Guru Geografi: Geografi Sejarah - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 17

Faktor Politik, Sosial, Ekonomi, Hukum Lahirnya Reformasi

Faktor Politik, Sosial, Ekonomi, Hukum Lahirnya Reformasi

Halo teman-teman kali ini saya akan coba mengulas sedikit tentang asal mula sejarah reformasi di Indonesia. 

Reformasi di Indonesia sudah berlangsung 20 tahun lebih guys, dimana awal reformasi adalah saat jatuhnya Soeharto 1998. 

Lantas memang kenapa sih Indonesia itu harus mengalami reformasi?. 

Reformasi di Indonesia menjadi sebuah gerakan yang meluas pada 1998. Secara umum, adanya gerakan reformasi menuntut perbaikan di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Hal ini dilatarbelakangi kebablasan dari tekad pemerintah Orde Baru yang pada awalnya ingin melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 

Namun ketika memegang kekuasaan, timbul keinginan untuk mempertahankan status quo (berkuasa secara terus-menerus). Kemudian berujung pada kekuasaan atau pemerintahan otoriter. 

Akibatnya, terjadinya berbagai penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 untuk melindungi kepentingan penguasa. Walaupun pemerintah Orde Baru telah melaksanakan pembangunan di Indonesia, hal itu didasari oleh utang luar negeri serta praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang merajalela di Indonesia. 

Pengaruh ini sangat terasa pada masyarakat Indonesia ketika Indonesia terkena dampak krisis moneter di Asia yang berlangsung sejak 1997. 
Pengunduran diri Soeharto
Munculnya tuntutan reformasi bermula dari adanya krisis moneter yang berkembang menjadi krisis ekonomi. Akibatnya tatanan ekonomi rusak, pengangguran meningkat, dan kemiskinan merajalela. 

Dampak langsung dari krisis adalah makin pudarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah Orde Baru. 

Dalam kondisi yang kacau tersebut muncul gerakan reformasi yang dipelopori oleh para mahasiswa dan cendekiawan serta didukung oleh masyarakat luas yang sadar dan menginginkan adanya perubahan yang lebih baik bagi pemerintahan di Indonesia. 

Tujuan reformasi adalah terciptanya kehidupan yang lebih baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial di Indonesia. Berikut ini faktor politik, sosial, ekonomi dan hukum yang melatarbelakangi lahirnya reformasi di Indonesia: 
1. Faktor Politik Reformasi
- Adanya KKN dalam kehidupan pemerintahan yang mengakibatkan munculnya ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. 
- Kekuasaan orde baru yang otoriter. 
 - Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 - Mahasiswa ingin adanya perubahan.
 2. Faktor Ekonomi Reformasi
 - Krisis mata uang rupiah yang anjlok terhadap dollar hingga 15.000 rupiah per dollar AS 
 - Naiknya harga barang kebutuhan pokok. 
 - Sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok. 
3. Faktor Sosial Reformasi
 - Adanya kerusuhan dimana-mana yang melumpuhkan perekonomian rakyat. 
 - Kebebasan pers dibungkam sehingga rakyat tidak bisa mengemukakan pendapat di muka umum. 
4. Faktor Hukum Reformasi
Belum terciptanya supremasi hukum dan keadilan di tengah masyarakat.

Jumat, Februari 15

Sejarah Sistem Ekonomi Liberal Era Orde Lama

Sejarah Sistem Ekonomi Liberal Era Orde Lama

Halo teman-teman sekalian, kali ini saya akan bercerita tentang sejarah sistem ekonomi liberal di Indonesia.

Memangnya Indonesia pernah pakai sistem ekonomi liberal ya?. Pernah dong, yaitu di awal-awal masa kemerdekaan yaitu 1950an. 

Penerapan sistem demokrasi liberal dimulai setelah Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Nah dengan diberlakukannya sistem ekonomi liberal maka otomatis perekonomian Indonesia juga menjadi liberal dan tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan kegagalan sistem ekonomi liberal di Indonesia yaitu:

1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda Indonesia menanggung beban utang sesuai dengan kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Jumlah utang luar negeri Indonesia sebesar 1,5 triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 triliun rupiah.
2. Banyaknya gerakan pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia yang menyebabkan situasi keamanan dalam negeri tidak kondusif dan banyaknya pengeluaran negara untuk mengadakan operasi militer dalam menumpas pemberontakan.
3. Banyaknya pergantian kabinet yang menyebabkan tiap kabinet tidak bisa menjalankan program dengan maksimal.
4. Ekspor Indonesia hanya bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
5. Indonesia belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik. Selain itu Indonesia juga belum memiliki tenaga ahli dan dana pembangunan yang cukup.

Beberapa usaha yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian Indonesia di masa tersebut antara lain:

1. Gunting Syarifudin
Kebijakan Gunting Syarifudin merupakan pemotongan nilai mata uang (sanering), dan digagas oleh Menteri Keuangan RIS Syarifudin Prawiranegara yang dilaksanakan pada 20 Maret 1950. 

Dasar kebijakan ini adalah Surat Keputusan Menteri No 1 PU 19 Maret 1950. Tujuan Gunting Syarifudin adalah untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar 5,1 miliar rupiah dan mengatasi masalah jangka pendek yang dihadapi pemerintah. 

Tindakan gunting Syarifudin dengan cara memotong semua uang bernilai Rp 2,50 ke atas hingga bernilai setengahnya. Dengan demikian rakyat kecil tidak dirugikan sebab yang memiliki uang senilai Rp 2,50 hanya kalangan menengah ke atas.
Sejarah Sistem Ekonomi Liberal Era Orde Lama
Gunting Syarifudin
2. Sistem Ekonomi Gerakan Banteng
Sistem  ekonomi  Gerakan  Benteng  merupakan  usaha  pemerintah  Indonesia  untuk mengubah  struktur  ekonomi  kolonial  menjadi  ekonomi  nasional  dalam  rangka memperbaiki  perekonomian  Indonesia.  

Sistem  ekonomi  Gerakan  Benteng  digagas oleh Sumitro  Joyohadikusumo,  Menteri  Perdagangan  pada  masa  Kabinet  Natsir. Adapun program Gerakan Benteng meliputi hal berikut.
1.) Menumbuhkan kelas pengusaha di kalangan bangsa Indonesia.
2.) Pemberian  kesempatan  untuk  berpartisipasi  dalam  pembangunan  ekonomi nasional bagi para pengusaha Indonesia.
3.) Pemberian bimbingan dan bantuan kredit bagi para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah.
4.) Mendorong   agar   para   pengusaha   pribumi,   secara   bertahap,  berkembang menjadi maju.

Pelaksanaan  Gerakan  Benteng  dimulai  pada  April  1950.  Selama  kurun  waktu 1950  -  1953  sekitar  700  perusahaan  bangsa  Indonesia  menerima  bantuan  kredit dari program Gerakan Benteng. Akan tetapi, tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik, hal ini disebabkan:
1.) para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha asing; 
2.) para pengusaha pribumi cenderung konsumtif;
3.) para pengusaha pribumi sangat tergantung pada bantuan pemerintah;
4.) para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya;
5.) para  pengusaha  menyalahgunakan  kebijakan  dengan  mencari  keuntungan dari kredit yang diperoleh.'

3. Nasionalisasi De Javasche Bank
Nasionalisasi De Javasche Bank adalah proses pemindahan hak kepemilikan badan usaha Belanda di Indonesia ke pemerintahan Indonesia. Latar belakang nasionalisasi De Javasche Bank adalah sebagai berikut.
1.) Bank  sirkulasi  yang  ada  di  Indonesia  dikelola  oleh  orang  Belanda  bukan Pribumi.
2.) Adanya  peraturan  mengenai  pemberian  kredit  harus  dikonsultasikan  pada pemerintah  Belanda.  Hal  ini  menghambat  pemerintah  dalam  menjalankan kebijakan ekonomi.

Tujuan  nasionalisasi  De  Javasche  Bank  adalah  menaikkan  pendapatan  negara, menurunkan biaya ekspor, dan melakukan penghematan keuangan negara secara drastis.

4. Sistem Ekonomi Ali-Baba
Sistem    ekonomi    Ali-Baba    diprakarsai    oleh Iskaq   Tjokrohadisurjo,    Menteri Perekonomian  pada  masa  Kabinet  Ali  Sastroamijoyo  I.  Dinamakan  Ali-Baba  karena "Ali"  menggambarkan  sebagai  pengusaha  pribumi  dan  "Baba"  sebagai  pengusaha nonpribumi. Oleh sebab itu, diperlukan adanya kerja sama antara Ali dan Baba untuk memajukan perekonomian Indonesia. 

Tujuan  dari  program  ini  adalah  agar  pengusaha  pribumi  bekerja  sama  dengan pengusaha asing, khususnya Cina dalam memajukan ekonomi Indonesia.Melalui    pelaksanaan    sistem    ekonomi    Ali-Baba,   pengusaha   nonpribumi diwajibkan memberikan latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf. 

Pemerintah juga menyediakan kredit  dan  lisensi  bagi  perusahaan  swasta  nasional  dan  memberikan  perlindungan agar  mampu  bersaing  dengan  perusahaan-perusahaan  asing  yang  ada.  Namun, sistem ekonomi Ali-Baba tidak berjalan dengan baik karena hal-hal berikut.

1.) Pengusaha  pribumi  kurang  pengalaman  sehingga  hanya  dijadikan  alat  untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. 
2.) Indonesia menerapkan sistem liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas, tetapi pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas.

5. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek)
Perundingan   masalah   nansial-ekonomi   antara   pihak   Indonesia   dengan   pihak Belanda berusaha diselesaikan oleh Kabinet Burhanuddin Harahap dengan mengirim delegasi  ke  Jenewa,  Swiss.  Delegasi  Indonesia  dipimpin  oleh Anak  Agung  Gede Agung.  Pada  7  Januari  1956  dicapai  kesepakatan  terhadap  rencana  persetujuan Finek berikut. 

1.) Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan. 
2.) Hubungan Finek Indonesia Belanda didasarkan atas hubungan bilateral. 
3.) Hubungan Finek didasarkan pada Undang-Undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.

Namun,  pemerintah  Belanda  tidak  mau  menandatangani  persetujuan  Finek sehingga Indonesia mengambil langkah sepihak berupa pembubaran Uni Indonesia-Belanda pada 13 Februari1956. 

Sebagai tindak lanjut dari pembubaran Uni Indonesia-Belanda, pada 3 Mei 1956, Presiden  Soekarno  menandatangani  undang-undang  pembatalan  KMB.  Dampak dari  pembubaran  Uni  Indonesia-Belanda  dan  pembatalan  KMB  adalah  banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, tetapi pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut, akibatnya banyak perusahaan Belanda yang diambil alih nopribumi (Cina).

6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
RPLT disusun pada Mei 1956 oleh Biro Perancang Negara yang dibentuk pada masa Kabinet  Ali  Sastroamijoyo  II.  Rancangan  Undang-Undang  tentang  RPLT  disetujui oleh DPR pada 11 November 1958.

RPLT   rencananya   akan   dilaksanakan   antara   1956 1961.   Dengan   adanya perubahan  situasi  politik  akibat  ketegangan  antara  pusat  dan  daerah,  sasaran  dan prioritas  RPLT  diubah  melalui  Musyawarah  Nasional  Pembangunan  (Munap)  pada 1957. RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan: 

1.) adanya  depresi  ekonomi  di  Amerika  Serikat  dan  Eropa  Barat  pada  akhir  1957 dan awal 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot; 
2.) perjuangan    pembebasan    Irian    Barat    dengan    melakukan    nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi;
3.) adanya  ketegangan  antara  pusat  dan  daerah  sehingga  banyak  daerah  yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

7. Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)
Pada masa Kabinet Djuanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah akibat  tidak  meratanya  pembangunan  antara  pusat  dan  daerah.  Masalah  tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan dengan diadakan Munap. 

Tujuan  diadakan  Munap  adalah  mengubah  rencana  pembangunan  agar  dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang.

Dalam  Munap  terjadi  perubahan  sasaran  dan  prioritas  dalam  RPLT  sehingga pembangunan  merata.  Namun,  tetap  saja  rencana  pembangunan  tersebut  tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Berikut ini alasan kegagalan tersebut.
1.) Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.
2.) Terjadi  ketegangan  politik  antarpusat  dan  daerah  yang  tak  dapat  diredakan sehingga menimbulkan pemberontakan PRRI/Permesta.
3.) Penumpasan   pemberontakan   PRRI/Permesta   membutuhkan   biaya   besar sehingga meningkatkan de fisit Indonesia. 
4.) Ketegangan politik Indonesia-Belanda menyangkut masalah Irian Barat semakin panas hingga mencapai konfrontasi bersenjata. 
Gambar: disini

Minggu, Oktober 21

Contoh Peninggalan Kehidupan Masa Perundagian (Pertukangan)

Contoh Peninggalan Kehidupan Masa Perundagian (Pertukangan)

Manusia mengalami tahapan-tahapan kehidupan di bumi ini mulai dari yang paling primitif sampai yang paling modern. 

Salah satu masa yang dialami kehidupan manusia adalah masa perundagian. Di masa  perundagian ini manusia tidak hanya mengenal peralatan kerja seperti kapak dan beliung tapi sudah mulai membuat peralatan-peralatan pelengkap kehidupan. 

Manusia di masa perundagian sudah mengenal perunggu dan besi. Contoh peninggalan peralatan hidup masa perundagian diantaranya:

1. Jenis-jenis peralatan dari besi yaitu beliung, mata pisau, mata tombak dan sabit.
2. Gerabah, yaitu alat yang dibuat dari tanah liat yang masih sederhana.
3. Pakaian
Di Kalimantan, Sulawesi dan beberapa lokasi lain pernah ditemukan alat pemukul kulit kayu. Kulit kayu biasa digunakan sebagai bahan pakaian. Ditemukannya alat pemukul kulit kayu ini menandakan bahwa manusia pada masa itu sudah mengenal pakaian. Bahkan kain tenun sederhana pun sudah dikenal.
4. Perhiasan
Barang perhiasan di zaman purba banyak yang berupa gelang dan kalung yang terbuat dari batu indah dan kerang. Perhiasan kalung biasanya dibuat dari batu akik atau batu yang dicat. Bahkan dalam perkembangan zaman perunggu, dikenal barang-barang perhiasan misalnya gelang, cincin, kalung, anting dari perunggu.
Contoh Peninggalan Kehidupan Masa Perundagian (Pertukangan)
Hasil kebudayaan masa perudagian
 5. Nekara
Nekara adalah semacam tambur yang berbentuk dandang terbalik. Dalam kehidupan manusia purba, nekara dijadikan alat pusaka. Benda ini dianggap suci dan dipuja. Fungsi nekara untuk mengiringi upacara-upacara penyembahan. Di Pulau Alor ditemukan nekara berukuran kecil dan dikenal dengan nama moko. Di daerah Bali terdapat nekara yang berukuran sangat besar dan masih utuh dengan tinggi hingga 1,98 m dan diameter 1,6 m. Nekara ini dianggap suci dan berasal dari bulan. Nekara ini sekarang disimpan di Pura Pantaran Sasih.
6.  Kapak Perunggu
Kapak perunggu biasa disebut kapak sepatu karena bagian atasnya berbentuk corong dengan bibir terbelah dua. Pada corong itu dimasukan tangkai kapak. Karena itulah kapak ini disebut kapak corong.
7. Patung perunggu
Patung perunggu banyak macamnya dan ada yang dibuat seperti orang sedang menari, berdiri, naik kuda atau memegang panah. Arca berbentuk manusia dan hewan banyak ditemukan di Indonesia.
8. Bejana perunggu
Bejana perunggu umumnya punya bentuk bulat dan menyerupai tempat membawa ikan yang diikatkan di pinggang. Bejana masa perundagian terbuat dari dua bagian lempengan perunggu berbentuk cembung yang dilekatkan pada pacuk besi di sisinya. Bejana perunggu banyak ditemukan di Madura dan Sumatera.

Jumat, Oktober 19

Perbandingan Dinasti Sanjaya dan Syailendra

Perbandingan Dinasti Sanjaya dan Syailendra

Nusantara jaman dahulu merupakan pusat agama Hindu dan Budha, hal ini dibuktikan dengan berbagai macam artefak yang ditemukan di beberapa lokasi. 

Ada dua dinasti yang pernah berjaya di Indonesia yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. Kalau pernah ke candi Prambanan maka itu adalah salah satu peninggalan Dinasti Sanjaya. Lalu apa sih perbedaan dari kedua dinasti tersebut?.

Dinasti Sanjaya
Dinasti Sanjaya adalah dinasti yang memiliki corak Hindu dan dikenal sebagai pendiri Kerajaan Mataram Kuno. Dinasti Sanjaya didirikan pada tahun 132 oleh Sanjaya. 

Tidak banyak hal dapat diketahui terkait dinasti ini karena pada masa kehidupan Dinasti Sanjaya juga berdiri Dinasti Syailendra yang berada pada masa kejayaan. 

Faktor pemersatu dinasti Sanjaya dan Syailendra adalah pernikahan antara Rakai Pikatan dari Sanjaya dan Pramodharwardhani yang merupakan putri dari raja Dinasti Syailendra yaitu Samarotungga. 

Dengan pernikahan ini pengaruh Hindu mulai terasa di Kerajaan Mataram. Peninggalan Dinasti Sanjaya adalah Candi Prambanan yang dibangun pada masa Raja Tulodong.

Peninggalan pemukiman khusus ini sampai sekarang masih bisa ditemukan di Yogyakarta dan Solo. Di sekitar keraton Yogyakarta masih dapar kita jumpai perkampungan yang bernama Kadipaten (tempat kediaman Adipati Andun atau Putra Mahkota), Kepatihan (tempat tinggal patih) dan Nyutran (tempat tinggal pasukan pengawal istana).
Perbandingan Dinasti Sanjaya dan Syailendra
Candi Prambanan
Dinasti Syailendra
Dinasti Syailendra adalah dinasti besar di nusantara bercorak Buddha Mahayana dan berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno sejak tahun 752. Dinasti ini hidup berdampingan dengan Dinasti Sanjaya yang berkuasa pada tahun 732 di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. 

Nenek moyang Dinasti Syailendra diperkirakan dari wilayah Indonesia. Nama Syailendra artinya "penguasa gunung" memiliki makna sama dengan kata Sailaraja yang digunakan di daerah Funan untuk menunjukkan penguasa gunung. 

Gelar ini sering terlihat pada epigrafi keturunan raja-raja Syailendra walaupun gelar ini tidak semestinya dipergunakan oleh para keturunan tersebut. Raja Wisnu diperkirakan sebagai raja pertama dinasti Syailendra. 

Peninggalan dinasti Syailendra adalah Candi Borobudur yang dibangun pada masa Raja Samaratungga. Gambar: disini

Minggu, Oktober 7

Periodisasi Kekuasaan Islam di Spanyol

Periodisasi Kekuasaan Islam di Spanyol

Spanyol merupakan salah satu wilayah yang pernah menjadi kekuasaan Islam dan meraih kejayaan disana. 

Menurut ahli sejarah, kekuasaan Islam di Andalusia dibagi menjadi enam periode. Periode pertama berlangsung dari tahun 711-755 M dimana Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh para khalifah Bani Umayyah di Damaskus. 

Dalam periode ini terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) akibat stabilitas politik belum terwujud. Perselisihan pendapat sering terjadi antara khalifah dan gubernur Afrika Utara terutama menyangkut otoritas siapa yang paling berhak menguasai Spanyol Hal itu diperparah dengan seringnya perang saudara antara kaum Barbar asal Afrika Utara dan kaum Arab.

Periode kedua dari tahun 755-912 M. pAda periode ini ditandai oleh masuknya Abdurrahman (cucu Umayyah) menjadi penguasa Spanyol dan menjadi amir yang merdeka pada tahun 756 M. 

Ia menjadi seteru Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Sejak itulah Dinasti Bani Umayyah II di Spanyol berdiri dengan Kordoba sebagai ibu kotanya. 

Awal kekuasaannya diwarnai dengan pemberontakan-pemberontakan seperti oleh orang Barbar, orang Yamaniah dan orang Tahiriyah. 

Abdurrahman juga harus menghadapi koalisi yang hebat dari kepala-kepala suku Arab di Spanyol timur. Mereka ingin mengusir Abdurrhaman dari Spanyol. Gambar: disini
Periodisasi Kekuasaan Islam di Spanyol
Peta kekuasaan Islam di Andalusia
Periode ketiga dari tahun 912-1013 M. Periode ini ditandai dengan digunakannya jabatan khalifah oleh Abdurrahman III yang bergeral 'An'Nashir' sampai munculnya 'raja-raja kelompok' (muluku ath-Thawaif). 

Periode keempat dari tahun 1013-1086 M, yang ditandai dengan pecahnya Islam di Spanyol ke dalam lebih dari 30 raja-raja kecil. Kondisi ini melemahkan kekuatan politik Islam sehingga orang-orang Kristen mulai menyusun kekuatan untuk menyerang khalifah Islam di Spanyol.
Periodisasi Kekuasaan Islam di Spanyol
Mesjid Cordoba di Andalusia
Periode kelima 1086-1248 M ditandai dengan munculnya kekuasaan baru yang dapat diperhitungkan yaitu al-Murabitun dan al-Muwahhidun. Periode keenam 1248-1492 menunjukkan tanda-tanda berakhirnya kekuasaan Islam di Sapnyol. 

Islam hanya berkuasa di daerah Granada di bawah Dinasti Ahmar (1232-1492 M). Permusuhan di kalangan keluarga istana mengundang intervensi kerajaan Kristen di bawah Ferdinand dan Isabella sehingga riwayat terakhir kekuasaan politk Islam hanya tinggal menunggu waktu saja. 

Gambar: disini

Kamis, September 20

Teori Awal Kehidupan di Bumi (Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum)

Teori Awal Kehidupan di Bumi (Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum)

Sebenarnya sejak kapan sih kehidupan di bumi ini berlangsung?. Bumi ini menurut ahli geologi sudah berumur 4,6 milyar tahun tapi kehidupan tidak langsung begitu saja muncul di bumi. 

Ada tahapan-tahapan atau zaman yang dilalui bumi sebelum bisa ditempati oleh mahluk hidup terutama manusia. Jadi bumi ini "diospek" dulu guys sebelum bisa layak huni seperti sekarang bagi manusia.

Perkembangan bumi dapat diketahui lewat penelitian geologi yaitu melihat umur relatif batuan dengan metode karbon. 

Nah menurut data karbon tersebut ternyat bumi kita ini sudah melalui beberapa zaman yaitu Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum dan Neozoikum.
Sejarah Kehidupan di Bumi
Sejarah kehidupan Bumi

Zaman Arkaekum adalah zaman tertua dan diperkirakan terjadi sekitar 2500 juta tahun. Di zaman ini keadaan bumi belum stabil, baru bola panas raksasa dengan kondisi udara yang panas dan kulit bumi masih dalam proses pembentukkan. Dengan keadaan seperti ini maka pada masa ini belum ditemukan adanya kehidupan.

Zaman Paleozoikum adalah zaman kedua dengan rentang waktu 340 juta tahun. Pada zaman ini keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah-rubah. Akan tetapi tanda-tanda awal kehidupan mulai nampak dengan adanya mahluk bersel saru atau mikroorganisme. 

Selain itu pada masa ini sudah muncul mahluk hidup lain seperti ikan, amphibi, reptil dan lainnya. Zaman ini disebut juga dengan zaman primer atau pertama.
Sejarah Kehidupan di Bumi
Salah satu fosil kehidupan tertua di bumi

Zaman Mesozoikum adalah zaman ketiga dan berusia 140 juta tahun. Di zaman ini kehidupan mengalami perkembangan pesat dan mahluk hidup muncul dengan ukuran besar seperti dinosaurus. 

Zaman mesozoikum disebut juga sebagai zaman reptil karena mahluk hidup yang muncul dan berkembang pada masa ini kebanyak reptil. Zaman mesozoikum disebut juga zaman sekunder.

Zaman Neozoikum adalah zaman yang berusia 60 juta tahun lalu. Di zaman ini bumi semakin membaik, stabil dan perubahan cuaca tidak terlalu ekstrim. Neozoikum terbagi ke dalam dua masa yaitu Tersier dan Kuarter.

- Zaman Tersier berusia sekitar 1 juta tahun lalu dan di masa ini binatang besar mulai berkurang dan lahir binatang mamalia baru dengan ukuran lebih kecil sepert monyet dan kera.
- Zaman Kuarter berusia sekitar 600.000 tahun lalu. Di masa ini mulai muncul kehidupan manusia purba. Masa Kuarter dibagi kedalam dua era yaitu Plesitosen dan Holosen. Kala Pleistosen atau Dilluvium Era berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu atua disebut juga zaman es (glasial). 

Pada zaman ini es kutub utara mencair hingga menutupi sebagian Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara. Kala Holosen atau Alluvium berkembang 20.000 tahun lalu. Pada masa ini mulai hidup jenis Homo Sapiens yaitu manusia modern.

Gambar: disini

Jumat, September 7

Kaitan Kerajaan Majapahit dan Islam

Kaitan Kerajaan Majapahit dan Islam

Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia. Kerajaan Majapahit awalnya berlatar kerajaan Hindu dan sangat toleran dengan Islam. 

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya makam Islam yang ada di daerah Tralaya sekarang. Di wilayah ini kita bisa menemukan banyak batu nisan yang berangka tahun 1369 sampai 1611 M. 

Di masa itu Majapahit ada pada era keemasannya saat diperintah oleh Hayam Wuruk. Ada hal menarik dari bentuk hiasan pada nisan-nisan tersebut. 

Bentuk nisan menyerupai lengkung Kalamakara. Penulisan angka tahunnya ditulis dengan angka dari huruf Kawi dan tidak menggunakan huruf Arab.
Kaitan Kerajaan Majapahit dan Islam
Candi sisa kerajaan Majapahit
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Islam ada di Majapahit sejak pertengahan abad ke 14 dan hal ini sesuai dengan kronik Tiongkok yang ditulis Ma-Huan yaitu seorang Tionghoa beragama Islam. 

Ia juga salah satu anak buah Laksamada Cheng Ho yang datang ke Maajpahit. Ma Huan dengan jelas mengatakan ketika datang, Majapahit sudah dihuni oleh 3 golongna masyarakat yaitu orang Islam dari barat, orang Tionghoa beragama Islam dan orang Majapahit yang beragama Hindu.

Masuknya Islam ke nusantara memberikan pengaruh pada tradisi masyarakat seperti dalam hal memukul bedug. Menurut catata arkeolog, bedug mulai digunakan sejak masa prasejarah yaitu pada zaman logam. 

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya moko yang digunakan dalam upacara keagamaan dan ritual meminta hujan. Selanjutnya pada masa Hindu bedug berfungsi sebagai media untuk mengumpulkan penduduk dari desa dalam rangka persiapan perang. Di masa Islam bedug digunakan untuk penanda waktu salat lima waktu. 

Gambar: disini

Selasa, Agustus 21

Latar Belakang, Pelaksanaan dan Kegagalan Politik Etis van Deventer

Latar Belakang, Pelaksanaan dan Kegagalan Politik Etis van Deventer

Kebijakan sistem tanam paksa Belanda sangat merugikan rakyat pribumi Indonesia. Pemerintah kolonial berupaya memeras rakyat untuk kepentingna mereka.

Selama ratusan tahun rakyat diperlakukan seperti hewan sementara itu pembangunan di berbagai aspek kehidupan sangat menguntungkan Belanda. Berangkat dari hal tersebut maka tercetuslah ide Politik Etis.
Latar Belakang, Pelaksanaan dan Kegagalan Politik Etis van Deventer
Sisa jalur kereta api peninggalan Belanda di Pangandaran
1.  Latar Belakang
a.    Pelaksanaan sistem tanam paksa yang mendatangkan keuntungan berlimpah bagi Belanda, namun menimbulkan penderitaan rakyat Indonesia.
b.    Eksploitasi terhadap tanah dan penduduk Indonesia dengan sistem ekonomi liberal tidak mengubah nasib buruk rakyat pribumi.
c.    Upaya Belanda untuk memperkokoh pertahanan negeri jajahan dilakukan dengan cara penekanan dan penindasan terhadap rakyat.
d.    Adanya kritik dari kaum intelektual Belanda sendiri (Kaum Etisi) seperti Van Kol, Van Deventer, Brooschooft, De Waal, Baron van Hoevell, Van den Berg, Van De Dem dan lain-lain.

Tokoh tersebut memperjuangkan agar pemerintah Belanda meningkatkan kesejahteraan moril dan materiil kaum pribumi, menerapkan desentralisasi dan efisiensi. Perjuangan mereka kemudian dikenal sebagai Politik Etis.

2.    Pelaksanaan Politik etis 

Pada periode 1900 -1925 banyak kemajuan dan perubahan dicapai. Bangunan-bangunan besar didirikan, semua itu merupakan keharusan dalam kemajuan yang tidak dapat dielakkan. Perubahan-perubahan tersebut sebagai berikut :
a.    Desentralisasi Pemerintahan
Sebelum tahun 1900 pemerintahan di Indonesia dilakukan secara sentralisasi. Sejak tahun 1854 dikeluarkan peraturan yang memberikan hak kepada parlemen untuk mengawasi jalannya pemerintahan Hindia-Belanda.
b.    Irigasi
Sarana yang sangat vital bagi pertanian adalah sarana irigasi (pengairan). Pada tahun 1885 pemerintah telah membangun secara besar-besaran bangunan irigasi di Brantas dan Demak seluas 96.000 bau. Pada tahun 1908 berkembang menjadi 173.000 bau.
c.    Emigrasi (Transmigrasi)
Dalam abad ke-19 terjadi migrasi penduduk dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, berhubung dengan perluasan tanaman tebu.
d.    Edukasi
Pemerintah kolonial Belanda membentuk dua macam sekolah untuk rakyat pribumi, yaitu Sekolah kelas I (angka satu) untuk anak-anak pegawai negeri dan orang berkedudukan. Dan sekolah kelas II (angka dua) untuk kepada anak-anak pribumi pada umumnya.

3.    Kegagalan Politik Etis Dan Politik Asosiasi

Kegagalan pelaksanaan politik Etis tersebut nampak dalam :
1.    Sejak pelaksanaan sistem ekonomi liberal Belanda mendapatkan keuntungan yang besar, sedangkan tingkat kesejahteraan rakyat pribumi tetap rendah.
2.    Hanya sebagian kecil kaum pribumi yang memperoleh keuntungan dan kedudukan yang baik dalam masyarakat kolonial, yaitu golongan pegawai negeri.
3.    Pegawai negeri dari golongan pribumi hanya digunakan sebagai alat saja, sehingga dominasi bangsa Belanda tetap sangat besar.

 Latar Belakang, Aturan dan Akibat Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel)

Latar Belakang, Aturan dan Akibat Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel)

Setelah berakhirnya kekuasaan Inggris, yang berkuasa di Indonesia adalah Pemerintahan Hindia Belanda.  

Pada mulanya pemerintahan ini merupakan pemerintahan kolektif yang terdiri dari tiga orang, yaitu : Flout, Buyskess dan Van Der Capellen. Mereka berpangkat komisaris Jendral. 

Masa peralihan ini hanya berlangsung dari tahun 1816 – 1819. Pada tahun 1819, kepala pemerintahan mulai dipegang oleh seorang Gubernur Jendral Van Der Capellen (1816-1824)

Pada kurun waktu 1816-1830, pertentangan antara kaum liberal dan kaum konservatif terus berlangsung. Sementara itu kondisi di negeri Belanda dan di Indonesia semakin memburuk. 


Oleh karena itulah usulan Van Den Bosch untuk melaksanakan Cultuur Stelsel (tanam paksa) diterima dengan baik, karena dianggap dapat memberikan keuntungan  yang besar bagi negeri induk.


Tanam paksa membuat rakyat Indonesia menderita
a.  Latar Belakang Sistem Tanam Paksa
1.    Di Eropa Belanda terlibat dalam peperangan-peperangan pada masa kejayaan Napoleon, sehingga menghabiskan biaya yang besar.
2.    Terjadinya Perang kemerdekaan Belgia yang diakhiri dengan pemisahan Belgia dari Belanda pada tahun 1830.
3.    Terjadi Perang Diponegoro (1825-1830) yang merupakan perlawanan rakyat jajahan termahal bagi Belanda. Perang Diponegoro menghabiskan biaya kurang lebih 20.000.000 Gulden.
4.    Kas negara Belanda kosong dan hutang yang ditanggung Belanda cukup berat.
5.    Pemasukan uang dari penanaman kopi tidak banyak.
6.    Kegagalan usaha mempraktekkan gagasan liberal (1816-1830) dalam mengeksploitasi tanah jajahan untuk memberikan keuntungan besar terhadap negeri induk.

b.    Aturan-aturan Tanam Paksa 

Ketentuan-ketentuan pokok Sistem Tanam Paksa terdapat dalam Staatblad (lembaran negara) tahun 1834, no. 22, beberapa tahun setelah Tanam Paksa dijalankan di Pulau Jawa berbunyi :
1.    Persetujuan-persetujuan akan diadakan dengan penduduk agar mereka menyediakan sebagian dari tanahnya untuk penanaman tanaman ekspor yang dapat dijual dipasaran Eropa.
2.    Tanah pertanian yang disediakan penduduk, tidak boleh melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.
3.    Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman tersebut tidak boleh melebihi pekerjaan untuk menanam tanaman padi.
4.    Tanah yang disediakan penduduk tersebut bebas dari pajak tanah.
5.    Hasil dari tanaman tersebut diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda; Jika harganya ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar rakyat, maka kelebihan itu diberikan kepada penduduk.
6.    Kegagalan panen yang bukan karena kesalahan petani, akan menjadi tanggungan pemerintah
7.    Bagi yang tidak memiliki tanah, akan dipekerjakan pada perkebunan atau pabrik-pabrik milik  pemerintah selama 65 hari setiap tahun.

Ketentuan ketentuan tersebut memang kelihatan tidak terlampau menekan rakyat. Dalam prakteknya, sistem tanam paksa seringkali menyimpang, sehingga rakyat banyak dirugikan, misalnya:
1.    Perjanjian tersebut seharusnya dilakukan dengan suka rela akan tetapi dalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara-cara paksaan.
2.    Luas tanah yang disediakan penduduk lebih dari seperlima tanah mereka. Seringkali tanah tersebut satu per tiga bahkan semua tanah desa digunakan untuk tanam paksa.
3.    Pengerjaan tanaman-tanaman ekspor seringkali jauh melebihi pengerjaan tanaman padi. Sehingga tanah pertanian mereka sendiri terbengkelai.
4.    Pajak tanah masih dikenakan pada tanah yang digunakan untuk proyek tanam paksa.
5.    Kelebihan hasil panen setelah diperhitungkan dengan pajak tidak dikembalikan kepada petani.
6.    Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani
7.    Buruh yang seharusnya dibayar oleh pemerintah dijadikan tenaga paksaan.

c.    Akibat-akibat Tanam Paksa

Inilah dampak diberlakukannya sistem tanam paksa di Indonesia:
Bagi Belanda

1.    Meningkatnya hasil tanaman ekspor dari negeri jajahan dan dijual Belanda di pasaran Eropa
2.    Perusahaan pelayaran Belanda yang semula kembang kempis, pada masa Tanam Paksa mendapat keuntungan besar
3.    Pabrik-pabrik gula yang semula diusahakan oleh kaum swasta Cina, kemudian juga dikembangkan oleh pengusaha Belanda karena keuntungannya besar.
4.    Belanda mendapatkan keuntungan (batiq slot) yang besar.

Bagi Indonesia

Dampak negatif :
1.    Kemiskinan dan penderitaan fisik dan mental yang berkepanjangan
2.    Beban pajak yang berat
3.    Pertanian utamanya padi banyak mengalami kegagalan panen
4.    Kelaparan dan kematian terjadi dimana-mana.
5.    Jumlah penduduk Indonesia menurun. 

Dampak positif :
1.    Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam jenis-jenis tanaman baru
2.    Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman dagang yang berorientasi ekspor.

Karena reaksi-reaksi tersebut, secara berangsur-angsur pemerintah Belanda mulai mengurangi pemerasan lewat Tanam Paksa dan menggantikannya dengan sistem politik ekonomi liberal kolonial. 


Tonggak berakhirnya Tanam Paksa adalah dengan dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (Agrarische Wet), 1870.

Baca juga: Sejarah pemberontakan awal kemerdekaan 
Sejarah, Faktor dan Berakhirnya VOC di Indonesia

Sejarah, Faktor dan Berakhirnya VOC di Indonesia

Pada tahun 1595 Coenelis de Houtman yang sudah merasa mantap mengumpulkan modal untuk membiayai perjalanan ke Timur Jauh. 

Pada bulan April 1595, Cornelis de Houtman dan De Keyzer dengan 4 buah kapal memimpin pelayaran menuju Nusantara. Pada bulan Juni 1596 pelayaran yang dipimpin oleh De Houtman berhasil berlabuh di Banten.

VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie)

Atas prakarsa dari dua tokoh Belanda, yaitu : Pangeran Maurits dan Johan van Olden Barnevelt, pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda dipersatukan menjadi sebuah kongsi dagang besar yang diberi nama VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur. 


Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh Francois Wittert. Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah :
Sejarah, Faktor dan Berakhirnya VOC di Indonesia
Koin VOC
a.    Untuk menghindari persaingan tidak sehat antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
b.    Untuk memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
c.    Untuk membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa, oleh pemerintah Belanda VOC diberi hak-hak istimewa yang dikenal sebagai Hak Octroi yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.    Monopoli perdagangan
2.    Mencetak dan mengedarkan uang
3.    Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4.    Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.    Memiliki tentara  untuk mempertahankan diri
6.    mendirikan benteng
7.    menyatakan perang dan damai
8.    mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat

Untuk mendapatkan keuntungan yang besar VOC menerapkan monopoli perdagangan. Bahkan pelaksanaan monopoli VOC di Maluku lebih keras dari pada pelaksanaan monopoli bangsa Portugis. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain sebagai berikut :
1.    Verplichte Leverantie
2.    Contingenten
3.    Ekstirpasi
4.    Pelayaran Hongi

KEMUNDURAN DDAN BANGKRUTNYA VOC


Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18. Hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
1.    Banyak korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC
2.    Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat semakin luasnya wilayah kekuasaan VOC
3.    Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat sangat besar
4.    Adanya persaingan dengan kongsi dagang bangsa lain, seperti kongsi dagang Portugis (Compagnie des Indies) dan kongsi dagang Inggris (East Indian Company).
5.    Hutang VOC yang sangat besar
6.    Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran
7.    Berkembangnya faham liberalisme, sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan
8.    Pendudukan Perancis terhadap negeri Belanda pada tahun 1795, menganggap badan seperti VOC tidak dapat diharapkan terlalu banyak dalam menghadapi Inggris, sehingga VOC harus dibubarkan.

Pada tahun 1795 dibentuklah panitia pembubaran VOC. Pada tahun itu pula hak octroi dihapus. VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan saldo kerugian sebesar 134,7 juta gulden. Selanjutnya semua hutang dan kekayaan VOC diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda. Gambar: disini

Minggu, Agustus 19

Sejarah, Latar Belakang dan Dampak Pemerintahan Herman W. Daendels di Indonesia

Sejarah, Latar Belakang dan Dampak Pemerintahan Herman W. Daendels di Indonesia

Karena secara geografis letak Belanda dekat dengan Inggris, Napoleon Bonaparte merasa perlu menduduki Belanda. 

Sehingga pada tahun 1806, Perancis (Napoleon) membubarkan Republik Bataaf dan membentuk “Koninkrijk Holland” (Kerajaan Belanda) sebagai gantinya. 

Napoleon kemudian mengangkat Louis Napoleon sebagai raja Belanda. 

Hal ini berarti sejak saat itu pemerintahan yang berkuasa di Indonesia adalah pemerintahan Belanda-Perancis. Louis Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Indonesia (1808 – 1811. 

Daendels mulai menjalankan tugasnya pada tahun 1808 dengan tugas utama “mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris”.
Sejarah, Latar Belakang dan Dampak Pemerintahan Herman W. Daendels di Indonesia
Kantor Daendels di Batavia
KEBIJAKAN PEMERINTAHAN HERMAN W. DAENDELS
a.  Bidang Birokrasi Pemerintahan 
1.  Pusat pemerintahan (Weltevreden) dipindahkan agak masuk ke pedalaman
2. Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislatif pendamping Gubernur Jendral dibubarkan dan diganti dengan Dewan Penasehat.
3.    Para bupati dijadikan pegawai pemerintahan Belanda.

b.  Bidang Hukum dan Peradilan
1.  Dalam bidang hukum Daendels membentuk 3 jenis pengadilan, yaitu :
a.  Pengadilan untuk orang Eropa
b.  Pengadilan untuk orang Pribumi
c.  Pengadilan untuk orang Timur Asing
2. Pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu termasuk terhadap bangsa Eropa. Akan tetapi ia sendiri malah melakukan korupsi besar-besaran.

c.  Bidang Militer dan Pertahanan
1. Membangun jalan antara Anyer – Panarukan. Jalan ini penting sebagai lalu-lintas pertahanan maupun perekonomian.
2.  Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang. Hal ini dilakukan Daendels sebab hubungan Belanda dan Indonesia sangat sukar sebab ada blokade Inggris di lautan.
3.  Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.

d.  Bidang Ekonomi dan Keuangan

1. Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.
2. Pajak In Natura (Contingenten) dan sistem penyerahan wajb (Verplichte Leverantie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan diperberat.
3. Mengadakan Preanger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspor (kopi).

e.  Bidang Sosial 
1. Rakyat dipaksa untuk melakukan kerja rodi untuk membangun jalan Anyer – Panarukan.
2. Menghapus upacara penghormatan kepada residen, sunan atau sultan.
3. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.

Louis Bonaparte sebagai raja Belanda, akhirnya menarik kembali Daendels. Penarikan Daendels ke Belanda disertai dengan pengangkatannya sebagai seorang Panglima Perang yang kemudian dikerahkan ke medan Rusia. Gambar: disini

Rabu, Agustus 8

Sejarah Kepercayaan Terhadap Roh Nenek Moyang

Sejarah Kepercayaan Terhadap Roh Nenek Moyang

Masyarakat Indonesia telah bermukim di nusantara sejak lama dan dalam perkembangannya memiliki beragam kepercayaan. 

Perkembangan sistem kepercayaan pada masyarakat Indonesia berawal dari kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan. 

Masyarakat di mas berburu da mengumpulkan makanan selalu hidup berpindah-pindah untuk mencari tempat tinggal yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Namun dalam perkembangannya mereka mulai lama berdiam alias tinggal pada suatu lokasi. Tempat tinggal mereka bermacam-macam, mulai dari goa, hutan hingga pinggir sungai. 

Saat ini dapat ditemukan beberapa bekas jejak kebudayaan mereka zaman dahulu seperti kubur batu di goa. Dari hasil penemuan itu dapat diketahui bahwa pada masa itu manusia sudah memiliki pandangan tertentu terkait kematian. Masyarakat sudah mengenal penghormatan terhadap orang yang meninggal.
Sejarah Kepercayaan Terhadap Roh Nenek Moyang
Kubur batu Toraja
Manusia mulai memiliki suatu pandangan bahwa hidup tidak hanya berhenti setelah orang itu meninggal. Orang yang meninggal dianggap pergi ke suatu alam yang lebih baik dan masih bisa berkomunikasi dengan orang yang masih hidup di dunia. 

Bahkan jika orang yang mati itu adalah orang berpengaruh maka diusahakan agar selalu ada hubungan untuk dimintai nasehat atau perlindungan jika ada kesulitan di dunia. Inti kepercayaan terhadap roh nenek moyang terus berkembang dari zaman ke zaman dan secara umum dilakukan oleh setiap masyarakat di dunia.

Manusia mulai berfikir bahwa orang yang meninggal berbeda dengan orang yang masih hidup. Pada orang yang meninggal ada sesuatu yang pergi dan sesuatu itu dinamakan roh. 

Penguburan kerangka manusia dalam goa merupakan wujud penghormatan kepada orang meninggal atau roh. Menurut hasil peninggalan budaya sejak masa bercocok tanam berupa bangunan megalitik dengan fungsinya sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang, maka diketahui bahwa masyarakat di masa itu sudah menghormati orang yang sudah meningggal. 

Disamping kuburan ditemukan bekal kubur yang dimaksudkan untuk bekal ke alam lain. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa sebelum pengaruh Hindu Budha masuk, masyarakat Indonesia telah memberikan penghormatan dan pemujaan kepada nenek moyang. Hingga kini beberapa suku di Indonesia masih menganut kepercayaan terhadap nenek moyang seperti Toraja, Dani, hingga Badui.

Jumat, Agustus 3

Contoh Prasasti Yang Berhasil Ditemukan di Indonesia

Contoh Prasasti Yang Berhasil Ditemukan di Indonesia

Prasasti merupakan salah satu rekaman tertulis yang menceritakan kejadian di masa lalu. Prasasti menulis suatu kejadian yang cukup penting di masa prasasti itu dibuat. 

Pembuatan prasasti selalu didasarkan pada perintah raja dan tujuanya adalah mengabadikan suatu peristiwa yang dialami oleh raja atau sebuah kerajaan.

Ada banyak prasasti ditemukan di Indonesia dan sangat bermanfaat untuk sumber sejarah. Contoh prasasti yang berhasil ditemukan di wilayah Indoneisa dan terkait kejadian penting di masa lalu diantaranya:
Contoh Prasasti Yang Berhasil Ditemukan di Indonesia
Prasasti diukir diatas batu
1. Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai. Prasasti ini dibuat dalam rangka upacara penghormatan terhadap para pendahulu dan pemberian hadiah kepada para pendeta atau Kaum Brahmana yang memimpin upacara tersebut.
2. Prasasti Tugu dari Kerajaan Tarumanegara. Prasasti Tarumanegara dibuat untuk memperingati keberhasilan Raja Mulawarman membuat saluran irigasi untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya.
3. Prasasti Ratu Boko dari Kerajaan Syailendra. Prasasti ini dibuat atas nama perintah Raja Balaputra Dewa. Tujuannya untuk megenang kekalahan Raja Balaputra Dewa dalam perang saudara melawan kakaknya yang bernama Putri Pramodhawardhani. Karena kekalahan itu Raja Balaputra Dewa lari ke Kerajaan Sriwijaya.
4. Prasasti Ligor dari Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini dibuat sebagai tanda bahwa kerajaan Sriwijaya telah membangun ibukota baru di Semenanjung Malaya bernama Ligor.
5. Prasasti Canggal dari Kerajaan Mataram Hindu. Prasasti ini dibuat atas Perintah Raja Sanjaya. Prasasti ini merupakan peringatan bahwa Kerajaan Mataram Hindu berhasil didirikan oleh Raja Sanjaya di sekitar Jawa Tengah.
6. Prasasti Kalasan dari Kerajaan Syailendra. Prasasti ini menyebutkan seorang raja dari dinasti Syailendra yang berhasil menunjuk Rakal Panangkaran untuk membuat sebuah bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta.
7. Prasasti Mantyasih dari Kerajaan Mataram. Prasasti ini dibuat atas dasar perintah Raja Diah Balitung. Prasasti ini menyebutkan daftar nama raja-raja yang pernah memerintah Mataram dari mulai Sanjaya hingga Diah Balitung.

Kamis, Agustus 2

Faktor Berakhirnya Kekuasaan VOC di Indonesia

Faktor Berakhirnya Kekuasaan VOC di Indonesia

Pada tanggal 31 Deseber 1799 VOC resmi dibubarkan dan pemerintahan VOC di nusantara diambil alih langsung oleh pemerintahan Belanda. 

VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie dibentuk pada 2 Maret 1602 dan menerapkan berbagai kebijakan yang merugikan bagi rakyat nusantara. 

Ada beberapa penyebab VOC dibubarkan yaitu faktor internal dan eksternal.

1. Faktor Internal
a. Terjadi korupsi di semua level tingkatan birokrasi dari mulai pegawai hingga pejabat tinggi VOC. Korupsi ini diakukan dengan berbagai cara seperti memotong keuntungan dari hasil dagang, memotong uang kas dan anggaran, mengajukan target setoran di bawah potensi yang nyata aga bisa ada kelebihan dan masuk kantong pribadi dan melakukan pungutan dalam pengangkatan bupati atau kepala desa.

Gubernur Jenderal Johan van Hoorn bahkan dikabarkan berhasil menimbun harta 10 juta gulden saat kembali ke Belanda di tahun 1709 padahal gaji nya hanya 700 gulden saja. Selain itu uang suap diberikan oleh mereka yang ingin masuk jadi karyawan VOC. 

Jadi jangan heran jika korupsi sekarang merajalela di Indonesia karena hasil turunan dari VOC dan mendarah daging.

b. Sebagian pegawai VOC ikut serta dalam kegiatan perdagangan rempah-rempah demi kepentingan pribadi, sesuatu hal yang sebenarnya tidak etis, ilegal dan merugikan VOC itu sendiri.
Faktor Berakhirnya Kekuasaan VOC di Indonesia
Bekas Gedung VOC di Jakarta
c. Perdagangan gelap yang merajalela yang menerobos monopoli perdagangan VOC. Perdagangan gelap ini difasilitasi oleh pejabat-pejabat VOC yang korup.

d. Anggaran biaya untuk para pegawai sangat besar karena makin meluasnya kekuasaan VOC. Hal ini tidak seimbang dengan keutungan VOC yang semakin menurun.

e. Biaya perang yang digunakan untuk menanggulangi perlawanan rakyat seperti perlawanan yang terjadi di Gowa-Makassar. Akibatnya utang VOC menumpuk dengan totalnya 134,7 juta gulden saat VOC dibubarkan. 

Semua utang dan kekayaan VOC yang ditinggalkan seperti kantor, gudang, benteng, kapal dan wilayah kekuasaan di nusantara diambil alih oleh pemerintah Belanda.

f. Adanya persaingan dengan perserikatan dagang lainnya seperti East Indian Company Inggris dan Compagnie des Indes Prancis, para pejabat dan pegawai VOC yang korup membuat persaingan ini tidak dapat dimenangkan oleh VOC.

g. Pemasukan yang kecil disertai utang menumpuk menyulitkan VOC untuk menumpuk menyulitkan VOC untuk memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham.

2. Faktor Eksternal
Di tahun 1795, Perancis dibawah Napoleon Bonaparte menguasai Belanda dan mendirikan Republik Bataaf. Sebelumnya di tahun sama atas dukungan Prancis, Raja Belanda Willem V digulingkan alias dikudeta oleh kaum republikan Belanda. 

Belanda pun menjadi republik dan setelah itu Raja Wilem V menyingkir ke Inggris. Republik baru ini menjadi semacam negara bawahan dari Prancis. Sebagai republik, Belanda menjadi sekutu Prancis dalam gerakan anti monarki untuk melawan Inggris.

Pendudukan ini merupakan bagian dari cita-cita imperialisme Napoleon Bonaparte menyebarluaskan hasil dan cita-cita Revolusi Prancis ke seluruh negara Eropa yang umumnya masih menganur sistem negara monarki. 

Perubahan politik ini ikut mempengaruhi kebijakan Belanda terhadap VOC. Pemerintah Republik Bataaf memandang apa yang dilakukan VOC bertentangan dengan semangat kesetaraan dan kebebasan. 

Oleh sebab itu VOC harus dibubarkan dan terjadi di tahun 1799. Belanda tetap menjadi bagian Prancis sampai tahun 1813 Prancis menarik seluruh pasukannya dari Belanda akibat kalah perang di Pertempuran Leipzig Oktober 1813.

Gambar: disini
Baca juga: Sejarah pemberontakan awal kemerdekaan

Senin, Juli 23

Sejarah Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia

Sejarah Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia

Coba ada berapa bangsa asing yang pernah menduduki Indonesia?. Belanda, Jepang, Inggris, Spanyol, Portugis, Inggris????. 

Lalu bangsa Eropa mana sih yang pertama kali datang ke Indonesia?. Jawabannya adalah Portugis. 

Bangsa Portugis ini masuk ke nusantara di bawah komando Afonso de Albuquerque (1453-1515). Dalam periode 1511-1526 ini nusantara menjadi pelabuhan maritim penting bagi Portugis dengan Sumatera, Jawa, Banda dan Maluku sebagai rute utama perdagangan rempah-rempah.

Afonso melakukan ekspedisi ke nusantara tidak lama setelah diangkat sebagai gubernur POrtugis di India. 

Sebelumnya nih, bangsa Portugis sudah menguasai India dan mendirikan pemerintahan disana. Sasaran pertama ekspedisi Portugis adalah Malaka, ia tiba di Malaka pada awal Juli 1511. 

Lanjut pada 10 Agustus 1511 Portugis menaklukkan Malaka. Sejak saat itu bangsa Portugis menguasai sepenuhnya perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Hal inilah yang membuat nsuantara mulai dikenal oleh bangsa lain di Eropa. 

Peta nusantara pertama dibuat Portugis dan disebar di Eropa sehingga menarik bangsa lain untuk datang dan menjajah kemudian terutama Belanda.
Sejarah Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia
Pelabuhan Sunda Kelapa pintu gerbang maritim nusantara
Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis mengadakan hubungan dengan Kerajaan Sunda atau Pajajaran. Keduanya menandatangani perjanjian dangan terutama komoditas lada. 

Perjanjian dagang itu diwujudkan pada 1522 dalam bentuk dokumen kontrak berupa prasasti yang dikenal dengan Padrao Sunda Kelapa. Padrao ini dilekatakkan diatas tanah yang ditunjuk sebagai tempat untuk membangun benteng dan gudang bagi orang Portugis.

Persekutuan bangsa Portugis-Pajajaran kemudian mencemaskan Kesultanan Demak. Khawatir akan pendudukan Jawa oleh bangsa Portugis, Demak lantas menyerang Sunda Kelapa pada 1526. Pada tahun 1527 Demak berhasil mengusir bangsa Portugis dari Sunda Kelapa. 

Portugis bermaksud benteng di sana sebagai bagian kesepakatan Pajajaran dan Portugis. Namun perlawanan sengit Kesultanan Demak membuat Portugis terusir dan lebih banyak beroperasi di wilayah Timur seperti Maluku. 

Meskipun demikian, bangsa Portugis tetap menempatkan kapal-kapal dagangnya di Banten dalam jumlah terbatas.

Gambar: disini

Jumat, Juli 20

Perdagangan Masyarakat Indonesia Sebelum Kedatangan Bangsa Eropa

Perdagangan Masyarakat Indonesia Sebelum Kedatangan Bangsa Eropa

Masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu dikenal sebagai pelayar tangguh, gak percaya?. 

Coba lihat pahatan di Candi Borobudur ada kapal laut kan?. Itu tandanya masyarakat kita adalah para pelaut handal. Lalu bagaimana sih kondisi perdagangan penduduk Indonesia sebelum masuknya bangsa Eropa?. 

Sejak dulu, pusat-pusat perdagangan tumbuh pesar di pesisir Sumatera dan Jawa. Tradisi berlayar dan berdagang ini dibawa oleh nenek moyang kita dari Yunan dan Vietnam.

 Adapun produk yang diperdagangkan diantaranya nekara, tembikar, dan alat perhiasan. Tidak heran jika sisa-sisa peninggalan barang itu masih banyak ditemukan di penjuru nusantara bahkan menjadi harta karun.

Aktivitas perdagangan kemudian memasuki babak baru di masa kerajaan Hindu-Buddha dan berkembang semakin pesar di era Kerajaan Islam Nusantara. 

Kerajaan Singosari dan Majapahit misalnya dikenal sebagai kerajaan yang banyak melakukan ekspedisi tidak hanya untuk tujuan politik yaitu penaklukan namun untuk tujuan ekonomi pula yaitu berdagang. 

Pada masa ini kerajaan-kerajaan nusantara banyak bermitra dengan India, Cina, Vietnam hingga Thailand. Wilayah kekuasaan Majapahit bahkan menjangkau Thailand. 

Pernikahan raja Majapahit Brawijaya V dengan putri Champa adalah salah satu contoh kontak dengan dunia luar.
Perdagangan Masyarakat Indonesia Sebelum Kedatangan Bangsa Eropa
Relief perahu di Borobudur
Di nusantara sendiri, Kerajaan Singosari tercatat telah mengenal kampung Maluku sebagai penghasil rempah dan sering berlayar kedaerah itu. Kemungkinan besar rempah-rempah itu dijual di kerajaan-kerajaan Sumatera atau saudagar asing India, Cina, Persia dan Arab. 

Lambat laun, saudagar dari Tiongkok dan Arab mulai mengenal keberadaan Maluku sebagai pusat rempah dan berlayar sendiri kesana. J. A van Der Chijs menyebutkan bahwa Kapal Tiongkok sudah ada di Banda Neira kurang lebih 600 tahun sebelum kedatangan Portugis (1512) atau sekitar tahun 1.000.

Saudagar dari Tiongkok, Arab, Melayu membeli rempah dari Banda Neira lalu diangkut ke Teluk Persia dan diangkut lagi sampai Laut Tengah dan didistribusikan ke seluruh Eropa melalui Konstantinopel (Istanbul) lalu ke Venezia dan Genoa. 

Jadi pada dasarnya akar masyarakat Indonesia adalah berdagang dan harus kita pelihara sampai saat ini. Berdagang membuka 99% pintu rezeki. 

Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close