News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 22

Perbedaan Luas Rumah Tipe 21, 32 dan 45

Perbedaan Luas Rumah Tipe 21, 32 dan 45

Halo teman-teman sekalian bagaimana kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan tetap produktif. 

Oke langsung saja kali ini saya akan coba menjelaskan tentang perbedaan luas rumah tipe 21, 36 dan 45. 

Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia dan saat ini perkembangan penjualan properti ini semakin menjamur. 

Tapi bagi kamu-kamu yang sedang mencari dan merencanakan untuk membeli rumah maka harus paham dulu tentang perbedaan luas tipe 21, 32 dan 45. 

Tiga tipe rumah tersebut adalah yang paling banyak diburu konsumen karena dari sisi harga masih masuk kantong rata-rata pekerja.
Perbedaan Luas Rumah Tipe 21, 32 dan 45
Rumah tipe 45
Tipe Rumah 21 dan Luas
Rumah tipe 21 adalah tipe rumah paling minimalis dengan luas bangunan 21 m², contohnya adalah ukuran 6 x 3,5 m. Ukuran luas tanah tipe 21 digabungkan dengan ukuran luas tanah yaitu 6 x 10 m² = 60 m² atau 6 x 12 m² = 72 m². 

Rumah tipe 21 relatif sempit dengan 1 kamar tidur, 1 WC dan 1 ruang depan. Rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pekerja yang baru menikah. Atau cocok juga untuk rumah singgah bagi kaum urban.

Tipe Rumah 36 dan Luas
Rumah tipe 36 adalah tipe rumah dengan luas bangunan adalah 36 m² dengan luas total 6 x 6 m= 36 m². Luas total tanah rumah tipe 36 dapat digabungkan dengan luas  tanah 60 m² atau 72 m². 

Rumah tipe 36 memiliki 2 kamar tidur, 1 ruang tamu dan 1 kamar mandi. Tipe masuk kategori menengah karena gak terlalu sempit dan gak terlalu luas. Cocok untuk para kaum milenial saat ini. 

Tipe Rumah 45 dan Luas
Rumah tipe 45 adalah tipe rumah dengan luas bangunan 45 m² misalnya dengan ukuran 6 x 7,5 m atau 8 x 5,6 m pada luas kavling tanah 96 m². 

Tipe rumah 45 punya 3 kamar tidur, 1 WC, 1 ruang tamu, 1 garasi dan teras depan cukup luas. Rumah tipe ini cukup ideal dan bisa dimodifikasi di masa depan sesuai budget anda.

Itulah 3 jenis tipe rumah yang kini banyak diburu kamu milenial. Jadi pahami antara luas bangunan dan luas tanah terlebih dahulu sebelum membeli rumah. 

Selain itu ada banyak faktor yang harus diperhatikan seperti lokasi, akses jalan, keamanan dan tentunya kredibilitas pengembang perumahan. Ingatlah prinsip rumah bertumbuh!. 

Memang jika beli dari pengembang, kualitas rumah standar saja namun seiring berjalannya karir anda maka lambat laun bisa direnovasi tahun ke tahun. Selamat mencari rumah impian anda!.

Gambar: disini

Kamis, Maret 15

Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggur dan Terselubung

Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggur dan Terselubung

Pengangguran, siapa yang tidak sedap mendengar kata yang satu ini. Semua penduduk usia produktif tentu tidak ingin menjadi pengangguran karena akan menambah beban keluarga. 

Berdasarkan lama waktu kerja, pengangguran dapat dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggu dan Terselubung.

a. Pengangguran terbuka adalah situasi dimana orang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka bisa disebabkan karena lapangan kerja yang tidak tersedia, ketidakcocokan antara kesempatan kerja dan latar belakang pendidikan dan tidak mau bekerja. 

Untuk menghitung berapa besar tingkat pengangguran terbuka dapat digunakan rumus berikut
Tingkat Pengangguran Terbuka = Jumlah Pengangguran Terbuka/Angkatan Kerja x 100%

b. Setengah menganggur adalah situasi dimana orang bekerja tapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja, produktifitas kerja dan penghasilan kerja yang diperoleh. 

Misalnya orang yang bekerja sebagai freelancer, dimana ia tidak ada kepastian mengerjakan pekerjaan pada waktu tertentu. Untuk menghitung berapa besar tingkat setengah menganggur, dapat digunakan rumus berikut:
Tingkat Setengah Menganggur = Bekerja kurang 35 jam per minggu/Jumlah Angkatan Kerja x 100%
Pengertian Pengangguran Terbuka, Setengah Menganggu dan Terselubung
Jenis-jenis penganguran dalam ekonomi
c. Pengangguran terselubung terjadi karena tenaga kerja tidak berkerja secara optimal. Kondisi ini diakibatkan adanya ketidasesuaian antara pekerjaan dengan bakat dan kemampuannya. 

Dampak ketidakcocokan akan berpengaruh pada produktifitas kerja dan pengasilan yang rendah alias di bawah rata-rata. Misalnya seorang lulusan S1 Pendidikan bekerja sebagai pegawai bank. 

Dia tidak melaksanakan pekerjaan sebagai pegawai bank dengan baik sehingga mengurangi proses kerja. 

Pengangguran terselubung juga dapat terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja yang dipakai untk mengerjakan suatu pekerjaan melebihi batas optimalnya. 

Misalnya sebuah perusahaan memperkerjakan 10 karyawan untuk menangani pemasaran padahal hanya dengan memperkerjakan 7 karyawan pun tugas tersebut dapat tertangani dengan baik. Maka 3 orang diaktakan sebagai pengangguran terselubung.

Itulah jenis pengangguran menurut lama waktu kerja yang jika tidak ditangani dengan baik maka akan menambah masalah bagi pembangunan di Indonesia. Salah satu cara untuk mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan peran serta industri kreatif.

Gambar: disini

Selasa, Februari 20

Cara Hitung dan Menganalisis Nilai Kurs Mata Uang

Cara Hitung dan Menganalisis Nilai Kurs Mata Uang

Uang adalah alat pembayaran yang sah dan ada banyak mata uang di dunia ini. Setiap mata uang punya nilai masing-masing tergantung berbagai faktor. 

Bagaimana cara menghitung nilai kurs mata uang?. Coba perhatikan caranya di bawah ini!.

Menghitung Nilai Tukar Valuta Asing Berdasarkan Kurs yang Berlaku
Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak,maka nilai uang akan turun dan sebaliknya. Perhitungan Kurs mengenal dua istilah sebagai berikut:
a. Kurs Beli adalah kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (Bank, money changer) membeli valuta asing (Dollar, Riyal dan sebagainya)
b. Kurs Jual adalah perhitungan kurs pada saat pelaku pasar (Bank, money changer) menjual valuta asing.
c. Kurs tengah, yaitu  kurs antara kurs jual dan  kurs beli  (penjumlahan kurs beli dan kurs jual yang dibagi dua).
Contoh soal
a. Suatu hari Dona memperoleh tugas meliput berita ke Amerika Serikat. Ia mendapatkan uang saku dinas perjalanan sebesar Rp.38.000.000,00. Saat itu, kurs yang berlaku adalah
kurs jual Rp.9.500 per US$ 1
kurs beli Rp.9.200 per US$ 1.
Cara Hitung dan Menganalisis Nilai Kurs Mata Uang
Mata uang dollar amerika
Berapa jumlah uang saku dalam dolar yang diterima Dona?. Di Amerika Dona menggunakan uangnya sebesar US$3,000. Setelah kembali ke Amerika, Dona menukarkan sisa uangnya dengan rupiah. Kurs yang berlaku adalah kurs jual Rp.9.750 per US$ 1 dan kurs beli Rp.9.425 per US$ 1. Berapa jumlah rupiah yang diterima Dona?

Jawab:
Jika Dona ingin menukarkan uang rupiah ke dolar, ia akan menggunakan perhitungan kurs jual. Jadi, uang Dona dalam bentuk dolar sebesar Rp.38.000.000 : Rp 9.500 = US$ 4,000.
Sisa uang Dona yang ada sebesar US$4,000 – US$ 3,000 = US$ 1,000. 

Jika Dona ingin menukarkan uang dolar ke rupiah, berarti menggunakan perhitungan kurs beli. Jadi, sisa uang Dona dalam rupiah sebesar US$1,000 x Rp.9.425 = Rp.9.425.000,00.
b. Seorang pelajar dari Amerika berwisata ke Bali dengan bekal uang sejumlah US$20,000. Kurs beli saat itu Rp.8.900 dan jual Rp.9.040. Berarti dia akan memperoleh jumlah nilai rupiah sebesar.....
Jawab :
Uang sebesar US$20,000, akan ditukarkan ke dalam rupiah
Kurs yang berlaku saat itu:
Kurs jual US$ 1 = Rp.9.040
kurs beli US$ 1 = Rp.8.900
Dalam hal ini pihak bank berlaku sebagai pembeli dollar sehingga yang dipakai adalah kurs beli, sehingga US$ 20,000 x 8900 = Rp.178.000.000,00.
Nona Sabilla mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar US$1.000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000. Kurs jual US$1 = Rp7.200,00 dan ¥1 = Rp240,00;  sedangkan kurs beli US$1  =  Rp7.000,00   dan ¥1  =  Rp250,00. 

Berapa  rupiah uang  yang akan diterima Nona Sabilla? Oleh karena Nona Sabilla sebagai pemilik valuta asing, Nona Sabilla sebagai orang yang ber niat untuk menukar valuta asingnya atau menjualnya kepada bank atau money changer.

Dengan begitu, kurs yang berlaku adalah kurs beli. Adapun uang yang akan diperolehnya adalah sebagai berikut.
a. US$1.000   x Rp7.000,00 = Rp 7.000.000,00
b. ¥5.000   x Rp250,00 = Rp 1.250.000,00
Jadi, Rp. 7.000.000,00 + Rp. 1.250.000,00 = Rp 8.250.000,00
Jika Tuan Hanif memiliki uang rupiah sebesar Rp10.080.000,00, kemudian ia ingin menukarkannya dengan dolar atau dengan yen, berapa dolar atau yen yang akan ia peroleh?.

Oleh karena Tuan Hanif sebagai pemilik rupiah yang akan ditukar dengan valuta asing, maka  bank sebagai penjual dolar  atau  yen kepada Tuan Hanif.
Dengan demikian, kurs yang akan digunakan adalah kurs jual.  Jumlah uang asing yang akan diperoleh Tuan Hanif adalah sebagai berikut.
a. Dolar = Rp10.080.000,00 : Rp7.200,00 = US$1.400.
b. Yen =  Rpl0.080.000,00 : Rp240,00 = ¥42.000.

Gambar: disini

Selasa, Februari 13

Badan-Badan Kerjasama Ekonomi Yang Bersifat Regional

Badan-Badan Kerjasama Ekonomi Yang Bersifat Regional

Ada banyak negara di dunia ini dan semua negara tentu melakukan kerjasama di berbagai bidang termasuk ekonomi. Kerjasama ekonomi antar negara yang paling umum adalah kerjasama ekonomi regional. 

Sebuah negara perlu bekerjasama agar bisa saling melengkapi kebutuan satu sama lain. Berikut ini beberapa badan kerjasama ekonomi yang bersifat regional:

a. ASEAN
Association South Of East Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok atas prakarsa Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Pendirian ASEAN berdasarkan Deklarasi Bangkok. Saat ini ASEAN beranggotakan sepuluh negara.

Tujuan utama ASEAN dalah mengadakan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara anggota ASEAN. Pada tahun 1992 beberapa negara anggota ASEAN melalui kepala negara sepakat untuk menggalakkan kerja sama dalam bidang politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.

Kerja sama ASEAN bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Dalam perkembangannya, kerja sama ASEAN mengarah perdagangan bebas pada tahun 2003 di kawasan Asia Tenggara (ASEAN Free Trade Area/AFTA). 

Tujuan AFTA adalah meningkatkan keunggulan kompetitif produk-produk ASEAN, serta mengurangi tarif guna meningkatkan efisiensi produksi atas industri perdagangan. Pada tahun 2015 negara-negara anggota ASEAN menginginkan terbentuknya komunitas ekonomi. 
Hal ini dipertegas dengan penandatanganan ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint oleh pemimpin negara-negara ASEAN. Kesepakatan ini diharapkan membawa kawasan Asia Tenggara menuju pasar tunggal dan basis produksi pada tahun 2015.

b. APEC
Negara-negara di kawasan Asia Pasifik membentuk kerja sama ekonomi pada bulan November 1989 di Canberra, Australia. Kerja sama ini disebut Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang mencakup Benua Asia, Australia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Tujuannya menjalin kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata; memperkuat perdagangan multilateral bagi kepentingan Asia  Pasifik serta negara-negara lain; mengurangi hambatan perdagangan antarnegara; serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendorong pelaksanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Pada tanggal 5 November 1994 berlangsung KTT II APEC di Bogor, Indonesia yang menghasilkan Deklarasi Bogor (Bogor Declaration). APEC mencanangkan perdagangan bebas pada tahun 2010 untuk negara maju dan tahun 2020 untuk negara berkembang.
Badan-Badan Kerjasama Ekonomi Yang Bersifat Regional
Peta Negara APEC
c. EEC
European Economic Community (ECC) juga disebut Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). MEE berdiri pada tahun 1957 di Roma, Italia atas kesepakatan beberapa negara Eropa Barat. Pada bulan Febuari 1992 MEE berubah menjadi Uni Eropa (European Union/EU). 

Untuk mempererat kerja sama negara-negara anggota Uni Eropa, mulai tanggal 1 Januari 1999 dikeluarkan mata uang tunggal, yaitu euro.

MEE bertujuan menghilangkan hambatan perdagangan bebas guna memajukan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Eropa, mempersatukan perekonomian ke dalam wilayah pemasaran bersama, memobilisasi potensi ekonomi, serta meningkatkan daya saing MEE dalam perekonoman global.

d. Colombo Plan 
Colombo Plan merupakan rencana kerja sama untuk mengembangkan ekonomi di Asia Selatan dan di Asia Tenggara. Colombo Plan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Asia Selatan dan di Asia Tenggara melalui penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sama internasional.
Adapun bentuk-bentuk bantuan Colombo Plan adalah sebagai berikut.
1) Pinjaman dan sumbangan untuk proyek nasional.
2) Bahan makanan, pupuk, dan barang konsumsi.
3) Alat perlengkapan (mesin, alat transportasi, dan alat laboratorium).
4) Jasa tenaga ahli
5) Pendidikan dan latihan keterampilan.

e. NAFTA (North American Free Trade Area)
NAFTA merupakan blok perdagangan di kawasan Amerika Utara (USA, Kanada, dan Meksiko) NAFTA akan melakukan perdagangan bebas di kawasan Amerika Utara pada tahun 2010, di mana arus lalu lintas barang dagangan antara anggota bebas masuk tanpa hambatan/non tarif di kawasan NAFTA.

Gambar: disini

Jumat, Januari 19

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Schumpeter dan Neoklasik

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Schumpeter dan Neoklasik

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan domestik bruto dari suatu negara atau daerah. Pertumbuhan ekonomi tiap negara berbeda-beda.

Pertumbuhan ekonomi disebut meningkat jika persentase kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada suatu periode lebih besar dari periode sebelumnya. Kenaikan PDB tersebut tidak disertai perhitungan persentasenya terhadap tingkat pertumbuhan penduduk. 

Jadi pertumbuhan ekonomi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan PDB suatu negara tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk.

Ada beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. Teori pertumbuhan ekonomi klasik
Menurut para ahli ekonomi klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu sebagai berikut:
1. Jumlah penduduk
2. Persediaan barang-barang modal
3. Luas tanah dan kekayaan alam
4. Penerapan teknologi

Dari keempat faktor tersebut, para ahli ekonomi klasik menitikberatkan teorinya pada pertambahan penduduk dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan asumsi faktor luas tanah dan penerapan teknologi adalah tetap. Berikut akan dijelaskan gambaran pertumbuhan ekonomi klasik:
1. Pertumbuhan ekonomi dikatakan tinggi saat jumlah penduduk masih sedikit, persediaan modal cukup banyak dan tersedia lahan luas.
2. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi tergologn tidak berkembang alias statis saat produktifitas penduduk menurun karena berkurangnya kapasitas produksi sehingga kemakmuran masyarakat dan frekuensi kegiatan ekonomi pun ikut menurun.

b. Teori pertumbuhan ekonomi Schumpeter
Peranan pengusaha sangat penting dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inilah penekanan dari Schumpeter dalam teorinya. Wiraswasta akan terus menerus melakukan inovasi untuk menghasilkan hal-hal baru yang berguna bagi usahanya dan dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh. 

Adapun bentuk inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pengusaha antara lain mencari lokasi pasar yang barum, meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi dan mencari sumber bahan mentah. Untuk menjalankan inovasi yang telah ditemukan tentu membutuhkan modal.

Pengusaha akan meminjam modal tersebut untuk keperluan investasi usahanya. Akibat dari investasi tersebut adalah kenaikan pendapatan nasional yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. 

Karena konsumsi meningkat berarti kapasitas produksi pengusaha pun ikut meningkat dan menimbulkan investasi baru oleh pengusaha. Ada dua jenis investasi yang timbul yaitu:

1. Investasi otonom adalah investasi yang timbul akibat adanya kebutuhan modal untuk keperluan inovasi
2. Investasi terpengaruh adalah investasi yang timbul akibat kenaikan pendapatan nasional yang mendorong munculnya investasi baru.

Schumpeter berpendapat saat tingkat kemajuan ekonomi makin tinggi maka kemungkinan untuk melakukan inovasi semakin terbatas. Sulitnya melakukan inovasi membuat pertumbuhan ekonomi berjalan lambat dan akan berhenti pada titik tertentu yang dinamakan stationary state. 

Berbeda dengan aliran klasik yang berpendapat bahwa keadaan stationary state muncul saat tingkat pertumbuhan ekonomi rendah.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Schumpeter dan Neoklasik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin pesat dan siap mengguncang dunia
c. Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik
Beberapa teori pertumbuhan ekonomi aliran neoklasik adalah:

1. Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
Ada empat asumsi dalam teori ini dalam menganalisa faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. Barang modal telah digunakan secara penuh
b. Besarnya tabungan proporsional dengan fluktuasi pendapatan nasional
c. Perbandingan antara modal dan hasil produksi adalah tetap
d. Perekonomian hanya terdiri dari dua sektor

Investasi yang terjadi pada tahun tertentu akan menyebabkan peningkatan barang modal pada tahun berikutnya. 

Agar seluruh penambahan barang modal tersebut digunakan seluruhnya maka total pengeluaran harus meningkat sebesar penambahan barang modal tersebut. Kenaikan total pengeluaran menyebabkan kenaikan pendapatan nasional.

Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan ekonomi terjadi karena adanya peningkatan PDB dari suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu investasi harus tetap meningkat agar pertumbuhan ekonomi meningkat.

2. Teori pertumbuhan ekonomi Solow
Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi. Bisa juga dikatakan bahwa teori ini lebih melihat dari sisi penawaran atau sisi produksi. 

Ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu:
a. Pertumbuhan modal
b. Pertumbuhan penduduk
c. Pertumbuhan teknologi

Dari ketiga faktor tersebut, faktor teknologi menjadi faktor paling menentukan pertumbuhan ekonomi. Data sejarah mencatat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada abad 19 dan 20 dipengaruhi oleh teknologi sekitar 80-90%. 

Sementara itu peranan pertumbuhan modal terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju hanya sebesar 18-25% dari tahun 1952-1962.


Gambar: disini

Senin, September 25

Menghitung Angka Inflasi Ekonomi

Menghitung Angka Inflasi Ekonomi

Coba kamu sedikit mengingat ke belakang, berapa harga satu mangkuk bubur ayam tahun lalu?. 

Lalu berapa harganya sekarang, apakah sama atau mengalami kenaikan?. Jika naik maka itu adalah inflasi.

Pernahkah Anda mendengar tentang inflasi pada berita? Pernah bertanya-tanya bagaimana inflasi dihitung?. Pada artikel ini Anda akan belajar apa itu tingkat inflasi dan cara menghitungnya.

Menghitung Laju Inflasi

Tingkat inflasi adalah pengukuran kenaikan harga yang baik atau layanan selama jangka waktu berlalu tercermin sebagai persentase. Itu biasanya diukur secara bulanan dan tahunan di Amerika Serikat.

Inflasi adalah kenaikan tingkat harga umum di seluruh spektrum produk yang luas. Inflasi di Amerika Serikat biasanya diukur menggunakan indeks harga konsumen (CPI).  

Menurut Amerika Serikat Bureau of Labor Statistics, CPI adalah 'ukuran rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dalam harga yang dibayar oleh konsumen perkotaan untuk keranjang pasar konsumen barang dan jasa.'

Kebalikan dari inflasi disebut deflasi, yang adalah penurunan tingkat harga umum untuk barang dan jasa. Hal ini pada dasarnya tingkat inflasi yang negatif. Gambar: disini
Menghitung Angka Inflasi Ekonomi
Inflasi selalu terjadi tiap tahun
Rumus tingkat inflasi

Untuk menghitung tingkat inflasi untuk produk atau layanan, Anda perlu harga barang atau jasa untuk dua periode waktu yang bersangkutan. Anda kemudian menggunakan rumus ini untuk menghitung tingkat inflasi:

Laju inflasi = ((T2-T1) / T1) x 100

T1 = harga untuk periode waktu yang pertama (atau nomor awal)
T2 = harga untuk periode waktu kedua (atau nomor berakhir)

Berikut adalah contoh. Mari kita mengatakan bahwa harga sebuah televisi layar datar 32-inci $400 tahun lalu tetapi harganya tahun ini menjadi $410. Berapakah tingkat tahunan inflasi untuk televisi layar datar 32-inci?

Laju inflasi = ((T2-T1) / T1) x 100
Laju inflasi = ((410-400) / 400) x 100
Laju inflasi = (10 / 400) x 100
Laju inflasi = 0.025 x 100
Laju inflasi = 2,5%
Perbedaan Konsep Keinginan dan Kebutuhan Dalam Ekonomi

Perbedaan Konsep Keinginan dan Kebutuhan Dalam Ekonomi

Coba saya tanya apa keinginanmu saat ini?. Lalu kebutuhanmu saat ini apa?. Apa perbedaan diantaranya keduanya?. 

Ketika seseorang ingin memiliki atau mendapatkan hal-hal tertentu, orang akan sering menggunakan istilah 'ingin' dan 'butuh' secara bergantian. Namun dalam konsep ekonomi, dua hal ini memiliki perbedaan. 
Kebutuhan (needs) umumnya dala ekonomi sebagai sesuatu yang sangat diperlukan bagi seseorang untuk bertahan hidup.  

Jika kebutuhan tidak terpenuhi, itu akan menyebabkan timbulnya penyakit, ketidakmampuan untuk berfungsi secara efektif dan efisien dalam masyarakat, dan bahkan kematian. 
Kebutuhan dikelompokkan menjadi dua kelompok. Ada kebutuhan fisik atau objektif dan kebutuhan subjektif. Kebutuhan objektif adalah kebutuhan yang terpenuhi melalui hal-hal yang nyata, atau hal-hal yang dapat diukur.  

Contohnya adalah makanan, air, tempat penampungan dan bahkan udara. Di sisi lain, kebutuhan subjektif adalah kebutuhan yang tak terlihat alias bersfita psikologis. Contoh ini adalah harga diri, rasa keamanan dan rasa diakui. 

Seorang profesor politik, bernama Ian Gough, disebutkan sebelas kebutuhan yang berbeda yang harus dipenuhi oleh setiap manusia untuk berfungsi baik dalam masyarakat, dan untuk bertahan hidup. 

 Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan ini dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit (baik secara fisik atau mental), atau bahkan kematian.
Perbedaan Konsep Keinginan dan Kebutuhan Dalam Ekonomi
Perbedaan kebutuhan dan keinginan
Di sisi lain, keinginan (wants) adalah sesuatu yang orang inginkan (ambisi), baik langsung maupun di masa depan. Tidak seperti kebutuhan, keinginan berbeda setiap individu satu dengan yang lain.  

Misalnya, seseorang mungkin ingin memiliki mobil, sementara yang lain mungkin ingin melakukan perjalanan ke sebuah negara eksotis. Setiap orang memiliki sendiri daftar keinginan, masing-masing dengan berbagai tingkat kepentingan. 

Selain itu, keinginan cenderung berubah-ubah seiring waktu berjalan. Hal ini berbeda dengan kebutuhan, yang tetap konstan sepanjang hidup orang.

Ada daerah abu antara keinginan dan kebutuhan. Lalu bagaimana mengukur keinginan dan kebutuhan?. 


Kebutuhan adalah hal yang mutlak diperlukan tubuh untuk hidup sementara keinginan adalah ambisi jiwa manusia untuk memiliki sesuatu meski pada dasarnya ia tidak butuh itu untuk hidup.

Ringkasan:
1. keinginan dan kebutuhan adalah istilah ekonomi.
2. kebutuhan adalah sesuatu yang perlu bagi seseorang untuk bertahan hidup. Di sisi lain, keiinginan menunjuk kepada sesuatu yang keinginan orang, baik sekarang maupun di masa depan.
3. keinginan adalah keinginan yang opsional, yang berarti bahwa Anda masih akan dapat terus hidup, bahkan jika ingin tidak terpenuhi

Di sisi lain, jika kebutuhan tertentu tidak terpenuhi, itu bisa menyebabkan seseorang yang menderita penyakit, atau bahkan kematian

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close