Guru Geografi: Bioma - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Bioma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioma. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 8

Ciri-Ciri dan Persebaran Bioma Gurun di Permukaan Bumi

Ciri-Ciri dan Persebaran Bioma Gurun di Permukaan Bumi

Bioma gurun adalah salah satu bioma daratan yang bertipe arid atau kering. Gurun menutupi satu per lima daratan bumi.
 
Ciri fisik bioma gurun secara umum adalah curah hujan sangat rendah sepanjang tahun (kurang dari 50 centimeter).
 
Bioma gurun terbagi menjadi 4 tipe yaitu gurun arid, gurun semi-arid, gurun pesisir dan gurun dingin. Setiap gurun ini memiliki karakteristik mulai dari level kekeringan, iklim, suhu dan lokasi.
 
Kondisi Suhu 
Meski gurun punya variasi jenis seperti diatas, namun secara umum bioma ini dapat dideskripsikan secara umum. Fluktuasi suhu setiap hari (amplitudo harian gurun) sangat ekstrim dibandingkan daerah humid atau basah.

Saat siang hari gurun cepat menyerap panas namun saat malam hari sangat cepat melepas panas. Renahnya kelembaban udara di gurun juga sering disebabkan karena sedikitnya tutupan awan yang pada dasarnya mampu menyimpan panas.

Bioma gurun pasir

Curah Hujan di Gurun
Curah hujan di bioma gurun sangat unik. Saat terjadi hujan di daerah gurun, presipitasi selalu datang cepat dan singkat yang dipisahkan oleh periode musim panas panjang.
 
Hujan yang turun akan langsung mengalai evaporasi, bahkan di beberapa gurun yang sangat kering, presipitasi tidak sampai menyentuh tanah (hujan virga).
 
Tekstur pasir di gurun umumnya kuarsa dan tanah gurun sangat minim mengalami pelapukan.
 
Vegetasi yang hidup di daerah gurun sangat sedikit karena faktor kondisi cuaca dan tanah disana yang panas. Beberapa tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan gurun adalah kaktus, akasia dan palem (kurma). 
 
Untuk fauna bioma gurun, beberapa diantaranya adalah unta, kadal, ular, kalajengking, tikus, kucin gurun. 
 
Contoh fauna dan vegetasi gurun

Karakteristik Bioma Gurun
Berikut ini beberapa karakteristik fisik khusus dari gurun:
1. curah hujan < 250 mm per tahun.
2. amplitudo suhu (perbedaan suhu) harian siang dan malam ekstrim.
3. evaporasi tinggi.
4. tekstur pasir kuarsa.
5. biodiversitas minim 
 
Gurun pantai

Tipe-Tipe Bioma Gurun
1. Gurun Arid, memiliki ciri panas, kering dan terbentuk di wilayah lintang rendah. Suhu cenderung hangat sepanjang tahun, meski sangat panas saat puncak musim panas. Curah hujan di guru tipe ini sangat minim dan lebih dominan evaporasi. Gurun Arid tersebar di Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia Selatan dan Australia. Contoh gurun arid adalah Gurun Sonoran,Gurun Sahara dan Gurun Kalahari.
 
2. Gurun Semi-Arid, memiliki ciri tidak sepanas dan sekering gurun arid. Gurun tipe ini mengalami musim panas kering, musim dingin yang panjang dengan diselingi presipitasi. Gurun semi arid tersebar di Amerika Utara, Newfoundland, Greenland, Eropa dan Asia.
 
3. Gurun Pesisir, terbentuk di wilayah barat benua sekitar ekuator. Pada lokasi ini, arus laut dingin bergerak menyusuri pantai dan pesisir dan menghasilkan kabut tebal diatas gurun. Meski kelembaban di gurun pantai ini cukup tinggi, presipitasi tetap sangat jarang. Contoh gurun pantai/pesisir adalah Gurun Atacama dan Gurun Namibia.
 
4. Gurun Dingin, memiliki ciri suhu rendah dan musim dingin panjang. Gurun dingin terdapat di Arktik, Antartika dan diatas pegunungan tinggi. Banyak area bioma tundra yang berubah menjadi gurun dingin saat musim dingin. Gurun dingin menerima presiptasi cukup banyak dibanding gurun lain pada umumnya. Contoh gurun dingin adalah gurun Gobi di Asia.
Kaktus gurun
 Gambar: disini, disini, disini

Rabu, Maret 21

Ekosistem Bioma Air Tawar di Bumi

Ekosistem Bioma Air Tawar di Bumi

Ekosistem bioma air tawar merupakan salah satu jenis bioma yang umum dijumpai di permukaan bumi. Ekosistem air tawar memiliki kadar garam rendah. 

Air tawar memiliki kemampuan menyerap panas dari cahaya matahari sehingga perubahan suhu tidak terlalu besar. 

Berdasarkan ada tidaknya arus, ekosistem air tawar terbagi menjadi ekosistem lentik (tidak mengalir seperti kolam, rawa, danau) dan eksosistem lotik (mengalir seperti sungai).

Tumbuhan yang menghuni lingkungan perairan tawar meliputi tumbuhan yang berukuran besar (makrohidrofita) serta tumbuhan yang berkuuran kecil yaitu ganggang. Tumbuhan biji di ekosistem air tawar misalnya teratai dan eceng gondok. 

Baca juga: Perbedaan sabana dan stepa

Sementara tumbuhan yang berukuran mikroskopis adalah ganggang biru, ganggang hijau dan diatomae. Hewan penghuni air tawa adalah udang-udang, ikan dan serangga. 

Kehidupan yang subur terapat di zona fotik yaitu zona tembus cahaya dan dibawahnya terdapat zona afotik yagng tidak tembus cahaya. Daerah afotik dan lumpur dasar dihuni organisme pengurai.
Ekosistem Bioma Air Tawar di Bumi
Teratai di atas perairan tawar
a. Organisme Air Tawar
Berdasarkan cara hidupnya, organisme di air dapat dibedakan menjadi:
1. Plankton adalah organisme berukuran mikroskopis yang hidup melayang-layang dalam air. Plankton dibedakan menjadi fitoplankton (plankton tumbuhan), zooplankton (plankton hewan) dan bakterioplankton (bakteri).
2. Nekton adalah organisme yang hidup berenang di dalam air seperti ikan dan cumi.
3. Neuston adalah organisme yang hidupnya di atas permukaan air.
4. Bentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan seperti caing dan moluska.
5. Perifiton adalah organisme yang melekat pada batang akar dan daun tumbuhan air atua pada benda lain di air.

b. Pembagian Bioma Air Tawar
Secara fisik bioma air tawar dibagi menjadi beberapa darah yaitu litoral, limnetik dan profundal.
1. Litoral adalah daerah perairan dangkal sehingga cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar. Organisme yang hidup antara lain tumbuhan berakara, fitoplankton, zooplankton dan hewan bentos.
2. Limnetik adalah daerah yang terbuka dan dapat ditembus oleh cahaya matahari. Organisme yang hidup adalah zooplankton, fitoplankton, nekton dan neuston.
3. Profundal adalah daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari.

Habitat air tawar memiliki kadar garam lebih rendah daripada sel-sel organisme yang ada di habitat ini. Dengan begitu tekanan osmosis air tawar lebih rendah dibandingkan dengan tekanan osmosis sel-sel organisme air tawar. 

Baca juga: Karakteristik bioma tundra

Akibat perbedaan tekanan osmosis ini maka hewan air tawar seperti ikan, akan terus menerus kemasukan air. Untuk mengatasi hal itu ikan beradaptasi dengan cara mengeluarkan banyak urin dan mengabsorbsi garam-garam melalui insangnya. 

Baca juga: Rangkuman bab dinamika biosfer

Gambar: disini

Minggu, Mei 14

Bioma Taiga: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Bioma Taiga: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Bioma Taiga atau konifer adalah bioma paling luas di Bumi namun ia terasa dingin dan sepi. Cuaca dingin dan kekurangan suplai makanan membuat kehidupan di bioma ini sulit terutama di musim dingin.

Beberapa hewan akan berhibernasi di musim dingin atau terbang ke selatan. Taiga berlokasi di dekat wilayah kutub utara di bawah bioma tundra. Sebarannya ada di Kanada, Alaska, sebagian Skandinavia dan Siberia.

Musim dingin di taiga sangat dingin dengan hujan salju menutupi permukaan dan dedaunan. Musim panasnya hangat, hujan dan lembab. 

Banyak jenis pohon konifer tumbuh di hutan taiga. Taiga sering disebut juga hutan boreal. Boreal merupakan dewa angin utara dalam mitologi Yunani. Baca juga: Tipe-Tipe Tanah Longsor menurut BNPB

Taiga tidak memiliki banyak spesies tanaman dan hewan seperti halnya hutan tropis atau gugur. Namun taiga memiliki jutaan serangga di musim panas. Burung bermigrasi ke bioma ini tiap tahun untuk bersarang dan makan.
Hutan taiga di musim dingin
Cuaca dan Iklim Taiga
Suhu rata-rata bioma taiga di bawah titik beku selama enam bulan dalam satu tahun. Suhu musim dingin ada di angka -54 sampai -1 derajat Celcius. 

Musim dingin sangat dingin dan bersalju. Suhu di musim panas lebih hangat, hujan dan lembab. Suhu turun hingga -7 sampai 21 derajat Celcius. 

Musim panas relative pendek yaitu 50 - 100 hari. Musim panas akan mencairkan es di permukaan Tanah, bunga-bunga akan bermekaran dan hewan akan bangun dari hibernasinya.

Total curah hujan setahun adalah 30 -85 cm. Bentuk presipitasi di hutan taiga adalah hujan, salju dan embun. Sebagian besar presipitasi di taiga jatuh seperti hujan di musim panas.  

Musim utama di taiga adalah musim dingin dan panas. Musim semi dan musim gugur sangat singkat dan kamu tidak akan pernah mengetahuinya.

Biodiversitas
Tidak banyak spesies tanaman di taiga karena kondisinya yang keras. Tidak banyak jenis vegetasi yang mampu bertahan dalam musim dingin di sana. 

Ada beberapa jenis lumut hidup di sana namun vegetasi utama adalah pohon konifer seperti pinus, cemara putih dan hemlock.
Fauna bioma taiga, beruang grizly
Pohon konifer sering disebut juga evergereen. Mereka punya karakteristik panjang, berdaun tipis seperti jarum dan berlilin. Lilin memberi mereka perlindungan dari suhu beku dan kekeringan. Warna gelap dari daun konifer memungkinkan mereka menyerap panas matahari dan juga membantu memulai fotosintesa lebih awal.
Peta Bioma Taiga
Taiga cenderung hidup berdekatan satu sama lain dan ini memberikan mereka perlindungan dari angin dan cuaca dingin. 

Konifer berbentuk seperti kerucut sehingga melindungi cabang agar tidak runtuh karena beban salju di atasnya. Salju langsung turun dari cabang-cabang yang miring.

Taiga sangat rentan terhadap kebakaran. Pohon di sini telah beradaptasi dengan menumbuhkan kulit kayu tebal. Kebakaran akanca juga: Terbentuknya angin fohn

Hewan di taiga cenderung menjadi pemangsa seperti lynx dan anggota serigala. Mereka berburu herbivora seperti kelinci salju dan tupai merah. Beruang grizly dan beruang hitam juga hidup disini dengan memangsa ikan salmon di sungai. 

Banyak burung pemakan serangga datang ke taiga untuk berkembang biak. Burung gagak, burung hantu burung pipit hidup disini. Baca juga: Jenis-jenis ekosistem air tawar

Gambar: gallerychip.com, 
pixgood.com, mrnussbaum.com

Sabtu, Mei 13

Bioma Hutan Gugur: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Bioma Hutan Gugur: Ciri, Flora Fauna dan Sebarannya

Hutan gugur atau deciduous bisa ditemukan di bagian timur Amerika Utara dan wilayah tengah daratan Eropa, serta sebagian kecil Asia terutama Jepang, Rusia barat daya dan Cina timur. 

Amerika selatan memiliki dua area besar hutan gugur yaitu di pantai selatan Chile dan pantai timur dan tengah Paraguay. Australia dan Selandia baru juga memiliki huta gugur. Baca juga: Tips mengatasi gugup saat Ujian Nasional

Suhu tahunan hutan gugur adalah 50⁰C dengan curah hujan rata-rata 30 - 60 inchi per tahun. Hutan gugur terbagi ke dalam empat zona yaitu:

1. Zona pohon kanopi merupakan zona pertama yang berisi pohon-pohon keras seperti Oak, basswood, maple, walnut, elm, karet manis dan beech. Zona ini dihuni pohon dengan tinggi antara 60 - 100 kaki.
2. Zona pohon kecil dan muda adalah zona kedua. Ciri dari zona ini memiliki pohon muda dan pendek.
3. Zona ketiga disebut zona semak belukar. Beberapa jenis semak di wilayah ini adalah rhododendron, azalea dan huckleberry.
4. Zona keempat adalah tanaman herbal. Zona ini berisi tanaman pendek seperti herbal-herbalan.
5. Zona terakhir adalah zona Tanah yang berisi lumut-lumutan.
Bioma hutan gugur
Hutan gugur punya empat musim yang jelas yaitu musim semi, panas, gugur dan dingin. Setiap musim akan mengeluarkan warna berbeda. Semi akan mekar kehijauan, panas akan mulai menguning dan merah, gugur akan mulai rontok dan dingin akan putih tertutup salju.

Hutan gugur memiliki bulan terpanas pada Juli yang bisa mencapai 38⁰C. Karena sebagian besar hujan turun di musim panas maka bisa mencapai 40 cm lebih. Bulan Desember suhu dapat mencapai 1⁰C. Selama musim dingin hujan tidak turun seperti musim panas. Suhu dan kelembaban bisa berubah dalam satu hari, hitungan jam bahkan menit. 

Suhu di hutan gugur tidak banyak turun dari siang ke malam. Faktornya adalah 60 - 80% hutan termasuk lembab dan membantu menetralkan suhu agar tetap konstan. Selimut udara lembab mengisolasi hutan membantu menahan panas di malam hari. 

Di siang hari, isolator ini mencegah hutan agar tidak terlalu cepat panas. Jadi kalau mau piknik ke hutan gugur anda tidak perlu khawatir tentang perubahan cuaca ekstrim.
Peta Bioma Hutan Gugur
Flora dan fauna di hutan gugur beradaptasi dengan iklim dengan berhibernasi di musim dingin dan hidup di luar Tanah pada tiga musim selanjutnya. Hewan tersebut telah menyesuaikan dengan Tanah dan tumbuhan di sana. 

Pepohonan menyediakan tempat berlindung bagi hewan, sumber makanan dan air. Sebagian hewan berkamuflase agar sesuai dengan warna Tanah. Contoh hewan di bioma hutan gugur diantaranya: rusa, tupai, salamander, ular, katak, serangga, berang-berang dan burung pelatuk.
Fauna hutan gugur: Tupai
Tumbuhan telah beradaptasi dengan hutan dengan mengarah ke matahari. Banyak hutan gugur telah kehilangan lahan menjadi pertanian dan kota. Perburuan liar juga menjadi masalah di bioma hutan gugur. Baca juga: Mengenal ekosistem air tawar

Tanah hutan gugur cenderung subur dan beberapa lokasi pertanian besar ditemukan di bioma ini. Inilah salah satu alasan mengapa tidak banyak hutan gugur asli yang tersisa di dunia. Hutan gugur tersebar di daerah iklim sedang diatas tropis. 
Baca juga:  
Ini dia tips menghadapi Ujian Nasional top markotop
Perbedaan air tanah dalam dan air tanah dangkal

Gambar: pic2fly.com, brobcano.blogspot.com
carbonbrief.org

Kamis, Maret 30

Perbedaan Bioma Sabana dan Stepa

Perbedaan Bioma Sabana dan Stepa

Sabana dan stepa pada dasarnya merupakan lapangan padang rumput atau grasslands. Padang rumput memiliki karakteristik didominasi oleh padang rumput daripada semak besar atau pohon kayu. 

Di era Miosen dan Pleosen sekitar 25 juta tahun lalu, pegunungan naik di Amerika Utara bagian barat dan menciptakan iklim benua yang dibutuhkan untuk perkembangan padang rumput. 

Hutan zaman purba perlahan hilang dan padang rumput meluas. Setelah Zaman Pleistosen, padang rumput meluas di wilayah tropis dan kering. Ada dua tipe padang rumput yaitu sabana (tropical grasslands) dan stepa (temperate grasslands). Baca juga: Proses terbentuknya awan di langit

Bioma Sabana
Sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh pohon-pohon kayu di sekitarnya. Sabana menutupi hampir setengah permukaan Afrika dan sebagian besar Australia, Amerika Selatan dan India. 

Iklim adalah faktor utama yang menciptakan sabana. Sabana selalu ditemukan di wilayah iklim hangat atau panas dimana curah hujannya 20-51 inci per tahun. Jika curah hujan didistribusikan dengan baik sepanjang tahun maka yang terbentuk adalah hutan basah tropis. 

Baca juga:
Bukti teori pergerakan benua Wegener
Terbentuknya hot spot island

Sabana tercipta dari kondisi tanah yang tidak basah dan bisanya kering di musim kemarau. Tanah sabana berpori dengan drainase sangat cepat. Sabana hanya memiliki lapisan humus yang tipis untuk kebutuhan nutrisi vegetasi yang hidup di atasnya. Gambar: i1.trekearth.com
Perbedaan Bioma Sabana dan Stepa
Sabana Afrika
Sabana diklasifikasikan sebagai hutan. Vegetasi yang mendominasi sabana diantarnya rumput dan akasia. Di Afrika, sabana menyediakan tempat untuk persaingan tingkat tinggi diantara berbagai spesies di sana. 

Sabana mengalami musim kering maupun hujan. Kebakaran musiman memainkan perana penting dalam keanekaragaman hayati sabana. Di Indonesia lingkungan sabana terkenal ada di Taman Nasional Baluran dan di Nusa Tenggara. Baca juga: Perbedaan Mesa, Butte dan Plateau

Bioma Stepa
Stepa merupakan daerah kering padang rumput dengan musim panas yang panas dan musim dingin yang dingin. Curah hujan di stepa berkisar dari 10-21 inci dalam setahun. Stepa terjadi di Amerika Utara dan Eropa. Tanaman yang tumbuh di padang rumput biasanya lebih dari 1 kaki tingginya. 

Contohnya rumput kerbau, kaktus, ilalang dan kerabat bunga matahari. Stepa banyak digunakan untuk gembala ternak pertanian gandum dan tanaman lainnya. Hewan khas stepa diantaranya luak, kelinci, elang, burung hantu dan ular. Gambar: theheartthrills.files.wordpress.com
Perbedaan Bioma Sabana dan Stepa
Padang Stepa di Russia
Panga stepa dibagi menjadi padang rumput tinggi (Prairies) dan padang rumput pendek (Steppa). Padang rumput banyak ditemukan di Afrika Selatan, Hungaria, Argentina dan Uruguay (pampa) dan sebagian Rusia. 

Jumlah curah hujan tahunan memengaruhi ketinggian padang rumput. Seperti di sabana, kekeringan dan kebakaran musiman kadang sangat penting dan memengaruhi keanekaragaman hayati yang ada di sana. Tanah di daerah stepa punya lapisan atas yang subur sehingga memungkinkan untuk adanya zona perakaran bagi rumput. 

Rabu, Maret 29

Bioma Tundra di Bumi

Bioma Tundra di Bumi

Tundra adalah bioma terdingin diantara semua bioma yang ada di dunia. Tundra berasal dari kata Finlandia tunturia  yang berarti polos tanpa pohon. 
 
Ini didasari dari kenampakan beku yang ada disekitarnya dengan suhu rendah, sedikit presipitasi, nutrisi buruk, dan musim tanam yang pendek. 

Bahan organik mati berfungsi sebagai kolam nutrisi. Dua nutrisi utama di daerah tundra adalah nitrogen dan fosfor. 
 
Nitrogen dibuat oleh fiksasi biologis dan fosfor dibuat oleh curah hujan. Tundra dipisahkan menjadi dua jenis: tundra Arktik dan tundra Alpine. Baca juga: Tipe-tipe ekosistem air tawar

Berikut ini ciri-ciri khusus bioma tundra:
1. iklim yang sangat dingin
2. keragaman mahluk hidup sedikit
3. struktur vegetasi sederhana
4. drainase sangat terbatas
5. musim tumbuh dan reproduksi yang pendek
6. energi dan nutrisi dalam bentuk bahan organik yang mati
7. populasi manusia sedikit dan terisolir

Bioma Tundra Arktik
Tundra Arktik terletak di belahan bumi utara, melingkari kutub utara dan meluas ke selatan hingga konifer. Arktik dikenal dingin seperti kondisi gurun. Musim tanam berkisar antara 50-60 hari. 

Suhu musim dingin rata-rata -34 derajat C namun suhu musim panas rata-rata 3-12 derajat C yang memungkinkan bioma ini untuk mempertahankan hidupnya. Curah hujan dapat bervariasi di berbagai daerah Arktik.

Curah hujan tahunan, termasuk lelehan salju berkisar dari 15-25 cm. Tanah di tundra terbentuk perlahan. Sebuah lapisan subsoil beku permanen atau permafrost terbentuk di sana. 

Ketika lapisan air permukaan atas sudah jenuh, rawa dan kolam dapat terbentuk memberikan kelembaban bagi vegetasi di atasnya. Tidak ada sistem perakaran jauh ditemukan disini namun beberapa tnaaman mampu beradaptasi dengan kehidupan di daerah dingin ini. Ada sekitar  1.700 jenis vegetasi hidup di Arktik dan Sub Arktik diantaranya:
- semak-semak, lumut hari dan rerumputan
- 400 varietas bunga-bungaan
- lichen
Tundra Arktik di musim dingin
Semua jenis tanaman yang disesuaikan dengan angin dan gangguan tanah yang ada di sana. Tanaman hidup pendek dan berkumpul bersama untuk melawan suhu ekstrim dan dilindungi salju selama musim dingin. Mereka dapat melakukan fotosintesis pada suhu rendah dan intensitas cahaya rendah. 

Musim panen lebih pendek dan kebanyakan tanaman berkembang biak dengan tunas daripada pembuahan seksual. Fauna Arktik juga beragam diantaranya caribou, tupai, rubah, serigala, beruang kutub, ikan cod, salmon, burung elang, gagak, hingga serangga seperti nyamuk, lalat dan belalang. Banyak hewan yang tidur panjang atau hibernasi saat musim dingin tiba. Gambar: inhabitat.com

Bioma Tundra Alpen
Tundra Alpen terletak di pegunungan seluruh dunia dengan elevasi dimana pohon tidak bisa tumbuh. Musim tanam berkisar sekitar 180 hari. Suhu malam hari biasanya mencapai titik beku. Berbeda dengan tundra Arktik, tanah di Alpen sangat kering. 

Vegetasi tundra meliputi rumput tussock, semak kecil berdaun dan pohon kerdil. Sementara jenis hewan yang hidup diantaranya marmut, kambing gunung, rusa, belalang, kupu-kupu, burung grouselike dan domba. Gambar: colorado.edu
Tundra Alpine di musim semi

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close