Guru Geografi: Cerita - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 10

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Dalam geografi tentu kita mengenal istilah kecerdasan ruang atau spatial intelligent. Salah satu tujuan pembelajaran geografi adalah membentuk kecerdasan spasial seseorang.

Kecerdasan spasial sangat erat kaitannya dengan manajemen tata kelola ruang bumi. Lalu bagaimana jika kecerdasan ruang ini dibawa ke ranah dunia maya?.

Saat ini hampir separuh kegiatan manusia beralih ke ruang maya atau digital dengan hadirnya perangkat telekomunikasi canggih dan aplikasi populer.

Namun akhir-akhir ini ada pola yang tak biasa dalam kehidupan bermedsos di Indonesia. Seringkali saya perhatikan beberapa ruang forum atau grup yang judulnya ilmiah namun ada saja konten-konten yang melenceng dan berbau SARA.

Utamanya saat muncul kasus yang trending, langsung setiap medsos kebagian itu berita. Misalkan grup geografi, lalu muncul share berita bombastis tentang politik identitas.
Cerdas memanfaatkan ruang digital pic:kompas
Memangnya salah ya melakukan hal seperti itu?. Sebenarnya sah saja namun lebih baik share di grup yang memiliki kepentingan yang sama agar tidak menimbulkan percikan permusuhan kepada anggota lain yang berbeda pandangan.

Inilah maksud dari kecerdasan ruang digital yang saat ini sangat terasa sekali efeknya. Amarah masyarakat banyak muncul dari info-info yang beredar di ruang-ruang digital. Ternyata ketidakcerdasan ruang nyata terbawa juga ke dunia maya.

Hasilnya banyak sekali hoax dan peristiwa yang dimulai dari hoax kemudian viral. Inilah dampak dari ketidakcerdasan menempatkan konten sesuai ruang.

Memang ada juga orang yang sengaja menjaring trafik untuk mendapatkan keuntungan dengan cara demikian. Namun perlu dipahami bahwa hal-hal semacam inilah yang menjadi bibit permusuhan dan perpecahan bangsa.

Guru geografi di sekolah harus mencoba memberikan pemahaman kepada siswa terkait kecerdasan ruang digital di era globalisasi. Jangan sampai bangsa hancur karena ruang-ruang maya menjadi sarana bom hoax oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Jumat, Desember 4

Hoax Berita Fenomena Geosfer di Negeri Utopis

Hoax Berita Fenomena Geosfer di Negeri Utopis

Fenomena geosfer, hmmm..nampaknya guru geografi, ahli geografi sudah biasa kali ya dengan istilah ini. Tiap hari kita belajar tentang kejadian-kejadian yang ada di geosfer.

Setiap hari fenomena geosfer terjadi dan di berita pun tiap detik mungkin berseliweran fenomena terkini. Namun apa yang salah dengan fenomena tersebut?.
 
Coba perhatikan, kini fenomena geosfer seolah-olah berdusta pada publik padahal sejatinya mereka tidak pernah berdusta. Semua karena ulah manusia.
 
Manusia kini sudah tidak peduli lagi dengan kejujuran, dan yang penting adalah untung di mata kapitalis. Maksudnya apa sih, saya gak ngerti?.
 
Coba perhatikan salah satu fenomena berikut ini!
Pembodohan publik lewat gambar

Beberapa hari ini Gunung Semeru di Jawa Timur sedang erupsi dan itu adalah kenyataan atau fakta. Akan tetapi ada yang salah dalam penyajian fenomena kepada publik oleh media.

Screenshoot gambar atau thumbnail yang ditampilkan adalah erupsi gunung lain yang lebih dahsyat. Padahal erupsi Semeru gak gitu-gitu amat.

Gambar yang diberitakan oleh beberapa (ingat ya beberapa) media online diatas dengan gambar erupsi dahsyat adaah Gunung Sakurajima di Jepang.

Masyarakat kita yang umumnya masih awam tentu akan cepat percaya lalu share info tersebut. Inilah yang diinginkan kaum kapitalis. Membodohi masyarakat dengan gambar bohong agar terkesan bombastis lalu kliknya banyak.

Negara ini memang darurat pers, semua berlomba membangun kebohongan bahkan fenomena geosfer pun dibuat seolah-olah berbohong seperti pejabat-pejabat politik yang hobi berbohong kepada rakyatnya.

Inilah krisis yang terjadi di media kita sekarang, menghalalkan segara cara untuk meraup untung. Alangkah baiknya jika memang negara ini ingin maju yaitu dengan menginformasikan berita yang real secara keseluruhan tanpa ada sedikitpun pembohongan baik dari sisi gambar.

Saya merasa kejujuran yang selalu ditanamkan guru di sekolah seolah-olah tidak berarti dengan pola-pola berita yang setiap hari terjadi seperti ini. Jadi bohong rasanya jika negara ingin maju tapi media-media tetap membodohi publik.

Sekarang adalah jamannya tampilan lebih utama dibanding isi. Jadi jangan heran jika peradaban masyarakat semakin bodoh jika pola-pola pembohongan seperti ini selalu terjadi. Salam reformasi pemberitaan.

Selasa, Desember 1

Sinetron Covid-19 Indonesia Lain Daripada Yang Lain

Sinetron Covid-19 Indonesia Lain Daripada Yang Lain

Rasanya sudah jengah sekali ya kita mendengar berita di televisi atau medsos tentang Covid-19 yang tidak ada ujungnya. Sudah hampir setahun serangan virus ini melanda dunia dan belum ada tanda akan berhenti ke keadaan normal.

Apalagi di Indonesia, cerita covid seperti sinteron indosiar yang heboh bukan main. Saya akan coba review sedikit aja deh terkait sinetron ini daripada gak nulis apa-apa.

Bermula di awal tahun, berita serangan virus Corona yang melanda kota Wuhan mulai merebak. Ribuan orang terpapar dan pemerintah Cina langsung seketika itu menutup alias lock down Wuhan untuk antisipasi virus menyebar.

Namun nampaknya virus telah menyebar sebelum pergantian tahun ke semua penjuru bumi. Alhasil negara-negara lain mulai dilanda pandemi dengan cepat.

Lalu gimana dengan Indonesia?. Kita mah masih santuy coy, bandara masih dibuka dan pejabat negara masih santuy karena belum ada kasus terdeteksi. Sampai beberapa bulan belum ada kasus, salah satu menteri juga bilang bahwa masyarakat kita kebal atau apalah gitu.

Eh pas bulan Maret akhirnya kasus 01 mulai terdeteksi lalu disusul ada karantina awak kapal pesiar dari Cina yang diberitain heboh banget sampai live di TV.
 
Setelah itu masyarakat panik dan mulai memburu masker. Mulai dah muncul mafia masker, sampai-sampai harga masker di pasaran udah gak karu-karuan. Edan.
 
Masyarakat mulai belanja skala besar, bawa karung ke supermarket buat persediaan di rumah. Udah mulai chaos aja ini negara.

Lanjut selang beberapa minggu kemudian, presiden tampil di televisi dan menyatakan bahwa virus Corona tidak berbahaya jadi masyarakat gak usah panik. Weleh hingga saat ini juga udah puluhan ribu orang mati pak!.
 
Habis itu muncul dokter influencer berinisial T yang heboh dengan postingan yang menggebu-gebu dan tampil spartan dengan meminta pemerintah untuk lock down seperti negara lain.
Presiden nampaknya masih bingung, dikarantina /lock down ntar ekonomi gak berjalan. Mau ngasih pakan ke rakyat juga duitnya tekor. Jadi labil nih, akhirnya munculah istilah PSBB dan nanti disusul PSBM dan apalagi ya nanti mungkin PSSI, Persib, PSMS atau apalah...he (bercanda).

Waktu berjalan dan grafik case Covid terus menanjak khususnya di wilayah Jakarta. Masyarakat dilarang mudik saat lebaran meski bisa kucing-kucingan juga.
 
Kegiatan sekolah juga dirubah menjadi pembelajaran jarak jauh alias daring dan tidak boleh ada pembelajaran tatap muka.

Pemerintah lalu membentuk satgas Covid yang tiap sore hari ngumumin jumlah infeksi baru. Nampkanya tayangan ini punya rating paling tinggi. Pantesan bayak iklan.

Akhirnya setelah beberapa bulan, bosan juga dan pemerintah tidak lagi mengumukan via televisi terkait penambahan case covid. Jadi berita covid banyak beralih ke kanal-kanal medsos untuk melihat perkembangannya atau lihat web pemerintah langsung.

Lanjut, waktu berjalan dan tenaga kesehatan sudah banyak gugur begitupun pasien covid. Presiden makin cemas tapi kayaknya masyarakat ga cemas juga. 

PSBB kemudian berevolusi menjadi new normal. Weleh padahal kasus covid masih gitu-gitu aja. Masyarakat seolah bereforia. Kantor-kantor mulai buka meski dijadwal dan beberapa pasar dan pusat perbelanjaan mulai dibuka dengan protokol ketat katanya.

Eh, selang beberapa minggu case Covid mulai naik tajam lagi dan Jakarta melakukan rem darurat karena ketersediaan kamar isolasi dikhawatirkan overload.

PSBB kembali diketatkan dan jadwal transportasi di Jakarta mulai dikurangi. Alhasil penyebaran wabah bisa ditekan selang beberapa minggu kemudian.
 
Momen kerumunan ekstrim terjadi saat demo buruh gara-gara disahkannya UU Omnisbuslaw.

Menjelang akhir tahun pilkada tetap digelar dan para paslon malah membuat kerumunan saat pendaftaran begitupun saat kampanye. Pejabatnya juga ternyata sama saja gak tahu diri.
 
Belum sampai disitu, salah satu tokoh agama kharismatik HRS pulang kampung dan membuat kerumunan luar binasa di bandara sampai menggelar acara hajatan.

Gile, gak mikir dan gak punya empati apa ya?. Sekelas tokoh panutan tapi tidak punya critical thinking, sori ya ini jujur-jujuran aja.

Lalu berita televisi dan medsos mengerucut ke kerumunan HRS tadi sampai-sampai menjadi trending (hingga kini). Mulai dari drama masuk rumah sakit, kabur lewat belakang, gak mau SWAB dan lainnya.

Sekarang gubernur DKI dan wagub juga kena covid sama dengan gubernur dan pejabat lainnya yang sudah terkena lebih dahulu. Lalu apakah masyarakat itu hanya tinggal menunggu giliran saja untuk terinfeksi?.
 
Bicara tentang vaksin, beritanya udah heboh dari pertengahan tahun dan sampai sekarang masih belum jelas. Rakyat kita nampaknya beranggapan bikin vaksin sama kaya bikin mie rebus kali ya?.

Ah, sudahlah memang negeri ini beda dari yang lain. Kita tunggu saja akhir dari cerita Covid ini dan semoga badai pademi ini segera hilang dan kita kembali hidup dengan normal se normal normalnya.

Jumat, November 20

Hati-Hati Penipuan Voucher Hotel Gratis di Bali

Hati-Hati Penipuan Voucher Hotel Gratis di Bali

Halo pemirsa sobat blog gurugeografi setanah air Indonesia, kali ini saya akan berbagai sedikit pengalaman nih terkait penipuan voucher hotel gratis.

Di jaman sekarang ini semua orang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang, bahkan salah satunya dengan menipu. 

Sebenarnya dalam hal bisnis, penipuan adalah dampak dari ketidacerdasan konsumen sendiri. Memang disamping sang penipu adalah ahli tulen menghipnotis (dalam hal marketing) ditambah kita sebagai konsumen buta literasi.

Jadi saya akan beri contoh saja pengalaman ditawari voucher gratis menginap di hotel Bali. Awal bulan lalu saya pergi ke salah satu mall besar di pinggiran Jakarta.

Di salah satu supermaket ketika saya sedang berbelanja, saya dihampiri oleh seorang pria yang meminta saya untuk mengisi kuesioner.

Lantas saya bertanya "ini kuesioner apa ya?". Pria berusia tanggung tersebut lantas menjawab "ini hanya kuesioner dari program hotel pak, bukan apa-apa".

Lalu dengan terpaksa saya mengisi kuesioner tersebut yang judulnya"XXXXXXXBali" semacam itu lah. 

Pria tadi juga mewancarai saya terkait nama, isteri, profesi sampai gaji segala. Lalu tak lupa nomor hp dan email diminta. Wah dalam hati pasti ini list marketing, tapi gak papa saya ingin mencoba alias ngetes.

Singkat cerita kuesioner udah diisi dan saya pergi pulang ke rumah setelah belanja di mall tersebut.

Seminggu kemudian seperti yang saya duga mulai muncul gempuran telepon dari agen liburan tersebut untuk menawarkan voucer hotel gratis di Bali selama 3 hari.

Saya diminta untuk ikut pertemuan di Hotel yang sudah ditunjuk kemudian membawa KTP dan katanya tidak ada ikatan apa-apa atau bayar apa-apa.
Modus tipu-tipu voucher hotel
Dalam hati, jaman sekarang mana ada yang gratis bos. Dulu saya juga berpengalaman sebagai marketing jadi paham pola-pola seperti ini.

Saya lalu menolak voucher tersebut dengan alasan gak punya duit ongkosnya. Lalu sang CS bisa mengcounter dengan kalimat "nanti akan ada undian tiket gratis lho pak di akhir acara". 

Kata saya "mbahmu lek", enak aja ngomong. Gak usah diundi kalau mau..ngasih aja. Terlihat bertele-tele, tersistematis dari segi kata-kata.

Telpon kemudian ditutup dan karena saya penasaran lalu saya coba cek pengalaman blogger yang pernah ditawari model voucher hotel abal-abal ini di google.

Ternyata hasilnya udah banyakkkkk sekali yang kena tipu. Jadi nanti pas acara itu sang calon konsumen akan diprospek dengan ajian marketing level dewa supaya gak sadar alam pikirannya dan tiba-tiba ikut member dan harus bayar keanggotaan.
 
Biaya yang harus dibayar per bulan atau per tahun pun fantastis bisa bikin bangkrut. Ngapain liburan harus setor kaya asuransi segala, wong edan.

Gile aje kan, ini nih gak sukanya dunia marketing jaman now. Jadi alhasil saya gak jadi datang ke acara tersebut daripada buang-buang waktu gak penting, mending ikut acara lain yang berfaedah.

Sang CS akhirnya nelpon juga di hari H, menanyakan kenapa gak datang. Saya jawab, gak jadi karena banyak urusan. Kalau mau bagi-bagi voucher ya tinggal kasih ke yang lain apa susahnya.

Memang marketing penipuan ini menyasar orang-orang yang awam sekali sehingga misalkan dari 1000 orang pun dapat 10 orang itu udah bagus. Jadi sebisa mungkin kita jangan jadi bagian yang 10 orang tadi.

Kuncinya adalah jangan mudah terbujuk rayuan pertama kali seorang sales. Perbanyak membaca dan cek n ricek sebelum memutuskan bergabung ke sebuah acara pembagian voucher hotel gratis di Bali.

Sabtu, November 14

Apa Yang Diharapkan Dalam Pembelajaran Geografi?

Apa Yang Diharapkan Dalam Pembelajaran Geografi?

Pagi-pagi selepas bangun tidur dan sel-sel tubuh yang rusak dibersihkan oleh sistem imun tubuh adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan ide-ide.

Banyak sekali tokoh-tokoh terkenal yang menghasilkan ide-ide tebaik saat prime time biologis di pagi hari. 
 
Itulah mengapa kita yang Islam dianjurkan bangun pagi agar mendapatkan gelombang alpha yang merupakan kunci dari lahirnya ma'rifat (tinggi sekali ya bahasanya).

Tapi, ya memang faktanya memang begitu. Sedikit prolog saja buat pengetahuan gak papa ya. Nah pagi hari ini saya duduk di meja kerja seperti biasa lalu tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menulis. Jika tidak langsung ditulis akan menguap lagi begitu saja.

Jadi saya berfikir tentang "apa sih yang sebenarnya diharapkan dalam pembelajaran geografi itu?". Mungkin guru-guru lain juga ada yang berfikir demikian. 

Sekian puluh tahun mata pelajaran geografi eksis di kurikulum pendidikan terutama di jenjang menengah. Soal konten materinya sudah pasti ada perubahan dari waktu ke waktu menyesuaikan kebutuhan dan biasanya sih berbau politik.

Saya tidak akan begitu bicara ke teknis berapa jam ideal, muatan materi dan tek-tek bengeknya tapi hanya ingin mencari tahu tentang apa sih yang sebenarnya dituju dan diharapkan saat kita belajar geografi?. Lalu setelah sekian puluh tahun merdeka, apakah harapan tersebut terlaksana?.

Saat hanya menggarisbawahi sedikit saja bahwa tujuan utama geografi itu agar manusia memiliki kecerdasan ruang. Apa sih kecerdasan ruang itu?.

Mungkin sederhananya, kecerdasan ruang (spatial intelligence) itu adalah suatu kemampuan manusia dalam menyadari, memahami dan mengelola ruang permukaan bumi agar mampu menjadi ruang huni yang layak bagi manusia itu sendiri.
Memahami geografi itu gimana sih?
 
Lalu sejauhmana fakta di lapangan mengenai kecerdasan ruang masyarakat kita?. Nampaknya terasa menyedihkan ya. Sudah banyak terjadi bencana karena kita abai terhadap kecerdasan ruang ini.

Banjir, longsor, kemacetan, slum area, kemiskinan dan bahkan pandemi Covid saat ini adalah hasil dari ketidakcerdasan ruang. 
 
Puluhan tahun belajar dari SD-kuliah tentng geografi, dapat nilai UN bagus lalu hasilnya seperti ini. Apa yang sebenarnya diharapkan tentang geografi ini?. Apakah geografi hanya sebatas mata pelajaran yang cuma lewat saja tanpa ada makna?.

Udah berapa kali muatan kurikulum geografi diganti dari semua aspek mulai dari indikator, standar isi, SKL, materi pokok dan lainnya lah. Tapi rasanya di kehidupan nyata hal tersebut tidak terasa.
 
Kita nampaknya masih dominan pada ranah instructional effect daripada nurturant effect. Belajar topik tertentu, paham lalu dapat nilai diatas KKM. Padahal fungsi pendidikan dan pembelajaran adalah pada perubahan perilaku. 

Gak tahu ya perasaan dari dulu negeri kita ga bisa berubah soal ini. Apa sudah watak nusantara atau gimana, susah sekali mencari benang merahnya. Mungkin bisa dikaitkan dengan ciri manusia Indonesia menurut ahli sosiologi macam Soerjono Soekanto, Selo Soemarjan dan lainnya.

Pandemi Covid yang membutuhkan konsep jarak agar penularan virus berkurang juga tetap diabaikan masyarakat. Manusia-manusia tetap berkerumun dengan dalih jenuh, berwisata, ingin menyambut salah satu tokoh tertentu dan lainnya. Lalu apanya yang salah?.

Tidak ada yang salah, hanya sekilas kecerdasan ruang semakin tidak ada artinya bagi masyarakat Indonesia. Lalu dimana letak salahnya?. 

Saya tidak tahu dan tidak mau menjawab soal itu tapi yang jelas tugas guru geografi ya akan tetap memberikan pengetahuan tentang membangun kecerdasan ruang. Harapan itu tidak akan pernah padam selama rotasi bumi masih berputar. 
 
Guru-guru geografi Indonesia adalah guru-guru tangguh dan banyak menginspirasi siswa dan guru lain. Salah satunya adalah Pak Sofyanto yang terus berkarya memajukan geografi. Simak ceritanya di blognya berikut Sofyanto.id

Minggu, November 8

Pengalaman Gagal Tarik Tunai di ATM Tapi Terdebet di Rekening

Pengalaman Gagal Tarik Tunai di ATM Tapi Terdebet di Rekening

Halo kawan-kawan sekalian kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman tarik tunai di ATM tapi uangnya tidak keluar.

Jadi awalnya dua minggu lalu sore hari saya keluar untuk cari makan di seputaran Galaxy Bekasi Selatan. Cuaca pada saat itu hujan deras berangin.

Dari rumah saya berangkat menuju Galaxy dan mampir dulu ke ATM BNI disana. Selepas memarkir kendaraan saya mencoba masuk ke anjungan dan melihat ada beberapa orang sedang melakukan transaksi.

Lantas saya pun bertanya kepada security disana "pak, apakah ATM nya bisa digunakan?". Bapaknya lalu menjawab "coba aja pak yang ATM sebelah sini, karena yang sebelah sana error". Perasaan saya sudah tidak enak mendengar jawaban tersebut.

Security sedikit menjelaskan bahwa untuk transfer tidak bisa karena jaringan sedang error, mungkin karena hujan deras. Tapi untuk tarik tunai mungkin masih bisa.

Dengan pede saya lalu memasukan kartu debet ke ATM dan mencoba tarik tunai. Dan akhirnya keanehan pun terjadi, setelah menekan nominal angka lalu ATM loading lama gak seperti biasanya.
Uang tidak keluar di ATM
Hampir 1 menit saya menunggu, lalu di layar muncul keterangan "waktu anda habis", kartu kemudian keluar dan saya cek di mobile banking ada saldo terdebet 300.000. Waduh, cilaka 12 ini mah!.

Nampaknya feeling saya benar, bahwa ATM error semua karena masalah jaringan selepas cuaca buruk. Lalu saya tanya ke security tentang cara complain masalah tersebut. 

Bapak security mengarahkan saya untuk menghubungi call center BNI di 1 500 046. Pagi hari esoknya saya telpon CS BNI dan berbicara tentang masalah saldo terdebet tapi uang tidak keluar di ATM.

Complain kemudian diterima, direkam dan kata CS BNI dana akan dikembalikan dalam waktu maksimal 2 mingguan. 

Singkat cerita esoknya saya coba cek mobile banking dan ternyata masih belum ada transferan. Saya kemudian coba lagi esoknya dan masih tidak ada transfer. Akhirnya saya tunggu saja selama seminggu. Selepas itu saya coba lihat mutasi rekening dan alhamdulillah sudah ada transfer 300.000 dari BNI.

Jadi itulah pengalaman saya tarik tunai ATM tapi uang tidak keluar. Jadi jika kalian mengalaminya maka langsung kontak CS saja, dan jangan ke bank karena pasti akan diarahkan untuk telpon CS. Jadi solusinya cepat saja dan tidak bertele-tele. Jadi kalau cuaca buruk semestinya kita hindari dulu transaksi untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Minggu, Juni 28

Virus Upgrade Part Sepeda Racuni Bikers Pemula

Virus Upgrade Part Sepeda Racuni Bikers Pemula

Halo sobat semuanya apa kabarnya nih, ditengah pandmei Covid-19 nampaknya kaum bani pedal semakin mewabah di Indonesia. Terbukti di berita-berita medsos, toko sepeda diserbu oleh para bikers bahkan ada yang rela nunggu 2 jam sebelum toko sepeda bukan karena takut gak kebagian.

Mengapa sekarang toko sepeda laku?. Penyebabnya udah pasti karena covid-19 membuat sarana transportasi terbatas jadi masyarakat kembali beralih menggunakan sepeda untuk mobilitas. Selain itu faktor kesehatan juga menjadi salah satu hal utama di balik meningkatnya kaum bani pedal.

Sekarang ini jalanan udah penuh oleh pesepeda dan tentunya toko sepeda, bengkel sepeda laris manis. Omset toko sepeda naik hingga 100% dan antrian reparasi bengkel sepeda pun semakin mengular. Bersepeda bagi kaum urban kini menjadi trend, entah sampai kapan yang jelas tentunya hal ini baik selama bersepda dilakukan dengan cara yang benar dan tidak mngundang celaka orang lain, karena di beberapa medsos banyak juga biker newbie yang gaya-gayaan dijalan raya dan akhirnya nyelakain orang lain.

Saat ini jenis sepeda yang sedang ngetrend di kota adalah sepeda lipat alias seli. Dulunya sepeda ini dipakai anak-anak tapi sekarang karena fleksibilitasnya di perkotaan maka digunakan dewasa dan pekerja kantoran. Harga sepeda seli ikut-ikutan melambung pula. Standar harga sepeda seli kualitas menengah ada di angka 4-6 jutaan, cek aja di toko online untuk perbandingannya.
Upgrade part sepeda MTB
Nah kali ini balik ke judul, saya akan bahas tentang virus upgrade, he. Maksudnya apa sih?. Ini gan jadi lu kalau beli sepeda terus biasanya bikin komunitas atau masuk komunitas maka akan lihat sepda orang lain part nya beda dan udah diganti. Lama-kelamaan lu pada pasti ngiler kan, jadilah kena racun upgrade, beli parts sana-sini, iya ga?. he. Termasuk saya juga, tapi saya memang lagi butuh bukan ikut-ikutan sih.

Jadi beruntung sekali saya beli sepeda tahun lalu Polygon Cascade 3. Harganya masih dibawah 4 juta, sekarang udah naik bos. Sebenarnya saya punya Xtrada generasi pertama tahun 2001 (the legend), tapi karena di kampung malas bawanya ke kota jadi beli lagi aja, yang dulu dipakai sama orang tua aja.

Upgrade sepeda pada dasarnya bisa macam-macam mulai dari stang, ban, pedal, crank dan lainnya. Harga part upgrade yang kualitas baik cukup menguras dompet. Saya pun hanya upgrade crank depan saja, karena crank yang orisinal agak berat dan da beberapa gearnya patah, selain itu saya nambah tas di depan untuk masukin dompet dan hp aja. Dua part itu udah habis 500 rebuan.

Banyak motif upgrade sepeda mulai dari gengsi, nafsu dan keperluan. Bagi kalian yang hobi ngoprek sepeda khususnya pemulai saran saya sebelum membeli sepeda coba compare dulu. Kalau mau upgrade maka cari sepeda yang gak terlalu menguras kantong misalnya. Atau kalau lu orang tajir maka langsung beli yang puluhan juta aja, pasti partnya nomor wahid tuh.

Jadi komponen sepeda pada dasarnya sudah didesain sesuai kebutuhan harian pesepeda, gak diupgrade pun untuk pemakaian normal is ok. Biasanya ya itu, virus upgrade sepeda menular di komunitas atua teman, he. Tapi gak apa-apa sih asal lu pade punya budgetnya dan tidak tertipu. Pastikan untuk cek harga dan tanya teman komunitas dulu untuk tahu harga part sepeda. Atau bisa jadi ada teman jual barang second tapi masih bagus, harganya kan bisa agak miring. Biasanya sekali upgrade pasti ketagihan terus tuh...wkwkkwkw. Selamat mengupgrade sepeda, tetap bijak memilih part dan jaga keselamatan lalu lintas bersama.

Selasa, Juni 23

Biaya Cek Kandungan di dr. Quamila Majalengka

Biaya Cek Kandungan di dr. Quamila Majalengka

Halo teman-teman sekalian kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman berkunjung ke dr. Quamila SPOG. Sebelumnya memang saya dan isteri belum pernah berkunjung kesini karena pas kehamilan pertama dulu belum ada praktik dokter Quamila.

Dahulu saya dan isteri periksa kandungan biasanya ke dr. Maman tapi di kehamilan kedua ini ingin periksa ke dokter spesialis yang perempuan. Alhamdulilah sekarang sudah ada dokter kandung perempuan di Majalengka.

Lokasi praktik dr. Quamila tidak jauh dari rumah dan berada di klinik Ambunsuri Jl. Kesehatan sebelum rumah sakit umum Majalengka. Untuk bisa cek kandungan disana harus daftar dulu, saya daftar pagi hari untuk jadwal sore.
Klinik dr. Quamila Majalengka
Sore hari setelah ashar saya dan isteri berangkat menuju klinik, tak sampai 15 menit dari rumah. Klinik buka jam 4 sore dan sudah ada beberapa orang yang sedang menunggu untuk cek dokter. Setelah jam 4 bagian administrasi merekap urutan pasien. Karena dokter sedang ada operasi maka saya kebagian urutan jam setengah 6. Jadi balik dulu ke rumah dan kembali lagi 1 jam setengah kemudian.

Jam lima sore saya dan isteri kemudian berangkat kembali ke klinik dan pasien sudah lumayan penuh. Ternyata di masa pandemi COVID angka kehamilan meningkat. Tak lama berselang giliran saya dan isteri masuk ke ruang cek.

Dokter Quamila kemudian memeriksa kandungan dengan alat USG yang masih baru. Alhamdulillah ternyata janin sudah terlihat dan berumur 7 mingguan. Perkiraan dokter kelahiran di bulan Februari awal. Dokter kemudian memberikan resep vitamin untuk menambah nutrisi kehamilan, karena keluhan-keluhan tidak ada jadi tidak diberian obat-obat lainnya.

Pemeriksaan tidak lama hanya sekitar 15 menit saja, setelah itu bayar di kasir untuk menebus resep dan biaya USG. Total biaya cek kandungan dan resep vitamin dr. Quamila saat itu 245 ribu rupiah. Mudah-mudahan kehamilannya lancar, sehat sampai persalinan tahun depan. Itulah sedikit cerita periksa kandungan isteri di dr. Quamila.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close