News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 19

Aliran Energi Dalam Ekosistem

Aliran Energi Dalam Ekosistem

Kamu tahu kan tentag piramida di Mesir yang bentuknya segitiga itu?. Lalu apa kaitannya dengan Piramida Energi yang ada di postingan ini?. 

Sebelum measuk ke mekanisme piramida energi saya akan kasih sedikit pendahuluan dulu. Tahu tidak kalau selama ini kita hidup dengan energi yang ditransfer matahari hingga sampai ke tubuh kita?. 

Artinya kita punya energi matahari gitu?. Sekilas memang begitu benar adanya.

Saat mahluk hidup atau organisme memakan mahluk hidup lainnya maka energi akan dipindahkan. Sebuah piramida energi dapat digunakan untuk melihat aliran energi di kehidupan ini.

Definisi Piramida Energi
Saat kita membayangkan tentang rantai makanan atau jaring makanan maka kita biasa membayangkan seekor singa memangsa zebra atau ular memangsa kodok di sawah. 

Kita membayangkan satu organisme dimakan organisme lain dan memunculkan karnivora berada di puncak rantai makanan.

Meskipun hal ini menunjukkan hubungan ekologi antar organisme namun tidak dapat menunjukkan aliran energi melali ekosistem.

Disinilah piramida energi berguna untuk mengukur transfer energi dari satu organisme ke organisme lainnya pada suatu rantai makanan. 

Energi akan berkurang saat kamu bergerak melalui tingkat torfik dari bawah menuju atas piramida.

Jadi kita bisa menggarisbawahi bahwa diagram piramida energi adalah transfer energi melalui rantai makanan. Lalu darimana asalah energi tersebut dan bagaimana bisa sampai ke tubuh kita?.
Tingkatan Piramida Energi Dalam Kehidupan
Transfer energi dalam ekosistem
1. Energi dimulai dari matahari
2. Tanaman menghasilkan energi metabolik lewat fotosintesis dimana sekitar 10% energinya tersimpan dalam jaringan mereka dan menjadi sumber makanan bagi herbivora. Sisa energi matahari digunakan oleh tanaman dalam proses metabolisme lalu hilang sebagai panas atua limbah.
3. Dari jumlah 10% energi yang dikonsumsi herbivora hanya 10% yang disimpan di jaringannya untuk dimakan oleh karnivora. Sama seperti tanaman, 90% energi metabolik lainnya digunakan herbivora untuk fungsi lain, kehilangan panas dan limbah.
4. Proses ini berlanjut sampai setiap karnivora dibawahnya hanya mewarisi 10% energi dari tingkat sebelumnya.
5. Pada saat energi matahari asli mencapi puncak piramida, hanay 0,1% energi yang dikonsumsi oelh predator teratas sisanya hilang oleh proses metabolisme.
6. Dekomposer seperti bakteri, cacing dan jamur mendapatkan sedikit energi dari mahluk hidup yang mati.

Jadi begitulah kira-kira tingkatan alur perpindahan energi matahari hingga sampai ke tubuh kita. Jadi energi kita adalah energi matahari dan tidak ada alasan untuk tidak produktif. 

Gambar: disini

Senin, September 18

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

Lingkungan merupakan habitat yang dihuni oleh beranekaragam mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. 

Manusia dapat memanfaatkan hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanan, selain itu manusia menghirup oksigen untuk bernapas. Itu adalah sedikit manfaat lingkungan hidup bagi manusia. 

Manusia sangat bergantung pada lingkungan disekitarnya. Berikut ini beberapa manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia.

1. Udara digunakan untuk bernapas. Oksigen merupakan gas yang vital bagi kehidupan mahluk hidup. Tumbuhan memanfaatkan Karbon dioksida dalam proses fotosintesis.

2. Air digunakan untuk minum dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperi mandi, mencuci dan industri.

3. Bahan pangan untuk mahluk hidup. Lahan yang subur dan kaya nutrisi akan menghasilkan bahan pangan vital seperti padi, ketela, ubi, sayuran, buah-buahan untuk kelangsungan hidup manusia.

4. Hutan berfungsi mengatur keadaan udara dan air. Hutan dapat menyediakan oksigen yang melimpah dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu tidak terlalu panas. 

Hutan juga dapat mengatur tata air dan mencegah erosi. Saat musim hujan tidak akan ada banjir dan musim kemarau tidak kekeringan panjang. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan
Pemetik teh sedang beraktifitas
5. Bahan galian yang bila dimanfaatkan dapat meningkatkan pendapatan dan sebagai bahan baku industri. Emas digunakan untuk perhiasan, minyak bumi untuk bahan bakar, batubara untuk energi.

6. Sumber energi seperti angin, tenaga matahari, air, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

7. Lahan  dan tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi seperti pemukiman, perkotaan, dan lainnya.

8. Hewan dan tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber makanan.

9. Mikroorganisme berperan dalam mengurai sisa-sisa jasad hidup yang telah mati.

Gambar: disini
Lingkungan Biotik dan Abiotik

Lingkungan Biotik dan Abiotik

Lingkungan hidup merupakan segala benda dan keadaan yang terdapat dalam ruang yang memengaruhi kehidupan mahluk hidup. 

Lingkungan hidup terdiri atas unsur biotik dan abiotik, serta unsur budaya. Keberadaan lingkungan hidup saat ini terancam seiring dengan melonjaknya populasi manusia berserta aktifitasnya yang merugikan.

a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik merupakan komponen dari mahluk hidup yang menghuni planet Bumi. Lingkungan biotik terdiri atas mikroorganisme seperti hewan, tumbuhan manusia, virus hingga bakteri. 

Secara khusus lingkungan biotik terbagi menjadi:
1. Produsen yaitu kelompok tumbuhan yang menghasilkan beragam bahan makanan bagi mahluk hidup lainnya.
2. Konsumen yaitu kelompok hewan dan manusia.
3. Pengurai yaitu kelompok mikroorganisme yang mengubah, merombak, menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati. Pengurai disebut juga dekomposer dan beberapa jenis diantaranya adalah jamur, bakteri dan cacing tanah.
Lingkungan Biotik dan Abiotik
Lingkungan bersih sangat nyaman ditinggali mahluk hidup
b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik merupakan lingkungan disekitar kehidupan yang terdiri atas mahluk tidak hidup dan berupa benda mati seperti batuan, tanah, mineral dan udara. Lingkungan abiotik disebut juga lingkungan anorganik. Baca juga: Faktor keterdapatan sumber daya alam

Ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan dinamakan ekologi. Istilah ekologi pertama kali dikemukkan oleh Ernest Haeckel pada 1860. 

Terdapat hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya dan dinamakan ekosistem. 

Ada banyak jenis ekosistem di bumi ini mulai dari kolam, sawah, gurun, hutan hujan hingga laut dalam. Tiap ekosistem punya kehidupan yang unik dan khas.

Manusia merupakan bagian dari sistem lingkungan dan kelangsungan hidup manusia sangat dipengaruhi oleh kelestarian ekosistemnya. Lingkungan dari bentuknya dibedakan menjadi tiga yaitu:

1. Lingkungan alami, yaitu wilayah yang masih belum tersentuh manusia dan memiliki kompleksitas yang tinggi seperti hutan hujan dan laut dalam.
2. Lingkungan binaan, yaitu lingkungan yang sudah ada campur tangan manusia didalamnya seperti pantai yang dibangun kawasan wisata.
3. Lingkungan sosial/budaya, yaitu lingkungan yang merupakan hasil karya manusia dan didalamnya terdapat seperangkat aturan seperti keluarga, pemukiman, perkampungan dan perkotaan.

Kamis, Agustus 3

Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar

Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar

Rawa merupakan salah satu ekosistem lahan basah yang ada di Indonesia. Rawa biasanya muncul di daerah dataran rendah namun bisa juga terbentuk di daerah dataran tinggi. 

Di Indonesia rawa dominan muncul di dataran rendah. Ekosistem rawa terbagi menjadi ekosistem rawa gambut dan rawa air tawar. Baca juga: Zealandia, benua baru yang hilang telah kembali

Ekosistem Rawa Gambut
Ekosistem gambut ditumbuhi oleh vegetasi yang spesifik atau yang memiliki ciri khas tertentu. 

Hutan gambut dan hutan rawa merupakan satu kesatuan. Hutan rawa dan hutan gambut terdapat pada satu daerah dan biasanya hutan gambut merupakan kelanjutan dari hutan rawa. Di sisi lain terdapat perbedaan antara kedua jenis ekosistem tersebut.

Hutan gambut memiliki lapisan gambut yaitu suatu lapisan bahan organik yang punya ketebalan mencapai 1-2 m sementara hutan rawa tebal bahan organiknya lebih tipis yaitu sekitat 0,5 m. 

Kedua hutan ini selalu hijau dan memiliki tajuk yang berlapis-lapis dengan berbagai jenis tanaman namun tidak selengkap dan sekompleks hutan tropis. 

Biasanya didominasi oleh jenis dikotiledon dan ketinggian dapat mencapai 30 m terutama di bagian tepinya. 

Semakin ke tengah vegetasi yang ada pada hutan gambut semakin pendek. Ada kalanya di pusat hutan gambut terdapat lapisan gambut yang mencapai 2 m dan membentuk hutan cebol. Baca juga: Beda kerak samudera dan kerak benua

Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar
Hutan gambut
Jenis vegetasi hutan gambut biasanya terdiri dati jenis Palmae, Pandanus, Podocarpus, dan beberapa wakil dari famili yang terdapat pada hutan hujan seperti famili Dipterocarpaceae.

 PH habitat hutan gambut biasanya di kisaran angka 3,2 dan bersifat hampir steril . Hal tersebut memungkinkan salah satu penyebab jumlah vegetasi di hutan gambut tidak banyak. Baca juga: tipe-tipe gumuk pasir itu banyak lho!

Gambut adalah suatu tipe tanah yang dibentuk dari sisa-sisa tumbuhan (akar, batang, dahan, ranting, daun dan lainnya) dan memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi. 

Permukaan gambut seperti kerak yang berserabut menutupi bagian dalam yang lembab yang berisikan potongan-potongan kayu besar dan sisa tumbuhan lainnya.  Gambut dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk.

1. Gambut ombrogen
Gambut ombrogen adalah yang umum dijumpai. Banyak ditemui di dekat pantai dan kedalaman gambutnya mencapai 20 m. Air drainasenya sangat asam dan miskin hara (oligotropik) terutama kalsium.

 Permukaan tanahnya lebih tinggi dari permukaan air sungai sekelilingnya dan tumbuhan yang hidup pada tanah ini menggunakan zat hara dari tumbuhan itu sendiri, dari gambut dan air hujan. 

2. Gambut topogen
Tipe gambut ini kurang umum dijumpai dan biasanya dijumpai pada daerah cekungan. Tumbuhan pada tanah ini mendapatkan zat hara dari tanah mineral, air sungai, sisa tumbuhan dan air hujan. 

Gambut topogen terdapat di pantai-pantai di balik bukit-bukit pasir dan daerah pedalaman dimana airnya terhambat dan tidak mengalir. 

Tebal gambut ini biasanya sekitar 4 m. Gambut ini punya sifat agak asam dan mengandung zat hara yang relatif banyak. Baca juga: Rumus penurunan suhu di troposfer
Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar
Hutan rawa air tawar
Ekosistem Rawa Air Tawar
Ekosistem air tawar merupakan eksosistem dengan habitat yang selalu digenangi air tawar yang kaya mineral dengan PH sekitar 6. 

Kondisi permukaan air tidak selalu tetap karena dipengaruhi oleh kondisi pasang naik dan surut. Bahkan bisa jadi suatu saat mengering. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh beragam jenis vegetasi. 

Hal ini disebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah pada berbagai eksosistem rawa air tawar. Jenis vegetasi cenderung berkelompok membentuk komunitas yang miskin jenis. 

Baca juga:
Apa itu awan panas?
Sabuk asteroid itu ada dimana?

Di beberapa daerah pada rawa air tawar banyak ditumbuhi rumput atau ada pula yang ditumbuhi pandan atau palem. Atau adapula yang menyerupai hutan-hutan dataran rendah, dengan akar tunjang atau akan napas maupun seperti penupang pohon. 

Contohnya Danau Bento terletak di selatan gunung Tujuh dan di barat laut danau Kerinci dikelilingi oleh hutan rawa liar tawar. Taman Nasional Wasur di Papua juga termasuk dalam hutan rawa air tawar. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai
Gambar: disini, disini

Selasa, Mei 30

AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan

AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan

Kalau kamu mau mendirikan sebuah industri di suatu tempat, apakah lantas kamu dapat langsung membangun begitu saja?. Tentu tidak dapat seperti itu karena semua ada tahapan-tahapannya. 

Salah satu tahapan yang wajib dilakukan pelaku industri/proyek adalah membuat dokumen AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL masuk ke Indonesia diawali dari adanya penetapan UU Lingkungan Hidup di Amerika Serikat pada tahun 1970. Baca juga: Penyebab Erosi Tanah

AMDAL pada dasarnya merupakan tuntutan masyarakat Amerika Serikat terkait kerusakan lingkungan yang muncul oleh kegiatan manusia seperti industri dan transportasi. 

Tuntutan itu semakin menguat hingga menimbulkan sikap menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi karena merusak keberlanjutan lingkungan. Di era tersebut, AS sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan.

Di Negara berkembang, tingkat kesejahteraan dan taraf ekonomi masih rendah sehingga perlu meningkatkan kegiatan pembangunan di berbagai lini. Dampak dari pembangunan adalah akan adanya kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu. 

Sawah dirubah jadi jalan, kebun disulap jadi perumahan dan lainnya. AMDAL merupakan analisa tentang kondisi lingkungan yang akan terjadi jika sebuah proyek dilaksanakan.

Alasan dilakukan AMDAL
AMDAL harus dilakukan dengan dua macam cara sebagai berikut:
1. AMDAL harus dilakukan pada proyek pembangunan yang akan dilaksanakan karena UU dan peraturan pemerintah menetapkan demikian. Bila pemilik atau pemrakarsa proyek tidak melakukannya, mereka akan dianggap melanggar UU dan tidak akan diizinkan untuk melaksanakan proyek tersebut. 

Mereka juga dapat menerima hukuman atau sanksi yang cukup berat. Cara ini ditempuh agar pelaku proyek tidak mementingkan keuntungan semata tanpa melihat dampak langsung bagi lingkungan di kemudian hari.

2. AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak mengalami degradasi akibat proyek pembangunan. Cara kedua ini merupakan cara ideal namun kesadaran ini tidak mudah ditanamkan pada para pelaku proyek. Baca juga: Mau tau bentuk-bentuk galaksi seperti apa?

Pertumbuhan manusia semakin pesat sehingga membutuhkan ruang yang semakin besar juga di permukaan bumi. Tuntuan kebutuhan akan memaksa manusia merusak lingkungan alami yang sudah ada sebelumnya. 

Dulu banyak hutan belantara, kini dirubah menjadi pemukiman, pabrik, jalan, sekolah dan lainnya. Ini adalah pilihan dan manusia harus mampu mempertimbangkannya dengan baik. Bagaimanapun, lingkungan memiliki daya dukung dan daya tampung masing-masing. 
AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan
Proyek Tol Cisumdawu menembus perbukitan Jawa Barat
Pihak-Pihak yang melakukan AMDAL
Pengendalian dampak lingkungan harus menggunakan batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk baku mutu dan merupakan tanggung jawab pemrakarsa proyek. 

Biaya kesehatan, kenyamanan, keselamatan bahkan biaya kerusakan sumber daya alam harus diperhatikan. Pembangunan dapat memberikan keuntungan seperti penyediaan lapangan kerja baru, fasilitas baru sehingga masyarakat pun wajib menjaga dan mengelola fasilitas tersebut. 

Pemilik modal atau proyek biasanya akan menyewa konsultan untuk melakukan studi AMDAL suatu proyek. Di Indonesia sendiri, pelaksanaan AMDAL sering dilakukan dengan universitas terkemuka karena masih minimnya konsultan swasta yang mampu melakukan AMDAL dengan baik. 

Peran AMDAL bagi lingkungan
AMDAL diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dari sebuah proyek bagi keberlanjutan lingkungan. 

Dampak-dampak tersebut nanti tertuang dalam sebuah dokumen dan harus dibuat solusi ke depannya agar pembangunan dapat berjalan namun keberlanjutan lingkungan pun dapat terjaga. 

Jika suatu proyek setelah dianalisa akan berdampak sangat besar bagi kerusakan lingkungan di kemudian hari maka harus dibatalkan atau dicari lokasi lainnya. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

Gambar: tribunnews

Rabu, Mei 10

Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya

Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya

Lahan merupakan bagian permukaan bumi yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik di atasnya. Tanah dan lahan seringkali disamakan namun pada prinsipnya berbeda. 

Lahan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seperti petanian, perkebunan hingga pemkiman. Ada dua jenis lahan yaitu lahan kritis dan lahan potensial.

Lahan kritis merupakan lahan yang tidak produktif. Andai dikelola, produktifitasnya akan sangat rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi dan pengolahan. Ciri lahan kritis yaitu tandus, gundul dan miskin unsur hara. 

Faktor yang menyebabkan lahan kriris diantaranya sebagai berikut: 

1. Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan sehingga tidak ada lapisan air tanah. Daerah ini banyak terjadi di daerah karst dan bayangan hujan.
2. Genangan air terus menerus seperti di daerah pantai atau rawa. Sirkulasi air buruk menyebabkan tanah menjadi asam.
3. Erosi tanah dan masswasting yang biasanya terjadi di daerah lereng terjal, pegunungan perbukitan yang bertekstur tanah yang labil.
4. Penambangan bahan galian yang merusak lapisan tanah atas seperti batubara.
5. Pencemaran oleh polutan seprti pestisida dan limbah rumah tangga atau industri.
6. Pembekuan air yang biasanya terjadi di daerah lintang tinggi atau pegunungan tinggi.
7. Kebakaran lahan.
Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya
Lahan kritis karena kekeringan panjang
Lahan kritis yang dibiarkan lama maka akan sulit dikembalikan seperti semula sehingga dapat mengancam kehidupan mahluk hidup di atasnya. Beberapa upaya untuk menganggulangi lahan kritis diantaranya adalah:
1. pembuatan terasering di daerah miring.
2. melakukan reboisasi di daerah gundul.
3. reklamasi lahan bekas tambang.
4. melakukan pengerukan sungai secara berkala.
5. pemupukan dengan pupuk organik.
6. tidak membuang sampah plastik ke tanah.
7. mengelola lahan sesuai peruntukannya dan kelas kemampuan lahan.
8. melestarikan Daerah Aliran Sungai.

Lahan potensial merupakan lahan yang belum dimanfaatkan tapi punya nilai ekonomi yang tinggi. Jika diolah secara tepat maka akan menghasilkan produk yang sangat tinggi. Lahan potensial memiliki tingkat kesuburan tinggi. 

Lahan potensial tersebar di daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan. Lahan di daerah pantai didominasi oleh tanah aluvial yang kaya mineral seperti di muara sungai. Delta-delta sungai merupakan daerah subur dan sering menjadi awal mula pusat kegiatan manusia seperti Delta Sungai Nil.
Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya
Lahan potensial sangat produktif jika dikelola maksimal
Daerah dataran rendah jika curah hujan cukup bisa menjadi lahan subur dan cocok untuk pertanian. Saluran irigasi juga memainkan peranan penting dalam pengolahan lahan di dataran rendah. 

Lahan di daerah pegunungan banyak mendapat curah hujan dan endapan material dari erupsi sehingga sangat subur. Daerah pegunungan cocok untuk budidaya sayuran. Upaya pelestarian dan peningkatan manfaat lahan potensial dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut:
1. merencanakan pembangunan dengan asas pembangunan berkelanjutan.
2. membuat master plan perencanaan ruang sesuai kondisi lahan.
3. mengendalikan pembangunan pemukiman.
4. melakukan diversifikasi pertanian.

Gambar: digitalfilipina.com, cnbc.com

Sabtu, April 29

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah pencemaran atau polusi lingkungan dan fenomena ini meningkat sepanjang tahun sehingga menyebabkan kerusakan serius di bumi. 

Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan kedalam lima jenis yaitu pencemaran udara, air, tanah, suara dan cahaya.

Pencemaran udara adalah bentuk polusi yang paling berbahaya di lingkungan kita. Pencemaran udara disebabkan oleh asap berbahaya yang dihasilkan oleh pembakaran mobil bis, truk, kereta api dan pabrik. 

Gas-gas buang yang dihasilkan diantaranya sulfur dioksida karbon monoksida dan nitrogen oksida. Bahkan asap dari daun yang terbakar dan rokok juga berbahaya bagi lingkungan karena menyebabkan kondisi tidak nyaman bagi orang lain.

Bukti meningkatnya polusi udara terlihat dari penyakit kanker paru, asma, alergi dan berbagai masalah pernapasan lain yang diderita manusia. Flora fauna juga terancam oleh serangan polusi udara ini. 

Burung migran yang sering bermigrasi antar benua pun terhambat dengan adanya polusi udara ini. Jadwal mereka untuk tiba di daerah yang mereka inginkan berubah karena efek pencemaran udara.

Chlorofluorcarbon atau CFC dihasilkan oleh kulkas, AC, deodoran dan pembasmi serangga sehingga menyebabkan kerusakan parah pada lingkungan bumi. Gas ini perlahan akan merusak atmosfer dan mengikis lapisan ozon sehingga memicu pemanasan global.

Polusi air disebabkan oleh produk limbah industri yang dibuang ke danau, sungai dan badan air lainnya telah menyebabkan kerusakan kehidupan di ekosistem air. Manusia mencemari air dengan membuang sampah, bunga, abu dan limbah rumah tangga berskala besar. 

Di pedesaan, kita bisa melihat orang mandi, mencuci dan memasak air dari satu sumber air yang sama. Hujan asam semakin membuat kadar polusi meningkat di air. Polusi air juga merupakan hasil dari polusi air melalui limpasan permukaan dan pencucian air bawah tanah. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negra berkembang
Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya
Polusi cahaya mengganggu observasi benda langit
Polusi suara, polusi tanah dan polusi cahaya merusak lingkungan dalam tingkat yang semakin mengkhawatirkan. Polusi suara berasal dari mesin pesawat terbang, knalpot motor, bis, truk, klakson kendaraan, industri dan lainnya. 

Pencemaran suara semakin meningkat seiring penemuan kendaraan bermotor dan menyumbang terhadap 90% dari semua polusi suara di planet ini. Pencemaran tanah atau kontaminasi tanah terjadi karena hasil dari hujan asam, pupuk, dan limbah sehingga menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. 

Kegiatan pertambangan juga memicu terjadinya polusi tanah dengan melepaskan limbah merkuri ke dalam tanah.

Polusi cahaya disebabkan oleh lampu kendaraan, atau lampu jalan yang tidak menggunakan tudung atau penutup sehingga cahaya menyebar ke semua arah. Polusi cahaya mengakibatkan kegiatan observasi astronomi terganggu. Baca juga: Perbedaan lava Aa dan Phoehoe yang unik

Gambar: petapixel.com

Jumat, April 21

Faktor Perubahan Iklim

Faktor Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah isu lingkungan yang sudah menjadi konsumsi publik dunia saat ini. Semakin berkurangnya es di kutub, cuaca yang tidak menentu, musim tanam yang berubah cepat menjadi fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi. 

Lalu mengapa perubahan iklim bisa terjadi?. Perubahan iklim dapat terjadi karena faktor internal dan faktor eksternal. 
Faktor eksternal contohnya melibatkan variasi radiasi matahari sehingga menyebabkan jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berbeda-beda. 

Faktor internal lebih disebabkan hal seperti konsentrasi gas di atmosfer, bangunan beton, aktifitas vulkanik dan perubahan albedo atmosfer.

Ahli-ahli iklim dunia telah menemukan bukti bahwa hanya sejumlah faktor yang bertanggung jawab atas terjadinya perubahan iklim di Bumi dalam beberapa tahun terakhir. Faktor tersebut yaitu:

1. variasi orbit revolusi Bumi
2. variasi karbon di atmosfer
3. erupsi gunung api
4. variasi radiasi matahari

Variasi orbit revolusi Bumi
Teori Milankovitch mengemukakan teori bahwa variasi siklus orbit Bumi mungkin bertanggungjawab terhadap perubahan iklim di masa lalu. 

Ide dasar dari teori ini mengasumsikan bahwa dari waktu ke waktu variasi jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan bumi bervariasi. Ada 3 variasi siklus orbit Bumi.

Variasi siklus pertama dikenal sebagai eksentrisitas yang mengendalikan bentuk orbit Bumi selama mengelilingi matahari. Orbit secara bertahap berubah bentuk dari elips menjadi hampir melingkar dan kemudian kembali ke elips dalam periode sekitar 100.000 tahun.

Semakin besar eksentrisitas orbit (semakin elips) maka semakin besar variasi energi matahari yang diterima puncak atmosfer antara perihelium dan aphelium. Saat ini bumi sedang mengalami masa eksentrisitas rendah. 

Perbedaan jarak perihelium dengan aphelium (3% saja) memengaruhi variasi 7% jumlah energi matahari yang diterima puncak atmosfer. Jika perbedaan jarak ini makimum 9%, selisih energi surya yang diterima sekitar 20%. Baca juga: Pembentukkan magma di dalam bumi

Variasi siklus kedua mengatakan bahwa rotasi bumi pada poros kutub mengubah waktu orbital ekuinoks dan titik balik matahari. Efek ini dinamakan efek presesi ekuinoks. Presesi ekuinoks memiliki siklus sekitar 26.000 tahun.

Saat ini Bumi lebih dekat ke matahari pada bulan Januari dan lebih jauh ke matahari di bulan Juli. Karena adanya presesi tadi, kejadian akan berbalik 13.000 tahun lagi yaitu bumi dekat matahari pada Juli dan menjauh matahari di bulan Januari.

Variasi siklus ketiga terkait dengan perubahan kemiringan poros rotasi Bumi dalam periode 41.000 tahun. Selama siklus 41.000 tahun kemiringan bisa menyimpang dari 22,5 menjadi 24,5 derajat. Saat ini kemiringan rotasi Bumi 23,5 derajat. 

Jika kemiringan semakin kecil maka variasi iklim kecil antara musim panas dan musim dingin di lintang tengah dan tinggi. Musim dingin lebih ringan dan musim panas akan lebih dingin. Musim dingin yang lebih hangat memungkinkan lebih banyak salju jatuh di wilayah lintang tinggi. Baca juga: Rumus iklim schmidt ferguson

Jika cuaca lebih hangat maka atmosfer punya kemampuan menahan uap air yang lebih besar sehingga lebih banyak salju dihasilkan di daerah front atau orografik. 

Musim panas yang lebih dingin menyebabkan salju dan es menumpuk di permukaan bumi karena es mencair lebih sedikit. Dengan begitu efek lain dari kemiringan rotasi ini akan membentuk formasi gletser yang lebih luas di daerah lingkar kutub.
Faktor Perubahan Iklim
Siklus orbital Bumi
Periode kemiringan yang lebih besar akan menghasilkan variasi iklim musiman yang lebih besar di lintang menengah dan atas. Pada fase ini musim dingin cenderung lebih dingin dan musim panas lebih hangat.

Musim dingin yang lebih dingin menghasilkan lebih sedikit salju karena suhu atmosfer rendah. Akibatnya hanya sedikit salju dan es yang menumpuk di permukaan tanah.

Sementara itu musim panas yang hangat akan memberikan energi tambahan untuk melelehkan es dan salju yang terakumulasi di permukaan tanah selama berbulan-bulan musim dingin. Gletser di kutub akan mencair secara umum.

Variasi Karbon Dioksida Atmosfer
Studi jangka panjang mengenai iklim telah menemukan hubungan antara konsentrasi CO₂ di atmosfer dengan suhu atmosfer rata-rata secara global. Karbon dioksida merupakan  salah satu gas penting dan bertanggung jawab atas efek rumah kaca. 

Gas tertentu seperti karbon dioksida, uap air dan metana mampu mengubah keseimbangan energi Bumi dengan mampu menyerap radiasi gelombang panjang yang dipancarkan dari permukaan Bumi. 

Hal ini membuat permukaan bumi tetap hangat. Tanpa efek rumah kaca suhu global bisa mencapai -18⁰C dan bukan 15⁰C seperti saat ini. Karbon dioksida juga dilepaskan lautan saat suhu global menghangat dan tenggelam lagi ke laut saat suhu mendingin.
Faktor Perubahan Iklim
Polusi menyumbang karbon dioksida di atmosfer
Selama tiga abad terakhir, konsentrasi karbon dioksida telah meningkat di atmosfer karena aktifitas manusia. Pembakaran lahan konversi lahan, emisi kendaraan telah menyebabkan pelepasan karbon dioksidake atmosfer. 

Sejak abad ke 17, karbon dioksdia telah meningkat dari 280 bagian per juta menjadi 380 bagian per juta pada tahun 2005. Banyak ilmuwan percaya bahwa konsentrasi karbon dioksida yang lebih tinggi di atmosfer akan meningkatkan efek rumah kaca yang membuat planet ini lebih panas. Dunia ini diperkirakan akan mengalamai peningkatan suhu 1,5 - 4,5⁰C di tahun 2050.

Erupi Gunung Api
Selama bertahun-tahun ahli iklim telah membuktikan bahwa ada hubungan antara erupsi  gunung api besar dengan perubahan iklim mikro. Contohnya salah satu tahun terdingin dalam dua abad terakhir terjadi setelah letusan Tambora di tahun 1815.

Awalnya ilmuwan berpikir bahwa debu yang dipancarkan ke atmsofer dari erupsi gunung api bertanggung jawab atas pendinginan dengan cara menghalangi radiasi matahari ke permukaan bumi. 

Namun pengukuran menunjukkan, bahwa sebagian besar debu yang dilemparkan ke atmosfer kembali ke permukaan bumi dalam waktu enam bulan. 

Data stratosfer terbaru juga menunjukkan bahwa letusan gunung api besar juga menghasilkan gas belerang dioksida dalam jumlah besar yang tetap berada di atmsofer selama tiga tahun. 

Ahli kimia atmosfer telah menentukan bahwa gas belerang dioksida yang dikeluarkan bereaksi dengan uap air yang biasa ditemukan di stratosfer untuk membentuk lapisan kabut optik terang yang padat sehingga mengurangi volume input radiasi matahari. Baca juga: Planet luar, dalam, inferior dan superior
Faktor Perubahan Iklim
Erupsi dahsyat Pinatubo
Variasi Jumlah Radiasi Matahari
Banyak ilmuwan berpikir bahwa jumlah radiasi matahari yang bervariasi hanya menyumbang sepersekian persen saja selama bertahun-tahun. Namun pengukuran yang dilakukan oleh satelit radiometer pada 1980an dan 1990an menunjukkan bahwa jumlah radiasi matahari mungkin lebih bervariasi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pengukuran pada awal tahun 1980 menunjukkan penurunan sebesar 0,1% dari total jumlah energi matahari yang mencapai permukaan bumi dalam waktu 18 bulan. 

Ilmuwan juga telah mencoba meneliti kaitan bintik matahari (sunspot) dengan perubahan ilkim. Bintik matahari adalah badai magentik besar yang dilihat sebagai area gelap di permukaan matahari. 

Jumlah dan ukuran bintik matahari menunjukkan pola siklus yang mencapai maksimum sekitar 11, 90 dan 180 tahun. Penurunan energi matahari yang diamati pada awal 1980an sesuai periode aktifitas sunspot maksimal berdasarkan siklus 11 tahun. Bintik matahari mencegah sebagian energi matahari meninggalkan permukaannya.
Faktor Perubahan Iklim
Bintik Hitam Matahari
Selama periode sunspot maksimum, medan magnet matahari sangat kuat. Saat sunspot menurun makan medan magnet menurun. Medan magnet matahari juga berubah selama 22 tahun selama sunspot minimum. 

Beberapa ahli percaya bahwa kekeringan di Great Plains Amerika Serikat berkaitan dengan proses siklus 22 tahun ini.

Gambar: assets.wired.com, mignews.com.ua
www.dosomething.org, universetoday.com

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close