Guru Geografi: Cerita | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, September 12

Pengalaman Berobat di Klinik Ar-Ridlo Cijantung Jakarta [Deteksi Penyakit Tanpa Cek Lab]

Pengalaman Berobat di Klinik Ar-Ridlo Cijantung Jakarta [Deteksi Penyakit Tanpa Cek Lab]

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berobat murah di klinik Ar-Ridlo Cijantung Jakarta ya gaes. Jadi awalnya itu kepala saya tiba-tiba kliyengan kaya gempa dan saya coba cek ke klinik, tes darah kemudian didapati kolestrol di atas normal 120an.

Lalu setelah itu saya belum puas dengan hasil lab dan mencoba tanya-tanya tentang tempat pengobatan kepada teman-teman. Akhirnya ketemu satu klinik di Cijantung, namanya Ar-Ridlo, coba cek di link map berikut : Koordinat Lokasi.

Pengobatan di Ar-Ridlo ini pada dasarnya berbasis empiris jadi tidak ada obat-obat yang mahal seperti dari rumah sakit. Ajaibnya pasien hanya diminta tensi darah kemudian di ruangan nanti ada Bapak Arief yang akan mendeteksi penyakit pasien tanpa disentuh dan selalu akurat.

Jadi saya coba berangkat dari Bekasi pagi hari jam setengah enam pakai motor menuju arah Ciracas lewat Kranggan, maklum kalau pakai mobil pasti macetnya minta ampun. Setelah sampai Cijantung kemudian masuk ke wilayah pemukiman padat dengan jalan gang sempit.

Setelah itu saya parkirkan motor dan sudah banyak pasien menunggu di hari Sabtu pagi. Jam 7 pagi antrian dibuka dan saya daftar dulu dengan membayar 2.000 rupiah saja lalu diberi kartu berobat.
Suasana Klinik Ar Ridlo

Pengobatan sendiri baru dibuka jam 9 pagi, jadi harus nunggu dua jam bro. Tapi lebih baik dapat antrian pertama daripada nunggu antrian belakang yang bisa sampai jam 12an, terlalu siang. 

Untuk jadwal pengobatan di Ar-Ridlo sendiri satu minggu itu liburnya Jumat dan Minggu, sisanya ada jam pagi dan sore, kecuali sabtu sampai siang saja.

Setelah dua jam gabut menunggu dan jalan-jalan dulu keluar, akhirnya jam 9 saya kembali ke klinik dan mulai dibuka pemanggilan tensi darah. Data tensi darah ini yang dipakai Prof Arief nantinya untuk membaca penyakit pasien. Saya juga ga ngerti apakah karena jam terbang beliau atau apa gitu, karena bisa melihat penyakit tanpa sentuh dan cek lab yang bisa jutaan.

Saya diminta berbaring lalu disuruh tarik nafas dalam, dan seketika diagnosis diucapkan. Pokonya kita diam saja, pak Arief akan tahu penyakit kita. Aneh bin ajaib, tapi memang begitu adanya. Setelah itu saya akan diberikan resep jamu dan pantangannya.

Ada dua resep yaitu A dan B tergantung penyakit kita apa. Lalu nanti ada tambahan mulai dari lidah buaya, pisang raja sampai kacang panjang. Intinya kita itu diminta disiplin karena tubuh sudah lama terkonaminasi jadi untuk perbaikan sel maka dibutuhkan asupan yang baik dan bukan bahan-bahan kimia gak jelas.

Beberapa pasien juga ada yang dapat sembuh setelah berobat kesini, kuncinya disiplin menerapkan pola makan dan menaati pantangan makanan yang diberikan. Memang menyiksa tapi itulah adanya, sakit memang tidak enak.

Tubuh bisa memperbaiki diri sendiri asalkan semua sel dalam keadaan baik dan tanpa gangguan dari luar. Jadi pengobatan ini membuat pasien harus bisa menyelesaikan dirinya sendiri.

Setiap hari klinik Ar-Ridlo Cijantung ini selalu penuh pasien, karena memang diagnosisnya tepat tanpa harus kita cek lab, bayar mahal dan lainnya. Usut punya usut, uang donasi sukarela dari pasien pun sebagian diberikan ke yayasan dan pesantren di Majalengka.

Sekali lagi ini hanya cerita pengalaman saya, dan bagi anda yang mau mencoba silahkan saja. Sediakan waktu dan tetap munajat sehat kepada Allah SWT karena kita manusia cuma bisa berusaha dan tempatnya salah. Untuk jadwal praktik bisa dilihat di google map, sudah banyak yang ulas.

Minggu, Juli 31

Hunting Buku Bekas/Second di Sekitar Cileungsi Bogor

Hunting Buku Bekas/Second di Sekitar Cileungsi Bogor

Beberapa minggu lalu anak saya yang paling besar diberikan tugas oleh sekolah untuk mencari buku bekas untuk nantinya disumbangkan ke sekolah.

Tema buku yang diberikan adalah ASEAN, kesehatan dan tokoh nasional. Tadinya saya mau carikan buku di toko online tapi coba aja cari keliling-keliling sekitar rumah.

Lalu saya coba buka google map dan ketikkan keyword "toko buku bekas", dan muncul di Citra Indah City. Lumayan dekat lah dari Grand Nusa Indah.

Jam 10 pagi kami berangkat pakai mobil menuju lokasi dan sekitar 20 menitan sudah sampai di TKP. Lokasinya silahkan buka link berikut: Klik

Toko buku bekas ini persis samping jalan dan isinya lumayan cukup lengkap. Berbagai buku dari biografi, novel, ilmiah, fiksi, komik jadul relatif ada.

Penjaga toko adalah pasangan lansia yang mungkin sedang menjalani masa pensiun dengan berjualan buku seken.

Akhirnya setelah beberapa menit mencari, dapat sekitar 4 buku yang diperlukan untuk anak saya. Total harganya 65 ribuan.

Nah bagi yang sedang mencari buku-buku bekas dari anak SD sampai kuliahan, tak ada salahnya coba hunting di sini. 

Tidak masalah buku itu jadul atau tidak, yang penting ilmu di dalamnya dapat kita serap dan menambah wawasan untuk bekal kita hidup.

Senin, Juli 4

Parkir Malioboro 15.000 Rupiah, Bikin Dompet Ciut

Parkir Malioboro 15.000 Rupiah, Bikin Dompet Ciut

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman mahalnya parkir di Malioboro saat liburan.

Liburan sekolah semester ini pastinya semua lokasi wisata akan penuh oleh wisatawan tak terkcuali Malioboro.

Spot jantung wisata di Jogja ini selalu menjadi incaran wisatawan. Kawasan Malioboro pun kini sudah ditata menjadi semi pedestrian dan para PKL dipindah ke Teras Malioboro yang ada di samping kantor gubernur.

Saya bergerak dari Bantul pakai mobil ke Malioboro dan sudah pasti macet saat sore hari.

Parkir mobil pun sudah penuh dimana-mana. Tadinya saya mau parkir si basement Matahari Mall tapi sudah penuh.

Akhirnya cari-cari dapat di parkiran SMP N 3 belakang Gedung Merah. Salah satu masalah di Malioboro memang kantong parkir yang tidak sebanding dengan volume kendaraan wisatawan yang membludak.

Biaya parkir mobil kemarin 15.000 rupiah, lumayan juga buat pesugihan. Tahun lalu saya parkir di alun utara 10.000 rupiah.
Apakah harga parkir Malioboro tersebut wajar?. Ya silahkan ukur diri saja ya, kalau saya sih karena masih ada uang lebih ya udah ga papa daripada ga bisa parkir.

Memang lebih enak pakai motor saja nanti kalau ke Malioboro lagi. Dari sisi pendapatan tentu sangat menguntungkan ya gaes. 

Jadi bagi kalian yang mau ke Malioboro jika anggota keluarga ga terlalu banyak, mending pakai motor saja, bebas macet dan bisa milih parkir lebih leluasa.

Sabtu, Juli 2

Jejak Gunung Api Purba Pada Formasi Breksi Vulkanik Nglanggeran

Jejak Gunung Api Purba Pada Formasi Breksi Vulkanik Nglanggeran

Hari ini kami berempat plesiran dari Bantul menuju Nglanggeran Gunungkidul. Sebenarnya dulu sudah pernah ke sana tapi masih ingin lagi mengunjungi situs geologi luar biasa tersebut.

Jadi kami berangkat naik motor dari Pundong ke arah Imogiri lalu Piyungan sampai Pathuk. 

Dari Pathuk kemudian menuju arah Kedung Pandang melewati Situs Geologi Gunung Api Purba Nglanggeran.

Kedung Pandang adalah air terjun berundak-undak dengan formasi batuan breksi vulkanik purba.

Kenampakan breksi purba ini sudah bisa dilihat dari jalan raya di batas tanjakan Piyungan menuju Gunung Kidul.

Breksi vulkanik di Nglanggeran menurut penelitian berasal dari aktifitas gunung api purba sekitar 18-50 juta tahun lalu atau di sekitaran era Miosen kurang lebih.😱 Wah lama juga ya?.

Mengapa bisa ada gunung api di Nglanggeran?. Menurut teori, itu karena pengaruh subduksi lempeng tektonik.
Batuan breksi vulkanik Nglanggeran
Tapi semakin kesini, terjadi perubahan posisi dari hot spot magma sehingga Gunung Nglanggeran menjadi tidak aktif lagi alias mati.

Jadi dalam jangka waktu jutaan tahun, kerak bumi selalu dinamis berubah. Contoh lain adalah karst Gunung Kidul adalah dasar laut yang mengalami pengangkatan karena gaya tektonik.

Jadi Nglanggeran kini menjadi kawasan ekowisata dan penelitian yang menarik bagi ahli geologi, geografi, paleontologi.

Selasa, Mei 10

Daftar Lengkap Nama Jemaah Haji Indonesia Tahun 2022 Tiap Provinsi

Daftar Lengkap Nama Jemaah Haji Indonesia Tahun 2022 Tiap Provinsi


Alhamdulillah setelah dua tahun tertunda karena pandemi Covid 19, tahun 2022 ini pelaksanaan Haji akan kembali dilakukan.

Melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama telah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun 1443 H/2022 M, Ahad, 8 Mei 2022. Daftar tersebut bisa diakses melalui laman www.haji.kemenag.go.id.

“Alhamdulillah, proses verifikasi daftar nama jemaah haji regular sudah selesai. Saya sudah terbitkan Keputusan Dirjen PHU terkait itu. Daftar nama tersebut sudah diumumkan dan dikirim ke Kanwil Kemenag provinsi seluruh Indonesia untuk segera ditindaklanjuti,” kata Dirjen PHU Hilman Latief lewat keterangan tertulisnya.

Proses verifikasi jemaah hai ini , kata Hilman, dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah yang berangkat memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Saudi Arabia, yaitu mereka yang berusia paling tinggi 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022 serta sudah menerima vaksinasi Covid-19.

“Saya minta jemaah yang sudah ditetapkan berhak berangkat tahun ini segera mempersiapkan diri dengan baik. Jangan lupa melakukan konfirmasi keberangkatan pada bank tempat mendaftar. Jemaah dapat melakukan proses konfirmasi dari 9 - 20 Mei 2022," tuturnya.

Tahun 2022 ini pemerintah Arab Saudi melalui aplikasi e-Haj mengumumkan bahwa jemaah haji reguler mendapat 92.825 kuota. Sementara untuk haji khusus, Saudi juga sudah menentukan jumlah kuotanya, sebesar 7.226 jemaah. Kuota petugas tahun ini berjumlah 1.901 orang. Sehingga, total jumlah kuota haji Indonesia adalah 100.051 orang. Selamat beribadah untuk para calon jemaah haji Indonesia.

Berikut ini list nama calon jemaah haji Indonesia 2022 tiap provinsi yang dikutip dari Kemenag. Silahkan download pada link berikut di bawah.

Minggu, Maret 6

Pengalaman Beli Rumah di Grand Nusa Indah Cileungsi DP 5 Juta All In

Pengalaman Beli Rumah di Grand Nusa Indah Cileungsi DP 5 Juta All In

Assalamualaikum wr, wb para pejuang rumah se Indonesia, kali ini saya akan bagikan cerita pengalaman beli rumah KPR di Grand Nusa Indah Cileungsi Bogor. 

Jadi awalnya saya kan sudah kerja jadi guru dari tahun 2016 di kota Bekasi setelah pindah dari Banjarmasin tahun sebelumnya. Selama 5 tahun ini saya sudah ngontrak dari mulai kos sampai kluster rumah dalam jangka waktu 5 tahun tersebut.

Setelah dipikir-pikir akhirnya di tahun keenam ini saya putuskan mencari rumah, tentunya dengan model KPR saja karena kalau cash belum bisa. Selain itu harga rumah setiap tahun melonjak tajam, tidak bisa diimbangi dengan naiknya pendapatan yang drastis, kecuali saya jadi sultan dadakan.

Pertama saya survey di area dekat kluster kontrakan di Jatiasih, harga rumah sudah sangat tinggi diatas 500an juta. Saya mengincar rumah komersil saja karena kalau rumah subsidi lokasinya jauh sekali dan fasilitas rumahnya seadanya, belum ada pagar, septic tank, dapur, kanopi dll.

Setelah itu saya kemudian mengalihkan survey ke wilayah Cibubur dan Cileungsi, yang penting jalur untuk kerja masih satu garis lurus. Setelah beberapa hari akhirnya ketemu Grand Nusa Indah di Cileungsi.

Lokasi Grand Nusa Indah ini berada setelah Metland, Grand Wisata dan Citraland. Dari flyover Cibubur paling sekitar 15 menit kalau gak macet. Dulu waktu saya main ke Jonggol naik motor, saya pernah berhenti di bengkel tepat di depan Grand Nusa Indah ini. Mungkin sudah takdirnya memang sekarang tinggal di sana.

Saya lalu masuk ke area cluster yang masih luas, dengan jalan boulevard besar sekitar 2 km ke arah dalam. Nampaknya pemukiman ini masih terus akan berkembang seiring waktu dan menjadi semi kota mandiri.

Dengan diantar sales marketing saya ditunjukkan area perumahan yang sedang dibangun, ada beberapa yang sudah dihuni dan ada yang masih progress. Ada beberapa blok perumahan cluster di sini, dan pas saya datang yang sedang dibangun adalah kluster Danakitri.

Ingat untuk memastikan dulu agar perumahan anda tidak berada di wilayah low land, tanpa danau penampungan dan berada di sempadan sungai. Karena pasti akan banjir seperti di Villa Nusa Indah dan perumahan lain yang didirikan di pinggir sungai.

Tipe rumah yang ditawarkan di Danakitri adalah Danendra (30/60), Dewani (31/60) dan Danadipa (33/66). Saya sendiri memutuskan membeli yang Danadipa karena progress rumah sudah 60% waktu itu (bulan November) dan ada promo dari Bank Mandiri bunga 2,3%.

Saya langsung mengajukan booking 3 jt dan sisanya 2 juta lagi dibayar belakangan. Jadi promonya itu 5 juta All In (bebas semua biaya), ya biasalah maklum marketing developer dan bank. Setelah itu satu bulan kemudian di akhir Desember akad jual beli, supaya bisa dapat bunga fix 3 tahun 2,3%, lumayan buat nabung dulu.

Ada dua macam skema KPR yaitu yang konvensional dan syariah. Saya sempat cek keduanya dan metode syariah memang cicilan dipukul rata besar dari awal, dan syaratnya masih agak ribet. Jadi bismillah saya pilih yang konvensional saja. 

Harga rumah tahun lalu 450 juta dengan tenor 20 tahun, kok lama banget?. Gak papa biar gak mengganggu cash flow harian, toh setelah itu saya masih produktif dan di rumah tersebut insaallah saya akan bangun pos pendapatan lain, jadi mindsetnya seperti itu.

Semakin lama menunda mengambil rumah maka harga semakin melangit. Tahun ini saya harga rumah saya sudah naik 30 jutaan jadi 480 juta. Bayangkan 5-10-20 tahun kemudian, berapa harga rumah?. Apakah bisa dikerjar dengan kenaikan gaji?. 

Maka strategi manajemen hidup yang diperlukan untuk menaklukan ekonomi kapitalisme seperti ini. Kalau anda punya uang banyak, ya syukur alhamdulillah belilah dengan cash. Silahkan atur strategi sebaik mungkin, kurangi mengeluh.
Cluster Danadipa Grand Nusa Indah

Lanjut ya, jadi setelah akad, saya masing menunggu finishing rumah yang rencannya mungkin awal puasa baru bisa ditempati. Artinya saya beli indent tapi pas survey, wujud pembangunan sudah ada. Banyak juga developer rumah abal-abal yang menawarkan rumah indent tapi ujung-ujungnya penipuan, entah itu pakai embel-embel syariah atau apalah. Jadi anda harus banyak membaca dan hati-hati saat membeli rumah.

Proses pengajuan KPR rumah di Grand Nusa Indah relatif cepat dengan memakai Bank Mandiri, karena payroll gaji saya Mandiri. Metode KPR sekarang adalah flat + floating,  jadi pastikan juga kalian semua paham maksudnya.

Progres pembangunan rumah sekarang sudah 99% tinggal finishing fasilitas listrik dan PDAM serta taman dan jalan utama saja. Mudah-mudahan puasa ini sudah bisa ditinggali.

Arena perumahan masih sangat luas dan terus dilakukan pembangunan unit rumah. Ada beberapa fasilitas pendukung seperti waterpark, alfamidi, danau penampung air yang luas, sekolah sedang dibangun di area Grand Nusa Indah.

Ada beberapa tipe rumah yang dijual disini, jadi silahkan cek sendiri saja di google. Bagi yang mau tau info lanjut atau pengalaman lain dan mengarahkan langsung ke marketing Grand Nusa Indah, silahkan bisa whatsapp saya di bawah.

Pengalaman setiap hari pemesanan rumah selalu ada dan semakin hari menunda maka semakin mahal harga dan lama jadinya. Lokasinya pun akan semakin jauh dari pusat keramaian. Tapi ingat sebelum memutuskan membeli rumah, analisa dulu cash flow keuangan keluarga ya, jangan main radikal saja.

Kamis, Januari 6

Biaya dan Proses Mutasi Balik Nama di Samsat Majalengka

Biaya dan Proses Mutasi Balik Nama di Samsat Majalengka

Halo teman-teman kali ini saya akan cerita tentang proses dan biaya mutasi dan balik nama mobil saya dari Jakarta ke Majalengka Jawa Barat. Artinya mutasi kendaraan lintas provinsi, semua dilakukan sendiri gak pake biro jasa.

Nah pertama, saya kan dulu di bulan Oktober (pas pajak habis) sudah cabut berkas dari Jakarta Utara, lalu selanjutnya mendaftarkan kendaraan ke samsat tujuan (Majalengka). Artikel saat cabut berkas mutasi ada di link berikut: Cara mutasi plat dari Jakarta 

Harusnya saya tanggal 6 Desember sudah harus ke samsat tujuan, tapi berhubung masih ngantor jadi pas libur akhir tahun saja sekalian mudik.

Jadi setelah saya mudik, saya langsung pergi ke samsat Majalengka bawa mobil untuk pemberkasan. Mobil saya saat ini adalah Daihatsu Sigra 1.2 MT. Pagi hari jam 8 saya berangkat dan langsung ke bagian cek fisik kendaraan.
Loket mutasi samsat Majalengka

Seperti biasa saya daftar di bagian loket pendaftaraan cek fisik di lantai bawah dan gosok nomor mesin dan nomor rangka. Disini saya ngasih tips saja Rp.5000 ke petugasnya, meskipun memang harusnya ya ga bayar. 

Setelah cek fisik, lanjut saya pergi ke bagian mutasi dan menyerahkan semua dokumen mutasi dan balik nama dari samsat Jakarta. Petugas di bawah kemudian meminta saya datang lagi sekitar 2 mingguan untuk prosesnya, waduh. Nanti petugas akan memberikan surat jalan pengganti STNK.

Jadi sampai disini saya belum bayar pajak, biaya BBN, stnk, plat dll. Ya sudah saya balik lagi ke rumah dan pergi liburan dulu ke Pangandaran. Cerita liburan ke Pangandaran via jalur selatan Cikatomas-Cijulang bisa dicek di artikel berikut: Jalur Selatan Tasik-Pangandaran

Selepas dari Pangandaran setalah 2 mingguan kurang, saya balik lagi ke samsat untuk proses mutasi dan balik nama. Pemrosesan seperti biasa di bagian mutasi dan disini mulai ada biaya yaitu 500.000 rupiah. Lumayan ya gaes, saya juga gak tahu itu rincian 500 ribu buat apa karena gak ada kuitansinya. Mungkin untuk proses BPKB baru ke Polda Jabar biar diurus mereka atau apa, ga ngerti pokonya.
Loket Update Kepemilikan Kendaraan
Tapi gpp lah yang penting beres hari itu juga. Nah setelah bayar 500 ribu saya diminta pergi ke lantai atas untuk ke bagian Costumer Service. Disini saya diberikan formulir isian, sama seperti saat cabut berkas mutasi. Yang jelas kita isi sendiri, manual pakai pulpen. Usahakan bawa pulpen sendiri daripada bingung disana pada kepakai pulpennya.

Setelah formulir diisi lalu saya diminta ke bagian Progresif/Update Kepemilikan untuk menyerahkan data, dari sini saya diberikan nomor antrian dan berkas lalu didaftarkan ke bagian Penetapan Dokumen Baru.

Setelah 5 menitan kemudian dipanggil lagi untuk bayar, bisa cash dan transfer. Berapa totalnya?. Jreeeenggg, 3,68 juta rupiah. Lumayan gan, biaya blaik nama 900 rebuan, terus ada denda administrasi apa gitu yang gak paham sekitar 200 rebuan, terus ada biaya plat baru, dan pajak mobil 2 juta. 

Setelah bayar kemudian saya nunggu print STNK baru sekitar 5 menitan dan diminta ke bawah lagi untuk buat plat baru. Di bawah saya serahkan kembali STNK baru lalu plat nomor baru dicetak dan ternyata bayar lagi gaes 25.000.
Cetak Plat Nomor Baru
Lalu untuk BPKB ditunggu selama 2 bulan katanya nanti datang lagi ke samsat. Itulah rincian proses mutasi dan balik nama mobil saya dengan total biaya sekitar 4 jutaan . Ini gak pake calo atau biro jasa ya, karena ingin hemat. Kalau pakai biro pasti jatuhnya bisa hampir dua kali lipat.

So far proses mutasi dan balik nama mobil gue ga lama, asal prosesnya dilakukan dengan benar sesuai aturan dan datang pagi saja kalau mau cepat biar gak antri lama. 

Untuk yang sedang ingin balik nama dan mutasi, disarankan sebelum pajak tahunan habis misalkan 1 bulan sebelumnya. Jangan sampai bayar pajak dulu lalu balik nama dan mutasi, nanti anda bayar pajak dua kali di samsat baru, kan gaje bayar double. Selamat tertib administrasi.

Rabu, Oktober 6

Mutasi dan Balik Nama Kendaraan Lintas Provinsi

Mutasi dan Balik Nama Kendaraan Lintas Provinsi

Halo gan kali ini saya berikan sedikit pengalaman saya saat mutasi dan balik nama mobil plat Jakarta ke Majalengka Jawa Barat. Artinya kita melakukan mutasi kendaraan lintas provinsi.

Jadi ceritanya satu tahun lalu saya beli mobil di kota Bekasi dan tahun ini berencana ingin mutasi dan balik nama sesuai KTP yaitu Majalengka. Kenapa kok jauh-jauh ke Majalengka?. Karena saya tidak berniat untuk buat KTP Bekasi, jadi berencana ingin pulang kampung dan kerja disana. Rumah juga sudah ada di sana jadi tidak jadi masalah.

Oke lalu gimana langkah-langkahnya?. Begini ya gan, jadi yang namanya beli kendaraan second itu ribetnya adalah jika kita gak punya KTP pemilik kendaraan, masih mending jika beli dari saudara atau keluarga mungkin rada enak.

Kalau beli ke orang lain yang gak kenal misal dari dealer mobkas tentu bisa saja kan nanti udah di blokir pat nomor dan STNK nya karena menghindari pajak progresif pemilik awal jika ingin beli lagi. Jadi daripada ribet nanti, mending langsung urus saja mutasi dan sekalian balik nama.

Yang diperlukan oleh agan-agan adalah kesabaran, mau cape dan uang juga terutama. Saran saya jangan pakai jasa calo karena akan sangat mahal. Berikut ini langkah-langkah mutasi dan balik nama BPKB kendaraan dari Jakarta ke Jawa Barat.

Sekedar catatan, mobil saya ini platnya Jakarta Utara, jadi saya menuju Samsat di Gunung Sahari. Mumpung hari ini gak ada jadwal ngajar dan masih WFH jadi kesempatan untuk ngurus hal beginian.

1. Pastikan tahu lokasi samsat kendaraan awal
Pertama adalah kamu harus cek itu STNK diterbitkan di samsat mana, pastinya ada di BPKB atau STNK. Karena untuk cabut berkas harus ke samsat domisili awal itu kendaraan. Cek google map lalu pastikan datang di awal karena antrian pasti akan sangat panjang.

2. Persiapkan dokumen lengkap
Nah langkah krusial selanjutnya adalah siapkan dokumen pendukung dari rumah. Apa saja yang peralatan tempurnya?. Nih saya list aja ya:
- BPKB asli, STNK asli, KTP asli, Faktur pembelian asli, 
- kwitansi pembelian yang dibuat sendiri (beda dengan kwitansi dari dealer)
- pulpen

Nah dokumen diatas bisa disiapkan dari rumah jika sempat dan sangat menghemat biaya, lumaya lah. Lalu gimana proses selanjutnya?. Cek cerita saya di bawah ini.

Jadi hari ini pagi hari jam setengah 7 saya berangkar dari Jatiasih menuju Gunung Sahari, dengan membawa mobil tentunya untuk di cek fisik. Jalanan udah pasti padat karena udah mulai longgar ini PPPKM, tapi masih tergolong lancar lah. 

Jam 8 saya udah sampai di gerbang masuk samsat yang ternyata udah penuh oleh para wajib pajak. Saya tanya penjaga gerbang kemudian diarahkan untuk cek fisik kendaraan di belakang.

Jadi jangan dulu parkir mobil ya gan, tapi ke belakang daftar cek fisik kendaraan. Ada dua gedung, yang kiri untuk cek fisik Jakarta Utara, yang kanan untuk Jakarta Pusat. Lalu saya antri mobil untuk cek fisik sambil daftar ke loket.
Loket pendaftaran cek fisik kendaraan
Kalau kamu bingung, tanya aja ke orang disana pasti akan diarahkan menuju loket mana. Ingat lho, malu bertanya sesat arah kau di samsat gede ini.

Lalu setelah daftar dan bilang mau mutas dan balik nama, saya diberikan blanko cek fisik dan diserahkan ke tukang gosok no rangka dan mesin. Sebenarnya sih di proses ini gratis cuma saya ngasih aja 10.000 rupiah.
Gosok nomor rangka dan mesin

Setelah gosok beres, lalu saya parkirkan mobil di tempat yang kosong dan kembali ke gedung utama untuk fotokopi berkas ini itu. Jadi seperti yang udah saya cantumkan di awal, karena saya gak nyiapin dulu berkas-berkasnya maka jadi harus fotokopi di samsat.
Tukang fotokopi berjejer siap melayani

Ada beberapa fotokopi berderet di lorong menuju gerbang utama untuk proses ini. Satu kali transaksi itu pokonya 30 ribuan terdiri dari:
1. fotokopi BPKB
2. fotokopi STNK
3. fotokopi KTP
4. fotokopi faktur penjualan
5. fotokopi cek fisik
6. kuitansi pembelian mobil yang dibuat sendiri pakai materai (nah ini yang bikin ane kaget, buset ada-ada aja, padahal kuitansi dari dealer kan sama aja).

Total biaya fotokopi 10.000 + bikin kuitansi 18.000 jadi 28 rebuan. Nah gimana, mending persiapkan dari awal kan kuitansinya di rumah?. Ingat ya pakai materai 10 ribu.

Oke habis beres berfotokopi ria maka lanjut masuk ke gedung utama, cek suhu dulu, cuci tangan prokes seperti biasa. Lalu saya diarahkan ke lantai dua kalau mau mutasi kendaraan.

Saya naik tangga saja karena liftnya lama penuh terus, lumayan sambil olahraga. Di lantai dua saya tanya lagi lokasi loket mutasi antar daerah. Lalu saya diarahkan ke pojok kiri dan disana ada tulisan LOKET MUTASI. Saya daftar dan serahkan dokumen yang tadi sudah disiapkan dari mulai cek fisik dan fotokopian. 
Loket mutasi dan balik nama di samsat

Setelah itu saya serahkan semuanya beserta BPKB asli dan STNK aslinya. Setelah validasi saya diminta isi lagi blanko tentang permohonan mutasi, isinya ikut aja sesuai STNK. Nah disinilah pentingnya punya pulpen sendiri, kalau nyari disana gak ada bos, minjem orang lain juga pada sibuk nulis.

Setelah itu balik lagi diminta ke loket khusus untuk cek dokumen tadi, lokasinya di samping loket mutasi. Nah habis selesai kemudian saya disuruh ke lantai 5 bos, waduh. Buat apa?. Untuk validasi fisikal kendaraan katanya.
Blanko isian manual pakai pulpen

Buset dari latai dua ke lantai lima, naik tangga lagi bray karena liftnya lama banget. Lalu pergi ke loket bagian fisikal sebelah kiri, nyerahin berkas-berkas yang udah seuduk tadi lalu diminta tunggu. Sekitar 5 menitan udah dipanggil lagi dengan berkas yang udah dicap legalisir lalu diminta ke lantai dua lagi bos.

Waduh bolak balik meneh ini, akhirnya turun tangga lagi ke lokasi loket mutasi di awal. Saya serahkan berkas-berkas yang saya juga ga ngerti deh pokonya buat apaan karena males liatnya banyak banget.

Setelah itu bayar 250.000 untuk permohonan mutasi, kalau motor itu 150.000 kalau gak salah. Nah disini ternyata saya disuruh nunggu 1-1,5 bulan, nanti akan di WA untuk datang lagi ke Samsat Gunung Sahari untuk dapat dokumen pengantar gitu lah buat ke samsat tujuan (Majalengka).

Waduh ternyata lama juga ya, itu juga estimasi kayaknya, jadi bisa lebih lama juga. Padahal pajak dah habis dua pekan ke depan. Tapi tidak apa-apa yang penting proses demi proses sudah dijalani. Saya tinggal menunggu panggilan lagi dan nanti akan ke Majalengka untuk buat BPKB dan STNK beserta plat nomor baru.

Ingat resi terakhir dari loket mutasi jangan sampai hilang untuk nanti sebagai bukti pengambilan berkas mutasi ke daerah tujuan.

Rincian total biaya yang dikeluarkan untuk permohonan cabut berkas mutasi dan balik nama mobil:
1. cek fisik 10.000
2. fotokopi dan kwitansi 28.000
3. surat mutasi 250.000
4. parkir 10.000 

Total jadi 298.000 rupiah, ditambah tadi ngopi dulu 5.000 he. Jadi 300 ribuan ya agan-agan, ini baru untuk cabut berkas saja. Bandingkan bila pakai jasa calo bisa jutaan kalau saya tanya ke salah satu teman.

Jadi mending urus sendiri saja, kalau ada waktu senggang apalagi yang masih WFH ini kesempatan bagus. Nah tinggal nanti saya ke Majalengka buat ngurus surat-suratan yang baru. 

Ceritanya nanti disambung lagi ya gan di artikel berikutnya, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang masih bingung cara mutasi dan balik nama lintas daerah. Pokonya ikuti aja aturannya, dan jangan pakai calo usahakan. Boleh juga kalau mau lihat cerita videonya di chanel youtube saya di bawah ini:

Sabtu, Oktober 2

Belajar Sejarah Tapi Membuat Gerah

Belajar Sejarah Tapi Membuat Gerah

Dahulu sejak jaman sekolah di SMP, saya sangat suka sekali pelajaran sejarah sampai-sampai nilai yang paling tinggi itu sejarah. Entah tidak tahu mengapa, memang mungkin sejatinya setiap manusia dibekali "sesuatu" yang berbeda.

Saya sangat senang sekali belajar tokoh-tokoh bangsa, sejarah peristiwa tertentu meskipun hanya mendengar "ceramah" guru 2 x45 menit. Ciri khas jaman dulu yang belum ada macam-macam model belajar seperti sekarang.

Dua puluh tahun berlalu, kini saya berprofesi sebagai guru geografi. Ya, selain sejarah memang dulu saya sudah senang mapel geografi, sampai-sampai pernah ikut lombah mewarnai peta sejak SD. Saya masih ingat sekali. Ternyata masa lalu itu bisa menjadi cerminan masa depan juga, seperti sebuah mesin waktu.

Lanjut lagi ke soal sejarah, karena saat ini saya juga ditugaskna tambahan untuk mengajar sejarah selain geografi sebagai mapel utama. Meski dahulu saya senang sejarah dan dapat nilai bagus, akan tetapi setelah dewasa dan banyak membaca literasi macam-macam maka saya mulai berfikir bahwa sejarah itu nampaknya bisa membuat gerah juga.

Dasar utama sejarah itu benar tentu adalah adanya bukti konkret. Nah bukti konkret ini menjadi fakta lunak atau bisa menjadi fakta keras. Sialnya beberapa kejadian penting dalam sejarah Indonesia saja misalnya masih banyak sekali masih mengundang tanda-tanya.

Kita hanya mengajar berdasarkan apa yang tertulis di buku. Buku sejarah pun kita tidak tahu sumbernya dari mana. Lama-lama saya berfikir bahwa sejarah Indonesia bahkan dunia itu penuh kontroversi layaknya gunung es yang mengapung di lautan.

Kita hanya mendapatkan secuil saja informasi yang nampak, namun jauh di balik itu semua ada rahasia di balik rahasia yang kita sama sekali tidak tahu. Semisal G 30 S/PKI saja banyak sekali kontroversinya. Ada versi A, versi B, versi C dan lainnya. Dokumen-dokumen bukti konkret sejarah Indonesia juga kebanyakan masih ada di negeri Belanda, atau supersemar pun misalnya entah dimana dokumen aslinya. Sejarah memang identik dengan konspirasi.

Peristiwa G 30 S/PKI memang nyata adanya dan menjadi sejarah kelam bangsa, namun kronologi, tahapan-tahapan awal kejadiannya kita sama sekali tidak tahu persis. Ada beberapa bekas prajurit misalkan yang menjadi saksi kronologi kejadian sesungguhnya, namun tidak pernah dibuka di forum nasional seolah ada rahasia yang harus disimpan rapat.

Akhirnya saya mengajar sejarah hanya sampai pada sebatas dugaan-dugaan kebanyakan. Kecuali saya punya mesin waktu pinjam dari Doraemon kemudian minta datang ke zaman yang ingin saya pelajari, mungkin bukan lagi sebatas dugaan atau versi si A dan si B. 

Minggu, September 26

Obrolan di Warung Kopi, Anjing!!

Obrolan di Warung Kopi, Anjing!!

Sore kemarin saya pergi ke warung kopi depan rumah untuk beli mie goreng karena sore itu tiba-tiba lapar banget dan lagi males buat sesuatu di dapur. Alhasil ya sudah saya ke depan saja jajan.

Masuk ke warung kopi, saya melihat ada tiga orang anak remaja sedang nongkrong dengan pegang gadget masing-masing dengan rokok di tangan dan rambut yang pada gondrong.

Mereka asyik ngobrol sambil main game online di gadget masing-masing, khasnya anak milenial saat ini yang freedom. 

Saya pun berkesimpulan pasti ini anak-anak sekolah online karena model rambutnya gondrong. Memang anak-anak saya di sekolah juga pada gondrong karena setahun pandemi ini mereka gak ke sekolah jadi bebas gak cukur rambut, toh peraturan sekolah gak ngelarang juga.

Singkat cerita saya pesan mie goreng pake telor ke penjaga warung, lalu saya duduk menunggu pesanan sambil mendengarkan obrolan tiga anak muda tersebut.

Usut punya usut mereka ngobrolin tentang ujian atau ulangan sekolah yang model online dan banyak nyontek-nyonteknya, kan ga ada yang ngawasin juga, cuma malaikat aja yang ngawas. Jadi memang di model online itu ulangan sangat sulit dilihat kejujurannya, kita hanya pasrah aja sebagai guru, yang penting udah ngasih tahu bahwa kejujuran adalah yang utama.

Kemudian dalam obrolan anak muda tersebut banyak sekali kata "Anjing" keluar, seperti "anjing, loe tahu kagak itu si dia bego banget anjing". Pokoknya mungkin setiap 3 detik keluar kata si "Anjing". Saya perhatikan selama sekitar 4 menitan, bahasa yang diucapkan sangat jauh dari bahasa santun sesuai kaidah kesopanan, tapi memang di kalangan anak muda bahasa slank tersebut sudah menjadi konsensus dan jika gak gitu maka akan dianggap "aneh".

Jadi kata "anjing " ini memang seperti lalap, gak lengkap kalau ngomong apalagi sama teman sebaya gak pakai kata "anjing". Di masyarakat Sunda pun anak-anak remaja sudah pasti seperti itu. Nah karena saya sekarang tinggal di Betawi jadi pastinya anak-anaknya adalah anak Betawi, kelihatan dari logatnya juga.

Apakah fenomena ini adalah sebuah kemunduran?. Dalam aspek sosial mungkin bisa dikatakan iya, tapi dalam kamus anak muda, kata "anjing" itu malah menjadi cara untuk lebih mengakrabkan satu sama lain, iya kan?.

Jadi gimana ya perasaan mahluk Tuhan yang dinamakan "anjing" di Indonesia, karena sering dipakai manusia buat bahasa slank?. Gimana kalau anjing punya perasaan kaya manusia?.

Itulah sekelumit catatan harian tentang kehidupan sosial anak muda kita yang memang perlu menjadi perhatian bagi kita kaum pendidik. Mendidik memang sulit, tapi itulah tugas guru.

Pendidikan adab kini serasa tidak menjadi prioritas di sekolah, karena semua kini diukur oleh angka, prestasi masuk PTN, nilai KSN dan lainnya. Padahal adab itu ada di urutan paling atas sebelum menjemput ilmu.

Gempuran globalisasi, tontonan tidak mendidik di media sosial, TV dan lainnya menjadi salah satu sebab utama mengapa perilaku anak-anak sekolah menjadi tidak bermoral, disamping kondisi lingkungan sekitarnya yang mendukung. Oleh sebab itu jangan heran jika peradaban negara kita semakin ke belakang dari waktu ke waktu. 


Sabtu, Agustus 28

Mahar 28 Juta Euro Cristiano Ronaldo Resmi Kembali ke Manchester United

Mahar 28 Juta Euro Cristiano Ronaldo Resmi Kembali ke Manchester United

Cristiano Ronaldo resmi kembali ke klub yang membesarkannya yaitu Manchester United setelah pihak MU mengumumkan pernyataan resmi terkait saga transfer tersebut.

Di awal-awal berita, Manchester City menjadi klub yang paling santer akan menjadi pelabuhan megabintang peraih 5 Ballon d'Or tersebut. Akan tetapi haluan berubah setelah MU menikung perburuan CR7.

Cristiano Ronaldo akan kembali berseragam setan merah setelah merantau 12 tahun dari Old Trafford. Ronaldo akan ditawari kontrak berdurasi dua tahun dengan nilai transfer 28 juta euro.

MU sendiri akan semakin tangguh musim ini dengan kehadiran CR7 karena memiliki pos penyerang tengah yang handal. CR7 nantinya bisa dipasang bergantian sebagai target man seperti Cavani yang ditopang oleh gelanda berkualitas seperti Pogba dan Fernandes.

Kehadiran kembali Ronaldo ke Manchester United tentu sangat diharapkan fans MU dan berharap CR7 dapat kembali memberikan trofi-trofi bagi setan merah yang sudah 4 tahun puasa gelar.

Jorge Mendes menawarkan proposal kepada MU setelah sang megabintang sudah tidak betah di Turin, dan bak gayung bersambut pihak MU pun segera merespon hal tersebut. Juventus diyakini tak akan melepas Ronaldo secara bebas transfer saat kontraknya habis. 

Jorge Mendes sempat menawarkan Ronaldo ke PSG dan Manchester City namun tidak ada respon berarti dari kedua klub sultan tersebut. Akhirnya Sir Alex Ferguson menelpon Ronaldo terkait prospek CR7 di klub dan statusnya sebagai legenda setan merah tentu tidak akan hilang dan semakin berkibar.

Akhirnya MU menawarkan mahar 28 juta euro kepada Juventus untuk mengembalikan sang megabintang ke Old Trafford.

Menarik melihat kembalinya sang megabintang ke klub yang pernah ia bela dan meraih banyak trofi sebelumnya termasuk Liga Champions untuk pertama kalinya. 

CR7 juga akan menjadi mentor terbaik bagi pemain-pemain mudah macam Greenwood, Rashford, Elanga, Sancho dan lainnya. Hal ini sangat penting bagi pengembangan pemain dan prestasi Manchester United di masa depan. Welcome back legend!.

Jumat, Juli 23

Nasib Lulusan Fakultas Keguruan Di Ujung Nestapa

Nasib Lulusan Fakultas Keguruan Di Ujung Nestapa

Hmm, judulnya provokatif banget ya teman-teman tapi menurut saya sih perlu dicermati dengan seksama juga biar jadi pandangan para calon mahasiswa. Tulisan ini hanya pendapat saya pribadi yang sudah menjadi guru selama 10 tahun lebih.
 
Kalian boleh sependapat atau engga ya, ini hanya sebuah tulisan bukan doktrin yang perlu diikuti. Diskusi boleh asal dengan kepala dingin bukan emosi, kalau emosi berarti setan yang menguasai anda. Jadi langsung ke konten ini ya. Ehem, jadi pemirsa tahun ini kan pemerintah menggulirkan program PPPK untuk guru dan tenaga honorer.
 
Nah, PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) itu kan penggantinya PNS, jadi sekarang itu semu guru akan diarahkan ke sana. Coba saja cek di SSCKN gak ada formasi CPNS guru, ada sih tapi sedikitttttttttttttttt banget di beberapa instansi. Tahun depan mungkin udah blas menghilang.

Bagi saya PPPK ini adalah "outsorcing berkedok abdi negara", ya karena sistemnya kan kontrak. Coba saja anda baca lagi. Kalau gak salah kontrak setahun terus lima tahun terus disambung lagi dan seterusnya. Itu juga kalau kontraknya diperpanjang, kalau enggak?. Profesi keguruan kini sudah masuk era kapitalis tulen gan.

Bayangin coba nanti dalam sekolah negeri itu ada dua aliran, guru PNS dan guru PPPK. Nah ini pasti akan ada gap dikotomi yang sadar atau gak sadar akan tercipta. Saya heran apakah memang pemerintah sudah kehabisan akal untuk mensejahterakan guru-guru di Indonesia sesuai UU yang berlaku.

Profesi keguruan kini memang dirasa semakin suram dan saya kira fakultas keguruan juga mending tutup saja lah. Lulus kuliah keguruan dengan bekal teori-teori dan praktik lapangan kemudian setelah itu ngajar di kampung dibayar seadanya (saya dulu pernah 100 ribu per bulan), lalu mau diapakan muka lulusan Keguruan?.

Apakah ada sekolah yang membayar gaji tinggi?. Ada tapi itu sekolah yang tipe kapitalis dan hanya dijumpai di kota besar dan itupun jumlah secuil saja dari populasi sekolah di Indonesia. Tidak akan sebanding jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah yang menerima.
 
Nasib lulusan fakultas keguruan

Belum lagi kini lulusan non guru bisa jadi guru karena dianggap lebih cakap dibanding lulusan keguruan. Sementara lulusan keguruan tidak bisa melamar di instansi lain, kan gaje namanya. 
 
Jadi FKIP itu jadikan prodi murni saja, ntar kalau mau jadi guru bisa ambil lisensi di kuliah PPG dan yang gak mau jadi guru bisa apply pekerjaan ke lembaga lain ka enak ya. Jadi kesannya sekarang FKIP itu ekslusif tapi muaranya malah tidak menjanjikan sama sekali di pasar karena proyeksi pekerjaan dan penghasilannya tidak seksi.
 
Jadi balik lagi ke PPPK, ini menjadi satu hal yang memang di satu sisi mungkin bisa memperbaiki taraf kesejahteraan guru tapi dalam hal lain menjadi kemunduran terhadap perlindungan profesi guru. Saya sendiri jujur saja gak akan memasukan anak saya di sekolah keguruan kalau di Indonesia, kecuali di luar negeri sih masih dipertimbangkan.

Pernah dulu saya ketemu guru dari Malaysia di Bandung, berbincang tentang sistem perekrutan guru di sana yang jauh berbeda dengan di kita. Disana itu alurnya jelas dan gajinya pun luar biasa penuh dengan penghormatan. Disini kuliah guru makin mahal tapi nanti tetap harus saingan lagi tes-tesan yang belum tentu lulus juga.

Teman-teman saya yang sudah lebih 10 tahun ngajar juga masih ada yang dibayar 300 ribuan per bulan. Kan ada sertifikasi juga kok?. Yaelah kalau guru newbie belum tahu ya kalau sertifikasi itu alurnya lama. Anda harus ngabdi dulu minimal 5 tahun, habis itu daftar dapodik, tes UKG, kalau hoki baru kepanggil PPPG, terus harus lulus PPGnya juga kalau gak lulus ya wasalam repot bukan main.

Belum lagi jadwal cairnya tunjangan profesi juga gak tentu, saya saja seringnya di ujung. Saya tentunya bersyukur karena dulu pas masih jadi guru honor langsung searching ke warnet begadang, dan lihat-lihat di jobstreet lentang loker guru sekolah yang bagus di kota besar.

Alhamdulillah bisa tes dan masuk, meski saingan berat se Indonesia. Karena saya memang tipe orang yang gak mau keahlian profesional saya dibayar tidak wajar. Kan guru harusnya ikhlas?. Itu mah lain soal ya gan, kita itu lulusan profesional ada UU nya diatur, hak-haknya juga ada dan kewajibannya . Jadi dibayar layak itu adalah hak guru, wajib anda dapatkan sesuai ketentuan.
 
Saya masih ingat dulu bapak saya kan PNS guru, nah tahun 2000an atau berapa gitu ada demo besar guru PNS menuntut kesejahteraan di gedung DPR se Indonesia (coba cek rekam jejak beritanya pasti ada). Akhirnya baru ada perubahan kesejahteraan, bayangin duit negara jaman orba tu habis blas masuk kas Cendana semua kayaknya, guru mah boro-boro dipikirin.
 
Nah sekarang gimana nih, apakah akan ada gelombang serupa?. Tapi sekarang ini guru-guru Indonesia itu memang guru yang sangat tangguh dan baik hati. Meski dibayar seadanya tapi masih tetap tidak melakukan demo besar. Atau belum aja kali ya?. Kita lihat nanti pas PPPK udah bergulir, apakah akan ada kerancuan atau hal lain yang terjadi.

Jadi sekarang ini seolah guru itu berada di posisi paling bawah urutan profesi dengan proyeksi kesejahteraan yang menjanjikan. Masih mau jadi guru?. Bacanya jangan terlalu serius ya, sambil ngopi minum teh saja. Namanya juga opini, di negara demokrasi kan dilindungi. Tapi kalau opini macam gini saja dibungkam dan dianggap nyinyir doang, ya cuma ada satu kata, Lawan!.

Kamis, Mei 27

Kampung Kurma Bodong, Lagi-Lagi Tertipu Investasi Berkedok Syariah

Kampung Kurma Bodong, Lagi-Lagi Tertipu Investasi Berkedok Syariah

Beberapa hari ini media massa ramai berita dengan tagline bisnis syariah Kampung Kurma di Jonggol dinyatakan pailit. Alhasil para investor merasa tertipu dan melayangkan gugatan kepada perusahaan.

Memang perihal Kampung Kurma yang berlokasi di Jonggol ini sudah pernah saya baca beritanya beberapa tahun lalu. Bisnis dengan bahasa syariah Arab Islami di tagline ini ramai diperbincangkan dan langsung banyak masyarakat tertarik.

Bukan orang Indonesia namanya jika tidak cepat tertarik dengan investasi dengan keuntungan cepat dan dibalut embel-embel syariah. Sejak berita ini saya baca, sudah ada beberapa orang yang menginvestasikan sampai ratusan juta untuk membeli kapling tanah yang nantinya akan ditanami kurma dan dalam waktu 4 tahunan bisa panen.

Apa?...secepat itukah kurma yang notabene vegetasi endemik gurun pasir bisa langsung tumbuh di negeri tropis ini?. Masalah utama pasti sama yaitu literasi masyarakat yang sangat rendah, ingin cepat untung. Ditambah lagi embel-embel bahasa syariah, islami, tanpa riba dll membuat masyarakat merasa terhipnotis untuk ikut serta.

Karena saya berkecimpung di dunia geografi maka saya akan memberikan pandangan terkait perbedaan kondisi geografis Indonesia dengan lokasi kurma bisa tumbuh di tempat asalnya. Perlu dipahami bahwa setiap tumbuhan itu punya batas toleransi untuk mampu berkembang dengan baik di suatu tempat.

Contoh sederhana adalah kelapa itu bisa tumbuh di pantai dan di wilayah perbukitan pun bisa, namun tentu rasanya akan sedikit berbeda karena lokasi terbaik kelapa ada di dataran rendah pantai/pesisir.

Sama halnya dengan kurma yang merupakan vegetasi asli gurun dengan suhu udara ekstrim panas, curah hujan minim, tanah pasir kemudian diminta untuk tumbuh di wilayah Jonggol yang bertipe tanah cenderung vulkanik, curah hujan tinggi, tekstur tanah keras dan lainnya,  ya itu pohon kurma juga mikir-mikir lagi kali untuk berbuah.

Orang awam berpikir bahwa memindahkan tumbuhan dari negeri orang ke sini itu mudah kali ya?. Itulah memang salah satu sifat orang Indonesia, ingin sesuatu yang cepat, tidak dicek dulu keilmuan dan proyeksinya, dll. Literasi kita memang payah sekali, terbukti dari setiap tahun pasti banyak berita orang-orang tertipu bisnis investasi dengan iming-iming bermacam-macam.

Saya juga berfikir tentang mengapa tidak investasi pohon-pohon asli Indonesia saja yang jumlahnya ada banyak, kondisinya udah pasti sesuai dan tidak terlalu banyak permasalahan. Apakah kita suka gaya-gayaan pakai bahasa Arab atau kalau nanam kurma pahalanya gede dan masuk surga?. Emang pohon-pohon lain bukan ciptaan Allah?.

Pola pikir masyarakat kita memang masih sempit dan kebanyakan memang masih melihat pada aspek agama. Sah-sah saja sebenarnya tapi dalam hidup ini juga ada realita yang perlu dipikirkan dengan akal sehat.
Pohon kurma sedang berbuah
Coba kalau dibalik misalnya, kalian invest pohon mangga di Saudi Arabia?. Mungkin pemerintah Saudi juga udah menolak mentah-mentah. Kita disini mentang-mentang kurma itu buah yang identik dengan sunnah tapi dijadikan kegiatan penipuan. Nabi Muhammad juga pasti marah kalau melihat hal seperti ini.

Penipuan semacam ini jelas melanggar syariah dan haram meskipun dibalut barang yang sunnah. Mendingan kita invest buah-buahan asli Indonesia dengan nama lokal Sunda misalnya "silih asih farming" tapi program didalmnya menguntungkan, syariah tanpa embel-embel kata.

Kita menjalankan syariah dari dalam bukan hanya kata-kata saja karena kata bisa saja menipu. Fakta membuktikan demikian karena banyak sekali kasus seperti ini di bidang lain seperti properti, 212 Mart atau lainnya.
 
Perusahaan Syariah bodong ini juga ternyata memanfaatkan gelombang massa umat Islam pada saat kejadian 212 dan 411. Jadi sekilas proyek ini sporadis, emosional dan berbalut ada aroma dendam. Banyak kyai dan ustad besar juga diundang mempromosikan agenda bisnis ini. 

Semua hal yang berasal dari emosi, nafsu adalah ulah setan dan semua bukan berasal dari buah pemikiran jernih akal sehat dan hati. Akhirnya programnya juga berantakan, perencanaan dan tata laksanannya tidak jelas. Terbukti kan sekarang?.

Tidaklah perlu kita meng-Arab-Arab-kan Indonesia, kenapa tidak bangga dengan tumbuhan asli Sunda, Jawa, Sumatera dll. Kembangkan produk lokal dengan manajemen syariah dan berpedoman pada tuntunan muamalah Islam. Islam itu pedoman hidup, bukan hanya sebatas benda-benda yang melekat dari negeri asalnya. 

Untuk apa Allah menciptakan negeri tropis kalau begitu jika dalam pandangan sebagian masyarakat Islam itu harus identik dengan ke-Arab-Arab-an sampai segala sesuatunya harus sama seperti Arab.

Akhirnya udah bisa ditebak, para investor yang mengadu ke PT Kampung Kurma ini tidak mendapatkan kejelasan mengenai uang yang sudah terlanjur disetor. CS perusahaan tidak bisa dihubungi, kantor tutup dan lainnya. 

Semoga masyarakat kita semakin cerdas dan melek literasi sebelum terjun ke dunia investasi model apapun. Di luar sana ada banyak maling-maling yang kita belum tentu tahu apa tujuan mereka. Kewaspadaan adalah kunci utama dari investasi, jadi jangan tergiur iming-iming keuntungan cepat dalam beberapa tahun atau bulan.

Rabu, Mei 5

Lokasi Tes Rapid Antigen Murah di Bekasi

Lokasi Tes Rapid Antigen Murah di Bekasi

Beberapa hari ini semua kaum urban di Indonesia terutama di Jawa pasti sibuk untuk mudik lebaran meskipun dilarang mulai tanggal 6-17 Mei. Salah satu syarat biar mudik aman yaitu harus ada surat rapid antigen atau SWAB atau Genose negatif Covid.

Sama halnya dengan saya dan keluarga yang memang sudah jadi tradisi bahwa lebaran itu harus berkumpul di kampung, dengan catatan kita sehat. Jadi mudik itu boleh saya asal sehat dan bebas Covid.

Meski saya sudah dua kali vaksinasi tapi karena di aturan dinas perhubungan gak berguna jadi terpaksa harus rapid antigen. Jadilah saya dan istri dan dua anak saya cari-cari lokasi rapid antigen yang agak murah di kota Bekasi.

Biaya rapid antigen itu maksimal 250.000 di pulau Jawa menurut kementerian kesehatan. Karena besok mau berangkat mudik jadi sore ini saya keliling Jatiasih untuk cek tempat tes antigen.

Akhirnya saya ingat di depan RS Kartika Husada ada banner tentang rapid test antigen meskipun harganya belum tahun. Dari rumah di Pedurenan lalu saya berempat berangkat ke TKP, gak butuh waktu lama yaitu sekitar 20 menitan.
 
Setelah mobil masuk parkir, kami kemudian masuk ke lobi dan bertanya ke bagian pendafataran tentang biaya rapid antigen. Setelah itu ibu-ibu di bagian pendaftaran memberitahun harga rapid antigen di RS Kartika Husada 149.000. 
Rapid antigen di Bekasi
Ternyata harga paling rendah, dan langsung saja saya daftar test bertiga karena anak keempat masih bayi jadi gak bisa. Setelah daftar lalu bayar ke kasir dulu dan langsung menuju laboratorium untuk ambil sampel.

Satu per satu hidung kami dicolok dengan alat khusus selama 2 detik untuk ngambil sampel lendir. Rasanya sangat menusuk ke kepala meskipun 2 detik saja. Setelah itu kami disuruh menunggu di depan pendaftaran.

Setelah 30 menitan hasil rapid antigen selesai dan alhamdulillah negatif. Kami pun diberi surat 3 rangkap untuk hasil antigen tadi dan siap digunakan buat perjalanan. Itulah pengalaman saya rapid antigen Covid di Bekasi dengan harga yang cukup murah dan cepat.

Disini saya tidak promosi rumah sakit atau apa, hanya berbagi cerita saja barangkali ada yang sedang perlu rapid antigen cepat untuk mudik atau keperluan lain. Memang mudik kali ini kia ada ekstra biaya tapi ya sudahlah daripada tahun depan lagi yang masih lama. Yang penting kita terbukti sehat bebas Covid saat bertemu keluarga.

Kamis, April 29

Mitos Babi Ngepet dan Disparitas Sosial di Masyarakat

Mitos Babi Ngepet dan Disparitas Sosial di Masyarakat

Sekitar dua puluh tahun lalu saat saya masih sekolah SD, acara televisi banyak menampilkan sinetron tahun 80/90an awal bertema horor/klenik. Salah satunya tentang babi ngepet yang sekarang lagi viral lagi.

Jadi di sinetron jadul tahun 80/90an ini, saya masih ingat ada beberapa artis yang memerankan fenomena tuyul atau babi ngepet. Banyak masyarakat yang akhirnya termakan isi film tersebut, dan sialnya sampai jaman sekarang yang sudah berubah drastis ke era digital ternyata paten tuyul dan babi ngepet masih muncul.

Mengapa isu babi ngepet atau tuyul hingga kini masih saja berlaku di masyarakat Indonesia?. Jawaban awalnya tentu karena fakta sejarah bahwa masyarakat kita sejak jaman dulu itu menyukai hal-hal berbau mistis/klenik.

Hal ini turun-temurun diwariskan dari masa sebelum kedatangan Hindu Buddha, Islam, Kristen ke nusantara. Setelah itu isu klenik ini berbaur ke dalam ideologi agama-agama luar yang masuk ke nusantara.

Lalu faktor kedua adalah ketidakmampuan masyarakat kita dalam berfikir ilmiah dan rasional. Dalam arti masyarakat kita akal sehatnya masih banyak yang tidak digunakan. Contohnya adalah berita viral yang pekan ini ada di media sosial tentang emak-emak di Depok yang membuat gaduh karena ilusi babi ngepet melihat tetangganya pengangguran tapi kaya.

Nah kita masuk ke sisi lain dari dinamika sosial masyarakat kita. Emak-emak tadi kita bisa simpukan "iri/dengki" melihat orang lain kaya. Ternyata iri dan dengki ini memang menjadi penyakit hati yang berbahaya. Sudah sering ustad-ustad memberikan nasihat terkait hal ini namun apa daya sinteron Indo**r lebih memberikan dampak kepada otak emak-emak ini.
Babi hutan
Kedua, setelah iri dan dengki merasuki seseorang (emak-emak tadi) lalu munculnya filsafat lain (khayalan) terkait "mengapa orang yang terkesan di rumah aja gak kerja tapi kaya?"
 
Nah lagi-lagi ternyata masyarakat kita masih belum melek digital. Mereka lupa bahwa sekarang, dengan modal laptop, handphone di rumah pun bisa jadi jutawan/miliarder asalkan tahu ilmunya.

Era digital membuat variasi pekerjaan kini semakin luas dan rumah kini bisa menjadi tempat kerja. Blogger atau youtube atau internet market kini kerjanya dari rumah, gajinya dollar.

Jadi kombinasi Iri + Warisan Klenik tadi akhirnya menjadi fitnah yang keji. Disinilah saya melihat sisi lain bahwa disparitas atau jurang kaya dan miskin di kita masih tinggi karena sifat-sifat tradisional yang buruk masih dipelihara. Hal lainnya tentu korupsi juga memengaruhi kondisi kaya dan miskin ini.

Kita sampingkan aspek korupsi dulu, perlu diketahui bahwa orang bisa menjadi kaya karena usaha, mencari ilmu, menjalin relasi dan lain sebagainya. Ini artinya akal sehat rasional dipakai sehingga kekayaan tinggal menunggu momen yang pas saja.

Sementara itu orang yang "miskin" beberapa (gak semuanya ya), seperti contoh emak-emak tadi akal sehat rasionalnya tidak dipakai sehingga melahirkan filsafat ilusi babi ngepet/tuyul tadi. Ini terjadi karena ketidakmampuan seseorang meraih apa yang ia inginkan.

Akhirnya ia akan membandingkan diri dengan orang lain dan munculah ilusi-ilusi liar sampai akhirnya terjebak "myth traps". Dengan kondisi seperti ini bisa membuat hipotesa bahwa orang kaya akan semakin kaya karena mereka selalu berfikir rasional, terus belajar, mencari relasi, membuka diri, memanfaatkan perubahan zaman.

Sementara itu orang miskin ini akan semakin miskin karena mereka terjebak ilusi klenik tadi ditambah sifat iri/dengki yang membatin. Mereka hanya sibuk memikirkan/menilai/menggunjing orang lain sehingga sulit untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraan.

Itulah sedikit perspektif tentang mengapa jurang kaya dan miskin di Indonesia makin tinggi. Karena memang masyarakat level bawah banyak terjebak dalam filsafat klenik bodoh yang mendarah daging. Jadi sudah saatnya di era digital 4.0 ini kita hapus saja mitos tradisional yang buruk ini agar masyarakat semakin rasional, produktif dan menjadi seseorang yang kaya sejati.

Kamis, April 22

Biaya Tol Dari Bekasi ke Yogyakarta Keluar Tol Boyolali

Biaya Tol Dari Bekasi ke Yogyakarta Keluar Tol Boyolali

Halo kawan-kawan sobat traveler semuanya, kali ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang perjalanan saya mudik dari Bekasi ke Yogyakarta menggunakan tol trans Jawa. 
 
Gak seperti teman-teman lainnya yang mungkin bisa nyetir sambil ngevlog, kalau saya akan bercerita via tulisan saja karena malas cuap-cuap di jalan.

Jadi ceritanya sebelum ada aturan mudik dilarang maka kami pustuskan untuk mudik prematur saja saat sebelum puasa sampai awal puasa, yang penting bisa silaturahim. Akhirnya H-4 sebelum puasa kami berangkat ke Yogyakarta dengan mobil Sigra kami.

Perjalanan dimulai subuh jam 5 pagi dari Jatiasih, supaya menghindari macet di Komsen. Malam harinya kami sudah siap-siap packing agar bisa berangkat cepat paginya. Kami berangkat berempat bersama istri dan dua anak (yang satu masih baru 2 bulan). Saldo flash tol sudah kami isi 700 ribu rupiah mengingat estimasi biaya tol Bekasi ke Yogyakarta kisaran lima ratus ribuan.

Pukul 5 pagi mobil keluar garasi dan langsung menuju pintu tol Jatiasih dan tak lupa isi bensin dulu di pom. Bensin full tank sigra 36 liter jadi sekitar 275 ribuan isi pertalite. Kok gak isi pertamax? Ya suka-suka gue lah ya kan!.

Setelah bensin full, langsung tancap gas menuju pintu tol Jatiasih dan nantinya masuk ke tol layang MBZ. Jalanan pagi itu masih sepi dari para pekerja jadi gak bermacet-macet ria. Di pintu tol Jatiasih kami tap kartu untuk masuk tol dan langsung geber mobil lagi.

Masuk tol layang suasana masih lengang dan mobil bisa dipacu 100-110 km per jam. Cuaca pagi sangat cerah dan kami bisa melihat sunrise dari tol layang, penampakannya di bawah ini.
Sunrise di tol layang Cikampek
Mobil terus dipacu stabil dan setelah 1 jam sudah sampai di gerbang tol Cikampek Utama, biaya tol pertama yaitu sekitar 15 ribuan. Setelah itu langsung tancap gas lagi di Tol Cipali yang masih lengang dan cuaca terik sekali meskipun masih pagi karena matahari dari arah timur.

Sekita 1 jam perjalanan kami suah sampai di wilayah Kertajati dan mampir dulu di rest area km 166 untuk sarapan. Sarapan nasi padang paket 20 ribuan saja udah cukup. Setelah 20 menitan kami lanjutkan lagi perjalan menuju Tol Kanci-Pejagan. Jam 8 kami mulai tancap gas lagi.

Sampai di gerbang tol Palimanan, tap lagi dan biaya tol Cikampek-Palimanan 107 ribuan. Dari Palimanan perjalan lalu terus dilanjutkan melewati tol Kanci-Pejagan-Pemalang-Kendal-Batang-Kalikangkung.

Perjalan tol dari Pejagan sampai Kalikangkung Semarang menurut saya membosankan karena belum ada sama sekali rest area atau pom bensin. Jadi pastikan bensin anda penuh dari Cirebon jika tidak ingin kehabisan di tol ini.

Sepanjang tol Kanci-Pejagan sampai Pemalang hamparan pesawahan mendominasi kiri dan kanan jalan. Sudah pasti cuaca sangat panas pemirsa dan membuat dehidrasi. Pergantian kondisi alam mulai terlihat memasuk area Batang yang banyak dihiasi hutan musim.

Akhirnya setelah hampir 3 jam perjalanan kami sampai di wilayah Weleri dan menemukan rest area di km 379. Rest area ini sangat luas dengan beberapa fasilitas mulai dari food court, mesjid, toilet dan pom bensin.
Mampir rest area Gringsing
Kami memesan cemilan mendoan dan minuman untuk menghilangkan dahaga dan panas. Karena rest area ini baru satu-satunya sepajang tol Batang sampai Pejagan, maka sudah pasti ramai para pengendara yang istirahat.

Setelah pegal-pegal agak berkurang, kami berangkat lagi menuju tol Semarang-Solo. Bensin masih full jadi tidak isi bensin dulu. Mobil LCGC cukup enak untuk perjalanan jauh, asalkan kondisinya sudah dicek dulu.

Sekitar 30 menitan dari rest area kami sampai di gerbang tol Kalikangkung dan bayar tol Palimanan-Kalikangkung sekitar 215 ribuan. Maklum tol Kanci-Kalikangkung paling panjang jadi mahal bos.

Selepas gerbang tol Kalikangkung kemudian lanjut lagi gas menuju Semarang. Masuk semarang, jalan tol mulai naik turun guys dan banyak truk besar. Setelah melewati kota Semarang kemudian lanjut masuk gerbang tol Banyumanik dan tap lagi, bayar 5.000 an.

Selepas Banyumanik lanjut tancap gas lagi menyusuri tol Semarang-Solo meleati Ungaran, Salatiga dan Boyolali. Kontur tol mulai banyak tanjakan curam dan panjang karena melewati Jawa bagian tengah yang khas wilayah pegunungan.

Cuaca sepanjang perjalan juga mulai sejuk dan tidak panas seperti tol pantura. Akhirnya setelah 1 jam perjalanan kami keluar gerbang tol Boyolali dan tap bayar sekitar 50 ribuan. Dari gerbang tol Boyolali ini kami meneruskan perjalanan ke arah Klaten dan Ring Road Yogyakarta.

Karena jam sudah menunjukkan pukul 2 siang maka kami coba singgah dulu untuk makan siang di lesehan soto Boyolali. Cuaca juga berubah hujan deras sesampaianya di rumah makan, jadi adem guys. Makan 3 porsi disini cuma 40 ribuan saja, murah meriah.

Nah setelah perut terisi kembali kemudian kami lanjutkan lagi perjalanan menuju Yogyakarta. Bensin masih 3 bar jadi saya rasa cukup untuk sampai rumah. Jam 3 sore kami sudah sampai di Prambanan dan jalanan mulai padat.

Dari Prambanan kemudian menuju jalan Parangtritis dan akhirnya jam 4 sore kami tiba di kampung halaman di Pundong Bantul. Jadi total perjalanan dari jam 5 pagi sampai jam 4 sore, cukup lumayan juga guys.

Untuk bensin sendiri hanya habis 300 ribuan dan biaya tol Bekasi-Boyolali sekitar 500 ribuan. Jadi total biaya perjalanan dengan makan dan lain-lain itu 1 juta sekali jalan. Paling penting pastikan anda servis dulu mobil sebelum mudik supaya tidak ada kendala. Selain itu siapkan stamina dan pastikan isi E-Toll anda secukupnya.
 
Itulah sedikit cerita perjalanan saya dan keluarga mudik lewat tol trans Jawa. Mau lihat video perjalanannya, silahkan cek video youtube saya berikut ini.

Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close