Guru Geografi: Geografi Regional - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Regional. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 21

Contoh Perbedaan Wilayah Formal dan Fungsional

Contoh Perbedaan Wilayah Formal dan Fungsional

Wilayah formal dan wilayah fungsional adalah salah satu konsep dalam memahami region di permukaan bumi. Region atau wilayah secara umum didefinisikan sebagai suatu area yang lebih besar dari satu unit kota yang memiliki karakteristik fisik atau budaya tertentu.

Wilayah kadang disebut juga sebagai "dunia dalam dunia" karena geografer akan mencoba membagi dan menilai sebuah area di permukaan bumi lalu melihat ciri utama area tersebut.

Dalam geografi dikenal tiga istilah wilayah yaitu wilayah formal, wilayah fungsional dan wilayah vernakular. Kita akan coba ulas seperti apa letak perbedaan ketiganya.

Wilayah formal sering juga disebut wilayah homogen (uniform) karena memiliki karakteristik spesifik sehingga dapat dibedakan dengan wilayah lain. Contoh wilayah formal paling mudah adalah wilayah pertanian padi, karena dapat diidentifikasi dari banyaknya kenampakan sawah berwarna hijau.

Contoh lainnya adalah Korea Selatan adalah wilayah formal (dalam arti wilayah politik) karena dengan mudah dapat diidetifikasi di peta dan memiliki kultur sejenis yaitu Korea. Dataran Tinggi Dieng adalah wilayah homogen karena dapat diidentifikasi dari kenampakan fisik berupa plato dan perbukitan.
Gurun pasir gersang dan tandus
Contoh lainnya adalah wilayah gurun yang dapat terlihat dari kenampakan gundukan-gundukan pasir yang gersang, beda dengan wilayah hutan konifer misalnya. Wilayah pedesaan juga dapat disebut wilayah formal dari kenampakan fisik pertanian dan budaya masyarakatnya yang tradisional.

Jadi gampang adalah ketika kita diminta memberikan contoh wilayah fungsional maka coba cari satu area yang secara fisik dapat terlihat jelas punya karakter yang bisa dibedakan jelas dengan area lain. Hanya satu faktor fisik/budaya saja kita bisa membedakan jenis area tersebut. 

Wilayah fungional atau wilayah nodal dicirikan dari adanya kegiatan sosial dan ekonomi yang saling terkoneksi satu sama lain karena adanya jaringan transportasi. Contoh wilayah fungsional adalah Jabodetabek yang terdiri atas beberapa pusat kegiatan didalamnya yang saling terkoneksi dalam jaringan transportasi.

Wilayah fungsional memiliki tingkat mobilitas tinggi sehingga akan berdampak pada pertumbuhan titik-titik atau nodal di lokasi sekitarnya karena nodal inti memiliki kapasitas terbatas untuk menampung manusia.

Intinya wilayah fungsional itu memiliki beberapa kegiatan didalamnya bukan hanya satu. Contoh lain wilayah fungsional adalah wilayah perdagangan, wilayah konservasi. Wilayah perdagangan terdiri dari beberapa aktivitas bisa perdagangan elektronik, otomotif, bahan pangan, bursa saham dll. Wilayah konservasi bisa terdiri atas konservasi flora, konservasi fauna dan konservasi lingkungan.

Wilayah vernakular atau persepsional adalah wilayah yang muncul dari persepsi atau pemikiran banyak orang. Contohnya adalah jika kamu bertemu seseorang mungkin kamu akan bertanya "kamu orang timur ya?"
 
Nah kata "timur" ini adalah persepsi mungkin karena logat dia dari Makassar, Ambon atau Flores dll. Tapi kita tidak tau batas wilayah timur itu di sebelah mana pastinya. Contoh lainnya adalah Bogor kota hujan, dan semua orang pasti paham kalau disebut kota hujan dari dahulu karena memang wilayah ini sering hujan dibanding wilayah lain.

Selasa, April 21

Pengaruh Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Indonesia

Pengaruh Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang berlokasi di wailayah ekuator atau khatulistiwa. 

Kenyataan ini membuat Indonesia memiliki beberapa keunikan sebagai sebuah negara maritim. 

Dalam geografi lokasi merupakan salah satu konsep dasar dalam memahami sebuah wilayah. 

Baca juga: Definisi Indonesia sebagai negara kepulauan

Kali ini kita akan bahas tentang letak astronomis, letak geografis dan letak geologis Indonesia. Keunikan letak Indonesia tersebut berdampak pada beberapa fenomena yang terjadi dan tentunya akan memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

1.  Letak Astronomis
Letak astronomis adalah posisi letak suatu negara berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Negara Indonesia terletak antara 6⁰ LU – 11⁰ LS dan 95⁰ BT – 141⁰ BT. Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau We pada 6⁰ Lintang Utara. 


Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Rote, pada 11⁰Lintang Selatan. Wilayah Indonesia paling barat terletak di kota Sabang (95⁰ Bujur Timur). Wilayah Indonesia paling timur adalah kota Merauke pada 141⁰ bujur Timur.
 

Letak lintang ini memnyebabkan Indonesia beriklim panas dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Curah hujan tinggi.
b.    Terdapat hutan hujan tropis yang luas dengan nilai ekonomi tinggi.
c.    Menerima sinar matahari sepanjang tahun.
d.    Sumber daya alam melimpah dengan flora fauna beragam.
e.    Tanah subur
f.    Penguapan tinggi sehingga kelembaban udara tinggi.

Posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia
2. Letak Geografis
Letak Geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dari kenyataan di permukaan bumi. Secara geografis, kepulauan Indonesia diapit oleh dua benua besar, yaitu benua Asia dan Benua Australia, serta dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.


Perpaduan antara letak astronomis dengan letak geografis Indonesia menimbulkan kondisi berikut:
a.    Memperoleh sinar matahari sepanjang tahun
b.    Penguapan yang tinggi sehingga tingkat kelembaban juga tinggi
c.    Curah hujan tinggi
d.    Memiliki wilayah hutan hujan tropis yang cukup lebat
e.    Terdapat dua musim, musim hujan dan kemarau akibat pergerakan angin muson.
f.    Vegetasi beragam.

3.  Letak Geologis
Letak geologis merupakan letak suatu wilayah berdasarkan jenis batuan yang ada di permukaan bumi. Secara geologis, wilayah Indonesia terletak pada wilayah sebagai berikut:
a.    Dua jalur pegunungan muda dunia, yaitu Sirkum Meditrania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. 


Hampir seluruh wilayah Indonesia dilalui oleh kedua sirkum ini, kecuali Kalimantan sehingga Kalimantan tidak memiliki gunung api. Adanya kedua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banya memiliki gunung api aktif yang  rawan menyebabkan gempa bumi.
Lokasi Indonesia berdampak pada kehidupan agraris masyarakat

b.    Pertemuan tiga lempeng, yaitu:
- Bagian utara berbatasan dengan tameng Asia dan perluasannya ke arah selatan tenggelam di bawah permukaan air laut, yang dikenal dengan Paparan Sunda (disebut Lempeng Asia);
- Bagian Barat dan selatan dibatasi oleh ”Benua Gondwana” yang terdiri atas India, dasar Samudera Hindia, Australia, dan perluasannya ke arah utara tenggelam di bawah permukaan air, yakni Paparan Sahul (disebut Lempeng Indo-Australia);
- Bagian timur dibatasi oleh dasar Samudera Pasifik (disebut Lempeng Dasar Samudera Pasifik yang meluas ke arah barat daya).

c.    Berada pada tiga dangkalan, yaitu dangkalan Sunda, dangkalan Sahul, dan laut pertengahan Australia-Asiatik. Letak geologi Indonesia pada ring of fire memberikan keuntungan yaitu banyaknya mineral-mineral atau bahan galian strategis muncul ke permukaan bumi dari Sumatera hingga Papua. 

Baca juga: Filosofi fisis determnisme

Rabu, September 18

Faktor Perbedaan Perkembangan Negara Kaya dan Miskin

Faktor Perbedaan Perkembangan Negara Kaya dan Miskin

Dunia ini terdiri dari ratusan negara yang tersebar di 6 benua secara tidak merata. Mengapa ada negara yang maju dan ada yang gitu-gitu saja alias miskin?. 

Adanya variasi pembangunan berarti pembangunan yang tidak merata pada suatu negara atau pada kelompok negara. 

Di suatu negara, daerah urban atau perkotaan lebih maju daripada daerah rural atau perdesaan. 

Pada kelompok negara yang pembangunan yang lebih baik (negara maju) memberikan standar hidup yang lebih tinggi pada rakyatnya. 

Sementara negara yang kecil (Negara sedang berkembang) pembangunannya mempunyai standar hidup yang rendah untuk sebagian besar rakyatnya dibandingkan dengan negara yang maju.

Kondisi tadi disebut negara maju dengan sebutan negara kaya (rich country), sedangkan negara miskin (poor country) untuk negara yang tidak terlalu berkembang. Jadi isitilah negara maju dan berkembang adalah bahasa halus, sejatinya adalah negara kaya dan miskin.

Menurut GCE O level Topical Geography Elective, 2012 terdapat 3 (tiga) alasan utama terjadinya variasi pembangunan antara lain:
Faktor negara menjadi kaya dan miskin
a.    Sejarah penjajahan bangsa barat
Negara-negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Spanyol, dan Portugis banyak melakukan penjajahan Negara yang ada di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.


Tujuan utama penjajahan adalah menguasai sumber daya alam yang ada di negara jajahan untuk kepentingan pembangunan negara dan bahan mentah industri.

Selain sumber daya alam (bahan tambang dan minyak bumi), negara penjajah juga banyak menanam kopi, teh, karet, kakao dan kapas di negara jajahan untuk kepentingan industri. 


Hasil industri di ekspor ke negara jajahan dan negara lain dengan harga yang tinggi. Negara jajahan tetap miskin walaupun kaya akan sumber daya alam

b.    Sumber daya alam
Beberapa negara dianugerahi dengan sumber daya alam yang melimpah seperti aneka bahan tambang serti bijih besi, emas, nikel, tembaga, batubara dan minyak bumi. Negara tersebut seperti Amerika Serikat, Rusia, Iran dan juga Indonesia. 


Negara maju telah menggunakan sumber daya alam yang dimiliki untuk pembangunan industri, infrastruktur yang modern, telekomunikasi, pendidikan, fasilitas kesehatan, dan perumahan.

Di negara sedang berkembang, dana pembangunan didapatkan dari sector pertanian dan menjual minyak bumi mentah. Penjualan komoditas tersebut kurang bisa dirasakan manfaatnya oleh penduduk. 


Di Negara sedangkan perkembangan pembangunan masih dipusatkan pada daerah perkotaan, masih ada kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan.

c.    Cuaca dan Iklim
Negara maju banyak dijumpai pada wilayah yang berada di 30⁰-60⁰ lintang utara maupun selatan. Di wilayah tersenut mempunya suhu moderat 15⁰- 25⁰C dan curah hujan tahunan 1000 mm. 


Kondisi tersebut sangat membantu kegiatan ekonomi penduduk baik di bidang industri maupun jasa yang berkembang lebih cepat dibandingkan dengan wilayah tropis. Iklim yang sejuk membantu meningkatkan produktivitas pekerja sektor jasa dan industri.

Negara sedang berkembang sebagian besar berada di wilayah tropis 0⁰-30⁰ lintang utara maupun selatan. Rata-rata suhu udara >25 ⁰C dengan curah hujan yang tinggi yang berpengaruh pada produktivitas sektor manufaktur dan jasa.

Namun, produktifitas pada sektor pertanian mungkin dapat ditingkatkan kecuali jika terdapat kekeringan yang berkepanjangan atau banjir. 


Pada beberapa Negara sedang berkembang seperti Thailand, Vietnam dan India, teknologi modern (seperti pertanian menggunakan mesin, irigasi dan pemupukan) digunakan untuk mengurangi ketidakpastian iklim.

Terdapat banjir dan kekeringan dengan frekuensi yang lebih banyak pada daerah/negara tropis dibandingkan dengan negara non-tropis. 


Kurangnya sumber daya dan keuangan untuk menangani banjir dan untuk membangun kembali wilayah terdampak banjir, mengakibatkan kurangnya produktifitas pada pertanian pada negara berkembang dibandingkan negara maju.

Keuangan dan teknologi sangat teratur pada negara maju untuk mencegah dan menangani efek negatif yang disebabkan oleh perubahan iklim dan sektor pertanian.

Selasa, Agustus 27

Karakteristik Wilayah Perairan Indonesia

Karakteristik Wilayah Perairan Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang besar yang disambungkan dengan laut-laut sempit. 

Perairan Indonesia memiliki potensi yang besar bagi pembangunan. Wilayah perairan merupakan bagian dari permukaan bumi yang digenangi air. 

Wilayah Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, melebihi luas daratan, meliputi 2/3 dari luas negara Indonesia, yaitu 3.257.483 km persegi. Hal ini merupakan modal Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Baca juga: Soal hots bab pedosfer

1.    Danau
Danau merupakan permukaan bumi berupa cekungan di darat yang sangat luas dan digenangi oleh air yang dikelilingi daratan. 

Berdasarkan proses terbentuknya, danau di Indonesia dikelompokkan sebagai berikut;
a)    Danau tektonik, adalah danau yang terbentuk akibat adanya aktivitas tektonik sepeti sesar/patahan. Contohnya Danau Singkarak, Danau Poso, Danau Towuti, Danau Tempe, dan Danau Takengon.
b)    Danau vulkanik, adalah danau yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi. Contohnya Danau Kalimutu, Danau Batur, Telaga Warna, dan Danau Kerinci.
c)    Danau Tektovulkanik, contohnya Danau Toba
d)    Danau karst, contohnya Lokva Bengdogede di daerah Gunung Kidul.
Danau Laut Tawar di Aceh
Danau terluas di Indonesia adalah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau ini terletak 905 meter di atas permukaan laut. Danau Toba merupakan danau terdalam ke-9 di dunia. Danau ini merupakan danau tipe vulkanik kaldera terbesar di dunia. 

Danau terdalam di dunia adalah Danau Matano di Sulawesi. Danau ini terbentuk akibat patahan tektonik pada masa Pliosen. Danau Matano merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam ke-8 menurut WWF.

2.    Sungai
Sungai merupakan bagian dari permukaan bumi yang rendah dan aliran air yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah dan bermuara di laut. Sungai pada bagian awal berukuran kecil yang bermula dari daerah pegunungan. 

Sedangkan yang mengalir ke tempat yang lebih rendah akhirnya bermuara di danau/laut. Semakin dekat ke arah laut, maka semakin melebar. 

Sungai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat memelihara ikan dan digunakan untuk irigasi mengairi sawah. 

Selain itu, sebagai sarana transportasi yang menghubungkan antar daerah, sumber tenaga listrik, perikanan, olahraga, dan rekreasi serta digunakan untuk pengangkutan kayu hasil penebangan dan pasar terapung.
Sungai Kapuas di Kalimantan
3. Laut
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, laut adalah kumpulan air asin (dalam jumlah banyak dan luas) yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau-pulau. 

Wilayah Indonesia sekitar dua pertiganya merupakan lautan, namun kondisinya kurang terjaga sehingga mudah mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara tetangga.Untuk landas kontinen negara kita berhak atas segala kekayaan alam yang terdapat di laut sampai dengan kedalaman 200 meter.

Batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut zona ekonomi ekslusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis dasar laut.Kedalaman laut di wilayah Indonesia berbeda-beda, ada yang dalam maupun dangkal. 

Biasanya mencapai 1.000 meter atau lebih.Air laut rasanya asin karena mengandung garam. Di dalam laut terdapat banyak kehidupan antara lain tumbuhan laut, kerang dan beragam jenis ikan yang dapat diolah menjadi makanan dan obat-obatan.

Laut Indonesia dikelompokkan dalam 18 ekoregion. Menurut UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, ekoregion merupakan wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup.

Kedelapan belas ekoregion ini adalah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, Samudera Hindia sebelah selatan Jawa, Selat Malaka, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Selat Makassar, Perairan Bali dan Nusa Tenggara, Teluk Tomini, Laut Halmahera, Laut Banda sebelah timur Sulawesi, Laut Banda sebelah selatan Sulawesi, Laut Seram dan Teluk Bintuni, Laut Banda, Samudera Pasifik sebelah utara Papua, Teluk Cendrawasih, dan Laut Arafuru.

4.    Teluk
Teluk adalah tubuh perairan yang menjorok ke daratan dan dibatasi oleh daratan pada ketiga sisinya. Oleh karena letaknya yang strategis, teluk banyak dimanfaatkan sebagai pelabuhan. 

Teluk adalah kebalikan dari tanjung, dan biasanya keduanya dapat ditemukan pada suatu garis pantai yang sama. Karena Indonesia memiliki puluhan ribu pulau, maka di Indonesia banyak sekali terdapat teluk.
Perairan laut Indonesia
5.    Selat
Selat merupakan sebuah laut sempit dan membawa arus utama serta memisahkan antara pulau. Selat dimanfaatkan untuk jalur transportasi laut, bahkan menjadi sebuah akses atau jalur strategis masuk ke laut lepas bagi negara- negara lock-land (negara yang tidak memiliki wilayah laut) untuk mendistribusikan hasil sumberdaya ke seluruh dunia. 

Bagi negara Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, selat dimanfaatkan sebagai jalur angkutan antar pulau. Alat angkut yang biasa digunakan adalah kapal feri yang termasuk kapal penumpang.

6.    Samudera
Samudera merupakan laut yang sangat luas. Samudera berhubungan langsung dengan kedua kutub bumi, yaitu kutub utara (Arktik) dan kutub selatan (Antartika). 

Menurut National Geographic, samudera adalah tubuh perairan asin yang menutupi sebagian besar planet bumi. 

Samudera menutupi hampir 3/4 bagian bumi. Wilayah Indonesia diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Baca juga: Soal HOTS dan jawaban hakikat geografi

Jumat, Agustus 2

Geografi Keadaan Alam dan Iklim Selandia Baru

Geografi Keadaan Alam dan Iklim Selandia Baru

Sahabat geolover, apa sih yang ada di pikiran kamu ketika mendengar negara Selandia Baru (New Zealand)?.

Tentu kamu pasti akan ingat akan keindahan alamnya yang mengagumkan bukan?. Mari kita lihat kondisi geografis dan iklim di Selandia Baru, barangkali ada yang minat untuk traveling ke Selandia Baru.
Rumah Hobbit di Selandia Baru
Selandia Baru terletak di bagian Selatan Samudera Pasifik. Tetangga terdekatnya adalah Australia yang berada di sekitar 995 mil jauhnya.

Dua pulau besar yang disebut Pulau Utara dan Kepulauan Selatan adalah pulau utama di Selandia Baru, namun ada banyak pulau kecil di sekitarnya dengan total luas 270.534 meter persegi (104.454 mil persegi.) Selandia Baru memiliki ukuran yang sama dengan Inggris atau Jepang lho!.

Bentang alam Selandia Baru yang spektakuler dan mencakup Southern Alps di Pulau Selatan yang lebih besar di daerah daripada Alpen Eropa serta gletser, Fyords yang curam dan morfologi yang kompleks.

Pulau Utara adalah rumah gunung berapi dan memiliki setiap jenis fitur vulkanik termasuk gunung berapi super alias supervolacno. Kedua pulau memiliki danau yang megah, hutan hujan yang subur, dan dataran Tussock tinggi.
Peta Selandia Baru
Selandia baru mengalami empat musim. Musim panas dimulai pada bulan Desember dan berakhir pada Februari, meskipun Maret juga merupakan bulan yang hangat. Musim dingin berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus, tetapi September dan Oktober juga kondisi cuaca bisa dingin.

Selandia Baru memiliki iklim sedang dan iklim bertipe maritim yang berarti bahwa hal itu dipengaruhi oleh laut.

Kondisi ini mengakibatkan tidak adanya perubahan suhu dan cuaca yang terlalu ekstrim antar musim seperti halnya di wilayah Eropa atau Utara. Selandia Baru juga memiliki berbagai macam daerah beriklim mikro yang merupakan variasi dari iklim sedang.

Variasi ini diakibatkan dari adanya  pegunungan yang membentang dii tulang belakang kedua pulau dengan angin Barat menghasilkan kelembaban di sebelah barat kedua pulau dan meninggalkan tanah kering ke Timur.

Di sebelah utara Selandia Baru ada embun beku yang membuatnya cocok untuk menumbuhkan beberapa buah tropis sementara itu di Pulau Selatan, ada area pegunungan gletser dan salju abadi.

Berikut ini fakta geografi Selandia Baru:
1. Titik tertinggi: Mount Cook (3.754 m)
2. Danau terdalam: Danau Hauroko (462 m)
3. Danau terbesar: Danau Taupo (606 km)
4. Sungai terpanjang: Sungai Waikato (425 km)
5. Gletser terbesar: Gletser Tasman (29 km)
6. Gua terdalam: Nettlebed, 889 km
7. Panjang pantai: 15.811 km

Gambar: disini, disini

Senin, Mei 20

Masalah-Masalah Negara Maju di Dunia

Masalah-Masalah Negara Maju di Dunia

Kamu tentu berfikir bahwa negara berkembang itu adalah negara yang punya masalah sementara negara maju tidak iya kan?. 

Tidak begitu Ferguso, negara maju juga pada dasarnya punya masalah lho. Pada hakikatnya negara maju merupakan negara yang berkecukupan dan sudah terpenuhi semua kebutuhannya. 

Seperti halnya negara Jepang sudah terkenal dengan masyarakatnya yang disiplin dan teratur. 

Seluruh sarana jalan telah diatur sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, begitu pun gedung-gedung pencakar langitnya dibangun dengan teratur.

Meskipun sudah terbiasa dengan budaya disiplin dan hidup dengan teratur, tetapi tetap saja negara-negara maju seperti Jepang juga menghadapi berbagai masalah ekonomi. Masalah tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Tenaga kerja negara berkembang masuk ke negara maju
Negara maju memiliki pertumbuhan penduduk yang lambat atau bahkan berangka satu (zero population growth) sehingga negara maju kekurangan tenaga kerja. 


Meskipun di negara maju peraturan ketenagakerjaan sudah baik, tetapi tetap saja arus masuk tenaga kerja dari negara berkembang ke negara maju membawa dampak negative. 

Hal ini disebabkan perbedaan budaya antara penduduk asli dan penduduk pendatang. Dampak negative itu diantaranya, terjadi bentrokan fisik atau konflik sosial lain antara penduduk asli dan penduduk pendatang.

2.    Produk negara berkembang masuk ke negara maju

Produk negara berkembang banyak masuk kenegara maju. Globalisasi ekonomi menyebabkan hambatan perdagangan antar negara semakin berkurang. 


Produk negara berkembang seperti dari Cina dan Taiwan banyak beredar dipasar negara Eropa sehingga konsumen lebih banyak memiliki pilihan produk. Produk cina dan Taiwan tidak kalah bersaing dari segi inovasi maupun kualitasnya. 

Produk-produk cina dan Taiwan biasanya lebih murah sehingga dapat mengancam produk-produk eropa yang biasanya lebih mahal harganya.
Polusi di negara maju adalah masalah besar
3.    Investasi negara maju masuk ke negara berkembang
Banyak pengusaha dari negara maju yang menanamkan investasi di negara berkembang. Mereka berusaha menghindari pajak yang tinggal di negaranya sendiri dan berusaha untuk menghemat biaya produksi. 


Disamping itu, negara berkembang merupakan pasar potensial bagi produk-produk dari luar negeri. Jika pengusaha dari negara maju membuka perusahaan di negara berkembang, tentu akan lebih mendekatkan diri dengan konsumen. 

Hal ini jelas akan lebih mempermudah sistem pemasarannya. Akibat langsung dari pengusaha negara maju yang berinvestasi di negara berkembang adalah menurunnya tingkat investasi di negara maju tersebut.

4.    Kerusakan lingkungan meningkat
Negara maju mengklaim bahwa negara berkembanglah yang banyak membuat kerusakan lingkungan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena memang sebagian besar negera berkembang belum memiliki peraturan yang jelas mengenai pencemaran lingkungan. 


Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak juga pengusaha dari negara maju yang mengeruk sumber daya alam sebesar-besarnya untuk keperluan produksi. 

Bahkan, ada pengusaha dari negara maju yang mengambil sumber daya alam dari negara berkembang tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kamis, Oktober 18

Profil Singkat Geografi Pulau Jawa

Profil Singkat Geografi Pulau Jawa

Pulau Jawa adalah sebuah pulau eksotik di Indonesia dan beribukota di Jakarta. Jawa dahulu menjadi pusat kerajaan Hindu dan pusat kolonialisme Belanda. 

Saat ini dengan populasi lebih dari 140 juta jiwa, pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia. Jawa dientuk dari aktivitas gunung api sejak masa lampau dan merupakan pulau terbesar ke 12 di dunia dan ke 4 di Indonesia. 

Cincin gunung api membentang dari timur ke barat sepanjang pulau Jawa. Pulau Jawa memiliki tiga bahasa utama mayoritas penduduknya beragama Muslim. 

Budaya di masyarakat penghuni Jawa sangat bervariasi dan menjadi kekayaan tersendiri. Sejarah geologi mencatat Jawa terbentuk 15.000 tahun lalu di era Pleistosen saat es mencair dan permukaan air laut naik.

Pulau Jawa merupakan bagian dari paparan Sunda yang meliputi Sumatera hingga Bali. Pulau Jawa terletak di barat laut Australia, di utara berbatasan dengan Kalimantan, Pulau Natal di Selatan dan Bali di Timur. 

Luas pulau Jawa adalah 138.794 km persegi, panjang dari barat ke timur adalah 1.064 km dan lebar bervariasi dari 100 km hingga 160 km. Gambar: disini
Profil Singkat Geografi Pulau Jawa
Pulau Jawa
Pulau Jawa dibangun dari gunung api dan ada 112 gunung api dengan 46 masih kategori aktif saat ini. Pegunungan membentang dari timur ke barat dan diapit pegunungan kapur di selatan dan dataran rendah di utara. 

Gunung tertinggi di pulau Jawa adalah Semeru dengan titik puncak 3.676 mdpl. Gunung api paling aktif di Jawa adalah Merapi. Wilayah pegunungan dan dataran tinggi di pedalaman Jawa menjadi daerah yang cocok untuk budidaya pertanian seperti padi. Padi dari Jawa masuk kategori padi termahal di dunia.

Sungai terpanjang di Jawa adalah Bengawan Solo yaitu 600 km dan Sungai Brantas. Sumber air Bengawan Solo dari Gunung Tawu mengalir ke Utara ke arah timur lalu sampai di Laut Jawa dekat Surabaya. Sistem sungai di Jawa sangat penting bagi irigasi dan perekonomian. Lebih dari 2/3 pulau Jawa digunakan untuk pertanian. Gambar: disini
Profil Singkat Geografi Pulau Jawa
Petani membajak sawah di wilayah Jawa Barat
Pulau Jawa secara administratif dibagi ke dalam 6 propinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Satu daerah khusus yaitu Jakarta dan satu daerah istimewa yaitu Yogyakarta. 

Jabodetabek merupakan wilayah dengan konsentrasi manusia terpadat saat ini dan menghadapi problematika yang rumit mulai dari kemacetan, kemiskinan hingga kriminalitas.

Ibukota Indonesia, Jakarta, terletak di daerah Barat Laut Jawa dengan Surabaya (kota terbesar kedua di Indonesia), terletak di Jawa Timur. Tujuan wisata populer Jawa diantaranya kota Yogyakarta, stupa Buddha besar kompleks Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Gunung Bromo di Jawa Timur.

Jawa masuk dalam peta Ring of Fire dunia yaitu Sirkum Mediterania. Wilayah selatan Jawa merupakan zona subduksi aktif yang sangat rawan gempa tektonik. Dalam dekade terakhir, gempa besar melanda pulau Jawa yaitu di Yogyakarta dan Pangandaran yang menghasilkan tsunami. 

Laut Jawa di utara tidak memiliki kedalaman lebih dari 200 m, sementara Palung Jawa di selatan memiliki kedalaman 7.400 m. Zona subduksi di Jawa membuat batuan Jawa mayoritas tersusun atas andesit dan basalt. Update: Penyebab erupsi freatik Tangkubanperahu

Minggu, Oktober 14

Perbandingan Luas Perairan dan Daratan Indonesia

Perbandingan Luas Perairan dan Daratan Indonesia

Halo teman-teman, kali ini kita akan belajar tentang geografi regional Indonesia ya. Tema kali ini adalah tentang perbandingan luas lautan dan daratan Indonesia. 

Kita sudah tahu ya bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 13.466 versi BIG. 

Adapun perbandingan luas perairan dengan daratan Indonesia adalah daratan = 1.922.570 km persegi dan perairan = 3.257.483 km persegi. 

Lalu mengapa sih perairan Indonesia itu lebih luas dibandingkan daratannya?. Takut tenggelam nantinya daratan Indonesia.
Perbandingan Luas Perairan dan Daratan Indonesia
Kepulauan Indonesia
Pada awalnya kita menggunakan TZMKO 1939 (teritoeial zeen en Maritieme Kringen Ordonantii) di mana wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya. Perhitungan ini dilakukan pada masa kolonial ya. 

Penghitungan wilayah Nusantara adalah sejauh 3 mil dari garis pantai masing" pulau. Sehingga di antara pulau" yang ada di nusantara ini terdapat kantong" laut bebas. Ini berarti kapal" asing boleh dengan bebas melayari laut" yang memisahkan pulau" tersebut.

Pada Deklarasi Djuanda tgl 13 desember 1957 menyatakan bahwa, Indonesia menganut prinsip" negara kepulauan (Archipelagic State), bukan negara maritim ya guys!.
Adapun isi Deklarasi Djuanda adalah:
1. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri.
2. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan kesatuan.
3. Ketentuan Ordonansi 1939 tentang ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, Deklarasi Djuanda diterima & ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB ke III th 1982 (United Nation Convention on the Kaw of the Ses/UNCLOS 1982).

Kesimpulan Deklarasi Djuanda
1. Untuk mewujudkan bentuk wilayah kesatuan RI yang utuh & bulat.
2. Menentukan batas" wilayah NKRI sesuai dengan azas negara kepulauan.
3. Untuk mengatur lalin damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan & keselamatan NKRI

Pada saat deklarasi juanda, Irianjaya belum dihitung. Karna pada saat itu Irianjaya belum diakui sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Nah zona maritim Indonesia saat ini jadi mengikuti aturan UNCLOS dimana ada Laut Teritorial, Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif. 

Aturan luas perairan ini hanya berlaku untuk negara yang punya laut saja, sementara yang gak punya ya tidak berlaku.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close