Guru Geografi: Geografi Lingkungan | Blog Guru Geografi Milenial
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 9

Definisi Sumber Daya Alam (SDA) Berkelanjutan dan Contoh Kegiatannya

Definisi Sumber Daya Alam (SDA) Berkelanjutan dan Contoh Kegiatannya

Sumber daya alam adalah semua materi yang bisa didayagunakan untuk kepentingan hidup manusia di permukaan bumi. 

Dalam pengelolaannya, SDA ini perlu memperhatikan prinsip berkelanjutan agar generasi masa depan dapat juga menikmati hasilnya. Distulah pentingnya memahami sumber daya alam berkelanjutan.

Sumber daya alam berkelanjutan merujuk pada pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan perlindungan lingkungan, kebutuhan generasi saat ini, dan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Konsep ini didasarkan pada prinsip bahwa sumber daya alam tidak terbatas, dan penggunaannya harus dilakukan dengan cara yang tidak merusak lingkungan alami serta mempertahankan kemampuan sumber daya tersebut untuk diperbaharui.

Sumber daya alam perlu berkelanjutan karena ada beberapa alasan penting:

1. Keberlanjutan Ekologis: Sumber daya alam berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Jika sumber daya alam dieksploitasi secara berlebihan atau tidak bertanggung jawab, dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius, termasuk kehilangan habitat, kepunahan spesies, dan degradasi ekosistem. Dengan menjaga keberlanjutan sumber daya alam, kita dapat melindungi dan mempertahankan kehidupan di planet ini.

2. Ketersediaan untuk Generasi Masa Depan: Sumber daya alam adalah warisan yang kita terima dari generasi sebelumnya dan menjadi tanggung jawab kita untuk mewarisinya kepada generasi yang akan datang. Jika sumber daya alam dieksploitasi tanpa pertimbangan jangka panjang, dapat terjadi kekurangan atau kelangkaan sumber daya di masa depan. Dengan menerapkan pendekatan berkelanjutan, kita memastikan bahwa sumber daya alam tetap tersedia untuk digunakan oleh generasi mendatang.

3. Dukungan untuk Pembangunan Ekonomi: Sumber daya alam berperan penting dalam pembangunan ekonomi, seperti energi, bahan baku industri, dan air bersih. Jika sumber daya alam dikelola secara berkelanjutan, dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi perekonomian. Di sisi lain, pengelolaan yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, termasuk penurunan produktivitas, biaya lingkungan yang tinggi, dan ketergantungan pada sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.
Batubara adalah sumber daya alam yang tidak bisa dipulihkan cepat

Perlindungan Sosial dan Budaya: Sumber daya alam juga berhubungan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Banyak komunitas bergantung pada sumber daya alam untuk mata pencaharian, makanan, obat-obatan, dan nilai budaya. Dengan menjaga keberlanjutan sumber daya alam, kita dapat melindungi kehidupan dan kebudayaan masyarakat yang tergantung pada sumber daya tersebut.

Pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

1. Konservasi: Upaya untuk melindungi sumber daya alam dengan meminimalkan pemborosan, mengurangi emisi dan limbah, serta menjaga keanekaragaman hayati.

2. Efisiensi: Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dengan teknologi dan praktik yang lebih efisien, seperti penggunaan energi terbarukan dan hemat energi, penggunaan air yang efisien, dan penggunaan bahan baku yang lebih efisien.

3. Pemulihan: Mengembalikan ekosistem yang terdegradasi atau rusak ke kondisi semula melalui restorasi lingkungan dan rehabilitasi.

4. Diversifikasi: Memperluas sumber daya alam yang digunakan agar tidak terlalu tergantung pada satu jenis sumber daya alam tertentu, sehingga jika satu sumber daya alam terganggu, masih ada alternatif lain yang dapat digunakan.

5. Partisipasi masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk pemilik tanah, kelompok masyarakat setempat, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan menerapkan pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam, diharapkan dapat mencapai keselarasan antara kebutuhan manusia dengan kesehatan lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi saat ini dan mendatang.

Rabu, April 12

Teori Determinisme Lingkungan, Kaitan Dengan Geografi dan Tokoh-Tokohnya

Teori Determinisme Lingkungan, Kaitan Dengan Geografi dan Tokoh-Tokohnya

Teori determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa perilaku, kepribadian, dan kemampuan manusia ditentukan oleh lingkungan sekitarnya, termasuk faktor-faktor seperti iklim, geografi, dan kebudayaan. Menurut teori ini, lingkungan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap manusia dan menentukan perilaku dan kepribadian seseorang.

Teori determinisme lingkungan sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsuf Prancis bernama Jean-Jacques Rousseau, yang percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan masyarakatlah yang membuat manusia menjadi buruk. Teori ini juga terkait dengan pemikiran positivisme, yang menyatakan bahwa semua pengetahuan harus didasarkan pada observasi dan pengujian empiris.

Namun, teori determinisme lingkungan telah dikritik karena mengabaikan peran faktor-faktor genetik dalam menentukan perilaku dan kepribadian manusia. Bukti-bukti dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik juga memainkan peran penting dalam pembentukan perilaku dan kepribadian seseorang.

Teori determinisme lingkungan juga dapat menjadi alasan untuk menerapkan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang ada. Oleh karena itu, teori ini tidak lagi digunakan secara luas dalam psikologi dan sosiologi modern.

Contoh determinisme lingkungan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

- Seorang anak tumbuh di lingkungan yang buruk dan kurang stimulasi mental dapat memiliki kemampuan belajar yang rendah dan cenderung mengalami kesulitan dalam mempelajari keterampilan akademis.

- Lingkungan yang penuh dengan kekerasan dan konflik dapat menyebabkan seseorang menjadi agresif dan mudah terprovokasi.

- Iklim yang ekstrim dan buruk dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang.

- Kebudayaan yang menganut nilai-nilai yang kuat dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku individu dalam kelompok tersebut.

Namun, penting untuk diingat bahwa faktor-faktor lain seperti genetik, pendidikan, dan pengalaman pribadi juga berperan dalam menentukan perilaku dan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, determinisme lingkungan hanya merupakan salah satu dari banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia. 

Beberapa tokoh yang dianggap menganut atau berkontribusi dalam teori determinisme lingkungan adalah sebagai berikut:

1. Jean-Jacques Rousseau - filsuf Prancis yang percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan masyarakatlah yang membuat manusia menjadi buruk.
2. John Locke - filsuf Inggris yang mempercayai bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman.
3. Auguste Comte - sosialis dan filsuf Prancis yang mengembangkan teori positivisme yang menekankan bahwa pengetahuan harus didasarkan pada pengamatan empiris.
4. B.F. Skinner - psikolog Amerika yang mempercayai bahwa perilaku manusia sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan sekitarnya.
5. Ivan Pavlov - ahli fisiologi Rusia yang terkenal dengan penelitiannya tentang kondisioning klasik pada anjing.
Budaya masyarakat dipengaruhi kondisi geografis
Source pic:https://bestmeachanicalbulls.com/.

Gambar di atas bersumber dari Mechanical Bull Rental Dallas,

Dalam geografi, determinisme adalah teori yang menyatakan bahwa kondisi geografis seperti iklim, topografi, dan sumber daya alam suatu daerah menentukan perkembangan sejarah dan budaya masyarakat yang hidup di daerah tersebut. Teori ini mengasumsikan bahwa manusia hanya dapat beradaptasi dengan kondisi alam sekitarnya, dan lingkungan memegang peran dominan dalam menentukan kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya suatu masyarakat.

Contoh teori determinisme geografis adalah pandangan bahwa iklim panas dan lembap di Afrika Tengah menghambat perkembangan ekonomi dan teknologi pada masyarakat di wilayah tersebut, sehingga masyarakat Afrika dianggap tidak maju sebagaimana masyarakat Eropa atau Asia. Teori ini kemudian dikritik karena mengabaikan faktor-faktor budaya, politik, dan sosial yang juga memengaruhi perkembangan suatu masyarakat.

Dalam konteks geografi modern, determinisme geografis tidak lagi digunakan sebagai kerangka teoritis utama, tetapi masih menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan dalam analisis geografis.

Salah satu tokoh yang dianggap memiliki kontribusi dalam pengembangan teori determinisme geografis adalah Ellen Churchill Semple. Ia adalah seorang geografer Amerika Serikat yang hidup pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Semple mengembangkan konsep determinisme geografis dengan mengemukakan bahwa faktor-faktor geografis seperti iklim, relief, dan vegetasi dapat mempengaruhi budaya, sejarah, dan perkembangan ekonomi suatu daerah. Ia menekankan pentingnya faktor-faktor geografis dalam membentuk karakteristik masyarakat dan membantu menjelaskan fenomena seperti imperialisme dan nasionalisme.

Sabtu, Maret 11

Definisi dan Rumus Daya Dukung Lingkungan

Definisi dan Rumus Daya Dukung Lingkungan

Daya dukung lingkungan (environmental carrying capacity) adalah kemampuan lingkungan untuk menopang jumlah populasi manusia dan kegiatan manusia di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu tanpa merusak atau mengurangi kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa depan.

Daya dukung lingkungan mencakup ketersediaan sumber daya alam, kemampuan lingkungan dalam menangani limbah dan polusi, serta kemampuan lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Daya dukung lingkungan dihitung dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan lingkungan dalam menopang keberlangsungan hidup manusia di wilayah tersebut. Faktor-faktor tersebut meliputi luas wilayah, jumlah populasi, ketersediaan sumber daya alam, teknologi, perilaku manusia, dan faktor lingkungan lainnya.

Dalam mempertahankan keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan, penting untuk memperhatikan daya dukung lingkungan. 

Jika populasi manusia atau aktivitas manusia di suatu wilayah melebihi daya dukung lingkungan, maka lingkungan akan mengalami kerusakan dan kemampuan lingkungan dalam menopang kehidupan manusia di masa depan akan berkurang. 

Oleh karena itu, perlu adanya manajemen lingkungan yang baik dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk menjaga daya dukung lingkungan.
Tumpukan sampah dapat mencemari lingkungan

Rumus daya dukung lingkungan (environmental carrying capacity) dapat dinyatakan sebagai:

DC = (P * A * F * T) / R

DC = daya dukung lingkungan
P = jumlah populasi manusia di wilayah yang akan dihitung
A = luas wilayah yang akan dihitung
F = faktor lingkungan yang mempengaruhi daya dukung wilayah
T = faktor teknologi dan perilaku manusia yang mempengaruhi daya dukung wilayah
R = tingkat konsumsi sumber daya alam dan tingkat produksi limbah yang dapat ditangani oleh lingkungan secara alami

Penjelasan variabel:

Jumlah populasi manusia di wilayah yang akan dihitung (P): Variabel ini mencerminkan jumlah orang yang tinggal di wilayah yang akan dihitung, dan mencakup baik penduduk permanen maupun penduduk sementara.

Luas wilayah yang akan dihitung (A): Variabel ini mencerminkan luas wilayah di mana populasi manusia hidup atau bergantung pada sumber daya alam di wilayah tersebut.

Faktor lingkungan yang mempengaruhi daya dukung wilayah (F): Faktor lingkungan mencakup ketersediaan air, tanah subur, iklim, dan sumber daya alam lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh populasi manusia.

Faktor teknologi dan perilaku manusia yang mempengaruhi daya dukung wilayah (T): Faktor ini mencakup teknologi yang digunakan untuk memanfaatkan sumber daya alam dan perilaku manusia yang mempengaruhi cara penggunaan sumber daya alam.

Tingkat konsumsi sumber daya alam dan tingkat produksi limbah yang dapat ditangani oleh lingkungan secara alami (R): Variabel ini mencerminkan kapasitas lingkungan untuk menangani tingkat konsumsi sumber daya alam dan produksi limbah manusia.

Dalam menghitung daya dukung lingkungan, nilai DC yang diperoleh harus lebih besar dari jumlah populasi manusia di wilayah tersebut. Jika nilai DC lebih kecil dari jumlah populasi, maka wilayah tersebut dikatakan telah melebihi daya dukung lingkungannya.

Carrying capacity (daya dukung lingkungan) wilayah dapat dihitung dengan menggabungkan beberapa faktor seperti lahan, sumber daya alam, infrastruktur, populasi manusia, dan tingkat konsumsi.

Berikut adalah beberapa langkah untuk menghitung carrying capacity wilayah:

Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi carrying capacity wilayah: Ini termasuk faktor lingkungan seperti ketersediaan air, tanah subur, dan iklim; faktor ekonomi seperti infrastruktur dan ketersediaan sumber daya alam; dan faktor sosial seperti tingkat pertumbuhan populasi dan tingkat konsumsi.

Kumpulkan data yang diperlukan: Dalam langkah ini, Anda perlu mengumpulkan data yang berkaitan dengan faktor-faktor yang telah diidentifikasi. Misalnya, data ketersediaan air, produksi pangan, konsumsi energi, dan populasi.

Hitung carrying capacity wilayah: Dalam langkah ini, Anda perlu menggabungkan data-data yang telah dikumpulkan untuk menghitung carrying capacity wilayah. Carrying capacity dapat dihitung dengan membandingkan jumlah sumber daya yang tersedia dengan jumlah yang dibutuhkan oleh populasi manusia di wilayah tersebut.

Evaluasi hasil: Setelah menghitung carrying capacity wilayah, Anda perlu mengevaluasi hasilnya. Hal ini dapat meliputi mempertimbangkan sumber daya yang terbatas, tingkat pertumbuhan populasi, tingkat konsumsi, dan tingkat pemulihan sumber daya alam.

Dalam melakukan perhitungan carrying capacity wilayah, perlu diingat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi carrying capacity dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, perhitungan carrying capacity wilayah perlu diperbarui secara teratur untuk memastikan bahwa hasilnya masih relevan dengan kondisi wilayah yang sebenarnya.

Selasa, Desember 6

Contoh Konservasi Tanah, Air, Udara Secara Berkelanjutan

Contoh Konservasi Tanah, Air, Udara Secara Berkelanjutan

Konservasi adalah upaya perlindungan terhadap sesuatu hal (sumber daya) yang terdapat pada suatu tempat. Perlindungan ini dilakukan untuk mencegah kepunahan dan kelangkaan terhadap sumber daya.

Tanah, air dan udara adalah salah satu jenis sumber daya vital bagi kehidupan yang wajib dijaga kelestariannya sesuai kaidah pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan ekologis dan generasi masa depan akan tetap bisa mendapatkan manfaat dari sumber daya.

Dalam konteks yang luas, konservasi tidak hanya diartikan sebagai menjaga atau memelihara lingkungan alam (pengertian konservasi fisik), tetapi juga bagaimana nilai-nilai dan hasil budaya dirawat, dipelihara, dijunjung tinggi, dan dikembangkan demi kesempurnaan hidup manusia.

Cara konservasi tanah, air, dan udara secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu:

1. Konservasi Tanah
a. Strip-cropping
Strip-cropping adalah salah satu cara melindungi tanah dari kerusakan. Caranya dengan budidaya tanaman pangan semusim secara berselang-seling dengan tanaman hijau pada suatu lahan.
b. Contour farming
Conturing-farming adalah cara menanam tanaman mengikuti bentuk tanah, seperti lereng. Cara ini digunakan untuk mengurangi erosi dan bahaya longsor. Contour farming ini sebenarnya hampir sama dengan cara terasering

c. Terasering
Terasering adalah cara yang hamper sama dengan contour-farming, perbedaannya sebenarnya hanya dari bentuknya. Terasering dilakukan pada tempat bentuknya lereng-lereng, sedangkan Contour-farming dilakukan pada lahan yang landai.

2. Konservasi Air
Konservasi lingkungan air berkaitan dengan menghemat penggunaan air dalam keidupan sehari- hari :
a. Jangan menggunakan air yang digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari secara berlebihan
b. Guna mengatasi kelangkaan jumlah air, buatlah sebuah sumur serapan/tanki untuk menampung air hujan yang nantinya dapat dipergunakan sebagai kebutuhan hidp sehari-hari.
c. Seperti halnya konservasi tanah, lakukan konservasi air dengan penanaman kembali pohon- pohon pada kawasan yang telah gundul. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi bahaya erosi.
Contoh bak penampungan air hujan

3. Konservasi Udara
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi kerusakan lingkungan udara beberapa diantaranya adalah :
a. Penggunaan kendaraan bermotor secara berlebihan dikurangi.
b. Pohon hijau ditanam di sisi jalan raya untuk gerakan penghijauan sehingga pohon tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk menyerap polusi.
c. Suatu kerja sama antara pelaku industri dengan pemerintah perlu dijalani. Sebagai pelaku industri tidak boleh membuat polusi udara sembarangan. Maka, membuat sebuah saluran penyaring udara. Sementara itu, pemerintah harus membuat sebuah tindakan tegas jika terjadi perusakan terhadap lingkungan udara.

Selasa, Februari 8

Sampah di Ekosistem Hutan Bakau Jakarta

Sampah di Ekosistem Hutan Bakau Jakarta

Rhizopora sp.
Beberapa pekan lalu saya dan keluarga (istri dan dua anak saya) coba-coba liburan di akhir pekan. Karena rumah kami di Bekasi maka saya searching lokasi yang berbau alam gitu aja deh. Namanya anak geografi ya pastinya senang bermain di alam.

Lalu kami searching di google dan dapatlah lokasi pilihannya yaitu Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara. Sebenarnya dulu pernah sekali mengungjungi tempat ini tapi karena kangen aja ingin lihat hutan bakau jadi ya sudah kita pergi lagi ke sana.

Dari rumah kami berangkat pakai mobil lewat tol Jatiasih sampai dengan PIK. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 40 menitan saja karena gak macet.

Setelah sampai di lokasi mobil di parkir dan kami beli tiket. Turun dari mobil ternyata lokasinya sedang banjir rob. Lokasi parkiran pun ada yang banjir dan beberapa ruas jalan utama menuju kawasan wisata juga tergenang.

Tiket masuk 3 orang dewasa pokonya 100 ribuan gitu. Setelah itu kami masuk ke dalam dan melihat kondisi hutan mangrove Jakarta saat ini. Untuk warung-warung makan masih ada yang buka sebagian, gak semuanya karena trafik pengunjung memang sedang turun.

Ada banyak jenis vegetasi hutan bakau atua mangrove, tapi kebanyakan di PIK ini yang saya temukan adalah jenis Rhizopora sp. Ciri dari vegetasi ini adalah akarnya yang mencuat bercabang-cabang ke bawah permukaan lumpur dan menggantung.
Sampah di area hutan bakau

Beberapa spesies flora lain juga ditemukan disini seperti pandan, selain itu ada kera juga yang hidup di dahan-dahan hutan.

Nah salah satu sisi negatif yang saya temui di hutan bakau ini adalah airnya yang tercemar sehingga bau. Polutan dari limbah pabrik dan domesti penduduk ibukota mengalir sampai ke muara. 

Selain itu sampah-sampah plastik juga banyak ditemukan tersangkut di akar-akar pohon. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan mengancam kelestarian ekosistem mangrove PIK Jakarta. 

Hutan mangrove memiliki berbagai macam fungsi dari mulai fungsi ekologi, ekonomi, sosial dan lainnya. Hutan mangrove adalah benteng kota dari ancaman abrasi dan tsunami yang bisa saja mengancam sewaktu-waktu.

Jadi pemerintah dan masyarakat tentunya harus bersinergi untuk menjaga salah satu kekayaan hutan Indonesia ini. Semoga kedepannya ada langkah konkrit untuk menghilangkan bau polusi dan sampah-sampah yang ada di ekosistem mangrove ini.

Sabtu, Agustus 31

Pengertian Iklim Mikro dan Komponennya (Suhu dan Kelembaban)

Pengertian Iklim Mikro dan Komponennya (Suhu dan Kelembaban)

Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah luas. Kondisi iklim dipengaruhi berbagai faktor.

Untuk melihat perkembangan iklim maka ahli iklim membagi iklim kedalam iklim makro dan mikro. Kita akan coba ulas tentang iklim mikro karena sehari-hari kita bersinggungan dengan hal ini.

Iklim mikro menurut Tromp(1980) dalam Margaretha (2007) berhubungan dengan  tanaman di atas wialayah yang khas. 

Iklim mikro menggambarkan kondisi iklim  lingkungan sekitar yang berhubungan langsung dengan organisme hidup dekat  permukaan  bumi  maupun  pada  lingkungan terbatas.  

Dalam Kartasapoetra (2006), menjelaskan bahwa  kondisi  iklim  mikro  di  lingkungan  bervegetasi lebih baik dibandingkan dengan lapangan terbuka. 

Dalam Brown  dan  Gillespie (1995), dinyatakan bahwa  iklim  mikro  merupakan kondisi  iklim  pada suatu    ruang yang sangat  terbatas, yang dipengaruhi oleh radiasi matahari, suhu udara,  kelembaban udara dan  curah  hujan.  

Unsur-unsur  iklim mikro  memiliki peranan  yang   sangat   penting   dalam   menentukan kenyamanan suatu  wilayah/kawasan karena  unsur-unsur iklim tersebut  secara  langsung  mempengaruhi kegiatan manusia yang berada di dalamnya. 

Menurut Miller (1970) dalam Margaretha (2007) menyatakan bahwa iklim mikro banyak  dipengaruhi oleh  faktor  lokal diantaranya karakteristik  vegetasi, badan air yang  kecil  seperti  danau,  juga  aktivitas manusia dapat mengubah kemurnian pada iklim mikro diantaranya  intesitas  energi  radiasi matahari, struktur permukaan yang bervariasi dengan warna komposit dan karakteristiknya pada  permukaan bumi, distribusi daratan  dan  lautan  serta  pengaruh  pengunungan  atau bentuk topografi dan angin.
Ruang terbuka hijau penting pengatur iklim mikro
Suhu Udara
Suhu  adalah  derajat  panas  atau  dingin  yang diukur  berdasarkan    skala    tertentu    dengan menggunakan  termometer. Satuan  suhu  yang biasa   digunakan   adalah   derajat celcius, sedangkan di  Inggris dan  beberapa  negara lainnya dinyatakan dalam derajat fahrenheit.  

Di daerah  tropis, manusia  akan  merasa  relatif nyaman  jika  berada  pada  suhu  sekitar 27-28 derajat C. Suhu udara yang cukup  panas  pada suatu  area selain  karenaradiasi  matahari yang  tinggi  yaitu rata-rata  50%, juga  karena pantulan  dari perkerasan  jalan,  bangunan  maupun  pantulan perkerasan lainnya  yang ada pada tapak (Laurie, 1986). Menurut Handoko (1995), suhu udara sangat erat berhubungan dengan  radiasi  matahari.  

Pada siang hari  radiasi  terlebih  dahulu  akan memanaskan  tajuk  bagian  atas  kemudian makin ke bawah dan akhirnya lantai hutan. Pada malam hari  pendinginan  dimulai dari tajuk  bagian  atas dan  akhirnya lantai  hutan  sehingga  suhu  udara terendah  terdapat  pada tajuk  bagian  atas  dimana panas  yang  hilang  relatif  lebih  besar  daripada bagian hutan lainnya. Oleh sebab itu, tajuk hutan bagian  atas  merupakan  suatu  permukaan  radiasi yang aktif.

Kelembaban Udara
Kelembaban adalah banyaknya kadar uap air yang ada di  udara. Menurut  Handoko  (1995), kelembaban  udara dapat dinyatakan  sebagai kelembaban  mutlak, kelembaban  nisbi, maupun defesit  tekanan  uap  air.

Angka  kelembaban relatif berkisar  antara  0-100%,  dimana  0% artinya  udara  kering, sedangkan 100%  artinya udara  jenuh dengan uap air, dimana  akan terjadi titik-titik  air.  Keadaan  kelembaban  yang tertinggi  ada  di  khatulistiwa, sedangkan  yang terendah pada lintang 40 derajat C, yang curah hujannya relatif kecil (Prawirowardoyo, 1996).

Minggu, Mei 19

Dimensi, Peran Penduduk Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Dimensi, Peran Penduduk Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa depan. 

Artinya pembangunan harus terus berlanjut dari satu generasi ke generasi selanjutnya agar kebutuhan manusia dapat terus terpenuhi dan peradaban semakin terus berjalan.

Secara garis besar, pembangunan berkelanjutan memiliki empat dimensi yaitu, dimensi ekologis, dimensi sosial-ekonomi-budaya, dimensi sosial politik dan dimensi hukum-kelembagaan.

 Dari sisi dimensi ekologis, secara prinsip agar dapat terjaminnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) diperlukan :

a)    Keharmonisan spasial (spatial suitability)
b)    Kapasitas asimilasi
c)    Pemanfaatan berkelanjutan


Syarat keharmonisan spasial adalah suatu wilayah pembangunan seperti kota dan kabupaten diharapkan tidak seluruhnya diperuntukan bagi zona pemanfaatan tapi harus pula dialokasikan sebagiannya untuk kawasan konservasi maupun preservasi. 


Keberadaan kawasan konservasi dan preservasi dalam suatu wilayah pembangunan sangat vital dalam memelihara berbagai proses penunjang kehidupan seperti membersihkan limbah secara alami, siklus unsur hara dan hidrologi serta sumber keanekaragaman hayati.

Dari dimensi sosial ekonomi, pola dan laju pembangunan harus dikelola sedemikian rupa sehingga total permintaannya (demand) terhadap sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan tidak melampaui kemampuan suplainya. 


Kualitas dan jumlah permintaan tersebut ditentukan oleh jumlah penduduk dan standar kualitas kehidupan masyarakatnya. Secara sosial- ekonomi, konsep pembangunan berkelanjutan mensyaratkan bahwa manfaat yang diperoleh dari kegiatan pembangunan suatu daerah harus diprioritaskan untuk kesejahteraan penduduk
Sampah produk peradaban manusia merusak lingkungan

Penduduk merupakan bagian penting atau titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan, karena peran penduduk sejatinya adalah sebagai subjek dan objek dari pembangunan berkelanjutan. 

Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cepat, namun memiliki kualitas yang rendah, akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan yang semakin terbatas.

Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di suatu negara, diperlukan komponen penduduk yang berkualitas. 


Karena dari penduduk berkualitas itulah memungkinkan untuk bisa mengolah dan mengelola potensi sumber daya alam dengan baik, tepat, efisien, dan maksimal, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. 

Sehingga harapannya terjadi keseimbangan dan keserasian antara jumlah penduduk dengan kapasitas dari daya dukung alam dan daya tampung lingkungan.

Konsep pembangunan berkelanjutan pada dasarnya mengandung tiga elemen dasar; tidak hanya elemen tradisional 'lingkungan' tetapi juga elemen 'sosial' dan 'ekonomi' dari pembangunan yang harus disertakan. 


Aspek 'manusia' kemudian menjadi salah satu isu sentral dalam pelaksanaan pembangunan perkotaan. 

Di lain pihak, secara teknis konsep pembangunan berkelanjutan dalam penataan ruang perkotaan mencakup hal-hal sebagai berikut :

1.    Pemanfaatan sumber daya perkotaan dengan menimbang wilayah yang lebih luas
2.    Pengembangan bentuk dan struktur perkotaan yang hemat energi
3.    Pemanfaatan lahan perkotaan yang menghindari kawasan peka lingkungan
4.    Penggunaan prosedur Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu dasar dalam penilaian usulan pembangunan kegiatan yang diduga akan memberi dampak penting terhadap lingkungan hidup perkotaan.


Sumber: Modul Pengembangan Guru

Rabu, Maret 27

Contoh Prinsip Ekoefisiensi Pembangunan Berkelanjutan

Contoh Prinsip Ekoefisiensi Pembangunan Berkelanjutan

Halo teman-teman kali ini kita akan mengulas materi tentang pembangunan berkelanjutan yaitu prinsip ekoefisiensi. 

Prinsip ekoefisiensi adalah gabungan dari kata eco dan efficient. Ekoefisiensi adalah suatu proses menghasilkan produk melalui teknologi namun dengan mengurangi penggunan sumber daya dan dampak lingkungan yang akan terjadi. 

Ekoefisensi berlaku bagi semua jenis industri baik primer, sekunder bahkan kuartener.

Penerapan konsep ekoefisiensi saat ini sangat penting dimana ketersediaan bahan baku mentah yang semakin berkurang akibat eksploitasi. 

Bisnis yang menggunakan prinsip ekoefisensi akan lebih menguntungkan dan kompetitif karena mereka menggunakan sedikit bahan baku alam, air, energi, mengurangi limbah dan polusi dan lebih menekankan pentingnya daur ulang dan rekayasa produksi menggunakan teknologi terbarukan.

Aspek utama dari prinisp ekoefisiensi adalah sebagai berikut:
1. Pengurangan konsumsi energi, air dan bahan mentah.
2. Mengurangi polusi dan limbah.
3. Perluasan fungsi produk atau layanan.
4. Penggabungan prinsip siklus hidup.
5. Mempertimbangkan daur ulang sebuah produk.
6. Peningkatan intensitas layanan.
Contoh Prinsip Ekoefisiensi Pembangunan Berkelanjutan
Genteng dari tanah liat lebih ramah lingkungan
Contoh-contoh kegiatan ekoefisiensi di berbagai bidang kehidupan yaitu:
1. Industri
- Membangun lokasi industri jauh dari pemukiman untuk meminimalisir kebisingan dan pencemaran.
- Membuat instalasi limbah terpadu agar tidak mencemari lingkungan.
- Menggunakan teknologi ramah lingkungan dan hemat listrik.

2. Kehutanan
- Pelaksanaan sistem tebang pilih artinya disesuaikan umur tumbuhan yang ideal untuk ditebang.
- Melakukan reboisasi setelah penebangan kayu.

3. Rumah Tangga
- Menghindari pola hidup konsumtif dan boros.
- Menghemat listrik dan air.
- Menggunakan genteng dari tanah liat agar bisa menyerap panas dengan baik.
- Mengelola keuangan rumah tangga secara baik
- Menggunakan paving block di jalan depan rumah dibaningkan aspal/beton.

4. Pertanian
- Melakukan multiple cropping.
- Tidak menggunakan pestisida.
- Mengaplikasikan hidroponik dan vertikal farming.
- Menghemat irigasi dengan menggunakan teknologi.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done