antibodi pada dasarnya menandai sel dihancurkan oleh sel-sel darah khusus yang disebut limfosit.
3. Sel yang terlibat dalam kekebalan aktif adalah sel T, sel B dan sel antigen.
4. Ada penundaan antara paparan antigen dan kehadiran kekebalan. Paparan pertama mengarah pada apa yang disebut respon primer. Jika seseorang terkena patogen lagi nanti maka responnya jauh lebih cepat dari sebelumnya. Ini disebut juga respon sekunder.
5. Kekebalan aktif berlangsung lama bahkan seumur hidup.
6. Ada beberapa efek samping dari kekebalan aktif diantaranya alergi namun tidak begitu serius bagi tubuh.
Pengertian Kekebalan/Imunitas Aktif dan Pasif
Kekebalan aktif dna pasif pada tubuh
Kekebalan Pasif 
Kekebalan tubuh pasif tidak membutuhkan tubuh untuk membuat antibodi terhadap antigen. Antibodi diperkenalkan dari luar organisme. 

Contoh imunitas pasif alami adalah perlindungan bayi terhadap infeksi tertentu dengan mendapatkan antibodi melalui kolostrum atau ASI. 

Contoh kekebalan pasif buatan adalah mendapatkan suntikan antisera, contoh lainnya adalah suntikan anitvenom ular sesaat setelah gigitan.

Komponen Kekebalan Pasif
1. Kekebalan pasif diberikan diluar tubuh sehingga tidak memerlukan paparna infeksi atau antigennya.
2. Tidak ada penundaan untuk tindakan imunitas pasif. Respon terhadap agen infeksi cepat.
3. Kekebalan pasif tidak tahan lama biasanya aktif beberapa hari saja guys.
4. Kondisi yang dinamakan serum sickness dapat terjadi akibat paparan antisera.

Gambar: disini
7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur

7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur

Pernahkah kamu makan jamur?. Bagaimana rasanya?. Atau pernahkah kamu melihat jamur tumbuh di dinding rumah, pohon atau tempat lainnya?. 

Jamur adalah organisme eukariotik yang diklasifikasikan ke dalam Kingdom mereka sendiri yaitu Fungi. Dinding sel fungi mengadung kitin, polimer yang mirip dalam struktur glukosa. 

Tidak seperti tumbuhan pada umumnya, jamur gak punya klorofil sehingga tidak mampu membuat makanan sendiri. 

Jamur ini guys biasa memperoleh nutrisi dari penyerapan. Mereka melepaskan enzim pencernaan ke lingkungan yang membantu proses ini. 

Jamur ini ada banyak sekali macamnya di dunia guys, dan ada fakta-fakta menarik tentang jamur yang harus kamu ketahui khususnya dalam bidang kedokteran. Berikut 7 fakta tentang fungi yang harus kamu tahu:
7 Fakta Ilmiah Tentang Fungi/Jamur
Jamur bercahaya di malam hari
1. Jamur dapat mengobati penyakit
Kita sudah tahu tentang antibiotik yang dinamakan penicillin bukan?. Tahukah anda bahwa antibiotik ini dihasilkan dari jamur?. 

Pada 1929 seorang dokter di Inggris menulis sebuah makalah tentang apa yang ia sebut sebagai penicillin yang berasal dari jamur Penicillium notatum (sekarang dikenal Penicillium chrysogenum). 

Ia memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri. Penemuan dan penelitiannya sangat berpengaruh pada pengembangan antibiotik di dunia dan berjasa dalam menyelamatkan nyawa jutaan manusia.

2. Jamur dapat meninmbulkan penyakit
Banyak penyakit juga bisa dihasilkan dari jamur ini guys contohnya kurap dan panu. Panu dan kurap biasa muncul di kulit dan menyebabkan gatal-gatal guys.

3. Jamur penting bagi lingkungan
Fungi memainkan peranan penting bagi lingkungan khususnya siklus nutrisi. Jamur adalah salah satu pengurai utama materi organisme yang mati. 

Tanpa jamur, dedaunan, pohon mati dan bahan organik lain yang tubuh di hutan tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 

Contohnya nitrogen adalah elemen penting yang dihasilkan oleh jamur saat mendekomposisi materi organik.

4. Jamur dapat hidup lama
Tergantung kondisi lingkungan, banyak jamur hidup dalam waktu lama dan beberapa jenis dapat tumbuh dan hidup tidak aktif selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun.

5. Jamur memiliki racun
Beberapa jamur itu beracun guys dan beberapa sangat beracun hingga dapat menimbulkan kematian langsung pada hewan dan manusia. Jamur mematikan sering mengandung zat yang dikenal sebagai amatoxins. 

Amatoxins biasanya sangat baik dalam menghambat  RNA polimerase II. Tanpa polimerase II metabolisme sel akan berhenti.

6. Jamur dapat mengendalikan hama
Beberapa spesies jamur mampu menekan pertumbuhan serangga dan nematoda yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Biasanya jamur yang dapat memiliki kemampuan ini adalah bagian dari kelompok yang disebut hpphomycetes.

7. Jamur adalah organisme terbesar yang hidup di bumi
Jamur yang dikenal sebagai jamur maduadalah organisme hidup terbesar di planet ini. Ia diyakini berusia 2400 tahun dan mencakup lebih dari 2.000 hektar. Yang menariknya, ia membunuh pepohonan saat ia menyebar.

Fakta lain membuktikan bahwa jamur bisa digunakan untuk menghasilkan asam sitrat yang  digunakan dalam pembuatan minuman. Beberapa jamr juga bisa menghasilkan cahaya sendiri atua bioluminescent yang bersinar dalam gelap. 

Mungkin masih banyak jenis jamur yang belum diteliti dan masih menjadi misteri bagi manusia.  

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close