Guru Geografi: Cerita - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 23

Nasib Lulusan Fakultas Keguruan Di Ujung Nestapa

Nasib Lulusan Fakultas Keguruan Di Ujung Nestapa

Hmm, judulnya provokatif banget ya teman-teman tapi menurut saya sih perlu dicermati dengan seksama juga biar jadi pandangan para calon mahasiswa. Tulisan ini hanya pendapat saya pribadi yang sudah menjadi guru selama 10 tahun lebih.
 
Kalian boleh sependapat atau engga ya, ini hanya sebuah tulisan bukan doktrin yang perlu diikuti. Diskusi boleh asal dengan kepala dingin bukan emosi, kalau emosi berarti setan yang menguasai anda. Jadi langsung ke konten ini ya. Ehem, jadi pemirsa tahun ini kan pemerintah menggulirkan program PPPK untuk guru dan tenaga honorer.
 
Nah, PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) itu kan penggantinya PNS, jadi sekarang itu semu guru akan diarahkan ke sana. Coba saja cek di SSCKN gak ada formasi CPNS guru, ada sih tapi sedikitttttttttttttttt banget di beberapa instansi. Tahun depan mungkin udah blas menghilang.

Bagi saya PPPK ini adalah "outsorcing berkedok abdi negara", ya karena sistemnya kan kontrak. Coba saja anda baca lagi. Kalau gak salah kontrak setahun terus lima tahun terus disambung lagi dan seterusnya. Itu juga kalau kontraknya diperpanjang, kalau enggak?. Profesi keguruan kini sudah masuk era kapitalis tulen gan.

Bayangin coba nanti dalam sekolah negeri itu ada dua aliran, guru PNS dan guru PPPK. Nah ini pasti akan ada gap dikotomi yang sadar atau gak sadar akan tercipta. Saya heran apakah memang pemerintah sudah kehabisan akal untuk mensejahterakan guru-guru di Indonesia sesuai UU yang berlaku.

Profesi keguruan kini memang dirasa semakin suram dan saya kira fakultas keguruan juga mending tutup saja lah. Lulus kuliah keguruan dengan bekal teori-teori dan praktik lapangan kemudian setelah itu ngajar di kampung dibayar seadanya (saya dulu pernah 100 ribu per bulan), lalu mau diapakan muka lulusan Keguruan?.

Apakah ada sekolah yang membayar gaji tinggi?. Ada tapi itu sekolah yang tipe kapitalis dan hanya dijumpai di kota besar dan itupun jumlah secuil saja dari populasi sekolah di Indonesia. Tidak akan sebanding jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah yang menerima.
 
Nasib lulusan fakultas keguruan

Belum lagi kini lulusan non guru bisa jadi guru karena dianggap lebih cakap dibanding lulusan keguruan. Sementara lulusan keguruan tidak bisa melamar di instansi lain, kan gaje namanya. 
 
Jadi FKIP itu jadikan prodi murni saja, ntar kalau mau jadi guru bisa ambil lisensi di kuliah PPG dan yang gak mau jadi guru bisa apply pekerjaan ke lembaga lain ka enak ya. Jadi kesannya sekarang FKIP itu ekslusif tapi muaranya malah tidak menjanjikan sama sekali di pasar karena proyeksi pekerjaan dan penghasilannya tidak seksi.
 
Jadi balik lagi ke PPPK, ini menjadi satu hal yang memang di satu sisi mungkin bisa memperbaiki taraf kesejahteraan guru tapi dalam hal lain menjadi kemunduran terhadap perlindungan profesi guru. Saya sendiri jujur saja gak akan memasukan anak saya di sekolah keguruan kalau di Indonesia, kecuali di luar negeri sih masih dipertimbangkan.

Pernah dulu saya ketemu guru dari Malaysia di Bandung, berbincang tentang sistem perekrutan guru di sana yang jauh berbeda dengan di kita. Disana itu alurnya jelas dan gajinya pun luar biasa penuh dengan penghormatan. Disini kuliah guru makin mahal tapi nanti tetap harus saingan lagi tes-tesan yang belum tentu lulus juga.

Teman-teman saya yang sudah lebih 10 tahun ngajar juga masih ada yang dibayar 300 ribuan per bulan. Kan ada sertifikasi juga kok?. Yaelah kalau guru newbie belum tahu ya kalau sertifikasi itu alurnya lama. Anda harus ngabdi dulu minimal 5 tahun, habis itu daftar dapodik, tes UKG, kalau hoki baru kepanggil PPPG, terus harus lulus PPGnya juga kalau gak lulus ya wasalam repot bukan main.

Belum lagi jadwal cairnya tunjangan profesi juga gak tentu, saya saja seringnya di ujung. Saya tentunya bersyukur karena dulu pas masih jadi guru honor langsung searching ke warnet begadang, dan lihat-lihat di jobstreet lentang loker guru sekolah yang bagus di kota besar.

Alhamdulillah bisa tes dan masuk, meski saingan berat se Indonesia. Karena saya memang tipe orang yang gak mau keahlian profesional saya dibayar tidak wajar. Kan guru harusnya ikhlas?. Itu mah lain soal ya gan, kita itu lulusan profesional ada UU nya diatur, hak-haknya juga ada dan kewajibannya . Jadi dibayar layak itu adalah hak guru, wajib anda dapatkan sesuai ketentuan.
 
Saya masih ingat dulu bapak saya kan PNS guru, nah tahun 2000an atau berapa gitu ada demo besar guru PNS menuntut kesejahteraan di gedung DPR se Indonesia (coba cek rekam jejak beritanya pasti ada). Akhirnya baru ada perubahan kesejahteraan, bayangin duit negara jaman orba tu habis blas masuk kas Cendana semua kayaknya, guru mah boro-boro dipikirin.
 
Nah sekarang gimana nih, apakah akan ada gelombang serupa?. Tapi sekarang ini guru-guru Indonesia itu memang guru yang sangat tangguh dan baik hati. Meski dibayar seadanya tapi masih tetap tidak melakukan demo besar. Atau belum aja kali ya?. Kita lihat nanti pas PPPK udah bergulir, apakah akan ada kerancuan atau hal lain yang terjadi.

Jadi sekarang ini seolah guru itu berada di posisi paling bawah urutan profesi dengan proyeksi kesejahteraan yang menjanjikan. Masih mau jadi guru?. Bacanya jangan terlalu serius ya, sambil ngopi minum teh saja. Namanya juga opini, di negara demokrasi kan dilindungi. Tapi kalau opini macam gini saja dibungkam dan dianggap nyinyir doang, ya cuma ada satu kata, Lawan!.

Kamis, Mei 27

Kampung Kurma Bodong, Lagi-Lagi Tertipu Investasi Berkedok Syariah

Kampung Kurma Bodong, Lagi-Lagi Tertipu Investasi Berkedok Syariah

Beberapa hari ini media massa ramai berita dengan tagline bisnis syariah Kampung Kurma di Jonggol dinyatakan pailit. Alhasil para investor merasa tertipu dan melayangkan gugatan kepada perusahaan.

Memang perihal Kampung Kurma yang berlokasi di Jonggol ini sudah pernah saya baca beritanya beberapa tahun lalu. Bisnis dengan bahasa syariah Arab Islami di tagline ini ramai diperbincangkan dan langsung banyak masyarakat tertarik.

Bukan orang Indonesia namanya jika tidak cepat tertarik dengan investasi dengan keuntungan cepat dan dibalut embel-embel syariah. Sejak berita ini saya baca, sudah ada beberapa orang yang menginvestasikan sampai ratusan juta untuk membeli kapling tanah yang nantinya akan ditanami kurma dan dalam waktu 4 tahunan bisa panen.

Apa?...secepat itukah kurma yang notabene vegetasi endemik gurun pasir bisa langsung tumbuh di negeri tropis ini?. Masalah utama pasti sama yaitu literasi masyarakat yang sangat rendah, ingin cepat untung. Ditambah lagi embel-embel bahasa syariah, islami, tanpa riba dll membuat masyarakat merasa terhipnotis untuk ikut serta.

Karena saya berkecimpung di dunia geografi maka saya akan memberikan pandangan terkait perbedaan kondisi geografis Indonesia dengan lokasi kurma bisa tumbuh di tempat asalnya. Perlu dipahami bahwa setiap tumbuhan itu punya batas toleransi untuk mampu berkembang dengan baik di suatu tempat.

Contoh sederhana adalah kelapa itu bisa tumbuh di pantai dan di wilayah perbukitan pun bisa, namun tentu rasanya akan sedikit berbeda karena lokasi terbaik kelapa ada di dataran rendah pantai/pesisir.

Sama halnya dengan kurma yang merupakan vegetasi asli gurun dengan suhu udara ekstrim panas, curah hujan minim, tanah pasir kemudian diminta untuk tumbuh di wilayah Jonggol yang bertipe tanah cenderung vulkanik, curah hujan tinggi, tekstur tanah keras dan lainnya,  ya itu pohon kurma juga mikir-mikir lagi kali untuk berbuah.

Orang awam berpikir bahwa memindahkan tumbuhan dari negeri orang ke sini itu mudah kali ya?. Itulah memang salah satu sifat orang Indonesia, ingin sesuatu yang cepat, tidak dicek dulu keilmuan dan proyeksinya, dll. Literasi kita memang payah sekali, terbukti dari setiap tahun pasti banyak berita orang-orang tertipu bisnis investasi dengan iming-iming bermacam-macam.

Saya juga berfikir tentang mengapa tidak investasi pohon-pohon asli Indonesia saja yang jumlahnya ada banyak, kondisinya udah pasti sesuai dan tidak terlalu banyak permasalahan. Apakah kita suka gaya-gayaan pakai bahasa Arab atau kalau nanam kurma pahalanya gede dan masuk surga?. Emang pohon-pohon lain bukan ciptaan Allah?.

Pola pikir masyarakat kita memang masih sempit dan kebanyakan memang masih melihat pada aspek agama. Sah-sah saja sebenarnya tapi dalam hidup ini juga ada realita yang perlu dipikirkan dengan akal sehat.
Pohon kurma sedang berbuah
Coba kalau dibalik misalnya, kalian invest pohon mangga di Saudi Arabia?. Mungkin pemerintah Saudi juga udah menolak mentah-mentah. Kita disini mentang-mentang kurma itu buah yang identik dengan sunnah tapi dijadikan kegiatan penipuan. Nabi Muhammad juga pasti marah kalau melihat hal seperti ini.

Penipuan semacam ini jelas melanggar syariah dan haram meskipun dibalut barang yang sunnah. Mendingan kita invest buah-buahan asli Indonesia dengan nama lokal Sunda misalnya "silih asih farming" tapi program didalmnya menguntungkan, syariah tanpa embel-embel kata.

Kita menjalankan syariah dari dalam bukan hanya kata-kata saja karena kata bisa saja menipu. Fakta membuktikan demikian karena banyak sekali kasus seperti ini di bidang lain seperti properti, 212 Mart atau lainnya.
 
Perusahaan Syariah bodong ini juga ternyata memanfaatkan gelombang massa umat Islam pada saat kejadian 212 dan 411. Jadi sekilas proyek ini sporadis, emosional dan berbalut ada aroma dendam. Banyak kyai dan ustad besar juga diundang mempromosikan agenda bisnis ini. 

Semua hal yang berasal dari emosi, nafsu adalah ulah setan dan semua bukan berasal dari buah pemikiran jernih akal sehat dan hati. Akhirnya programnya juga berantakan, perencanaan dan tata laksanannya tidak jelas. Terbukti kan sekarang?.

Tidaklah perlu kita meng-Arab-Arab-kan Indonesia, kenapa tidak bangga dengan tumbuhan asli Sunda, Jawa, Sumatera dll. Kembangkan produk lokal dengan manajemen syariah dan berpedoman pada tuntunan muamalah Islam. Islam itu pedoman hidup, bukan hanya sebatas benda-benda yang melekat dari negeri asalnya. 

Untuk apa Allah menciptakan negeri tropis kalau begitu jika dalam pandangan sebagian masyarakat Islam itu harus identik dengan ke-Arab-Arab-an sampai segala sesuatunya harus sama seperti Arab.

Akhirnya udah bisa ditebak, para investor yang mengadu ke PT Kampung Kurma ini tidak mendapatkan kejelasan mengenai uang yang sudah terlanjur disetor. CS perusahaan tidak bisa dihubungi, kantor tutup dan lainnya. 

Semoga masyarakat kita semakin cerdas dan melek literasi sebelum terjun ke dunia investasi model apapun. Di luar sana ada banyak maling-maling yang kita belum tentu tahu apa tujuan mereka. Kewaspadaan adalah kunci utama dari investasi, jadi jangan tergiur iming-iming keuntungan cepat dalam beberapa tahun atau bulan.

Rabu, Mei 5

Lokasi Tes Rapid Antigen Murah di Bekasi

Lokasi Tes Rapid Antigen Murah di Bekasi

Beberapa hari ini semua kaum urban di Indonesia terutama di Jawa pasti sibuk untuk mudik lebaran meskipun dilarang mulai tanggal 6-17 Mei. Salah satu syarat biar mudik aman yaitu harus ada surat rapid antigen atau SWAB atau Genose negatif Covid.

Sama halnya dengan saya dan keluarga yang memang sudah jadi tradisi bahwa lebaran itu harus berkumpul di kampung, dengan catatan kita sehat. Jadi mudik itu boleh saya asal sehat dan bebas Covid.

Meski saya sudah dua kali vaksinasi tapi karena di aturan dinas perhubungan gak berguna jadi terpaksa harus rapid antigen. Jadilah saya dan istri dan dua anak saya cari-cari lokasi rapid antigen yang agak murah di kota Bekasi.

Biaya rapid antigen itu maksimal 250.000 di pulau Jawa menurut kementerian kesehatan. Karena besok mau berangkat mudik jadi sore ini saya keliling Jatiasih untuk cek tempat tes antigen.

Akhirnya saya ingat di depan RS Kartika Husada ada banner tentang rapid test antigen meskipun harganya belum tahun. Dari rumah di Pedurenan lalu saya berempat berangkat ke TKP, gak butuh waktu lama yaitu sekitar 20 menitan.
 
Setelah mobil masuk parkir, kami kemudian masuk ke lobi dan bertanya ke bagian pendafataran tentang biaya rapid antigen. Setelah itu ibu-ibu di bagian pendaftaran memberitahun harga rapid antigen di RS Kartika Husada 149.000. 
Rapid antigen di Bekasi
Ternyata harga paling rendah, dan langsung saja saya daftar test bertiga karena anak keempat masih bayi jadi gak bisa. Setelah daftar lalu bayar ke kasir dulu dan langsung menuju laboratorium untuk ambil sampel.

Satu per satu hidung kami dicolok dengan alat khusus selama 2 detik untuk ngambil sampel lendir. Rasanya sangat menusuk ke kepala meskipun 2 detik saja. Setelah itu kami disuruh menunggu di depan pendaftaran.

Setelah 30 menitan hasil rapid antigen selesai dan alhamdulillah negatif. Kami pun diberi surat 3 rangkap untuk hasil antigen tadi dan siap digunakan buat perjalanan. Itulah pengalaman saya rapid antigen Covid di Bekasi dengan harga yang cukup murah dan cepat.

Disini saya tidak promosi rumah sakit atau apa, hanya berbagi cerita saja barangkali ada yang sedang perlu rapid antigen cepat untuk mudik atau keperluan lain. Memang mudik kali ini kia ada ekstra biaya tapi ya sudahlah daripada tahun depan lagi yang masih lama. Yang penting kita terbukti sehat bebas Covid saat bertemu keluarga.

Kamis, April 29

Mitos Babi Ngepet dan Disparitas Sosial di Masyarakat

Mitos Babi Ngepet dan Disparitas Sosial di Masyarakat

Sekitar dua puluh tahun lalu saat saya masih sekolah SD, acara televisi banyak menampilkan sinetron tahun 80/90an awal bertema horor/klenik. Salah satunya tentang babi ngepet yang sekarang lagi viral lagi.

Jadi di sinetron jadul tahun 80/90an ini, saya masih ingat ada beberapa artis yang memerankan fenomena tuyul atau babi ngepet. Banyak masyarakat yang akhirnya termakan isi film tersebut, dan sialnya sampai jaman sekarang yang sudah berubah drastis ke era digital ternyata paten tuyul dan babi ngepet masih muncul.

Mengapa isu babi ngepet atau tuyul hingga kini masih saja berlaku di masyarakat Indonesia?. Jawaban awalnya tentu karena fakta sejarah bahwa masyarakat kita sejak jaman dulu itu menyukai hal-hal berbau mistis/klenik.

Hal ini turun-temurun diwariskan dari masa sebelum kedatangan Hindu Buddha, Islam, Kristen ke nusantara. Setelah itu isu klenik ini berbaur ke dalam ideologi agama-agama luar yang masuk ke nusantara.

Lalu faktor kedua adalah ketidakmampuan masyarakat kita dalam berfikir ilmiah dan rasional. Dalam arti masyarakat kita akal sehatnya masih banyak yang tidak digunakan. Contohnya adalah berita viral yang pekan ini ada di media sosial tentang emak-emak di Depok yang membuat gaduh karena ilusi babi ngepet melihat tetangganya pengangguran tapi kaya.

Nah kita masuk ke sisi lain dari dinamika sosial masyarakat kita. Emak-emak tadi kita bisa simpukan "iri/dengki" melihat orang lain kaya. Ternyata iri dan dengki ini memang menjadi penyakit hati yang berbahaya. Sudah sering ustad-ustad memberikan nasihat terkait hal ini namun apa daya sinteron Indo**r lebih memberikan dampak kepada otak emak-emak ini.
Babi hutan
Kedua, setelah iri dan dengki merasuki seseorang (emak-emak tadi) lalu munculnya filsafat lain (khayalan) terkait "mengapa orang yang terkesan di rumah aja gak kerja tapi kaya?"
 
Nah lagi-lagi ternyata masyarakat kita masih belum melek digital. Mereka lupa bahwa sekarang, dengan modal laptop, handphone di rumah pun bisa jadi jutawan/miliarder asalkan tahu ilmunya.

Era digital membuat variasi pekerjaan kini semakin luas dan rumah kini bisa menjadi tempat kerja. Blogger atau youtube atau internet market kini kerjanya dari rumah, gajinya dollar.

Jadi kombinasi Iri + Warisan Klenik tadi akhirnya menjadi fitnah yang keji. Disinilah saya melihat sisi lain bahwa disparitas atau jurang kaya dan miskin di kita masih tinggi karena sifat-sifat tradisional yang buruk masih dipelihara. Hal lainnya tentu korupsi juga memengaruhi kondisi kaya dan miskin ini.

Kita sampingkan aspek korupsi dulu, perlu diketahui bahwa orang bisa menjadi kaya karena usaha, mencari ilmu, menjalin relasi dan lain sebagainya. Ini artinya akal sehat rasional dipakai sehingga kekayaan tinggal menunggu momen yang pas saja.

Sementara itu orang yang "miskin" beberapa (gak semuanya ya), seperti contoh emak-emak tadi akal sehat rasionalnya tidak dipakai sehingga melahirkan filsafat ilusi babi ngepet/tuyul tadi. Ini terjadi karena ketidakmampuan seseorang meraih apa yang ia inginkan.

Akhirnya ia akan membandingkan diri dengan orang lain dan munculah ilusi-ilusi liar sampai akhirnya terjebak "myth traps". Dengan kondisi seperti ini bisa membuat hipotesa bahwa orang kaya akan semakin kaya karena mereka selalu berfikir rasional, terus belajar, mencari relasi, membuka diri, memanfaatkan perubahan zaman.

Sementara itu orang miskin ini akan semakin miskin karena mereka terjebak ilusi klenik tadi ditambah sifat iri/dengki yang membatin. Mereka hanya sibuk memikirkan/menilai/menggunjing orang lain sehingga sulit untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraan.

Itulah sedikit perspektif tentang mengapa jurang kaya dan miskin di Indonesia makin tinggi. Karena memang masyarakat level bawah banyak terjebak dalam filsafat klenik bodoh yang mendarah daging. Jadi sudah saatnya di era digital 4.0 ini kita hapus saja mitos tradisional yang buruk ini agar masyarakat semakin rasional, produktif dan menjadi seseorang yang kaya sejati.

Kamis, April 22

Biaya Tol Dari Bekasi ke Yogyakarta Keluar Tol Boyolali

Biaya Tol Dari Bekasi ke Yogyakarta Keluar Tol Boyolali

Halo kawan-kawan sobat traveler semuanya, kali ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang perjalanan saya mudik dari Bekasi ke Yogyakarta menggunakan tol trans Jawa. 
 
Gak seperti teman-teman lainnya yang mungkin bisa nyetir sambil ngevlog, kalau saya akan bercerita via tulisan saja karena malas cuap-cuap di jalan.

Jadi ceritanya sebelum ada aturan mudik dilarang maka kami pustuskan untuk mudik prematur saja saat sebelum puasa sampai awal puasa, yang penting bisa silaturahim. Akhirnya H-4 sebelum puasa kami berangkat ke Yogyakarta dengan mobil Sigra kami.

Perjalanan dimulai subuh jam 5 pagi dari Jatiasih, supaya menghindari macet di Komsen. Malam harinya kami sudah siap-siap packing agar bisa berangkat cepat paginya. Kami berangkat berempat bersama istri dan dua anak (yang satu masih baru 2 bulan). Saldo flash tol sudah kami isi 700 ribu rupiah mengingat estimasi biaya tol Bekasi ke Yogyakarta kisaran lima ratus ribuan.

Pukul 5 pagi mobil keluar garasi dan langsung menuju pintu tol Jatiasih dan tak lupa isi bensin dulu di pom. Bensin full tank sigra 36 liter jadi sekitar 275 ribuan isi pertalite. Kok gak isi pertamax? Ya suka-suka gue lah ya kan!.

Setelah bensin full, langsung tancap gas menuju pintu tol Jatiasih dan nantinya masuk ke tol layang MBZ. Jalanan pagi itu masih sepi dari para pekerja jadi gak bermacet-macet ria. Di pintu tol Jatiasih kami tap kartu untuk masuk tol dan langsung geber mobil lagi.

Masuk tol layang suasana masih lengang dan mobil bisa dipacu 100-110 km per jam. Cuaca pagi sangat cerah dan kami bisa melihat sunrise dari tol layang, penampakannya di bawah ini.
Sunrise di tol layang Cikampek
Mobil terus dipacu stabil dan setelah 1 jam sudah sampai di gerbang tol Cikampek Utama, biaya tol pertama yaitu sekitar 15 ribuan. Setelah itu langsung tancap gas lagi di Tol Cipali yang masih lengang dan cuaca terik sekali meskipun masih pagi karena matahari dari arah timur.

Sekita 1 jam perjalanan kami suah sampai di wilayah Kertajati dan mampir dulu di rest area km 166 untuk sarapan. Sarapan nasi padang paket 20 ribuan saja udah cukup. Setelah 20 menitan kami lanjutkan lagi perjalan menuju Tol Kanci-Pejagan. Jam 8 kami mulai tancap gas lagi.

Sampai di gerbang tol Palimanan, tap lagi dan biaya tol Cikampek-Palimanan 107 ribuan. Dari Palimanan perjalan lalu terus dilanjutkan melewati tol Kanci-Pejagan-Pemalang-Kendal-Batang-Kalikangkung.

Perjalan tol dari Pejagan sampai Kalikangkung Semarang menurut saya membosankan karena belum ada sama sekali rest area atau pom bensin. Jadi pastikan bensin anda penuh dari Cirebon jika tidak ingin kehabisan di tol ini.

Sepanjang tol Kanci-Pejagan sampai Pemalang hamparan pesawahan mendominasi kiri dan kanan jalan. Sudah pasti cuaca sangat panas pemirsa dan membuat dehidrasi. Pergantian kondisi alam mulai terlihat memasuk area Batang yang banyak dihiasi hutan musim.

Akhirnya setelah hampir 3 jam perjalanan kami sampai di wilayah Weleri dan menemukan rest area di km 379. Rest area ini sangat luas dengan beberapa fasilitas mulai dari food court, mesjid, toilet dan pom bensin.
Mampir rest area Gringsing
Kami memesan cemilan mendoan dan minuman untuk menghilangkan dahaga dan panas. Karena rest area ini baru satu-satunya sepajang tol Batang sampai Pejagan, maka sudah pasti ramai para pengendara yang istirahat.

Setelah pegal-pegal agak berkurang, kami berangkat lagi menuju tol Semarang-Solo. Bensin masih full jadi tidak isi bensin dulu. Mobil LCGC cukup enak untuk perjalanan jauh, asalkan kondisinya sudah dicek dulu.

Sekitar 30 menitan dari rest area kami sampai di gerbang tol Kalikangkung dan bayar tol Palimanan-Kalikangkung sekitar 215 ribuan. Maklum tol Kanci-Kalikangkung paling panjang jadi mahal bos.

Selepas gerbang tol Kalikangkung kemudian lanjut lagi gas menuju Semarang. Masuk semarang, jalan tol mulai naik turun guys dan banyak truk besar. Setelah melewati kota Semarang kemudian lanjut masuk gerbang tol Banyumanik dan tap lagi, bayar 5.000 an.

Selepas Banyumanik lanjut tancap gas lagi menyusuri tol Semarang-Solo meleati Ungaran, Salatiga dan Boyolali. Kontur tol mulai banyak tanjakan curam dan panjang karena melewati Jawa bagian tengah yang khas wilayah pegunungan.

Cuaca sepanjang perjalan juga mulai sejuk dan tidak panas seperti tol pantura. Akhirnya setelah 1 jam perjalanan kami keluar gerbang tol Boyolali dan tap bayar sekitar 50 ribuan. Dari gerbang tol Boyolali ini kami meneruskan perjalanan ke arah Klaten dan Ring Road Yogyakarta.

Karena jam sudah menunjukkan pukul 2 siang maka kami coba singgah dulu untuk makan siang di lesehan soto Boyolali. Cuaca juga berubah hujan deras sesampaianya di rumah makan, jadi adem guys. Makan 3 porsi disini cuma 40 ribuan saja, murah meriah.

Nah setelah perut terisi kembali kemudian kami lanjutkan lagi perjalanan menuju Yogyakarta. Bensin masih 3 bar jadi saya rasa cukup untuk sampai rumah. Jam 3 sore kami sudah sampai di Prambanan dan jalanan mulai padat.

Dari Prambanan kemudian menuju jalan Parangtritis dan akhirnya jam 4 sore kami tiba di kampung halaman di Pundong Bantul. Jadi total perjalanan dari jam 5 pagi sampai jam 4 sore, cukup lumayan juga guys.

Untuk bensin sendiri hanya habis 300 ribuan dan biaya tol Bekasi-Boyolali sekitar 500 ribuan. Jadi total biaya perjalanan dengan makan dan lain-lain itu 1 juta sekali jalan. Paling penting pastikan anda servis dulu mobil sebelum mudik supaya tidak ada kendala. Selain itu siapkan stamina dan pastikan isi E-Toll anda secukupnya.
 
Itulah sedikit cerita perjalanan saya dan keluarga mudik lewat tol trans Jawa. Mau lihat video perjalanannya, silahkan cek video youtube saya berikut ini.

Selasa, April 20

Servis Motor Antara Ekspektasi dan Realita

Servis Motor Antara Ekspektasi dan Realita

Siang hari ini cuaca terik sekali dan emang enak sih selonjoran di kasur dengan AC yang nyala, maklum di kota metropolitan kan panasnya sangat menyengat. Tapi saya berubah pikiran siang ini karena melihat motor beat yang sudah lama gak diservis.
 
Terakhir servis motor itu ada mungkin 1,5 tahun yang lalu dan sudah agak terasa aneh rasanya. Jadi saya putuskan untuk keluar cari bengkel, bukan bengkel resmi karena pasti antri. Jadi saya pilh bengkel yang biasa karena pastinya gak ngantri.
 
Firasat saya benar dan memang setelah melaju dari rumah ke bengkel, kondisinya sangat kosong. Mungkin lagi pada puasa ditambah panas jadi malas ke bengkel siang bolong.
 
Motor saya parkir lalu saya tanya ke mekanik "berapa mas harga servis beat?". Ia menjawab "yang standar 49 ribuan aja bang".  Tanpa basa basi langsung saja eksekusi motor ditambah ganti oli 50 ribuan. Feeling saya mungkin habis gak lebih dari seratus ribuan.

Mekanik mulai melepas baut-baut dan membuka CVT motor, dan saya lihat juga dalamnya udah kotor gak karuan, maklum tahunan gak diservis. Sang mekanik lalu melepas bagian-bagian CVT dan dari sini mulai ada upgrading harga.
Bongkar CVT Honda Beat
Mekanik kemudian memperlihatkan beberapa part motor yang sudah rusak, pertama adalah saringan udara yang udah dekil abis, kedua kampas rem belakang aus, ketiga packing block mesin udah jelek. Alhasil mekanik menyarankan beberapa penggantian.

Daripada motor cepat rusak ya sudah saya minta ganti saja sekalian part nya, itung-itung investasi. Jadilah bagian-bagian mesin yang udah aus kemakan usia diganti. Saya gak berpikir atau menghitung berapa biaya-biaya, karena males.

Setelah 30 menitan akhirnya motor sudah beres diservis dan tibalah untuk ke kasir. Setelah petugas kasir menghitung-hitung lalu keluar nominal 300.000 lebih. Emejing ternyata yah pemirsa, kalau masuk bengkel itu awalnya lihat banner servis cuma 50.000an ternyata keluar bengkel bisa habis berkali-kali lipat.

Apakah itu strategi marketing?. Ya sah-sah aja sih sebenarnya, meskipun komponen motor gak diganti pun sebenarnya masih bisa jalan. Tapi ya sudahlah, begitulah ekspektasi dan realita hidup itu memang seperti bumi dan langit. Yang penting siapin fulus lebih aja ya kalau ke bengkel.

Selasa, April 6

Cerita Pengalaman Pertama Vaksinasi Covid Dosis Pertama

Cerita Pengalaman Pertama Vaksinasi Covid Dosis Pertama

Halo pemirsa sekalian salam sejahtera semoga kita semua tetap diberkahi kesehatan oleh Allah SWT. Kali ini saya akan cerita sedikit mengenai kegiatan vaksinasi Covid yang telah saya lakukan.

Jadi ceritanya beberapa bulan lalu sekolah kami sudah mendaftarkan semua guru dan karyawan untuk giliran dapat vaksinasi Covid. Hal ini tentu untuk mendukung pemerintah agar Indonesia cepat mendapatkan Herd Immunity sehingga kembali ke kehidupan normal.

Vaksinasi pertama Covid dosis pertama dilakukan di salah satu sekolah swasta di Galaxy Bekasi Selatan. Saya menerima jadwal vaksinasi baru kemarin dan diminta datang esok hari (6 April). Dalam hati, ini dadakan sekali karena biasanya seminggu atau dua minggu sebelumnya udah dikasih tahu.

Oke berhubung besok akan divaksinasi maka hari sebelumnya saya menjaga diri dengan makan makanan bergizi, beli buah apel, mengurangi aktivitas berat dan tidur cukup. Kenapa saya beli apel, karena apel bisa menstabilkan tekanan darah sepengalaman saya.

Hari ini pagi hari saya bersiap dari rumah untuk pergi ke tempat vaksinasi di SMP PB Soedirman Galaxy. Jadwal vaksinasi tertulis pukul 11.00 dan saya berangkat jam 11.30 pakai motor dari rumah. Gak 30 menit udah nyampe di TKP dan pasti udah banyak orang datang.
Vaksinasi untuk kebaikan bersama
Saya lalu bawa formulir antrian dan dapat nomor 277, lalu mengisi dulu identitas. Sudah banyak teman-teman guru dan karyawan lain yang stand by menunggu giliran divaksin. Sampai pukul 12 ternyata saya belum juga dipanggil, akhirnya break dulu jam 12.00 untuk sholat zuhur dan makan siang.

Daripada madesu ya udah saya dan teman-teman nongkrong dulu di food court samping sekolah untuk ngopi sambil merileksan diri supaya tensi stabil. Usut punya usut beberapa teman juga ada yang gagal divaksin karena tensi tinggi, mungkin karena grogi atau emang ada turunan hipertensi. Kalau tensi tinggi gak boleh divaksin dulu jadi diminta istirahat 15 menit dan merilekskan diri.

Nah jadi sobat perlu ingat ya, kalau mau divaksin harus rileks santai saja jangan mikirin macam-macam hal negatif nanti malah gak jadi vaksinnya. Selepas jam 12.00 saya lalu dipanggil giliran untuk cek suhu tubuh, lalu daftar di meja pendaftaran. 

Dari meja pendaftaran lalu menuju meja ukur tensi, alhamdulillah tensi 120/70 normal saja bos. Jadi langsung ke meja dokter ditanya apakah sedang mengonsumsi obat tertentu atau memiliki riwayat penyakit bawaan dll.

Di meja dokter clear karena saya masih alhamdulillah sehat dan gak sedang sakit berat atau mengonsumsi obat apapun. Lalu langsung ke meja vaksinasi. Vaksinasi dosisi 1 ini gak lama hanya beberapa detik daan tidak terasa karena jarumnya kecil sekali.
Beres vaksinasi tahap 1
Setelah vaksin dimaksukan lalu ke meja observasi untuk dicek apakah ada efek yang terasa. Kalau sudah clear maka diberikan print out jadwal vaksinasi kedua. Jadwal vaksinasi kedua saya adalah 4 Mei jadi masih lumayan lama.

Itulah sedikit cerita vaksinasi covid 19 yang saya lalui dan yang penting kita harus optimis dan jangan share berita-berita negatif vaksin karena itu justru akan melemahkan imun kita dan membuat kita menjadi orang yang suuzon. Nabi pun melarang kita berbuat demikian, berita-berita bohong tentang dampak vaksin adalah hasil dari kaum-kaum tidak bertanggung jawab.

Kalaupun ada dampak yang ditimbulkan misalnya, itu kan di berita hanya beberapa mungkin 1 banding berapa juta orang. Dalam aspek ilmiah berarti itu case khusus bukan dipukul rata dampaknya sama ke semua orang. Yang penting kita jujur jika punya riwayat penyakit ya sampaikan aja nanti ke dokternya. Salam waras dan mari berjuang kembali ke kehidupan normal.

Jumat, Maret 12

Prosedur Mengurus Perpanjangan SKCK di Polres Majalengka

Prosedur Mengurus Perpanjangan SKCK di Polres Majalengka

Oke guys kali ini saya akan sedikit bercerita lagi tentang bagaimana prosedur memperpanjang SKCK di polres Majalengka. Mumpung hari ini gak ada kegiatan lain dan ngajar juga masih online, jadi saya sempetin ke polres di pagi hari.

Kenapa saya ngurus perpanjangan SKCK lagi?. Karena ada keperluan lah, tapi gak usah diceritain disini ya itu mah. Oke jadi pagi hari jam 7.45 saya langsung tancap gas dari rumah ke Polres Majalengka yang berjarak cuma 15 menitan aja.

Saya pakai mobil karena motor lagi dipakai emak ke pasar, jadi dengan pede pakai celana jeans pendek saya masuk ke gerbang polres. Saya buka jendela mobil lalu langsung ditanya keperluan oleh penjaga dan setelah itu diminta balik lagi coy, gara-gara gak boleh pakai celana pendek.

Daripada ribut, ya udah saya kepaksa balik lagi ke rumah. Buset dah jadi nambah dua kerjaan ini. Oke setelah ke rumah dan ganti celana panjang, saya kembali ke polres dan masuk gerbang tapi kali ini gak ada yang jaga, lagi pada apel kali.

Mobil kemudian saya parkir di belakang gedung unit SKCK. Saya kemudian langsung ke bagian pendaftaran yang masih cukup kosong mengingat hari Jumat dan masih jam 8 pagi. Lalu saya tanya ke bagian pendaftaran tentang tata cara memperpanjang SKCK.

Persyaratan perpanjangan SKCK di Polres Majalengka sebagai berikut, cek di gambar aja ya, udah dengan biayanya. Gak mahal-mahal amat sih.
Syarat memperpanjang SKCK
Nah perlu kalian tahu jika SKCK kalian sudah 1 tahun lebih tidak diperpanjang maka gak usah buat baru lagi, nanti ngisi formulir lagi dan pegel tangan. Udah bawa aja SKCK lama entah itu tahun kapan lalu bilang mau perpanjang.
 
Yang paling penting lagi pastikan kalian siapin persyaratannya lengkap dari rumah biar gak bolak-balik ke fotokopian di polres. Kalau punya printer, silahkan scan dokumen KTP, KK, Ijazah, Akte lalu print sendiri atau kalau punya mesin fotokopi sendiri di rumah lebih bagus.

Setelah itu seperti bisa saya cap jari bayar 15.000 dan bayar penerbitan SKCK 30.000. Setelah semua berkas diberikan lalu tinggal menunggu diprint dan gak nyampe 10 menit udah beres. Kita tinggal fotokopi SKCK dan dilegalisir sesuai keperluan.

Jadi itulah sedikit cerita saya hari ini dalam rangka memperpanjang SKCK yang sudah mati. Jika ingin cepat beres usahakan datang ke polresnya pagi hari saat baru buka biar gak antri lama. Apalagi menjelang penerimaan CPNS, Taruna, TNI pasti akan semakin membludak. Salam sejahtera.

Kamis, Februari 25

Cara Mengurus Akta Lahir di Disdukcapil Majalengka

Cara Mengurus Akta Lahir di Disdukcapil Majalengka

Halo kawan-kawan sekalian, masih bingung cara membuat akta kelahiran anak anda?. Kali ini saya akan cerita tentang cara membuat akta kelahiran anak saya di disdukcapil Majalengka.

Jadi bulan Januari lalu alhamdullillah putra kedua kami lahir di salah satu rumah sakit di Majalengka Jawa Barat. Tentunya jika sudah punya anak lagi maka kartu keluarga harus direvisi dan harus mengurus akta kelahiran baru.

Anda harus menyiapkan data-data yang diperlukan untuk merubah kartu keluarga dan mengurus akta kelahiran, jangan sampai datang ke diskdukcapil nanti ditolak. Ikuti cerita saya berikut ini.

Pertama hal yang harus dilakukan adalah meminta surat keterangan lahir di rumah sakit (jika anak anda lahir di rumah sakit). Setelah itu surat keterangan tersebut difotokopi dan dilegalisir di rumah sakit.

Keesokan harinya kita pergi ke kelurahan terlebih dahulu untuk mendapatkan surat pengantar F1 untuk merubah KK. Sebelum ke kelurahan untuk mengurus pergantian KK, siapkan dulu data berikut ini (WAJIB):
 
1. fotokopi akta nikah
2. fotokopi KTP saksi lahir dua buah
3. fotokopi KTP pribadi
4. surat keterangan lahir dari puskesmas
 
Nah data tersebut kemudian diserahkan ke admin kelurahan untuk membuat form F1 yang akan diteruskan ke kecamatan. Saya waktu itu membuat form F1 ke kelurahan Cicenang.

Setelah itu kita pergi ke kecamatan membawa form dari kelurahan tadi untuk membuat pengantar ke disdukcapil. Kita hanya diminta form dari kelurahan dan fotokopi akta nikah. Catat ya, anda wajib membawa dua dokumen tersebut.

Tak sampai lama kemudian surat pengantar dari kecamatan didapat dan saya pergi ke disdukcapil untuk mengurus KK baru dan akta lahir anak. Sebelum membuat akta lahir maka kita harus merubah KK terlebih dahulu jadi pergi ke bagian pengurusan KK.

Saya mengambil nomor antrian dan dapat no 28, sudah banyak juga padahal masih jam 9. Selepas itu kita diminta untuk memfotokopi form dari kecamatan dan menyimpannya di map. Nah pastikan anda bawa map dari rumah, jangan beli di disdukcapil karena mahal 10.000 coy 1 map.

Selepas itu map diserahkan dan saya diminta petugas menunggu 2 jam untuk menunggu print KK baru. Busettt...ternyata untuk ngeprint KK yang kertasnya biasa aja bisa makan waktu 2 jam. Karena gak mau gabut di kantor disdukcapil jadi saya putuskan pulang dulu ke rumah, nanti jam 11an pergi ke kantor lagi.

Di rumah karena ada jadwal ngajar online jam 10-11, maka saya sempatkan mengisi jadwal tersebut. Nah setelah jam 11 saya kembali lagi ke kantor disdukcapil, karena jaraknya gak jauh banget jadi pakai motor 5 menit juga nyampe.

Motor diparkir lalu saya cek ke belakang dan antrian sudah semakin membludak. Saya tanya ke petugas ternyata KK belum jadi, ditunggu aja dulu sebentar lagi. Buset, udah 2 jam lebih ngeprint KK ga beres, ini yang buat pelayanan di kantor makin mengular. Mungkin kedepannya harus ada revolusi untuk mempercepat penerbitan dokumen supaya warga tidak nunggu lama, kasihan seharian harus menunggu print doang.

Akhirnya setelah 30 menitan menunggu, kartu keluarga baru sudah terbit dengan warna putih tidak seperti biasanya berwarna biru dengan motif Pancasila. Sekarang KK kaya print kertas fotokopi, gak istimewa sih, apakah buat pengiritan atau apa gak ngerti.

Ok, KK udah ditangan lalu saya pergi ke bagian administrasi akta lahir untuk membuat akta lahir anak. Saya diminta menyerahkan fotokopi KK, copy saksi, akta nikah, form dari kecamatan dan surat keterangan lahir untuk menerbitkan akta lahir.
Beli map 10.000 di disdukcapil
Habis itu ditunggu maksimal dua hari katanya baru jadi, weleh lelet juga ternyata untuk dapat satu dokumen harus dua hari bolak balik diskdukcapil. Kapan ya bisa proses penerbitkan dokumen bisa disederhanakan?.

Itulah rangkaian cerita saya membuat akta kelahiran dan kartu keluarga baru di disdukcapil Majalengka. Ringkasan alurnya di bawah ini ya.

1. Print surat keterangan lahir di rumah sakit
2. Minta form ke kelurahan, jangan lupa bawa copy KK, KTP, KTP saksi (dua orang), copy akta nikah
3. Pergi ke kecamatan, serahkan KK asli dan copy akta nikah.
4. Ke disdukcapil bagian penerbitan KK dulu (bawah map, fotocopy form dari kecamatan) 
5. Pergi ke loket akta lahir, serahkan KK baru, akta nikah, form dari kecamatan dan keterangan lahir dari rumah sakit.

Jika ingin cepat beres, pastikan dapat antrian awal. Datanglah jam 8 pas kantor buka biar dapat no antrian pertama. Untuk biaya gratis, hanya bayar parkir dan fotokopi saja.

Selasa, Februari 9

Analogi Banjir dan Konsep Rezeki

Analogi Banjir dan Konsep Rezeki

Awal tahun ini Indonesia kembali dilanda ujian berupa fenomena cuaca ekstrim yang melanda beberapa wilayah mulai dari Kalimantan Selatan, Sulawesi dan kini Jawa sedang memasuki puncak penghujan.

Banjir besar terjadi dimana-mana dan menyebabkan korban jiwa dan material yang besar. Mulai dari banjir besar Kalimantan Selatan, Manado dan kini Jawa sedang mengalaminya.

Angin muson barat yang membawa uap air masif dari daratan Asia dan Samudera Hindia membuat curah hujan ekstrim terjadi di bagian barat Indonesia.

Terakhir sampai tulisan ini dibuat, bencana banjir besar sedang melanda Jakarta, Subang dan wilayah pantai utara Jawa. 

Hujan pada prinsipnya adalah rezeki dan anugerah dari Allah SWT. Betapa tidak hal ini sudah tercantum dalam Al Quran itu sendiri. 

Akan tetapi saat ini hujan yang levelnya tinggi membuat kapasitas permukaan tanah tidak sanggup menampung debit curahan tersebut sehingga akhirnya banjir terjadi.

Lantas apakah semua ini salah Tuhan?. Saya rasa bukan seperti itu, namun kita bisa membangun cara pandang yang lain mengenai rezeki ini.

Beberapa waktu lalu pemimpin kita ada yang bilang bahwa banjir itu dikarenakan curah hujan yang tinggi atau ekstrim. Memang ada benarnya tapi salahnya juga lebih banyak sebenarnya.

Kota sekelas Venezia, Paris atau di Jepang saja sering banjir kalau hujan ekstrim, apalagi di Indonesia. Sebenarnya banyak sekali ahli tata ruang di Indonesia jebolan akademi perencanaan kota atau jurusan apalah namanya.

Namun hasil dilapangan seperti tak ada artinya, semua hanya sebatas ilmu teori. Saya juga berfikir bahwa banjir di Jakarta saja tidak akan pernah bisa teratasi karena kesalahannya sudah ekstrim dari jaman dahulu.

Dataran rendah dengan puluhan anak sungai dibangun kota megapolitan beton berpuluh tahun yang tidak mungkin untuk menghindari banjir. Ini fakta sejarah dan geografis sejak zaman kerajaan dan kolonialisme.
Banjir jadi alat politik
Saat ini becana di kita hanya menjadi komoditas saling ejek antar elite politik. Ini yang menjadikan negeri kita dikutuk oleh Tuhan karena pemimpinnya tidak amanah.

Hujan adalah fenomena alam sementara banjir adalah bencana. Bencana dan fenomena alam berbeda dari aspek sebab.

Fenomena alam adalah sebab turunnya rezeki sementara banjir karena kesalahan mahluk karena tatanan ekologis yang buruk.

Nah balik lagi ke judul tentang analogi banjir dan konsep rezeki. Seringkali kita mengeluh karena menganggap rezeki Tuhan yang diberikan sedikit padahal itu semua ada maknanya.

Anggaplah rezeki Tuhan itu adalah air hujan yang jika turun sekadarnya saja maka akan sangat menguntungkan dan memberikan kehidupan. Namun coba jika rezeki air tersebut diberikan sekaligus seperti saat ini, tentunya akan ada banyak keburukan seperti banjir.

Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dibandingkan dengan apa yang kita inginkan. Jadi menyikapi rezeki adalah salah satu hal penting bagi manusia.

Sedikit tapi membawa keberkahan, kebahagiaan adalah baik dibandingkan diberikan sekaligus tapi bisa jadi rezeki tersebut akan membawa kita pada keburukan, keserahakan, lupa diri dan lupa akan Tuhan.

Semoga banjir segera berlalu dan manusia mengambil pelajaran dari fenomena alam ini.

Senin, Februari 8

Pengalaman Sembuh Telinga Berdenging dan Kliyengan Tinitus

Pengalaman Sembuh Telinga Berdenging dan Kliyengan Tinitus

Halo kawan-kawan sekalian sobat blogger, kali ini saya akan sedikit bercerita terkait masalah kesehatan yang saya alami.
 
Jadi sekitar dua mingguan yang lalu selepas bangun tidur, tiba-tiba telinga saya bunyi "ngiiiing" disertai badan kliyengan alias keseimbangan kacau.
 
Waduh, meskipun masih bisa melakukan aktivitas namun kepala rasanya cenat-cenut dan bunyi telinga sebelah kanan membuat saya tidak bisa tidur.
 
Akhirnya saya browsing tentang sakit apa sebenarnya ini. Ternyata istilah medis dari telinga bunyi atau berdenging adalah tinitus.

Menurut beberapa literasi, tinitus itu bukan penyakit tapi sensasi alias gejala sekunder. Jadi ada sebab lain yang menyebabkan terjadinya sensasi bunyi di telingan kita.

Tinitus yang saya alami semakin keras saat suasana sunyi, terutama saat mau tidur. Selain itu kepala kliyengan dan kadang detak jantung terdengar keras.

Karena tidak mau berlarut-larut akhirnya saya coba periksa ke dokter THT dan melakukan endoskopi telinga. Hasilnya ternyata gendang telinga sebelah kanan saya tertarik ke belakang sehingga membuat gelembung udara tidak bisa keluar dan membuat sensor jadi kacau.

Selain itu saya cek tensi darah juga 145/95 alias hipertensi, mungkin inilah yang menyebabkan detak jantung terasa kencang di telinga.

Akhirnya dokter memberi resep dekongestan dan obat anti radang. Tinitus yang saya alami mungkin dari kebiasaan saya ngorek kuping kalau gatal atau sedang membersihkan pakai alat seperti sendok kecil.

Jadi bagi teman-teman yang gak mau mengalami sensasi bunyi dengung maka jangan main-main dengan telinga.

Mending langsung ke dokter aja kalau mau bersihkan telinga pakai alat irigasi, dijamin tokcer dan tanpa merusak organ lainnya. 

Penyebab tinitus sebenarnya masih banyak lagi, dan syukurnya yang saya alami bukan karena faktor penyakit yang berat. Jadi jaga baik-baik telinga kalian sobat blogger.
Gendang telinga ketarik ke belakang (endoskopi)

Jumat, Januari 1

Tulisan Pertama di Tahun 2021

Tulisan Pertama di Tahun 2021

Alhamdulillah hari ini kita sudah menginjak tahun 2021 penanggalaman Masehi dan tepat di hari Jumat. Apa yang harus kita lakukan pertamakali?.

Tentunya dalah bersyukur, karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri di tahun ini. 
 
Kita masih bisa bangun tidur, bernafas menghirup udara segar, dan melakukan aktifitas. Di sisi lain beberapa saudara kita ada yang masih berjuang melawan virus dan terbaring di rumah sakit.
 
Di tengah pandemi corona yang belum usai, tahun 2021 sejatinya adalah harapan agar semua kembali ke keadaan normal. Manusia ingin semua kembali seperti dua tahun lalu.

Dua tahun lalu kita masih bisa berkumpul bersama, sekolah seperti biasa, beramai-ramai di tempat terbuka, ngopi tanpa ada jarak satu sama lain, berdempetan di bis, lihat konser, tidak pakai masker dan kerumunan adalah tanda ekonomi berjalan.

Sekarang, semua telah berubah dan manusia kini mulai menjaga jarak satu sama lain karena ada virus yang mengancam. Segala hal ini sangat diatur dan tentunya menjengkelkan bagi semua manusia.

Peradaban manusia telah melalui berbagai macam peristiwa besar sejak ribuan tahun lalu dan sejarha mencatat manusia bisa melaluinya.

Pandemi Black Death, Perang Dunia, Virus Flu Spanyol, Flu Burung dan lainnya adalah bagian dari siklus kehidupan di bumi untuk mencari keseimbangan.

Bumi mungkin dalam beberapa tahun meminta untuk di refresh karena keseimbangannya terganggu oleh ulah manusia yang sudah melewati batas normal.

Dalam Al Quran pun Tuhan menyebutkan bahwa segala hal yang melampaui batas aturan-Nya maka akan menjadi masalah.

Masalah utama umat manusia adalah mereka kini mencoba melampaui batas dengan kemampuan akal dan pikiran yang sebenarnya diberikan Tuhan agar manusia sadar bahwa tidak ada yang bisa menandingi kekuatan sang Pencipta.

Kecacatan logika manusia yang semakin jauh dari aturan Tuhan membuat bumi semakin merana. Harusnya kita menjaga jarak dengan Tuhan agar sedekat mungkin. 

Di dunia kita diperintahkan jaga jarak antar manusia, namun sebaliknya kita harus mendekat kepada sang Pencipta dengan hadirnya pendemi ini.

Tuhan pernah berkata, "dekati Aku, maka akan kuberikan Segalanya". Hanya Tuhan yang berhak sombong karena Dialah pemilik kita dan penguasa langit dan bumi.

Di tahun 2021 Masehi ini kiranya menjadi sebuah harapan akan kembalinya Bumi ke keadaan yang normal. Pandemi mengasah jiwa kita untuk lebih berempati, peduli satu sama lain sesama manusia.

Semoga peradaban manusia kembali menjadi beradab dan tidak lagi sebatas berlomba menyombongkan diri sebagai seorang mahluk yang sebenarnya tidak punya daya upaya.

Selamat tahun baru, semoga dunia kembali seperti sediakala dan pandemi segera berakhir.
Selamat tahun baru

Minggu, Desember 27

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Pagi hari ini seperti biasa saya pergi mencari sarapan ke luar rumah dengan jalan kaki melewati pesawahan di kampung. 

Rumah saya memang berada di kota Majalengka namun masih banyak pesawahan. Bulan ini memasuki puncak musim hujan dan hampir setiap sore hingga malam hujan terus turun di kota Majalengka.

Dampaknya pagi hari suhu udara sangat dingin dan membuat fenomena langka muncul di atas Ciremai. Fenomena tersebut adalah awan topi lentikular.

Saya bergegas mengambil kamera untuk mengabadikan fenomena atmosfer yang jarang terjadi ini. Lalu apakah kehadiran awan lentikular ini menjadi pertanda bahaya?. 

Tentu tidak karena fenomena atmosfer ini adalah murni karena faktor alam. Yuk kita simak faktor terjadinya awan lentikular ini.
 
Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa atau melingkar yang terbentuk di troposfer dan biasa terbentuk karena pembentukannya searah dengan arah angin di puncak gunung. Ada tiga jenis awan lentikular: 
 
1. altocumulus standing lenticular (ACSL),
2. stratocumulus standing lenticular (SCSL),
3. cirrocumulus standing lenticular (CCSL)
Awan lentikular di puncak Ciremai
Proses terbentuknya awan lentikular
Saat udara mengalir di permukaan bumi, maka ia akan menghadapi beberapa hambatan. Hambatan ini bisa buatan manusia seperti bangunan atau alami seperti bukit, gunung atau lembah. Gangguan ini menyebabkan alian udara akan berubah

Semakin tinggi udara maka akan semakin dingin. Ketika dingin, kelembaban yang dikandungnya berubah menjadi tetesan air. Tetesan inilah yang membentuk awan. Dengan demikian, arus udara hangat mendingin bergerak naik gunung, menciptakan awan.

Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa yang biasanya berkembang di sisi bawah gunung atau pegunungan. Ini terjadi ketika udara yang stabil dan lembab mengalir di atas gunung, menciptakan serangkaian gelombang berosilasi. 
 
Jika suhu di puncak gelombang udara sama dengan suhu titik embun, kondensasi terjadi dalam formasi bentuk lensa. Ketika udara jatuh ke dasar gelombang udara, di mana suhu udara dan suhu titik embun tidak sama maka penguapan terjadi. Dengan demikian, awan gelombang, atau serangkaian awan lentikular, mampu terbentuk.

Awan lentiluar menjadi pertanda cuaca sedang ektrim di puncak gunung dan bisa memicu hujan lebat di lereng gunung. Namun awan ini bukan menjadi pertanda akan adanya fenomena lain seperti gempa atau tsunami.

Rabu, Desember 23

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Setelah sekian lama vakum tanpa kegiatan, di akhir tahun ini MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi mengadakan kegiatan webinar untuk meningkatkan kompetensi keilmuan guru.

Biasanya kegiatan MGMP dilakukan offline namun karena suasana pandemi maka dialihkan ke online atau daring. 
 
Atas inisiatif komunitas MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi akhirnya bisa menyelenggarakan kegiatan webinar via zoom yang akan dibagi ke dalam 3 pertemuan.

Pertemuan pertama sudah dihelat pada 22 Desember kemarin dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten dari kota dan kabupaten Bekasi.
Webinar guru geografi
Kegiatan dibuka oleh ketua acara yaitu Bapak Anang Suherman kemudian disusul sambutan dari Bapak Rojali selaku pengawas. Bapak Rojali kemudian memaparkan materi pertama terkait kebijakan pemerintah terkait merdeka belajar.

Bapak Rojali menggantikan Bapak Casmadi yang kodarullah dipanggil Allah SWT beberapa hari sebelum acara terselenggara. Kebijakan merdeka belajar pada dasarnya memberikan keleluasaan kepada guru untuk berkreasi dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa.

Sesi kedua kemudian diisi oleh Ibu Endang Rahayu yang memberikan pencerahan tentang tata cara pembuatan soal hots. Soal hots memiliki beberapa karakter dan bisa dimodifikasi dari soal lots dengan sedikit tambahan stimulus.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Ibu Anita yang memaparkan tentang tata cara kenaikan angka kredit bagi guru PNS. Kenaikan pangkat guru dapat dipercepat dengan melakukan beberapa kegiatan publikasi ilmiah dan ikut dalam kegiatan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan instansi terkait.

Sesi keempat dilanjutkan oleh Agnas Setiawan yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang guru blogger. Di era milenial saat ini media sosial menjadi salah satu alat ampuh untuk meningkatkan kreatifitas seorang guru.

Sesi kelima atau terakhir diisi oleh Ahmad Habibi yang memberikan ulasan tentang cara menjadi guru youtuber. Youtube bisa menjadi sarana pendidikan dan pengajaran geografi saat ini apalagi di tengah pandemi yang memaksa pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh.

Pukul 12.30 rangkaian acara webinar pertemuan 1 akhirnya selesai dan ditutup dengan penugasan kepada setiap peserta. Kegiatan webinar akan dilanjut di pertemuan kedua akhir Desember.

Kamis, Desember 10

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Dalam geografi tentu kita mengenal istilah kecerdasan ruang atau spatial intelligent. Salah satu tujuan pembelajaran geografi adalah membentuk kecerdasan spasial seseorang.

Kecerdasan spasial sangat erat kaitannya dengan manajemen tata kelola ruang bumi. Lalu bagaimana jika kecerdasan ruang ini dibawa ke ranah dunia maya?.

Saat ini hampir separuh kegiatan manusia beralih ke ruang maya atau digital dengan hadirnya perangkat telekomunikasi canggih dan aplikasi populer.

Namun akhir-akhir ini ada pola yang tak biasa dalam kehidupan bermedsos di Indonesia. Seringkali saya perhatikan beberapa ruang forum atau grup yang judulnya ilmiah namun ada saja konten-konten yang melenceng dan berbau SARA.

Utamanya saat muncul kasus yang trending, langsung setiap medsos kebagian itu berita. Misalkan grup geografi, lalu muncul share berita bombastis tentang politik identitas.
Cerdas memanfaatkan ruang digital pic:kompas
Memangnya salah ya melakukan hal seperti itu?. Sebenarnya sah saja namun lebih baik share di grup yang memiliki kepentingan yang sama agar tidak menimbulkan percikan permusuhan kepada anggota lain yang berbeda pandangan.

Inilah maksud dari kecerdasan ruang digital yang saat ini sangat terasa sekali efeknya. Amarah masyarakat banyak muncul dari info-info yang beredar di ruang-ruang digital. Ternyata ketidakcerdasan ruang nyata terbawa juga ke dunia maya.

Hasilnya banyak sekali hoax dan peristiwa yang dimulai dari hoax kemudian viral. Inilah dampak dari ketidakcerdasan menempatkan konten sesuai ruang.

Memang ada juga orang yang sengaja menjaring trafik untuk mendapatkan keuntungan dengan cara demikian. Namun perlu dipahami bahwa hal-hal semacam inilah yang menjadi bibit permusuhan dan perpecahan bangsa.

Guru geografi di sekolah harus mencoba memberikan pemahaman kepada siswa terkait kecerdasan ruang digital di era globalisasi. Jangan sampai bangsa hancur karena ruang-ruang maya menjadi sarana bom hoax oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Jumat, Desember 4

Hoax Berita Fenomena Geosfer di Negeri Utopis

Hoax Berita Fenomena Geosfer di Negeri Utopis

Fenomena geosfer, hmmm..nampaknya guru geografi, ahli geografi sudah biasa kali ya dengan istilah ini. Tiap hari kita belajar tentang kejadian-kejadian yang ada di geosfer.

Setiap hari fenomena geosfer terjadi dan di berita pun tiap detik mungkin berseliweran fenomena terkini. Namun apa yang salah dengan fenomena tersebut?.
 
Coba perhatikan, kini fenomena geosfer seolah-olah berdusta pada publik padahal sejatinya mereka tidak pernah berdusta. Semua karena ulah manusia.
 
Manusia kini sudah tidak peduli lagi dengan kejujuran, dan yang penting adalah untung di mata kapitalis. Maksudnya apa sih, saya gak ngerti?.
 
Coba perhatikan salah satu fenomena berikut ini!
Pembodohan publik lewat gambar

Beberapa hari ini Gunung Semeru di Jawa Timur sedang erupsi dan itu adalah kenyataan atau fakta. Akan tetapi ada yang salah dalam penyajian fenomena kepada publik oleh media.

Screenshoot gambar atau thumbnail yang ditampilkan adalah erupsi gunung lain yang lebih dahsyat. Padahal erupsi Semeru gak gitu-gitu amat.

Gambar yang diberitakan oleh beberapa (ingat ya beberapa) media online diatas dengan gambar erupsi dahsyat adaah Gunung Sakurajima di Jepang.

Masyarakat kita yang umumnya masih awam tentu akan cepat percaya lalu share info tersebut. Inilah yang diinginkan kaum kapitalis. Membodohi masyarakat dengan gambar bohong agar terkesan bombastis lalu kliknya banyak.

Negara ini memang darurat pers, semua berlomba membangun kebohongan bahkan fenomena geosfer pun dibuat seolah-olah berbohong seperti pejabat-pejabat politik yang hobi berbohong kepada rakyatnya.

Inilah krisis yang terjadi di media kita sekarang, menghalalkan segara cara untuk meraup untung. Alangkah baiknya jika memang negara ini ingin maju yaitu dengan menginformasikan berita yang real secara keseluruhan tanpa ada sedikitpun pembohongan baik dari sisi gambar.

Saya merasa kejujuran yang selalu ditanamkan guru di sekolah seolah-olah tidak berarti dengan pola-pola berita yang setiap hari terjadi seperti ini. Jadi bohong rasanya jika negara ingin maju tapi media-media tetap membodohi publik.

Sekarang adalah jamannya tampilan lebih utama dibanding isi. Jadi jangan heran jika peradaban masyarakat semakin bodoh jika pola-pola pembohongan seperti ini selalu terjadi. Salam reformasi pemberitaan.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close