Guru Geografi: Geografi Sejarah | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 21

Sejarah, Makna Filosofis Asal Mula Bendera Merah Putih Indonesia

Sejarah, Makna Filosofis Asal Mula Bendera Merah Putih Indonesia


Mungkin masyarakat Indonesia sebagian besar sampai saat ini masih belum tahu sejarah mengapa bendera Indonesia itu merah putih, kok tidak warna warni seperti Italia, Jerman, Perancis atau seperti Amerika Serikat ada garis-garis dan lainnya.

Ternyata warna merah putih itu memiliki makna filosofis dan historis yang saling berkaitan satu sama lain, tidak bisa terpisahkan.

Nah saya coba berikan ringkasan sejarah mengenai asa usul bendera merah putih Indonesia yang sakral. Lahirnya bendera merah putih tidak terlepas dari sejarah janji kemerdekaan dari Jepang tahun 1944.

Jadi warna bendera itu memiliki makna filosofis, tidak asal tiba-tiba lahir begitu saja. Indonesia memilih merah putih karena merah melambangkan keberanian dan putih melambangkan kesucian.

Jadi merah putih melengkapi satu sama lain seperti jiwa dan raga. Indonesia sudah sangat lama dijajah bangsa asing dan dengan perjuangan darah dan segenap tulang tubuh mati-matian keluar dari belenggu tersebut.

Ternyata warna merah putih juga berdasarkan catatan sejarah, pernah digunakan oleh berbagai kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Bugis dan lainnya sebagai panji kerajaan dan dibawa saat perang.

Istri Soekarno yaitu Fatmawati adalah orang pertama yang menjahit bendera pusaka Merah Putih Indonesia dan dikibarkan saat proklamasi 17 Agustus 1945.

Kekalahan Jepang di Perang Pasifik membuat mereka tersudut setelah bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki. Lalu Jepang kemudian memberikan janji kemerdekaan dan direspon oleh Soekarno, Hatta dan founding father lain.

Selanjutnya diadakanlah sidang tidak resmi oleh Chuo Sangi In (Badan pembantu pemerinah pendudukan Jepang). Sidang dihelat pada 12 September 1944 dipimpin langsung oleh Soekarno dengan agenda pembahasan tentang bendera dan lagu kebangsaan Indonesia.

Bendera Merah Putih berbahan katun halus hasil jahitan Fatmawati (setara dengan jenis primissima untuk batik tulis halus) dengan panjang 300cm dan lebar 200cm akhirnya berhasil dibuat. Pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bendera merah putih tersebut dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud

Hingga sekarang bendera merah putih menjadi lambang resmi negara Indonesia. Itulah sedikit sejarah singkat bendera merah putih Indonesia, jadi kita harus menghormati perjuangan para pendiri bangsa yang telah mengorbankan darah dan kesucian mereka demi tegaknya negara Indonesia.

Oh..iya bagi yang sekarang sedang mencari bendera buat 17 Agustusan atau keperluan lain, silahkan cek promonya di shopee berikut >> Promo Bendera Merah Putih

Minggu, Maret 6

Pengertian Sejarah Secara Etimologi dan Menurut Para Ahli

Pengertian Sejarah Secara Etimologi dan Menurut Para Ahli

Semua orang secara awam pasti tahu bahwa sejarah itu bercerita mengenai masa lalu. Akan tetap pandangan perspektif sejarah menurut etimologi dan para ahli bisa memiliki perbedaan.

Berikut ini beberapa pengertian secara secara etimologi dan pandangan para ahli sejarah. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman-teman jika bermanfaat.

Pengertian Sejarah menurut Etimologi.
a. Dalam bahasa Inggris, kata Sejarah berasal dari kata Historia yang berarti masa lampau; masa lampau umat manusia. 
b. Dalam bahasa Arab sejarah disebut dengan sajaratun (syajaroh) yang berarti pohon dan keturunan, maksudnya disaat kita membaca silsilah raja-raja akan tampak pohon dari yang terkecil sampai berkembang menjadi besar, maka hal tersebut sejarah diartikan sebagai silsilah keturunan raja-raja yang berarti peristiwa pemerintahan keluarga raja di masa lampau. 
c. Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut dengan historia yang berarti belajar. Sehingga arti sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa, kejadian yang terjadi di masa lampau dalam kehidupan umat manusia. 
d. Dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut dengan geschichte yang berarti sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi di masa lampau kehidupan umat manusia. 

Pengertian Sejarah dalam arti luas dan sempit.
Pengertian sejarah menurut bahasa terbagi dua yaitu pengertian sejarah dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, pengertian sejarah adalah kejadian atau peristiwa. Sedangkan pengertian sejarah dalam arti luas adalah suatu peristiwa manusia yang memiliki akar dalam realisasi diri dengan kebebasan dan keputusan daya rohani. 

Dalam bahasa Indonesia, sejarah memiliki 3 arti yaitu sejarah adalah silsilah atau asal usul, sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau dan sejarah adalah ilmu pengetahuan dan cerita

Pangliman Besar Jenderal Sudirman
Pengertian Sejarah Menurut Para ahli
a. R.Mohammad Ali: Pengertian sejarah menurut R.Mohammad Ali adalah keseluruhan perubahan dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadi atau ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa lampau. 
b. Ibnu Khaldun: Menurut Ibnu Khaldun yang mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu. 
c. Moh. Yamin, SH: Sejarah menurut Moh. Yamin, SH adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan
d. Roeslan Abdulgani: Pengertian sejarah menurut Roeslan Abdulgani adalah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan masuks untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres di masa depan. 
e. W.H.Walsh: Pengertian sejarah menurut W.H.Walsh adalah pencatatan yang berarti dan penting bagi manusia. Catatan tersebut meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti. 
f. Patrick Gardiner: Pengertian sejarah menurut Patrick Gardiner adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia. 
g. J.V.Bryce: Menurut J.V. Bryce bahwa pengertian sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia. 
h. Thomas Carlyle: Pengertian sejarah menurut Thomas Carlyle adalah peristia masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang yang dikenal. Mereka adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-rang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah. 

Itulah beberapa pengertian secara baik secara etimologi dan pandangan para ahli, semoga mencerahkan para pembacanya.

Selasa, Agustus 10

Arti Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Seni dan Ilmu

Arti Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Seni dan Ilmu

Sejarah adalah ilmu yang bercerita tentang masa lalu dan sangat penting dipelajari sebagai panduan hidup di masa depan. Sejarah dapat dimaknai sebagai sebuah peristiwa, kisah, seni dan ilmu.

Pengklasifikasian tersebut berguna untuk memberikan gambaran bahwa sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu tapi memiliki aspek penting lain.

1. Sejarah sebagai peristiwa
Artinya peristiwa di masa lalu menjadi materi penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Suatu peristiwa di masa lalu dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah jika memenuhi syarat:
a. Objektif, artinya peristiwa tersebut didukung oleh fakta sejarah yang dapat menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.
b. Unik, artinya tidak ada peristiwa lain yang sama dan terjadi pada waktu bersamaan.
c. Penting, artinya peristiwa memiliki arti penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan serta kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Meski semua kejadian atau peristiwa pada masa lalu merupakan bagian dari sejarah, sejarawan tidak begitu saja mampu merekonstruksi rangkaian peristiwa tersebut. Sejarawan harusmencoba meneliti, menelusuri awal mula kejadian suatu peristiwa atau mencari faktor-faktor penyebab kejadian tersebut.

Sejarawan juga harus mampu mengembangkan pembahasan peristiwa sejarha berdasarkan data dan fakta yang kuat.

2. Sejarah sebagai kisah
Sejarah mempelajari kisah dan pengalaman di masa lalu. Melalui kia sejarah maka akan terlihat gerak dinamis yang terjadi di bumi dengan manusia sebagai objeknya. Sejarah sebagai kisah dapat memberikan contoh teladan bagi manusia untuk berpikir dan bertindak. 

Sejarah sebagai sebuah kisah merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap suatu peristiwa. Pelaku sejarah adalah seorang pendongeng sejarah itu sendiri. Untuk menyusun kisah sejarah maka diperlukan fakta-fakta dari berbagai sumber sejarah yang diperoleh dengan serangkaian penelitian sejarah.

3. Sejarah sebagai seni
Sejarah dapat bermakna seni yang menitikberatkan pada nilai estetika karena sejarah menghasilka berbagai macam produk-produk baik yang bersifat konkrit atau abstrak. Sejarah adalah pengetahuan tentang rasa, tidak hanya mempelajari segala yang bergerak dan berubah dalam ruang dan waktu namun juga melihat elemen unsur keindahan.

Berbagai produk seni sejarah seperti candi, manuskrip, babad, arca, punden berundak adalah karya seni hasil sejarah yang menjadi bagian dari fakta sejarah.

4. Sejarah sebagai ilmu
Sebagai ilmu artinya peristiwa sejarah memerlukan penelitian yang sistematis dan metode yang unik untuk mendapatkan bukti-bukti kejadian tersebut. Sejarawan perlu menggunakan metode-metode sejarah untuk menggali dan menemukan fakta sesungguhnya dari sebuah kejadian di masa lalu agar hasilnya objektif dan tidak terlalu melenceng dari kejadian aslinya.
Situs megalitik Gunung Padang memiliki nilai seni tingkat tinggi

Sabtu, Juli 31

Faktor Pesatnya Penyebaran dan Perkembangan Islam di Indonesia

Faktor Pesatnya Penyebaran dan Perkembangan Islam di Indonesia

Populasi penduduk Islam di Indonesia saat ini adalah yang terbesar di dunia dengan menyentuh angka 200 juta jiwa lebih atau 88% dari total populasi Indonesia.

Mengapa Islam sangat cepat diterima oleh penduduk Indonesia dan menyebar ke seluruh pelosok?. Tentunya ini menjadi sebuah pertanyaan bagi ahli sejarah.

Sebelum agama luar masuk ke Indonesia, masyarakat lokal kita lebih dulu menganut kepercayaan baik itu dinamisme maupun animisme. Sisa-sisa kepercayaan tersebut masih ada pada masyarakat tradisional di beberapa daerah seperti Sunda Wiwitan contohnya.

Agama luar yang pertama masuk ke nusantara adalah Hindu lalu disusul oleh Buddha, ini ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu Buddha beserta peninggalan-peninggalannya.

Lalu Islam datang pertamakali menurut catatan sejarah adalah di wilayah Sumatera, dengan ditemukan batu nisan Sultan Malik Al Saleh yang sama persis dengan nisan di wilayah Gujarat India. Ini menandakan bahwa Islam dibawa pertama kali oleh pedangan dari Gujarat. Setelah itu muncul lagi teori Mekah dan Persia.

Inti ajaran Islam pada dasarnya adalah sama hanya berbeda tradisi tertentu saja tergantung dari wilayah mana datangnya. Tidak diketahui persis sejak kapan Islam mulai masuk ke nusantara namun ahli sejarah berpendapat Islam dibawa sejak abad ke 7 yang didapat dari catatan pelancong dari Cina.

Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan agama Islam bisa cepat diterima oleh masyarakat di nusantara. Berikut ulasannya:
Makam Sultan Malik Al Shaleh 


1. Syarat Masuk Islam Mudah
Untuk masuk Islam seseorang hanya diminta untuk mengucapkan kalimat syahadat saja dua kali, tentunya ini menjadi kemudahan tersendiri dan tidak bertele-tele. Masyarakat kita lebih senang dengan sesuatu yang simple dan tidak memberatkan. Itulah mengapa Islam cepat menyebar ke semua kalangan masyarakat.

2. Tidak Ada Kasta
Sebelumnya masyarakat nusantara mengenal sistem kasta karena pengaruh Hindu Buddha, dimana hal ini membuat masyarakat terkotak-kotak dan tidak bisa beralih status sosial. Islam tidak memiliki pandangan kasta karena setiap manusia itu sama di mata Tuhan. Untuk mencapai sesuatu maka syariat utamanya adalah usaha dan tawakal.

3. Ibadah Mudah
Ritual ibadah dalam Islam sangat mudah dan murah seperti sholat lima waktu, puasa dan lainnya. Beda halnya dengan ibadah di agama lain sebelumnya yang memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Hal ini yang dipandang masyarakat menjadi kemudahan dalam menjalankan agama Islam.

4. Tasawuf
Beberapa ajaran Islam juga mengenal istilah tasawuf yang berasal dari wilayah Persia. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Aliran ini dikenal juga sebagai sufisme. 

Tasawuf merupakan ajaran memurnikan jiwa agar sampai kepada sang Pencipta. Hal ini mirip dengan ritual kepercayaan sebelumnya yang dianut masyarakat nusantara sehingga masyarakat cepat menangkap dan masuk ke dalam ajaran Islam tersebut.

5. Media Penyebaran
Islam mudah dikenal masyarakat juga karena kreatifitas para penyebar agama Islam itu sendiri. Islam masuk ke masyarakat melalui media seperti kesenian-kesenian yang dimodifikasi menjadi sarana dakwah. 

Selain itu berbagai macam karya sastra seperti hikayat, pantun menjadi bagian dari strategi menyebarkan agama Islam ke masyarakat. Hal ini mempermudah terhadap penyebaran agama Islam karena adanya keselarasan antara budaya masyarakat dengan Islam itu sendiri.

Masyarakat nusantara pada dasarnya suka mendengarkan cerita-cerita, sehingga para wali penyebar Islam menggunakan media cerita tersebut untuk menyebarkan Islam. Cerita disesuaikan dengan ajaran dan filosofi agama Islam.

6. Mengajarkan Kedamaian
Islam hadir membawa pesan damai dan dibawa dengan penuh kedamaian ke dalam masyarakat. Hal ini yang disambut baik oleh penduduk yang sebelumnya sering terlibat perang saudara atau perang antar kerajaan memperebutkan wilayah.

Sabtu, Maret 13

Teori Gujarat, Teori Mekkah, Teori Persia Tentang Masuknya Islam ke Nusantara

Teori Gujarat, Teori Mekkah, Teori Persia Tentang Masuknya Islam ke Nusantara

Agama Islam pada dasarnya lahir di Mekkah Saudi Arabia lewat perantara Nabi Muhammad SAW. Agama Islam kemudian lambat laun berkembang pesat hingga ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia.
 
Di Indonesia sendiri agama Islam berkembang sangat cepat hingga menjadi agama mayoritas hingga kini. Lalu seperti apa sejarah masuknya Islam ke nusantara?. Ada tiga teori utama yaitu Teori Gujarat, Teori Mekkah dan Teori Persia.
 
1. Teori Gujarat
Teori Gujarat didukung oleh Snouck Hurgronje, W.F Sutterheim dan B.H.M Vlekke. Islam diperkirakan masuk ke nusantara pada abada ke XIII dan dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat, India.
 
Dua bukti yang mendukung teori Gujarat adalah batu nisan Sultan Malik Al Saleh dan catatan Marcopolo. Batu nisan Sultan Malik Al Saleh yang merupakan sultan Samudera Pasai (wafat pada tahun 1297) bercorak Gujarat.

Sementara itu tulisan Marcopolo seorang penjelajah asal Venezia Italia menyatakan bahwa saat itu ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan melihat banyak penduduk disana beragama Islam serta peran pedagang India dalam penyebaran agama tersebut.
Makam Sultan Malik Al Shaleh
2. Teori Mekkah
Teori Mekkah didukung oleh Buya Hamka dan J.C van Leur dimana Islam diperkirakan masuk ke nusantara pada abad ke VII dan dibawa langsung oleh para pedagang Arab. Buktinya adalah adanya pemukiman Islam di Baros pada tahun 674, sebelah pantai barat Sumatra.

Teori ini menyanggah teori Gujarat yang meyakini bahwa Islam berkembang di Samudera Pasai menganut mahzab Syafi'i, yaitu mahzab besar di Mesir dan Mekkah kala itu. Sementara di Gujarat bermahzab Hanafi pada masa yang sama.

Disamping itu sultan-sultan Pasai menggunakan gelar al-malik dimana gelar itu lazim digunakan di Mesir. Bukti lainnya bahwa Islam datang sebelum abad 13 adalah makam seorang wanita di Gresik yang tertulis nama Fatimah binti Maimun dengan angka 1082 dan temuan sejumlah makam Islam di Tralaya Jawa Timur dengan menggunakan tahun Saka.

3. Teori Persia
Teori Persia didukung oleh Husein Djajadiningrat, menyatakan agama Islam dibawa oleh para pedagang Persia sekitar abad ke 13. Bukti teori ini adalah adanya upacara Tabot yaitu peringatan terhadap wafatnya cucu nabi Husein bin Ali setiap 10 Muharram atau 1 Asyura. 

Upacara Asyura adalah ritual di daerah Persia yang menganut Syiah. Teori manakah yang benar?. Tentu tidak ada yang tahu pasti, yang jelas Islam nampaknya sudah berkembang sejak abad ke VII namun mulai pesat menyebar ke penjuru nusantara seiring mundurnya kerajaan bercorak Hindu Buddha dan semakin maraknya pedagang timur tengah yang masuk ke nusantara.

Minggu, Maret 1

Sejarah Pertempuran Puputan Margarana di Bali

Sejarah Pertempuran Puputan Margarana di Bali

Setelah proklamasi kemerdekaan, Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu di bawah NICA. 

Melihat Indonesia sudah memerdekakan diri, Belanda menyusun konsep baru untuk negara jajahannya. Belanda yang ingin membentuk negara persemakmuran dibekas koloninya. 

Salah satunya Negara Indonesia Timur (NIT) yang meliputi wilayah Bali. Dalam rangka pembentukan negara baru ini, pada Mei 1946, Belanda sempat membujuk I Gusti Ngurah Rai untuk bergabung dan menjadi tentara bagi negara NIT yang akan dibentuk.

Ngurah Rai adalah mantan anggota KNIL yang pada masa pemerintahan Hindia Belanda menjadi perwira di korps Projada. Ngurah Rai adalah perwira yang berpengaruh bukan karena kompetensinya saja tapi juga karena darah biru yang dimilikinya. 


Alasan itulah yang membuat Belanda mencoba memengaruhinya, akan tetapi bujukan Belanda ini ditolak mentah-mentah oleh Ngurah Rai. 

Bahkan Ngurah Rai melalui suratnya, meminta Belanda untuk meninggalkan Pulau Bali karena menganggu keamanan dan ketentraman Pulau Bali. Ngurah Rai dengan tegas memilih ikut kepada Republik Indonesia dan keputusan dari pimpinan di Jawa.
I Gusti Ngurah Rai
Dalam menghadapi pasukan Belanda yang sudah mendarat di Bali, maka Ngurah Rai meminta bantuan pasukan dari Jawa. Agar pasukan Jawa dapat sampai dengan selamat di Bali, maka Ngurah Rai mencoba menarik perhatian pasukan Belanda dengan cara bergerak ke arah timur Bali. 

Perjalanan pasukan ke arah Gunung Agung ini beberapa kali mendapat upaya penyergapan oleh Belanda, akan tetapi dapat dipatahkan oleh pasukan Ciung Wanara seperti pertempuran di Tanah Arun, pada tanggal 9 Juli 1946 yang dimenangkan oleh pasukan Ciung Wanara pimpinan Ngurah Rai.

Pertempuran yang terjadi di Indonesia pasca kemerdekaan membuat Inggris mencoba mendamaikan Belanda dan Indonesia. Akhirnya melalui diplomasi, Inggris berhasil mendudukan Belanda dan Indonesia dalam perjanjian Linggarjati. 


Perjanjian yang berlangsung di Kuningan, Jawa Barat ini berlangsung dengan alot dan menghasilkan keputusan yang mengejutkan bagi sebagian pejuang Indonesia. 

Pada perjanjian ini Belanda mengakui Jawa, Madura, dan Sumatra sebagai wilayah kekuasaan Indonesia secara de Facto. Pengakuan ini adalah pilihan sulit bagi sebagaian pejuang terutama mereka yang berjuang di Indonesia timur. 

Perjanjian ini berarti juga menyerahkan wilayah timur Indonesia dalam kekuasaan Belanda kembali.

Kekecewaan ini dirasakan juga oleh masyarakat Bali, yang wilayahnya tidak menjadi bagian Republik Indonesia pasca perjanjian Linggarjati. Sebagai Komandan Resimen Sunda Kecil, Ngurah Rai berniat akan mempertahankan wilayah Bali dari Belanda. 


Setelah melakukan Long March ke arah timur Pulau Bali, Pasukan Ngurah Rai kembali ke arah barat Pulau Bali. Dalam perjalanan tersebut mereka singgah di desa Marga, di wilayah Tabanan.

Pada 18 November 1946, pasukan Ciung Wanara melakukan penyerangan ke tangsi Polisi NICA di Tabanan. Penyerbuan ini berhasil merampas senjata dan amunisi dari Belanda. 


Penyerbuan ini membuat Belanda marah, ditambah kepala Polisi NICA, yang bernama Wagimin ikut membelot dan bergabung dengan pasukan Ciung Wanara. Setelah melakukan pelucutan senjata, Ngurah Rai bersama pasukannya kembali ke desa Marga.

Belanda segera melakukan pencarian terhadap pasukan Ciung Wanara ke desa-desa. Akhirnya, Belanda berhasil menemukan pasukan Ciung Wanara yang sedang berada di desa Marga, Belanda segera mengepung desa tersebut. Ngurah Rai yang mengetahui pergerakan tentara Belanda ini segera menyebar pasukanya ke ladang jagung. 


Belanda mulai melakukan serangan kepada pasukan Ciung Wanara, tepat didepan garis pertahanan pasukan tersebut. Dengan mudah pasukan Belanda dapat dipukul mundur dan menewaskan banyak pasukan Belanda. Belanda segera melakukan gerakan mundur hingga ke desa Tunjuk.

Belanda yang kalah dalam serangan pertama, mengerahkan semua kekuatannya di Bali untuk datang membantunya. Pengepungan ini dihadapi oleh Ngurah Rai dengan melebarkan pertahanannya, agar dapat memukul mundur dengan segera. 


Ribuan pasukan Belanda segera melakukan penyerangan terhadap pasukan Ngurah Rai yang berjumlah 96 orang. Belanda mencoba mendesak pasukan Ngurah Rai dengan cepat, bahkan pergerakan pasukan ini masih dibantu oleh pesawat pengebom yang didatangkan langsung dari Makasar.

Pasukan Ciung Wanara yang sudah mulai terdesak ini akhirnya mulai meneriakkan “puputan”. Dalam adat Hindu Bali, Puputan merupakan suatu perang suci yang akan dilakukan hingga titik darah pengahabisan. 


Dengan semangat yang berkobar, pasukan Ciung Wanara melawan gempuran tentara NICA dari darat dan dari udara dengan semangat pantang menyerah. Pasukan NICA hanya mampu mengepung dan menembaki dari garis pertahanannya.

Pada sore hari tidak terdengar lagi perlawanan dari pasukan Ciung Wanara. Seluruh pasukan Ciung Wanara yang berjumlah 96 orang gugur, termasuk juga Ngurah Rai. Akan tetapi, Belanda kehilangan lebih dari 400 tentara yang tewas dalam pertempuran ini.


Kekalahan pasukan Ciung Wanara yang dipimpin Oleh Ngurah Rai mempermudah usaha Belanda dalam membentuk Negara Indonesia Timur. Dengan terbentuknya negara-negara federasi di kawasan nusantara membuat Belanda kembali memainkan politik “adu dombanya”. 


Akan tetapi, negara Indonesia Timur ini harus bubar setelah pada tahun 1950, Republik Indonesia kembali bersatu. Untuk menghormati Ngurah Rai dan Pasukan Ciung Wanara yang gugur dalam puputan Margarana, pemerintah Indonesia membangun sebuah monumen, Taman Pujaan Bangsa.

Rabu, Januari 29

Perbedaan Ciri Historiografi Tradisional, Kolonial dan Nasional

Perbedaan Ciri Historiografi Tradisional, Kolonial dan Nasional

Tahapan akhir dalam penelitian sejarah adalah historiogafi. Historiografi terbentuk dari dua akar kata, yaitu history (sejarah) dan graph (tulisan). 

Jadi Historiografi artinya adalah tulisan sejarah, baik itu yang bersifat ilmiah (problem oriented) maupun yang tidak bersifat ilmiah (no problem oriented). 

Problem oriented artinya karya sejarah ditulis bersifat ilmiah dan berorientasi kepada pemecahan masalah (problem solving). 

Sedangkan no problem oriented adalah karya tulis sejarah yang ditulis tidak berorientasi kepada pemecahan masalah dan ditulis secara naratif.

Secara lebih luas Louis Gottschalk menyebutkan arti Historiografi sebagai berikut :
1. Historiografi merupakan bentuk publikasi
2. Historiografi merupakan sebagai hasil karya, baik berupa tulisan maupun bacaan
3. Historiografi merupakan proses penulisan sejarah
4. Historiografi merupakan kerja keilmuan di bidang sejarah


Historiografi sejarah biasanya memiliki subjektifitas tinggi karena interpretasi ada pada penulis itu sendiri. Oleh sebab itu sering terdapat catatan sejarah dalam versi berbeda tergantung siapa penulis dan sumber datanya.
Relief cerita sejarah nenek moyang di Candi Borobudur
Penulisan sejarah dalam perkembangannya seiring dengan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia, baik melalui upaya-upayanya maupun setelah mendapat pengaruh dari kebudayaan lain dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Ada 3 jenis historiografi yaitu:

a. Historiografi Tradisional
Historiografi Tradisional merupakan penulisan sejarah yang berasal dari masa tradisional, yakni masa kerajaan kerajaan kuno. Sifat Historiografi tradisonal sebagai berikut :
- Religio sentris/Istana sentris
- Religio Magis
- Raja/pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan kharisma (bertuah, sakti)
- Regio sentris (kedaerahan)
    
b. Historiografi Kolonial

Historiografi Kolonial merupakan penulisan sejarah yang membahas masalah penjajahan. Sifat pokok Historiografi kolonial antara lain :
- Eropa sentris/Belanda sentris
- Permasalahan yang dibahas adalah aktivitas Bangsa Belanda
- Aktivitas rakyat tanah jajahan (Indonesia) hampir diabaikan sama sekali
 

Contoh Historiografi Kolonial : Indonesian Trade and Society karangan J.C. Van Leur, Indonesian Sociological Studies karangan Schrieke

c. Historiografi Modern/Nasional

Historiografi nasional merupakan penulisan sejarah yang mengungkapkan kehidupan bangsa Indonesia. Sifat Historiografi Nasional antara lain :
- Indonesia sentris
- Sesuai dengan cara pandang bangsa Indonesia
- Mengandung Character and nation building (pembangunan karakter bangsa)
- Disusun oleh orang orang Indonesia sendiri


Jadi alur sejarah kehidupan masyarakat Indonesia bisa dilihat dari mulai masa kerajaan kemudian masuk ke masa penjajahan kolonialimse lalu era kemerdekaan. 

Jumat, Agustus 30

Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56

Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56

Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah awal mula terbentuknnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Lalu bagaimana sejarah singkat peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945?. Jadi ketika itu setelah Jepang menyerah kepada sekutu karena diserang bom atom Hiroshima dan Nagasaki. 

Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia.

Perjuangan untuk memproklamirkan kemerdekaan nyatanya tidak berjalan mulus, ada perbedaan pendapat dalam pelaksanaan serta waktu proklamasi. 

Perbedaan pendapat ini terjadi antara golongan pemuda yaitu Sukarni, Adam Malik, Kusnaini, Syahrir, Soedarsono, Soepomo dan kawan-kawan yang agresif untuk melaksanakan proklamasi secepat mungkin.

Perbedaan itu memuncuak dengan diamankannya Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok Karawang agar menghindari pengaruh Jepang. 

Setelah diadakan pertemuan di Pejambon Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945 dan diperoleh kepastian bahwa Jepang telah menyerah maka Dwitunggal Soekarno-Hatta setuju untuk dilaksanaka proklamasi kemerdekaan di Jakarta.

Untuk menyiapkan proklamasi itu maka pada tengah malam Soekarno-Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda di Oranye Nassau Boulevard (Jl. Imam Bonjol no 1) dimana telah berkumpul disana B.M Diah, Bakri, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri, Chaerul saleh dkk untuk menegaskan bahwa pemerintah Jepang tidak ukut campur tangan terkait proklamasi.

Setelah diperoleh kepastian maka Seokarno-Hatta mengadakan pertemuan pada larut malam dengan Ahmad Soebardjo, Soekarno, Chaerul Saleh, B.M Diah, Sayuti Melik, Dr. Buntaran, Iwa Kusumasumantri dan beberapa anggota PPKI untuk merumuskan redaksi naskah proklamasi. Pada pertemuan itu akhirnya konsep punya Soekarno yang diterima lalu diketik Sayuti Melik.

Di pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta tepat pada Jumat Legi, jam 10 pagi waktu Indonesia barat (waktu 11.30 Jepang) Bung Karno didampingi Bung Hatta membacakan naskah proklamasi dengan khidmat dengan isi proklamasi berikut:
Pembacaan proklamasi oleh Soekarno 17 Agustus 1945
PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang menggenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945

Atas Nama Bangsa Indonesia
Soekarno Hatta
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close