News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 14

Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia

Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia

Lingkungan semain hari semakin memprihatinkan seiring bertambahnya populasi mansuia. Kerusakan lingkungan dapat terjadi akibat faktor alam dan ada juga yang dikarenakan faktor manusia. 

Dalam konsep ekologi dikenal man ecological dominant, artinya manusia merupakan mahluk yang mendominasi lingkungan sehingga bisa merubah kondisi lingkungan tertentu.

Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini.

1) Pencemaran Lingkungan
Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. 

Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. 

Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O₂) di udara, menipisnya lapisan ozon (O), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. 

Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. 

Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan. 

Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. 

Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel. 

Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres.
Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia
Deforestasi akibat ulah manusia
2) Degradasi Lahan
Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. 

Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan.

a) Lahan kritis dapat terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.
b) Rusaknya ekosistem laut terjadi karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang.
c) Kerusakan hutan pada umumnya terjadi karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor.

Gambar: disini

Selasa, Januari 30

Bagaimana Polusi Cahaya Mempengaruhi Lingkungan

Bagaimana Polusi Cahaya Mempengaruhi Lingkungan

Polusi merupakan permasalahan umum kehidupan di era milenial ini. Salah satu jenis polusi yang kini menjadi ancaman nyata adalah polusi cahaya. 

Polusi cahaya banyak ditemukan di daerah konsentrasi penduduk karena penggunaan lampu di malam hari seperti lampu penerangan jalan, area umum, rumah, hingga perkantoran. 

Sebagian besar masyarakat pastinya tidak paham tentang dampak dari polusi cahaya. Polusi cahaya sulit didefinisikan secara jelas karena masyarakat banyak menilai cahaya sebagai sebuah keindahan dan terkait nilai estetika saja.

Baca juga:
Sifat fisika atmsosfer bumi
Kerusakan lingkungan akibat aktifitas manusia

Sebenarnya dalam geografi, kegelapan tidak selalui dikaitkan dengan kualitas positif dari kaum urban. Beberapa ahli geografi banyak menjelaskan saat ini bahwa polusi cahaya memiliki efek merugikan bagi beberapa komponen lingkungan lain termasuk pengamatan astronomi.
Bagaimana Polusi Cahaya Mempengaruhi Lingkungan
Polusi cahaya lampu di perkotaan
Dampak Polusi Cahaya Bagi Kesehatan
Polusi cahaya memiliki pengaruh bagi kesehatan dan lingkungan, seperti menggangu kualitas tidur, meningkatkan resiko kanker, membahayakan perilaku hewan termasuk migrasi hewan. 

Studi kesehatan terbaru menunjukkan ada peningkatan 110% kemungkinan kanker prostat di negara dengan tingkat polusi cahaya yang tinggi. Pencahayaan di perkotaa memang diperlukan untuk menunjang kehidupan penduduk dan meminimalisir kriminalitas, namun harus diminimalisir dampak negatif nya bagi lingkungan. 

Terlalu banyak melihat lampu atau cahaya yang silau akan merusak mata dan membuat kepala pusing. Baca juga: Kunci jawaban OSK Geografi

Dampak Polusi Cahaya Terhadap Migrasi Hewan
Bagi hewan, gangguan polusi cahaya mungkin cukup signifikan dan mengancam beberapa spesies seperti burung yang bermigrasi. Migrasi burung mengalami perubahan pola karena dampak polusi cahaya di perkotaan terutama burung muda.

Spesies kelelawar di Eropa juga terpengaruh karena polusi cahaya dan membuat perilaku mereka berubah. 

Konsevasi dan Polusi Cahaya
Saat ini kampanye untuk memberikan perlindungan situs warisan dunia terhadap polusi cahaya semakin gencar. Aktifis menilai beberapa tempat perlu kegelapan untuk menunjang fungsinya seperti observatorium. 

Pengamatan benda langit tidak akan sempurna kalau cahaya di sekitar langit terlalu terang. Inilah mengapa observatorium saat ini banyak dibangun di daerah terpencil yang jauh dari pusat penduduk.

 Polusi cahaya memang belum banyak dipahami masyarakat, namun hal ini harus menjadi perhatian karena selain merubah perilaku hewan, radiasi cahaya yang terlalu tinggi juga mempengaruhi tingkat kesehatan penduduk.

Lampu-lampu di perkotaan harus difokuskan agar tidak menyebar ke segala arah sehingga mengurangi radiasi.

Gambar: disini

Kamis, Januari 18

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup semakin terancam oleh peradaban manusia yang rakus. Oleh sebab itu dibutuhkan upaya pelestarian lingkungan hidup. 

Pelestarian lingkungan hidup adalah serangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh berbagai fenomena agar tetap mampu mendukung kehidupan mahluk hidup. 

Upaya pelestarian dilakukan agar sumber daya pada lingkungan hidup dapat bertahan selama mungkin dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang atau berkelanjutan.
Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup
Lingkugan wajib dijaga dan dilestarikan
Berikut ini beberapa upaya pelesatarian lingkungan hidup:
1. Upaya pelestarian hutan
Upaya ini dilakukan melalui pengaturan tata guna lahan sistem tebang pilih, reboisasi, dan sistem tumpang sari pada tanaman pertanian. Sistem tumpang sari dilakukan peladang dengan cara menanam tanaman pangan diantara pohon utama. 

Pelestarian hutan juga dapat dilakukan dengan membuat zonasi hutan sesuai dengan peruntukannya seperti hutan lindung yang harus steril dari segala bentuk kegiatan manusia.

2. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati
Upaya pelestarian juga dilakukan pada berbagai jenis vegetasi dan hewan. Beberapa flora dan fauna langka yang terancam punah harus dikonservasi seperti anggrek hitam, komodo dan badak Jawa.

3. Upaya pelestarian tanah dan sumber daya air
Pelestarian sumber daya air dilakukan dengan mencegah pencemaran, merawat dan membersihkan pintu air dan menghemat air. DAS di hulu dan hilir harus dijaga kelestariannya agar jangan sampai menimbulkan bencana di kemudian hari. Menanam bibit pohon di perbukitan atau daerah gundul juga menjadi salah satu upaya konservasi tanah dan air.

4. Upaya pelestarian sumber daya udara
Upaya pelestarian sumber daya udara dilakukan dengan mengharuskan pabrik memasang alat penyaring udara. Penambahan luas ruang terbuka hijau dan hutan kota juga perlu dilakukan. Selain itu, diadakan juga uji emisi gas buangan kendaraan bermotor.

5. Upaya pelestarian sumber daya laut
Pelestarian laut dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah ke laut, tidak menggunakan bom ikan dan melarang illegal fishing. Tidak merusak terumbu karang saat berwisata bawah air juga merupakan bagian upaya pelestarian laut.

Lantas apa saja kegiatan yang bisa dilakukan mulai dari rumah untuk menjaga kelestarian lingkungan kita?
1. Menggunakan air dan listrik sehemat mungkin
2. Membersihkan lingkungan secara berkala
3. Memilah sampah organik dan non organik sebelum dibuang
4. Menggunakan kendaraan hemat bbm dan minim polusi
5. Menanam tananam di sekitar rumah untuk meningkatkan kadar oksigen

Rabu, Januari 17

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati dan Hewani

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati dan Hewani

Sumber daya alam adalah anugerah Tuhan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mensejahterakan manusia dan mahluk lainnya. Sebagian besar sumber daya pangan berasal dari tanaman budi daya. 

Tanaman yang kita manfaatkan sebagai sumber karbohidrat adalah padi, jagung ubi, ubi kayu, ganyong dan sagu. Contoh tanaman sumber lemak nabati adalah kelapa, kelapa sawit dan kacang tanah. 

Contoh tanaman sumber protein adalah kedelai, kacang hijau, serta jenis kacang-kacang lainnya. Sayur dan buah-buahan kita manfaatkan sebagai sumber vitamin dan mineral.

Tumbuhan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber sandang, misalnya kapas, sisal, dan rami. Selain sebagai sumber sandang, tanaman yang menghasilkan serat ini juga digunakan dalam pembuatan karung goni dan bahan pembungkus lainnya.

Beberapa jenis tanaman dimanfaatkan manusia sebagai minyak asiri seperti cengkeh, sereh, kayu putih dan kenanga. Sebagian dari tanaman ini sudah dibudidayakan tetapi sebagian lainnya masih tumbuh liar di hutan. Prospek ekonomi hasil hutan sangat menarik sehingga hutan menjadi sumber daya alam yang sangat penting. 

Berbagai jenis tanaman dimanfaatkan manusia sebagai tanaman hias untuk memperindah dan meningkatkan nilai budaya seperti anggrek, mawar, melati, adenium, kaktus hingga kenanga. 

Berbagai jenis kayu dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel seperti kayu jati yang telah banyak dibudidayakan serta kayu hutan seperti meranti, rasamala, rotan dan bambu. Kayu hutan sebagian diekspor dalam bentuk kayu lapis.

Berbagai jenis tumbuhan dimanfaatkan sebagai sumber obat-obatan atau apotik hidup. Contoh tumbuhan apotik hidup antara lain kumis kucing, jahe, kencur, kunyit, sambiloto dan temulawak. Semua bahan tersebut merupakan bahan dasar obat tradisional sejak zaman nenek moyang.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati dan Hewani
Jahe dan kunyit sebagai obat tradisional
Untuk bahan industri, manusia membudidayakan beberapa jenis tanaman secara luas dalam bentuk perkebunan. Contoh tanaman industri adalah teh, karet, kopi, tebu, tembakau, lada, gula tebu dan kelapa sawit. 

Tanaman-tanaman itu merupakan komoditas ekspor penting yang menghasilkan devisa negara. Indonesia merupakan penghasil karet terbesar dunia bersama Brazil.

Pemanfaatan Sumber Daya Hewani
Sumber daya hewani juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan diantaranya:
a. Sumber daya alam hewani dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan sandang. 

Pakaian manusia sebagian dibuat dan dihias dengan bulu atau kulit hewan seperti kulit domba dan sapi untuk jaket dan tas. Bahan kain bersal dari ulat sutera dan lainnya.

b. Dalam kaitannya dengan benda-benda kebudayaan, hewan dimanfaatkan sebagai produk kesenian dan kerajinan tangan manusia. Contohnya kerang dirangkai menjadi manik-manik dan kepala hewan dijadikan hiasan rumah.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati dan Hewani
Ulat sutera penghasil kain sutera
c. Sumber daya alam hewani juga dimanfaatkan dalam meningkatkan nilai kehidupan dan nilai budaya manusia. Bentuk dan cara hidup hewan dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan produk budaya manusia. Misalnya bentuk pesawat mengikuti bentuk tubuh burung yang aerodinamis.

Gambar: disini, disini

Minggu, Januari 14

Perbedaan Konservasi DAS Hulu dan Hilir

Perbedaan Konservasi DAS Hulu dan Hilir

Daerah Aliran Sungai atau DAS adalah suatu sistem yang dengan batas dua punggungan topografi yang semua aliran airnya bermuara ke sungai induk. Masyarakat sebagian besar hidup di daerah aliran sungai.

Buktinya etiap peradaban manusia yang besar banyak dibangun disebuah DAS, contohnya Peradaban Sungai Nil, Peradaban Sungai Eufrat Tigris hingga Peradaban Sungai Indus dan Gangga. 

Daerah Aliran Sungai harus terjaga kelestariannya agar keberlanjutan peradaban disekitarnya tetap terjaga. Salah satu contoh kasus DAS di Indonesia yang kini tengah menjadi sorotan adalah DAS Citarum yang terancam oleh pencemaran yang sangat mengkhawatirkan. 

Kerusakan DAS juga banyak mengakibatkan banjir bandang di beberapa daerah dalam dekade terakhir. Penggundulan hutan menjadi penyebab utama rusaknya DAS dan hilangnya nyawa manusia.

Konservasi DAS mutlak diperlukan agar keseimbangan hidup tetap berjalan sepanjang waktu. Wilayah DAS secara umum dibagi menjadi DAS Hulu dan Hilir. Tipe konservasi di dua jenis DAS ini berbeda karena karakteristiknya pun berbeda. 
Perbedaan Konservasi DAS Hulu dan Hilir
Penampang DAS dari hulu sampai hilir
Konservasi DAS Hulu
1. Reboisasi
Daerah hulu DAS merupakan sebuah pegunungan dan biasanya berupa hutan lindung. Daerah ini adalah daerah sumber mata air dan sebagai penahan erosi dan air hujan. 

Jika daerah hulu gundul maka saat hujan besar maka tidak akan ada lagi vegetasi yang menahan aliran limpasan permukaan. Maka reboisasi merupakan hal yang penting dilakukan.

2. Pelarangan Pembangunan
Daerah hulu mutlak tidak boleh disentuh oleh kegiatan pembangunan industri apalagi industri kimia. Limbah yang dihasilkan di hulu nanti akan mengalir sampai ke hilir dan membahayakan penduduk.

3. Pelarangan Pertambangan
Kegiatan pertambangan di daerah hulu akan merusakan struktur permukaan tanah disana. Akibatnya adalah erosi yang merusak dan memicu banjir bandang. Selain itu endapan material akan sampai di hilir dan membuat pendangkalan sungai di hilir.

Konservasi DAS Hilir
1. Pengerukan sungai
Endapan lumpur sungai akan membuat kedalaman air sungai akan berkurang. Hal ini akan membuat banjir sering terjadi saat musim hujan karena volume air sungai berkurang. Pengerukan berkala adalah kegiatan yang harus rutin dilakukan.

2. Aturan pembangunan rumah
Sempadan sungai sejauh 10 m tidak boleh dibangun rumah karena akan mempersempit lebar sungai. Aturan ini harus dipatuhi agar bencana tidka terjadi di kemudian hari.

3. Aturan buang sampah
Sungai-sungai di hilir kini banyak berfungsi sebagai tong sampah di kota besar. Masyarakat masih banyak yang tidak peduli dengan hal ini dan ketika banjir terjadi maka yang disalahkan pasti pemerintah padahal yang buang sampah ke sungai adalah masyarakat.

Itulah beberapa contoh konservasi di DAS Hulu dan Hilir yang harus dilakukan oleh masyarakat agar kehidupan tetap stabil dan bencana tidak terjadi dan menghantui masyarakat.

Gambar: disini

Jumat, Januari 5

Fokus Utama Geografer Masa Kini

Fokus Utama Geografer Masa Kini

Kalau kita lihat mungkin geografer atau seorang ahli geografi lebih sering memperhatikan sesuatu tentang peta. Namun pekerjaan geografer kini bukan hanya tentang peta dan lebih dari sekedar menggambar peta tapi keseluruhan hidup itu sendiri.

Geografer memandang planet bumi ini sebagai suatu sistem simbiosis yang saling berhubungan dan perspektif ini muncul setelah mendekati permasalah yang dihadapi manusia saat ini. Geografer berusaha membantu dunia namun merekan menghadapi pandangan yang pragmatis dari beberapa pelaku bisnis dan kepentingan lain.

Seorang geografer pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan tentang apa itu kemanusiaan dan kemana tujuannya menggunakan data keruangan daripada gagasan filosofis yang kabur.

Geografi sangat penting saat ini karena dapat membuka mata tentang medan pertempuran kompleks antara interaksi lingkungan dengan manusia. Mobilitas semakin kencang dan aspek lokalitas kini sudah terkikis oleh globalisasi. Berikut fokus utama kajian geografer masa milenial kini:
Fokus Utama Geografer Masa Kini
Geografer semakin sibuk di era milenial ini
Kemiskinan
Kemanusiaan menemukan hakikat dirinya dimana kemiskinan dapat teratasi, namun disisi lain jutaan orang di berbagai negara masih menderita. Amerika saja punya angka kemiskinan 15% dan hanya dapat dikurangi 4% saja. Lalu Indonesia bagaimana?, cek saja di data kementerian sosial. Kendala utama dalam aspek ini adalah politik di negara tersebut.

Degradasi Tanah
Pertanian adalah cara manusia mendapatkan bahan pangan namun metode pertanian modern banyak menimbulkan bahaya karena pestisida. Pestisida dan pupuk kimia melenyapkan mineral dari tanah sehingga merusak tanah dalam jangka panjang. Pola cuaca yang berubah juga menambah parah degradasi tanah.

Biodiversitas
Lebih dari 10.000 spesies punah setiap tahun dan ini merupakan malapetaka yang harus segera dihentikan. Habitat yang sangat penting bagi berbagai spesies kini mulai lenyap oleh kegiatan manusia. Kepunahan massal sudah mengantui kehidupan di bumi ini jika tidak segera dihentikan dna dicari solusinya.

Pendidikan
Coba kamu tanya anak di sekolah apakah tahu lokasi suatu daerah dengan peta?. Mayoritas tidak!. Ini masalah guru geografi kita, dan saya pun mengalami. Anak-anak mayoritas tidak tahu tentang lokasi, apalagi sejarah lokasi tersebut. Geografer harus lebih concern di bidang pendidikan agar anak-anak kita tidka buta peta, tak tahu lokasi.

Itulah sasaran fokus utama ahli geografi masa kini yang semakin kompleks dan menjadi tantangan tersendiri. Gambar: disini

Senin, November 27

Dampak Pencemaran Lingkungan Bagi Kehidupan

Dampak Pencemaran Lingkungan Bagi Kehidupan

Pencemaran lingkungan kini sudah bukan lagi suatu fenomena yang luar biasa karena sudah biasa terjadi dimana-mana. 

Perkembangan teknologi dan peradaban manusia yang pesat membuat limbah kini meracuni semua area permukaan bumi. Pencemaran berasal dari kegiatan rumah tangga, industri hingga kendaran bermotor. 

Dampak penceamaran industri ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan mahluk hidup diantaranya:

a. Kepunahan
Tentu saja yang namanya polutan alias zat pencemar sangat berbahaya bagi mahluk hidup. Polutan dapat meracuni berbagai jenis hewan dan mematikannya. Setiap hewan punya kekebalan berbeda terhadpa polutan ini. 

Larva akan sangat rentan terhadap polutan. Memang ada hewan yang tahan terhadap pencemaran namun jika sudha melampaui batas maka akan berlanjut kepada kematian. Baca juga: Genesa batuan beku

Beberapa spesies burung kini mengalami penurunan populasi karena insektisida. Insektisida meracuni telurdan menghambat perkembangan sel didalamnya karena induk burung memakan serangga yang sudah teracuni.

b. Ledakan Hama
Insektisida disatu sisi membunuh predator tananam namun dampak lainnya berbagai jenis hama akan membludak populasinya. Penggunaan insektisida membuat hama lambat laun akan beradaptasi dan kebal terhadap insektisida.
Dampak Pencemaran Lingkungan Bagi Kehidupan
Pencemaran merusak lingkungan
c. Gangguan Lingkungan
Hilangnya satu spesies dalam ekosistem akan berdampak pada perubahan jaring makanan, rantia makanan dan aliran energi di dalamnya sehingga keseimbangan ekosistem akan terganggu.

d. Menurunya Kesuburan Tanah
Penggunaan insektisida akan mematikan biota tanah dan dampak lainnya adalah kesuburan tanah akan menurun. Penggunaan pupuk yang lama membuat tanah menjadi asam dan tidak subur. 

Untuk mengatasinya bisa dengan mengganti pupuk dengna tipe pupuk kandang atau crop rotation farming.

Rotasi tanaman mencegah pengambilan unsur hara berlebihan. Hujan asam juga bisa melarutkan unsur hara tanah sehingga membuat tanah tandus.

e. Pandemi Penyakit
Jika kita mengonsumsi produk pertanian yang tercemar maka tubuh akan rentan terhadap penyakit. Berbagai kerusakna organ tubuh bisa terjadi dalam jangka panjang karena pengaruh polutan yang masih dalam tubuh.

f. Pemekatan Hayati
Merupakan proses peningkatan bahan pencemar melewati mahluk hidup. Contoh jika bahan pencemar terserap ganggang di laut maka kadarnya meningkat ratusan bahkan ribuan kali. Ganggang kemudian dimakan ikna, maka kadar pencemar dalam ikan akan lebih tinggi lagi. 

g. Lubang Ozon dan Global Warming
Peningkatan zat pencemar di udara karena polusi tentu akan membuat efek rumah kaca meningkat. Dampak lanjutan adalah lubang ozon semakin besar dan global warming terjadi. 

Lapisan es di kutub dan di pegunungan mulai mencair dan meningkatkan permukaan air laut. Kota-kota pinggir pantai mulai terancam.
Gambar: disini

Kamis, Oktober 5

Ekosistem Pekarangan Rumah

Ekosistem Pekarangan Rumah

Ekosistem banyak jenisnya di bumi ini dan salah satu yang terkecil adalah ekosistem pekarangan rumah. Apakah rumahmu punya pekarangan?. 

Kalau ada berarti rumahmu termasuk rumah yang sehat. Pekarangan adalah ekosistem darat yang paling dekat dengan penghuninya. 

Jika melihat fungsi dan struktur pekarangan, maka ekosistem ini memiliki potensi yang besar karena di pekarangan biasanya terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan dapat memberikan sumber karbohidrat, mineral, vitamin dan protein baik yang bersifat nabati atau hewani. Ini disebabkan di pekarangan biasanya banyak terdapat berbagai biota juga.

Pekarangan dapat diusahakan juga sebagai apotik hidup dan warung hidup. Artinya keanekaragaman yang tinggi itu bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman obat, sayuran, buah, tanaman hias atau tanaman lainnya yang produktif. 

Setiap saat hasilnya dapat dipetik dalam keadaan segar untuk bumbu masak, obat atau untuk dimakan langsung. Ekosistem pekarangan juga dapat menjadi sarana menyalurkan hobi atau media pendidikan bagi penghuninya. 

Jelas bahwa pekarangan dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan yang bersifat estetika, fungsional dan pelestarian lingkungan.
Ekosistem Pekarangan Rumah
Pekarangan rumah yang produktif
Begitu banyak aspirasi bisa dituangkan dalam ruang pekarangan anda sehingga pekarangan dapat menjadi simbol status penghuninya juga. Ekosistem pekarangan masuk dalam kategori ekosistem buatan namun bisa cenderung stabil jika :

1. Permukaan pekarangan datar sehingga erosi minim
2. Tanaman di pekarangan beranekaragam dengan tajuk berlapis-lapis sehingga dapat menahan air hujan yang jatuh.
3. Terbentuknya iklim mikro yang lebih sejuk.
4. Pembentukan humus tidak terganggu dan terus mendapat bahan organik.
5. Dapat dilaksanakan daur ulang limbah rumah tangga.

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close