Guru Geografi: Geografi Kota - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Kota. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 3

Geografi Kota: 3 Kota Ideal Menurut Weber

Geografi Kota: 3 Kota Ideal Menurut Weber

Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan yang bercorak materialistis didalamnya dan banyak bangunan-bangunan tinggi.

Fungsi kota bermacam-macam mulai dari fugnsi budaya, administratif dampai ekonomi. Terkait dengan fungsi kota ini, Max Weber seorang geograf Jerman melihat ada hubungan kuat antara pasar dengan kota.

Berdasarkan hubungan ini, Weber menyatakan bahwa ada tiga kota yang tergolong ideal bagi kehidupan yaitu sebagai berikut:

1. Kota konsumen adalah kota tempat pasar bergantung pada belanja konsumen.
2. Kota produsen adalah kota tempat pasar bergantung pada keberadaan industri di dalam kota.
3. Kota pedagang adalah kota yang bergantung pada keuntungan yang berasal dari penjualan barang-barang luar negeri yang dijual secara lokal, barang-barang lokal yang dijual di luar negeri atau dari perantara penjualan barang-barang suatu negara di negara lain.
Gemerlap kota Jakarta di malam hari
Max Weber memandang suatu tempat itu disebut kota jika penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat.

Jadi konsep pasar ini sangat penting dalam pandangan Weber terkait kota. Sebagai suatu sistem kehidupan, masyarakat kota tentunya akan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan melakukan transaksi antar individual.

Transaksi ini tentunya akan dilakukan baik dalam skala kecil maupun besar. Kota bisa hidup dan berkembang karena adanya perputaran transaksi antar masyarakat di dalamnya.

Jika dilihat pada jaman sekarang, semakin besar populasi kota maka perputaran barang dan jasa semakin besar. Dampaknya adalah pajak daerah semakin besar sehingga kota punya banyak dana untuk mengembangkan diri.

Itulah konsep ideal kota menurut Weber, meskipun dalam kenyataannya tidak ada kota yang ideal sebagai kota konsumen saja misalnya. Pastinya minimal ada dua jenis kegiatan dominan dalam kota sehingga roda ekonomi kota berjalan dengan baik.

Minggu, Januari 5

Definisi Lokasi, Situs dan Situasi Kota

Definisi Lokasi, Situs dan Situasi Kota

Geografi identik dengan lokasi dan segala hal yang menjadi unsur-unsur di dalamnya. Salah satu wilayah hasil peradaban manusia adalah kota. 

Kota adalah jejaring kehidupan manusia yang kompleks. Para geografi dalam mempelajari kota selalu memperhatikan tempat kota dan persebaran kota dalam ruang.

Untuk masing-masing ada letaknya yang khusus dan terjadi 3 istilah yaitu lokasi, situs dan situasi kota. 

Lokasi kota jika mau dilukiskan dengan tepat maka harus memakai angka sekian derajat astronomis lintang dan bujur. 

Jadi lokasi atau letak dalam hal ini diartikan posisinya di permukaan bumi. Lokasi terbagi menjadi lokasi absolut dan relatif dalam konsep geografi.

Lain halnya dengan letak yang yang dinamakan situs (site). Suatu situs biasanya berupa kenampakan alam tertentu karena suatu sebab menguntungkan letak kota yang bersangkutan. 

Contohnya lereng pegunungan, tepi sungai atau dataran tinggi. Dengan begitu maka dapat disusun berbagai tipe situs kota. Situs ini sedikit banyak memengaruhi proses lahir dan berkembangnya kota di tahap selanjutnya.
Kota Purwokerto metropolitan
Adapun situasi (situation) kota adalah letak kota dalam makan posisi terhadap wilayah disekelilingnya. 

Letak yang strategis untuk perdagangan dikarenakan kota terdapat di wilayah simpul atau titik silang jaringan transportasi, merupakan situasi. 

Selain itu letak strategis untuk menjadi ibukota kabupaten, karena posisinya yang sentral juga termasuk situasi.

Perlu dicatat bahwa perubahan zaman dapat mengurangi atau menambah mutu situasi kota. Jadi kota bisa semakin maju atau mundur. 

Contohnya dulu Banyumas adalah ibukota karesidenan namun fungsinya digantikan oleh Purwokerto. 

Penyebabnya adalah kota Purwokerto dilalui jalur kereta api dan sekarang kota ini menjadi berkembang pesat dan menjadi kotamadya sementara Banyumas disiapkan kembali menjadi ibukota kabupaten Banyumas seperti di zaman sebelumnya.

Dalam meneliti asal usul kota maka para geograf mencari situs kota yang bersangkutan pada masa lalu dengan begitu akan ditemukan apa yang dinamakan pre-urban-nucleus nya. 

Berbekal kondisi alami ini maka kota menempuh proses perkembangan baik fisik maupun sosial ekonominya. 

ntuk perencanaan kota selanjutnya maka dibutuhkan pemekaran dengan berbagai ramalan perkembangannya disegala bidang tergantung situasi kota di kemudian hari.

Rabu, Agustus 28

Pengertian Urban Sprawl, Faktor Penyebab dan Dampaknya

Pengertian Urban Sprawl, Faktor Penyebab dan Dampaknya

Dalam kamus perkotaan kini terdapat istilah urban sprawl, mau tau tentang fenomena tersebut?. Urban Sprawl pada dasarnya adalah kata lain untuk urbanisasi.  

Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan ke wilayah perkotaan. 

Dampak dari pergerakan penduduk ini adalah adanya penyebaran kota di batas pinggiran dekat perdesaan.

Urban sprawl didefinisikan sebagai munculnya perumahan dengan kepadatan rendah dan fasilitas komersial lain diatas lahan yang belum berkembang. 

Banyak orang yang datang dan menetap di wilayah urban sprawl untuk menemukan kehidupan yang lebih baik.

Daerah pinggiran kota saat ini semakin sesak karena wilayah kota utama yang sudah overpopulasi sehingga kota akan berusaha mendesak wilayah batas terluar dan munculnya fenomena urban sprawl. 

Contoh fenomena ini bisa dilihat dari menjamurnya zona pemukiman baru di luar Jakarta seperti arah Citayam, Maja, Bekasi Utara, Cileungsi dll.
Urban sprawl pinggiran kota
Faktor Penyebab 
Ada banyak faktor yang menyebabkan fenomena urban sprawl muncul akhir-akhir ini diantaranya:
1. Harga Tanah Murah
Biaya pembelian tanah di pinggiran kota biasanya lebih rendah sehingga banyak para pengembang atau masyarakat mengincar daerah pinggiran sebagai sasaran ekspansi bisnis baru. Developer pemukiman juga banyak mengincar wilayah seperti ini.

2. Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan daerah yang pesat seperti jalan raya, tol, kereta api, bandara dan lainnya menjadi pembukan jalan berkembannya wilayah pinggiran. Kehadiran jalan raya membuka jalan bagi masyarakat untuk melintas dan tentunya akan sangat menguntungkan jika memiliki fungsi bisnis di daerah tersebut.

3. Kenaikan Standar Hidup
Adanya kenaikan kesejahteraan terutama pendapatan seseorang maka ia punya kemampuan membayar lebih untuk berpergian bolak-balik jarak jauh untuk bekerja dan kembali ke rumah. Kaum seperti ini lebih memilih punya rumah agak jauh dari kota. 

4. Perencanaan Kota Kurang
Ada kota-kota yang sangat buruk dalam hal kualitas hidup seperti macet, polusi, tidak ada pohon, panas dan lainnya. Sehingga orang akan mencari lokasi baru untuk menemukan kedamaian di daerah pinggiran. 

5. Tarif pajak rumah rendah

Kota biasanya akan memiliki pajak properti tinggi, dan biasanya Anda dapat menghindari pajak ini dengan tinggal di pinggiran luar karena pajak biasanya lebih rendah daripada mereka akan berada dalam pusat bisnis atau CBD.

6. Peningkatan pertumbuhan penduduk

Faktor lain yang berkontribusi terhadap urban sprawl adalah pertumbuhan penduduk yang tinggi. Seiring bertambahnya jumlah penduduk kota yang tumbuh di luar kapasitas, masyarakat setempat terus menyebar lebih jauh dari pusat kota.

7. Preferensi konsumen

Orang dalam kelompok berpenghasilan tinggi memiliki preferensi lebih kuat terhadap rumah yang lebih besar, lebih banyak kamar, balkon yang lebih besar dan rumput yang lebih besar. 

Hal ini juga menyebabkan perkotaan karena pilihan ini tidak tersedia di kota-kota ramai. Orang umumnya melihat keluar untuk daerah pemukiman low-density di mana mereka bisa mendapatkan rumah sesuai dengan preferensi mereka.

Dampak Urban Sprawl diantaranya adalah:
1. Peningkatan biaya hidup, perubahan infrastruktur dan bangunan akan menambah beban pengeluaran harian. Pajak akan meningkat kemudian biaya transportasi ke tempat kerja dan lainnya.

2. Kemacetan, semakin padat pemukiman maka lalu lintas dipastikan makin ramai dan ini akan memicu kemacetan di beberapa titik, polusi dan kecelakaan di jalan raya.

3. Kesehatan, saat menggunakan kendaraan bahkan untuk jarak dekat, maka orang akan lebih rentan terkena obesitas dan kepadatan kendaraan juga akan memicu darah tinggi dan penyakit degeneratif lain.

4. Lingkungan, saat pengembang mulai gencar mematok tanah di wilayah pinggiran maka mereka tidak menyadarai tentang kehidupan flora fauna diatasnya yang akan terganggu. 

5. Sosial, ketika orang sering bergerak jauh ke tempat kerja maka biasanya banyak daripada mereka tidak punya tetangga dekat karena pergi pagi buta dan pulang malam hari. Ada beberapa kasus seperti itu dan ini tentunya menjadi masalah sosial yang serius.

Seperti yang dapat Anda lihat, Urban Sprawl adalah sesuatu yang akan terus terjadi selama kita hidup di bumi ini.  

Ini bukan sesuatu yang akan berubah, tapi seiring waktu daerah pedesaan akan menjadi lebih padat karena pembangunan dan perubahan. 

Ada yang menganggap ini baik dan ada pula yang menganggap ini buruk. Pertumbuhan penduduk adalah sebuah keniscayaan dan lahan akan menjadi taruhannya.

Populasi memerlukan ruang tempat tinggal dan wilayah-wilayah yang tadinya koson antah berantah bisa jadi di masa depan disulap menjadi pemukiman penduduk.

Rabu, Juni 19

7 Pengertian Urbanisasi Versi De Bruijne

7 Pengertian Urbanisasi Versi De Bruijne

Teman-teman tentu sudah familiar tentang kata urbanisasi kan?. Pastinya kita akan menjawab urbanisasi adalah perpindahan dari desa ke kota. 

Jawaban tersebut memang benar, namun tahukah kamu bahwa ada definisi urbanisasi lainnya yang dikemukakan oleh seorang geograf yaitu De Bruijne.

Urbanisasi sebenarnya itu adalah pengkotaan yaitu proses menjadi kota, jadi logisnya nih yang mengalami pengkotaan itu justru daerah permukiman yang bukan kota. Pengkotaan juga dapat diterapkan pada suatu negeri.

Pengkotaan adalah keadaan meningkatnya bagian penduduknya yang bermukim di kota. Kemudian kota-kota itu sendiri yang tumbuh dan meluas atau mekar istilahnya, pinggiran yang semula pedesaan lambat laun berubah jadi kota. 

Adapun dalam bahasa sehari-hari, urbanisasi diasosiasikan dengan arus penduduk desa yang masuk ke kota.
Kota besar padat bangunan
Grunfeld dalam membicarakan kekisruhan arti diatas lalu mengusulkan ada dua jenis urbanisasi yaitu pengkotaan fisik dan pengkotaan mental. 

Pertama menunjuk pada perkembangan kota dalam arti luas areal, jumlah dan kepadatan penduduk, pembangunan gedung, variasi tata guna lahan yang non agraris. 

Yang kedua menyangkut perkembangan orientasi nilai-nilai dan kebiasaan hidup meniru apa yang ada di kota besar.

Lalu ketidaksepahaman arti membuat Grunfeld mendefinisikan kota sebagai suatu tipe pemukiman yang secara nasional kepadatan penduduknya tinggi, struktur mata pencahariannya non agraris, tata guna lahan bervariasi dan banyak gedung-gedung yang rapat.

Dari sanalah muncul definisi urbanisasi yang jumlah ada 7 dikumpulkan geograf  De Bruijne yaitu:
1. Pertumbuhan persentase penduduk yang bertempat tinggal di perkotaan, baik secara mondial, nasional maupun regional.
2. Berpindahnya penduduk ke kota dari desa.
3. Bertambahnya penduduk bermatapencaharian non agraris di pedesaan.
4. Tumbuhnya suatu pemukiman menjadi kota.
5. Mekarnya atau meluasnya struktur artefaktial-morfologis suatu kota di kawasan sekelilingnya.
6. Meluasnya pengaruh suasana ekonomi keota ke pedesaan.
7. Meluasnya pengaruh suasana sosial, psikologis dan kultural kota ke pedesaan, atau meluasnya nilai dan norma kekotaan ke kawasan luar.

Sumber: Daldjoeni. Geografi Kota dan Desa

Senin, Februari 12

Soal Titik Henti di UN Geografi dan Cara Jawabnya

Soal Titik Henti di UN Geografi dan Cara Jawabnya

Halo teman-teman sekalian, bagaimana kabarnya hari ini?. Semoga baik-baik saja dan senantiasa produktif. Apa yang akan kita bahas kali ini?.

Kali ini saya akan membagikan tips menjawab soal titik henti di UN Geografi. Titik henti atau breaking point adalah teori yang dikemukakan Reilly untuk menentukan lokasi paling tepat untuk membangun suatu pusat pelayanan. 

Indikator yang digunakan adalah jarak dan populasi dua tempat. Konsep ini mengadopsi dari hukum Gravitasi Newton. 

Baca juga:

Contoh soal Titik Henti
1. Dikethui dua kota A dan B. Jarak kota A ke B adalah 75 km sementara jumlah populasi kota A adalah 250.000 jiwa sementara kota B adalah 100.000 jiwa. Dimanakah lokasi titik hentinya?.
Titik Henti Pasti, src: Valentina Kasperova
Seringkali siswa bingung darimana cara menarik titik poinnya?. Dari A atau B. Logikanya titik henti ditetapkan lebih dekat ke arah kota dengan penduduk lebih sedikit untuk memancing kota kecil lebih interaksi dengan pusat pelayanan. 

Kota yang lebih banyak populasinya secara logika asumsi sudah memiliki daya interaksi besar karena populasinya tinggi. Untuk lebih mudahnya seperti ini:

1. Untuk lebih mudah menghitung maka usahakan cari kota dengan penduduk banyak lalu dibagi penduduk sedikit.
2. Jika penduduk A/B maka titik hentik ditarik dari B. Sementara jika B/A maka titik henti ditarik dari A.

Bagaimana?. Masih bingung?. Coba banyak berlatih di rumah. Pokonya yang namanya titik henti itu digunakan untuk menentukan posisi paling tetap untuk mendirikan sebuah lokasi pelayanan, industri atau pusat kegiatan lainnya.

 Dengan harapan lokasi yang pas dan paling strategis akan memikat penduduk sekitar untuk datang menuju lokasi pelayanan tersebut. Jadi bagi kamu yang ingin mendirikan toko atau pom bensin atau apalah maka konsep ini bisa digunakan untuk mengukur lokasi paling strategis. 

Baca juga:

Kamis, Januari 4

Dasar-Dasar Mendefinisikan Kota

Dasar-Dasar Mendefinisikan Kota

Kota atau city merupakan sebuah hasil karya peradaban manusia modern. Dalam memberikan definisi kota, para ahli kota mengajukan beberapa aspek yang akan menjadi perhatian masing-masing sehingga bisa berbeda-beda. 

Jadi definisi kota tidak dipandang dalam satu aspek saja namun banyak hal seperti jumlah penduduk, sosial, ekonomi dan hukum.

1. Morfologi
Paling mudah memang membandingkan bentuk fisik kota dengan fisik pedesaan, di kota kita lihat gedung tinggi, berdekatan dan di desa rumahnya sederhana dan tersebar di mana-mana misalnya.

Namun perkembangan zaman juga memerlihatkan kaburnya perbedaan bentuk fisik kota dan desa. Saat ini daerah pinggiran sudah memiliki bentuk fisik bangunan gaya kota dan modern.

2. Jumlah Penduduk
Kota diukur berdasarkan jumlah penduduknya artinya maka ukuran besar tidaknya kota adalah populasi penduduknya. Di Albania, Denmark, Swedia daerah berpenduduk 200 orang sudah disebut kota. 

Di Kanada syaratnya 1.000 orang, AS 1.500 dan Ghana 5.000. Di Indonesia sendiri setiap sensus nasional selalu berubah definisi kota tersebut sehingga untuk melakukan perbandingan jumlah kota antar dasawarsa cukup sulit.

Kini untuk sementara di Indonesia dipakai kriteria kota berikut:
1. Kota Kecil, 20.000-50.000 orang
2. Kota Sedang, 50.000 - 100.000 orang
3. Kota Besar, 100.000-1.000.000 orang
4. Kota Metropolitan, 1.000.000 -10.000.000 orang
5. Kota Megapolitan, > 10 juta
Dasar-Dasar Mendefinisikan Kota
KRL sarana transportasi massa kota modern
3. Hukum
Definisi kota dalam hal ini dikaitkan dengan danya hak-hak hukum tersendiri bagi penghuninya. Di masa Hindia Belanda, kota seperti Salatiga, Sukabumi, Probolinggo berstatus hamite, dengan alasan jumlah penduduk yang beretnis Eropa 10% lebih, mereka ini tidak di bawah kekuasaan bupati lalu kota diatur menurut hukum Belanda ditempatkan dibawah kekuasaan  walikota. 

Di masa kemerdekaan, jumlah kotamadya bekas hamite terus bertambah dengan alasan lain seperti otonomi.

4. Ekonomi
Ciri kota dalam hal ini adalah hidup yang non agraris, kota fungsi khasnya lebih ke arah kkultural, industri, perdagangan dan jasa. Dari aspek itu yang paling menonjol adalah perniagaan. Adanya pusat keramaian seperti mall dan pasar menjadi ciri kota zaman sekarang.

5. Sosial
Hubungan atau realsi antar penduduk secara sosial di kota tidak melebur seperti di desa. Di kota pendudunya serba tertutup, lugas, acuh, bebas bergaul dan tanpa norma yang jelas. 

Mereka hidup seperti terkotak-kotak oleh kepentingan masing-masing sehingga tidak ada yang mengekang dan hidup sesuka hati. Gambar: disini

Selasa, November 14

Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta

Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta

Jakarta merupakan kota metropolitan terbesar saat Indonesia dan menjadi ibukota negara. Seperti apa sejarah tata ruang kota Jakarta dari masa lalu hingga sekarang?. 

Kota Jakarta dahulu bernama Batavia sampai perang dunia kedua. Pada zaman VOC di muara Ciliwung, orang-orang Belanda mendirikan benteng untuk menahan serangan-serangan musuh setempat atau kompeni lain. 

Benteng tersebut dinamai Batavia untuk menghormati nenek moyang bangsa Belanda yaitu suku Bataven. Sebelum kedatangan belanda ke Indonesia, pelabuhan disana bernama Sunda Kelapa dan kemudian berubah menjadi Jayakarta yang pada tahun 1596 sudah dipimpin seorang adipati.

Sebagai pusat perdagangan Asia Tenggara, Batavia maju pesat hingga disaingi oleh Singapura buatan Raffles. Oleh sebab itu Batavia dijuluki Ratu Negeri Timur. Di Tahun 1673, populasi Jakarta mencapai 32.000 jiwa (padahal kota Frankfurt dan Main di Jerman masih 19.000 saat itu). 

Kemudian pada tahun 1830 tumbuh menjadi dua kali lipat, dan menjelang abad ke 19 penduudk Batavia sudah mencapai 115.000 jiwa.

Sejarah kota Batavia sejak dibukanya Weltevreden dijelaskan Wirjomantono yaitu: Daerah baru ini semula berpusat di lapangan Monas kemudian meluas ke arah Menteng dan Gondangdia. 

Sejak tahun 1797 pusat pemerintahan ada di kawasan Monas hingga sekarang. Selepas masa Daendels, gubernur jenderal van der Capellen (1820) menempati gedung istana Merdeka sekarang.
Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta
Pelabuhan Batavia abad ke 17
Perluasan kota mula-mula meliputi garden city yaitu gondangida baru dan menteng. Antara tahun 1860-1875 Batavia telah meluas meliputi kawasan dari pelabuhan Amsterdam (Tanjung Priuk) sampai Jatinegara (Meester Cornelis). 

Di masa lalu itu dari Gambir dibangun jalur kereta api menuju Bogor dan selesai pada akhir abad 18. Jalur kereta api sangat membantu pertumbuhan Jakarta ke arah timur di awal abad ke 20. 

Stasiun-stasiun kemudian ditambah untuk mendukung ekonomi lewat Pasar Senen, Pasar Manggarai dan Pasar Jatinegara.

Istana untuk gubernur jenderal dibereskan pada 1912 meski tidak ditinggali karena lebih banyak yang tinggal di istana Bogor. Istana Jakarta lebih dikhususkan untuk pertemuan penting dengan Volkstraad dan penerimaan tamu negara.

Untuk meramaikan Batavia sebagai kota perdagangan, dibuka bagian kawasan Glodok untuk Pecinan sementa sebagai ciri kota internasional baru maka diramaikan pula kawasan disekitar stasiun Gambir dan dibuka kawasan Pintu besar.

Perkembangan kota dari Batavia ke Jakarta tidak bisa dilepaskan dari peran perkembangan kawasan Gunung Sahari. Kedua hal ini memberikan pengertian baru bagi pasar tradisional Jawa mingguan yang didukung oleh deretan pertokoan yang rutin menjual kebutuhan sehari-hari dan kelontong.

Setelah Indonesia merdeka, di kawasan Merdeka Selatan sejak tahun 1960 dibangun gedung-gedung baru seperti gedung kedutaan Amerika dan Bank Indonesia di Jalan Thamrin. 

Soekarno lalu memerintahkan pendirian Monumen Nasional dengan bentuk kombinasi lingga yoni dengan tinggi melebihi menara Eiffel. Konsep tersebut mengandung makan simbolik persatuan kekuatan dasar dualistik untuk bangsa Indonesia merdeka.

Selepas kemerdekaan dan ibukota kembali ke Jakarta (sempat pindah ke Yogyakarta), dibangunlah kota Kebayoran Baru. Dalam waktu relatif singkat, kota-kota luar ini menyatu dengan Jakarta Raya. 

Pada 1948 populasi Jakarta masih 1.740.252 jiwa dan pada 1963 menjadi 3.100.000 dan terus meningkat sampai sensus 1980 mencatat angka 6.503.449 (11.023 jiwa per km persegi).
Perkembangan Tata Ruang Kota Jakarta
Proyek MRT di kota Jakarta saat ini
Sebuah gagasan pada tahun 1953 memproyeksikan luas kota menjadi 162 km persegi yang akan dibatasi oleh lingkaran jalan merangkap batas perluasan kota. Sejak 1959 perkembangan Jakarta menjadi bagian dari politik mercusuar dimana Indnoesia dijadikan pusat The New Emerging Forces.

Peristiwa G 30 S PKI tahun 1965 hanya mampu menghentikan sementara pengembangan tata ruang ibukota ini. Lau di era orde baru 1965-1985 rencan Induk pengembangan Jakarta dibuat. 

Bentuk dan arah perkembangannya ditentukan agar mekarnya seimbang ke segala arah dengan titik pusat Tugu Nasional di Medan Merdeka. Radius pancarnya semula 15 km kemudian diperpanjang menjadi 50 km sehingga mencakup Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. 

Konsep ini yang sekarang menjadi Megapolitan Jabodetabek. Perkembangan tata ruang Jakarta ini terus berlanjut hingga sekarang. Perluasannya kini sudah mencapai Cikarang di timur, di barat sudah mencapai Maja dan di selatan sudah menuju ke arah Sukabumi. 

Baca juga: Konsep trickle down effect
Gambar: disini,disini

Sabtu, November 11

Smart Waste Management Untuk Kota Bekasi Sehat

Smart Waste Management Untuk Kota Bekasi Sehat

Kota merupakan sebuah perwujudan hasil karya cipta dan karsa manusia di dalamnya. Penduduk kota semakin semakin bertambah seiring derasnya laju urbanisasi. Kota Bekasi adalah satu kota yang menjadi sasaran kaum urban dekade terakhir ini. 

Salah satu dampak dari konsentrasi penduduk yang pesat adalah sampah. Ya, sampah menjadi suatu fenomena yang hingga kini masih belum dipikirkan solusinya. Saya sudah setahun lebih pindah ke Kota Bekasi dan melihat sampah menjadi masalah yang harus segera dipecahkan. 

Bau sampah seringkali tercium saat pagi atau malam dan usut punya usut ini berasal dari TPA Bantargebang. Bau busuk sampah terbawa angin hingga ke pusat kota, OMG!. Saya sendiri sering jengkel dengan kondisi tersebut karena mengganggu aktifitas. 

Bau busuk ini kebanyakan tentu berasal dari pembusukan sampah organik. Bagaimana mau sehat warganya kalau kondisi lingkungannya buruk?. Kota Bekasi kini sedang meluncurkan program smart city yang tengah booming dan menjadi konsep kota abad 21. 
Smart Waste Management Untuk Kota Bekasi Sehat
Tumpukan sampah di salah satu pasar kota Bekasi. Dokumen pribadi
Smart city tentu bukan hanya sekedar memanfaatkan teknologi dalam kehidupan penduduk namun tujuan utamanya adalah bagaimana dengan teknologi masyarakat kota menjadi benar-benar smart dalam perilakunya, khususnya dalam manajemen sampah. Masalah sampah menurut saya bukan berada di akhir alias di Tempat Pembuangan Akhir namun berawal dari rumah. 

Jadi konsep yang saya tuangkan adalah bagaimana mengelola sampah dari rumah. Intinya setiap rumah tangga harus sudah bisa mendaur ulang sampah di rumah (khususnya yang organik) menjadi kompos. 

Darimana alatnya?. Mahal tidak?. Nah ini yang harus dipikirkan oleh enginer kita supaya bisa membuat alat pengubah sampah organik menjadi kompos secara murah. Saya sempat menemukan video di youtube tentang alat pengubah sampah organik di dapur menjadi kompos. 

Saya yakin enginner-enginner Indonesia juga bisa membuatnya dan segera diaplikasikan ke seluruh rumah tangga di Indonesia. Saya disini hanya menuangkan ide saja, jadi kurang lebih alurnya seperti ini:

Opsi Pertama
1. Setiap rumah harus memiliki instalasi pengumbah sampah organik menjadi kompos.
2. Kompos yang yang sudah jadi setiap hari dikirim ke suatu lokasi (bisa saja disebut bank kompos). Bank kompos ini dibuat bisa per kelurahan atau kecamatan.
3. Kompos kemudian dikirim ke bank sampah untuk ditukar dengan uang. Bisa jadi penghasilan sampingan kan?. 
4. Bank sampah bisa menjual komposnya ke para pelaku industri, petani atau stake holder lain.
5. Pembelian alat daur ulang sampah organik bisa juga memakai sistem DP lalu sisanya nyicil lewat hasil kompos tadi ke bank sampah. 
Smart Waste Management Untuk Kota Bekasi Sehat
Alur smart waste management
Opsi Kedua
1. Setiap rumah mengirim sampah organik ke bank sampah yang ada di kelurahan. (opsi jika sulit membeli alat daur ulang sampah organik di rumah.
2. Dalam hal ini setiap kelurahan harus punya satu unit lokasi pengubah sampah organik menjadi kompos.
3. Setelah sampah disetor ke kelurahan, hasil kompos kemudian bisa ditukar dengan uang sesuai berat kompos yang dihasilkan.

Dampak dari adanya manajemen sampah ini adalah akan menghilangkan distribusi sampah organik yang bau dari setiap rumah menuju TPA. Sampah organik di TPA lah yang menyebabkan bau busuk tercium di Kota Bekasi. 

Jika dari skala rumah saja sudah bersih dari sampah organik maka di TPA pun mungkin hanya ada sampah berjenis anorganik saya yang tidak mengeluarkan bau. 

Jadi pada intinya kita menyediakan sebuah program yang akan mengubah perilaku masyarakat kota dan dampak akhirnya adalah kota menjadi bersih karena memang perilaku masyarakatnya sendiri sudah bersih dari rumah. Inilah yang dinamakan smart city.

Jumat, November 10

Pelajari Keuntungan Kerugian Tinggal di Apartemen

Pelajari Keuntungan Kerugian Tinggal di Apartemen

Halo guys, kali ini saya akan bagikan sedikit pengalaman tentang keuntungan dan kerugian tinggal di apartemen. Di kota-kota besar saat ini mencari perumahan tentu sudah semakin sulit karena keterbatasan lahan tentunya. Salah satu solusi untuk untuk mengatasi hal tersebut adalah apartemen. Pembangunan apartemen mulai menggeliat sejak era reformasi dan didukung oleh pertumbuhan kota dan ekonomi Indonesia

Saat ini laju pertumbuhan apartemen semakin pesat terutama di kota-kota besar. Kaum urban semakin banyak yang memilih tinggal di apartemen daripada beli perumahan. Lantas apa kelebihan dan kekurangannya?.

Kelebihan
1. Jarak ke tempat kerja
Tinggal di apartemen lebih dekat ke tempat kerja karena pada dasarnya kini pengembang sudah tahun kondisi masyarakat. Lokasi aparteman banyak dibangun di daerah yang tidak jauh dari pusat bisnis atau daerah kegiatan.
2. Terkoneksi sarana transportasi
Salah satu keunggulan apartemen adalah kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi massal seperti bussway, KRL, MRT dan kendaraan umum lain. Hal ini memudahkan penghuninya untuk bermobilitas. Saat ini banyak apartemen dibangun di jalur MRT Jabodetabek untuk menunjang kegiatan hidup masyarakatnya.
3. Bebas banjir
Tinggal di apartemen tentu relatif bebas banjir karena jarang yang berada dekat aliran sungai atau selokan. Apalagi yang tinggal di lantai atas.
4. Tidak perlu biaya renovasi 
Beli apartemen maka anda hanya akan mengurusi bagian interior saja, dan untuk eksterior anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya perawatan. Tidak ada biaya perawatan gentengn bocor, beli pagar, kanopi dan lainnya.
5. Fasilitas cukup lengkap
Jika anda memilih tinggal di apartemen maka beragam fasilitas relatif sudah tersedia mulai dari restoran, lahan parkir, ATM, taman dan lainnya. Selain itu dari sisi keamanan, aparteman pastinya dijaga oleh petugas keamanan profesional.
Pelajari Keuntungan Kerugian Tinggal di Apartemen
Apartemen solusi kaum urban kini
Kerugian
1. Minim Sosialisasi
Tinggal di apartemen akan membuat anda hidup sendiri-sendiri dan jarang bersosialisasi seperti di perumahan. Jika anda hidup sendiri maka rasa kesepian tentu akan melanda. Sikap tolong menolong dan kekeluargaan tidak ada karena individualistis. Hal ini lama-lama bisa memicu stres bagi penghuninya.
2. Biaya-biaya
Membeli apartemen maka anda harus siap disodori berbagai macam biaya mulai dari dari parkir, perawatan, listrik, air, keamanan hingga kebersihan. 
3.Banyak Aturan
Tinggal di apartemen membuat anda harus taat pada aturan yang ada disana seperti dilarang bawa hewan peliharaan, dilarang menanam pohon, dilarang memutar musik dengan kecang dll. Ini merusak kebebasan atau hak asasi anda.
4. Harga Jual Turun
Harga jual apartemen jangka panjang lebih rendah dibandingkan nilai jual sebuah rumah. Ini harus dipertimbangkan calon pembeli. 

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian tinggal di sebuah apartemen. Hidup adalah pilihan dan sebelum memutuskan pilihan maka pelajarilah pilihan tersebut untuk mengurangi resiko yang muncul di masa depan. Gambar: disini

Senin, Oktober 23

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Ada banyak kota tersebar di seluruh penjuru dunia dengan sejarah dan perkembangannya masing-masing. Para ahli kota kemudian mengklasifikasikan kota berdasarkan kriteria tertentu. 

Klasifikasi kota adalah upaya menggolongkan kota atas dasar karakteristik tertentu. Kali ini kiata akan lihat kota berdasarkan fungsinya.

Kota punya berbagai macam fungsi baik itu sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, industri, pendidikan hingga kebudayaan. Sejalan dengan perkembangannya, kota dapat memiliki fungsi yang dominan di bidang tertentu. 

Namun kota yang telah punya fungsi tertentu itu dapat mengalami perubahan fungsi karena pengaruh fasilitasi kota dan kemajuan teknologi yang pesat. 

Jakarta dulunya adalah pusat perdagangan dan kini menjadi pusat pemerintahan. Baca juga: Batas lempeng konvergen, divergen dan transform

1. Kota sebagai pusat kebudayaan
Kota yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan memiliki potensi budaya yang lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lainnya. Potensi budaya ini berkaitan dengan adat/agama serta adanya pusat kerajaan di masa lalu. Contoh kota pusat kebudayaan di Indonesia adalah Yogyakarta dan Solo.

2. Kota sebagai pusat perdagangan
Secara umum kota punya pusat pedagangan, namun tidak semua kota memiliki aktifitas yang sangat dominan di bidang perdagangan. Kota pusat perdagangan ini dahulu bisa dimulai dari adanya kegiatan pelabuhan. 

Pelabuhan menjadi pintu masuk barang dan komoditas perdagangan sehingga daerah disekitarnya berkembang pesat. 

Namun dengan jaringan jalan raya, penerbangan dan rel yang semakin modern saat ini kota pusat perdagangan menyebar bukan hanya di dekat pelabuhan. 

Contoh kota pusat perdagangan di Indonesia adalah Surabaya, Medan, Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Baca juga: Ciri batuan beku, sedimen dan metamorf
Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya
Bandung kota pusat wisata dan pendidikan
3. Kota sebagai pusat industri
Kota berlabel pusat industri jika kegiatan industri di daerah tersebut lebih dominan diantara kegiatan lain. Kota-kota industri ini biasanya memiliki pertumbuhan yang pesat dan menjadi sasaran kaum urban. Contohnya adalah Karawang, Cikarang dan Bekasi.

Baca juga:
Anomali El Nino dan La Nina
Konsep geografi Heny J Warman

4. Kota pusat pemerintahan
Kota pusat pemerintahan dapat berkembang secara cepat karena perannya dalam mengatur sistem pemerintahan. Kota pusat pemerintahan umumnya memiliki hubungan luas dengan kota lain. 

Semua kegiatan juga banyak dilakukan di kota ini mulai dari pendidikan, perdagangan, politik, hingga budaya. Contohnya Jakarta, Bangkok, Washington.

5. Kota pusat pariwisata
Kota sebagai pusat pariwisata karena didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai jual pariwisata. Nilai jual pariwisata ini bisa berasal dari fenomena alam atau buatan. 

Contoh kota pusat pariwisata adalah Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Singapura, Las Vegas dan Paris. Baca juga: Perlapisan batuan sedimen

6. Kota pusat pendidikan
Kota sebagai pusat pendidikan karena didalamnya terdapat berbagai sekolah atau perguruan tinggi berkualitas dan ternama. Contohnya Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.  
Gambar: disini

Kamis, Oktober 5

3 Pilar Pembangunan Wilayah

3 Pilar Pembangunan Wilayah

Perencanaan pembangunan wilayah kini sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi kemajuan suatu daerah dan negara. Tanpa ada perencanaan yang matang maka pembangunan wilayah akan tidak berjalan baik. 

Perencanaan wilayah semakin relevan dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi dalam aspek kewilayahan. Hoover dan Giarratani menyimpulkan tiga pilar penting dalam proses pembangunan wilayah yaitu:
3 Pilar Pembangunan Wilayah
Proyek Bandara Kertajati Majalengka
1. Keunggulan komparatif (imperfect mobility of factor)
Pilar ini berkaitan dengan kondisi ditemukannya sumber-sumber daya tertentu yang secara fisik relatif sulit atau memiliki hambatan untuk digerakan antar wilayah. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor lokal yang khas seperti iklim dan budaya yang mengikat mekanisme produksi sumber daya tersebut sehingga wilayah memiliki komparatif. 

Sejauh ini karakteristik tersebut senantiasa berhubungan dengan produksi komoditas dari sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pertambangan, kehutanan dan kelompok primer lainnya. Baca juga: Soal HOTS geografi dan jawabannya

2. Aglomerasi (imperfect divisibility)
Pilar aglomerasi merupakan fenomena eksternal yang berpengaruh bagi perilaku ekonomi berupa meningkatnya keuntungan ekonomi secara spasial. 

Hal ini terjadi karena berkurangnya biaya-biaya produksi akibat penurunan jarak dalam pengangkutan bahan baku dan distribusi produk.

3. Biaya transport (imperfect mobility of good and services)
Pilar ini merupakan yang paling kasat mata mempengaruhi perekonomian. Dampaknyaadalah biaya yang terkait dengan jarak dan lokasi tidak dapat lagi diabaikan dalam proses produksi dan pembangunan wilayah.

Faktor lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan wilayah antara lain keputusan lokasional, terbentuknya sistem perkotaan dan mekanisme aglomerasi.
Gambar: disini

Kamis, September 28

5 Faktor Jakarta Bisa Tenggelam Lebih Cepat

5 Faktor Jakarta Bisa Tenggelam Lebih Cepat

Halo teman-teman, melihat judul di atas tentunya sangat menyeramkan juga ya. Tapi apa daya memang begitu adanya kok, masa sih?. 

Memang benar ya, kota Jakarta bisa tenggelam dan nanti menjadi the next Atlantis?. Jakarta ibukota kita tercinta ini sekarang di satu sisi tengah mengalami pembangunan yang pesat di berbagai fasilitas umum, namun disisi lain kota ini sedang berada dibawah ancaman mengerikan yaitu TENGGELAM. Inilah 5 faktor mengapa Jakarta bisa tenggelam lebih cepat dari perkiraan.

1. Global Warming
Fenomena global warming ini sudah terjadi sejak era revolusi Industri. Kegiatan manusia semakin memperbanyak konsentrasi gas efek rumah kaca dari industri dan transportasi. Hal ini membuat suhu rata-rata atmosfer meningkat dari abad ke abad. 

Peningkatan suhu ini berdampak pada mencairnya es di kurub dan pegunungan. Dampak lanjutannya adalah meningkatnya permukaan air laut. Kota-kota yang berada di dekat pantai akan terkena dampak ini sehingga harus mewaspadainya.  
2. Pesatnya Pembangunan
Pembangunan disatu sisi membuat Jakarta semakin menjadi kota metropolitan namun di sisi lain pemangunan bangunan beton di berbagai sisi membuat permukaan Jakarta semakin menurun setiap tahun. 

Menurut data penelitian Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) saja di daerah Muara Baru dari tahun 1970an - 2010, terjadi penurunan 4 meter. Ini baru satu wilayah dan yang lainnya sama mengalami penurunan. 
3. Ledakan Penduduk
Jakarta adalah kota terpadat di Indonesia dengan total lebih dari 10 juta jiwa. Bisa dibayangkan pengapnya kota ini. Ledakan penduduk ini tentu akan berdampak pada kondisi lain.

Konsumsi air tanah melonjak tajam sehingga volume air tanah menurun dan rongga udara akan banyak menghiasi di bawahnya maka penurunan tanah adalah dampak paling akhir. Padatnya penduduk membuat kebutuhan fasilitas seperti rumah, apartemen, kantor, jalan, rel kereta dan lainnya meningkat. Beban dari pembangunan tersebut akan mempercepat penurunan daratan Jakarta. Gambar: disini
Banjir Jakarta tahun 2013
4. Pendangkalan Sungai
Ada belasan sungai yang bermuara di Jakarta sehingga saluran air tersebut harus dipelihara dengan baik. Namun kini pendangkalan sungai sudah banyak terjadi di semua sungai. 

Pendangakalan ini disebabkan faktor alami yaitu dari erosi sungai dan limbah masyarakat. Kombinasi antara sampah dengan sedimen lumpur ini membuat kedalaman sungai menurun. Jika hujan lebat di hulu maka daya tampung air sungai menurun sehingga air meluap dan membanjiri daerah disekitarnya. 

Masyarakat harus sadar agar tidak membuang sampah ke sungai karena ini adalah  bom waktu yang siap meledak. Sebenarnya salah satu faktor banjir sering terjadi di Jakarta yaitu karena budaya masyarakat yang buang sampah ke sungai dan mereka seolah tidak menyadarinya atau pura-pura amnesia. 
5. Tata Kota Buruk
Sebuah kota harus memiliki perencanaan wilayah yang baik agar bisa mendatangkan kenyamanan bagi setiap penghuninya. Jakarta saat ini memang tengah berbenah di berbagai sisi untuk berevolusi menjadi kota yang layak huni. 

Akan tetapi penataan ruang di Jakarta masih sangat jauh dari harapan. Persentase ruang terbuka hijau masih jauh dari standar pemerintah. Saluran-saluran air di Jakarta masih sempit, beda halnya dengan di Tokyo atau London. 

Bangunan-bangunan liar dan kumuh masih banyak berdiri. Hal ini menjadi bom waktu yang mengancam di masa depan. Lihat saja saat hujan datang, pasti beberapa lokasi sudah tergenang. Ini baru hujan sebentar, bagaimana kalau sehari semalam atua berhari-hari tentu sudah pasti akan banjir besar. 

Jakarta merupakan tempat muara belasan sungai dan berada di dataran rendah. Desain pembangunan sesuai karakteristik fisik wilayah dikedepankan agar masa depan Jakarta masih bisa terselamatkan. 

Kita harus mengambil pelajaran dari Amsterdam, meskipun berada di bawah muka air laut namun mereka berinisiatif membangun tanggul raksasa untuk mengontrol air laut agar tidak masuk ke darat. 

Gambar: disini

Minggu, September 17

Tata Ruang Kota Secara Umum

Tata Ruang Kota Secara Umum

Kota pada dasarnya merupakan hasil peradaban manusia sebagai tempat bermukim dan berbagai macam aktivitas sosial, ekonomi dan budaya di dalamnya. 

Sebagai pusat segala macam aktifitas, kota merupakan daerah yang dinamis dan akan selalu mengalami perkembangan khususnya dalam sisi tata ruang. Baca juga: Konsep trickle down effect

Seiring berjalannya waktu struktur ruang kota berevolusi mengikuti kebutuhan manusia didalamnya. Kondisi sosial ekonomi masyarakat kota akan mempengaruhi perubahan dan perkembangan tata ruang kota sehingga membentuk zona-zona perkotaan. 

Menurut keruangannya, zona-zona sebuah kota dapat dibedakan sebagai berikut:
Tata Ruang Kota Secara Umum
Kawansan CBD Sudirman
1. Inti Kota
Inti kota atau core  merupakan pusat kota yang didalamnya berkumpul berbagai macam kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan pemrintahan. Hal itu karena inti kora memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mendukung kegitan tersebut. 

Sarana dan prasana dalam inti kota seperti superblok, perkantoran, pasar, pemukiman, stasiun, terminal, sekolah, rekreasi hingga kesehatan.

Adanya semua fasilitas penunjang tersebur membuat inti kota selalu sibuk dan tak pernah tidur. Pusat kota sering disebut juga sebagai CBD atau Central Bussiness District. Baca juga: Ciri awan cirrus, stratus dan cumulus

2. Selaput Inti Kota
Wilayah kota ini merupakan daerah yang berlokasi di luar inti kota dan terbentuk karena adanya pengembangan inti kota ke arah luar. 

Pengembangan ini tergantung pada ruang yang tersedia, kebutuhan penduduk, teknologi, faktor geografi hingga kebijakan pemerintah. Perkembangan selaput inti kota dapat membentuk pola-pola unit kegiatan seperti:
1. Sentralisasi, yaitu munculnya gejala pengelompokkan aktifitas pada tempat tertentu. Daerah ini pada umumnya merupakan pusar keramaian sehingga dapat menjadi inti selaput kota.
2. Nukleasi, yaitu pusat daerah kegiatan yang hampir sama dengan sentralisasi namun ukurannya lebih kecil.
3. Desentralisasi, merupakan gejala pengelompokan yang menjauhi titik pusat sehingga akan menghasilkan inti baru.
4. Segregasi, merupakan kelompok pemukiman yang terpisah karena perbedaan status sosial seperti pemukiman kumuh, pemukiman kelas atas/cluster dan rusun.

3. Kota Satelit
Merupakan daerah yang memiliki sifat kekotaan akibat dari perkembangan inti kota. Hal ini disebabkan inti kota sudah tidak mampu memberi daya dukung terhadap aktifitas kehidupan kota inti. 

Kota Satelit sering menjadi pusat industri dan produksi yang nantinya akan dikirim ke CBD. Baca juga: Beda patahan dextral dan sinistral

4. Sub Urban
Merupakan suatu daerah yang lokasinya terletak di sekitar pusat kota dan menjadi rumah para pekerja dan industri manufaktur. 

Sub urban merupakan batas kota dan desa dimana sifat masyarakat desa masih dijumpai dan menjadi daerah peralihan. 

Gambar: disini

Senin, September 11

Faktor Perkembangan Kota di Indonesia

Faktor Perkembangan Kota di Indonesia

Perkembangan kota sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di dalamnya. 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kota di Indonesia. Kamu tentu pernah berfikir mengapa harga tanah/properti makin hari makin melambung tinggi?. 

Saat ini lahan dan transportasi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tata guna lahan dan sistem transportasi menjadi bagian sistem keruangan yang dipengaruhi faktor eskternal. 

Komponen kedua variabel tersebut terus berkembang karena perubahan teknologi, kebijakan politik, ekonomi, demografi hingga budaya.

Baca juga:
Perbedaan meteorologi dan klimatologi
Potensi air tanah dangkal dan dalam

Hasilnya adalah interaksi tata guna lahan dengan jaringan transportasi selalu dikontrol oleh kebijakan daerah, pemilik properti dan masyarakat. Inilah yang menghasilkan evolusi sebuah kota. 

Coba lihat dahulu daerah Cikarang adalah lahan yang sangat tidak produktif, sekarang sudah menjadi kota raksasa dengan fasilitas kelas atas di dalamnya. 

Atau coba lihat Majalengka yang dulu merupakan kota pensiun kini sedang berbenah menjadi kota metropolitan. Berikut ini faktor perkembangan kota di Indonesia lebih jelasnya:

1. Tata Guna Lahan
Komponen ini adalah yang paling stabil pada sebuah dinamika kota. Dampak utama dari perubahan tata guna lahan adalah fungsinya sebagai penggerak dan penarik mobilitas penduduk. P

erubahan tata guna lahan akan memicu lonjakan harga sewa/jual tanah dan menjadi salah satu strategi investasi jangka panjang.

2. Jaringan Transportasi
Kehadiran sarana dan prasarana transportasi yang handal sangat penting bagi dinamika sebuah kota. Di berbagai tempat banyak dijumpai terminal/stasiun yang dibangun sejak berabad lalu dan masih eksis hingga saat ini. 

Kontribusi transportasi adalah penyedia aksesibilitas penduduk. Baca juga: Sistem klasifikasi iklim Koppen
Faktor Perkembangan Kota di Indonesia
Pembangunan Stasiun Cikarang mendongkrak nilai harga tanah disekitarnya
3. Mobilitas
Perubahan fisik kota akan memicu gerakan-gerakan penduduk baik secara horizontal atau vertikal. Kehadiran transportasi massal membuat penduduk dapat mudah menglaju dari satu lokasi ke lokasi lain. Mobilitas juga akan membawa hal-hal baru, ide baru, modal baru dan variabel lainnya.

4. Pekerja
Kota dibangun untuk kegiatan bisnis, pendidikan, jasa, hingga pemerintahan. Hal ini akan berdampak pada pesatnya permintaan tenaga kerja ke kota tersebut. Komuter adalah suatu fenomena yang umum dijumpai di kota besar seperti Jabodetabek.

5. Pemukiman
Pemukiman adalah sumber pekerja dan berfungsi sebagai penggerak. Perbedaan tingkat pendapatan juga biasanya akan mempengaruhi terhadap unit lokasi perumahan setiap penduduk sehingga akan ada stratifikasi perumahan. 

Kaum elite akan beli rumah di cluster perumahan elit, kaum menengah di pemukiman biasa, kaum bawah akan bermukim di kontrakan atau rumah susun.  

Baca juga: Menghitung teori titik henti

Gambar: sindonews

Sabtu, Agustus 26

Fenomena Mobil Murah di Indonesia

Fenomena Mobil Murah di Indonesia

Halo sahabat sekalian, semoga sehat selalu dan tetap produktif. Kali ini saya akan berbicara sedikit tentang fenomena yang terkati geografi transportasi yaitu fenomena mobil murah yang semakin menginvasi Indonesia. 

Mobil murah?, siapa yang tidak tergiur dengan slogan tadi. Pertumbuhan manusia yang cepat ditambah kondisi ekonomi yang membaik membuat penduduk Indonesia sudah banyak yang membutuhkan kendaraan dengan harga murah.

Beberapa dekade lalu mungkin kita hanya mengenal beberapa jenis merek mobil saja, namun kini berbagai dealer mobil sudah menjamur. Mobil murah menjadi senjata bisnis negara-negara maju di negara berkembang. 

Jadi jangan heran jika banyak macet disana-sini. Kalaupun jumlah ruas jalan itu ditambah maka kemacetan pasti selalu ada, paling tidak hanya berkurang sedikit. Mengapa demikian?. 

Karena pertumbuhan volumen kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan. Jika misal satu hari ada 1.000 mobil keluar dealer di Jakarta maka pertumbuhan jalan paling cuma 10 meter per hari. 100 mobil kali panjang mobil misal 2 m saja sudah 200 m bukan. Gambar: disini

Jadi ya, kita realistis saja bahwa mobil murah ini memang salah satu penyebab kemacetan lalu-lintas. Belum lagi adanya fenomena ojek berbasis daring dimana kini mobil pribadi berkeliaran tiap hari di jalanan mencari penumpang. 

Apakah itu melanggar?. Tidak, itu fenomena wajar dan sudah menjadi takdir di era digital saat ini.

Mobil murah merupakan tanda bahwa masyarakat Indonesia perekonomiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi dengan fasilitas kredit kita membeli mobil yang sesuai budget kita. Jadi kemacetan di jalanan merupakan kombinasi berbagai faktor guys, rumit. 

Regulasi mobil murah+program kredit ringan+ojek daring+jalanan sempit+manajemen lalu lintas+motor semakin banyak dan lainnya. Saya yakin meskipun pajak mobil dinaikan atau harga mobil dinaikan, tetap saja akan laku.

Lalu bagaimana dengan kondisi transportasi massal di Indonesia. Memang pertumbuhannya semakin membaik namun tetap tidak bisa mengimbangi jumlah populasi di kota besar yang semakin tidak terkendali. 

Fenomena mobil murah memang menjadi salah satu tanda bahwa pertumbuhan industri Indonesia semakin meningkat namun tentu harus diimbangi manajemen lalu-lintas yang handal agar kemacetan bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Sabtu, Agustus 19

Delta Mas, Jababeka, Meikarta and What Next?

Delta Mas, Jababeka, Meikarta and What Next?

Halo selamat pagi pemirsa sekalian, bagiamana kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan semakin produktif. Baiklah sesuai judul diatas, mungkin kalian ada yang sudah paham maksudnya, apalagi Meikarta yang iklannya sudah beredar di televisi. 

Saya tidak sama sekali bermaksud mengiklankan merek-merek di atas namun hanya ingin mengulas fenomenanya saja mengingat ini ada kaitannya dengan geografi khususnya materi kutub pertumbuhan. 

Delta Mas, Jababeka, Meikarta dapat didefinisikan sebagai sebuah kota mandiri yang memiliki beragama fasilitas kehidupan di dalamnya.

Kutub pertumbuhan pada dasarnya adalah sebuah wilayah yang menjadi leading atau pusat kekuatan. Kekuatan apa?. Paling penting dan utama adalah bisnis dan ekonomi. 

Kutub pertumbuhan ini seperti magnet atau drakula yang mengisap para manusia untuk menjadi makanannya. Dimana ada manusia disitu ada uang, inilah konsep utama bisnis saat ini. Gambar: disini
Delta Mas, Jababeka, Meikarta and What Next?
Proyek Kota Mandiri yang sedang dibangun dekat tol Cikampek
Saya sering bulak-balik melintasi jalur tol melewati Cikampek. Jalur Cikampek ini merupakan jalur emas dimana semua pergerakan barang jasa melintasi jalan tol ini. Saat ini bahkan sedang dibangun konstruksi jalan tol layang Cikampek II. 

Ini menandakan begitu pentingnya jalur ini bagi mobilitas manusia, barang dan jasa. Setiap hari kendaraan dari mulai mobil kecil, bis, truk trailer lalu lalang mengangkut komoditas melalui jalur ini. 

Selain itu yang tidak kalah penting, proyek kota mandiri yang sedang dibangun saat ini berada di jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Kok bisa tepat gitu sih?. Inilah bagian dari politik. Semua kebijakan apapun berkaitan erat dengan pemegang kekuasaan pada suatu negara.

Di sepanjang jalan tol Cikampek dari mulai keluar Bekasi hingga Kawarang sudah banyak berdiri kota-kota mandiri macam judul di atas. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?. Kebutuhan, Jakarta sebagai kota induk membutuhkan kota-kota satelit pendukung khususnya di sektor pemukiman.

Saya yakin mayoritas kini para pekerja di Jakarta memiliki hunian di luar Jakarta mengingat sudah tidak ada lagi perumahan dengan harga yang terjangkau disana. Jadi beruntunglah manusia yang hidup di Jakarta dari zaman dahulu, mendapatkan tanah disana.

Fenomena ini memaksa Jakarta membutuhkan kota satelit pendukung dan lahirlah Delta Mas, Jababeka dan saat ini Meikarta. Lalu siapa pengembang yang memiliki kota-kota tadi?. 

Saya tidak akan bahas disini, yang jelas dengan melihat logo di jalan tol pun pasti kalian tahu. Harga properti saat ini sudah semakin gila. Harga hunian paling murah di Meikarta saja di kisaran 400 jutaan. 

Lambat laun nanti konsep Megalopolis akan terbentang dari Jakarta-Bekasi-Karawang dan mungkin nanti hingga Kertajati Majalengka yang kini sedang dibangun bandara level internasional. 

Apakah kamu ingin punya investasi di kota mandiri tersebut?. Tentu bisa. Lalu apa yang bisa melawan inflasi?. Jawabannya adalah kreatifitas. Kreatifitas adalah kunci utama untuk melawan inflasi di era ekonomi liberal saat ini. 

Jika kamu hanya bergantung pada gaji yang tiap bulan kamu dapatkan, saya yakin tidak akan bisa alias sulit. Kamu nabung saat ini, kemudian 10 tahun lagi harga rumah sudah naik 100 kali lipat. 

Tidak seimbang bukan?. Buatlah sebuah produk/karya lalu posting di media sosial. Jika produk kamu bermanfaat pasti akan banyak transaksi.

Di era kapitalisme saat ini, siapa yang memiliki modal maka ia yang akan berkuasa. Kota-kota mandiri macam Delta Mas, Jababeka dan Meikarta adalah sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. 

Dengan modal hingga ratusan triliun, mereka bisa menyulap lahan tidak bertuan menjadi sebuah kota prestisius. Sekali lagi ini saya tidak diminta beriklan tentang produk-produk yang saya sebutkan, namun hanya mengulas fenomenanya saja. Kalau ada pihak yang diuntungkan, ya biarlah anggap saja amal. He.

Lalu setelah Delta Mas, Jababeka, Meikarta...what next?

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close