News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 15

Contoh Bentuk Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga dan Masyarakat

Contoh Bentuk Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga dan Masyarakat

Penyimpangan sosial adalah suatu fenomena adanya perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Norma harus dipatuhi agar kehidupan manusia berjalan rukun, aman dan damai. 

Namun tetap saja manusia sering melakukan penyimpangan sosial karena faktor-faktor tertentu. Berikut ini contoh bentuk penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat:

a. Penyimpangan Sosial dalam Keluarga
1) tindak kekerasan antara suami dan istri. Suami atau istri yang melakukan kekerasan terhadap pasanganya, baik secara fisik maupun mental dianggap telah melakukanpenyimpangan social.
2) orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak atau sebaliknya baik secara fisik maupun mental juga dianggap sebagai pelaku penyimpangan social dalam keluarga.
3) tindakan kekerasan dalam keluarga atau rumah tangga ini menyebabkan cedera, cacat, atau bahkan hilangnya nyawa seseorang. Tindakan tersebut tergolong tindakan criminal yang harus diproses secara hukum.
Tawuran adalah conth perilaku menyimpang 
b. Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat
1) penyalahgunaan narkoba
narkoba singkatan dari narkotika, psikotoprika, dan bahan aditif lainnya. Obat-obatan yang tergolong narkoba seperti : morfin, heroin, kokain, dan ekstasi pada dasarnya bermanfaat bagi dunia kedokteran selama diberikan atas rekomendasi dokter dan debgan dosis yang tepat. 

Narkoba menjadi terlarang dan berbahaya apabila disalahgunakan. Ketika seseorang mengonsumsi narkoba tanpa rekomendasi dokter, ia akan kecanduan narkoba. 

Penggunaan narkoba dengan dosis yang tinggi akan mengakibatkan terjadinya drownsiness, yaitu penurunan kesadaran seperti setengah tidur dengan ingatan yang kacau. Dalam bahasa anak-anak sekarang disebut teller.
2) tawuran pelajar
tawuran pelajar merupakan perkelahian antar pelajar secara missal. Tawuran berbeda dengan perkelahian biasa dan dapat digolongkan sebagai patologis (penyakit) karena kompleksitas, penyebab, dan akibatnya berbeda. Tawuran memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a) tawuran merupakan hasil dari adanya ikatan persahabatan yang tinggi akan tetapi, mengandung gejala konflik sosial yang tersembunyi dan agresivitasnya negative pada pribadi individu yang bersangkutan.
b) sasaran tawuran tidak begitu jelas bagi pelaku itu sendiri. Oleh karena itu, sasaran serangan dari tawuran biasanya membabi buta dan akhirnya merugikan kelompok-kelompok lainya.
c) tawuran dapat mengembangkan sifat keberanian yang semu pada diri remaja. Mereka bersembunyi dalam kelompok dan dalam suasana yang kacau.
d) tawuran dapat merusaj sportivitas karena dalam kemelut itu tidak aturan yang jelas.
e) Tawuran atau perkelahian pelajar dapat digolongkan sebagai yang menyimpang karena hal itu bertentangan dengan nilai dan masyarakat juga kaidah agama.
3) perilaku seksual di luar nikah
perilaku seksual diluar nikah merupakan tindakan penyimpangan perilaku individu yang menyangkut moral dan melanggar norma-norma kesusilaan. Penyebab perilaku ini diantaranya pelacuran, homo, seksualitas, perkosaan, kumpul kebo, dan pelecehan seksual.
4) Pembunuhan
pembunuhan adalah menghilangkan nyawa seseorang, baik dilakukuan secara sengaja, direncanakan, maupun secara tidak sengaja. Pembunuhan merupakan salah satu bentuk tindak kejahatan.

 Pembunuhan biasanya dilakukuan dalam situast emosi yang meledak-ledak dengan kemarahan yang tidak terkontrol. Tindakan pembunuhan termasuk tindakan kejahatan yang tidak berprikemanusiaan dan pelakunya berarti harus dihukum secara berat.
5) Pornografi
pornogafi termasuk perilaku menyimpang karena karena melanggar nilai dan norma masyarakat. 

Pornografi dapat membuat orang melakukan perbuatan yang menyimpang. Misalnya, melakukan masturbasi atau onani untuk memenuhi dorongan seksualnya, atau bahkan dapat mendorong orang berbuat kejahatan, seperi pelecehan seksual dan pemerkosaan.
6) Judi
sejarah perjudian bermula dari permainan pengisi waktu senggang. Tujuan judi pada waktu itu hanya untuk menghibur hati, jadi sifatnya rekreatif dan netral.

Sekarang jadi beralih fungsi, judi bertujuan untuk merangsang kegairahan dan menaikan ketegangan serta pengharapan untuk menang.

Penyimpangan sosial merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Jika penyimpangan sosial terjadi terus-menerus tanpa ada tindakan nyata maka suatu masyarakat dan bangsa bisa hancur karena sisi kemanusiaannya telah hilang. Kontrol penyimpangan sosial ada di dalam masyarakat itu sendiri dibantu oleh pihak aparatur hukum. 

Gambar: disini

Senin, Desember 4

Bentuk Interaksi Sosial: Kerjasama

Bentuk Interaksi Sosial: Kerjasama

Proses sosial dikatakan asosiatif bila proses itu mengarah pada bentuk kerjasama dan menciptakan kesatuan. 

Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial yang bersifat asosiatif mempunyai empat bentuk, yaitu: kerjasama (kooperasi), akomodasi, asimilasi dan amalgamasi. Kali ini saya akan bahas dulu tentang konsep kerjasama dalam interaksi sosial.

Untuk memahami konsep ini saya akan mengajak Anda terlebih dahulu untuk memahami karakteristik masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang komunalistik, yaitu masyarakat yang menghargai nilai-nilai hidup bersama, tolong menolong, gotong royong, bekerjasama, dan lain-lain. 


Masyarakat seperti ini merupakan masyarakat yang menghindari kehidupan yang individualistik, persaingan, dan konflik. Sebaliknya negara yang mengembangkan ideologi liberalisme seperti negara-negara Barat justru lebih menghargai nilai-nilai individualistik dan  persaingan. 

Nilai-nilai kebudayaan masyarakat seperti itu mempengaruhi cara berpikir, berperasaan, dan  bertindak anggota masyarakatnya. Masyarakat yang komunalistik akan mendorong masyarakatnya untuk lebih mementingkan kerjasama daripada persaingan atau konflik. 
Bentuk Interaksi Sosial: Kerjasama
Gotong royong di desa
Anda sebagai guru tentu pernah mendapatkan tugas dari sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Pekerjaan seperti itu sangat berat bila dikerjakan sendiri dan mungkin hasilnya tidak maksimum. 

Sebaliknya, bila dikerjakan bersama dengan teman sejawat tugas tersebut terasa ringan dan hasilnya bisa optimum. Anda masih ingat pepatah masyarakat kita “berat sama dipikul ringan sama dijinjing.”

Pepatah tersebut menggambarkan dalam kehidupan sosial untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, baik berat maupun ringan, akan lebih mudah bila dikerjakan secara bersama-sama.Interaksi antar teman dalam menyelesaikan pekerjaan disebut dengan kerjasama (kooperasi). 


Dengan demikian, yang dimaksudkan dengan kerjasama adalah usaha bersama antara orang perorang atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. 

Kerjasama dapat terjadi antara orang perorang atau antarkelompok. Kerjasama terjadi digerakkan oleh adanya tujuan bersama yang ingin dicapai. Pelaksanaan kerjasama juga dibutuhkan iklim yang menyenangkan. 

Kerjasama tersebut akan bertambah kuat bila ada bahaya dari luar yang mengancam. Kerjasama dapat terjadi pada kelompok primer, seperti keluarga, dan kelompok sekunder seperti organisasi dan perusahaan.

Kerjasama pada kelompok primer, seperti dalam keluarga, lebih banyak bersifat spontan, tidak ada perencanaan terlebih dahulu. Individu-individu anggota keluarga cenderung membaurkan diri dengan sesamanya di dalam kelompok, dan masing-masing berusaha menjadi bagian dari kelompoknya. 

Dalam kelompok primer ini orang perorang lebih senang bekerja dalam tim selaku anggota tim daripada bekerja sendiri sebagai perorangan. Kerjasama yang terjadi pada kelompok sekunder lebih bersifat direncanakan secara rasional dan sengaja daripada bersifat spontan atau berdasarkan emosi solidaritas. 

Kelompok-kelompok sekunder merupakan kelompok yang bersifat terencana dan diatur, serta umumnya tidak bersifat tatap muka. Kerjasama dalam kelompok sekunder tidak hanya melibatkan anggota organisasi setempat, tetapi melibatkan juga individu-ndividu lain yang melintasi batas-batas daerah atau negara. 

Contoh, kerjasama internasional antarnegara. Kerjasama dapat diupayakan melalui berbagai bentuk. Di antara bentuk-bentuk kerjasama ini mungkin di antara Anda  pernah melakukan. Ada empat bentuk kerjasama yang selama ini terjadi di masyarakat, yaitu:

1. Tawar menawar (bargainning)
Adalah bagian dari proses pencapaian kesepakatan untuk pertukaran barang atau jasa. Contohnya kerjasama antara pedagang dan pembeli.
2. Kooptasi (cooptation)
Adalah usaha ke arah kerjasama yang dilakukan dengan jalan menyepakati pimpinan yang akan ditunjuk untuk mengendalikan jalannya organisasi atua kelompok.
3. Koalisi (coaliton)
Adalah usaha dua organisasi atau lebih yang mengejar tujuan tertentu yang sama dengan cara yang kooperatif. Contohnya koalisi partai politik di parlemen.
4. Patungan (joint-ventura)
Adalah usaha bersama untuk mengusahakan suatu kegiatan demi keuntungan bersama yang akan dibagi nanti secara proporsional dengan cara saling mengisi kekurangan masing-masing partner. Contohnay joint ventura antara Pertamina dengan Exon Mobil.
Gambar: disini

Senin, November 27

Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial

Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial

Manusia merupakan mahluk sosial alias tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu berinteraksi dalam kehidupannya. Kali ini akan bahas tentang pengertian dan syarat interaksi sosial dalam bermasyarakat. 

Pertama-tama saya akan mengajak Anda untuk memahami hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia sebagai individu membutuhkan individu lain dan harus berinteraksi dengan individu lain. 

Menurut Anda apa yang bisa dilakukan oleh seorang bayi yang baru lahir dan apa yang terjadi bila bayi tersebut ditinggal sendiri tanpa ada orang lain di sekitarnya?.

Anda tentu setuju dengan saya bahwa bayi yang baru lahir seperti itu hanya bisa melakukan gerakan yang sangat terbatas dan hanya bisa menangis, tanpa bisa melakukan apapun bila bayi tersebut membutuhkan sesuatu, misalnya makan dan minum. 

Mustahil bayi yang baru lahir dapat memenuhi kebutuhan makan dan minum sendiri, demikian juga dengan kebutuhan lain. Bila tidak ada orang lain, misalnya orangtua, saudara, dan lain-lain, maka bayi itu mungkin akan meninggal. 

Demikian pula ketika tumbuh menjadi remaja, dewasa, dan tua sekalipun, seseorang tidak akan mungkin memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. 

Anda seperti orang lain tentu juga mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak mungkin semua kebutuhan itu dipenuhi sendiri. Anda niscaya membutuhkan orang lain. Untuk memenuhinya Anda harus melakukan interaksi sosial. 

Nah, di sini kita akan membicarakan konsep  interaksi sosial. Menurut Anda, apakah yang dimaksudkan dengan interaksi sosial. Coba bandingkan jawaban Anda dengan pengertian di bawah ini!

Interaksi sosial adalah proses di mana orang-orang yang menjalin kontak dan berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Interaksi sosial terjadi antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Yang terpenting dalam interaksi sosial adalah pengaruh timbal balik. 
 
Bagaimana, kamu sudah ngerti kan sekarang tentang definisi interaksi sosial?. Sekarang kita lanjut melihat syarat interaksi sosial.
Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial
Manusia mahluk yang selalu berinteraksi
Syarat Interaksi Sosial
Agar interaksi sosial dapat berlangsung dibutuhkan dua syarat yaitu: adanya kontak sosial dan komunikasi.  Pernahkan Anda  memegang sebuah patung? Apakah patung tersebut memberikan reaksi balik?.

Tentu saja tidak ada reaksi balik. Kontak dengan benda mati tidak dapat dikategorikan sebagai kontak sosial karena tidak ada reaksi dari benda mati tersebut. Bagaimana bila yang Anda pegang itu adalah bagian tubuh tertentu dari seorang teman yang berlawanan jenis kelamin? 

Bagaimana reaksi dari teman tersebut? Apakah dia hanya diam saja seperti benda mati. Tentu saja tidak. Dia akan memberikan reaksi terhadap tindakan Anda tersebut. 

Teman Anda tentu akan marah dan menganggap sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan atau  merupakan tantangan untuk berkelahi. Tindakan yang Anda lakukan dapat dikategorikan sebagai kontak sosial karena mendapatkan reaksi dari orang lain.

Kontak sosial tidak hanya tergantung pada tindakan seseorang, tetapi juga sangat tergantung pada reaksi terhadap tindakan itu. Dengan demikian kontak sosial terjadi bila melibatkan antarmanusia  dan saling memberikan aksi dan reaksi. 

Kontak sosial tidak dapat terjadi antara manusia dengan benda mati. Kontak sosial dapat berlangsung melalui dua bentuk, yaitu: kontak sosial secara langsung (face to face) dan secara tidak langsung (melalui media perantara).

Kita mempunyai kebiasaan berjabat tangan bila bertemu dengan saudara atau teman. Kita juga pernah mengirim pesan singkat (SMS), menelepon, dan mengirim surat kepada orang lain. 

Berjabat tangan merupakan contoh kontak sosial face to face, sedangkan mengirim SMS, menelepon dan berkirim surat merupakan contoh kontak sosial yang dilakukan secara tidak langsung karena menggunakan perantara. 

Pada zaman modern seperti sekarang orang menjalin kontak sosial dengan orang lain tidak harus dilakukan secara langsung (face to face), melainkan bisa memanfaatkan media sebagai perantara, seperti handphone, telepon rumah, surat, internet, telegram, e-mail, dan bahkan orang. Namun ada norma-norma sosial yang mengatur penggunaan media-media itu. Bila norma-norma itu dilanggar akan mendapatkan sanksi. 

Kontak sosial saja belum cukup untuk menjalin interaksi sosial masih dibutuhkan syarat lain yaitu: adanya komunikasi. Dalam menjalin kontak sosial diharapkan orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. 

Agar orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan dibutuhkan apa yang disebut dengan komunikasi. Penyampaian pesan dapat dilakukan baik melalui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. 

Komunikasi verbal adalah penyampaian pesan melalui simbol-simbol suara yang mempunyai makna atau arti, sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi melalui bahasa tubuh (body language)  atau gerakan tubuh (gesture). 

Contoh komunikasi verbal adalah guru menjelaskan materi interaksi sosial kepada siswa dengan menggunakan lambang-lambang suara. Contoh komunikasi nonverbal adalah  menganggukan dan menggelengkan kepala, menangis, tertawa, tersenyum, dan mengepalkan tangan.

Sumber: Modul Pelatihan P2KGS Dinas Pendidikan Kota. Ali, Imron, S. Sos, MA. 
Gambar: disini 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close