Guru Geografi: Filsafat Geografi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Geografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 17

Sejarah Pandangan Geografi Posibilisme

Sejarah Pandangan Geografi Posibilisme

Ada dua pandangan utama yang berkembang dalam diri seorang geografer yaitu fisis determinisme dan possibilisme. 

Kali ini kita akan bahas mengenai possibilisme meskipun pada dasanya kedua pandangan tersebut saling meramu satu sama lain tergantung kondisi.

Possibilisme adalah reaksi dari filosofi determinisme lingkungan yang sebelumnya eksis. Possibilisme dalam geografi berasumsi bahwa kebudayaan dikendalikan oleh kondisi sosial masyarakat bukan pada kondisi fisikal wilayah.

Posibilis/ posibilisme adalah teori yang dikemukakan Vidal de la Blache, mengungkapkan bahwa manusialah yang menentukan kehidupannya. Determinis/determinisme adalah teori yang mengungkapkan bahwa alam (fisik) bumi yang menentukan kehidupan manusia, dikemukakan Fredrich Ratzel. 

Alam memberikan kemungkinan manusia memanfaatkan semua sumber daya sesuai dengan tradisi, budaya dan tingkat perkembangan sosial ekonomi. Manusia dipandang bukan hanya produk lingkungan alami.

Alam tidak lain lebih dari sekedar pemberi sinyal atau nasihat yang bisa kita pikirkan solusi pemecahannya. Kemungkian pada setiap wilayah dibatasi oleh harga yang bersedia dibayar oleh manusia atas apa yang diinginkannya dari lingkungan. 

Jika kita ingin mengebor minyak tentu kita perlu biaya yang sudah dikalkulasi sebelumnya.
Pemetik teh
Saat ini budidaya tanaman pangan misalnya sudah sangat berkembang pesat. Di daerah perkotaan dengan gedung bertingkat kita bisa membuat hutan, menanam padi, buah dan lainnya dengan bantuan teknologi. 

Di masa lalu pekembangan pertanian sangat ditentukan faktor topografi, tanah, iklim dan lainnya. Tapi saat ini kemungkinan itu sudah diciptakan manusia dengan lahirnya hidropnik, vertical garden atau lainnya.

Pada prinsipnya manusia memiliki kemungkinan dalam mengelola dan mengendalikan wilayah namun tentu alam memiliki batas pula yang kadang tidak bisa kita tembus penghalangnya. Contohnya saat ini kita tidak bisa memprediksi kapan gempa tektonik akan terjadi.

Jumat, Desember 8

Cabang Ilmu Filsafat Yang Utama

Cabang Ilmu Filsafat Yang Utama

Filsafat secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok sistematis dan sejarah filsafat. Filsafat sistematis bertujuan dalam pembentukan dan pemberian landasan pemikiran filsafat. Di dalamnya meliputi logika, metodologi, epistemologi, filsafat ilmu, etika, estetika,

 metafisika, teologi, filsafat manusia dan kelompok filsafat khusus seperti filsafat sejarah, filsafat hukum, filsafat komunikasi dan lainnya. Adapun sejarah filsafat adalah bagian yang berupaya meninjau pemikiran filsafat masa ke masa meliputi filsafat Yunani, India, Cina dan Islam.

Berikut ini pengertian cabang-cabang filsafat yang utama:
1. Logika
Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan  pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. 

Dengan mempelajari logika diharapkan dapat menerapkan asas bernalar sehingga dapat menarik kesimpulan dengan tepat. Persoalan-persoalan logika antara lain apa yang dimaksud pengertian?. Apa yang dimaksud dengan penyimpulan?. 

Apa aturan-aturan untuk dapat menyimpulkan secara lurus?. Sebutkan pembagian silogisme?. Sebutkan pembagian sesat pikir?.

2. Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang  membicarakan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan dan kesahihan pengetahuan. Adapun filsafat ilmu mempelajari tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara bagaimana mendapatkannya. 

Dengan belajar epistemologi dan filsafat ilmu diharapkan dapat membedakan antara pengetahuan dan ilmu serta mengetahui dan menggunakan metode yang tepat dalam memperoleh suatu ilmu serta mengethui kebenaran suatu ilmu itu ditinjau dari isinya. 

Persoalan dalam epistemologi adalah bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu?. Darimana pengetahuan itu dapat diperoleh?. Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai?. Apa perbedaan antara pengetahuan apriori dengan pengetahuan a posteriori?.
Cabang Ilmu Filsafat Yang Utama
Pohon cabang filsafat

3. Etika
Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitannya dengan baik dan buruk. Dengan berlajar etika diharapkan dapat membedakan istilah yang sering muncul seperti etika, norma, dan moral. 

Di sisi lain, dapat mengetahui dan memahami juga tingkah laku apa yang baik menurut teori tertent dan sikap yang baik sesuatu dengan kaidah-kaidah etika. Jadi objek material etika adalah tingkah laku atau perilaku manusia, yang dilakukan secara sadar dan bebas. 

Objek formal etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral atau tidak bermoral dari tingkah laku tersebut. Berbagai persoalan dalam etika diantaranya adalah apa yang dimaksud baik dan buruk secara moral?. 

Apa syarat-syarat sesuatu perbuatan dikatakan baik secara moral?. Bagaimanakah hubungan antara kebebasan kehendak dengan perbuatan susila?. Apa yang dimaksud dengan kesadaran moral?. Bagaimanakah peranan hati nurani dalam setiap perbuatan manusia?.

4. Estetika
Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan. Objek dari estetika adalah pengalaman akan keindahan. 

Dengan belajar estetika diharapkan dapat membedakan antara estetika filsafat dengan estetika ilmiah, berbagai teori keindahan, pengertian seni, penggolongan seni, nilai seni, aliran dalm seni dan teori penciptaan dalam seni. 

Persoalan estetika antara lain apakah keindahan itu?. Keindahan itu bersifat objektif atau subjektif?. Apa yang merupakan ukuran keindahan?. Apa peranan dalam kehidupan manusia dan bagaimana kaitan keindahan dengan kebenaran?.

5. Metafisika
Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Metafisika membicarakan sesuatu dibalik yang nampak. Dengan belajar metafisika orang akan mengenal Tuhannya dan mengetahui berbagai aliran dalam metafisika. 

Persoalan metafisika dibagi ke dalam tiga macam yaitu ontologi, kosmologi dan antropologi. Persoalan ontologis antara lain apa yang dimaksud dengan ada, keberadaan atau eksistensi itu?. Apa sifat dasar kenyataan atau keberadaan?. 

Persoalan kosmologis bertalian dengan asal mula, perkembangan dan struktur atau susunan alam seperti jenis keteraturan apa yang ada di alam?. Apa hakikat hubungan sebab dan akibat?. Apakah ruang dan waktu itu?. 

Persoalan antropologi seperti bagaimana terjadi hubungan badan dan jiwa?. Apa yang dimaksud kesadaran?. Manusia itu mahluk bebas atau tidak?.

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close