Guru Geografi: Geografi Sejarah - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 7

Proses Berakhirnya Kekuasaan Jepang di Indonesia

Proses Berakhirnya Kekuasaan Jepang di Indonesia

Inilah kronologi berakhirnya kekuasaan Jepang yang singkat namun kejam di Indonesia. Menjelang tahun 1945, posisi Jepang dalam Perang Pasifik mulai terjepit. 

Jenderal Mac. Arthur, Panglima Komando Pertahanan Pasifik Barat Daya yang terpukul di Filipina mulai melancarkan pukulan balasan dengan siasat “loncat kataknya”. 

Satu per satu pulau-pulau antara Australia dan Jepang dapat direbut kembali. Pada bulan April 1944 Sekutu telah mendarat di Irian Barat. Kedudukan Jepang pun semakin terjepit.

Keeadaan makin mendesak ketika pada bulan Juli 1944 Pulau Saipan pada gugusan Kepulauan Mariana jatuh ke tangan Sekutu. Bagi Sekutu pulau tersebut sangat penting karena jarak Saipan - Tokyo dapat dicapai oleh pesawat pengebom B 29 USA. 

Hal itu menyebabkan kegoncangan dalam masyarakat Jepang. Situasi Jepang pun semakin buruk. Akibat faktor-faktor yang tidak menguntungkan tersebut, menyebabkan jatuhnya Kabinet Tojo pada tanggal 17 Juli 1944 dan digantikan oleh Jenderal Kuniaki Koiso. 

Agar rakyat Indonesia bersedia membantu Jepang dalam Perang Pasifik, maka pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Thoiso mengumumkan janji pemberian kemerdekaan kepada Indonesia di kemudian hari. Janji ini dikenal sebagai janji kemerdekaan Indonesia.

Sebagai realisasi dari janji kemerdekaan yang diucapkan oleh Koiso, maka pemerintah pendudukan Jepang di bawah pimpinan Letnan Jenderal Thumakici Harada pada tanggal 1 Maret 1945 mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Coosakai). 


Tugas BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. 
Kota Hiroshima pasca bom nuklir
BPUPKI memiliki anggota sebanyak 67 orang bangsa Indonesia ditambah 7 orang dari golongan Jepang. BPUPKI diketuai oleh dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dan dibantu oleh dua orang ketua muda yaitu R.P. Suroso dan Ichibangse dari Jepang. 

Anggota BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 di gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta (sekarang gedung Departemen Luar Negeri).

Selama masa berdirinya, BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama berlangsung antara 29 Mei - 1 Juni 1945 membahas rumusan dasar negara. Sidang kedua berlangsung tanggal 10 - 16 Juli 1945 membahas batang tubuh UUD negara Indonesia merdeka.

Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan gantinya dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkai) dengan ketua Ir. Soekarno. 

Sementara itu keadaan Jepang semakin terdesak setelah dua kota utama di bom oleh Sekutu. Tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dijatuhi bom atom dengan melenyapkan 130 ribu jiwa. 

Selanjutnya di tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki dibom kembali yang pada akhirnya tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Inilah yang dimanfaatkan Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan NKRI. Sumber: BSE IPS Gambar: disini

Senin, April 15

Hasil Kebudayaan Masa Perundagian Dan Fungsinya

Hasil Kebudayaan Masa Perundagian Dan Fungsinya

Zaman  logam  merupakan  masa  mulai  dikenalnya  alat-alat  yang  berasal  dari  logam. Meskipun demikian, alat-alat yang terbuat dari batuan masih digunakan oleh masyarakat pada saat itu. 

Jenis logam yang banyak digunakan oleh masyarakat pada saat itu adalah perunggu dan besi. Alat-alat yang berasal dari besi dapat ditemukan di daerah Besuki (Jawa Timur) dan di kubur-kubur Wanasari (Jawa Tengah). 

Namun, alat-alat yang berasal dari besi ditemukan dengan jumlah lebih sedikit dibandingkan alat-alat yang terbuat dari perunggu. Dengan demikian,  beberapa  ahli  ada  yang  menyebut  zaman  logam  di  Indonesia  sebagai  zaman perunggu.  

Zaman  perunggu  di  Indonesia  meninggalkan  kebudayaan  berupa  kapak corong, nekara, perhiasan, bejana perunggu (ditemukan hanya dua buah di Sumatra dan Madura), dan arca-arca perunggu. 

1. Kapak Corong
Kapak  corong  banyak  ditemukan  di  Indonesia  di  daerah  Sumatra  Selatan,  Pulau Selayar,  Sulawesi  Selatan,  Sulawesi  Tengah,  Jawa,  Bali,  dan  Papua.  

Kapak  Corong memiliki  bentuk  seperti  corong  yang  pada  bagian  atasnya  memiliki  lubang,  yang memiliki  fungsi  untuk  memasukkan  tangkai  kayu.  

Kapak  corong  yang  digunakan untuk  tanda  kebesaran  atau  alat  upacara  dinamakan candrasa. Candrasa  banyak ditemukan di daerah Yogyakarta dan Pulau Roti, Nusa Tenggara.  

2. Nekara 
Nekara  adalah  alat  yang  digunakan  dalam  kegiatan  upacara-upacara  ritual  yang berbentuk  genderang  besar  yang  terbuat  dari  perunggu.  

Pada  beberapa  bagian Nekara  terdapat  hiasan  yang  memiliki  fungsi  sebagai  petunjuk  adanya  kegiatan upacara  dalam  sistem  kepercayaan  pada  saat  itu.  Selain  itu,  pada  nekara  terdapat lukisan  yang  memberikan  petunjuk  daerah  persebaran  kebudayaan  perunggu.

Sebagai contoh, nekara yang ditemukan di Pulau Selayar dan Kepulauan Kei terdapat lukisan berupa hewan-hewan yang berasal dari wilayah barat Indonesia seperti gajah, harimau,  dan  burung  merak.  

Hal  tersebut  menandakan  nekara  yang  ditemukan di  daerah  tersebut  merupakan  hasil  kebudayaan  yang  berasal  dari  wilayah  barat. Menurut  beberapa  ahli  bahwa  kebudayaan  perunggu  di  Indonesia  mendapatkan pengaruh  dari  wilayah  daratan  Asia.  

Hal  tersebut  dibuktikan  dengan  penemuan nekara  yang  terdapat  lukisan  orang  menunggang  kuda  beserta  pengiringnya  yang menggunakan pakaian Tartar. Pakaian Tartar menunjukkan bahwa pada saat itu sudah ada interaksi antara Indonesia dan Cina.
Hasil Kebudayaan Masa Perundagian Dan Fungsinya
Kapak corong dan candrasa (kiri ke kanan)

3. Patung Perunggu 
Patung  perunggu  di  Indonesia  banyak  ditemukan  di  daerah  Bangkinang  (Riau) dan  Limbangan (Bogor). Bentuk patung perunggu  pada  umumnya  dalam  bentuk perwujudan  manusia  (berupa penari  yang  bergaya  dinamis)  dan  binatang  seperti kerbau. 

4. Gelang dan Cincin Perunggu
Gelang  dan  cincin  perunggu  memiliki  fungsi  sebagai  alat  tukar  dan  juga  sebagai benda  pusaka.  Gelang  yang  memiliki  hiasan  biasanya  memiliki  ukuran  lebih  besar dan  tebal.  

Pada  masa  logam  dikenal  teknik  pembuatan  benda-benda  dari  logam dengan cara a circle perdue dan bivalve. Berikut adalah cara pembuatan alat-alat dari logam dengan menggunakan dua teknik tersebut

Teknik a circle perdue
Teknik a  circle  perdue  adalah  teknik  pembuatan  benda-benda  dari  logam dengan cara teknik cetak ulang. Adapun teknik ini memiliki kekurangan karena hanya  dapat  digunakan  satu  kali  dalam  satu  cetakan.  

Namun,  kelebihannya adalah bentuk yang diinginkan dapat terlihat memiliki detail yang sempurna. Berikut  langkah-langkah  pembuatan  benda-benda  dari  logam  dengan  cara teknik a circle perdue.
1.) Hal  yang  pertama  yang  harus  dilakukan  adalah  membuat  model  benda logam yang diinginkan menggunakan bahan dasar lilin.
2.) Kemudian lapisi model lilin menggunakan tanah liat hingga keras.
3.) Setelah  mengeras,  panasi  model  lilin  dengan  api  sehingga  lilin  mencair melalui  lubang  yang  sebelumnya  sudah  disiapkan  pada  bagian  bawah model. 
4.) Masukkan  logam  cair  pada  lubang  bagian  atas  model,  diamkan  hingga cairan logam mendingin. 
5.) Kemudian pecahkan model dari tanah liat tersebut sehingga akan terlihat hasil bentuk yang diinginkan.

Teknik bivalve
Teknik bivalve adalah teknik pembuatan benda-benda dari logam dengan cara teknik  dua  setangkup.  Teknik  ini  memiliki  kekurangan,  yaitu  adanya  rongga pada benda logam yang sudah jadi yang mengakibatkan kurang kuatnya benda tersebut. 

Namun, kelebihannya adalah cetakan dapat digunakan berulang kali. Berikut  langkah-langkah  pembuatan  benda-benda  dari  logam  dengan  cara teknik bivalve.
1.) Buatlah cetakan model dengan bentuk yang saling ditangkupkan.
2.) Tuangkan logam cair pada cetakan.
3.) Kemudian kedua cetakan saling ditangkupkan.
4.) Cetakan  dapat  dibuka  setelah  logam  dingin  dan  benda  logam  dapat digunakan.

Sabtu, Maret 23

Ciri Kehidupan Masa Praaksara Neolitikum

Ciri Kehidupan Masa Praaksara Neolitikum

Oke teman-teman kali ini kita akan belajar lagi tentang sejarah nih yaitu masa praaksara. Masa paraaksara adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan. 

Ada beberapa masa praksara dan salah satunya adalah neolitikum. Sebelumnya kita udah belajar kan tentang paleolitikum dan mesolitikum, jadi kini lanjut ke neolitikum.

R. Soekmono mengemukakan bahwa kebudayaan Neolitikum adalah kebudayaan yang menjadi dasar kebudayaan Indonesia saat ini. 

Kebudayaan Neolitikum adalah kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan zaman sebelumnya, yang merupakan akibat dari adanya migrasi Proto Melayu dari wilayah Yunan ke wilayah Asia Tenggara. 

Bangsa Proto Melayu  tersebut  membawa  kebudayaan  berupa  kapak  persegi  dan  kapak  lonjong  yang menjadi  ciri  khas  dari  kebudayaan  Neolitikum.  Berikut  ini  bagan  sekilas  tentang  masa Neolitikum.

Kebudayaan  Neolitikum  dikenal  dengan  kapaknya  yang  sudah  halus,  hasil    dari keahlian  dalam  teknik  mengasah  benda-benda  seperti  kapak  dan  gerabah.  Berikut peninggalan hasil kebudayaan Neolitikum yang tersebar di wilayah-wilayah di Indonesia.

1. Kebudayaan Kapak Persegi
Kapak persegi menurut para ahli mulai masuk ke Indonesia melalui jalur barat dari Yunan ke Semenanjung Malaka dan tersebar di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,   Nusa Tenggara, dan Maluku.   

Beberapa daerah yang menjadi pusat dari kapak persegi adalah di Lahat Sumatra  Selatan, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, dan Tasikmalaya (Jawa Barat), serta di Jawa Timur di daerah lereng selatan Gunung Ijen dan Pacitan.   

Kapak persegi  sendiri berbentuk  persegi  panjang  atau  trapesium. Kapak persegi umumnya terbuat dari batu chalchedon yang diperkirakan selain  untuk  alat  rumah  tangga  juga digunakan  sebagai  alat  kepercayaan  seperti  jimat, alat upacara, dan lambang kebesaran. Gambar: disini
Kapak lonjong neolitikum
2. Kebudayaan Kapak Lonjong
Kapak lonjong  adalah  kapak yang  memiliki penampang   berbentuk   lonjong,   ujungnya  yang agak  lancip  biasanya dipasangi  tangkai, sedangkan ujung  lainnya  yang  berbentuk  bulat  diasah  hingga tajam.  Kapak  lonjong  memiliki  dua  jenis,  yaitu  yang besar   disebut walzeinbeil  dan  yang  ukuran  kecil disebut kleinbeil. Kebudayaan kapak lonjong disebut juga  dengan  kebudayaan  Neolitikum  Papua  karena sebagian   besar  temuan  kapak  persegi  terdapat di  wilayah  Papua. 

Selain  Papua, kapak   lonjong ditemukan pula di daerah Flores, Maluku, Kepulauan Tanimbar, Leti,  Taulud,  Sangihe, dan  Sulawesi. Kebudayaan kapak lonjong menurut para ahli mulai masuk ke Indonesia melalui jalur timur dari Asia daratan ke Cina, Jepang, Pulau Formosa, dan Filipina. Persebarannya terdapat di daerah Minahasa, Maluku, dan Papua. 

Selain  kapak  persegi  dan  kapak  lonjong,  pada zaman  Neolitikum  juga  ditemukan  alat-alat lainnya seperti perhiasan dan tembikar. Daerah persebaran  tembikar   terdapat di wilayah Minangka Sipaka Sulawesi, Tangerang, Kendang  Lembu  Banyuwangi,  Yogyakarta,   Pacitan, serta  ditemukan  di  daerah  Sumatra  pada  lapisan teratas bukit-bukit kerang. 

Daerah   lainnya  adalah  Melolo  Sumba  yang banyak   ditemukan   gerabah atau  tembikar  yang berisi  tulang-belulang  manusia. Pada  zaman  Neolitikum,  tembikar memiliki  fungsi sebagai   alat   penampung   juga  digunakan  untuk kepentingan upacara-upacara berupa perhiasan-perhiasan.  

Menurut Marwati  Joned  Pusponegoro,  alat  berupa perhiasan  banyak  ditemukan  di  daerah  Pulau  Jawa  berupa  gelang-gelang  dan kalung yang terbuat dari batuan yang indah. 

Berikut ikhtisar kebudayaan neolitikum
1. Kehidupan sosial ekonomi
- food producing adalah bercocok tanam, huma dan ladang
- menetap
- peralatan sudah halus

2. Teknologi
- mengenal teknik pengairan dan pertanian
- mengenal ilmu astronomi terkait iklim
- mengenal dan menggunakan api

3. Hasil kebudayaan
- kapak persegi
- kapak lonjong
- gerabah
- belidung persegi

4. Manusia pendukung
- bangsa Proto Melayu

Sabtu, Maret 16

Sejarah Dwi Fungsi ABRI Era Orde Baru

Sejarah Dwi Fungsi ABRI Era Orde Baru

Halo guys kali ini kita akan sedikit membahas tentang sejarah dwi fungsi ABRI di jaman orde baru. 

Udah tau kan kalau jaman orba alias orde baru itu adalah salah satu jaman yang sangat otoriter dan membuat rakyat menjadi terkekang. 

Dwi fungsi adalah  suatu  doktrin di lingkungan militer Indonesia yang menyebutkan militer memiliki dua tugas, yaitu menjaga keamanan dan  ketertiban negara serta memegang kekuasaan  dan  mengatur negara. Dengan peran ganda ini, militer diizinkan untuk memegang posisi dalam pemerintahan. 

Pada masa pemerintahan Soeharto, konsep ini  mengalami  perubahan  dan  menjadikan  militer menduduki jabatan-jabatan strategis di lingkungan pemerintahan, seperti  menteri, gubernur, bupati  serta  lembaga-lembaga legislatif  dalam  wadah  Fraksi  ABRI.

Kedudukan  ABRI  di  DPR  dan  MPR  didapatkan  tanpa melalui  pemilu  karena  berfungsi  sebagai  stabilisator  dan  dinamisator  pemerintahan Indonesia. 

Fungsi ABRI dalam konsep dinamistator adalah sebagai berikut.
a. ABRI  untuk  secara  nyata  membimbing,  menggugah,  dan  mendorong  masyarakat untuk  lebih  giat  melakukan  partisipasi  dalam  pembangunan.  Contohnya  program ABRI   Masuk   Desa   (AMD)   yang   membantu   segala   hal   yang   berkaitan   dengan pembangunan desa dalam rangka mengabdi kepada masyarakat. 
b. ABRI  dapat  berfungsi  sebagai  penyalur  aspirasi-aspirasi  dan  pendapat-pendapat rakyat. 
c. Penyaluran  disiplin  ABRI  yang  bersumber  dari  Saptamarga  sehingga  ABRI  dapat berbuat banyak dalam rangka pembinaan serta peningkatan disiplin nasional. 
d. ABRI  untuk  memelopori  usaha-usaha  modernisasi  karena  didukung  kemampuan ABRI dalam penguasaan ilmu dan teknologi serta peralatan canggih.
ABRI jaman orba jadi alat kekuasaan
Fungsi ABRI dalam konsep stabilitator adalah sebagai berikut. 
a. ABRI  menjadi  salah  satu  jalur  penting  dalam  rangka  pengawasan  sosial  karena didukung kemampuan berkomunikasi dan memahami aspirasi rakyat. 
b. ABRI sebagai lter pengaruh asing yang bersifat negatif karena didukung kesadaran nasional yang tinggi dimiliki oleh setiap Prajurit ABRI. 
c. Sifat  ABRI  yang  realistis  dan  fragmatis  dapat  mendorong  masyarakat  agar  dalam menanggulangi   masalah-masalah   secara   tepat   waktu,   menentukan   prioritas-prioritas permasalahan dan sasaran-sasaran yang diutamakan. 
d. Kemampuan  ABRI  berbaur  dengan  masyarakat  menyebabkan  gejolak-gejolak  dan keresahan-keresahan  yang  melanda  masyarakat  akan  dengan  cepat  dinetralisir sehingga pembangunan nasional tidak terganggu.

Dengan  memanfaatkan  Dwi  Fungsi  ABRI  ini,  Orde  Baru  telah  berhasil  melegitimasi kekuasaan dan mengamankan kestabilan politik dalam negeri sehingga kekuasaan Orde Baru mampu bertahan hingga 32 tahun. Wah jadi enak banget ya jaman orde baru presiden dilindungi militer.
Ciri Masa Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum

Ciri Masa Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum

Guys kira-kira bumi kita ini udah berapa lama sih usianya?. Menurut ahli geologi nih bumi kita ini sudah sekitar 4,6 milyar tahun usianya lho!. 

Lalu apa aja yang terjadi selama 4,6 milyar tahun tersebut?. Teori astronomi menyatakan bahwa alam semesta ini dipercaya berawal dari Big Bang atau ledakan besar satu titik tunggal 13,7 milyar tahun lalu. 

Hasil ledakan tersebut membentuk gugusan galaksi dan benda-benda langit lain hingga sistem tata surya dan bumi.

Awalnya bumi kita ini hanyalah gumpalan panas yang terus berputar membulat kemudian mendingin hingga terbentuk kenampakan fisik seperti saat ini. Jadi bumi kita itu mengalami evolusi yang kita sendiri hanya bisa melihatnya dari sisa-sisa fosil aja. 

Menurut ahli geologi sejarah, bumi mengalami empat perkembangan masa yaitu Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum dan Neozoikum.

a. Masa Arkaekum
Masa arkaekum adalah masa tertua guys dan diperkirakan terjadi 2,5 milyar tahun lalu. Pada masa ini keadaan bumi masih labil alias galau dan kerak bumi masih dalam pembentukan, jadi gak ada pulau-pulau dan daratan ya guys. 

Di masa ini belum ada tanda-tanda kehidupan juga karena suhu bumi masih panas banget dan gak bisa mahluk hidup untuk tinggal.

b. Masa Paleozoikum
Masa paleozoikum berlangsung 500-450 juta tahun lalu dimana pada masa ini kondisi bumi udah mulai stabil, suhunya mulai dingin dan tanda-tanda kehidupan awal alias primitif sudah ada. Mahluk yang muncul adalah mahluk bersel satu atau mikroorganisme.

Setelah mikroorganisme muncul lalu ada hewan tipe ikan tak berahang yaitu trilobit, amphibi dan beberapa ganggang. Masa ini disebut juga sebagai zaman primer atau kehidupan awal. 
Ciri Masa Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, Neozoikum
Fosil trilobit
c. Masa Paleozoikum
Masa paleozoikum disebut juga zaman sekunder atau kehidupan kedua dan diperkirakan berlangsung 245-65 juta tahun lalu. Di masa ini bumi udah jauh makin stabil guys. Hewan-hewan bertubuh besar mulai hadir seperti dinosaurus, mammoth dan harimau purba. Menjelang berakhirnya masa ini, muncul berbagai jenis burung dan mamalia.

Masa mesozikum sering juga disebut zaman reptil. Dinosaurus menguasai hampir sepanjang masa ini namun kemudian punah mendadak alias massal  65 juta tahun lalu. Katanya siah karena adanya tabrakan meteorit raksasa di wilayah Meksiko. Pada akhir masa ini mamalia mulai muncul beragam.

d. Masa Neozoikum
Masa ini hewan berkuran besar alias jumbo mulai jauh berkurang. Neozoikum dibagi menjadi zaman tersier dan kuarter. Zaman tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun lalu dengan dicirikan oleh kehadiran jenis primata seperti kera. 

Zaman kuarter dibagi menjadi kala plesitosesn dan holosen. Kala pleistosen diperkirakan sebagai awal mulai manusia purba muncul sementara kala holosen adalah masa dimana manusia modern atau homo sapiens mulai berkembang hingga saat ini. 

Jadi kita sekarang hidup di masa holosen ya guys. Gambar: disini

Minggu, Februari 17

Hasil-Hasil Kebudayaan Zaman Mesolitikum

Hasil-Hasil Kebudayaan Zaman Mesolitikum

Halo teman-teman kali ini saya akan coba mengulas sedikit tentang materi sejarah yaitu hasil kebudayaan zaman mesolitikum. 

Zaman Mesolitikum atau disebut juga dengan zaman batu tengah/madya yang berlangsung  pada  masa kala Holosen. 

Pada  zaman  Mesolitikum terdapat pengaruh  kebudayaan dari  wilayah daratan Asia, yaitu kebudayaan Bachson-Hoabinh. 

Alat-alat yang digunakan masih sama dengan zaman Paleolitikum. Terdapat beberapa ciri khusus yang terdapat pada zaman Mesolitikum seperti

1. Masyarakatnya sudah mampu membuat gerabah dari proses pembakaran tanah liat.
2. Adanya kjokkenmoddinger yang merupakan sampah-sampah  dapur  sisa  makanan  dari kulit kerang. Kjokkenmoddinger di Indonesia dapat ditemui di  wilayah  sepanjang pesisir Pantai Sumatra. 
3. Adanya abris sous roche yang  merupakan tempat tinggal manusia purba berupa gua-gua. Temuannya  dapat  dilihat  di  wilayah pedalaman Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi.

Kebuduyaan mesolitikum menurut sebaran lokasinya dibedakan menjadi berikut.
1. Kebudayaan Kapak Sumatra (Pebble Culture)
Penelitian mengenai kapak Sumatra diawali dari   ekskavasi  yang  dilakukan  oleh P.V. van  Callenfels pada 1925 di sepanjang pesisir  Pantai Sumatra Timur Laut  antara Langsa (Aceh) dan Medan. 

Hasil  penelitian menemukan adanya tumpukan kulit kerang yang telah menjadi fosil dan memiliki tinggi hingga mencapai tujuh meter  kemudian dinamakan kjokkenmoddinger. 

Selain dari penemuan sampah dapur, hasil ekskavasi adalah penemuan peralatan manusia purba berupa kapak Sumatra, alu, lesung, pisau batu, dan  batu  penggiling.  

Dinamakan kapak Sumatra karena hanya ditemukan di Pulau Sumatra  dan  memiliki  bentuk  kapak yang berbeda dengan kapak genggam yang ditemukan di Pacitan.

Selain kapak Sumatra, ditemukan kapak  sejenis dengan  ukuran  lebih pendek  yang  disebut dengan hache courte atau kapak pendek. Proses pembuatan kapak pendek tersebut dengan cara  memecahkan  batu  di  dua  sisi  lengkungnya. 

Kebudayaan  kapak  Sumatra diperkirakan mendapat pengaruh dari kebudayaan Bachson-Hoabinhyang terpusat di Teluk Tongkin, Indocina (Vietnam, Kamboja, dan Laos) yang menyebar ke wilayah Indonesia melalui jalur darat. 

Manusia pendukung kapak Sumatra adalah golongan  manusia dari ras Melanosoid yang  dibuktikan dengan  adanya  penemuan  fosil-fosil  manusia Papua Melanosoid  yang  ditemukan di  wilayah  sebelah Timur Sumatra. Terdapat  pula alat batuan lainnya berupa pipisan (batu penggiling berikut landasannya).  

Fungsi  dari alat  pipisan  adalah  untuk  menghaluskan bahan cat  berwarna merah yang biasa dipakai dalam sistem  kepercayaan  masyarakat  Mesolitikum. Bahan cat yang  sudah dihaluskan  biasanya digunakan  untuk dibalurkan pada  tubuh yang diyakini  dapat menambah kekuataan fisik. Gambar: disini
Hasil-Hasil Kebudayaan Zaman Mesolitikum
Gua peninggalan zaman mesolitikum
2. Kebudayaan Tulang Sampung (Bone Culture)
Kebudayaan  Tulang  Sampung  merupakan  temuan  alat-alat  berasal  dari  tulang yang banyak ditemukan di daerah Sampung. Penemuan tersebut berdasarkan hasil penelitian dari van Stein Callenfels dari 1928 – 1931 di Gua Lawa, Sampung, Jawa Timur. 

Alat-alat  tersebut  berupa  mata  panah dan flake,  batu-batu  penggiling,  alat-alat dari tulang, dan tanduk rusa. 

Selain ditemukan di daerah Sampung, terdapat pula fosil yang  ditemukan di daerah  Besuki.  Manusia yang diduga menjadi  pendukung dari  kebudayaan  Tulang  Sampung  adalah  ras  Papua  Melanosoid.  Hal tersebut didukung  oleh  penemuan  fosil-fosil  manusia jenis ras Papua  Melanosoid di daerah ditemukannya kebudayaan Tulang Sampung

3. Kebudayaan Toala (Flake Culture) 
Kebudayaan Toala bercirikan alat-alat yang digunakan berupa alat serpih bergerigi. Istilah flake culture pertama kali disebutkan oleh seorang arkeolog bernama Alfred Buhler karena banyaknya temuan alat-alat serpih (flakes) di daerah tempat tinggal suku  Toala,  daerah  Lumacong, Sulawesi Selatan. 

Sebelumnya,  pada 1893 – 1896 dilakukan penelitian di daerah Lumacong oleh Fritz Sarasin dan Paul Sarasin yang menemukan  alat-alat  serpih,  mata  panah  bergerigi, dan alat-alat  yang  terbuat  dari tulang  di  sekitar  gua-gua  (abris  sous  roche)  yang  merupakan  tempat  tinggal  suku bangsa  Toala.  

Penelitian  lainnya  dilakukan  oleh  van  Stein  Callenfels  pada  1933-1934 dan van  Heekeren  pada  1937  yang  menyimpulkan  kebudayaan  suku  Toala termasuk  dalam  kebudayaan  zaman  batu  tengah  yang  berlangsung  sekitar  3000-1000 tahun Sebelum Masehi. 

Terdapat pula penelitian di wilayah Maros, Bone, dan Bantaeng Sulawesi Selatan yang menghasilkan temuan berupa alat-alat serpih, batu penggiling, gerabah, dan kapak Sumatra.

Flake bergerigi juga ditemukan di gua-gua yang  berada  di  Pulau  Timur,  Flores, Roti di Nusa  Tenggara  Timur.  Sementara flake yang ditemukan di daerah Bandung terbuat dari batu hitam (obsidian). Baca juga: Kunci OSK Geografi
Faktor Politik, Sosial, Ekonomi, Hukum Lahirnya Reformasi

Faktor Politik, Sosial, Ekonomi, Hukum Lahirnya Reformasi

Halo teman-teman kali ini saya akan coba mengulas sedikit tentang asal mula sejarah reformasi di Indonesia. 

Reformasi di Indonesia sudah berlangsung 20 tahun lebih guys, dimana awal reformasi adalah saat jatuhnya Soeharto 1998. 

Lantas memang kenapa sih Indonesia itu harus mengalami reformasi?. 

Reformasi di Indonesia menjadi sebuah gerakan yang meluas pada 1998. Secara umum, adanya gerakan reformasi menuntut perbaikan di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Hal ini dilatarbelakangi kebablasan dari tekad pemerintah Orde Baru yang pada awalnya ingin melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 

Namun ketika memegang kekuasaan, timbul keinginan untuk mempertahankan status quo (berkuasa secara terus-menerus). Kemudian berujung pada kekuasaan atau pemerintahan otoriter. 

Akibatnya, terjadinya berbagai penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 untuk melindungi kepentingan penguasa. Walaupun pemerintah Orde Baru telah melaksanakan pembangunan di Indonesia, hal itu didasari oleh utang luar negeri serta praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang merajalela di Indonesia. 

Pengaruh ini sangat terasa pada masyarakat Indonesia ketika Indonesia terkena dampak krisis moneter di Asia yang berlangsung sejak 1997. 
Pengunduran diri Soeharto
Munculnya tuntutan reformasi bermula dari adanya krisis moneter yang berkembang menjadi krisis ekonomi. Akibatnya tatanan ekonomi rusak, pengangguran meningkat, dan kemiskinan merajalela. 

Dampak langsung dari krisis adalah makin pudarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah Orde Baru. 

Dalam kondisi yang kacau tersebut muncul gerakan reformasi yang dipelopori oleh para mahasiswa dan cendekiawan serta didukung oleh masyarakat luas yang sadar dan menginginkan adanya perubahan yang lebih baik bagi pemerintahan di Indonesia. 

Tujuan reformasi adalah terciptanya kehidupan yang lebih baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial di Indonesia. Berikut ini faktor politik, sosial, ekonomi dan hukum yang melatarbelakangi lahirnya reformasi di Indonesia: 
1. Faktor Politik Reformasi
- Adanya KKN dalam kehidupan pemerintahan yang mengakibatkan munculnya ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. 
- Kekuasaan orde baru yang otoriter. 
 - Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 - Mahasiswa ingin adanya perubahan.
 2. Faktor Ekonomi Reformasi
 - Krisis mata uang rupiah yang anjlok terhadap dollar hingga 15.000 rupiah per dollar AS 
 - Naiknya harga barang kebutuhan pokok. 
 - Sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok. 
3. Faktor Sosial Reformasi
 - Adanya kerusuhan dimana-mana yang melumpuhkan perekonomian rakyat. 
 - Kebebasan pers dibungkam sehingga rakyat tidak bisa mengemukakan pendapat di muka umum. 
4. Faktor Hukum Reformasi
Belum terciptanya supremasi hukum dan keadilan di tengah masyarakat.

Jumat, Februari 15

Sejarah Sistem Ekonomi Liberal Era Orde Lama

Sejarah Sistem Ekonomi Liberal Era Orde Lama

Halo teman-teman sekalian, kali ini saya akan bercerita tentang sejarah sistem ekonomi liberal di Indonesia.

Memangnya Indonesia pernah pakai sistem ekonomi liberal ya?. Pernah dong, yaitu di awal-awal masa kemerdekaan yaitu 1950an. 

Penerapan sistem demokrasi liberal dimulai setelah Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Nah dengan diberlakukannya sistem ekonomi liberal maka otomatis perekonomian Indonesia juga menjadi liberal dan tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan kegagalan sistem ekonomi liberal di Indonesia yaitu:

1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda Indonesia menanggung beban utang sesuai dengan kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Jumlah utang luar negeri Indonesia sebesar 1,5 triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 triliun rupiah.
2. Banyaknya gerakan pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia yang menyebabkan situasi keamanan dalam negeri tidak kondusif dan banyaknya pengeluaran negara untuk mengadakan operasi militer dalam menumpas pemberontakan.
3. Banyaknya pergantian kabinet yang menyebabkan tiap kabinet tidak bisa menjalankan program dengan maksimal.
4. Ekspor Indonesia hanya bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
5. Indonesia belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik. Selain itu Indonesia juga belum memiliki tenaga ahli dan dana pembangunan yang cukup.

Beberapa usaha yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian Indonesia di masa tersebut antara lain:

1. Gunting Syarifudin
Kebijakan Gunting Syarifudin merupakan pemotongan nilai mata uang (sanering), dan digagas oleh Menteri Keuangan RIS Syarifudin Prawiranegara yang dilaksanakan pada 20 Maret 1950. 

Dasar kebijakan ini adalah Surat Keputusan Menteri No 1 PU 19 Maret 1950. Tujuan Gunting Syarifudin adalah untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar 5,1 miliar rupiah dan mengatasi masalah jangka pendek yang dihadapi pemerintah. 

Tindakan gunting Syarifudin dengan cara memotong semua uang bernilai Rp 2,50 ke atas hingga bernilai setengahnya. Dengan demikian rakyat kecil tidak dirugikan sebab yang memiliki uang senilai Rp 2,50 hanya kalangan menengah ke atas.
Sejarah Sistem Ekonomi Liberal Era Orde Lama
Gunting Syarifudin
2. Sistem Ekonomi Gerakan Banteng
Sistem  ekonomi  Gerakan  Benteng  merupakan  usaha  pemerintah  Indonesia  untuk mengubah  struktur  ekonomi  kolonial  menjadi  ekonomi  nasional  dalam  rangka memperbaiki  perekonomian  Indonesia.  

Sistem  ekonomi  Gerakan  Benteng  digagas oleh Sumitro  Joyohadikusumo,  Menteri  Perdagangan  pada  masa  Kabinet  Natsir. Adapun program Gerakan Benteng meliputi hal berikut.
1.) Menumbuhkan kelas pengusaha di kalangan bangsa Indonesia.
2.) Pemberian  kesempatan  untuk  berpartisipasi  dalam  pembangunan  ekonomi nasional bagi para pengusaha Indonesia.
3.) Pemberian bimbingan dan bantuan kredit bagi para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah.
4.) Mendorong   agar   para   pengusaha   pribumi,   secara   bertahap,  berkembang menjadi maju.

Pelaksanaan  Gerakan  Benteng  dimulai  pada  April  1950.  Selama  kurun  waktu 1950  -  1953  sekitar  700  perusahaan  bangsa  Indonesia  menerima  bantuan  kredit dari program Gerakan Benteng. Akan tetapi, tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik, hal ini disebabkan:
1.) para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha asing; 
2.) para pengusaha pribumi cenderung konsumtif;
3.) para pengusaha pribumi sangat tergantung pada bantuan pemerintah;
4.) para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya;
5.) para  pengusaha  menyalahgunakan  kebijakan  dengan  mencari  keuntungan dari kredit yang diperoleh.'

3. Nasionalisasi De Javasche Bank
Nasionalisasi De Javasche Bank adalah proses pemindahan hak kepemilikan badan usaha Belanda di Indonesia ke pemerintahan Indonesia. Latar belakang nasionalisasi De Javasche Bank adalah sebagai berikut.
1.) Bank  sirkulasi  yang  ada  di  Indonesia  dikelola  oleh  orang  Belanda  bukan Pribumi.
2.) Adanya  peraturan  mengenai  pemberian  kredit  harus  dikonsultasikan  pada pemerintah  Belanda.  Hal  ini  menghambat  pemerintah  dalam  menjalankan kebijakan ekonomi.

Tujuan  nasionalisasi  De  Javasche  Bank  adalah  menaikkan  pendapatan  negara, menurunkan biaya ekspor, dan melakukan penghematan keuangan negara secara drastis.

4. Sistem Ekonomi Ali-Baba
Sistem    ekonomi    Ali-Baba    diprakarsai    oleh Iskaq   Tjokrohadisurjo,    Menteri Perekonomian  pada  masa  Kabinet  Ali  Sastroamijoyo  I.  Dinamakan  Ali-Baba  karena "Ali"  menggambarkan  sebagai  pengusaha  pribumi  dan  "Baba"  sebagai  pengusaha nonpribumi. Oleh sebab itu, diperlukan adanya kerja sama antara Ali dan Baba untuk memajukan perekonomian Indonesia. 

Tujuan  dari  program  ini  adalah  agar  pengusaha  pribumi  bekerja  sama  dengan pengusaha asing, khususnya Cina dalam memajukan ekonomi Indonesia.Melalui    pelaksanaan    sistem    ekonomi    Ali-Baba,   pengusaha   nonpribumi diwajibkan memberikan latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf. 

Pemerintah juga menyediakan kredit  dan  lisensi  bagi  perusahaan  swasta  nasional  dan  memberikan  perlindungan agar  mampu  bersaing  dengan  perusahaan-perusahaan  asing  yang  ada.  Namun, sistem ekonomi Ali-Baba tidak berjalan dengan baik karena hal-hal berikut.

1.) Pengusaha  pribumi  kurang  pengalaman  sehingga  hanya  dijadikan  alat  untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. 
2.) Indonesia menerapkan sistem liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas, tetapi pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas.

5. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek)
Perundingan   masalah   nansial-ekonomi   antara   pihak   Indonesia   dengan   pihak Belanda berusaha diselesaikan oleh Kabinet Burhanuddin Harahap dengan mengirim delegasi  ke  Jenewa,  Swiss.  Delegasi  Indonesia  dipimpin  oleh Anak  Agung  Gede Agung.  Pada  7  Januari  1956  dicapai  kesepakatan  terhadap  rencana  persetujuan Finek berikut. 

1.) Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan. 
2.) Hubungan Finek Indonesia Belanda didasarkan atas hubungan bilateral. 
3.) Hubungan Finek didasarkan pada Undang-Undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.

Namun,  pemerintah  Belanda  tidak  mau  menandatangani  persetujuan  Finek sehingga Indonesia mengambil langkah sepihak berupa pembubaran Uni Indonesia-Belanda pada 13 Februari1956. 

Sebagai tindak lanjut dari pembubaran Uni Indonesia-Belanda, pada 3 Mei 1956, Presiden  Soekarno  menandatangani  undang-undang  pembatalan  KMB.  Dampak dari  pembubaran  Uni  Indonesia-Belanda  dan  pembatalan  KMB  adalah  banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, tetapi pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut, akibatnya banyak perusahaan Belanda yang diambil alih nopribumi (Cina).

6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
RPLT disusun pada Mei 1956 oleh Biro Perancang Negara yang dibentuk pada masa Kabinet  Ali  Sastroamijoyo  II.  Rancangan  Undang-Undang  tentang  RPLT  disetujui oleh DPR pada 11 November 1958.

RPLT   rencananya   akan   dilaksanakan   antara   1956 1961.   Dengan   adanya perubahan  situasi  politik  akibat  ketegangan  antara  pusat  dan  daerah,  sasaran  dan prioritas  RPLT  diubah  melalui  Musyawarah  Nasional  Pembangunan  (Munap)  pada 1957. RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan: 

1.) adanya  depresi  ekonomi  di  Amerika  Serikat  dan  Eropa  Barat  pada  akhir  1957 dan awal 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot; 
2.) perjuangan    pembebasan    Irian    Barat    dengan    melakukan    nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi;
3.) adanya  ketegangan  antara  pusat  dan  daerah  sehingga  banyak  daerah  yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.

7. Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)
Pada masa Kabinet Djuanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah akibat  tidak  meratanya  pembangunan  antara  pusat  dan  daerah.  Masalah  tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan dengan diadakan Munap. 

Tujuan  diadakan  Munap  adalah  mengubah  rencana  pembangunan  agar  dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang.

Dalam  Munap  terjadi  perubahan  sasaran  dan  prioritas  dalam  RPLT  sehingga pembangunan  merata.  Namun,  tetap  saja  rencana  pembangunan  tersebut  tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Berikut ini alasan kegagalan tersebut.
1.) Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.
2.) Terjadi  ketegangan  politik  antarpusat  dan  daerah  yang  tak  dapat  diredakan sehingga menimbulkan pemberontakan PRRI/Permesta.
3.) Penumpasan   pemberontakan   PRRI/Permesta   membutuhkan   biaya   besar sehingga meningkatkan de fisit Indonesia. 
4.) Ketegangan politik Indonesia-Belanda menyangkut masalah Irian Barat semakin panas hingga mencapai konfrontasi bersenjata. 
Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close