Guru Geografi: Cerita - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 17

Inilah 92 Wilayah Zona Hijau Bebas COVID-19 di Indonesia

Inilah 92 Wilayah Zona Hijau Bebas COVID-19 di Indonesia

Pemerintah akhirnya memberikan keputusan untuk membuka kegiatan sekolah tapi khusus di zona hijau atau yang bebas dari penyebaran Covid-19. Akan tetapi pembukaan kegiatan sekolah tetap diatur dengan protokol kesehatan ketat.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 7 Juni 2020 menunjukkan ada 92 wilayah kabupaten/kota yang masuk zona hijau. Masyarakat diminta mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah agar zona hijau bisa dipertahankan.

Indikator zona hijau adalah adanya penurunan kasus positif, ODP, PDP dalam 2 minggu terakhir, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif dalam 2 minggu terakhir dan jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam 2 minggu.

Sementara jika sekolah ingin membuka kegiatan belajar mengajar maka harus memenuhi 5 syarat yaitu menyediakan fasilitas cuci tangan, ada akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar sekolah, wajib menggunakan masker dan pengecekan suhu badan pengunjung sekolah. Selain itu setiap siswa wajib mendapatkan izin dari orang tua untuk kembali ke sekolah. Orang tua di zona hijau berhak untuk tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah jika keberatan.

Sekolah yang dibuka adalah untuk jenjang sekolah menengah terlebih dahulu, sementara untuk SD dan TK/PAUD belum dibuka alias menyusul. Ternyata semakin ribet aja ya kegiatan belajar setelah wabah ini, semoga segera berakhir dan kehidupan semakin normal karena sekarang sama sekali tidak normal. Bayangkan kita mengajar di kelas pakai masker semua, janggal sekali. Berikut data wilayah zona hijau bebas COVID yang bisa membuka sekolah.
Sebaran zona hijau bebas COVID-19

1. Provinsi Aceh
Bireuen
Kota Langsa
Nagan Raya
Pidie Jaya
Kota Subulussalam
Kota Sabang
Aceh Besar
Aceh Jaya
Aceh Selatan
Aceh Singkil
Aceh Tengah
Aceh Tenggara
Aceh Barat

2. Bengkulu
Lebong

3. Kalimantan Timur
Mahakam Ulu

4. Jambi
Kerinci

5. Kepulauan Bangka Belitung
Belitung Timur

6. Nusa Tenggara Timur
Sabu Raijua
Manggarai Timur
Sumba Barat Daya
Sumba Tengah
Timor Tengah Utara
Timor Tengah Selatan
Ngada
Alor
Malaka
Belu
Rote Ndao
Sumba Barat
Kupang

7. Lampung
Mesuji
Lampung Timur

8. Kepulauan Riau
Lingga
Natuna
Kepulauan Anambas

9. Maluku
Maluku Tenggara Barat
Kota Tual
Kepulauan Aru

10. Maluku Utara
Halmahera Timur
Halmahera Tengah

11. Riau
Rokan Hilir
Kuantan Singingi

12. Sulawesi Tengah
Tojo Una-Una
Parigi Moutong
Donggala

13. Sulawesi Barat
Mamasa

14. Sulawesi Selatan
Toraja Utara

15. Sulawesi Tenggara
Konawe Kepulauan
Buton Selatan
Buton Utara
Konawe Utara

16. Sulawesi Utara
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Bolaang Mongondow Timur

17. Sumatera Utara
Nias Utara
Kota GunungSitoli
Samosir
Nias
Nias Selatan
Padang Lawas
Humbang Hasundutan
Nias Barat
Padang Lawas Utara
Labuhan Batu Selatan
Tapanuli Selatan
Mandailing Natal
Kota Sibolga
Pakpak Bharat

18. Sumatera Selatan
Muara Enim
Empat Lawang
Kota Pagar Alam

19. Papua
Intan Jaya
Asmat
Deiyai
Dogiyai
Mamberamo Raya
Mappi
Pegunungan Bintang
Supiori
Kepulauan Yapen
Puncak
Nduga
Yahukimo
Paniai
Tolikara
Yalimo
Lanny Jaya
Puncak Jaya

20. Papua barat
Tambrauw
Sorong Selatan
Maybrat
Pegunungan Arfak

Minggu, Mei 31

Berapa Nominal Gaji Standar Guru Lulusan S1?

Berapa Nominal Gaji Standar Guru Lulusan S1?

Pertanyaan judul blog ini pastinya terbersit di benak teman-teman yang berprofesi sebagai guru. 

Di postingan kali ini sebenarnya saya hanya ingin berbagi cerita pengalaman saja terkait profesi guru yang saya geluti sejak 10 tahun lalu, alhamdulillah hingga saat ini masih jadi guru juga.

Dulu pertamakali saya kuliah di jurusan geografi fakultas keguruan tidak pernah tersirat sedikitpun ingin menjadi guru. Saya hanya suka geografi jadi masuk jurusan geografi, tapi tak sadar masuknya pendidikan jadi ya pasti jadi guru.

Selama perkuliahan saya hanya diberikan ilmu seputar geografi dan sama sekali tidak tahu kondisi lapangan terkait gaji guru di sekolah terutama yang honorer. Dulu gaji guru PNS pun masih relatif kecil, karena orang tua saya juga guru namun setelah ada sertifikasi dan perubahan beberapa tahun terakhir maka sudah lebih sejahtera. Ini bagi guru PNS lho ya!.

Nah singkat cerita kuliah saya skip, lalu saya lulus S1 di bulan Mei 2010 dengan gelar Sarjana Pendidikan. Saat ini pula saya langsung mencari-cari sekolah di sekitar kampung untuk melamar dan akhirnya dapat di wilayah Sodonghilir. 

Setelah ngobrol dengan kepala sekolah yang sangat baik waktu itu, saya lalu dikasih tahu tentang besaran honor guru di sekolah tersebut yaitu 12.500 per jam. Dalam sebulan waktu itu pokonya saya dapat 175 ribu rupiah saja. Miris....pertama kali saya mendapat pengalaman tersebut. 

Coba bayangkan jerih payah 4 tahun kuliah lalu masuk dunia profesional dan mendapat bayaran seperti itu. Sementara teman saya lain yang bekerja di bidang lain mendapat gaji tidak kurang dari UMK di kisaran 1,5 jutaan, dulu masih lumayan untuk hidup.

Lambat laun saya lalu banyak membaca dan belajar tentang sistem penggajian guru di Indonesia khususnya honorer yang ternyat memang sangat-sangat tidak manusiawi menurut saya. Saya bukan menolak rezeki namun sebuah profesi apapun itu pasti memiliki standar. Ternyata inilah yang masih menjadi problematikan guru di Indonesia.

Bagaimana mungkin seorang guru bisa menyiapkan kegiatan belajar dengan baik jika di kelas masih memikirkan dapur besok ngepul atau tidak. Memang merubah tatanan pendidikan ini saya sendiri masih bingung dan tidak tahu harus seperti apa pemerintah Indonesia mengurus hal ini.
Gaji rata-rata tahun negara maju, jangan ngiler hanya pemanis saja

Saat ini memang ada sertifikasi guru namun itu pun ada syaratnya. Harus ngabdi 5 tahun dulu, belum lagi nanti harus program 2 bulan ngemodal lagi di tempat lain. Selain itu tunjangan turunnya juga 3 bulan sekali, itu pun kalau cair.

Kok terkesan guru matre sih?. Bukan matre, tapi sila kelima Pancasila harus ditegakan. Ikhlas itu adanya di dalam diri namun sebuah pengabdian dan pekerjaan layak mendapat balasan yang setimpal pula. 

Saya dulu jadi guru honor 6 bulan dan setelah itu cari lowongan di internet dan alhamdulillah bisa testing di sekolah swasta besar dan lolos sehingga bisa mendapat gaji yang diatas standar. 

Jadi menurut saya saat ini jika kita ingin memiliki gaji guru standar kalau swasta maka harus mencari sekolah yang besar, bersaing testing dengan guru lain. Saya pun dulu demikian dan alhamdulilah lolos testing meski saingan saya dulu dari UI, UNPAD, ITB dan lainnya.

Jadi memang sekolah di Indonesia saat ini sudah terstratifikasi, ada yang elite, menengah dan sangat bawah. Akui saya fakta berbicara demikian. Saya rasa tidak layak guru lulusan S1 yang meski belum pengalaman di gaji dibawah 4 juta rupiah (menurut saya). 

Saya pernah mencoba keliling beberapa sekolah untuk testing dan saat HRD memberikan alasan kenapa gaji kurang dari yang saya minta adalah karena pengalaman saya masih kurang. Menurut saya ini tidak menghargai perjuangan meraih ilmu selama 4 tahun, dan terkesan kita tidak dinilai apa-apa.

Jadi idealnya gaji seorang guru yang baru lulus S1 menurut saya ada di kisaran 4 jutaan, setelah itu nanti akan berkembang dengan sendirinya karena pasti akan banyak pelatihan dan program-program lain. Jangan sampai profesi guru menjadi profesi yang dianggap ecek-ecek, padahal semua orang besar di negeri ini berkat jasa guru.

Persoalan guru honorer di negeri ini memang rumit dan saya tidak tahu sejak kapan sistem ini muncul. Pemerintah harus cepat membereskan persoalan ini karena kesejahteraan dan keadilan sosial adalah marwah Pancasila dan jika itu dilanggar maka dosa negara akan abadi selamanya. Serem banget ya kata-katanya, tapi gak papa lah yang penting nulis. Salam.

Minggu, Mei 10

Teknik Menulis 4R dari Farrah Dina

Teknik Menulis 4R dari Farrah Dina

Postingan kali ini adalah resume kuliah belajar menulis online di WA Grup PGRI. Narasumber yang dihadirkan pada kesempatan ini adalah Farrah Dina. Decrates mengatakan bahwa membaca buku sama halnya dengan berbicara dengan orang bijak di masa lalu. 

Setiap orang tentu ingin menjadi seorang penulis yang karyanya bisa diterbitkan lalu disukai pembaca. Pembaca adalah aset seorang penulis tapi membuat pembaca tertarik dengan karya kita adalah sesuatu yang perlu perjuangan.
Menulis bisa dilakukan semua orang
Mba Farrah Dina mengemukakan bahwa setidaknya kita butuh 4R jika ingin menjadi penulis hebat.
1.    Renjana
Renjana dalam bahasa Indonesia adalah passion. Passion adalah sesuatu yang membuat kita tertarik dan sesuai dengan minat. Jadi jika kita menulis maka harus menemukan passion kita di mana. Apakah kita suka tulisan ilmiah, fiksi, novel, perjalanan atau buku cerita anak atau apa?. Itulah tugas kita yaitu memahami diri sendiri terlebih dahulu.
Jika kita menulis sesuai passion maka tulisan akan mengalir dengan sendirinya. Contohnya jika saya guru geografi maka pasti akan mudah menulis materi geografi di blog, tidak mungkin saya menulis materi fisika pasti tidak nyambung dan miskin ide.


2.    Rutin
Rutin itu bukan hanya rutin menulis namun rutin membaca. Seorang penulis hebat adalah seorang pembaca yang hebat juga. Jika kita banyak membaca maka wawasan kita akan banyak sehingga kosakata di otak kita semakin bertambah. Jadi membaca adalah salah satu kunci kita menjadi penulis hebat. Menulis bisa dimana saja, kapan saja dan tentang apa saja. Luangkan waktu dalam 24 jam sehari untuk menulis. 


3.    Review
Saat kita menulis maka lakukanlah sampai tuntas. Setelah tuntas baru kita mereview tulisan tersebut. Kita bisa melihat kesalahan, kekurangan atau kelebihan tulisan kita. Jadi bereskan dulu tulisannya baru review. Jangan sampai mereview tulisan yang belum selesai, bisa jadi naskah kita tidak akan beres-beres karena terlalu banyak mengedit di tengah jalan.


4.    Ruang bagi Pembaca
Kita tidak bisa menjadi penulis hebat tanpa adanya ekosistem pembaca. Jadi seorang penulis harus menjalin relasi kuat dengan pembacanya. Kita harus terus memperbaiki tulisan dan sekali-kali membuat ruang untuk diskusi dengan pembaca. Kita bisa menjadwalkan seminar, worskhop atau sejenisnya agar pembaca bisa langsung bertemu dengan penulisnya dan berdiskusi.

Kamis, April 30

Resume Belajar Menulis Online Part 3: Membangun Mood Menulis

Resume Belajar Menulis Online Part 3: Membangun Mood Menulis

Menulis memerlukan keterampilan dan kemampuan tersendiri yang jika dilakukan latihan secara konsisten dengan terus mengevaluasi hari ke hari maka niscaya kemampuan menulis kita akan semakin terasah.

Untuk menjadi penulis handal makakita harus mengalahkan diri kita sendiri dahulu yaitu kemalasan dan ketidakpercayaan diri. Kita sering kali tidak yakin tulisan yang dibuat akan memberikan makna sehingga selalu kalah di awal. Kita juga harus menyiapkan waktu untuk menulis dan memanfaatkan ide yang ada. Ide ini sering muncul tiba-tiba dan penulis wajib menulis poin-poin ide tersebut untuk bahan tulisan nantinya.


Memulai adalah sesutu yang wajib dipahami seorang penulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai bukan yang sempurna. Hakikat sempurna adalah miliki Tuhan jadi jika kita ingin menjadi penulis maka niatkan untuk menyelesaikan tulisan sebaik mungkin.


Dalam perjalanan menjadi seorang penulis kadang kita sering ada pada masa tidak mood untuk menulis. Ini tandanya otak kita penat dan butuh istirahat, maka jalan terbaik adalah istirahatkanlah otak dengan melakukan berbagai kegiatan seperti traveling, bermain, olahraga dan lainnya.


Otak manusia tidak bisa dipacu terus-menerus jadi pahamilah mekanisme tersebut dalam menulis. Saat mood kita baik, menulis apapun terasa cepat karena ide terus menerus muncul di dalam pikiran. Carilah waktu mood terbaik kita saat menulis karena setiap orang bisa berbeda-beda.

Carilah ide menulis dari apa yang panca indera kita lihat dan rasakan
Level pertama yang bisa kita mulai jika ingin menjadi penulis adalah dengan membuat blog pribadi. Kita bisa menulis segala hal di blog kita tanpa ada batas ruang dan waktu. Tulislah pengalaman-pengalaman pribadi terlebih dahulu, karena itu adalah ide yang paling mudah. Buatlah mind map terlebih dahulu jika dirasa terlalu sulit. Kembangkan kata kunci yang dibuat menjadi kalimat-kalimat yang nantinya akan menjadi sebuah paragraf.

Setelah kemampuan menulis di blog terasah dan terbiasa maka cobalah untuk meniakan level degan mencoba mengirim tulisan ke media cetak atau koran. Buatlah tentang opini tertentu. Mungkin tulisan kita bisa disetujui dan bisa tidak, inilah yang menjadi tantangan kita untuk menjadi seorang penulis handal.


Jika tahap demi tahap tersebut terlalui maka suatu saat yakinlah kita bisa menulis dan menerbitkan buku hasil karya sendiri. Intinya kita hanya perlu berlatih memaksakan diri mengetik keyboard laptop. Kebiasaan yang terus dibangun lama kelamaan kan menjadi budaya sampai suatu saat nanti jika kita tidak menulis sehari  saja maka serasa berdosa.

Selasa, April 28

Polemik Bantuan Nasi Anjing Merendahkan Umat Islam

Polemik Bantuan Nasi Anjing Merendahkan Umat Islam

Seperti sudah menjadi pola bahwa di negeri ini setelah fenomena aneh terjadi maka akan disusul lagi oleh fenomena yang lebih aneh kemudian hari. Beberapa hari ini sempat viral video pembagian bantuan nasi bungkus berlabel "Nasi Anjing" kepada masyarakat di salah satu wilayah Jakarta.

Meskipun berita ini terkesan dianggap biasa, tidak viral seperti Corona. Mungkin sengaja dibuat senyap oleh media penguasa. Namun membaca berita tersebut membuat saya geram dan ingin marah sekaligus sedih juga.

Pada dasarnya membantu orang lain adalah suatu hal mulia namun jika ditambah dengan mencari sensai maka jelas tidak akan ada artinya. Kenapa harus mencap label kata Anjing segala?. Terlihat dalam video seorang ibu-ibu berkerudung menerima bantuan tersebut dengan lugu dan seakan tanpa sadar bahwa umat sedang dihina.

Sudah jelas bahwa umat Muslim saat ini sangat lemah, akui saja dan kita seolah tidak berdaya. Memang benar anjing itu adalah mahluk Tuhan, tapi di Islam anjing adalah salah satu hewan yang dilarang untuk dikonsumsi dan memiliki najis. 

Kalaupun seseorang ingin membantu masyarakat yang notabena mayoritas muslim pastinya akan paham tentang empati dan tidak kadung nayri sensasi dengan memberi cap label Anjing segala. Memang di era kapitalis sekarang ini semua hal dianggap sebagai jualan. Apa aja dijadikan alat jualan, ketenaran, pencitraan.
Bantuan berlabel nasi anjing merendahkan umat Islam
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa "Jika ada suatu wilayah muslim yang banyak orangnya miskin, maka hartanya telah dirampas oleh orang-orang kaya". Ya begitulah negeri ini yang nampaknya sudah tidak punya daya upaya lagi menahan serangan para kapitalis.

Bagi para dermawan yang ingin membantu sesama, maka jadilah seorang dermawan sejati tak perlu cari sensasi dan melukai sesama manusia. Kalaupun buat label saat ngasih bantuan, maka pikirkanlah kata-kata yang nantinya tidak akan memicu pertentangan.

Ini orang-orang tak tahu diri dan sengaja memancing keributan agar umat Islam marah nanti terkesan selanjutnya umat Islam intoleran, bla...bla...bla dan lainnya padahal yang memulai adalah umat non muslim. Pola seperti ini seperti terbiasa saat ini di negeri kita.

Entah itu karena pemimpinnya lembek atau apalah yang jelas saya sangat heran dan marah gara-gara munculnya berita bantuan berlabel Anjing tadi. Kalau otak orang waras kan meski non muslim pasti tahu bahwa anjing itu binatang haram dan tidak akan beri embel-embel tersebut. Pastinya orang yang memberi bantuan tersebut otaknya sengklek dan sengaja memecah belah umat.  

Propaganda semacam ini harus dipidanakan dan jangan dianggap kasus sederhana. Judul label bantuannya saja sudah menandakan orang ini orang bodoh sebodoh-bodohnya orang. Sangat melukai masyarakat kelas bawah terutama umat Islam.

Berita terbaru menyatakan bahwa kasus tersebut telah berakhir damai dan oarang yang memberi bantuan telah meminta maaf. Memang mudah sekali ya kasus penistaan di negeri ini, siapa sih pemimpin negeri ini, kok tiap tahun gaduh terus?.

Rabu, April 22

Larangan Mudik Lebaran 2020 Sangat Berat

Larangan Mudik Lebaran 2020 Sangat Berat

Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan larya.angan mudik selama bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini. Bukan tanpa alasan karena pandemi Corona yang belum menunjukkan tanda akan menurun.

Pemerintah tentu dengan berat hati harus mengeluarkan kebijakan ini demi alasan kemanusiaan. Mudik tentunya adalah suatu tradisi masyarakat kaum urban di Indonesia yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Ramadan dan lebaran tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya yang selalu diramaikan oleh berita mudik, macet dan lainnya. Apa daya virus COVID-19 membuat kita rehat sejenak dari rutinitas ini dan harus duduk manis di perantauan sampai pandemi reda.

Saat ini tidak boleh ada arus masuk dan keluar dari dan menuju wilayah episenter Corona, zona merah dan zona PSBB. Semua dilakukan demi menekan angka penularan virus ini yang sangat cepat. Diharapkan larangan mudik akan membuat mobilitas menurun dan kontak antara manusia pun berkurang sehingga penyebaran virus bisa ditekan.
Sepinya Jakarta
Semenjak Indonesia resmi terdampak COVID-19 pada Maret 2020, jumlah kasus terinfeksi semakin melonjak tanjam dan sampai saat ini belum ada trend akan menurun. Kita masih menunggu puncak pandemi yang tidak tahu sampai kapan terjadinya.

Jika tidak ada kebijakan ekstrim maka sudah pasti pandemi semakin menyebar luas dan akan berbahaya bagi keberlangsungan bangsa. Kita sekarang hanya bisa sabar, berdoa dan mengikuti arahan pemerintah agar badai pandemi ini berlalu.

Kita tentu sangat rindu akan berkumpul dengan teman, kerabat, orang tua bercengkerama satu sama lain. Namun saat ini kita hanya bisa menyendiri dan mungkin Tuhan ingin kita mendekat kepadaNya karena sudah terlalu lama diacuhkan oleh kita. Kita terlalu sering bercengkerama dengan sesama manusia dan lupa untuk bersua dengaNya.

Badai Pasti Berlalu, itulah salah satu lagu yang tentu sekarang kita inginkan benar-benar terjadi di dunia. Masyarakat dunia ingin pulih dan normal kembali seperti sediakala dan nampaknya hanya Tuhan yang bisa menghentikan pandemi ini.

Jumat, Maret 20

Cara Praktis Membuat Kelas Online di Quipper School

Cara Praktis Membuat Kelas Online di Quipper School

Halo teman-teman sekalian sebangsa se tanah air, di tengah pandemi virus Corona di dunia termasuk Indonesia tentunya semua sekolah sudah membuat kebijakan untuk merumahkan siswa dan guru. 

Merumahkan siswa bukan berarti kegiatan belajar terhenti ya, karena saat ini dengan kecanggihan telekomunikasi kita bisa belajar via dunia maya.

Salah satu paltform yang saya sering gunakan untuk memberikan tugas online kepada siswa adalah dengan Quipperschool. Kenapa saya gunakan quipper?
1. Materinya lengkap 
2. Bank soal banyak
3. Bisa download laporan siswa
4. Mudah digunakan
5. Tampilan menarik

Lalu bagaimana kita bisa gunakan quipper ini?. Berikut saya berikan tutorialnya, gampangkok gak susah!.

1. Pertama ketik quipper school di search engine lalu akan muncul tampilan berikut. Untuk guru pilih portal guru, untuk siswa pilih portal siswa. Link>>>Quipper
Buat kelas online quipper mudah
2. Lalu akan muncul tampilan berikut, kalau udah pernah buat akun tinggal klik masuk. Kalau belum punya akun silahkan klik gabung lalu isi form nya. Nanti akan ada konfirmasi ke email, lalu klik di email tersebut untuk mendapatkan akses quipper.
Membuat tugas online di quipper
3. Setelah login maka akan muncul dashboard dan silahkan buat kelas terlebih dahulu, perhatikan gambar di bawah. Kode kelas akan ada di kanan dashboard. Kode kelas lalu share ke siswa untuk bisa mendapatkan tugas dari bapak/ibu.
Membuat kelas di quipper school
4. Lalu tinggal cari materi pelajaran apa yang akan diberikan. Semua topik materi lengkap, tinggal pilih aja. Centang topik materi yang akan diberikan lalu klik buat tugas di pojok kanan bawah. 

Enak kan?. Durasi deadline waktu pengerjaan silahkan disesuaikan nanti. Kalau mau buat soal sendiri belum bisa, namun jika ingin anda bisa buat di google classroom. Tapi saya lebih pilih yang praktis aja di Quipper.
Membuat tugas online di Quipper
5. Setelah itu kita bisa tunggu laporan dari siswa dengan memantau statistiknya. Anda juga bisa donwload hasil kerja siswa buat laporan ke kurikulum. Simple dan gak perlu ribet dengan administrasi kan?. Mau coba?.
Laporan progres belajar di quipper school
Di era digital saat ini sangat penting untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran sehingga siswa bisa belajar kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan waktu.

Kamis, November 28

Wacana Mendikbud Nadiem Hapus Ujian Nasional

Wacana Mendikbud Nadiem Hapus Ujian Nasional

Beberapa hari ini dunia pendidikan kembali mendapat berita heboh terkait wacana penghapusan ujian nasional alias UNBK. 

Tagline berita awalnya muncul di Tempo beberapa waktu lalu. Lantas seperti apa pertimbangan mendikbud menghapus ujian nasional dan kapan penghapusan itu mulai dilakukan?.

Dalam beberapa sumber berita diketahui bahwa kemendikbud masih tengah mengkaji tentang perlu tidaknya UNBK dihapus. 

Tentunya akan ada plus minus jikan unbk dihapus dari struktur kurikulum. Pak menteri tengah berupaya menciptakan sinergi antara pendidikan dengan dunia industri 4.0.

Kita tahu bahwa saat ini jumlah pengangguran terdidik lulusan SMA dan Perguruan Tinggi masih sangat tinggi. Jika dibiarkan maka ini akan berbahaya bagi bangsa Indonesia. Diperlukan deregulasi dan debirokratisasi untuk membuat dunia pendidikan sikron dengan kebutuhan pasar.

Yang pasti Nadiem akan melakukan penyederhanaan kurikulum dan lebih mengutamakan kompetensi dibandingkan sekedar menghapal materi untuk ujian. Gebrakan kurikulum perlu dilakukan untuk membuat kegiatan belajar dan pendidikan lebih terarah sesuai jamannya.

Nadiem juga akan fokus membenahi kompetensi guru di semua jenjang pendidikan. Strategi peningkatan mutu guru ini tengah digodog agar matang dan siap dilaksanakan tahun depan. 

Saat ini pendidik lebih terbebani dengan administrasi yang bejibun. Mendikbud akan mencoba menyederhanakan hidup seorang pendidik agar fokus mengolah siswa bukan mengolah administrasi.

Pastinya akan ada beberapa dampak jika UNBK dihapus. Misal bimbel-bimbel yang banyak fokus marketing di UNBK tentu harus memutar otak agar lembaga bisnis nya tetap jalan. Semua menunggu dulu kebijakan kurikulum seperti apa yang diinginkan menteri. 

Asalkan semua mengarah pada kebaikan pendidikan nasional tentu harus didukung sepenuhnya oleh seluruh stakeholder pendidikan. 

Pendidikan tidak sebatas administrasi namun lebih penting lagi bagaimana membuat semua siswa mendapatkan perubahan dan peningkatan kompetensi hidup selama ia mengenyam bangku pendidikan. Setujukah bapak ibu guru terkait penghapusan UNBK?. Baca: Contoh RPP Geografi 1 Lembar
UNBK dihapus di tahun 2020

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang