News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, September 25

Perbedaan Pengangguran Siklis, Friksional dan Struktural

Perbedaan Pengangguran Siklis, Friksional dan Struktural

Jika anda pernah kehilangan pekerjaan anda setelah musim liburan maka Anda pernah mengalami setidaknya satu jenis pengangguran.  

Dalam artikel ini kita akan belajar fenomena kependudukan tentang penggangguran siklis, friksional dan struktural menggunakan contoh-contoh nyata.
Jenis-Jenis Pengangguran
Ada tiga jenis utama pengangguran yaitu siklis, friksional dan struktural. Mari kita lihat di masing-masing dari mereka melalui mata para pekerja di kota Indraprasta.  

Sebagai soal fakta, saya ingin memperkenalkan Anda ke beberapa dari mereka dan kemudian mencari tahu apa jenis pengangguran mereka mengalami.


Cindy baru lulus dari perguruan tinggi, dan dia mencari pekerjaan dengan menjelajahi berbagai situs pekerjaan, membaca daftar Surat Kabar dan menghadiri pekerjaan pameran. 

 Sementara Bapak Cindy yaitu Mr. Matt bekerja di pabrik manufaktur dan selalu menggunakan topi hitamnya. 

Paman Cindy yaitu Mr. Fred bekerja sebagai Santa Claus sementara setiap musim liburan natal tiba; secara khusus, dia juga senang bekerja di komoditi trading perusahaan Wall Street.  

Saudara Fred Frohm adalah seorang guru matematika di SMA Jancuker sejak dua tahun lalu. Itu adalah gambaran tentang pekerjaan berbagai orang di Indraprasta. Oke kita langsung ke teorinya:
Pengangguran siklis
Seiring waktu, perekonomian mengalami banyak pasang dan surut. Itulah apa yang kita sebut pengangguran siklis karena fenomena itu berjalan dalam siklus. 

 Pengangguran siklis terjadi karena siklus ini. Ketika ekonomi memasuki resesi, banyak pekerjaan yang hilang dan para pekerja menganggu.


Misalnya, selama depresi besar, tingkat pengangguran naik hingga angka 25%. Itu berarti satu dari empat orang yang bersedia dan mampu bekerja, tapi tidak bisa menemukan pekerjaannya!.

Sebagian besar pengangguran ini dianggap sebagai pengangguran siklis. Namun di kemudian hari pengangguran turun lagi. Jadi pengangguran siklis ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara dan kondisi global.
Perbedaan Pengangguran Siklis, Friksional dan Struktural
Pengangguran terbagi kedalam 3 jenis
Pengangguran friksional
Pengangguran friksional terjadi karena normal omset di pasar tenaga kerja dan waktu yang dibutuhkan untuk pekerja untuk menemukan pekerjaan baru. Sepanjang tahun di pasar tenaga kerja, beberapa pekerja berpindah tempat kerja.  

Ketika mereka melakukannya, dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan karyawan yang potensial dengan majikan baru. Bahkan jika ada cukup pekerja untuk memenuhi setiap lowongan pekerjaan, dibutuhkan waktu untuk pekerja untuk belajar tentang peluang pekerjaan baru ini, dan mereka harus memikirkannya, diwawancarai dan bekerja.


Ketika Cindy lulusan dari perguruan tinggi, dia mulai mencari pekerjaan. Katakanlah diperlukan waktu empat bulan untuk mencari pekerjaan baru. Selama waktu ini, dia frictionally menganggur.
Pengangguran struktural
Mari kita bicara tentang pengangguran struktural, yang terjadi karena adanya permintaan untuk jenis tertentu dari pekerja. Hal ini biasanya terjadi ketika ada miss antara kebutuhan industri dengan sumber daya pekerja/skill yang ada.  

Kemajuan besar dalam teknologi, serta mencari biaya rendah tenaga kerja luar negeri memicu lahirnya pengangguran ini. Baca juga: Posisi strategis Indonesia dalam geopolitik


Ketika pekerja kehilangan pekerjaan karena keahlian mereka usang atau karena pekerjaan mereka ditransfer ke negara lain, mereka secara struktural menganggur. Ini adalah pengangguran struktural karena struktur ekonomi telah berubah.
Sebagai contoh, Matt kehilangan pekerjaannya karena ia bekerja perusahaan manufaktur lalu perusahaannya pindah ke luar negeri, dan beberapa pekerja pabrik yang tersisa di rumah tidak diperlukan karena peralatan berteknologi tinggi baru mulai membanjiri

Jadi, Matt menjadi pengangguran struktural. Sebagian besar pekerjaan baru yang memerlukan gelar sarjana atau keterampilan baru, sehingga Matt memutuskan untuk kembali ke sekolah. Ini adalah contoh yang sangat umum yang terjadi dalam perekonomian.
Salah satu jenis pengangguran struktural adalah pengangguran musiman. Baca juga: Bedanya GNP, GDP dan GNI

Pengangguran musiman terjadi ketika perubahan struktur ekonomi dari bulan ke bulan. Beberapa pekerjaan menutup karena perubahan musim. 

Berikut adalah beberapa contoh:Beberapa bulan lalu di Indonesia deman batu akik bukan?. Nah para pelaku industri batu akik ini pasti bergeliat di kala tersebut. 

Berbagai macam pedagang batu akik mulai bermunculan di pinggir jalan. Namun setelah beberapa bulan, fenomena itu hilang. Batu akik kini sudah hilang dan kalaupun ada cuma di lokasi tertentu saja. 

Para pengrajin batu akik yang dulu banyak tentu kini menganggur karena masa indah batu akik sudah hilang. Baca juga: Cara hitung kurs mata uang

Gambar: disini

Senin, Mei 1

Perbedaan GNP, GDP dan GNI

Perbedaan GNP, GDP dan GNI

Kita tentu tahu bahwa semua negara di dunia ini harus kuat dalam hal ekonomi agar masyarakatnya makmur. Lantas, bagaimana para ekonomi dapat mengukur tingkat produksi ekonomi nasional. 

Ada beberapa perhitungan untuk mengukur total produksi sebuah negara yaitu Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (Gross National Product) dan Pendapatan Nasional (Gross National Income) yang merupakan peningkatan dari GDP.

Baca juga:
Karakteristik bioma tundra di dunia
Tanah podzolik dan ciri fisiknya

Pendapatan Domestik Bruto atau PDB adalah total nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri pada tahun  atau kuartal tertentu. PDB sama dengan semua belanja pemerintah, konsumen dan investasi ditambah nilai ekspor dikurangi nilai impor. 

PDB mencakup pendapatan yang dihasilkan orang asing saat berada di dalam negeri. PDB tidak termasuk pendapatan penduduk yang sedang berada di luar negeri.

Pendapatan Nasional Bruto atau GNI adalah PDB ditambah pendapatan yang dibayarkan ke negara oleh negara lain untuk hal-hal seperti bunga dan dividen.

Produk Nasional Bruto atau GNP adalah total nilai pasar semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk dalam negeri. 

GNP mencakup pendapatan dalam negeri dari barang dan jasa yang diproduksi dan dijual ke luar negeri dan investasi luar negeri. GNP tidak termasuk penghasilan warga asing sementara di dalam negeri. Baca juga: 3 Unsur kehidupan desa

GDP dan GNI mengacu pada pendapatan ekonomi di dalam batas negara sementara GNP mengacu pada output ekonomi oleh penduduk negara tersebut.

Sejak awal 90an, para ekonom dan pajabat negara pada dasarnya menganggap PDB sebagai indikator utama output ekonomi suat negara. PDB berfungsi sebagai ukuran utama untuk mengidentifikasi dan mengukur fase siklus bisnis ekonomi seperti resesi, depresi, pemulihan, dan ekspansi. 

Resesi ekonomi misalnya biasanya didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut penurunan PDB. Baca juga: Metode sudut bearing dan azimuth
Perbedaan GNP, GDP dan GNI
Peta Ranking GDP di Dunia
Menghitung GNP, GDP dan GNI
Dengan definisi diatas maka ada beberapa pendekatan yang umum digunakan untuk menghitung nilainya. Pendekatan pengeluaran yang digunakan GDP misal diambil dari jumlah agregat konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor netto. 

Pada prinsipnya pendekatan pemasukan dan pengeluaran harus mencapai angka sama dengan menjumlahkan upah, harga sewa, bunga, keuntungan biaya non pendapatan dan dalam beberapa kasus pendapatan luar negeri. Baca juga: Fenomena permafrost, tanah beku

Pada kenyataannya pendekatan yang berbeda biasanya menghasilkan hasil yang sedikit berbeda karena dalam semua kasus angka komponen adalah perkiraan yang dan tidak diketahui secara pasti dan komponen tersebut direvisi dalam waktu berbeda pula.

Bagi para pebisnis umumnya pendekatan yang paling mungkin adalah dengan menggunakan rumus berikut:

GDP = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor - impor
GNP = GDP + Penerimaan Pendapatan Bersih dari aset luar negeri - pendapatan warga negara asing di dalam negeri
GNI = GDP + pembayaran oleh warga negara asing ke negara tersebut untuk hal seperti investasi (bunga dan dividen), pembayaran yang dibayar diluar negeri

Baca juga: Air tanah freatik dan artesis

Gambar: statisticstimes.com

Selasa, April 18

Negara Dunia Kesatu, Kedua dan Ketiga

Negara Dunia Kesatu, Kedua dan Ketiga

Ketika orang-orang berbicara tentang negara-negara miskin di dunia, mereka sering merujuk pada istilah Dunia Ketiga dan mereka berpikir tahu semua hal tentang istilah tersebut. 

Namun saat anda mencoba bertanya, jika ada dunia ketiga, bagaimana dengan negara dunia kedua atau pertama?. Pasti mereka akan buta akan hal itu. 

Baca juga:
Keuntungan pertanian model tumpangsari 
Klasifikasi iklim Koppen

Beberapa orang bahkan sering mencoba untuk membuat ranking perkembangan negara. Penggunaan istilah Dunia pertama, kedua dan ketiga adalah kasar namun ini dapat digunakan dan merupakan model turunan dari era Perang Dingin. 

Tidak ada definisi resmi tentang negara dunia pertama, kedua dan ketiga. Menurut saya ini adalah istilah buatan kaum-kaum kapitalis saja.

Setelah Perang Dunia II, dunia ini terbagi menjadi dua blok geopolitik besar dann memiliki pengaruh kuat bagi pemerintah dan masyarakat.
1. Blok negara demokrasi dan industri dengan pengaruh ideologi Amerika, dinamakan negara dunia pertama.
2. Blok timur negara sosialis komunis disebut negara kedua.
3. Tiga per empat sisanya dari populasi dunia adalah negara yang tidak masuk kedua blok tersebut, disebut juga negara dunia ketiga.
4. Istilah dunia keempat diciptakan pada tahun 1970, mengacu pada negara-negara yang tidak dikenal secara budaya dan etnis.

Negara Dunia Pertama
Asal usul konsep ini tidak jelas. Di tahun 1952 Alfred Sauvy seorang demografer Perancis menulis sebuah artikel di majalah Perancis dengan membandingkan dunia ketiga sebagai pemukiman kelas ketiga. Sumber lain mengklaim bahwa Charlesde Gaulle menciptakan istilah Dunia Ketiga.

Istilah negara dunia kesatu mengacu pada negara-negara industri maju, kapitalis atau negara yang setara dengan Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Wilayahnya mencakup Amerika Utara, Eropa Barat, Jepang dan Australia. Baca juga: Zonasi periran laut dalam

Negara Dunia Kedua
Dunia kedua mengacu pada negara bekasi komunis sosialis, dan negara yang terpengaruh Uni Soviet seperti Russia, Eropa Timur, Cina dan Kazakhstan.

Negara Dunia Ketiga
Dunia ketiga merupakan semua negara yang masih dalam kategori berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Istilah dunia ketiga ini juga disematkan untuk Venezuela, Korea Utara, Arab Saudi dan negara sangat miskin seperti Ethiopia.

Negara dunia ketiga diklasifikasikan berdasarkan indikator hak politik dan kebebasan sipil, pendapatan nasional bruto, HDI, kebebasan informasi dan kemiskinan.
 
Negara Dunia Kesatu, Kedua dan Ketiga
Peta Statifikasi Negara di Dunia
Terlepas dari definisi yang berkembang, konsep dunia ketiga berfungsi untuk menjelaskan negara yang punya kematian bayi tinggi, perekonomian rendah, kemiskinan tinggi, pemanfaatan SDA yang belum baik dan ketergantungan impor. 

Negara ini masih belum mandiri dan kekayaan alam dikendalikan oleh negara maju. Jadinya negara dunia ketiga adalah objek eksploitasi negara kapitalis.

Hutang luar negeri sangat tinggi dan terus meningkat. Negara ini menjadi sasaran ekspansi bisnis negara kapitalis dunia kesatu dan kedua. 

Sementara negara dunia keempat adalah negara yang mengacu pada negara yang para pribuminya banyak yang hijrah ke negara lain. 

Gambar: nationsonline.org

Selasa, April 11

10 Faktor Mobilitas Sosial

10 Faktor Mobilitas Sosial

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya mobilitas sosial. Mobilitas sosial memiliki arti yang berbeda dengan mobilitas penduduk atau migrasi yang merupakan perpindahan penduduk dari satu lokasi ke lokasi lain. 

Mobilitas sosial lebih mengarah pada perubahan perilaku manusia dalam lingkungannya. Ada banyak faktor yang memengaruhi terjadinya mobilitas sosial diantaranya:

1. Motivasi
Setiap individu punya keinginan tidak hanya untuk memiliki kehidupan yang baik tapi juga untuk memeperbaiki status sosialnya. Dalam sistem terbuka, setiap orang punya kesempatan untuk mencapati status apapun. 

Keterbukaan ini memotivasi orang untuk bekerja keras dan memperbaiki keterampilan sehingga ia dapat mencapai status sosial yang lebih tinggi. Tanpa motivasi tersebut maka mobilitas sosial individu tidak dapat terjadi. Baca juga: Asas kewarganegaraan Indonesia

2. Prestasi dan Kegagalan
Prestasi dapat dicapai dari kinerja yang ekstra dan membuahkan hasil yang menarik perhatian publik terhadap kemampuan seseorang. Tidak semua prestasi menghasilkan mobilitas sosial. Prestasi akan memengaruhi status jika mereka sangat luar biasa. 

Kegagalan dan perilaku buruk memiliki efek yang sama terhadap mobilitas ke arah bawah. Kebangkrutan akan menurunkan derajat seseorang dari kelas atas ke kelas bawah. Ia tidak akan menerima undangan pesta, makan malam atau lainnya karena penurunan status tersebut. 

Jika ia sudah menikah, istrinya mungkin akan menceraikan dia. Dia harus mencari perusahaan atau tempat lain karena kalan bersaing dengan orang yang lebih baik.

3. Pendidikan
Pendidikan tidak hanya membantu seseorang untuk memperoleh pengetahuan, namun juga paspor untuk porsi kerja yang lebih tinggi. Untuk menjadi seorang guru maka anda harus mendapatkan lisensi guru di Perguruan Tinggi begitupun untuk menjadi profesi lain. Dalam pendidikan modern, pendidikan merupakan modal dasar untuk mencapai strata yang lebih tinggi. 

4. Keterampilan
Seseorang perlu keterampilan untuk bisa survive di kehidupannya. Berbagai pelatihan seperti kursus menjahit, kursus menyetir menjadi bagian dari dari kebutuhan manusia. Orang yang bisa mengemudikan mobil kini bisa mendapatkan posisi di berbagai perusahaan kelas besar dan mendapat gaji yang tinggi. Baca juga: Beda geosentris dan heliosentris
 
Kualitas manusia memengaruhi statusnya di masyarakat
5. Migrasi
Migrasi juga memfasilitasi mobilitas sosial. Manusia pindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mendapatkan tempat dan fasilitas yang lebih baik. Kesempatan mungkin lebih terbuka di tempat lain untuk mengembangkan skillnya. 

Orang-orang ini memanfaatkan peluang tersebut untuk memperbaiki posisi sosial mereka. Lihat saja sekarang Jabodetabek yang penuh sesak oleh kaum urban yang mencari penghidupan di lautan manusia.

6. Industrialisasi
Revolusi industri membuat sebuah sistem sosial baru dimana orang diberikan status sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka. Industrialisasi menghasilkan produksi massal dengan harga yang relatif lebih murah. Semakin banyak jenis industri maka semakin beragam spesialisasi kerja dan membuka kesempatan masyarakat untuk memilih pekerjaan sesuai skillnya.

7. Urbanisasi
Urbanisasi adalah pergerakan penduduk dari desa ke kota. Orang desa yang dulunya punya strata sosial di bawah, setelah pindah ke kota bisa jadi berubah. Orang kota terkenal tidak mengenal satu sama lain dan tidak peduli dengan orang lain. Posisi individu sebagian besar tergantung pada pendidikan, pekerjaan dan skill, bukan dari latar belakang asal muasal lahirnya.

8. Legislasi
Berlakunya undang-undang juga dapat memfasilitasi mobilitas sosial. Contoh di Indonesia adalah dengan diakuinya agma Kong Hu Cu, maka secara tidak langsung menaikan derajat orang Cina di Indonesia.

Mereka kini menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Begitu pula dengan undang-undang anti rasial di Amerika Serikat yang memfasilitasi ras kulit hitam untuk berkembang. Baca juga: Mengatasi kipas laptop panas dan bising

9. Politisasi
Partai Politik dapat membangun sebuah kebijakan untuk menerima tuntuan mereka. Dengan bantuan wakil di parlemen, beberapa orang mungkin menjadi pimpinan politik, menteri atau kepala negara. Dalam hal ini parpol memfasilitasi mobilitas sosial dalam pemerintahan.

10. Modernisasi
Modernisasi melibatkan pengetahuan ilmiah dan teknologi. Hal ini mengacu pada rasionalitas dan cara hidup sekuler. Perkembangan negara memengaruhi terhadap pola konsumsi, pola perdagangan dan pola sosial. 

Kini semua orang bisa berlomba mendapatkan status sosial dengan cara apapun. Media sosial menjadi senjata andalan untuk ajang show up bagi seseorang. 
Gambar: hrmagazine.co.uk

Rabu, Maret 8

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Globalisasi menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari dan masyarakat harus siap menghadapi dampak yang ditimbulkannya. Globalisasi mencakup semua aspek kehidupan manusia mulai dari makanan, minuman, fashion, gaya hidup, pola pikir sampai ideologi.

 Globalisasi adalah buah dari pesatnya perkembangan iptek dan peradaban manusia. Berikut dampak positif dan negatif dari globalisasi

Dampak Positif
1. Investasi yang masuk melalui perusahaan transnasional membantu negara menyediakan lapangan kerja baru dan keterampilan bagi masyarakat lokal.
2. Perusahaan transnasional membawa modal dan mata uang asing ke ekonomi lokal dengan cara membeli sumber daya lokal, produk dan jasa. Uang tambahan akan didapatkan jika investasi ini digunakan untuk membangun sarana pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
3. Adanya ide baru, pengalaman, gaya hidup dan budaya lain. Orang bisa menemukan mencicipi makanan dan produk baru yang sebelumnya tidak tersedia di negara mereka.
4. Globalisasi meningkatkan kesadaran akan peristiwa-peristiwa penting di dunia contohnya saat terjadi bencana tsunami Aceh maka negara di dunia lainnya langsung bergerak memberikan bantuan secara cepat.
5. Globalisasi membantu manusia sadar akan isu-isu global seperti pemanasan global sehingga mengingatkan pentingnya pembangunan berkelanjutan untuk generasi masa depan. 
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi
Produk Barat Senjata Globalisasi, pic: rahulmitra.files.wordpress.com
Dampak Negatif
1.Globalisasi hanya kepentingan negara kaya yang terus mendominasi perdagangan dunia dengan mengorbankan negara berkembang. Peran negara berkembang di pasar dunia sebagian besar hanya untuk menyiapkan tenaga dan bahan baku murah di negara maju.
2. Tidak ada jaminan kekayaan dari investasi asing dapat menguntungkan masyarakat lokal. Faktanya, keuntungan mayoritas kembali dikirim ke negara asal sehingga mereka hanya pinjam tempat di negara ini. Kemandekan ekonomi membuat negara berkembang membuat jalan pintas dengan membuat kebijakan lunak tentang pendirian perusahaan transnasional.
3. Tidak ada landasan hukum internasional yang ketat tentang aturan main perusahaan transnasional. Mereka bisa mencemari lingkungan, mengabaikan keselamatan pekerja dan membeirkan upah yang kecil dan jaminan hidup yang buruk.
4. Globalisasi dipandang banyak orang sebagai ancaman dari keberagmaan budaya di dunia. Globalisasi dikhawatirkan menghambat ekonomi lokal, tradisi dan bahasa sehingga yang ada hanya budaya kapitalis. Contohnya kini sistem pendidikan banyak yang mengambil Cambridge yang belum tentu cocok diterapkan di Indonesia misalnya.
5. Masuknya pekerja asing akan menghancurkan kesempatan kerja orang lokal.

Itulah dampak positif dan negatif globalisasi dan kita harus punya tameng untuk menangkal pengaruh negatifnya. Peradaban manusia terus berkembang namun perkembangan tersebut harus membuat manusia semakin beradab bukan semakin tidak bermoral.

Sabtu, Februari 25

Ciri-Ciri Wilayah Suburban atau Fringe

Ciri-Ciri Wilayah Suburban atau Fringe

Di sekitar pusat kota biasanya ada wilayah dengna bermacam-macam tata guna lahan terutama untuk pemukiman penduduk. Pertumbuhan kota ke arah luar melahirkan wilayah pinggiran kota yang dalam kamus geografi disebut suburan, suburbia atau fringe. (Sub artinya bawah, urbis artinya kota).

Memang pada masa Romawi, karena kota itu diabtas oleh benteng yang tinggi maka daerah di luar kota akan berada di luar benteng. Lebih ke luar lagi dinamakan rus atau pedesaan. Rus ini merupakan awal dari kata rural atau wilayah pedesaan.

Dalam bahasa Inggris dipakai juga istilah fringe untuk suburbian atau dalam bahasa Indonesia artinya wilayah pinggiran. Karena perkembangan kota dan pedesaan sendiri melahirkan urbanisasi maka muncul wilayah antara kota dan desa yang dinamakan rural-urban fringe yang hakikatnya dapat sebagai bagian dari kota maupun desa. Baca juga: Definisi bencana kekeringan
Wilayah Suburban atau Fringe
Kondisi Daerah Suburban
Kurtz dan Eicher mengajukan lima definisi dari rual-urban fringe dari berbagai refensi yaitu:
a. Kawasan dimana pola penggunaan lahan rural dan urban saling bertemu atau mendesak ke batas kota.
b. Rural-urban fringe meliputi semua suburban, kota satelit dan teritorial lain yang berlokasi langsung di luat kota dimana tenaga kerja terlibat di bidang non agraris.
c. Suatu kawasan yang lokasinya di luar perbatasan kota yang resmi namun masih ada di dalam jarak melaju (commuting distance).
d. Kawasan di luar kota yang penduduknya berkiblat ke kota.
e. Suatu kawasan pedesaan yang terbuka dan dihuni oleh penduduk yang bekerja di kota.
f. Suatu daerah dimana bertemu mereka yang bekerja di kota atau di desa.

Jika kembali ke tahun 1940 an, masalah rural-ruban fringe masih sederhana sekali. Secara geografis cukup dikatakan bahwa wilayah suburbia itu non mans lands. Ada pendekatan lain juga dari Nichols yaitu jika penduduknya agraris maka masuk rural namun jika non agraris masuk urban, sesederhana itukah?.

Ciri-Ciri Sub Urban
Ada empat faktor tumbuhnya wilayah pinggiran menurut geograf Whynne-Hammond: Pertama, meningkatnya pelayanan transportasi kota seperti moda trem, bis kota, kereta dan lainnya yang memudahkan orang untuk bertempat tinggal jauh dari tempat kerjanya. 

Ditambah lagi setelah tumbuhnya pasar kendaraan bermotor pribadi maka terjadilah eksploitasi wilayah suburban. Sekarang lahan-lahan kosong di pedesaan menjadi kawasan perumahan penduduk pindahan dari kota. Harga murah juga menjadi pertimbangan utama. 

Kedua, bertambahnya penduduk suburban karena adanya rus urbanisasi atau penduduk baru dari wilayah di sekitarnya. Ketiga, meningkatknya taraf hidup atau kesejahteraan penduduk suburban, memungkinkan orang mendapatkan rumah yang lebih bagus entah itu menyewa atau membeli sendiri. 

Baca juga:
Geografi negara Perancis
Geografi negeri kincir angin Belanda

Keempat adalah maraknya fasilitas kredit rumah murah yang melancarkan jual beli rumah murah. Masyarakat dengan penghasilkan pas-pasan pun kini bisa membeli rumah dengan cepat lewat jalur kredit. 

Secara spasial, suburban ini terletak di agricultural hinterland namun secara ekologis merupakan daerah yang menjadi sasaran invasi penduduk baru serta bangunan baru. Dapat disimpulkan bahwa suburban ini dibangun tanpa rencana sehingga terkesan semrawut. 

Ini karena pertumbuhan di kutub pertumbuhan sangat pesat sehingga manusia tidak memikirkan daerah pinggiran ini. Baca juga: Terbentuknya gurun pasir di bumi

Daerah suburban ini juga sering mejadi incaran kaum elit yang sudah tidak bisa membeli lahan di pusat kota sehingga beralih ke daerah pinggiran. Batas pasti untuk daerah suburban ini masih imajiner namun secara kasat mata bisa dilihat dari berbagai aspek seperti adanya pemukiman yang berdempetan dengan sawah misalnya atau ada perkampungan yang dibelakangnya ada tembok batas pagar pemukiman mewah misalnya.
Garis Isotim dan Isodapen Teori Weber

Garis Isotim dan Isodapen Teori Weber

Kali ini saya akan membahas sedikit tentang konsep isotim dan isodapen dalam Teori Lokasi Weber. Weber dalam menyusun teori the least cost location juga sama seperti Christaller yaitu melakukan penyederhanaan dalam membayangkan bentang alam (homogen dan flat atau datar). Selain itu mereka juga mengesampingkan perhitungan upah buruh dan jangkauan pemasaran produksi.  

Baca juga: 
Klasifikasi kota menurut fungsinya
Definisi ruang, tempat dan lokasi

Namun hal yang terkait bahan mentah ia bedakan antara jenis yang keterdapatannya terbatas atau di lokasi tertentu misal batubara, bijih emas, minyak bumi dan sumber daya yang terletak di mana saja seperti air dan tanah. 

Bahan baku yang terbatas harus dilakukan eksplorasi terlebih dahulu sementara yang tidak terbatas tidak begitu sulit ditmeukan.

Perumusan biaya terendah memuat anggapan bahwa aktifitas produksi (pabrik atau usaha) lokasinya harus di tempat yang memungkinkan terbentuknya overall transport cost yang minimal. Dalam gambar di bawah ada satu lokasi bahan mentah serta pasar tunggal M. 

Dengan anggapan bahwa biaya angkut per unit beban itu sama maka biaya-nya dari titk bahan mentah masing-masing dalam hal ini R dapat dilukiskan isotim (garis hitam melingkar putus-putus) yang konsentris dengan jarak yang sama. 

Masing-masing isotim menunjukkan lokasi dari titik-titik dimana biaya transportasi ke sana angka nya sama. Biaya angkut total dapat dihitung dengan cara menjumlah nilai dari isotim yang saling beririsan (warna merah). Baca juga: Potensi air tanah dalam dan permukaan
Isotim dan Isodapen Teori Weber
Isotim dan Isodapen
Garis penghubung titik-titk dengan total biaya transportasi yang sama dinamakan isodapen. Garis ini membatasi cost gradient (derajat naiknya biaya) bagi komoditas. Sebenarnya dengan pendekatan tadi, Weber melakukan kesalahan karena ia melebihkan arti atau pentingnya transport cost. Baca juga: Geografi Catalonia Spanyol

Setelah disadari, lalu muncullah modifikasi segitiga lokasinya. Salah satu faktor pendorong usaha modifikasi adalah berbedanya labour cost, sehingga daerah yang berisi tenaga kerja murah dapat menjadi alasan didirikannya pabrik di daerah tersebut. Dengan kata lain pabrik dapat saja tergoda untuk mendirikan usaha di lokasi titik upah minimum.  

Jumat, Februari 24

Teori Segitiga Lokasi Alfred Weber

Teori Segitiga Lokasi Alfred Weber

Teori ini didasarkan pada "biaya minimum" untuk menentukan lokasi didirikannya industri manufaktur. Ada banyak teori lokasi yang berkembang dan Teori Segitiga Weber ini menjadi salah satu teori umum yang masih dikenal hingga saat ini. 

Teori Lokasi Weber mengacu pada suatu daerah yang terisolasi dengan karakteristik topografi homogen. Teori ini sering disebut juga sebagai Teori Segitiga Optimum. 

Baca juga:
Ciri wilayah suburban atau pinggiran
Memahami pendekatan kelingkungan geografi

Weber mengklaim bahwa harga akan dipengaruhi oleh biaya transportasi, biaya upah dan faktor aglomerasi. Untuk memperkirakan pemilihan lokasi industri, Weber membuat rumus indeks material yaitu perbandingan berat bahan baku dengan barang jadi.

- Jika Indeks Material > 1 maka industri diletakkan dekat bahan baku.
- Jika Indeks Material < 1 maka industri diletakkan dekat dengan pasar.
- Jika Indeks Material = 1 maka industri diletakkan di tengah.
Teori Segitiga Lokasi Alfred Weber
Segitiga Lokasi Weber

Adapun teori ini didasari oleh asumsi sebagai berikut:
1. Lokasi bahan baku sudah diketahui sejak awal.
2. Pola distribusi konsumsi barang sudah diketahui dan hanya ada satu pusat pembelian untuk satu unit produksi.
3. Distribusi tenaga kerja sudah diketahui termasuk tingkat upah dari satu daerah ke daerah lain. Ini artinya tenaga kerja tidak bersifat mobile dan tidak dipengaruhi oleh lokasi industri.
4. Sistem transportasi seragam, dalam ini Weber berasumsi bahwa hanya ada satu moda transportasi utama waktu itu yaitu kereta api. Jadi biaya transportasi akan dipengaruhi beban dan jarak tempuhnya. Hal ini juga secara matematik, morfologi daerah tersebut datar.
5. Meski ia tidak secara spesifik menyebutkan, namun karakteristik budaya dan situasi politik pada masa itu adalah konstan.

Evaluasi Teori Weber
Teori Weber yang mengaitkan biaya transportasi melupakan bahwa tarif angkutan tidak selalu berbanding lurus dengan jarak. Tarif ini juga tidak selalu dipengaruhi bahan material atau barang jadi.

Weber lebih menekankan faktor permintaan tanpa melibatkan penawaran. Namun apresiasi juga harus diberikan kepada teori ini karena biaya transportasi merupakan salah satu faktor mendasar untuk menentukan lokasi industri saat ini. 

Baca juga: Potensi air tanah dalam dan permukaan
Gambar: e-education.psu.edu

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close