Guru Geografi: Cerita - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 27

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Awan Topi Lentikular Muncul Di Puncak Gunung Ciremai

Pagi hari ini seperti biasa saya pergi mencari sarapan ke luar rumah dengan jalan kaki melewati pesawahan di kampung. 

Rumah saya memang berada di kota Majalengka namun masih banyak pesawahan. Bulan ini memasuki puncak musim hujan dan hampir setiap sore hingga malam hujan terus turun di kota Majalengka.

Dampaknya pagi hari suhu udara sangat dingin dan membuat fenomena langka muncul di atas Ciremai. Fenomena tersebut adalah awan topi lentikular.

Saya bergegas mengambil kamera untuk mengabadikan fenomena atmosfer yang jarang terjadi ini. Lalu apakah kehadiran awan lentikular ini menjadi pertanda bahaya?. 

Tentu tidak karena fenomena atmosfer ini adalah murni karena faktor alam. Yuk kita simak faktor terjadinya awan lentikular ini.
 
Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa atau melingkar yang terbentuk di troposfer dan biasa terbentuk karena pembentukannya searah dengan arah angin di puncak gunung. Ada tiga jenis awan lentikular: 
 
1. altocumulus standing lenticular (ACSL),
2. stratocumulus standing lenticular (SCSL),
3. cirrocumulus standing lenticular (CCSL)
Awan lentikular di puncak Ciremai
Proses terbentuknya awan lentikular
Saat udara mengalir di permukaan bumi, maka ia akan menghadapi beberapa hambatan. Hambatan ini bisa buatan manusia seperti bangunan atau alami seperti bukit, gunung atau lembah. Gangguan ini menyebabkan alian udara akan berubah

Semakin tinggi udara maka akan semakin dingin. Ketika dingin, kelembaban yang dikandungnya berubah menjadi tetesan air. Tetesan inilah yang membentuk awan. Dengan demikian, arus udara hangat mendingin bergerak naik gunung, menciptakan awan.

Awan lentikular adalah awan berbentuk lensa yang biasanya berkembang di sisi bawah gunung atau pegunungan. Ini terjadi ketika udara yang stabil dan lembab mengalir di atas gunung, menciptakan serangkaian gelombang berosilasi. 
 
Jika suhu di puncak gelombang udara sama dengan suhu titik embun, kondensasi terjadi dalam formasi bentuk lensa. Ketika udara jatuh ke dasar gelombang udara, di mana suhu udara dan suhu titik embun tidak sama maka penguapan terjadi. Dengan demikian, awan gelombang, atau serangkaian awan lentikular, mampu terbentuk.

Awan lentiluar menjadi pertanda cuaca sedang ektrim di puncak gunung dan bisa memicu hujan lebat di lereng gunung. Namun awan ini bukan menjadi pertanda akan adanya fenomena lain seperti gempa atau tsunami.

Rabu, Desember 23

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Webinar Kolaborasi MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi

Setelah sekian lama vakum tanpa kegiatan, di akhir tahun ini MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi mengadakan kegiatan webinar untuk meningkatkan kompetensi keilmuan guru.

Biasanya kegiatan MGMP dilakukan offline namun karena suasana pandemi maka dialihkan ke online atau daring. 
 
Atas inisiatif komunitas MGMP Geografi Kota dan Kabupaten Bekasi akhirnya bisa menyelenggarakan kegiatan webinar via zoom yang akan dibagi ke dalam 3 pertemuan.

Pertemuan pertama sudah dihelat pada 22 Desember kemarin dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten dari kota dan kabupaten Bekasi.
Webinar guru geografi
Kegiatan dibuka oleh ketua acara yaitu Bapak Anang Suherman kemudian disusul sambutan dari Bapak Rojali selaku pengawas. Bapak Rojali kemudian memaparkan materi pertama terkait kebijakan pemerintah terkait merdeka belajar.

Bapak Rojali menggantikan Bapak Casmadi yang kodarullah dipanggil Allah SWT beberapa hari sebelum acara terselenggara. Kebijakan merdeka belajar pada dasarnya memberikan keleluasaan kepada guru untuk berkreasi dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa.

Sesi kedua kemudian diisi oleh Ibu Endang Rahayu yang memberikan pencerahan tentang tata cara pembuatan soal hots. Soal hots memiliki beberapa karakter dan bisa dimodifikasi dari soal lots dengan sedikit tambahan stimulus.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Ibu Anita yang memaparkan tentang tata cara kenaikan angka kredit bagi guru PNS. Kenaikan pangkat guru dapat dipercepat dengan melakukan beberapa kegiatan publikasi ilmiah dan ikut dalam kegiatan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan instansi terkait.

Sesi keempat dilanjutkan oleh Agnas Setiawan yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang guru blogger. Di era milenial saat ini media sosial menjadi salah satu alat ampuh untuk meningkatkan kreatifitas seorang guru.

Sesi kelima atau terakhir diisi oleh Ahmad Habibi yang memberikan ulasan tentang cara menjadi guru youtuber. Youtube bisa menjadi sarana pendidikan dan pengajaran geografi saat ini apalagi di tengah pandemi yang memaksa pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh.

Pukul 12.30 rangkaian acara webinar pertemuan 1 akhirnya selesai dan ditutup dengan penugasan kepada setiap peserta. Kegiatan webinar akan dilanjut di pertemuan kedua akhir Desember.

Kamis, Desember 10

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Kecerdasan Ruang Digital di Era Media Sosial

Dalam geografi tentu kita mengenal istilah kecerdasan ruang atau spatial intelligent. Salah satu tujuan pembelajaran geografi adalah membentuk kecerdasan spasial seseorang.

Kecerdasan spasial sangat erat kaitannya dengan manajemen tata kelola ruang bumi. Lalu bagaimana jika kecerdasan ruang ini dibawa ke ranah dunia maya?.

Saat ini hampir separuh kegiatan manusia beralih ke ruang maya atau digital dengan hadirnya perangkat telekomunikasi canggih dan aplikasi populer.

Namun akhir-akhir ini ada pola yang tak biasa dalam kehidupan bermedsos di Indonesia. Seringkali saya perhatikan beberapa ruang forum atau grup yang judulnya ilmiah namun ada saja konten-konten yang melenceng dan berbau SARA.

Utamanya saat muncul kasus yang trending, langsung setiap medsos kebagian itu berita. Misalkan grup geografi, lalu muncul share berita bombastis tentang politik identitas.
Cerdas memanfaatkan ruang digital pic:kompas
Memangnya salah ya melakukan hal seperti itu?. Sebenarnya sah saja namun lebih baik share di grup yang memiliki kepentingan yang sama agar tidak menimbulkan percikan permusuhan kepada anggota lain yang berbeda pandangan.

Inilah maksud dari kecerdasan ruang digital yang saat ini sangat terasa sekali efeknya. Amarah masyarakat banyak muncul dari info-info yang beredar di ruang-ruang digital. Ternyata ketidakcerdasan ruang nyata terbawa juga ke dunia maya.

Hasilnya banyak sekali hoax dan peristiwa yang dimulai dari hoax kemudian viral. Inilah dampak dari ketidakcerdasan menempatkan konten sesuai ruang.

Memang ada juga orang yang sengaja menjaring trafik untuk mendapatkan keuntungan dengan cara demikian. Namun perlu dipahami bahwa hal-hal semacam inilah yang menjadi bibit permusuhan dan perpecahan bangsa.

Guru geografi di sekolah harus mencoba memberikan pemahaman kepada siswa terkait kecerdasan ruang digital di era globalisasi. Jangan sampai bangsa hancur karena ruang-ruang maya menjadi sarana bom hoax oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Jumat, Desember 4

Hoax Berita Fenomena Geosfer di Negeri Utopis

Hoax Berita Fenomena Geosfer di Negeri Utopis

Fenomena geosfer, hmmm..nampaknya guru geografi, ahli geografi sudah biasa kali ya dengan istilah ini. Tiap hari kita belajar tentang kejadian-kejadian yang ada di geosfer.

Setiap hari fenomena geosfer terjadi dan di berita pun tiap detik mungkin berseliweran fenomena terkini. Namun apa yang salah dengan fenomena tersebut?.
 
Coba perhatikan, kini fenomena geosfer seolah-olah berdusta pada publik padahal sejatinya mereka tidak pernah berdusta. Semua karena ulah manusia.
 
Manusia kini sudah tidak peduli lagi dengan kejujuran, dan yang penting adalah untung di mata kapitalis. Maksudnya apa sih, saya gak ngerti?.
 
Coba perhatikan salah satu fenomena berikut ini!
Pembodohan publik lewat gambar

Beberapa hari ini Gunung Semeru di Jawa Timur sedang erupsi dan itu adalah kenyataan atau fakta. Akan tetapi ada yang salah dalam penyajian fenomena kepada publik oleh media.

Screenshoot gambar atau thumbnail yang ditampilkan adalah erupsi gunung lain yang lebih dahsyat. Padahal erupsi Semeru gak gitu-gitu amat.

Gambar yang diberitakan oleh beberapa (ingat ya beberapa) media online diatas dengan gambar erupsi dahsyat adaah Gunung Sakurajima di Jepang.

Masyarakat kita yang umumnya masih awam tentu akan cepat percaya lalu share info tersebut. Inilah yang diinginkan kaum kapitalis. Membodohi masyarakat dengan gambar bohong agar terkesan bombastis lalu kliknya banyak.

Negara ini memang darurat pers, semua berlomba membangun kebohongan bahkan fenomena geosfer pun dibuat seolah-olah berbohong seperti pejabat-pejabat politik yang hobi berbohong kepada rakyatnya.

Inilah krisis yang terjadi di media kita sekarang, menghalalkan segara cara untuk meraup untung. Alangkah baiknya jika memang negara ini ingin maju yaitu dengan menginformasikan berita yang real secara keseluruhan tanpa ada sedikitpun pembohongan baik dari sisi gambar.

Saya merasa kejujuran yang selalu ditanamkan guru di sekolah seolah-olah tidak berarti dengan pola-pola berita yang setiap hari terjadi seperti ini. Jadi bohong rasanya jika negara ingin maju tapi media-media tetap membodohi publik.

Sekarang adalah jamannya tampilan lebih utama dibanding isi. Jadi jangan heran jika peradaban masyarakat semakin bodoh jika pola-pola pembohongan seperti ini selalu terjadi. Salam reformasi pemberitaan.

Selasa, Desember 1

Sinetron Covid-19 Indonesia Lain Daripada Yang Lain

Sinetron Covid-19 Indonesia Lain Daripada Yang Lain

Rasanya sudah jengah sekali ya kita mendengar berita di televisi atau medsos tentang Covid-19 yang tidak ada ujungnya. Sudah hampir setahun serangan virus ini melanda dunia dan belum ada tanda akan berhenti ke keadaan normal.

Apalagi di Indonesia, cerita covid seperti sinteron indosiar yang heboh bukan main. Saya akan coba review sedikit aja deh terkait sinetron ini daripada gak nulis apa-apa.

Bermula di awal tahun, berita serangan virus Corona yang melanda kota Wuhan mulai merebak. Ribuan orang terpapar dan pemerintah Cina langsung seketika itu menutup alias lock down Wuhan untuk antisipasi virus menyebar.

Namun nampaknya virus telah menyebar sebelum pergantian tahun ke semua penjuru bumi. Alhasil negara-negara lain mulai dilanda pandemi dengan cepat.

Lalu gimana dengan Indonesia?. Kita mah masih santuy coy, bandara masih dibuka dan pejabat negara masih santuy karena belum ada kasus terdeteksi. Sampai beberapa bulan belum ada kasus, salah satu menteri juga bilang bahwa masyarakat kita kebal atau apalah gitu.

Eh pas bulan Maret akhirnya kasus 01 mulai terdeteksi lalu disusul ada karantina awak kapal pesiar dari Cina yang diberitain heboh banget sampai live di TV.
 
Setelah itu masyarakat panik dan mulai memburu masker. Mulai dah muncul mafia masker, sampai-sampai harga masker di pasaran udah gak karu-karuan. Edan.
 
Masyarakat mulai belanja skala besar, bawa karung ke supermarket buat persediaan di rumah. Udah mulai chaos aja ini negara.

Lanjut selang beberapa minggu kemudian, presiden tampil di televisi dan menyatakan bahwa virus Corona tidak berbahaya jadi masyarakat gak usah panik. Weleh hingga saat ini juga udah puluhan ribu orang mati pak!.
 
Habis itu muncul dokter influencer berinisial T yang heboh dengan postingan yang menggebu-gebu dan tampil spartan dengan meminta pemerintah untuk lock down seperti negara lain.
Presiden nampaknya masih bingung, dikarantina /lock down ntar ekonomi gak berjalan. Mau ngasih pakan ke rakyat juga duitnya tekor. Jadi labil nih, akhirnya munculah istilah PSBB dan nanti disusul PSBM dan apalagi ya nanti mungkin PSSI, Persib, PSMS atau apalah...he (bercanda).

Waktu berjalan dan grafik case Covid terus menanjak khususnya di wilayah Jakarta. Masyarakat dilarang mudik saat lebaran meski bisa kucing-kucingan juga.
 
Kegiatan sekolah juga dirubah menjadi pembelajaran jarak jauh alias daring dan tidak boleh ada pembelajaran tatap muka.

Pemerintah lalu membentuk satgas Covid yang tiap sore hari ngumumin jumlah infeksi baru. Nampkanya tayangan ini punya rating paling tinggi. Pantesan bayak iklan.

Akhirnya setelah beberapa bulan, bosan juga dan pemerintah tidak lagi mengumukan via televisi terkait penambahan case covid. Jadi berita covid banyak beralih ke kanal-kanal medsos untuk melihat perkembangannya atau lihat web pemerintah langsung.

Lanjut, waktu berjalan dan tenaga kesehatan sudah banyak gugur begitupun pasien covid. Presiden makin cemas tapi kayaknya masyarakat ga cemas juga. 

PSBB kemudian berevolusi menjadi new normal. Weleh padahal kasus covid masih gitu-gitu aja. Masyarakat seolah bereforia. Kantor-kantor mulai buka meski dijadwal dan beberapa pasar dan pusat perbelanjaan mulai dibuka dengan protokol ketat katanya.

Eh, selang beberapa minggu case Covid mulai naik tajam lagi dan Jakarta melakukan rem darurat karena ketersediaan kamar isolasi dikhawatirkan overload.

PSBB kembali diketatkan dan jadwal transportasi di Jakarta mulai dikurangi. Alhasil penyebaran wabah bisa ditekan selang beberapa minggu kemudian.
 
Momen kerumunan ekstrim terjadi saat demo buruh gara-gara disahkannya UU Omnisbuslaw.

Menjelang akhir tahun pilkada tetap digelar dan para paslon malah membuat kerumunan saat pendaftaran begitupun saat kampanye. Pejabatnya juga ternyata sama saja gak tahu diri.
 
Belum sampai disitu, salah satu tokoh agama kharismatik HRS pulang kampung dan membuat kerumunan luar binasa di bandara sampai menggelar acara hajatan.

Gile, gak mikir dan gak punya empati apa ya?. Sekelas tokoh panutan tapi tidak punya critical thinking, sori ya ini jujur-jujuran aja.

Lalu berita televisi dan medsos mengerucut ke kerumunan HRS tadi sampai-sampai menjadi trending (hingga kini). Mulai dari drama masuk rumah sakit, kabur lewat belakang, gak mau SWAB dan lainnya.

Sekarang gubernur DKI dan wagub juga kena covid sama dengan gubernur dan pejabat lainnya yang sudah terkena lebih dahulu. Lalu apakah masyarakat itu hanya tinggal menunggu giliran saja untuk terinfeksi?.
 
Bicara tentang vaksin, beritanya udah heboh dari pertengahan tahun dan sampai sekarang masih belum jelas. Rakyat kita nampaknya beranggapan bikin vaksin sama kaya bikin mie rebus kali ya?.

Ah, sudahlah memang negeri ini beda dari yang lain. Kita tunggu saja akhir dari cerita Covid ini dan semoga badai pademi ini segera hilang dan kita kembali hidup dengan normal se normal normalnya.

Jumat, November 20

Hati-Hati Penipuan Voucher Hotel Gratis di Bali

Hati-Hati Penipuan Voucher Hotel Gratis di Bali

Halo pemirsa sobat blog gurugeografi setanah air Indonesia, kali ini saya akan berbagai sedikit pengalaman nih terkait penipuan voucher hotel gratis.

Di jaman sekarang ini semua orang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang, bahkan salah satunya dengan menipu. 

Sebenarnya dalam hal bisnis, penipuan adalah dampak dari ketidacerdasan konsumen sendiri. Memang disamping sang penipu adalah ahli tulen menghipnotis (dalam hal marketing) ditambah kita sebagai konsumen buta literasi.

Jadi saya akan beri contoh saja pengalaman ditawari voucher gratis menginap di hotel Bali. Awal bulan lalu saya pergi ke salah satu mall besar di pinggiran Jakarta.

Di salah satu supermaket ketika saya sedang berbelanja, saya dihampiri oleh seorang pria yang meminta saya untuk mengisi kuesioner.

Lantas saya bertanya "ini kuesioner apa ya?". Pria berusia tanggung tersebut lantas menjawab "ini hanya kuesioner dari program hotel pak, bukan apa-apa".

Lalu dengan terpaksa saya mengisi kuesioner tersebut yang judulnya"XXXXXXXBali" semacam itu lah. 

Pria tadi juga mewancarai saya terkait nama, isteri, profesi sampai gaji segala. Lalu tak lupa nomor hp dan email diminta. Wah dalam hati pasti ini list marketing, tapi gak papa saya ingin mencoba alias ngetes.

Singkat cerita kuesioner udah diisi dan saya pergi pulang ke rumah setelah belanja di mall tersebut.

Seminggu kemudian seperti yang saya duga mulai muncul gempuran telepon dari agen liburan tersebut untuk menawarkan voucer hotel gratis di Bali selama 3 hari.

Saya diminta untuk ikut pertemuan di Hotel yang sudah ditunjuk kemudian membawa KTP dan katanya tidak ada ikatan apa-apa atau bayar apa-apa.
Modus tipu-tipu voucher hotel
Dalam hati, jaman sekarang mana ada yang gratis bos. Dulu saya juga berpengalaman sebagai marketing jadi paham pola-pola seperti ini.

Saya lalu menolak voucher tersebut dengan alasan gak punya duit ongkosnya. Lalu sang CS bisa mengcounter dengan kalimat "nanti akan ada undian tiket gratis lho pak di akhir acara". 

Kata saya "mbahmu lek", enak aja ngomong. Gak usah diundi kalau mau..ngasih aja. Terlihat bertele-tele, tersistematis dari segi kata-kata.

Telpon kemudian ditutup dan karena saya penasaran lalu saya coba cek pengalaman blogger yang pernah ditawari model voucher hotel abal-abal ini di google.

Ternyata hasilnya udah banyakkkkk sekali yang kena tipu. Jadi nanti pas acara itu sang calon konsumen akan diprospek dengan ajian marketing level dewa supaya gak sadar alam pikirannya dan tiba-tiba ikut member dan harus bayar keanggotaan.
 
Biaya yang harus dibayar per bulan atau per tahun pun fantastis bisa bikin bangkrut. Ngapain liburan harus setor kaya asuransi segala, wong edan.

Gile aje kan, ini nih gak sukanya dunia marketing jaman now. Jadi alhasil saya gak jadi datang ke acara tersebut daripada buang-buang waktu gak penting, mending ikut acara lain yang berfaedah.

Sang CS akhirnya nelpon juga di hari H, menanyakan kenapa gak datang. Saya jawab, gak jadi karena banyak urusan. Kalau mau bagi-bagi voucher ya tinggal kasih ke yang lain apa susahnya.

Memang marketing penipuan ini menyasar orang-orang yang awam sekali sehingga misalkan dari 1000 orang pun dapat 10 orang itu udah bagus. Jadi sebisa mungkin kita jangan jadi bagian yang 10 orang tadi.

Kuncinya adalah jangan mudah terbujuk rayuan pertama kali seorang sales. Perbanyak membaca dan cek n ricek sebelum memutuskan bergabung ke sebuah acara pembagian voucher hotel gratis di Bali.

Sabtu, November 14

Apa Yang Diharapkan Dalam Pembelajaran Geografi?

Apa Yang Diharapkan Dalam Pembelajaran Geografi?

Pagi-pagi selepas bangun tidur dan sel-sel tubuh yang rusak dibersihkan oleh sistem imun tubuh adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan ide-ide.

Banyak sekali tokoh-tokoh terkenal yang menghasilkan ide-ide tebaik saat prime time biologis di pagi hari. 
 
Itulah mengapa kita yang Islam dianjurkan bangun pagi agar mendapatkan gelombang alpha yang merupakan kunci dari lahirnya ma'rifat (tinggi sekali ya bahasanya).

Tapi, ya memang faktanya memang begitu. Sedikit prolog saja buat pengetahuan gak papa ya. Nah pagi hari ini saya duduk di meja kerja seperti biasa lalu tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menulis. Jika tidak langsung ditulis akan menguap lagi begitu saja.

Jadi saya berfikir tentang "apa sih yang sebenarnya diharapkan dalam pembelajaran geografi itu?". Mungkin guru-guru lain juga ada yang berfikir demikian. 

Sekian puluh tahun mata pelajaran geografi eksis di kurikulum pendidikan terutama di jenjang menengah. Soal konten materinya sudah pasti ada perubahan dari waktu ke waktu menyesuaikan kebutuhan dan biasanya sih berbau politik.

Saya tidak akan begitu bicara ke teknis berapa jam ideal, muatan materi dan tek-tek bengeknya tapi hanya ingin mencari tahu tentang apa sih yang sebenarnya dituju dan diharapkan saat kita belajar geografi?. Lalu setelah sekian puluh tahun merdeka, apakah harapan tersebut terlaksana?.

Saat hanya menggarisbawahi sedikit saja bahwa tujuan utama geografi itu agar manusia memiliki kecerdasan ruang. Apa sih kecerdasan ruang itu?.

Mungkin sederhananya, kecerdasan ruang (spatial intelligence) itu adalah suatu kemampuan manusia dalam menyadari, memahami dan mengelola ruang permukaan bumi agar mampu menjadi ruang huni yang layak bagi manusia itu sendiri.
Memahami geografi itu gimana sih?
 
Lalu sejauhmana fakta di lapangan mengenai kecerdasan ruang masyarakat kita?. Nampaknya terasa menyedihkan ya. Sudah banyak terjadi bencana karena kita abai terhadap kecerdasan ruang ini.

Banjir, longsor, kemacetan, slum area, kemiskinan dan bahkan pandemi Covid saat ini adalah hasil dari ketidakcerdasan ruang. 
 
Puluhan tahun belajar dari SD-kuliah tentng geografi, dapat nilai UN bagus lalu hasilnya seperti ini. Apa yang sebenarnya diharapkan tentang geografi ini?. Apakah geografi hanya sebatas mata pelajaran yang cuma lewat saja tanpa ada makna?.

Udah berapa kali muatan kurikulum geografi diganti dari semua aspek mulai dari indikator, standar isi, SKL, materi pokok dan lainnya lah. Tapi rasanya di kehidupan nyata hal tersebut tidak terasa.
 
Kita nampaknya masih dominan pada ranah instructional effect daripada nurturant effect. Belajar topik tertentu, paham lalu dapat nilai diatas KKM. Padahal fungsi pendidikan dan pembelajaran adalah pada perubahan perilaku. 

Gak tahu ya perasaan dari dulu negeri kita ga bisa berubah soal ini. Apa sudah watak nusantara atau gimana, susah sekali mencari benang merahnya. Mungkin bisa dikaitkan dengan ciri manusia Indonesia menurut ahli sosiologi macam Soerjono Soekanto, Selo Soemarjan dan lainnya.

Pandemi Covid yang membutuhkan konsep jarak agar penularan virus berkurang juga tetap diabaikan masyarakat. Manusia-manusia tetap berkerumun dengan dalih jenuh, berwisata, ingin menyambut salah satu tokoh tertentu dan lainnya. Lalu apanya yang salah?.

Tidak ada yang salah, hanya sekilas kecerdasan ruang semakin tidak ada artinya bagi masyarakat Indonesia. Lalu dimana letak salahnya?. 

Saya tidak tahu dan tidak mau menjawab soal itu tapi yang jelas tugas guru geografi ya akan tetap memberikan pengetahuan tentang membangun kecerdasan ruang. Harapan itu tidak akan pernah padam selama rotasi bumi masih berputar. 
 
Guru-guru geografi Indonesia adalah guru-guru tangguh dan banyak menginspirasi siswa dan guru lain. Salah satunya adalah Pak Sofyanto yang terus berkarya memajukan geografi. Simak ceritanya di blognya berikut Sofyanto.id

Minggu, November 8

Pengalaman Gagal Tarik Tunai di ATM Tapi Terdebet di Rekening

Pengalaman Gagal Tarik Tunai di ATM Tapi Terdebet di Rekening

Halo kawan-kawan sekalian kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman tarik tunai di ATM tapi uangnya tidak keluar.

Jadi awalnya dua minggu lalu sore hari saya keluar untuk cari makan di seputaran Galaxy Bekasi Selatan. Cuaca pada saat itu hujan deras berangin.

Dari rumah saya berangkat menuju Galaxy dan mampir dulu ke ATM BNI disana. Selepas memarkir kendaraan saya mencoba masuk ke anjungan dan melihat ada beberapa orang sedang melakukan transaksi.

Lantas saya pun bertanya kepada security disana "pak, apakah ATM nya bisa digunakan?". Bapaknya lalu menjawab "coba aja pak yang ATM sebelah sini, karena yang sebelah sana error". Perasaan saya sudah tidak enak mendengar jawaban tersebut.

Security sedikit menjelaskan bahwa untuk transfer tidak bisa karena jaringan sedang error, mungkin karena hujan deras. Tapi untuk tarik tunai mungkin masih bisa.

Dengan pede saya lalu memasukan kartu debet ke ATM dan mencoba tarik tunai. Dan akhirnya keanehan pun terjadi, setelah menekan nominal angka lalu ATM loading lama gak seperti biasanya.
Uang tidak keluar di ATM
Hampir 1 menit saya menunggu, lalu di layar muncul keterangan "waktu anda habis", kartu kemudian keluar dan saya cek di mobile banking ada saldo terdebet 300.000. Waduh, cilaka 12 ini mah!.

Nampaknya feeling saya benar, bahwa ATM error semua karena masalah jaringan selepas cuaca buruk. Lalu saya tanya ke security tentang cara complain masalah tersebut. 

Bapak security mengarahkan saya untuk menghubungi call center BNI di 1 500 046. Pagi hari esoknya saya telpon CS BNI dan berbicara tentang masalah saldo terdebet tapi uang tidak keluar di ATM.

Complain kemudian diterima, direkam dan kata CS BNI dana akan dikembalikan dalam waktu maksimal 2 mingguan. 

Singkat cerita esoknya saya coba cek mobile banking dan ternyata masih belum ada transferan. Saya kemudian coba lagi esoknya dan masih tidak ada transfer. Akhirnya saya tunggu saja selama seminggu. Selepas itu saya coba lihat mutasi rekening dan alhamdulillah sudah ada transfer 300.000 dari BNI.

Jadi itulah pengalaman saya tarik tunai ATM tapi uang tidak keluar. Jadi jika kalian mengalaminya maka langsung kontak CS saja, dan jangan ke bank karena pasti akan diarahkan untuk telpon CS. Jadi solusinya cepat saja dan tidak bertele-tele. Jadi kalau cuaca buruk semestinya kita hindari dulu transaksi untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Minggu, Juni 28

Virus Upgrade Part Sepeda Racuni Bikers Pemula

Virus Upgrade Part Sepeda Racuni Bikers Pemula

Halo sobat semuanya apa kabarnya nih, ditengah pandmei Covid-19 nampaknya kaum bani pedal semakin mewabah di Indonesia. Terbukti di berita-berita medsos, toko sepeda diserbu oleh para bikers bahkan ada yang rela nunggu 2 jam sebelum toko sepeda bukan karena takut gak kebagian.

Mengapa sekarang toko sepeda laku?. Penyebabnya udah pasti karena covid-19 membuat sarana transportasi terbatas jadi masyarakat kembali beralih menggunakan sepeda untuk mobilitas. Selain itu faktor kesehatan juga menjadi salah satu hal utama di balik meningkatnya kaum bani pedal.

Sekarang ini jalanan udah penuh oleh pesepeda dan tentunya toko sepeda, bengkel sepeda laris manis. Omset toko sepeda naik hingga 100% dan antrian reparasi bengkel sepeda pun semakin mengular. Bersepeda bagi kaum urban kini menjadi trend, entah sampai kapan yang jelas tentunya hal ini baik selama bersepda dilakukan dengan cara yang benar dan tidak mngundang celaka orang lain, karena di beberapa medsos banyak juga biker newbie yang gaya-gayaan dijalan raya dan akhirnya nyelakain orang lain.

Saat ini jenis sepeda yang sedang ngetrend di kota adalah sepeda lipat alias seli. Dulunya sepeda ini dipakai anak-anak tapi sekarang karena fleksibilitasnya di perkotaan maka digunakan dewasa dan pekerja kantoran. Harga sepeda seli ikut-ikutan melambung pula. Standar harga sepeda seli kualitas menengah ada di angka 4-6 jutaan, cek aja di toko online untuk perbandingannya.
Upgrade part sepeda MTB
Nah kali ini balik ke judul, saya akan bahas tentang virus upgrade, he. Maksudnya apa sih?. Ini gan jadi lu kalau beli sepeda terus biasanya bikin komunitas atau masuk komunitas maka akan lihat sepda orang lain part nya beda dan udah diganti. Lama-kelamaan lu pada pasti ngiler kan, jadilah kena racun upgrade, beli parts sana-sini, iya ga?. he. Termasuk saya juga, tapi saya memang lagi butuh bukan ikut-ikutan sih.

Jadi beruntung sekali saya beli sepeda tahun lalu Polygon Cascade 3. Harganya masih dibawah 4 juta, sekarang udah naik bos. Sebenarnya saya punya Xtrada generasi pertama tahun 2001 (the legend), tapi karena di kampung malas bawanya ke kota jadi beli lagi aja, yang dulu dipakai sama orang tua aja.

Upgrade sepeda pada dasarnya bisa macam-macam mulai dari stang, ban, pedal, crank dan lainnya. Harga part upgrade yang kualitas baik cukup menguras dompet. Saya pun hanya upgrade crank depan saja, karena crank yang orisinal agak berat dan da beberapa gearnya patah, selain itu saya nambah tas di depan untuk masukin dompet dan hp aja. Dua part itu udah habis 500 rebuan.

Banyak motif upgrade sepeda mulai dari gengsi, nafsu dan keperluan. Bagi kalian yang hobi ngoprek sepeda khususnya pemulai saran saya sebelum membeli sepeda coba compare dulu. Kalau mau upgrade maka cari sepeda yang gak terlalu menguras kantong misalnya. Atau kalau lu orang tajir maka langsung beli yang puluhan juta aja, pasti partnya nomor wahid tuh.

Jadi komponen sepeda pada dasarnya sudah didesain sesuai kebutuhan harian pesepeda, gak diupgrade pun untuk pemakaian normal is ok. Biasanya ya itu, virus upgrade sepeda menular di komunitas atua teman, he. Tapi gak apa-apa sih asal lu pade punya budgetnya dan tidak tertipu. Pastikan untuk cek harga dan tanya teman komunitas dulu untuk tahu harga part sepeda. Atau bisa jadi ada teman jual barang second tapi masih bagus, harganya kan bisa agak miring. Biasanya sekali upgrade pasti ketagihan terus tuh...wkwkkwkw. Selamat mengupgrade sepeda, tetap bijak memilih part dan jaga keselamatan lalu lintas bersama.

Selasa, Juni 23

Biaya Cek Kandungan di dr. Quamila Majalengka

Biaya Cek Kandungan di dr. Quamila Majalengka

Halo teman-teman sekalian kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman berkunjung ke dr. Quamila SPOG. Sebelumnya memang saya dan isteri belum pernah berkunjung kesini karena pas kehamilan pertama dulu belum ada praktik dokter Quamila.

Dahulu saya dan isteri periksa kandungan biasanya ke dr. Maman tapi di kehamilan kedua ini ingin periksa ke dokter spesialis yang perempuan. Alhamdulilah sekarang sudah ada dokter kandung perempuan di Majalengka.

Lokasi praktik dr. Quamila tidak jauh dari rumah dan berada di klinik Ambunsuri Jl. Kesehatan sebelum rumah sakit umum Majalengka. Untuk bisa cek kandungan disana harus daftar dulu, saya daftar pagi hari untuk jadwal sore.
Klinik dr. Quamila Majalengka
Sore hari setelah ashar saya dan isteri berangkat menuju klinik, tak sampai 15 menit dari rumah. Klinik buka jam 4 sore dan sudah ada beberapa orang yang sedang menunggu untuk cek dokter. Setelah jam 4 bagian administrasi merekap urutan pasien. Karena dokter sedang ada operasi maka saya kebagian urutan jam setengah 6. Jadi balik dulu ke rumah dan kembali lagi 1 jam setengah kemudian.

Jam lima sore saya dan isteri kemudian berangkat kembali ke klinik dan pasien sudah lumayan penuh. Ternyata di masa pandemi COVID angka kehamilan meningkat. Tak lama berselang giliran saya dan isteri masuk ke ruang cek.

Dokter Quamila kemudian memeriksa kandungan dengan alat USG yang masih baru. Alhamdulillah ternyata janin sudah terlihat dan berumur 7 mingguan. Perkiraan dokter kelahiran di bulan Februari awal. Dokter kemudian memberikan resep vitamin untuk menambah nutrisi kehamilan, karena keluhan-keluhan tidak ada jadi tidak diberian obat-obat lainnya.

Pemeriksaan tidak lama hanya sekitar 15 menit saja, setelah itu bayar di kasir untuk menebus resep dan biaya USG. Total biaya cek kandungan dan resep vitamin dr. Quamila saat itu 245 ribu rupiah. Mudah-mudahan kehamilannya lancar, sehat sampai persalinan tahun depan. Itulah sedikit cerita periksa kandungan isteri di dr. Quamila.

Minggu, Juni 21

Duh, Sampah Kotori Sungai di Majalengka

Duh, Sampah Kotori Sungai di Majalengka

Sungai pada dasarnya adalah anugerah Tuhan dan merupakan mitra hidup manusia. Akan tetapi saat ini sungai sudah tidak lagi menjadi mitra hidup melainkan objek eskploitasi oleh manusia. Seiring meningkatknya perkembangan teknologi, industri, produk ekonomi oleh manusia ternyata berbanding terbalik dengan etika lingkungan.

Sudah lebih dari 5 tahun saya menjadi warga Majalengka dan melihat degradasi sungai semakin masif terjadi. Jangankan wilayah hilir, wilayah hulu sungai pun sudah menjadi bak sampah. Inilah dampak dari "man ecological dominant" yang terjadi di negara kita.

Peradaban manusia ternyata mundur di tengah pesatnya zaman, kecanggihan teknologi, masifnya pembangunan infrastruktur dan lainnya. Manusia saat ini sudah kehilangan adab bahkan kepada lingkungan. Sungai dianugerahkan oleh Tuhan agar bisa menjadi mitra hidup manusia tapi balasan kita sebagai mahluk yang katanya paling "sempurna" sangat ironis.

Majalengka yang merupakan kota kecil dan sumber airnya berasal dari Ciremai sebenarnya harus menjadi kota bersih. Akan tetapi fakta dilapangan tidak demikian, manusia sudah lagi tidak punya rasa malu dan membuang sampah ke sungai kini menjadi sebuah kebiasaan.

Memang saat ini program yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah mereset mindset (pola pikir) manusia/penduduk tentang air terutama sungai. Sungai adalah mitra hidup dan kita harus menjaganya sebaik mungkin. Jika sungai dijadikan bak sampah maka tunggu beberapa tahun ke depan maka bencana akan segera tiba.
Sampah sungai di Majalengka
Memimpikan adipura kembali didapat Majalengka tentunya semakin jauh dari harapan jika melihat fakta seperti ini. Adipura pada dasarnya hanya simbol, akan tetapi hal terpenting adalah menanamkan pola pikir kepada masayarakat bahwa menjaga sungai adalah sebuah kewajiban. Kerakusan manusia yang Allah tuliskan dalam Al Quran memang benar adanya nampak dalam kehidupan saat ini. Semoga masyarakat cepat sadar, taubat bahwa mereka telah dzalim kepada sesama mahluk (air, tanah, batuan) dan segera merubah perilaku buruk terhadap lingkungan tersebut.

Pembangunan infrastruktur (fisik) harus dibarengi dengan pembangunan etika (adab) masyarakatnya agar hasilnya seimbang. Infrastruktur sehebat apapun jika manusianya tidak memiliki adab maka lambat laun akan rusak juga di kemudian hari. 

Karena saya guru geografi maka saya akan berikan sedikit pengetahun terkait sungai. Sungai itu secara struktural terdiri dari sungai bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir. Sungai bagian hulu biasanya berarus deras, lebar sempit dan banyak jeram. Sungai bagian tengah sudah mulai melebar, arus mulai menurun dan banyak meander. Sungai bagian hilir aliran air sudah melambat karena faktor topografi, banyak sedimentasi dan sungai melebar.

Jika kita sudah rajin buang sampah dari wilayah hulu maka lambat laun akan bergerak mengalir dan terendapkan di bagian hilir. Bagian hilir sungai  jika banyak mengendapkan sampah maka volumen debit air berkurang sehingga akan memicu banjir saat musim penghujan. Jadi itulah salah satu dampak kita sering buang sampah ke sungai dan perlu direnungkan kembali. Hidup berbalut keserakahan dan ketidakpedulian hanya mengundang bencana. Bisakah kita merubahnya?.
Kecewa Defisit Token PLN Tidak Diganti

Kecewa Defisit Token PLN Tidak Diganti

Beberapa bulan ini masyarakat Indonesia banyak mengeluh dengan tagihan listrik yang membengkak di tengah pandemi Corona. Tagihan listrik banyak yang naik dua kali lipat lebih dan tentunya membuat masyarakat geram bukan main.Saya juga punya pengalaman tidak enak soal PLN meskipun pakai listrik token prabayar.

Jadi ceritanya begini ya, pas bulan Ramadan tahun ini ada kejadian pemadaman listrik di kota Majalengka saat malam hari. Pemadaman tidak seperti biasanya yaitu sampai pagi menjelang siang, dan usut punya usut ada gangguan di salah satu gardu induk.

Saya sempat cek meteran token sebelum pemadaman dan masih tersisa 30 kwh lebih. Setelah pemadaman, listrik kemudian menyala kembali tapi di rumah saya tidak nyala. Saya cek meteran ternyata rusak, wah abal-abal juga ini barang menurut saya.

Saya langsung kontak tetangga kampung yang kerja di PLN dan mengirim komplain untuk ditanggapi. Akhirnya setelah beberapa jam ada petugas PLN yang datang untuk cek listrik di rumah dan benar seperti dugaan saya, meteran rusak dan harus diganti. Sambil periksa meteran, dua pegawai lapangan tersebut sedikti mengeluh banyaknya komplain warga yang mati listrk seperti saya. Lah, itu kan sudah tugas PLN, laksanakan saja sebaik mungkin (dalam hati saya).
Meteran token listrik
Setelah itu sore hari datang petugas lain membawa meteran baru dan mengganti meteran yang lama. Kebetulan waktu itu saya sedang keluar dan hanya ada istri di rumah, jadi pas datang ke rumah sudah ada meteran baru terpasang dengan sisa 5 kwh. Waduh, padahal sebelumnya ada defisit 30 kwh lebih yang hilang karena rusak, pastinya ada record di data PLN, lumayan kan bisa buat 3 mingguan.

Selang dua hari saya kemudian ke kantor PLN pusat Majalengka untuk coba laporan tentang defisit token tersebut. No meteran sudah saya berikan ke petugas dan akan dicek katanya sore akan dikirim WA untuk token ganti jika memang ada defisit atau kwh terpotong gara-gara meteran rusak.

Saya kemudian menunggu hingga sore, eh belum juga nongol itu WA. Sampai tulisan ini dibuat 1 bulan lebih atau sudah lebaran ternyata tidak ada ganti rugi token saya yang hilang. Ya begitulah pelayanan publik di negeri ini, memang masih acak kadut. Meskipun 30 kwh mungkin dibilang sedikit untuk kaum tertentu tapi buat saya sangat berarti dan lumayan bisa menghemat pengeluaran terutama di masa pandemi saat ini. Anggap saja sodakoh jariyah.

Rabu, Juni 17

Inilah 92 Wilayah Zona Hijau Bebas COVID-19 di Indonesia

Inilah 92 Wilayah Zona Hijau Bebas COVID-19 di Indonesia

Pemerintah akhirnya memberikan keputusan untuk membuka kegiatan sekolah tapi khusus di zona hijau atau yang bebas dari penyebaran Covid-19. Akan tetapi pembukaan kegiatan sekolah tetap diatur dengan protokol kesehatan ketat.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 7 Juni 2020 menunjukkan ada 92 wilayah kabupaten/kota yang masuk zona hijau. Masyarakat diminta mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah agar zona hijau bisa dipertahankan.

Indikator zona hijau adalah adanya penurunan kasus positif, ODP, PDP dalam 2 minggu terakhir, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif dalam 2 minggu terakhir dan jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam 2 minggu.

Sementara jika sekolah ingin membuka kegiatan belajar mengajar maka harus memenuhi 5 syarat yaitu menyediakan fasilitas cuci tangan, ada akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar sekolah, wajib menggunakan masker dan pengecekan suhu badan pengunjung sekolah. Selain itu setiap siswa wajib mendapatkan izin dari orang tua untuk kembali ke sekolah. Orang tua di zona hijau berhak untuk tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah jika keberatan.

Sekolah yang dibuka adalah untuk jenjang sekolah menengah terlebih dahulu, sementara untuk SD dan TK/PAUD belum dibuka alias menyusul. Ternyata semakin ribet aja ya kegiatan belajar setelah wabah ini, semoga segera berakhir dan kehidupan semakin normal karena sekarang sama sekali tidak normal. Bayangkan kita mengajar di kelas pakai masker semua, janggal sekali. Berikut data wilayah zona hijau bebas COVID yang bisa membuka sekolah.
Sebaran zona hijau bebas COVID-19

1. Provinsi Aceh
Bireuen
Kota Langsa
Nagan Raya
Pidie Jaya
Kota Subulussalam
Kota Sabang
Aceh Besar
Aceh Jaya
Aceh Selatan
Aceh Singkil
Aceh Tengah
Aceh Tenggara
Aceh Barat

2. Bengkulu
Lebong

3. Kalimantan Timur
Mahakam Ulu

4. Jambi
Kerinci

5. Kepulauan Bangka Belitung
Belitung Timur

6. Nusa Tenggara Timur
Sabu Raijua
Manggarai Timur
Sumba Barat Daya
Sumba Tengah
Timor Tengah Utara
Timor Tengah Selatan
Ngada
Alor
Malaka
Belu
Rote Ndao
Sumba Barat
Kupang

7. Lampung
Mesuji
Lampung Timur

8. Kepulauan Riau
Lingga
Natuna
Kepulauan Anambas

9. Maluku
Maluku Tenggara Barat
Kota Tual
Kepulauan Aru

10. Maluku Utara
Halmahera Timur
Halmahera Tengah

11. Riau
Rokan Hilir
Kuantan Singingi

12. Sulawesi Tengah
Tojo Una-Una
Parigi Moutong
Donggala

13. Sulawesi Barat
Mamasa

14. Sulawesi Selatan
Toraja Utara

15. Sulawesi Tenggara
Konawe Kepulauan
Buton Selatan
Buton Utara
Konawe Utara

16. Sulawesi Utara
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Bolaang Mongondow Timur

17. Sumatera Utara
Nias Utara
Kota GunungSitoli
Samosir
Nias
Nias Selatan
Padang Lawas
Humbang Hasundutan
Nias Barat
Padang Lawas Utara
Labuhan Batu Selatan
Tapanuli Selatan
Mandailing Natal
Kota Sibolga
Pakpak Bharat

18. Sumatera Selatan
Muara Enim
Empat Lawang
Kota Pagar Alam

19. Papua
Intan Jaya
Asmat
Deiyai
Dogiyai
Mamberamo Raya
Mappi
Pegunungan Bintang
Supiori
Kepulauan Yapen
Puncak
Nduga
Yahukimo
Paniai
Tolikara
Yalimo
Lanny Jaya
Puncak Jaya

20. Papua barat
Tambrauw
Sorong Selatan
Maybrat
Pegunungan Arfak

Minggu, Mei 31

Berapa Nominal Gaji Standar Guru Lulusan S1?

Berapa Nominal Gaji Standar Guru Lulusan S1?

Pertanyaan judul blog ini pastinya terbersit di benak teman-teman yang berprofesi sebagai guru. 

Di postingan kali ini sebenarnya saya hanya ingin berbagi cerita pengalaman saja terkait profesi guru yang saya geluti sejak 10 tahun lalu, alhamdulillah hingga saat ini masih jadi guru juga.

Dulu pertamakali saya kuliah di jurusan geografi fakultas keguruan tidak pernah tersirat sedikitpun ingin menjadi guru. Saya hanya suka geografi jadi masuk jurusan geografi, tapi tak sadar masuknya pendidikan jadi ya pasti jadi guru.

Selama perkuliahan saya hanya diberikan ilmu seputar geografi dan sama sekali tidak tahu kondisi lapangan terkait gaji guru di sekolah terutama yang honorer. Dulu gaji guru PNS pun masih relatif kecil, karena orang tua saya juga guru namun setelah ada sertifikasi dan perubahan beberapa tahun terakhir maka sudah lebih sejahtera. Ini bagi guru PNS lho ya!.

Nah singkat cerita kuliah saya skip, lalu saya lulus S1 di bulan Mei 2010 dengan gelar Sarjana Pendidikan. Saat ini pula saya langsung mencari-cari sekolah di sekitar kampung untuk melamar dan akhirnya dapat di wilayah Sodonghilir. 

Setelah ngobrol dengan kepala sekolah yang sangat baik waktu itu, saya lalu dikasih tahu tentang besaran honor guru di sekolah tersebut yaitu 12.500 per jam. Dalam sebulan waktu itu pokonya saya dapat 175 ribu rupiah saja. Miris....pertama kali saya mendapat pengalaman tersebut. 

Coba bayangkan jerih payah 4 tahun kuliah lalu masuk dunia profesional dan mendapat bayaran seperti itu. Sementara teman saya lain yang bekerja di bidang lain mendapat gaji tidak kurang dari UMK di kisaran 1,5 jutaan, dulu masih lumayan untuk hidup.

Lambat laun saya lalu banyak membaca dan belajar tentang sistem penggajian guru di Indonesia khususnya honorer yang ternyat memang sangat-sangat tidak manusiawi menurut saya. Saya bukan menolak rezeki namun sebuah profesi apapun itu pasti memiliki standar. Ternyata inilah yang masih menjadi problematikan guru di Indonesia.

Bagaimana mungkin seorang guru bisa menyiapkan kegiatan belajar dengan baik jika di kelas masih memikirkan dapur besok ngepul atau tidak. Memang merubah tatanan pendidikan ini saya sendiri masih bingung dan tidak tahu harus seperti apa pemerintah Indonesia mengurus hal ini.
Gaji rata-rata tahun negara maju, jangan ngiler hanya pemanis saja

Saat ini memang ada sertifikasi guru namun itu pun ada syaratnya. Harus ngabdi 5 tahun dulu, belum lagi nanti harus program 2 bulan ngemodal lagi di tempat lain. Selain itu tunjangan turunnya juga 3 bulan sekali, itu pun kalau cair.

Kok terkesan guru matre sih?. Bukan matre, tapi sila kelima Pancasila harus ditegakan. Ikhlas itu adanya di dalam diri namun sebuah pengabdian dan pekerjaan layak mendapat balasan yang setimpal pula. 

Saya dulu jadi guru honor 6 bulan dan setelah itu cari lowongan di internet dan alhamdulillah bisa testing di sekolah swasta besar dan lolos sehingga bisa mendapat gaji yang diatas standar. 

Jadi menurut saya saat ini jika kita ingin memiliki gaji guru standar kalau swasta maka harus mencari sekolah yang besar, bersaing testing dengan guru lain. Saya pun dulu demikian dan alhamdulilah lolos testing meski saingan saya dulu dari UI, UNPAD, ITB dan lainnya.

Jadi memang sekolah di Indonesia saat ini sudah terstratifikasi, ada yang elite, menengah dan sangat bawah. Akui saya fakta berbicara demikian. Saya rasa tidak layak guru lulusan S1 yang meski belum pengalaman di gaji dibawah 4 juta rupiah (menurut saya). 

Saya pernah mencoba keliling beberapa sekolah untuk testing dan saat HRD memberikan alasan kenapa gaji kurang dari yang saya minta adalah karena pengalaman saya masih kurang. Menurut saya ini tidak menghargai perjuangan meraih ilmu selama 4 tahun, dan terkesan kita tidak dinilai apa-apa.

Jadi idealnya gaji seorang guru yang baru lulus S1 menurut saya ada di kisaran 4 jutaan, setelah itu nanti akan berkembang dengan sendirinya karena pasti akan banyak pelatihan dan program-program lain. Jangan sampai profesi guru menjadi profesi yang dianggap ecek-ecek, padahal semua orang besar di negeri ini berkat jasa guru.

Persoalan guru honorer di negeri ini memang rumit dan saya tidak tahu sejak kapan sistem ini muncul. Pemerintah harus cepat membereskan persoalan ini karena kesejahteraan dan keadilan sosial adalah marwah Pancasila dan jika itu dilanggar maka dosa negara akan abadi selamanya. Serem banget ya kata-katanya, tapi gak papa lah yang penting nulis. Salam.

Minggu, Mei 10

Teknik Menulis 4R dari Farrah Dina

Teknik Menulis 4R dari Farrah Dina

Postingan kali ini adalah resume kuliah belajar menulis online di WA Grup PGRI. Narasumber yang dihadirkan pada kesempatan ini adalah Farrah Dina. Decrates mengatakan bahwa membaca buku sama halnya dengan berbicara dengan orang bijak di masa lalu. 

Setiap orang tentu ingin menjadi seorang penulis yang karyanya bisa diterbitkan lalu disukai pembaca. Pembaca adalah aset seorang penulis tapi membuat pembaca tertarik dengan karya kita adalah sesuatu yang perlu perjuangan.
Menulis bisa dilakukan semua orang
Mba Farrah Dina mengemukakan bahwa setidaknya kita butuh 4R jika ingin menjadi penulis hebat.
1.    Renjana
Renjana dalam bahasa Indonesia adalah passion. Passion adalah sesuatu yang membuat kita tertarik dan sesuai dengan minat. Jadi jika kita menulis maka harus menemukan passion kita di mana. Apakah kita suka tulisan ilmiah, fiksi, novel, perjalanan atau buku cerita anak atau apa?. Itulah tugas kita yaitu memahami diri sendiri terlebih dahulu.
Jika kita menulis sesuai passion maka tulisan akan mengalir dengan sendirinya. Contohnya jika saya guru geografi maka pasti akan mudah menulis materi geografi di blog, tidak mungkin saya menulis materi fisika pasti tidak nyambung dan miskin ide.


2.    Rutin
Rutin itu bukan hanya rutin menulis namun rutin membaca. Seorang penulis hebat adalah seorang pembaca yang hebat juga. Jika kita banyak membaca maka wawasan kita akan banyak sehingga kosakata di otak kita semakin bertambah. Jadi membaca adalah salah satu kunci kita menjadi penulis hebat. Menulis bisa dimana saja, kapan saja dan tentang apa saja. Luangkan waktu dalam 24 jam sehari untuk menulis. 


3.    Review
Saat kita menulis maka lakukanlah sampai tuntas. Setelah tuntas baru kita mereview tulisan tersebut. Kita bisa melihat kesalahan, kekurangan atau kelebihan tulisan kita. Jadi bereskan dulu tulisannya baru review. Jangan sampai mereview tulisan yang belum selesai, bisa jadi naskah kita tidak akan beres-beres karena terlalu banyak mengedit di tengah jalan.


4.    Ruang bagi Pembaca
Kita tidak bisa menjadi penulis hebat tanpa adanya ekosistem pembaca. Jadi seorang penulis harus menjalin relasi kuat dengan pembacanya. Kita harus terus memperbaiki tulisan dan sekali-kali membuat ruang untuk diskusi dengan pembaca. Kita bisa menjadwalkan seminar, worskhop atau sejenisnya agar pembaca bisa langsung bertemu dengan penulisnya dan berdiskusi.

Kamis, April 30

Resume Belajar Menulis Online Part 3: Membangun Mood Menulis

Resume Belajar Menulis Online Part 3: Membangun Mood Menulis

Menulis memerlukan keterampilan dan kemampuan tersendiri yang jika dilakukan latihan secara konsisten dengan terus mengevaluasi hari ke hari maka niscaya kemampuan menulis kita akan semakin terasah.

Untuk menjadi penulis handal makakita harus mengalahkan diri kita sendiri dahulu yaitu kemalasan dan ketidakpercayaan diri. Kita sering kali tidak yakin tulisan yang dibuat akan memberikan makna sehingga selalu kalah di awal. Kita juga harus menyiapkan waktu untuk menulis dan memanfaatkan ide yang ada. Ide ini sering muncul tiba-tiba dan penulis wajib menulis poin-poin ide tersebut untuk bahan tulisan nantinya.


Memulai adalah sesutu yang wajib dipahami seorang penulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai bukan yang sempurna. Hakikat sempurna adalah miliki Tuhan jadi jika kita ingin menjadi penulis maka niatkan untuk menyelesaikan tulisan sebaik mungkin.


Dalam perjalanan menjadi seorang penulis kadang kita sering ada pada masa tidak mood untuk menulis. Ini tandanya otak kita penat dan butuh istirahat, maka jalan terbaik adalah istirahatkanlah otak dengan melakukan berbagai kegiatan seperti traveling, bermain, olahraga dan lainnya.


Otak manusia tidak bisa dipacu terus-menerus jadi pahamilah mekanisme tersebut dalam menulis. Saat mood kita baik, menulis apapun terasa cepat karena ide terus menerus muncul di dalam pikiran. Carilah waktu mood terbaik kita saat menulis karena setiap orang bisa berbeda-beda.

Carilah ide menulis dari apa yang panca indera kita lihat dan rasakan
Level pertama yang bisa kita mulai jika ingin menjadi penulis adalah dengan membuat blog pribadi. Kita bisa menulis segala hal di blog kita tanpa ada batas ruang dan waktu. Tulislah pengalaman-pengalaman pribadi terlebih dahulu, karena itu adalah ide yang paling mudah. Buatlah mind map terlebih dahulu jika dirasa terlalu sulit. Kembangkan kata kunci yang dibuat menjadi kalimat-kalimat yang nantinya akan menjadi sebuah paragraf.

Setelah kemampuan menulis di blog terasah dan terbiasa maka cobalah untuk meniakan level degan mencoba mengirim tulisan ke media cetak atau koran. Buatlah tentang opini tertentu. Mungkin tulisan kita bisa disetujui dan bisa tidak, inilah yang menjadi tantangan kita untuk menjadi seorang penulis handal.


Jika tahap demi tahap tersebut terlalui maka suatu saat yakinlah kita bisa menulis dan menerbitkan buku hasil karya sendiri. Intinya kita hanya perlu berlatih memaksakan diri mengetik keyboard laptop. Kebiasaan yang terus dibangun lama kelamaan kan menjadi budaya sampai suatu saat nanti jika kita tidak menulis sehari  saja maka serasa berdosa.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close

Iklan Melayang