Guru Geografi: Demografi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Demografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demografi. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 13

Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik

Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik

Proyeksi penduduk merupakan metode hitung prediksi jumlah penduduk di masa depan berdaarkan kondisi saat ini dengna kondisi sebelumnya. Mengapa diperlukan proyeksi penduduk?. 

Karena dengan menghitung prediksi tersebut maka pemerintah bisa membuat rancangan dan strategi pembangunan sesuai dengan prediksi kondisi yang sekiranya akan terjadi di masa depan. 

Baca juga:
Klasifikasi iklim Koopen dan cirinya
Ciri tanah laterit dan penggunaannya

Model yang banyak digunakan saat ini untuk menghitung proyeksi penduduk adalah dengan model matematika geometrik dan aritmatik. Faktor utama dari adanya dinamika populasi penduduk adalah kelahiran, kematian dan migrasi. Gambar: eoi.es
Menghitung Proyeksi Penduduk Geometrik dan Aritmatik
Proyeksi Penduduk Dunia
Rumus Proyeksi Penduduk Aritmatik
Dalam metode proyeksi ini, asumsinya adalah angka pertumbuhan penduduk dalam durasi waktu tertentu tetap konstan. Misalnya kenaikan populasi 20% di tahun 2010 akan sama 20% pada tahun 2020 juga. Dalam metode ini kita mengasumsikan garis lurus hubungan antara populasi dengan waktu. Baca juga: Simbol dan warna peta

Pt = P + b.t

Keterangan
Pt = Proyeksi penduduk di masa depan
P  =  Penduduk tahun awal
b  = angka pertumbuhan penduduk tahunan
t   = waktu/periode

Rumus Proyeksi Penduduk Geometrik
Dalam metode proyeksi ini, pertumbuhan penduduk diasumsikan mengikuti deret geometri. Pertumbuhan diasumsikan konstan untuk jangka waktu tertentu.

Pn = Po (1+r)⒩

Pn  = Proyeksi penduduk tahun tertentu
Po  = Penduduk awal tahun
1    = konstanta
r     = angka pertumbuhan penduduk
n    = rentang tahun

Contoh kasus:
Di tahun 2000, jumlah populasi penduduk Bandung 20 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk tahunan 4%. Berapa proyeksi penduduk Bandung di tahun 2002?
Pn = Po (1+r)⒩
      = 20 juta (1+4 %)²
      = 20 juta (1+0.04)²
      = 21,632 juta

Proyeksi penduduk penting untuk jangka waktu singkat atau panjang dengan kondisi ekonomi statis. Saat ekonomi dinamis, kondisi sosial berubah, tatanan politik berubah maka proyeksi penduduk bisa berubah pula dan tidak akurat. 

Pravin Visaria telah membuktikan bahwa semua proyeksi tahun 1961 tentang India dan Pakistan salah. Artinya banyak faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan penduduk sebuah negara. Baca juga: Fenomena bonus demografi dan dampaknya
 
Jangan lupa dukung chanel guru geografi di youtube berikut ini!. Like dan share videonya ya!.

Selasa, Maret 7

Mengukur Kualitas Hidup Manusia: HDI dan Indeks Gini

Mengukur Kualitas Hidup Manusia: HDI dan Indeks Gini

Jumlah manusia semakin hari semakin bertambah banyak, namun apakah pertambahan tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas hidup manusia?. 
 
Hingga kini sudah banyak model pengukuran yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup manusia. 

Kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai indikator yang umum digunakan dalam mengukur kualitas hidup manusia secara kuantitatif yaitu Human Development Index (HDI) dan Index Gini.
 
HDI atau Indeks Pembangunan Manusia adalah sebuah model statistik yang digunakan untuk mengukur angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi penduduk sebuah negara. 
 
HDI biasa digunakan untuk menggolongkan sebuah negara ke dalam negara maju, berkembang atau terbelakang. 

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015
Tahap-tahap pembentukkan fosil pada batuan

HDI juga digunakan untuk mengukur sejauhmana pengaruh kebijakan ekonomi terhadap peningkatan kualitas hidup suatu penduduk. HDI dapat menganalisa bagaimana dua negara dengan level pendapatan sama namun menghasilkan pembangunan manusia yang berbeda. 

Hal ini dapat menjadi kritik atas prioritas kebijakan pemerintah. Ada setidaknya tiga dimensi pembangunan manusia yang dapat diukur yaitu: Kesehatan, Pendidikan dan Standar Hidup. Gambar: economicshelp.org, blogs.lclark.edu
Peringkat HDI negara dunia
Dimensi kesehatan dinilai dengan harapan hidup saat lahir, dimensi pendidikan diukur dengan rata-rata tahun sekolah untuk penduduk dewasa berusia 25 tahun lebih serta tahun usia masuk sekolah pada tingkat anak-anak. 

Standar dimensi hidup diukur melalui pendapatan nasional bruto per kapita. Skor untuk tiga indeks HDI kemudian dikumpukan menjadi satu indeks komposit menggunakan rata-rata geometris. Baca juga: Konsep lokasi absolut dan relatif

Berdasarkan data United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2012, menunjukkan negara dengan HDI tertinggi dipegang oleh Norwegia dengan angka indeks 0.955 sementara Indonesia berada di peringkat 121 dengan skor 0.624. 

Jenis parameter lain untuk melihat perkembangan suatu negara adalah Indeks Gini. Indeks Gini merupakan pengukuran distribusi pendapatan penduduk suatu negara. Nominal angka berkisar antara 0 dan 1 didasarkan pada pendapatan bersih warga, membantu melihat kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin.

 Angka 0 menunjukkan kesetaraan sempurna sementara 1 menandakan kesenjangan sempurna. Perhitungan Indeks Gini dinyatakan dalam persentase yang disebut dengan Koefisien Gini. Baca juga: Zero population dan kemakmuran

Koefisien Gini sangat penting untuk menganalisa kemiskinan relatif dalam suatu negara . Negara kaya dan negara miskin bisa memiliki indeks Gini sama selama distribusi pendapatan negara mereka sama. 

Koefisien Gini sering digambarkan secara grafik sebagai daerah antara kurva Lorenz dan garis keseimbangan. Indeks Gini dunia pada tahun 2016 berada di angka 0.52 mengalami penurunan daripada awal tahun 2000 di angka 0.545. 

Negara-negara Eropa seperti Denmark, Slovenia dan Ukraina memiliki distribusi pendapatan yang merata dengan koefisien dibawah 0.25. 
Sebaran Index Gini di dunia

Kamis, Februari 16

Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu

Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu

Penduduk dunia saat ini semakin pesat dan akan terus bertambah seiring majunya peradaban. Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah populasi dunia saat ini menyentuh angka 7 Milyar jiwa. 

Pencatatan mengenai pertumbuhan manusia mulai ada di tahun 1650 an. Menurut sejarahnya ada lima fase perkembangan populasi di dunia.
Pertumbuhan Penduduk Dunia Waktu ke Waktu
Pertumbuhan Penduduk Dunia Masa ke Masa
Periode 1650 - 1800
Pada masa ini diperkirakan populasi dunia sekitar 900 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 0.4% per tahun. Ciri pada periode ini antara lain: mulai berkembangnya teknik pertanian, pabrik-pabrik mulai dibangun dengan teknologi sederhana, sarana dan prasarana transportasi mulai dibangun dan kondisi politik negara-negara di dunia relatif stabil

Periode 1800 - 1850
Dalam masa ini, populasi duni tumbuh sekitar 33% dan ditandai dengan kejadian berikut: meningkatnya tatanan politik dan ekonomi negara, kesadaran akan lingkungan mulai membaik sehingga tingkat kesehatan meningkat, mulai dikembangkannya program keluarga berencana.

Periode 1850 - 1900
Fase ini memiliki ciri: mulai dilakukannya sensus penduduk di negara Eropa, peningkatan produktifitas manusia karena perkembangan IPTEK, fertilitas di berbagai negara mulai menurun.

Periode 1900 - 1930
Pada masa ini. Perang Dunia I berkecamuk dan pola perkembangan penduduk dunia dibagi kedalam 3 zona yaitu:
- wilayah Amerika Serikat dan Eropa Barat pertumbuhan populasi mulai terkendali.
- wilayah Eropa Timur, Afrika Utara, Amerika Latin dan Jepang, angka pertumbuhan penduduknya masih tinggi.
- wilayah diluar zona tadi pertumbuhan penduduknya tidak terkendali.

Periode 1930 - sekarang
Masa ini merupakan periode ledakan penduduk dunia. Mengapa demikian?. Berikut faktor nya:
- masa perang dunia berakhir
- pelayanan kesehatan pendidikan meningkat
- penemuan obat dan antibiotik
- teknologi semakin pesat berkembang
- tingkat kesejahteraan meningkat
- berbagai makanan minuman baru banyak ditemukan
 
Gambar: econosystemics.com

Senin, Februari 13

Rumus Angka Kelahiran Kasar, Umum dan Berdasarkan Usia

Rumus Angka Kelahiran Kasar, Umum dan Berdasarkan Usia

Kelahiran atau fertilitas merupakan peristiwa lahirnya seorang bayi dari seorang ibu yang ditandai dengan danya kehidupan (life birth).  
 
Tanda kehidupan yaitu dengan adanya kejadian bernapas, menangis dan bergerak. 

Istilah lain dari fertilitas adalah fekunditas yaitu kemampuan secara fisiologis dan biologis seorang ibu untuk melahirkan bayi hidup selaam amsa reproduksi. 

Perhitungan fertilitas lebih rumit jika dibandingkan dengan mortalitas karena seorang ibu hanya sekali hidup namun punya kemampuan lebih dari satu kali untuk melahirkan hidup selama masa reproduksi. 

Di lain pihak, proses kelahiran melibatkan dua orang yaitu suami isteri sementara kematian hanya melibatkan satu orang. Fertilitas punya beberap cara perhitungan yang sangat berguna bagi berbagai kepelruan, diantaranya:

1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Tingkat kelahiran kasar (CBR) dapat diartikan sebagai banyaknya kelahiran hidup pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun. Rumus angka kelahiran kasar adalah sebagai berikut:
Rumus Angka Kelahiran Kasar, Umum dan Berdasarkan Usia
CBR = Angka kelahiran kasar
Pm   = penduduk pada pertengahan tahun
B     = jumlah kelahiran hidup pada tahun tertentu
K    = Konstanta (biasanya 1.000)

Contoh:
Di tahun 2012 jumlah penduduk Bogor memiliki CBR 42,3, artinya pada tahun tersebut tiap 1.000 penduduk terdapat kelahiran 42,3 bayi. Perhitungan CBR dibagi oleh seluruh penduduk baik laki atua perempuan padahal yang melahirkan adalah perempuan.

2. Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate)
Perhitungan GFR lebih teliti dibanding CBR karena dalam perhitungan GFR, pembagi-nya adalah penduduk wanita yang berada dalam usia reproduksi yaitu 15-49 tahun. Rumus angka kelahiran umum adalah:
Rumus Angka Kelahiran Kasar, Umum dan Berdasarkan Usia
GFR   = Angka kelahiran umum
B        = jumlah bayi
P (15-49) = jumlah penduduk wanita berusia 15 - 49 tahun
K       = konstanta (biasanya 1.000)

Contoh: Bila data kependudukan Madiun menunjukan angka GFR adalah 61, maka terdapat 61 bayi yang lahir hidup dari 1.000 penduduk wanita yang berusia 15 - 49 tahun tertentu pada pertengahan tahun.

3. Tingkat Kelahiran Berdasarkan Usia (Age Specific Fertility Rate)
Tingkat kelahiran berdasarkan usia atau ASFR  ini perhitungannya lebih detail dibandingkan dua perhitungan sebelumnya, mengingat perhitungan ini berdasarkan kelompok usia dengan interval lima tahun dari seorang wanita selama masa reproduksinya. Rumus hitung ASFR adalah
Rumus Angka Kelahiran Kasar, Umum dan Berdasarkan Usia
ASFR  = Kelahiran bayi dari ibu berusia spesifik
a = 15-19 tahun
b = 20-24 tahun
c = 25-29 tahun
d = 30-34 tahun
e = 35-39 tahun
f = 40-44 tahun
g = 45-49 tahun

Bi = jumlah bayi yang dilahirkan ibu berusia di atas
Pfi = Jumlah penduduk wanita pada rentang usia di atas

Misal jika ASFR (15-19) di Kota Karawang adaah 15, maka artinya terdapat 15 kelahiran dari 1.000 penduduk wanita yang berusia 15-19 tahun pada tahun tersebut.

Baca juga: 
Rumus hitung pertumbuhan penduduk alami dan total
Faktor pro dan anti mortalitas 
 
Jangan lupa dukung chanel guru geografi di youtube berikut ini!. Ada banyak pembahasan materi lengkap, subscribe yo!.
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close