Guru Geografi: Geografi Kota | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Kota. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 10

Pelajari Keuntungan Kerugian Tinggal di Apartemen

Pelajari Keuntungan Kerugian Tinggal di Apartemen

Halo guys, kali ini saya akan bagikan sedikit pengalaman tentang keuntungan dan kerugian tinggal di apartemen. Di kota-kota besar saat ini mencari perumahan tentu sudah semakin sulit karena keterbatasan lahan tentunya. Salah satu solusi untuk untuk mengatasi hal tersebut adalah apartemen. Pembangunan apartemen mulai menggeliat sejak era reformasi dan didukung oleh pertumbuhan kota dan ekonomi Indonesia

Saat ini laju pertumbuhan apartemen semakin pesat terutama di kota-kota besar. Kaum urban semakin banyak yang memilih tinggal di apartemen daripada beli perumahan. Lantas apa kelebihan dan kekurangannya?.

Kelebihan
1. Jarak ke tempat kerja
Tinggal di apartemen lebih dekat ke tempat kerja karena pada dasarnya kini pengembang sudah tahun kondisi masyarakat. Lokasi aparteman banyak dibangun di daerah yang tidak jauh dari pusat bisnis atau daerah kegiatan.
2. Terkoneksi sarana transportasi
Salah satu keunggulan apartemen adalah kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi massal seperti bussway, KRL, MRT dan kendaraan umum lain. Hal ini memudahkan penghuninya untuk bermobilitas. Saat ini banyak apartemen dibangun di jalur MRT Jabodetabek untuk menunjang kegiatan hidup masyarakatnya.
3. Bebas banjir
Tinggal di apartemen tentu relatif bebas banjir karena jarang yang berada dekat aliran sungai atau selokan. Apalagi yang tinggal di lantai atas.
4. Tidak perlu biaya renovasi 
Beli apartemen maka anda hanya akan mengurusi bagian interior saja, dan untuk eksterior anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya perawatan. Tidak ada biaya perawatan gentengn bocor, beli pagar, kanopi dan lainnya.
5. Fasilitas cukup lengkap
Jika anda memilih tinggal di apartemen maka beragam fasilitas relatif sudah tersedia mulai dari restoran, lahan parkir, ATM, taman dan lainnya. Selain itu dari sisi keamanan, aparteman pastinya dijaga oleh petugas keamanan profesional.
Pelajari Keuntungan Kerugian Tinggal di Apartemen
Apartemen solusi kaum urban kini
Kerugian
1. Minim Sosialisasi
Tinggal di apartemen akan membuat anda hidup sendiri-sendiri dan jarang bersosialisasi seperti di perumahan. Jika anda hidup sendiri maka rasa kesepian tentu akan melanda. Sikap tolong menolong dan kekeluargaan tidak ada karena individualistis. Hal ini lama-lama bisa memicu stres bagi penghuninya.
2. Biaya-biaya
Membeli apartemen maka anda harus siap disodori berbagai macam biaya mulai dari dari parkir, perawatan, listrik, air, keamanan hingga kebersihan. 
3.Banyak Aturan
Tinggal di apartemen membuat anda harus taat pada aturan yang ada disana seperti dilarang bawa hewan peliharaan, dilarang menanam pohon, dilarang memutar musik dengan kecang dll. Ini merusak kebebasan atau hak asasi anda.
4. Harga Jual Turun
Harga jual apartemen jangka panjang lebih rendah dibandingkan nilai jual sebuah rumah. Ini harus dipertimbangkan calon pembeli. 

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian tinggal di sebuah apartemen. Hidup adalah pilihan dan sebelum memutuskan pilihan maka pelajarilah pilihan tersebut untuk mengurangi resiko yang muncul di masa depan. Gambar: disini

Senin, Oktober 23

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya

Ada banyak kota tersebar di seluruh penjuru dunia dengan sejarah dan perkembangannya masing-masing. Para ahli kota kemudian mengklasifikasikan kota berdasarkan kriteria tertentu. 

Klasifikasi kota adalah upaya menggolongkan kota atas dasar karakteristik tertentu. Kali ini kiata akan lihat kota berdasarkan fungsinya.

Kota punya berbagai macam fungsi baik itu sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, industri, pendidikan hingga kebudayaan. Sejalan dengan perkembangannya, kota dapat memiliki fungsi yang dominan di bidang tertentu. 

Namun kota yang telah punya fungsi tertentu itu dapat mengalami perubahan fungsi karena pengaruh fasilitasi kota dan kemajuan teknologi yang pesat. 

Jakarta dulunya adalah pusat perdagangan dan kini menjadi pusat pemerintahan. Baca juga: Batas lempeng konvergen, divergen dan transform

1. Kota sebagai pusat kebudayaan
Kota yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan memiliki potensi budaya yang lebih dominan dibandingkan dengan potensi yang lainnya. Potensi budaya ini berkaitan dengan adat/agama serta adanya pusat kerajaan di masa lalu. Contoh kota pusat kebudayaan di Indonesia adalah Yogyakarta dan Solo.

2. Kota sebagai pusat perdagangan
Secara umum kota punya pusat pedagangan, namun tidak semua kota memiliki aktifitas yang sangat dominan di bidang perdagangan. Kota pusat perdagangan ini dahulu bisa dimulai dari adanya kegiatan pelabuhan. 

Pelabuhan menjadi pintu masuk barang dan komoditas perdagangan sehingga daerah disekitarnya berkembang pesat. 

Namun dengan jaringan jalan raya, penerbangan dan rel yang semakin modern saat ini kota pusat perdagangan menyebar bukan hanya di dekat pelabuhan. 

Contoh kota pusat perdagangan di Indonesia adalah Surabaya, Medan, Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Baca juga: Ciri batuan beku, sedimen dan metamorf
Klasifikasi Kota Berdasarkan Fungsinya
Bandung kota pusat wisata dan pendidikan
3. Kota sebagai pusat industri
Kota berlabel pusat industri jika kegiatan industri di daerah tersebut lebih dominan diantara kegiatan lain. Kota-kota industri ini biasanya memiliki pertumbuhan yang pesat dan menjadi sasaran kaum urban. Contohnya adalah Karawang, Cikarang dan Bekasi.

Baca juga:
Anomali El Nino dan La Nina
Konsep geografi Heny J Warman

4. Kota pusat pemerintahan
Kota pusat pemerintahan dapat berkembang secara cepat karena perannya dalam mengatur sistem pemerintahan. Kota pusat pemerintahan umumnya memiliki hubungan luas dengan kota lain. 

Semua kegiatan juga banyak dilakukan di kota ini mulai dari pendidikan, perdagangan, politik, hingga budaya. Contohnya Jakarta, Bangkok, Washington.

5. Kota pusat pariwisata
Kota sebagai pusat pariwisata karena didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai jual pariwisata. Nilai jual pariwisata ini bisa berasal dari fenomena alam atau buatan. 

Contoh kota pusat pariwisata adalah Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Singapura, Las Vegas dan Paris. Baca juga: Perlapisan batuan sedimen

6. Kota pusat pendidikan
Kota sebagai pusat pendidikan karena didalamnya terdapat berbagai sekolah atau perguruan tinggi berkualitas dan ternama. Contohnya Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.  
Gambar: disini

Kamis, Oktober 5

3 Pilar Pembangunan Wilayah

3 Pilar Pembangunan Wilayah

Perencanaan pembangunan wilayah kini sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi kemajuan suatu daerah dan negara. Tanpa ada perencanaan yang matang maka pembangunan wilayah akan tidak berjalan baik. 

Perencanaan wilayah semakin relevan dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi dalam aspek kewilayahan. Hoover dan Giarratani menyimpulkan tiga pilar penting dalam proses pembangunan wilayah yaitu:
3 Pilar Pembangunan Wilayah
Proyek Bandara Kertajati Majalengka
1. Keunggulan komparatif (imperfect mobility of factor)
Pilar ini berkaitan dengan kondisi ditemukannya sumber-sumber daya tertentu yang secara fisik relatif sulit atau memiliki hambatan untuk digerakan antar wilayah. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor lokal yang khas seperti iklim dan budaya yang mengikat mekanisme produksi sumber daya tersebut sehingga wilayah memiliki komparatif. 

Sejauh ini karakteristik tersebut senantiasa berhubungan dengan produksi komoditas dari sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pertambangan, kehutanan dan kelompok primer lainnya. Baca juga: Soal HOTS geografi dan jawabannya

2. Aglomerasi (imperfect divisibility)
Pilar aglomerasi merupakan fenomena eksternal yang berpengaruh bagi perilaku ekonomi berupa meningkatnya keuntungan ekonomi secara spasial. 

Hal ini terjadi karena berkurangnya biaya-biaya produksi akibat penurunan jarak dalam pengangkutan bahan baku dan distribusi produk.

3. Biaya transport (imperfect mobility of good and services)
Pilar ini merupakan yang paling kasat mata mempengaruhi perekonomian. Dampaknyaadalah biaya yang terkait dengan jarak dan lokasi tidak dapat lagi diabaikan dalam proses produksi dan pembangunan wilayah.

Faktor lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan wilayah antara lain keputusan lokasional, terbentuknya sistem perkotaan dan mekanisme aglomerasi.
Gambar: disini

Kamis, September 28

5 Faktor Jakarta Bisa Tenggelam Lebih Cepat

5 Faktor Jakarta Bisa Tenggelam Lebih Cepat

Halo teman-teman, melihat judul di atas tentunya sangat menyeramkan juga ya. Tapi apa daya memang begitu adanya kok, masa sih?. 

Memang benar ya, kota Jakarta bisa tenggelam dan nanti menjadi the next Atlantis?. Jakarta ibukota kita tercinta ini sekarang di satu sisi tengah mengalami pembangunan yang pesat di berbagai fasilitas umum, namun disisi lain kota ini sedang berada dibawah ancaman mengerikan yaitu TENGGELAM. Inilah 5 faktor mengapa Jakarta bisa tenggelam lebih cepat dari perkiraan.

1. Global Warming
Fenomena global warming ini sudah terjadi sejak era revolusi Industri. Kegiatan manusia semakin memperbanyak konsentrasi gas efek rumah kaca dari industri dan transportasi. Hal ini membuat suhu rata-rata atmosfer meningkat dari abad ke abad. 

Peningkatan suhu ini berdampak pada mencairnya es di kurub dan pegunungan. Dampak lanjutannya adalah meningkatnya permukaan air laut. Kota-kota yang berada di dekat pantai akan terkena dampak ini sehingga harus mewaspadainya.  
2. Pesatnya Pembangunan
Pembangunan disatu sisi membuat Jakarta semakin menjadi kota metropolitan namun di sisi lain pemangunan bangunan beton di berbagai sisi membuat permukaan Jakarta semakin menurun setiap tahun. 

Menurut data penelitian Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) saja di daerah Muara Baru dari tahun 1970an - 2010, terjadi penurunan 4 meter. Ini baru satu wilayah dan yang lainnya sama mengalami penurunan. 
3. Ledakan Penduduk
Jakarta adalah kota terpadat di Indonesia dengan total lebih dari 10 juta jiwa. Bisa dibayangkan pengapnya kota ini. Ledakan penduduk ini tentu akan berdampak pada kondisi lain.

Konsumsi air tanah melonjak tajam sehingga volume air tanah menurun dan rongga udara akan banyak menghiasi di bawahnya maka penurunan tanah adalah dampak paling akhir. Padatnya penduduk membuat kebutuhan fasilitas seperti rumah, apartemen, kantor, jalan, rel kereta dan lainnya meningkat. Beban dari pembangunan tersebut akan mempercepat penurunan daratan Jakarta. Gambar: disini
Banjir Jakarta tahun 2013
4. Pendangkalan Sungai
Ada belasan sungai yang bermuara di Jakarta sehingga saluran air tersebut harus dipelihara dengan baik. Namun kini pendangkalan sungai sudah banyak terjadi di semua sungai. 

Pendangakalan ini disebabkan faktor alami yaitu dari erosi sungai dan limbah masyarakat. Kombinasi antara sampah dengan sedimen lumpur ini membuat kedalaman sungai menurun. Jika hujan lebat di hulu maka daya tampung air sungai menurun sehingga air meluap dan membanjiri daerah disekitarnya. 

Masyarakat harus sadar agar tidak membuang sampah ke sungai karena ini adalah  bom waktu yang siap meledak. Sebenarnya salah satu faktor banjir sering terjadi di Jakarta yaitu karena budaya masyarakat yang buang sampah ke sungai dan mereka seolah tidak menyadarinya atau pura-pura amnesia. 
5. Tata Kota Buruk
Sebuah kota harus memiliki perencanaan wilayah yang baik agar bisa mendatangkan kenyamanan bagi setiap penghuninya. Jakarta saat ini memang tengah berbenah di berbagai sisi untuk berevolusi menjadi kota yang layak huni. 

Akan tetapi penataan ruang di Jakarta masih sangat jauh dari harapan. Persentase ruang terbuka hijau masih jauh dari standar pemerintah. Saluran-saluran air di Jakarta masih sempit, beda halnya dengan di Tokyo atau London. 

Bangunan-bangunan liar dan kumuh masih banyak berdiri. Hal ini menjadi bom waktu yang mengancam di masa depan. Lihat saja saat hujan datang, pasti beberapa lokasi sudah tergenang. Ini baru hujan sebentar, bagaimana kalau sehari semalam atua berhari-hari tentu sudah pasti akan banjir besar. 

Jakarta merupakan tempat muara belasan sungai dan berada di dataran rendah. Desain pembangunan sesuai karakteristik fisik wilayah dikedepankan agar masa depan Jakarta masih bisa terselamatkan. 

Kita harus mengambil pelajaran dari Amsterdam, meskipun berada di bawah muka air laut namun mereka berinisiatif membangun tanggul raksasa untuk mengontrol air laut agar tidak masuk ke darat. 

Gambar: disini

Minggu, September 17

Tata Ruang Kota Secara Umum

Tata Ruang Kota Secara Umum

Kota pada dasarnya merupakan hasil peradaban manusia sebagai tempat bermukim dan berbagai macam aktivitas sosial, ekonomi dan budaya di dalamnya. 

Sebagai pusat segala macam aktifitas, kota merupakan daerah yang dinamis dan akan selalu mengalami perkembangan khususnya dalam sisi tata ruang. Baca juga: Konsep trickle down effect

Seiring berjalannya waktu struktur ruang kota berevolusi mengikuti kebutuhan manusia didalamnya. Kondisi sosial ekonomi masyarakat kota akan mempengaruhi perubahan dan perkembangan tata ruang kota sehingga membentuk zona-zona perkotaan. 

Menurut keruangannya, zona-zona sebuah kota dapat dibedakan sebagai berikut:
Tata Ruang Kota Secara Umum
Kawansan CBD Sudirman
1. Inti Kota
Inti kota atau core  merupakan pusat kota yang didalamnya berkumpul berbagai macam kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan pemrintahan. Hal itu karena inti kora memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mendukung kegitan tersebut. 

Sarana dan prasana dalam inti kota seperti superblok, perkantoran, pasar, pemukiman, stasiun, terminal, sekolah, rekreasi hingga kesehatan.

Adanya semua fasilitas penunjang tersebur membuat inti kota selalu sibuk dan tak pernah tidur. Pusat kota sering disebut juga sebagai CBD atau Central Bussiness District. Baca juga: Ciri awan cirrus, stratus dan cumulus

2. Selaput Inti Kota
Wilayah kota ini merupakan daerah yang berlokasi di luar inti kota dan terbentuk karena adanya pengembangan inti kota ke arah luar. 

Pengembangan ini tergantung pada ruang yang tersedia, kebutuhan penduduk, teknologi, faktor geografi hingga kebijakan pemerintah. Perkembangan selaput inti kota dapat membentuk pola-pola unit kegiatan seperti:
1. Sentralisasi, yaitu munculnya gejala pengelompokkan aktifitas pada tempat tertentu. Daerah ini pada umumnya merupakan pusar keramaian sehingga dapat menjadi inti selaput kota.
2. Nukleasi, yaitu pusat daerah kegiatan yang hampir sama dengan sentralisasi namun ukurannya lebih kecil.
3. Desentralisasi, merupakan gejala pengelompokan yang menjauhi titik pusat sehingga akan menghasilkan inti baru.
4. Segregasi, merupakan kelompok pemukiman yang terpisah karena perbedaan status sosial seperti pemukiman kumuh, pemukiman kelas atas/cluster dan rusun.

3. Kota Satelit
Merupakan daerah yang memiliki sifat kekotaan akibat dari perkembangan inti kota. Hal ini disebabkan inti kota sudah tidak mampu memberi daya dukung terhadap aktifitas kehidupan kota inti. 

Kota Satelit sering menjadi pusat industri dan produksi yang nantinya akan dikirim ke CBD. Baca juga: Beda patahan dextral dan sinistral

4. Sub Urban
Merupakan suatu daerah yang lokasinya terletak di sekitar pusat kota dan menjadi rumah para pekerja dan industri manufaktur. 

Sub urban merupakan batas kota dan desa dimana sifat masyarakat desa masih dijumpai dan menjadi daerah peralihan. 

Gambar: disini

Senin, September 11

Faktor Perkembangan Kota di Indonesia

Faktor Perkembangan Kota di Indonesia

Perkembangan kota sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di dalamnya. 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kota di Indonesia. Kamu tentu pernah berfikir mengapa harga tanah/properti makin hari makin melambung tinggi?. 

Saat ini lahan dan transportasi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tata guna lahan dan sistem transportasi menjadi bagian sistem keruangan yang dipengaruhi faktor eskternal. 

Komponen kedua variabel tersebut terus berkembang karena perubahan teknologi, kebijakan politik, ekonomi, demografi hingga budaya.

Baca juga:
Perbedaan meteorologi dan klimatologi
Potensi air tanah dangkal dan dalam

Hasilnya adalah interaksi tata guna lahan dengan jaringan transportasi selalu dikontrol oleh kebijakan daerah, pemilik properti dan masyarakat. Inilah yang menghasilkan evolusi sebuah kota. 

Coba lihat dahulu daerah Cikarang adalah lahan yang sangat tidak produktif, sekarang sudah menjadi kota raksasa dengan fasilitas kelas atas di dalamnya. 

Atau coba lihat Majalengka yang dulu merupakan kota pensiun kini sedang berbenah menjadi kota metropolitan. Berikut ini faktor perkembangan kota di Indonesia lebih jelasnya:

1. Tata Guna Lahan
Komponen ini adalah yang paling stabil pada sebuah dinamika kota. Dampak utama dari perubahan tata guna lahan adalah fungsinya sebagai penggerak dan penarik mobilitas penduduk. P

erubahan tata guna lahan akan memicu lonjakan harga sewa/jual tanah dan menjadi salah satu strategi investasi jangka panjang.

2. Jaringan Transportasi
Kehadiran sarana dan prasarana transportasi yang handal sangat penting bagi dinamika sebuah kota. Di berbagai tempat banyak dijumpai terminal/stasiun yang dibangun sejak berabad lalu dan masih eksis hingga saat ini. 

Kontribusi transportasi adalah penyedia aksesibilitas penduduk. Baca juga: Sistem klasifikasi iklim Koppen
Faktor Perkembangan Kota di Indonesia
Pembangunan Stasiun Cikarang mendongkrak nilai harga tanah disekitarnya
3. Mobilitas
Perubahan fisik kota akan memicu gerakan-gerakan penduduk baik secara horizontal atau vertikal. Kehadiran transportasi massal membuat penduduk dapat mudah menglaju dari satu lokasi ke lokasi lain. Mobilitas juga akan membawa hal-hal baru, ide baru, modal baru dan variabel lainnya.

4. Pekerja
Kota dibangun untuk kegiatan bisnis, pendidikan, jasa, hingga pemerintahan. Hal ini akan berdampak pada pesatnya permintaan tenaga kerja ke kota tersebut. Komuter adalah suatu fenomena yang umum dijumpai di kota besar seperti Jabodetabek.

5. Pemukiman
Pemukiman adalah sumber pekerja dan berfungsi sebagai penggerak. Perbedaan tingkat pendapatan juga biasanya akan mempengaruhi terhadap unit lokasi perumahan setiap penduduk sehingga akan ada stratifikasi perumahan. 

Kaum elite akan beli rumah di cluster perumahan elit, kaum menengah di pemukiman biasa, kaum bawah akan bermukim di kontrakan atau rumah susun.  

Baca juga: Menghitung teori titik henti

Gambar: sindonews

Sabtu, Agustus 26

Fenomena Mobil Murah di Indonesia

Fenomena Mobil Murah di Indonesia

Halo sahabat sekalian, semoga sehat selalu dan tetap produktif. Kali ini saya akan berbicara sedikit tentang fenomena yang terkati geografi transportasi yaitu fenomena mobil murah yang semakin menginvasi Indonesia. 

Mobil murah?, siapa yang tidak tergiur dengan slogan tadi. Pertumbuhan manusia yang cepat ditambah kondisi ekonomi yang membaik membuat penduduk Indonesia sudah banyak yang membutuhkan kendaraan dengan harga murah.

Beberapa dekade lalu mungkin kita hanya mengenal beberapa jenis merek mobil saja, namun kini berbagai dealer mobil sudah menjamur. Mobil murah menjadi senjata bisnis negara-negara maju di negara berkembang. 

Jadi jangan heran jika banyak macet disana-sini. Kalaupun jumlah ruas jalan itu ditambah maka kemacetan pasti selalu ada, paling tidak hanya berkurang sedikit. Mengapa demikian?. 

Karena pertumbuhan volumen kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan. Jika misal satu hari ada 1.000 mobil keluar dealer di Jakarta maka pertumbuhan jalan paling cuma 10 meter per hari. 100 mobil kali panjang mobil misal 2 m saja sudah 200 m bukan. Gambar: disini

Jadi ya, kita realistis saja bahwa mobil murah ini memang salah satu penyebab kemacetan lalu-lintas. Belum lagi adanya fenomena ojek berbasis daring dimana kini mobil pribadi berkeliaran tiap hari di jalanan mencari penumpang. 

Apakah itu melanggar?. Tidak, itu fenomena wajar dan sudah menjadi takdir di era digital saat ini.

Mobil murah merupakan tanda bahwa masyarakat Indonesia perekonomiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi dengan fasilitas kredit kita membeli mobil yang sesuai budget kita. Jadi kemacetan di jalanan merupakan kombinasi berbagai faktor guys, rumit. 

Regulasi mobil murah+program kredit ringan+ojek daring+jalanan sempit+manajemen lalu lintas+motor semakin banyak dan lainnya. Saya yakin meskipun pajak mobil dinaikan atau harga mobil dinaikan, tetap saja akan laku.

Lalu bagaimana dengan kondisi transportasi massal di Indonesia. Memang pertumbuhannya semakin membaik namun tetap tidak bisa mengimbangi jumlah populasi di kota besar yang semakin tidak terkendali. 

Fenomena mobil murah memang menjadi salah satu tanda bahwa pertumbuhan industri Indonesia semakin meningkat namun tentu harus diimbangi manajemen lalu-lintas yang handal agar kemacetan bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Sabtu, Agustus 19

Delta Mas, Jababeka, Meikarta and What Next?

Delta Mas, Jababeka, Meikarta and What Next?

Halo selamat pagi pemirsa sekalian, bagiamana kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan semakin produktif. Baiklah sesuai judul diatas, mungkin kalian ada yang sudah paham maksudnya, apalagi Meikarta yang iklannya sudah beredar di televisi. 

Saya tidak sama sekali bermaksud mengiklankan merek-merek di atas namun hanya ingin mengulas fenomenanya saja mengingat ini ada kaitannya dengan geografi khususnya materi kutub pertumbuhan. 

Delta Mas, Jababeka, Meikarta dapat didefinisikan sebagai sebuah kota mandiri yang memiliki beragama fasilitas kehidupan di dalamnya.

Kutub pertumbuhan pada dasarnya adalah sebuah wilayah yang menjadi leading atau pusat kekuatan. Kekuatan apa?. Paling penting dan utama adalah bisnis dan ekonomi. 

Kutub pertumbuhan ini seperti magnet atau drakula yang mengisap para manusia untuk menjadi makanannya. Dimana ada manusia disitu ada uang, inilah konsep utama bisnis saat ini. Gambar: disini
Delta Mas, Jababeka, Meikarta and What Next?
Proyek Kota Mandiri yang sedang dibangun dekat tol Cikampek
Saya sering bulak-balik melintasi jalur tol melewati Cikampek. Jalur Cikampek ini merupakan jalur emas dimana semua pergerakan barang jasa melintasi jalan tol ini. Saat ini bahkan sedang dibangun konstruksi jalan tol layang Cikampek II. 

Ini menandakan begitu pentingnya jalur ini bagi mobilitas manusia, barang dan jasa. Setiap hari kendaraan dari mulai mobil kecil, bis, truk trailer lalu lalang mengangkut komoditas melalui jalur ini. 

Selain itu yang tidak kalah penting, proyek kota mandiri yang sedang dibangun saat ini berada di jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Kok bisa tepat gitu sih?. Inilah bagian dari politik. Semua kebijakan apapun berkaitan erat dengan pemegang kekuasaan pada suatu negara.

Di sepanjang jalan tol Cikampek dari mulai keluar Bekasi hingga Kawarang sudah banyak berdiri kota-kota mandiri macam judul di atas. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?. Kebutuhan, Jakarta sebagai kota induk membutuhkan kota-kota satelit pendukung khususnya di sektor pemukiman.

Saya yakin mayoritas kini para pekerja di Jakarta memiliki hunian di luar Jakarta mengingat sudah tidak ada lagi perumahan dengan harga yang terjangkau disana. Jadi beruntunglah manusia yang hidup di Jakarta dari zaman dahulu, mendapatkan tanah disana.

Fenomena ini memaksa Jakarta membutuhkan kota satelit pendukung dan lahirlah Delta Mas, Jababeka dan saat ini Meikarta. Lalu siapa pengembang yang memiliki kota-kota tadi?. 

Saya tidak akan bahas disini, yang jelas dengan melihat logo di jalan tol pun pasti kalian tahu. Harga properti saat ini sudah semakin gila. Harga hunian paling murah di Meikarta saja di kisaran 400 jutaan. 

Lambat laun nanti konsep Megalopolis akan terbentang dari Jakarta-Bekasi-Karawang dan mungkin nanti hingga Kertajati Majalengka yang kini sedang dibangun bandara level internasional. 

Apakah kamu ingin punya investasi di kota mandiri tersebut?. Tentu bisa. Lalu apa yang bisa melawan inflasi?. Jawabannya adalah kreatifitas. Kreatifitas adalah kunci utama untuk melawan inflasi di era ekonomi liberal saat ini. 

Jika kamu hanya bergantung pada gaji yang tiap bulan kamu dapatkan, saya yakin tidak akan bisa alias sulit. Kamu nabung saat ini, kemudian 10 tahun lagi harga rumah sudah naik 100 kali lipat. 

Tidak seimbang bukan?. Buatlah sebuah produk/karya lalu posting di media sosial. Jika produk kamu bermanfaat pasti akan banyak transaksi.

Di era kapitalisme saat ini, siapa yang memiliki modal maka ia yang akan berkuasa. Kota-kota mandiri macam Delta Mas, Jababeka dan Meikarta adalah sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. 

Dengan modal hingga ratusan triliun, mereka bisa menyulap lahan tidak bertuan menjadi sebuah kota prestisius. Sekali lagi ini saya tidak diminta beriklan tentang produk-produk yang saya sebutkan, namun hanya mengulas fenomenanya saja. Kalau ada pihak yang diuntungkan, ya biarlah anggap saja amal. He.

Lalu setelah Delta Mas, Jababeka, Meikarta...what next?
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close