Guru Geografi: Geografi Lingkungan - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 5

Ekosistem Pekarangan Rumah

Ekosistem Pekarangan Rumah

Ekosistem banyak jenisnya di bumi ini dan salah satu yang terkecil adalah ekosistem pekarangan rumah. Apakah rumahmu punya pekarangan?. 

Kalau ada berarti rumahmu termasuk rumah yang sehat. Pekarangan adalah ekosistem darat yang paling dekat dengan penghuninya. 

Jika melihat fungsi dan struktur pekarangan, maka ekosistem ini memiliki potensi yang besar karena di pekarangan biasanya terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan dapat memberikan sumber karbohidrat, mineral, vitamin dan protein baik yang bersifat nabati atau hewani. Ini disebabkan di pekarangan biasanya banyak terdapat berbagai biota juga.

Pekarangan dapat diusahakan juga sebagai apotik hidup dan warung hidup. Artinya keanekaragaman yang tinggi itu bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman obat, sayuran, buah, tanaman hias atau tanaman lainnya yang produktif. 

Setiap saat hasilnya dapat dipetik dalam keadaan segar untuk bumbu masak, obat atau untuk dimakan langsung. Ekosistem pekarangan juga dapat menjadi sarana menyalurkan hobi atau media pendidikan bagi penghuninya. 

Jelas bahwa pekarangan dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan yang bersifat estetika, fungsional dan pelestarian lingkungan.
Ekosistem Pekarangan Rumah
Pekarangan rumah yang produktif
Begitu banyak aspirasi bisa dituangkan dalam ruang pekarangan anda sehingga pekarangan dapat menjadi simbol status penghuninya juga. Ekosistem pekarangan masuk dalam kategori ekosistem buatan namun bisa cenderung stabil jika :

1. Permukaan pekarangan datar sehingga erosi minim
2. Tanaman di pekarangan beranekaragam dengan tajuk berlapis-lapis sehingga dapat menahan air hujan yang jatuh.
3. Terbentuknya iklim mikro yang lebih sejuk.
4. Pembentukan humus tidak terganggu dan terus mendapat bahan organik.
5. Dapat dilaksanakan daur ulang limbah rumah tangga.

Gambar: disini

Selasa, September 19

Aliran Energi Dalam Ekosistem

Aliran Energi Dalam Ekosistem

Kamu tahu kan tentag piramida di Mesir yang bentuknya segitiga itu?. Lalu apa kaitannya dengan Piramida Energi yang ada di postingan ini?. 

Sebelum measuk ke mekanisme piramida energi saya akan kasih sedikit pendahuluan dulu. Tahu tidak kalau selama ini kita hidup dengan energi yang ditransfer matahari hingga sampai ke tubuh kita?. 

Artinya kita punya energi matahari gitu?. Sekilas memang begitu benar adanya.

Saat mahluk hidup atau organisme memakan mahluk hidup lainnya maka energi akan dipindahkan. Sebuah piramida energi dapat digunakan untuk melihat aliran energi di kehidupan ini.

Definisi Piramida Energi
Saat kita membayangkan tentang rantai makanan atau jaring makanan maka kita biasa membayangkan seekor singa memangsa zebra atau ular memangsa kodok di sawah. 

Kita membayangkan satu organisme dimakan organisme lain dan memunculkan karnivora berada di puncak rantai makanan.

Meskipun hal ini menunjukkan hubungan ekologi antar organisme namun tidak dapat menunjukkan aliran energi melali ekosistem.

Disinilah piramida energi berguna untuk mengukur transfer energi dari satu organisme ke organisme lainnya pada suatu rantai makanan. 

Energi akan berkurang saat kamu bergerak melalui tingkat torfik dari bawah menuju atas piramida.

Jadi kita bisa menggarisbawahi bahwa diagram piramida energi adalah transfer energi melalui rantai makanan. Lalu darimana asalah energi tersebut dan bagaimana bisa sampai ke tubuh kita?.
Tingkatan Piramida Energi Dalam Kehidupan
Transfer energi dalam ekosistem
1. Energi dimulai dari matahari
2. Tanaman menghasilkan energi metabolik lewat fotosintesis dimana sekitar 10% energinya tersimpan dalam jaringan mereka dan menjadi sumber makanan bagi herbivora. Sisa energi matahari digunakan oleh tanaman dalam proses metabolisme lalu hilang sebagai panas atua limbah.
3. Dari jumlah 10% energi yang dikonsumsi herbivora hanya 10% yang disimpan di jaringannya untuk dimakan oleh karnivora. Sama seperti tanaman, 90% energi metabolik lainnya digunakan herbivora untuk fungsi lain, kehilangan panas dan limbah.
4. Proses ini berlanjut sampai setiap karnivora dibawahnya hanya mewarisi 10% energi dari tingkat sebelumnya.
5. Pada saat energi matahari asli mencapi puncak piramida, hanay 0,1% energi yang dikonsumsi oelh predator teratas sisanya hilang oleh proses metabolisme.
6. Dekomposer seperti bakteri, cacing dan jamur mendapatkan sedikit energi dari mahluk hidup yang mati.

Jadi begitulah kira-kira tingkatan alur perpindahan energi matahari hingga sampai ke tubuh kita. Jadi energi kita adalah energi matahari dan tidak ada alasan untuk tidak produktif. 

Gambar: disini

Senin, September 18

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan

Lingkungan merupakan habitat yang dihuni oleh beranekaragam mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. 

Manusia dapat memanfaatkan hewan dan tumbuhan sebagai sumber makanan, selain itu manusia menghirup oksigen untuk bernapas. Itu adalah sedikit manfaat lingkungan hidup bagi manusia. 

Manusia sangat bergantung pada lingkungan disekitarnya. Berikut ini beberapa manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia.

1. Udara digunakan untuk bernapas. Oksigen merupakan gas yang vital bagi kehidupan mahluk hidup. Tumbuhan memanfaatkan Karbon dioksida dalam proses fotosintesis.

2. Air digunakan untuk minum dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperi mandi, mencuci dan industri.

3. Bahan pangan untuk mahluk hidup. Lahan yang subur dan kaya nutrisi akan menghasilkan bahan pangan vital seperti padi, ketela, ubi, sayuran, buah-buahan untuk kelangsungan hidup manusia.

4. Hutan berfungsi mengatur keadaan udara dan air. Hutan dapat menyediakan oksigen yang melimpah dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu tidak terlalu panas. 

Hutan juga dapat mengatur tata air dan mencegah erosi. Saat musim hujan tidak akan ada banjir dan musim kemarau tidak kekeringan panjang. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai

Manfaat Lingkungan Hidup Bagi Kehidupan
Pemetik teh sedang beraktifitas
5. Bahan galian yang bila dimanfaatkan dapat meningkatkan pendapatan dan sebagai bahan baku industri. Emas digunakan untuk perhiasan, minyak bumi untuk bahan bakar, batubara untuk energi.

6. Sumber energi seperti angin, tenaga matahari, air, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

7. Lahan  dan tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi seperti pemukiman, perkotaan, dan lainnya.

8. Hewan dan tumbuhan dapat digunakan sebagai sumber makanan.

9. Mikroorganisme berperan dalam mengurai sisa-sisa jasad hidup yang telah mati.

Gambar: disini
Lingkungan Biotik dan Abiotik

Lingkungan Biotik dan Abiotik

Lingkungan hidup merupakan segala benda dan keadaan yang terdapat dalam ruang yang memengaruhi kehidupan mahluk hidup. 

Lingkungan hidup terdiri atas unsur biotik dan abiotik, serta unsur budaya. Keberadaan lingkungan hidup saat ini terancam seiring dengan melonjaknya populasi manusia berserta aktifitasnya yang merugikan.

a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik merupakan komponen dari mahluk hidup yang menghuni planet Bumi. Lingkungan biotik terdiri atas mikroorganisme seperti hewan, tumbuhan manusia, virus hingga bakteri. 

Secara khusus lingkungan biotik terbagi menjadi:
1. Produsen yaitu kelompok tumbuhan yang menghasilkan beragam bahan makanan bagi mahluk hidup lainnya.
2. Konsumen yaitu kelompok hewan dan manusia.
3. Pengurai yaitu kelompok mikroorganisme yang mengubah, merombak, menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati. Pengurai disebut juga dekomposer dan beberapa jenis diantaranya adalah jamur, bakteri dan cacing tanah.
Lingkungan Biotik dan Abiotik
Lingkungan bersih sangat nyaman ditinggali mahluk hidup
b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik merupakan lingkungan disekitar kehidupan yang terdiri atas mahluk tidak hidup dan berupa benda mati seperti batuan, tanah, mineral dan udara. Lingkungan abiotik disebut juga lingkungan anorganik. Baca juga: Faktor keterdapatan sumber daya alam

Ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan dinamakan ekologi. Istilah ekologi pertama kali dikemukkan oleh Ernest Haeckel pada 1860. 

Terdapat hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya dan dinamakan ekosistem. 

Ada banyak jenis ekosistem di bumi ini mulai dari kolam, sawah, gurun, hutan hujan hingga laut dalam. Tiap ekosistem punya kehidupan yang unik dan khas.

Manusia merupakan bagian dari sistem lingkungan dan kelangsungan hidup manusia sangat dipengaruhi oleh kelestarian ekosistemnya. Lingkungan dari bentuknya dibedakan menjadi tiga yaitu:

1. Lingkungan alami, yaitu wilayah yang masih belum tersentuh manusia dan memiliki kompleksitas yang tinggi seperti hutan hujan dan laut dalam.
2. Lingkungan binaan, yaitu lingkungan yang sudah ada campur tangan manusia didalamnya seperti pantai yang dibangun kawasan wisata.
3. Lingkungan sosial/budaya, yaitu lingkungan yang merupakan hasil karya manusia dan didalamnya terdapat seperangkat aturan seperti keluarga, pemukiman, perkampungan dan perkotaan.

Kamis, Agustus 3

Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar

Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar

Rawa merupakan salah satu ekosistem lahan basah yang ada di Indonesia. Rawa biasanya muncul di daerah dataran rendah namun bisa juga terbentuk di daerah dataran tinggi. 

Di Indonesia rawa dominan muncul di dataran rendah. Ekosistem rawa terbagi menjadi ekosistem rawa gambut dan rawa air tawar. Baca juga: Zealandia, benua baru yang hilang telah kembali

Ekosistem Rawa Gambut
Ekosistem gambut ditumbuhi oleh vegetasi yang spesifik atau yang memiliki ciri khas tertentu. 

Hutan gambut dan hutan rawa merupakan satu kesatuan. Hutan rawa dan hutan gambut terdapat pada satu daerah dan biasanya hutan gambut merupakan kelanjutan dari hutan rawa. Di sisi lain terdapat perbedaan antara kedua jenis ekosistem tersebut.

Hutan gambut memiliki lapisan gambut yaitu suatu lapisan bahan organik yang punya ketebalan mencapai 1-2 m sementara hutan rawa tebal bahan organiknya lebih tipis yaitu sekitat 0,5 m. 

Kedua hutan ini selalu hijau dan memiliki tajuk yang berlapis-lapis dengan berbagai jenis tanaman namun tidak selengkap dan sekompleks hutan tropis. 

Biasanya didominasi oleh jenis dikotiledon dan ketinggian dapat mencapai 30 m terutama di bagian tepinya. 

Semakin ke tengah vegetasi yang ada pada hutan gambut semakin pendek. Ada kalanya di pusat hutan gambut terdapat lapisan gambut yang mencapai 2 m dan membentuk hutan cebol. Baca juga: Beda kerak samudera dan kerak benua

Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar
Hutan gambut
Jenis vegetasi hutan gambut biasanya terdiri dati jenis Palmae, Pandanus, Podocarpus, dan beberapa wakil dari famili yang terdapat pada hutan hujan seperti famili Dipterocarpaceae.

 PH habitat hutan gambut biasanya di kisaran angka 3,2 dan bersifat hampir steril . Hal tersebut memungkinkan salah satu penyebab jumlah vegetasi di hutan gambut tidak banyak. Baca juga: tipe-tipe gumuk pasir itu banyak lho!

Gambut adalah suatu tipe tanah yang dibentuk dari sisa-sisa tumbuhan (akar, batang, dahan, ranting, daun dan lainnya) dan memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi. 

Permukaan gambut seperti kerak yang berserabut menutupi bagian dalam yang lembab yang berisikan potongan-potongan kayu besar dan sisa tumbuhan lainnya.  Gambut dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk.

1. Gambut ombrogen
Gambut ombrogen adalah yang umum dijumpai. Banyak ditemui di dekat pantai dan kedalaman gambutnya mencapai 20 m. Air drainasenya sangat asam dan miskin hara (oligotropik) terutama kalsium.

 Permukaan tanahnya lebih tinggi dari permukaan air sungai sekelilingnya dan tumbuhan yang hidup pada tanah ini menggunakan zat hara dari tumbuhan itu sendiri, dari gambut dan air hujan. 

2. Gambut topogen
Tipe gambut ini kurang umum dijumpai dan biasanya dijumpai pada daerah cekungan. Tumbuhan pada tanah ini mendapatkan zat hara dari tanah mineral, air sungai, sisa tumbuhan dan air hujan. 

Gambut topogen terdapat di pantai-pantai di balik bukit-bukit pasir dan daerah pedalaman dimana airnya terhambat dan tidak mengalir. 

Tebal gambut ini biasanya sekitar 4 m. Gambut ini punya sifat agak asam dan mengandung zat hara yang relatif banyak. Baca juga: Rumus penurunan suhu di troposfer
Ekosistem Rawa Gambut dan Air Tawar
Hutan rawa air tawar
Ekosistem Rawa Air Tawar
Ekosistem air tawar merupakan eksosistem dengan habitat yang selalu digenangi air tawar yang kaya mineral dengan PH sekitar 6. 

Kondisi permukaan air tidak selalu tetap karena dipengaruhi oleh kondisi pasang naik dan surut. Bahkan bisa jadi suatu saat mengering. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh beragam jenis vegetasi. 

Hal ini disebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah pada berbagai eksosistem rawa air tawar. Jenis vegetasi cenderung berkelompok membentuk komunitas yang miskin jenis. 

Baca juga:
Apa itu awan panas?
Sabuk asteroid itu ada dimana?

Di beberapa daerah pada rawa air tawar banyak ditumbuhi rumput atau ada pula yang ditumbuhi pandan atau palem. Atau adapula yang menyerupai hutan-hutan dataran rendah, dengan akar tunjang atau akan napas maupun seperti penupang pohon. 

Contohnya Danau Bento terletak di selatan gunung Tujuh dan di barat laut danau Kerinci dikelilingi oleh hutan rawa liar tawar. Taman Nasional Wasur di Papua juga termasuk dalam hutan rawa air tawar. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai
Gambar: disini, disini

Selasa, Mei 30

AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan

AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan

Kalau kamu mau mendirikan sebuah industri di suatu tempat, apakah lantas kamu dapat langsung membangun begitu saja?. Tentu tidak dapat seperti itu karena semua ada tahapan-tahapannya. 

Salah satu tahapan yang wajib dilakukan pelaku industri/proyek adalah membuat dokumen AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL masuk ke Indonesia diawali dari adanya penetapan UU Lingkungan Hidup di Amerika Serikat pada tahun 1970. Baca juga: Penyebab Erosi Tanah

AMDAL pada dasarnya merupakan tuntutan masyarakat Amerika Serikat terkait kerusakan lingkungan yang muncul oleh kegiatan manusia seperti industri dan transportasi. 

Tuntutan itu semakin menguat hingga menimbulkan sikap menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi karena merusak keberlanjutan lingkungan. Di era tersebut, AS sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan.

Di Negara berkembang, tingkat kesejahteraan dan taraf ekonomi masih rendah sehingga perlu meningkatkan kegiatan pembangunan di berbagai lini. Dampak dari pembangunan adalah akan adanya kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu. 

Sawah dirubah jadi jalan, kebun disulap jadi perumahan dan lainnya. AMDAL merupakan analisa tentang kondisi lingkungan yang akan terjadi jika sebuah proyek dilaksanakan.

Alasan dilakukan AMDAL
AMDAL harus dilakukan dengan dua macam cara sebagai berikut:
1. AMDAL harus dilakukan pada proyek pembangunan yang akan dilaksanakan karena UU dan peraturan pemerintah menetapkan demikian. Bila pemilik atau pemrakarsa proyek tidak melakukannya, mereka akan dianggap melanggar UU dan tidak akan diizinkan untuk melaksanakan proyek tersebut. 

Mereka juga dapat menerima hukuman atau sanksi yang cukup berat. Cara ini ditempuh agar pelaku proyek tidak mementingkan keuntungan semata tanpa melihat dampak langsung bagi lingkungan di kemudian hari.

2. AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak mengalami degradasi akibat proyek pembangunan. Cara kedua ini merupakan cara ideal namun kesadaran ini tidak mudah ditanamkan pada para pelaku proyek. Baca juga: Mau tau bentuk-bentuk galaksi seperti apa?

Pertumbuhan manusia semakin pesat sehingga membutuhkan ruang yang semakin besar juga di permukaan bumi. Tuntuan kebutuhan akan memaksa manusia merusak lingkungan alami yang sudah ada sebelumnya. 

Dulu banyak hutan belantara, kini dirubah menjadi pemukiman, pabrik, jalan, sekolah dan lainnya. Ini adalah pilihan dan manusia harus mampu mempertimbangkannya dengan baik. Bagaimanapun, lingkungan memiliki daya dukung dan daya tampung masing-masing. 
AMDAL: Sejarah, Alasan dan Perannya Bagi Keberlanjutan Lingkungan
Proyek Tol Cisumdawu menembus perbukitan Jawa Barat
Pihak-Pihak yang melakukan AMDAL
Pengendalian dampak lingkungan harus menggunakan batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk baku mutu dan merupakan tanggung jawab pemrakarsa proyek. 

Biaya kesehatan, kenyamanan, keselamatan bahkan biaya kerusakan sumber daya alam harus diperhatikan. Pembangunan dapat memberikan keuntungan seperti penyediaan lapangan kerja baru, fasilitas baru sehingga masyarakat pun wajib menjaga dan mengelola fasilitas tersebut. 

Pemilik modal atau proyek biasanya akan menyewa konsultan untuk melakukan studi AMDAL suatu proyek. Di Indonesia sendiri, pelaksanaan AMDAL sering dilakukan dengan universitas terkemuka karena masih minimnya konsultan swasta yang mampu melakukan AMDAL dengan baik. 

Peran AMDAL bagi lingkungan
AMDAL diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dari sebuah proyek bagi keberlanjutan lingkungan. 

Dampak-dampak tersebut nanti tertuang dalam sebuah dokumen dan harus dibuat solusi ke depannya agar pembangunan dapat berjalan namun keberlanjutan lingkungan pun dapat terjaga. 

Jika suatu proyek setelah dianalisa akan berdampak sangat besar bagi kerusakan lingkungan di kemudian hari maka harus dibatalkan atau dicari lokasi lainnya. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

Gambar: tribunnews

Rabu, Mei 10

Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya

Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya

Lahan merupakan bagian permukaan bumi yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik di atasnya. Tanah dan lahan seringkali disamakan namun pada prinsipnya berbeda. 

Lahan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seperti petanian, perkebunan hingga pemkiman. Ada dua jenis lahan yaitu lahan kritis dan lahan potensial.

Lahan kritis merupakan lahan yang tidak produktif. Andai dikelola, produktifitasnya akan sangat rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi dan pengolahan. Ciri lahan kritis yaitu tandus, gundul dan miskin unsur hara. 

Faktor yang menyebabkan lahan kriris diantaranya sebagai berikut: 

1. Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan sehingga tidak ada lapisan air tanah. Daerah ini banyak terjadi di daerah karst dan bayangan hujan.
2. Genangan air terus menerus seperti di daerah pantai atau rawa. Sirkulasi air buruk menyebabkan tanah menjadi asam.
3. Erosi tanah dan masswasting yang biasanya terjadi di daerah lereng terjal, pegunungan perbukitan yang bertekstur tanah yang labil.
4. Penambangan bahan galian yang merusak lapisan tanah atas seperti batubara.
5. Pencemaran oleh polutan seprti pestisida dan limbah rumah tangga atau industri.
6. Pembekuan air yang biasanya terjadi di daerah lintang tinggi atau pegunungan tinggi.
7. Kebakaran lahan.
Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya
Lahan kritis karena kekeringan panjang
Lahan kritis yang dibiarkan lama maka akan sulit dikembalikan seperti semula sehingga dapat mengancam kehidupan mahluk hidup di atasnya. Beberapa upaya untuk menganggulangi lahan kritis diantaranya adalah:
1. pembuatan terasering di daerah miring.
2. melakukan reboisasi di daerah gundul.
3. reklamasi lahan bekas tambang.
4. melakukan pengerukan sungai secara berkala.
5. pemupukan dengan pupuk organik.
6. tidak membuang sampah plastik ke tanah.
7. mengelola lahan sesuai peruntukannya dan kelas kemampuan lahan.
8. melestarikan Daerah Aliran Sungai.

Lahan potensial merupakan lahan yang belum dimanfaatkan tapi punya nilai ekonomi yang tinggi. Jika diolah secara tepat maka akan menghasilkan produk yang sangat tinggi. Lahan potensial memiliki tingkat kesuburan tinggi. 

Lahan potensial tersebar di daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan. Lahan di daerah pantai didominasi oleh tanah aluvial yang kaya mineral seperti di muara sungai. Delta-delta sungai merupakan daerah subur dan sering menjadi awal mula pusat kegiatan manusia seperti Delta Sungai Nil.
Lahan Kritis dan Potensial: Ciri dan Pemanfaatannya
Lahan potensial sangat produktif jika dikelola maksimal
Daerah dataran rendah jika curah hujan cukup bisa menjadi lahan subur dan cocok untuk pertanian. Saluran irigasi juga memainkan peranan penting dalam pengolahan lahan di dataran rendah. 

Lahan di daerah pegunungan banyak mendapat curah hujan dan endapan material dari erupsi sehingga sangat subur. Daerah pegunungan cocok untuk budidaya sayuran. Upaya pelestarian dan peningkatan manfaat lahan potensial dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut:
1. merencanakan pembangunan dengan asas pembangunan berkelanjutan.
2. membuat master plan perencanaan ruang sesuai kondisi lahan.
3. mengendalikan pembangunan pemukiman.
4. melakukan diversifikasi pertanian.

Gambar: digitalfilipina.com, cnbc.com

Sabtu, April 29

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah pencemaran atau polusi lingkungan dan fenomena ini meningkat sepanjang tahun sehingga menyebabkan kerusakan serius di bumi. 

Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan kedalam lima jenis yaitu pencemaran udara, air, tanah, suara dan cahaya.

Pencemaran udara adalah bentuk polusi yang paling berbahaya di lingkungan kita. Pencemaran udara disebabkan oleh asap berbahaya yang dihasilkan oleh pembakaran mobil bis, truk, kereta api dan pabrik. 

Gas-gas buang yang dihasilkan diantaranya sulfur dioksida karbon monoksida dan nitrogen oksida. Bahkan asap dari daun yang terbakar dan rokok juga berbahaya bagi lingkungan karena menyebabkan kondisi tidak nyaman bagi orang lain.

Bukti meningkatnya polusi udara terlihat dari penyakit kanker paru, asma, alergi dan berbagai masalah pernapasan lain yang diderita manusia. Flora fauna juga terancam oleh serangan polusi udara ini. 

Burung migran yang sering bermigrasi antar benua pun terhambat dengan adanya polusi udara ini. Jadwal mereka untuk tiba di daerah yang mereka inginkan berubah karena efek pencemaran udara.

Chlorofluorcarbon atau CFC dihasilkan oleh kulkas, AC, deodoran dan pembasmi serangga sehingga menyebabkan kerusakan parah pada lingkungan bumi. Gas ini perlahan akan merusak atmosfer dan mengikis lapisan ozon sehingga memicu pemanasan global.

Polusi air disebabkan oleh produk limbah industri yang dibuang ke danau, sungai dan badan air lainnya telah menyebabkan kerusakan kehidupan di ekosistem air. Manusia mencemari air dengan membuang sampah, bunga, abu dan limbah rumah tangga berskala besar. 

Di pedesaan, kita bisa melihat orang mandi, mencuci dan memasak air dari satu sumber air yang sama. Hujan asam semakin membuat kadar polusi meningkat di air. Polusi air juga merupakan hasil dari polusi air melalui limpasan permukaan dan pencucian air bawah tanah. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negra berkembang
Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya
Polusi cahaya mengganggu observasi benda langit
Polusi suara, polusi tanah dan polusi cahaya merusak lingkungan dalam tingkat yang semakin mengkhawatirkan. Polusi suara berasal dari mesin pesawat terbang, knalpot motor, bis, truk, klakson kendaraan, industri dan lainnya. 

Pencemaran suara semakin meningkat seiring penemuan kendaraan bermotor dan menyumbang terhadap 90% dari semua polusi suara di planet ini. Pencemaran tanah atau kontaminasi tanah terjadi karena hasil dari hujan asam, pupuk, dan limbah sehingga menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. 

Kegiatan pertambangan juga memicu terjadinya polusi tanah dengan melepaskan limbah merkuri ke dalam tanah.

Polusi cahaya disebabkan oleh lampu kendaraan, atau lampu jalan yang tidak menggunakan tudung atau penutup sehingga cahaya menyebar ke semua arah. Polusi cahaya mengakibatkan kegiatan observasi astronomi terganggu. Baca juga: Perbedaan lava Aa dan Phoehoe yang unik

Gambar: petapixel.com

Jumat, April 21

Faktor Perubahan Iklim

Faktor Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah isu lingkungan yang sudah menjadi konsumsi publik dunia saat ini. Semakin berkurangnya es di kutub, cuaca yang tidak menentu, musim tanam yang berubah cepat menjadi fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi. 

Lalu mengapa perubahan iklim bisa terjadi?. Perubahan iklim dapat terjadi karena faktor internal dan faktor eksternal. 
Faktor eksternal contohnya melibatkan variasi radiasi matahari sehingga menyebabkan jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan bumi berbeda-beda. 

Faktor internal lebih disebabkan hal seperti konsentrasi gas di atmosfer, bangunan beton, aktifitas vulkanik dan perubahan albedo atmosfer.

Ahli-ahli iklim dunia telah menemukan bukti bahwa hanya sejumlah faktor yang bertanggung jawab atas terjadinya perubahan iklim di Bumi dalam beberapa tahun terakhir. Faktor tersebut yaitu:

1. variasi orbit revolusi Bumi
2. variasi karbon di atmosfer
3. erupsi gunung api
4. variasi radiasi matahari

Variasi orbit revolusi Bumi
Teori Milankovitch mengemukakan teori bahwa variasi siklus orbit Bumi mungkin bertanggungjawab terhadap perubahan iklim di masa lalu. 

Ide dasar dari teori ini mengasumsikan bahwa dari waktu ke waktu variasi jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan bumi bervariasi. Ada 3 variasi siklus orbit Bumi.

Variasi siklus pertama dikenal sebagai eksentrisitas yang mengendalikan bentuk orbit Bumi selama mengelilingi matahari. Orbit secara bertahap berubah bentuk dari elips menjadi hampir melingkar dan kemudian kembali ke elips dalam periode sekitar 100.000 tahun.

Semakin besar eksentrisitas orbit (semakin elips) maka semakin besar variasi energi matahari yang diterima puncak atmosfer antara perihelium dan aphelium. Saat ini bumi sedang mengalami masa eksentrisitas rendah. 

Perbedaan jarak perihelium dengan aphelium (3% saja) memengaruhi variasi 7% jumlah energi matahari yang diterima puncak atmosfer. Jika perbedaan jarak ini makimum 9%, selisih energi surya yang diterima sekitar 20%. Baca juga: Pembentukkan magma di dalam bumi

Variasi siklus kedua mengatakan bahwa rotasi bumi pada poros kutub mengubah waktu orbital ekuinoks dan titik balik matahari. Efek ini dinamakan efek presesi ekuinoks. Presesi ekuinoks memiliki siklus sekitar 26.000 tahun.

Saat ini Bumi lebih dekat ke matahari pada bulan Januari dan lebih jauh ke matahari di bulan Juli. Karena adanya presesi tadi, kejadian akan berbalik 13.000 tahun lagi yaitu bumi dekat matahari pada Juli dan menjauh matahari di bulan Januari.

Variasi siklus ketiga terkait dengan perubahan kemiringan poros rotasi Bumi dalam periode 41.000 tahun. Selama siklus 41.000 tahun kemiringan bisa menyimpang dari 22,5 menjadi 24,5 derajat. Saat ini kemiringan rotasi Bumi 23,5 derajat. 

Jika kemiringan semakin kecil maka variasi iklim kecil antara musim panas dan musim dingin di lintang tengah dan tinggi. Musim dingin lebih ringan dan musim panas akan lebih dingin. Musim dingin yang lebih hangat memungkinkan lebih banyak salju jatuh di wilayah lintang tinggi. Baca juga: Rumus iklim schmidt ferguson

Jika cuaca lebih hangat maka atmosfer punya kemampuan menahan uap air yang lebih besar sehingga lebih banyak salju dihasilkan di daerah front atau orografik. 

Musim panas yang lebih dingin menyebabkan salju dan es menumpuk di permukaan bumi karena es mencair lebih sedikit. Dengan begitu efek lain dari kemiringan rotasi ini akan membentuk formasi gletser yang lebih luas di daerah lingkar kutub.
Faktor Perubahan Iklim
Siklus orbital Bumi
Periode kemiringan yang lebih besar akan menghasilkan variasi iklim musiman yang lebih besar di lintang menengah dan atas. Pada fase ini musim dingin cenderung lebih dingin dan musim panas lebih hangat.

Musim dingin yang lebih dingin menghasilkan lebih sedikit salju karena suhu atmosfer rendah. Akibatnya hanya sedikit salju dan es yang menumpuk di permukaan tanah.

Sementara itu musim panas yang hangat akan memberikan energi tambahan untuk melelehkan es dan salju yang terakumulasi di permukaan tanah selama berbulan-bulan musim dingin. Gletser di kutub akan mencair secara umum.

Variasi Karbon Dioksida Atmosfer
Studi jangka panjang mengenai iklim telah menemukan hubungan antara konsentrasi CO₂ di atmosfer dengan suhu atmosfer rata-rata secara global. Karbon dioksida merupakan  salah satu gas penting dan bertanggung jawab atas efek rumah kaca. 

Gas tertentu seperti karbon dioksida, uap air dan metana mampu mengubah keseimbangan energi Bumi dengan mampu menyerap radiasi gelombang panjang yang dipancarkan dari permukaan Bumi. 

Hal ini membuat permukaan bumi tetap hangat. Tanpa efek rumah kaca suhu global bisa mencapai -18⁰C dan bukan 15⁰C seperti saat ini. Karbon dioksida juga dilepaskan lautan saat suhu global menghangat dan tenggelam lagi ke laut saat suhu mendingin.
Faktor Perubahan Iklim
Polusi menyumbang karbon dioksida di atmosfer
Selama tiga abad terakhir, konsentrasi karbon dioksida telah meningkat di atmosfer karena aktifitas manusia. Pembakaran lahan konversi lahan, emisi kendaraan telah menyebabkan pelepasan karbon dioksidake atmosfer. 

Sejak abad ke 17, karbon dioksdia telah meningkat dari 280 bagian per juta menjadi 380 bagian per juta pada tahun 2005. Banyak ilmuwan percaya bahwa konsentrasi karbon dioksida yang lebih tinggi di atmosfer akan meningkatkan efek rumah kaca yang membuat planet ini lebih panas. Dunia ini diperkirakan akan mengalamai peningkatan suhu 1,5 - 4,5⁰C di tahun 2050.

Erupi Gunung Api
Selama bertahun-tahun ahli iklim telah membuktikan bahwa ada hubungan antara erupsi  gunung api besar dengan perubahan iklim mikro. Contohnya salah satu tahun terdingin dalam dua abad terakhir terjadi setelah letusan Tambora di tahun 1815.

Awalnya ilmuwan berpikir bahwa debu yang dipancarkan ke atmsofer dari erupsi gunung api bertanggung jawab atas pendinginan dengan cara menghalangi radiasi matahari ke permukaan bumi. 

Namun pengukuran menunjukkan, bahwa sebagian besar debu yang dilemparkan ke atmosfer kembali ke permukaan bumi dalam waktu enam bulan. 

Data stratosfer terbaru juga menunjukkan bahwa letusan gunung api besar juga menghasilkan gas belerang dioksida dalam jumlah besar yang tetap berada di atmsofer selama tiga tahun. 

Ahli kimia atmosfer telah menentukan bahwa gas belerang dioksida yang dikeluarkan bereaksi dengan uap air yang biasa ditemukan di stratosfer untuk membentuk lapisan kabut optik terang yang padat sehingga mengurangi volume input radiasi matahari. Baca juga: Planet luar, dalam, inferior dan superior
Faktor Perubahan Iklim
Erupsi dahsyat Pinatubo
Variasi Jumlah Radiasi Matahari
Banyak ilmuwan berpikir bahwa jumlah radiasi matahari yang bervariasi hanya menyumbang sepersekian persen saja selama bertahun-tahun. Namun pengukuran yang dilakukan oleh satelit radiometer pada 1980an dan 1990an menunjukkan bahwa jumlah radiasi matahari mungkin lebih bervariasi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pengukuran pada awal tahun 1980 menunjukkan penurunan sebesar 0,1% dari total jumlah energi matahari yang mencapai permukaan bumi dalam waktu 18 bulan. 

Ilmuwan juga telah mencoba meneliti kaitan bintik matahari (sunspot) dengan perubahan ilkim. Bintik matahari adalah badai magentik besar yang dilihat sebagai area gelap di permukaan matahari. 

Jumlah dan ukuran bintik matahari menunjukkan pola siklus yang mencapai maksimum sekitar 11, 90 dan 180 tahun. Penurunan energi matahari yang diamati pada awal 1980an sesuai periode aktifitas sunspot maksimal berdasarkan siklus 11 tahun. Bintik matahari mencegah sebagian energi matahari meninggalkan permukaannya.
Faktor Perubahan Iklim
Bintik Hitam Matahari
Selama periode sunspot maksimum, medan magnet matahari sangat kuat. Saat sunspot menurun makan medan magnet menurun. Medan magnet matahari juga berubah selama 22 tahun selama sunspot minimum. 

Beberapa ahli percaya bahwa kekeringan di Great Plains Amerika Serikat berkaitan dengan proses siklus 22 tahun ini.

Gambar: assets.wired.com, mignews.com.ua
www.dosomething.org, universetoday.com

Rabu, April 5

Keuntungan dan Kerugian Energi Panas Bumi atau Geotermal

Keuntungan dan Kerugian Energi Panas Bumi atau Geotermal

Inti bumi sekitar 4.000 mil jauhnya di dalam permukaan bumi merupakan lautangas panas dan batuan cair dengan suhu mencapai 7.200 derajat C. Suhu panas tersebut dihasilkan dari peluruhan ernegi radioaktif yang terletak di dalam inti bumi. 

Secara teknis, energi geotermal adalah suatu bentuk dari energi nuklir meski dengan implikasi yang berbeda dari energi nuklir karena ketebalan bumi kita yang mencapai ribuan kilometer menahan efek radiasi nuklir di dalam bumi tersebut. Meskipun demikian, kita masih bisa mendapatkan uranium dan gas radioaktif lain di permukaan bumi.

Baca juga:
Memahami 6 Unsur cuaca dan iklim
Cara menjawab soal konsep geografi

Bergerak jauh ke bagian atas bumi, suhu mendingin ke titik 1.500 derajat. Karena bumi sama sekali tidak seragam maka suhu nya akan bervariasi. Ada beberapa lokasi dimana kerak bumi sangat tipis yang berarti suhu panas akan mendekati permukaan bumi. Mata air panas, geyser dan gunung api sering ditemukan di daerah ini. Ketebalan kerak bumi bervariasi dari 20 - 40 mil. 

Jumlah energi termal yang terdapat di kerak bumi sangat besar. Para ahli memprakirakan nilainya setara dengan 79 milyar barel minyak atau 15 ribu kali lebih besar dari cadangan minyak di seluruh dunia. Tidak seperti minyak, ladang geotermal akan terus diproduksi ulang. Energi listrik yang dihasilkan sebuah sumber hidrotermal berkisar di angka 100.000 Megawatt.

Sumber daya panas bumi bervariasi dari lokasi ke lokasi, namun teknologi modern mampu menciptakan energi dari suhu yang lebih rendah. Islandia telah memasok energi negaranya sebesar 25% dari panas bumi ini. Baca juga: Mengapa cuaca di daerah cepat berubah?
Keuntungan dan Kerugian Energi Panas Bumi atau Geotermal
Pembangkit Listrik Panas Bumi
Di Indonesia, energi panas bumi pertama dikembangkan di daerah Kamojang Garut. PLTPB Kamojang merupakan unit pembangkit listrik tenaga panas bumi tertua  dan masih beroperasi hingga saat ini di Indonesia. 

Indonesia yang dikenal sebagai negara cincin api dengan gunung api terbanyak di dunia, merupakan sebuah anugerah. Lokasi panas bumi tersebar terutama di zona subduksi lempeng bagian selatan. Akan tetapi pemanfaatan energi panas bumi ini masih menuai pro dan kontra. Baca juga: Geografi benua Eropa

Keuntungan Energi Panas Bumi
1. Energi geotermal dianggap ramah lingkungan dan tidak menyebabkan polusi.
2. Reservoir panas bumi dapat diisi ulang secara alami dan termasuk energi tipe terbarukan.
3. Memiliki potensi listrik sangat tinggi, mencapi 2 tera watt.
4. Dapat dibangun di bawah tanah
5. Nol karbon
6. Instalasi yang relatif mudah

Kerugian Energi Panas Bumi
1. Ada beberapa isu lingkungan yang terkait pemanfaatan panas bumi.
2. Pembangkit listirk panas bumidalam kasus tertentu bisa memicu gempa bumi.
3. Lokasinya spesifik dan membutuhkan biaya eksplorasi cukup tinggi.
4. Menghasilkan emisi Sulfur dan Silikat.
5. Biaya konstruksi tinggi.
6. Pengeboran ke dasar batuan panas sangat sulit.

Gambar: ec.europa.eu

Jumat, Maret 31

Dampak Positif dan Negatif Pembangunan

Dampak Positif dan Negatif Pembangunan

Pembangunan merupakan sebuah kebutuhan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah dan negara. 

Namun kegiatan pembangunan dihadapkan akan dua sisi yaitu positif dan negatif. Berikut ini dampak positif dan negatif pembangunan.

Dampak Positif Pembangunan
1. Kegiatan pembangunan akan membuka banyak lapangan kerja, hal ini dikarenakan banyaknya proyek-proyek yang membutuhkan sumber daya manusia. Berbagai ahli akan didatangkan untuk meyelesaikan suatu program tertentu seperti pembuatan ruas jalan tol, perumahan, dan lainnya.

2. Pembangunan akan meningkatkan pendapatan masyarakat, hal ini karena seiring dengan munculnya beragam jenis kegiatan seperti industri, transportasi atau pertanian maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara perlahan-lahan. 

3. Membuka investasi di berbagai bidang, dengan kegiatan pembanguan maka beberapa investor baik dalam negeri maupun luar negeri akan masuk sehingga aliran modal semakin banyak. Hal ini sangat bermanfaat untuk mendukung kelancaran program pembangunan.

4. Memunculkan kutub-kutub pertumbuhan baru, pembangunan yang dilakukan di berbagai daerah akan menghasilkan suatu titik kutub pertumbuhan baru. Hal ini akan mendorong pertumbuhan wilayah itu sendiri. Berbagai daerah akan berlomba mengeluarkan semua potensi terbaiknya untuk kemajuan masyarakatnya. Contohnya adalah Kota Bontang yang sekarang menjadi kota yang besar karena adanya kilang minyak. 

5. Menaikan derajat negara di dunia, pembangunan akan menambah devisa dan menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa di dunia. Pembangunan yang cepat akan menaikan derajat negara itu sendiri di mata negara-negara lain di dunia.
Dampak Positif dan Negatif Pembangunan
Pembangunan Tol Cisumdawu
Dampak Negatif Pembangunan
1. Pembangunan mengalihfungsikan lahan, hal ini banyak ditemui di Indonesia. Banyak lahan yang awalnya hutan, atau pesawahan kini menjadi area pemukiman atau Industri. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah lahan pertanian dan lahan terbuka hijau.

2. Pencemaran dimana-mana, kegiatan pembangunan khususnya industri masih banyak yang belum memenuhi kaidah lingkungan. Limbah-limbah dibuang ke sungai, tanah dan udara. Hal ini memicu polusi dan berbahaya bagi kehidupan masyarakat.

3. Monopoli kekuasaan, kegiatan pembangunan seringkali menjadi lahan bagi para penguasa untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan masyarakat level bawah. Inilah yang yang disebut mental rakus manusia. 

4. Banyaknya invasi tenaga asing, kualitas sumber daya manusia kita yang masih belum baik menjadi kesempatan bagi pekerja asing untuk datang dan bekerja di Indonesia. Hal ini menjadikan kita seperti dijajah dan orang pribumi tidak memiliki posisi di jabatan-jabatan strategis perusahaan tertentu. 

Tentu hal ini akan menimbulkan kesenjangan dan memicu konflik antara pribumi dengan orang asing. Baca juga: Memahami mindset beriklan di facebook

Gambar: www.pu.go.id

Senin, Maret 20

Ekosistem Padang Lamun dan Karakteristiknya

Ekosistem Padang Lamun dan Karakteristiknya

Padang lamun atau seagrass banyak ditemukan di perairan air asin dangkal di berbagai dunia dari tropis hingga arktik. Dinamakan padang lamun karena sebagian besar spesies memiliki warna hijau dan rumput-rumput panjang. 

Meski sering disamakan dengan seaweeds atau rumput laut namun sebenarnya padang lamun seperti tanaman berbunga di daratan. Mereka memiliki biji, batang, daun dan menghasilkan bunga. Baca juga: Batas lempeng tektonik dan fenomenanya

Mereka berevolusi sekitar 100 juta tahun lalu dan hari ini ada sekitar 72 spesies lamun yang berbeda dan digolongkan ke dalam empat kelompok utama. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem paling produktif di dunia. 

Lamun menyediakan habitat dan makanan bagi komunitas yang sangat beragam mulai dari hewan, invertebrata kecil, ikan besar kepitin, penyu, mamalia laut hingga burung. 

Aktifitas manusia membuat ekosistem Padang Lamun semakin rentan terhadap kerusakan. Meski padang lamun dan padang rumput laut terlihat seragam/sejenis, namun mereka adalah organisme yang berbeda. 

Padang lamun termasuk kelompok tanaman yang berjenis monokotil meliputi rumput, bunga lili dan palem. Lamun punya daun, akar dan pembuluh darah serta menghasilkan bunga dan biji. Baca juga: Bentang alam pesisir dan pantai
Ekosistem Padang Lamun dan Karakteristiknya
Ekosistem Padang Lamun
Berikut ini ciri-ciri dari padang lamun:
1. Merupakan berbagai jenis vegetasi laut berbunga, bukan alga.
2. Banyak hidup di perairan pasang surut terendah dimana cahaya matahari dapat masuk ke tubuh air dengan maksimum.
3. Banyak ditemukan di wilayah Indo-Pasifik barat termasuk Indonesia.
4. Padang lamun lebih suka hidup di pesisir, pecahan karang dan tumpukan lumpur.
5. Lamun berkembang biak dengan memproduksi bunga, buah dan menyebarkan biji.
6. Punya kaitan erat dengan ekosistem pesisir lain seperti bakau, terumbu karang.
7. Termasuk ekosistem produktif.
8. Sering ditumbuhi epifit, binatang lunak dan ikan.
9. Beberapa lokasi padang lamun memiliki gangguan sedimen karena udang dan cacing.

Padang lamun sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Berikut ini beberapa fungsi Padang Lamun. Baca juga: Fungsi lahan bagi kehidupan
Ekosistem Padang Lamun dan Karakteristiknya
Vegetasi Padang Lamun
Stabilisasi
Perairan dasar samudera yang tidak ada padang lamun sangat rentan terhadap arus dan badai. Sistem perakaran lamun membantu menstabilkan dasar laut dengan cara yang mirip dengan rumput tanah. Lamun akan mengurangi kekuatan arus di bagian bawah.

Mendukung Ekosistem
Padang Lamun menyediakan makanan, tempat tinggal dan daerah pembibitan penting untuk spesies ikan komersial dan invertebrata lainnya. Beberapa spesies seperti kuda laut dapat ditemukan di padang lamun sepanjang tahun sedangkan ikan lainnya bermukim pada saat masa tertentu.
 
Makanan
Padang lamun menyediakan suplai makanan bagi berbagai spesies termasuk Penyu Hijau yang langka. Lumba-lumba botol juga sering terlihat mencari makan di daerah padang lamun. Bakteri yang terdekomposisi menyediakan nutrisi bagi cacing, teripang, kepiting hingga anemon laut. 
 
Area Konservasi 
Padang lamun  relatif aman untuk masa hidup ikan remaja dan invertebrata lain untuk sembunyi dari predator. Larva dan telur dari berbagai ikan dapat berkembang dengan baik hingga ia menetas di ekosistem padang lamun.
 
Habitat
Selain nyaman untuk ikan remaja, lamun juga sangat ramah bagi berbagai binatang yang hidup di dasar laut seperti kerang, udang, cacing, kepiting, echinodermata, bintang laut hingga landak laut. Mereka bisa mengubur diri di dsar sedimen laut untuk menghindari arus laut dan gelombang yang kuat. 
 
Kualitas Air
Lamun membantu memerangkap sedimen halus dan partikel tersuspensi dalam air sehingga akan menjernihkan air. Jika tidak ada padang lamnun seringkali arus dan gelombang akan mengaduk sedimen dan mengeruhkan air laut dan memengaruhi perilaku hewan di dalamnya. Limbah dari darat juga dapat disaring oleh lamun dalam batas toleransi tertentu.
 
Ekonomi 
Meski tidak menjadi komoditas langsung yang dibudidayakan, namun padang lamun dapat meberikan bahan baku untuk komoditas industri lainnya seperti perikanan dan rekreasi alam. Ada juga beberapa penduduk yang membuat perternakan kerang di daerah ini. Baca juga: Geografi patahan Lembang Bandung

Gambar: oceanbites.org,  ocean.si.edu

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close