Guru Geografi: Geografi Ekonomi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 18

Dampak Positif dan Negatif Pasar Bebas Bagi Indonesia

Dampak Positif dan Negatif Pasar Bebas Bagi Indonesia

Sistem pasar bebas atau free market dikemukakan pertamakali oleh Adam Smith pada tahun 1776. 

Ekonomi pasar bebas dikendalikan oleh harga dalam pasar yang ditentukan oleh perilaku pembeli dan penjual yang masing-masing bertindak demi kepentingan sendiri dan dalam rangka persaingan satu sama lain.

Pasar bebas membuat berbagai komoditas kini semakin membanjiri pasar dan masyarakat semakin mudah mencari barang kebutuhan mereka sendiri baik di pasar online maupun offline.

Pasar bebas telah menjadi suatu keniscayaan di era globalisasi saat ini. Apa dampak pasar bebas bagi Indonesia?. Berikut uraiannya:
Pasar bebas di era globalisasi
Dampak Positif Pasar Bebas
1. Pemasaran barang dan jasa dari Indonesia dapat memperluas jangkauannya ke negara-negara lain.
2. Hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan bisa tidak ada. Ini akan berdampak pada peningkatan ekspor yang membuat PDB akan meningkat signifikan.
3. Investor Indonesia dapat memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN. Begitupun kita bisa menarik investasi dari para pemodal-pemodal ASEAN.
4. Para pengusaha akan semakin kreatif dengan adanya persaingan ketat.
5. Para profesional akan meningkatkan keterampilan, kompetensi dan profesionalitas yang dimilikinya.
6. Berbagai produk dalam dan luar negeri mudah diperoleh dengan harga lebih bersaing.

Dampak Negatif Pasar Bebas
1. Kemudahan masuknya barang luar negeri akan memicu konsumerisme pada masyarakat.
2. Resiko persaingan akan muncul dengan banyaknya barang impor yang mengalir ke Indonesia.
3. Ketidakmampuan bersaing dapat meninmbulkan kerugian bagi industri lokal.
4. Defisit neraca perdagangan bagi Indonesia dapat terjadi.
5. Peningkatan impor karena daya saing yang rendah dapat menyebabkan produk luar negeri menguasai pasar domestik.
6. Jika iklim investasi dalam negeri tidak kondusif, arus modal ke dalam negeri akan berkurang dan terbuka. Maka kemungkinan investasi domestik akan keluar dari Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena bebasnya arus investasi antar negara.
7. Akan banyak tenaga asing membanjiri Indonesia akibat persaingan kualitas SDM. Pekerja lokal akan semakin tersisih jika tidak bisa bersaing.
8. Semakin masifnya eksploitasi sumber daya alam yang memicu degradasi lingkungan di Indonesia.
9. Meningkatnya pekerja outsoursing yang sangat merugikan pekerja.

Baca juga: Kunci jawaban evaluasi geografi erlangga

Minggu, September 8

12 Faktor Terjadinya Resesi Ekonomi Dunia

12 Faktor Terjadinya Resesi Ekonomi Dunia

Menjelang akhir tahun 2019 ini Indonesia tengah gusar dengan prediksi adanya resesi ekonomi dunia seperti tahun 2001 dan 2008. 

Memang apa sih yang dimaksud resesi ekonomi dunia itu dan mengapa hal tersebut bisa terjadi?.

Pengertian Resesi Ekonomi
Resesi ekonomi dapat diartikan sederhana sebagai menurunnya Pendapatan Domestik Bruto atau GDP selama kuartal berturut-turut. GDP adalah total nilai barang dan jasa yang diproduksi negara dalam periode waktu tertentu. 

Di era ekonomi global saat ini, resesi ekonomi adalah sebuah siklus yang akan berulang dalam beberapa tahun, tidak bisa dibantahkan lagi.

Ada setidaknya 12 faktor penyebab resesi ekonomi. Tanda utama adalah GDP bergerak negatif dalam kuartal tertentu, ini adalah gejala dimulainya siklus resesi ekonomi.
 

1. Hilangnya Kepercayaan Investasi
Hilangnya kepercayaan investasi membuat konsumen berhenti untuk membeli dan balik ke defensif mode. Dalam masa krisis ini, kepanikan mulai terbentuk. Penjualan retail menurun, bisnis-bisnis menjalakan sedikit iklan dan pengangguran meningkat. 

Manufaktur mengurangi produksi imbas dari menurunnya permintaan pasar. Untuk mengembalikan kepercayaan investasi, bank federal dan central harus mengambil kebijakan strategis.

2. Suku Bunga Tinggi
Saat harga naik maka likuiditas akan dibatasi. Pelaku terbesar adalah Pihak Federal yang sering menaika suku bunga untuk melindungi dollat. 

The Fed menaikkan suku bungan untuk melawan stagflasi, penyebab resesi 1980. Tujuannya sama untuk melindungi dollar dan emas, sehingga depresi besar ekonomi bisa diminimalisir.

3. Anjoklnya Pasar Saham
Hilangnya kepercayaan mendadak dalam investasi dapat menciptakan "bear market" dan mengurasi modal bisnis. Pasar saham yang mengalami crash adalah salah satu penyebab resesi ekonomi.
Pengertian dan faktor terjadinya resesi ekonomi
4. Jatuhnya Harga Properti
Harga properti yang jatuh akan membuat pemilik rumah kehilangan ekuitas yang mendorong banyaknya penyitaan. Ini adalah pemicu awal resesi ekonomi untuk alasan berbeda. Bank kehilangan uang yang berdasar pada nilai dasar unit properti.

5. Pesanan Manufaktur Melambat
Saat pesanan manufaktur melambat maka resesi bisa diprediksi. Pesanan untuk barang tahan lama mulai jatuh pada Oktober 2006, jauh sebelum resesi 208 melanda.

6. Deregulasi
Pembuat kebijakan/UU bisa memicu resesi ekonomi dengan menghapus beberapa perlindungan penting dalam sektor ekonomi makro dan mikro.

7. Manajemen Buruk
Praktik bisnis yang buruk bisa memicu resesi ekonomi. Di tahun 1990 lebihd ari 1.000 bank di AS dengan total aset 500 juta dollar kolaps akibat dari tukar guling tanah, pinjaman macet dan aktivitas ilegal lain.

8. Kontrol Upah Pekerja
Ini terjadi pada 1971 saja, saat Presiden Richard Nixon membekukan upah dan harga untuk menghentikan inflasi. Permintaan jatuh karena keluarga memiliki pendapatan rendah. Perusahaan tidak bisa menurunkan harga sehingga mereka banyak mem PHK pekerja, resesi terjadi di 1973.

9. Pelambatan Pasca Perang
Perekonomian melambat setelah Perang Korea yang memicu resesi 1953. Kejadian serupa terjadi setelah PD II yang menyebaban resesi ekonomi tahun 1945.

10. Krisis Kredit
Hal ini terjadi saat lembaga keuangan punya beban utang berat dalam menjalankan kewajiban hutang. Perputaran uang macet sehingga terjadi krisis besar-besaran.

11. Meledaknya Aset
Hal ini terjadi saat harga barang seperti emas, saham atau perumahan meningkat di luar nilai normal. Penggelembungan nilai harga aset ini menjadi awal pertanda resesi ekonomi.

12. Deflasi
Saat harga jatuh maka akan menjadi efek buruk dibandingkan inflasi. Deflasi mengurangi nilai barang dan jasa yang dijual di pasaran, mendorong orang menunggu harga lebih rendah. Permintaan kemudian jatuh dan resesi dimulai. Deflasi disebabkan perang dagang yang mendorong depresi besar ekonomi.

Rabu, September 5

Masalah-Masalah Yang Dihadapi Negara Maju

Masalah-Masalah Yang Dihadapi Negara Maju

Negara maju adalah negara yang sudah mapan scara ekonomi. Namun apakah kalian pikir negara maju di dunia tidak punya masalah?. 

Pada hakikatnya negara maju merupakan negara yang berkecukupan dan sudah terpenuhi semua kebutuhannya. Seperti halnya negara Jepang sudah terkenal dengan masyarakatnya yang disiplin dan teratur. 

Seluruh sarana jalan telah diatur sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, begitu pun gedung-gedung pencakar langitnya dibangun dengan teratur. 

Meskipun sudah terbiasa dengan budaya disiplin dan hidup dengan teratur, tetapi tetap saja negara-negara maju seperti Jepang juga menghadapi berbagai masalah ekonomi. Masalah tersebut adalah sebagai berikut.
Masalah-Masalah Yang Dihadapi Negara Maju
Sudut Kota Zurich di Swiss
1. Ekpansi Tenaga Kerja Negara Berkembang
Negara maju memiliki pertumbuhan penduduk yang lambat atau bahkan berangka satu (zero population growth) sehingga negara maju kekurangan tenaga kerja. 


Meskipun di negara maju peraturan ketenagakerjaan sudah baik, tetapi tetap saja arus masuk tenaga kerja dari negara berkembang ke negara maju membawa dampak negative. 

Hal ini disebabkan perbedaan budaya antara penduduk asli dan penduduk pendatang. Dampak negative itu diantaranya, terjadi bentrokan fisik atau konflik sosial lain antara penduduk asli dan penduduk pendatang

2. Masuknya Produk Negara Berkembang
Produk negara berkembang banyak masuk kenegara maju. Globalisasi ekonomi menyebabkan hambatan perdagangan antar negara semakin berkurang. 

Produk negara berkembang seperti dari Cina dan Taiwan banyak beredar dipasar negara Eropa sehingga konsumen lebih banyak memiliki pilihan produk. 

Produk cina dan Taiwan tidak kalah bersaing dari segi inovasi maupun kualitasnya. Produk-produk cina dan Taiwan biasanya lebih murah sehingga dapat mengancam produk-produk eropa yang biasanya lebih mahal harganya

3. Investasi Banyak Ke Luar Negara
Banyak pengusaha dari negara maju yang menanamkan investasi di negara berkembang. Mereka berusaha menghindari pajak yang tinggal di negaranya sendiri dan berusaha untuk menghemat biaya produksi.

Disamping itu, negara berkembang merupakan pasar potensial bagi produk-produk dari luar negeri. 

Jika pengusaha dari negara maju membuka perusahaan di negara berkembang, tentu akan lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Hal ini jelas akan lebih mempermudah sistem pemasarannya. 

Akibat langsung dari pengusaha negara maju yang berinvestasi di negara berkembang adalah menurunnya tingkat investasi di negara maju tersebut

4. Kerusakan Lingkungan
Negara maju mengklaim bahwa negara berkembanglah yang banyak membuat kerusakan lingkungan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena memang sebagian besar negera berkembang belum memiliki peraturan yang jelas mengenai pencemaran lingkungan. 

Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak juga pengusaha dari negara maju yang mengeruk sumber daya alam sebesar-besarnya untuk keperluan produksi.

Bahkan, ada pengusaha dari negara maju yang mengambil sumber daya alam dari negara berkembang tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan

Rabu, Mei 30

Pengertian Pertumbuhan Wilayah (Regional Development)

Pengertian Pertumbuhan Wilayah (Regional Development)

Belajar geografi pastinya akan berurusan dengan yang namanya wilayah atau region. Gak ada rgeion gak ada geografi namanya.

Wilayah adalah kajian utama geografi karena berbagai fenomena terjadi dalam batas-batas wilayah permukaan bumi. 

Wilayah dapat diartikan sebagai ruang di permukaan bumi dimana manusia dan mahluk lainnya dapat hidup dan berkatifitas. 

Wilayah adalah unit tata ruang yang terdiri atas jarak, lokasi, bentuk, ukuran atau skala. Dengan demikian sebagai satu unit tata ruang yang dimanfaatkan manusia, maka penataan dan penggunaan wilayah dapat terpelihara dan berkelanjutan.

Hadjisaroso menyebutkan wilayah adalah sebutan untuk lingkungan pada umumnya dan tertentu batasnya. 

Contohnya nasional adalah sebutan untuk wilayah dalam kekuasaan negara, dan daerah adalah sebutan untuk batas wilayah dalam batas kewenangan daerah. Pembangunan wilayah tidak terlepas dari pembangunan berkelnajutan.
Pengertian Pertumbuhan Wilayah (Regional Development)
Bandara Kertajati Majalengka
Wilayah-wilayah di bumi ini terus berkembang dari sisi fungsi dikarenakan peradaban manusia yang semakin berubah. Pertumbuhan ekonomi wilayah menjadi sinyal maju tidaknya wilayah tersebut. 

Sejak pertengahan abad ke 20 para ahli sejarah perekonomian geografi mencoba merumuskan pola pertumbuhan ekonomi suatu wilayah yang ideal. 

Penelitian terkait wilayah-wilayah yang terkenal berhasil pembangunan ekonominya memunculkan beberapa teori seperti Growth Pole Theory yang mendasarkan diri pada proses pertumbuhan internal dan Teori Rostow tentang fase pertumbuhan ekonomi negara. 

Lalu apakan pola dan teori pertumbuhan ekonomi suatu wilayah itu sama?. Apakah teori di negara-negara maju sama halnya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. 

Ini patut kita pelajari karena ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wilayah termasuk faktor genetik ras dan sejarah mula wilayah tersebut. 

Yang jelas pertumbuhan wilayah harus beriringan dengan pertumbuhan kualitas hidup manusia agar terjadi keseimbangan hidup.

Baca juga: Zona interaksi desa-kota Bintarto

Jumat, Mei 25

Teori Laba Pengusaha Dalam Ekonomi

Teori Laba Pengusaha Dalam Ekonomi

Anda seorang pengusaha?. Tentu pasti ingin mendapatkan laba yang menggiurkan bukan?. Seorang wirausahawan bukanlah masuk dalam bagian dari faktor produksi tenaga kerja. 

Wirausahawan secara fisik tidak terlihat dalam menjalankan alat-alat produksi karena tugas utama mereka adalah menyatukan ketiga sumber daya faktor produksi yang ada berupa tanah/lahan, tenaga kerja dan modal untuk menjalankan unit usaha sebagai bagian dari rumah tangga produksi guna mencapai hasil yang memuaskan. 

Oleh sebab itu balas jasa yang ditermia oleh seorang pengusaha itu berbeda dari apa yang diterima seorang pekerja yang biasanya berupa gaji. Untuk seorang wiraswastawan, balas jasa yang diterima disebut dengan laba, yang merupakan bagian dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. 

Berikut ini beberapa teori yang mengemukakan alasan mengapa seorang wirausahawan mendapatkan laba.
Teori Laba Pengusaha Dalam Ekonomi
Teori laba pengusaha
a. Teori Jean Baptiste Say
Dalam teori ini seorang wirausahawan adalah orang yang harus mampu memimpin dan mengawasi jalannya perusahaan agar perusahaan itu mampu meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. 

Oleh sebab itu sebagai balas jasa maka wirausahawan layak mendapatkan bagian yang disebut dengan laba pengusaha. J.B Say tidak menjelaskan perbedaan upah dan laba pengusaha.

b. Teori Schumpeter
Joseph Schumpeter adalah seorang ahli ekonomi Austria yang mengemukakan teori terkenal yaitu innovative theory. Menurut Schumpeter seorang wirausahawan adalah orang yang kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan banyak kombinasi baru dalam berproduksi. 

Temuan batu ini akan meningkatkan produktifitas dan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih murah. Perusahaan akan lebih diuntungkan sehingga sudah sewajarnya jika sebagian keuntungan ini diberikan kepada wirausahawan.

c. Teori Karl Marx
Karl Marx mengemukakan teori terkenal yaitu teori nilai lebih atau surplus value theory yang mengatakan bahwa laba pengusaha muncul karena adanya perbedaan antara upah yang seharusnya dan upah yang rendah dari upah yang seharusnya.

Selisih ini disebut dengan nilai lebih hasil kerja buruh yang kemudian diberikan kepada wirausahawan. Contohnya tenaga kerja yang memiliki nilai produktifitas 10.000 hanya akan dikasih upah 7.000 sementara selisih 3.000 merupakan ilai lebih yang dijadikan laba perusahaan.

d. Teori Hawley
Hawley berpendapat bahwa salah satu fungsi dari pengusaha adalah menanggung resiko yang berkaitan dengan perusahaan termasuk pada saat perusahaan bangkrut alias gagal. Karenanya wirausahawan berhak mendapatkan bagian dari laba perusahaan. Teori ini disebut juga dengan risk bearing theory.

Gambar: disini

Selasa, Mei 22

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik, Ciri dan Barangnya

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik, Ciri dan Barangnya

Ada banyak jenis-jenis pasar dalam dunia ekonomi dan salah satunya adalah pasar monopoli. 

Jika dibandingkan dengan pasar monopoli, sebenarnya pasar persaingan monopolistik lebih sering kita jumpai di masyarakat. 

Kalau dalam pasar monopoli hanya ada satu pelaku usaha alias perusahaan yang berhadapan dengan banyak konsumen maka di dalam pasar persaingan monopolistik, terdapat beberapa perusahaan yang berhadapan dengan banyak konsumen. 

Jadi pengertian pasar monopolistik adalah suatu pasar dimana ada banyak produsen yang menghasilkan barang yang serupa namun punya perbedaan dalam beberapa aspek. Contoh pasar monopolistik adalah pasar sepeda motor, mobil, elektronik dan komputer.

Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik
Ada beberapa ciri yang terdapat pada pasar persaingan monopolistik yaitu:
1. Ada banyak produsen atau penjual
Meski produsennya banyak namun jumlahnya gak sebanyak pasar persaingan sempurna. Pada pasar persaingan monopolistik, tidak ada satu pun produsen yang punya skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
2. Jenis barang yang dijual berbeda
Inilah yang membedakan pasar monopolistik dengn pasar persaingan sempurna. Di pasar ini barnag yang dihasilkan bisa dibedakan antara satu produsen dengan produsen lainnya. Meski barangnya sama namun tentu kita bisa mmbedakan dari sisi kemasan, cara bayar, layanan purnajual dan lainnnya. 

Oleh karena itu barang yang dijual di pasar persaingan monopolistik bukan merupakan jenis barang pengganti alias subtitusi sempurna namun hanya semisubtitusi yang akhirnya memungkinkan para produsen memiliki kekuatan untuk memonopoli pasar meski di satu produk saja.
Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik, Ciri dan Barangnya
Pabrik perakitan mobil di Bekasi
 3. Adanya kemampuan produsen untuk mempengaruhi harga
Beda dengan pasar persaingan sempurna, dimana produsen tidak punya kemampuan untuk menentukan harga, maka di pasar monopolistik produsen punya kemampuan itu walau tidak sebesar produsen dari pasar monopoli dan oligopoli. 

Kemampuan ini muncul dari sifat barang yang dihasilkan karena perbedaan, ciri khas, kualitas maka konsumen tidak akan berpindah ke merek lain. Konsumen tetap memilih produk tersebut meski harganya naik.
4. Produsen lain mudah masuk ke dalam pasar
Jika ingin masuk pasar, produsen haeus mampu membuat produk yang lebih menarik, bernilai jual, kreatif dan mampu menarik minat konsumen. Disinilah pentingnya riset dan pengembangan produk untuk mampu memikat pasar.
5. Promosi penjualan harus aktif
Ini karena pada pasar persaingan monopolistik harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrat pembeli. Kemampuan perusahaan mencitrakan diri dalam benak konsumen adalah yang paling utama. 

Jadi branding wajib dilakukan sampai masyarakat terpikat dan terhipnotis. Makanya kini berbagai produk mencoba membranding diri dengan meng endorse artis-artis terkenal untuk mendongkrak citra produk sehingga masyarakat akan tertarik membelinya.
Pembagian Ilmu Ekonomi Berdasarkan Ruang Lingkupnya: Mikro dan Makro

Pembagian Ilmu Ekonomi Berdasarkan Ruang Lingkupnya: Mikro dan Makro

Kamu tentu sering melihat berita di televisi dan pastinya pernah menemukan info tentang kenaikan harga bbm, harga pangan, kebijakan pemerintah, subsidi dan lainnya. 

Semua contoh tadi adalah bagian dari ilmu ekonomi, namun padasarnya ruang lingkupnya ekonomi dibagi dua yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro.

a. Ekonomi Mikro
Berdasarkan pola dan ruang lingkup pembahasannya, ekonomi mikro dapat didefinisikan sebagai suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Dalam ekonomi mikro dibahas aspek-aspek berikut ini:
1. Bagaimana dan mengapa pelaku ekonomi membuat keputusan ekonomi?
2. Perilaku dan interaksi produsen dan konsumen.
3. Sifat-sifat dan karakter produsen dan konsume.
4. Biaya peluang yang timbul sebagai konsekuensi pilihan yang diambil.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam ekonomi mikro adalah:
1. Pelaku-pelaku ekonomi bertindak mengikuti keinginan pribadi
2. Produsen dan konsumen bertindak rasional.
3. Konsumen berusasha memaksimalkan kepuasan yang mungkin didapatnya dan produsen berusaha memaksimalkan keuntungan.
4. Kelangkaan faktor-faktor produksi

Pembahasan dalam ekonomi mikro didasari asumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki masyarakat terbatas sementara kebutuhan masyarakat tidak terbatas. Karenanya masyarakat harus membuat pilihan.
Pembagian Ilmu Ekonomi Berdasarkan Ruang Lingkupnya: Mikro dan Makro
Transaksi di pasar tradisional
b. Ekonomi Makro
Makro berarti besar, ekonomi makro adalah ekonomi yang menganalisasi keseluruhan dalam permasalahan kegiatan perekonomian. Analisanya bersifat umum dan tidak membhas hal-hal yang rinci. 

Ekonomi makro membahas isu-isu pokok yang selalu dihadapi perekonomian. Analisanya berusaha memberik an jawaban untuk pertanyaan berikut ini:
1. Faktor-faktor apakah yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian?
2. Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu tinggi? 
3. Mengapa kegiatan ekonomi tidak berkembang stabil?
4. Mengapa pengangguran terus meningkat di Indonesia?

Selain untuk menjelaskan faktor-faktor terjadinya fenomena tersebut, ekonomi makro juga bisa menerangkan kebijakan alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. 

Singkatnya masalah ekonomi makro negara adalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstablian kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi, ketimpangan neraca perdagangan dan pembayaran.

Senin, Mei 7

Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsinya

Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsinya

Bank merupakan tempat kita menyimpan uang bukan?. Namun apakah hanya sebatas menyimpan uang saja?.

Pengertian bank menurut UU Nomor 10 tahun 1998 adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak. 

Berdasarkan pengertian tadi maka bank bisa dibilang sebagai lembaha keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkannya lagi kepada masyarakat yang kekurangan dana, juga memberikan pelayanan jasa di bidang keuangan lainnya seperti mengirim uang, pemindahbukuan dan menyediakan jaminan bank.

Lalu kapan sih sebenarnya bank itu mulai ada?. Perkembangan bank dimulai pada 1200-1600 di Italia. Istilah bank diambil dari bahasa Italia banco dan banca yang artinya bangku. 

Pada saat itu kegiatan bank dilakukan di jalanan menggunakan bangku seperti pedagang kaki lima guys. 

Awalnya nih, kegiatan bank berfungsi sebagai pedagang uang. Bank dapat membeli dan menjual uang emas dan uang perak. Setelah itu kegiatan bank semakin bertambah seperti menerima titipan simpanan uang logam. 

Sebagai tanda bukti seseorang telah menitipkan uang di diberi nota emas smith yang dikenal gold smith noted yang sekarang dikenal sebagai uang giral.
Pengertian Bank, Sejarah dan Fungsinya
Bank oh bank
Lalu apa sebenarnya fungsi bank itu?. Fungsi pokok bank adalah sebagai penghubung antara masyarakat yang kelebihan dana dan masyarakat yang kekurangan dana. 

Kegiatan yang dapat dilakukan oleh bank adalah menyelenggarakan jasa-jasa lalu lintas keuangan. Setidaknya ada 3 fungsi utaman bank yaitu:

1. Bank berfungsi sebagai penghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan rekening koran atau giro.
2. Bank berfungsi sebagai pemberi kredit kepada masyarakat, baik jenis kredit produktif untuk usaha maupun kredit konsumtif.
3. Bank dapat berfungsi sebagai perantara lalu lintas moneter yaitu melakukan jasa pengiriman uang, wesel, cek, giro dan inkaso. 

Gambar: disini

Kamis, Maret 22

Perbedaan Luas Rumah Tipe 21, 32 dan 45

Perbedaan Luas Rumah Tipe 21, 32 dan 45

Halo teman-teman sekalian bagaimana kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan tetap produktif. 

Oke langsung saja kali ini saya akan coba menjelaskan tentang perbedaan luas rumah tipe 21, 36 dan 45. 

Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia dan saat ini perkembangan penjualan properti ini semakin menjamur. 

Tapi bagi kamu-kamu yang sedang mencari dan merencanakan untuk membeli rumah maka harus paham dulu tentang perbedaan luas tipe 21, 32 dan 45. 

Tiga tipe rumah tersebut adalah yang paling banyak diburu konsumen karena dari sisi harga masih masuk kantong rata-rata pekerja.
Perbedaan Luas Rumah Tipe 21, 32 dan 45
Rumah tipe 45
Tipe Rumah 21 dan Luas
Rumah tipe 21 adalah tipe rumah paling minimalis dengan luas bangunan 21 m², contohnya adalah ukuran 6 x 3,5 m. Ukuran luas tanah tipe 21 digabungkan dengan ukuran luas tanah yaitu 6 x 10 m² = 60 m² atau 6 x 12 m² = 72 m². 

Rumah tipe 21 relatif sempit dengan 1 kamar tidur, 1 WC dan 1 ruang depan. Rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pekerja yang baru menikah. Atau cocok juga untuk rumah singgah bagi kaum urban.

Tipe Rumah 36 dan Luas
Rumah tipe 36 adalah tipe rumah dengan luas bangunan adalah 36 m² dengan luas total 6 x 6 m= 36 m². Luas total tanah rumah tipe 36 dapat digabungkan dengan luas  tanah 60 m² atau 72 m². 

Rumah tipe 36 memiliki 2 kamar tidur, 1 ruang tamu dan 1 kamar mandi. Tipe masuk kategori menengah karena gak terlalu sempit dan gak terlalu luas. Cocok untuk para kaum milenial saat ini. 

Tipe Rumah 45 dan Luas
Rumah tipe 45 adalah tipe rumah dengan luas bangunan 45 m² misalnya dengan ukuran 6 x 7,5 m atau 8 x 5,6 m pada luas kavling tanah 96 m². 

Tipe rumah 45 punya 3 kamar tidur, 1 WC, 1 ruang tamu, 1 garasi dan teras depan cukup luas. Rumah tipe ini cukup ideal dan bisa dimodifikasi di masa depan sesuai budget anda.

Itulah 3 jenis tipe rumah yang kini banyak diburu kamu milenial. Jadi pahami antara luas bangunan dan luas tanah terlebih dahulu sebelum membeli rumah. 

Selain itu ada banyak faktor yang harus diperhatikan seperti lokasi, akses jalan, keamanan dan tentunya kredibilitas pengembang perumahan. Ingatlah prinsip rumah bertumbuh!. 

Memang jika beli dari pengembang, kualitas rumah standar saja namun seiring berjalannya karir anda maka lambat laun bisa direnovasi tahun ke tahun. Selamat mencari rumah impian anda!.

Gambar: disini

Kamis, Maret 15

Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggur dan Terselubung

Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggur dan Terselubung

Pengangguran, siapa yang tidak sedap mendengar kata yang satu ini. Semua penduduk usia produktif tentu tidak ingin menjadi pengangguran karena akan menambah beban keluarga. 

Berdasarkan lama waktu kerja, pengangguran dapat dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggu dan Terselubung.

a. Pengangguran terbuka adalah situasi dimana orang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka bisa disebabkan karena lapangan kerja yang tidak tersedia, ketidakcocokan antara kesempatan kerja dan latar belakang pendidikan dan tidak mau bekerja. 

Untuk menghitung berapa besar tingkat pengangguran terbuka dapat digunakan rumus berikut
Tingkat Pengangguran Terbuka = Jumlah Pengangguran Terbuka/Angkatan Kerja x 100%

b. Setengah menganggur adalah situasi dimana orang bekerja tapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja, produktifitas kerja dan penghasilan kerja yang diperoleh. 

Misalnya orang yang bekerja sebagai freelancer, dimana ia tidak ada kepastian mengerjakan pekerjaan pada waktu tertentu. Untuk menghitung berapa besar tingkat setengah menganggur, dapat digunakan rumus berikut:
Tingkat Setengah Menganggur = Bekerja kurang 35 jam per minggu/Jumlah Angkatan Kerja x 100%
Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggu dan Terselubung
Jenis-jenis penganguran dalam ekonomi
c. Pengangguran terselubung terjadi karena tenaga kerja tidak berkerja secara optimal. Kondisi ini diakibatkan adanya ketidasesuaian antara pekerjaan dengan bakat dan kemampuannya. 

Dampak ketidakcocokan akan berpengaruh pada produktifitas kerja dan pengasilan yang rendah alias di bawah rata-rata. Misalnya seorang lulusan S1 Pendidikan bekerja sebagai pegawai bank. 

Dia tidak melaksanakan pekerjaan sebagai pegawai bank dengan baik sehingga mengurangi proses kerja. 

Pengangguran terselubung juga dapat terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja yang dipakai untk mengerjakan suatu pekerjaan melebihi batas optimalnya. 

Misalnya sebuah perusahaan memperkerjakan 10 karyawan untuk menangani pemasaran padahal hanya dengan memperkerjakan 7 karyawan pun tugas tersebut dapat tertangani dengan baik. Maka 3 orang diaktakan sebagai pengangguran terselubung.

Itulah jenis pengangguran menurut lama waktu kerja yang jika tidak ditangani dengan baik maka akan menambah masalah bagi pembangunan di Indonesia. Salah satu cara untuk mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan peran serta industri kreatif.

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close