Guru Geografi: Geologi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan

Senin, April 17

Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi

Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi

Gunung api merupakan bentukkan alam yang luar biasa. Selama beberapa dekade para ahli geologi dibuat bingung dengan mekanisme terbentuknya gunung api yang disebut dengan busur gunung api di Samudera Pasifik. 

Busur vulkanik ini mencapai 10 -25 persen dari total gunung api di Indonesia. Gunung api ini muncul saat salah satu lempeng kulit bumi masuk ke bawah lempengan lain atau disebut juga subduksi. Baca juga: Geologi patahan Lembang Bandung

Apa yang belum jelas dari mekanisme ini adalah apa faktor yang mengendalikan, dan bagaimana kedalaman fluida magma dan lelehan batuan yang menghasilkan gunung api sehingga muncul naik ke permukaan membentuk letusan gunung api?. 

Mekanisme ini menghasilkan banyak deposit logam di dunia jadi dengan mempelajari proses terbentuknya, maka kita bisa mengetahui dimana sumber deposit bahan galian ini berada.
Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi
Proses Subduksi Lempeng
Menurut hasil riset ahli geologi Timothy Grove, menjelaskan bahwa kedalaman subduksi lempeng tektonik yang melelehkan batuan adalah bervariasi dari 60 km sampai 170 km di di dasar permukaan bumi. Hal ini berdasarkan faktor-faktor tertentu. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Penemuan variabilitas kedalaman ini menjawab pertanyaan "mengapa" gunung api bisa muncul. Varibel kunci utama adalah mineral yang disebut klorit yang terbentuk di matel bumi di atas kerak samudera. Kecepatan dua lempeng tektonik yang saling bertabrakan, secara relatif memengaruhi kedalaman pencairan batuan. 

Klorit mengandung sejumlah besar air dan air ini dilepas ketika klorit rusak oleh kombinasi antara suhu dan tekanan. Dengan memahami kunci dasar proses ini maka kita bisa mengetahui sturktur termal dari gunung api, namun belum bisa menjelaskan bagaimana busur gunung api bisa terbentuk. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus
Terbentuknya Gunung Api di Zona Subduksi
Gunung Merapi Indonesia
Memahami proses terbentuknya gunung api sangat penting karena sebagian besar deposit utama logam seperti emas, perak dan tembaga muncul pada formasi tersebut. Jadi bagi yang tertarik untuk meneliti tentang proses terbentuknya busur cincin api, boleh ikut gabung di tim riset Grove. 

Gunung api memang sangat diperlukan bagi kehidupan. Tanpa gunung api maka tidak akan ada daratan, batuan bahkan tanah. Tidak ada lahan pertanian subur tanpa gunung api. Jadi gunung api merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan di Bumi. 

Kalau pun gunung api meletus maka ia sejatinya sedang memberikan bahan kebutuhan untuk keberlanjutan kehidupan yang baru. 
 
Gambar: indiancountrymedianetwork.com, img13.deviantart.net

Jumat, April 7

Terbentuknya Hot Spot Volcano Island

Terbentuknya Hot Spot Volcano Island

Kebanyakan gunung api terbentuk di batas lempeng atau subduksi, namun ada beberapa yang terletak jauh di tengah-tengah lempeng. Area ini dinamakan intraplate volcanism atau hot spot volcano. 

Kegiatan vulkanisme ini tidak berhubungan dengan gerakan lempeng di batas-batasnya. Baca juga: Pembentukan awan di langit

Menurut teori saat ini, tidak semua hot spot volcano dihasilkan dari mantle plume. Mantel plume merupakan material panas yang muncul naik dari dalam bumi karena arus konveksi. Mantel plume dapat digambarkan seperi balon panjang yang ditiup dan berbentuk juga seperti jamur. Beberapa mantle plume ini punya diameter dari 500 - 1.000 km. 

Pada saat mantle plume naik, terkanan akan turun namun suhu tetap tinggi. Hal ini menyebabkan pelelehan dekompresional dari bahan mantel bumi tersebut. Ilmuwan percaya bahwa aliran lava basalt diproduksi saat mantle plume mencapai litosfer.
Terbentuknya Hot Spot Volcano Island
Pembentukan hot spot volcano island
Banyak ilmuwan percaya bahwa mantle plume mungkin berasal dari inti bumi. Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa hot spot volcano dapat ditemukan dengna kedalaman lebih dangkal di mantel bumi dan dapat bermigrasi perlahan-lahan dalam skala geologi. 

Gunung api di atas hot spot tidak meletus selamanya. Ia melekat pada lempeng tektonik di bawahnya, lalu lempeng tektonik bergerak dan akhirnya keluar dari titik hot spot. Tanpa sumber magma gunung api akan mati dan mendingin. 

Pendinginan ini menyebabkan batuan gunung api menjadi lebih padat. Sementara di titik hotspot, gunung api baru terus diciptakan. Baca juga: Perbedaan stalaktit dan stalagmit
Hot Spot Volcano
Banyak geolog percaya bahwa ada 40-50 hot spot di seluruh bumi meski angka ini dapat bervariasi karena perbedaan definisi dai hot spot itu sendiri. Hot spot volcano utama di bumi antara lain Islandia hot spot, Reunion hot spot, Afar Hot spot dan Hawaii hot spot. 
Terbentuknya Hot Spot Volcano Island
Caldera Yellowstone
Aktivitas vulkanik di titik hot spot dapat membuat gunung api dasar laut yang dikenal dengan seamount. Beberapa ilmuwan percaya bahwa gunung api laut berjasa membangun 28.8 juta km persegi daratan di permukaan bumi. 

The Louisville Seamount Chain tersusun atas lebih dari 80 gunung laut yang membentang sejauh 4.000 km di Samudera Pasifik selatan, berjarka sekitar 1.500 km dari Welllington Selandia Baru.

Hots spot juga bisa terbentuk di atas benu contohnya Yellowstone Hots Spot. Yellowstone menghasilkan fitur vulkanik mengarah ke timur laut sejauh 650 km. Lebih dari 16 juta tahun, hot spot ini telah menghasilkan 15 - 20 letusan besar yang meninggalkan depresi vulkanik raksasa bernama kaldera. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

Hot spot tidak selalu menghasilkan gunung api yang memuntahkan lava. Kadang magma memanaskan air tanah di bawah permukaan bumi yang menyebabkan uap air meletus atau geyser. Ketinggian letusan geyser ini bisa mencapai 50 m lebih.
Gambar: volcanoes-in-aus.weebly.com, businessinsider.com, youtube

Selasa, April 4

Mid Ocean Ridge atau Tanggul Dasar Samudera

Mid Ocean Ridge atau Tanggul Dasar Samudera

Mid Ocean Ridge atau MOR menyelimuti bumi ini seperti jahitan pada bola baseball. MOR membentang sejauh 65.00 km di seluruh bumi. Mayoritas sistem tanggul tektonik ini berada di bawah lautan dengan kedalaman rata-rata 2.500 meter di bawah permukaan air laut. 

MOR mulai ditemukan pada tahun 1950an karena keberadaannya yang jauh di dasar laut sehingga luput dari mata manusia. Baca juga: Beda geosentris dan heliosentris

MOR atau punggung laut secara geologi penting karena ia terbentuk di batas sepanjang lempeng divergen dimana lantai samudera tercipta bersamaan dengan lempeng bumi yang menyebar. 

Ketika dua lempengan kerak bumi terpisah, magma cair akan naik ke dasar laut menghasilkan letusan gunung api besar bertipe basalt dan membangun jaringan rantai gunung api terpanjang di dunia. Karena mayoritas erupsi berada di dasar lautan, MOR sering sulit diidentifikasi. 
Peta Lantai Samudera
Tingkat sebaran punggung laut ini bervariasi, ada yang lambat tidak lebih dari 1-3 cm per tahun dan ada yang bergerak menyebar denga kecepatan 10-20 cm per tahun. Kecepatan penyebaran memengaruhi topografi punggungan laut yang akan dihasilkan. 

Penyebaran yang lambat akan menghasilkan topografi yang tidak teratur dan lereng curam serta relatif sempit. Penyebaran yang cepat akan menghasilkan profil punggung laut yang lebih luas dengan lereng yang lebih landai.

Dua MOR yang sangat diperhatikan oleh para ilmuwan adalah Mid Atlantic Ride (MAR) dan East Pasific Rise (EPR). Mid Atlantic membangun lantai Samudera Atlantik dengan kecepatan pergerakan 5 cm per tahun dan membangun lembah retakan seperti Grand Canyon. 

Sebaliknya East Pasific Rise menyebar dengan kecepatan 6-16 cm per tahun. Karena kecepatannya tinggi maka EPR tidak meghasilkan lembah besar namun hanya puncak gunung api halus dengan celah pendek dari MAR. Baca juga: Genesa batuan beku

Meski peralatan canggih ditemukan, namun fenomena MOR ini tetap masih banyak menyisakan misteri bagi para ilmuwan. MOR juga terbentuk di Venus, Mars bahkan Bulan. Jadi, fase pembentukkan mid ocean ride adalah sebagai berikut:
1. mantel bumi panas naik.
2. magma kemudian melehkan litosfer.
3. lava kemudian muncul ke atas permukaan dasar lautan dan membentuk kerak baru.
4. lemoeng kerak bumi baru terpisah, mendingin dan semakin menebal.

Baca juga: Kenapa suhu air laut beda-beda
Untuk lebih memahaminya, silhkan lihat video dibawah ya.
Sumber: youtube, profemartin.wordpress.com

Patahan San Andreas California

Patahan San Andreas California

Patahan San Andreas merupakan salah satu batas patahan geser antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. Patahan ini membagi California menjadi dua wilayah dari Cape Mendocino sampai ke perbatasan Meksiko. 

San Diego Los Angeles dan Big Sur merupakan bagian Lempeng Pasifik. San Fransisco, Sacramento dan Siera Nevada berada di atas Lempeng Amerika Utara. Meskipun gempa besar legendaris terjadi pada 1906 di San Fransisco, namaun sesar atau patahan San Andreas tidak melewati kota. 

Patahan San Andreas masuk tipe transform fault. Bayangkan saja kamu sedang menempatkan dua potongan pizza di atas meja, lalu kamu gesekan batas antara kedua pizza tersebut hingga saling bergeekan satu sama lain. 

Topping pizza nantinya akan berjatuhan ke sisi pizza yang lain. Prinsip ini sama halnya terjadi dalam skala geologi dengan mekanisme yang lebih rumit tentunya. Baca juga: Patahan dextral dan sinistral

Lempeng bumi secara perlahan bergerak melewati lempengan satu sama lain dengan kecepatan beberapa inci per tahun. Tapi ini bukan gerakan yang tetap namun gerakan rata-rata. Selama bertahun-tahun lempengan tektonik akan terkunci tanpa gerakan satu sama lain karena mereka saling mendorong. 

Namuns satu ketika, ada kalanya lempengan tergelincir beberapa kaki sekaligus sehingga menghasilkan gempa dan pergeseran. Lempengan yang bergeser itulah yang membuat gempa terjadi di daerah patahan. Contoh lainnya adalah gempa patahan di Pidie Aceh Jaya beberapa waktu silam. Baca juga: Mengapa cuaca daerah cepat berubah?.
Sesar San Andreas
Di beberapa lokasi seperti Carrizo Plain dan Olema Trough, patahan mudah untuk terlihat sebagai rangkaian lipatan pegunungan. Di beberapa tempat lain, patahan akan terlihat lebih halus dan tidak bergerak bertahun-tahun ditutupi sedimen aluvial dan ditumbuhi berbagai vegetasi. 

Ciri utama dari Patahan San Andreas adalah adanya batu yang berbeda di kedua sisinya. Blok Salinian Granit ada di California Tengah dan Utara berasal dai Southern California, beberapa bahkan berasal dari Meksiko Utara. 

Pinnacles National Monument di Monterey County hanya setengah dari komplesk gunung api, bagian lainnya berjarak 200 mil tenggara Los Angeles County dan dikenal sebagai Neenach Volcanics. Baca juga: Patahan Lembang Bandung

Patahan San Andreas lebih mudah dilihat daripada patahan yang lain di dunia. Dengan populasi yang besar di California dan iklim yang hangat, ada banyak jalan yang melewati patahan ini. Daerah ini sangat cocok untuk camping, menikmati bunga dan satwa liar dan mengamati migrasi burung. Gambar: cdn.inquisitr.com, youtube

Minggu, April 2

Tahapan Siklus Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf

Tahapan Siklus Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf

Batuan merupakan bahan utama pembentuk kulit bumi. Tanpa ada batuan, maka tidak akan pernah ada daratan dan kehidupan mahluk hidup di atasnya. 
 
Batuan berasal dari magma yang membeku. Ada tiga jenis batuan secara umum yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. 

Semua batuan tersebut berasal dari bahan yang sama yaitu magma. Faktor lingkungan lah yang membuat perbedaan jenis batuan di permukaan bumi. 
 
Jadi batuan itu pada dasarnya mengalami suatu siklus yang dinamakan siklus batuan. Bagaimana proses siklus batuan?. Berikut ulasannya.
Tahapan Siklus Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Magma merupakan bahan utama pembentuk batuan
1. Pembekuan Magma
Magma merupakan aktor utama dari adanya batuan di permukaan bumi. Magma adalah cairan silikat panas yang ada di dalam bumi. Tidak semua titik di bawah permukaan bumi bisa diterobos oleh magma. Karena sifat magma yang panas, maka ia menghasilkan tekanan. Akhirnya magma naik menerobos kulit bumi.

Selama penerobosan ini, magma kemudian membeku karena pengaruh lingkungan yang mulai mendingin. Magma mengkristal sehingga menghasilkan batuan beku. Batuan beku ini terdiri dari batuan beku dalam, batuan beku korok dan batuan beku luar. Perbedaan lokasi pembekuan menyebabkan perbedaan butir kristal batuan. 

Semakin dalam batuan beku terbentuk maka kristal yang dihasilkan semakin besar dan kasar, sementara jika jika mengalami pembekuan di luar permukaan bumi maka kristal batuan semakin halus. Contoh batuan beku antara lain granit, basalt, diorit, riolit, batuapung, obsidian dan andesit.

2. Pengaruh Gaya Eksogen
Batuan beku yang sudah mengeras di permukaan bumi akan berinteraksi dengan gaya-gaya eksogen mulai dari pengangkatan, erosi dan sedimentasi. Hujan dan teriknya matahari membuat batuan menjadi melapuk. 

Bongkahan batu besar dipecah menjadi butiran-butiran batuan kecil. Selanjutnya batuan-batuan kecil tersebut akan terangkut oleh berbagai media mulai dari air, angin, es dan gelombang laut. 

Selanjutnya batuan yang terangkut akan sampai di wilayah cekungan dan mengendap. Proses inilah yang dinamakan sedimentasi. Sedimen-sedimen banyak ditemukan di daerah cekungan karena topografi cekungan tidak memungkinkan lagi suatu massa untuk bergerak kecuali cekungan tersebut mengalami perubahan relief.
Tahapan Siklus Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf
Tahapan Siklus Batuan
3. Pembentukkan Batuan Sedimen
Sedimen-sedimen tadi lambat laun akan semakin banyak dan berat. Kumpulan sedimen kemudian akan mengeras atau mengalami sementasi sehingga menjadi batuan sedimen. Material-material sedimen bervariasi di beberapa tempat. 

Di daerah sungai kamu akan menjumpai batu konglomerat yang berasal dari batu-batu bulat yang ter-semenkan dengan pasir di sungai. Di daerah gurun kamu akan menemukan endapan batupasir. 

4. Perubahan Menjadi Batuan Metamorf
Batuan beku dan batuan sedimen banyak terdapat di dalam bumi dan tidak tersingkap oleh oleh gaya eksogen. Hal ini akan menyebabkan tekanan dan suhu yang tinggi di dalam bumi. Pengaruh suhu dan tekanan ini menyebabkan batuan akan berubah bentuk menjadi batuan metamorf. Contoh batuan metamorf antara lain marmer, gneiss dan rijang. 

5. Peleburan Batuan
Batuan akan kembali lagi menjadi magma melalui proses peleburan. Peleburan ini terjadi bila batuan kembali turun ke bawah bumi oleh gaya tektonik seperti subduksi. Kemudian batuan akan kembali berinteraksi dengan magma dan mencair kembali.
 
Gambar: theatlantic.com, mstworkbooks.co.za

Jumat, Maret 24

Lingkungan Pengendapan Batuan Sedimen

Lingkungan Pengendapan Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang paling banyak tersebar di permukaan bumi. Bila dalam satu lapisan batuan dijumpai suatu perubahan secara lateral, litologi, besar butir, warna, struktur dan sifat lainnya maka lapisan batuan tersebut terdapat perubahan fasies. 

Artinya terjadi perubahan kondisi pada saat pengendapan. Fasies sedimentasi dapat diartikan pula sebagai kenampakan atau sifat fisik umum satu bagian dari sebuah tubuh batuan yang berbeda dari bagian yang lainnya. Baca juga: Faktor pro dan nati natalitas

Dengan melihat dan menganalisa perbedaan karakteristik pada lapisan-lapisan batuan serta fasies maka dapat diketahui mekanisme, kondisi dan tempat pengendapan sedimen sebelum menjadi batuan. Inilah yang dinamakan lingkungan pengendapan dan dari sini digambarkan atau direkonstruksi geografi purba atau paleo geografi ketika pengendapan terjadi di masa lalu.
Endapan pasir di sungai
Secara umum dikenal tiga lingkungan pengendapan yaitu lingkungan darat (non marine), transisi dan laut (marine). Beberapa contoh lingkungan darat contohnya endapan rawa, sungai dan danau, angin dan gletser. Endapan transisi merupakan endapan yang ada di daerah antara darat dan laut, delta, laguna dan litoral. Sementara endapan laut adalah endapan neritik batial dan abisal. Baca juga: Beda sesar dextral dan sinistral

Endapan Sungai
Sungai merupakan sarana atau wadah utama yang mentransport sedimen sepanjang daratan. Endapannya dijumpai hampir di semua lokasi yang dilalui namun berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya tergantung tipe arus, energi pengangkutan dan beban sedimennya. Sungai besar dan lebar arusnya tenang, mengendapkan endapan berbutir kasar hingga halus. 

Saat banjir terjadi, lanau dan lempung diendapkan di dataran banjir. Sedimen organik terkumpul pada alur-alur yang sudah tidak dialiri air. Akan tetapi pada sungi yang sempit dan arus besar hasil endapannya berbutir kasar, kerakal dengan pemilahan buruk yang disebut endapan aluvial. Pada kaki lereng curam endapannya berbentuk kipas yang berbutir kasa hingga pasir, pemilahannya buruk dan berstruktur silang silur. Gambar: explanet.info
Lingkungan Pengendapan
Endapan Danau
Endapan ini terakumulasi di tepian atau offshore dan di dasar danau. Endapan tepian danau biasanya punya ukuran kerikil dan pasir, pemilahannya baik, berbentuk tepian (beach) atau punggungan memanjang (bar). 

 Ketika aliran sungai masuk ke danau maka kecepatan dan energinya menurun dan sedimen yang terbawa akan mengendap dan menyebar ke arah danau membentuk delta. Pada bagian depan delta terendapkan sedimen halus dan di dasar terbentuk lapisan-lapisan tipis laminasi.

Endapan Angin
Disebut juga eolian deposit yaitu sedimen yang dibawa angin. Ukuran sedimen ini lebih halus dibandingkan yang dibawa oleh air. Hasil endapan akan terkumpul sebagai tumpukan pasir terpilah baik, berbentuk bukit-bukit rendah di padang pasir atau pantai. 

Endapan Delta
Delta di laut berkembang ke arah laut dimana sungai bermuara dan mengendapkan beban sedimen yang dibawanya. Delta yang besar-besar pengendapannya sangat kompleks dengan sedimen kasar di bagian alurnya, sedimen halus diendapkan diantara alur-alur serta sedimen paling halus diendapkan di dasar laut. Baca juga: Beda Big Bang dan Keadaan Tetap

Sedimen Lepas Pantai
Air tawar yang menuju muara masih dapat terus mengalir hingga menuju arah laut. Sedimen yang halus terbawa sebagai larutan secara perlahan-lahan mengendap di dasar laut atau bisa juga diserap oleh organisme permukaan dan dipisahkan menjadi bulatan-bulatan kecil dan jatuh ke dasar. Mayoritas sedimen laut yang kasar diendapkan hingga 5-6 km dari daratan setelah disebar oleh arus pantai. Sedimen kasar juga dijumpai di lepas pantai yang terendapkan saat muka air laut turun.

Endapan Karbonat
Sedimen karbonat berasal dari biogenik terakumulasi di paparan benua dimana sedimen yang datang darat sangat sedikit. Iklim dan suhu permukaan laut yang cukup hangat untuk mendukung melimpahnya pertumbuhan organisme yang memisahkan karbonat. Sedimen karbonat biasanya terakumulasi sebagai hamparan melebar dan datar yang membatasi benua atau ke atas membentuk daratan di dasar laut. 

Sedimen ini dominan berasal dari rombakan cangkang berukuran pasir, bersamaan dengan endapan anorganik yang menghasilkan lumpur karbonat. Rombakan bertekstur kasar ini terdapat di dekat terumbu koral dan alga di daerah keruh dengan arus cukup kuat. 

Endapan Laut Dalam
Endapan laut dalam memerlihatkan dengan sedimen campuran yang sebagian besar adalah hasil aktifitas biologi air permukaan dan sebagian sedimen darat yang telah ditransport sangat jauh dari daratan benua yang menuju ke laut dalam. Baca juga: Bahaya mengancam di patahan Lembang Bandung

Rabu, Maret 22

Genetika Sungai: Superposed, Anteseden, Konsekuen, Subsekuen, Resekuen, Obsekuen dan Insekuen

Genetika Sungai: Superposed, Anteseden, Konsekuen, Subsekuen, Resekuen, Obsekuen dan Insekuen

Sungai pada dasarnya merupakan aliran air yang melaju pada sebuah saluran di atas permukaan bumi. Seiring berjalannya waktu, suatu sistem jaringan sungai akan membentuk pola pengaliran tertentu diantara saluran induk dengan cabang-cabangnya dan pembentukan pola pengaliran ini sangat ditentukan oleh faktor geologi di sekitarnya. 

Bentuk atau pola aliran sungai dapat diklasifikasikan atas dasar bentuk dan teksturnya. Bentuk atau pola tersebut berkembang dalam merespon topografi dan struktur geologi permukaannya. Baca juga: Rumus kelembaban relatif

Saluran sungai berkembang ketika air permukaan atau run off meningkat dan batuan dasarnya kurang resisten terhadap laju erosi. Kali ini kita akan melihat klasifikasi genesa sungai menurut hubungan struktur perlapisan batuannya.Gambar: uwgb.edu
Genetika Sungai: Superposed, Anteseden, Konsekuen, Subsekuen, Resekuen, Obsekuen dan Insekuen
Contoh Genetika Aliran Sungai
1. Sungai Superposed
Disebut juga sungai Superimposed merupakan sungai yang terbentuk di atas permukaan bidang struktur dan dalam perkembangannya erosi vertikal sungai kemudian memotong ke bagian bawah hingga mencapai permukaan bidang struktur dan akhirnya sungai mengalir ke bagian yang lebih rendah. Sungai superposed dengan kata lain berkembang belakangan dibandingkan pembentukkan struktur batuannya. Baca juga: Efek coriolis dan dampaknya

2. Sungai Anteseden
Merupakan sungai yang lebih dulu ada dibandingkan dengan keberadaan struktur batuannya dan dalam perkembangannya air sungai mengikis hingga ke bagian struktur batuan di bawahnya. Erosi ini dapat terjadi karena erosi vertikal lebih intens dibanding erosi lateral.
Mau video pembahasan soal UN/SBMPTN?OSN Geografi?

3. Sungai Subsekuen
Merupakan sungai yang berkembang disepanjang suatu garis atau zona yang resisten. Sungai ini pada umumnya dapat dijumpai mengalir di sepanjang jurus perlapisan batuan yang resisten terhadap erosi seperti batupasir. 

4. Sungai Resekuen
Merupakan sungai yang mengalir searah dengan arah kemiringan lapisan batuan namun sungai resekuen berkembang belakangan. 

5. Sungai Obsekuen
Merupakan sungai yang berlawanan arah terhadap arah kemiringan lapisan dan berlawanan terhadap sungai konsekuen. Sungai konsekuen mengalir searah dengan arah lapisan batuan.

6. Sungai Insekuen
Merupakan aliran sungai yang mengikuti suatu aliran dimana lereng tidak dikontrol oleh faktor kemiringan asli, struktur atau jenis batuan. Baca juga: Update kode diskon quipper video terbaru 2018

Selasa, Maret 21

Tipe Lipatan Pegunungan (Folded Mountain)

Tipe Lipatan Pegunungan (Folded Mountain)

Lipatan pegunungan dihasilkan dari lempeng kerak bumi yang tertekan dari dua arah. Saat lempeng tektonik tertekan, struktur lapisan batuan akan menyebabkan batuan melipat membentuk suatu bukit, singkapan batuan dan deretan pegunungan.

Lipatan pegunungan tercipta dari pross orogenesa. Orogenesa membutuhkan waktu jutaan tahun untuk menciptakan lipatan pegunungan. Tapi kamu bisa membuatnya dalam hitungan detik dengan menggunakan media taplak meja yang kamu tekan hingga melipat. 

Baca juga:
Jenis-jenis presipitasi di atmosfer
Perbedaan batuan beku dalam dan luar

Lipatan pegunungan sering diasosiasikan dengan kerak benua. Mereka diciptakan di batas lempeng konvergen, kadang-kadang disebut juga zona tumbukkan atua zona kompresi. Dalam zona kompresi, gaya tektonik membuat batuan di tepi benua menjadi kurang stabil sehingga mereka sangat rentan terhadap pelipatan.
Tipe Lipatan Pegunungan (Folded Mountain)
Pegunungan Alpen
Deformasi batuan terjadi karena ada gaya tegasan sehingga batuan bergerak dari kedudukan awal sehingga membentuk lengkungan. Menurut bentuk lengkungannya, lipatan dibagi menjadi sinklin dan antiklin. Sinklin adalah bentuk lipatan yang cekung ke arah bawah sementara antiklin adalah lipatan yang cembung ke atas.

Pegunungan Lipatan umum dijumpai di seluruh dunia seperti Himalaya, Andes, Alpen merupakan contoh pegunungan lipatan aktif. Himalaya membentang dari perbatasan Cina, India, Nepal, Pakistan. Himalaya terbentuk dari tabrakan lempeng India dengan lempeng Eurasia. 

Himalaya tersusun atas batuan sedimen sepeti serpih dan kapur. Sementara batuan metamorf mencakup sekis dan gneiss. Intrusi batuan beku juga muncul di sela-sela pegunungan Himalaya. Baca juga: Pola aliran sungai di permukaan bumi

Pegunungan Andes merupakan rangkaian pegunungan terpanjang di dunia, membentang di pantai barat Amerika Latin melewati Ekuador, Peru, Bolivia, Cile dan Argentina. Batuan sedimen dan metamorf Andes tercipta dari beberapa gunung api aktif dan non aktif yang ada di dalamnya. 
Yuk subscribe channel gurugeografi!
Alpen merupakan puncak dari semenanjung Italia. Ia membentang di seluruh Italia, Slovenia, Austria, Jerman, Swiss, Leichenstein, Monaco dan Perancis. Lempeng kecil Adriatic menabrak lempeng Eurasia di utara. Geologi Alpen termasuk batuan sedimen dan metamorf, sementara batuan beku berasal dari dasar laut yang kemudian terangkat dalam proses lipatan. Baca juga: Potensi air tanah permukaan dan dalam
Tipe Lipatan Pegunungan (Folded Mountain)
Proses Pelipatan Batuan

Tidak semua lipatan pegunungan dapat muncul ke permukaan membentuk puncak. Appalachian membentang di sepanjang pantai timur Amerika Utara memiliki relief rendah dengan lereng yang tidak curam. Jutaan tahun lalu Appalachia lebih tinggi dari Himalaya namun mengalami erosi. 

Appalachian mulai melipat sekitar 480 juta tahun lalu saat lempeng Amerika Utara bertabrakan dengan lempeng Afrika kemudian aktifitas tektonik menyebabkan superbenua Pangaea terpisah. Baca juga: Kerak benua dan kerak samudera
Tipe Lipatan Pegunungan (Folded Mountain)
Sumbu Lipatan Pegunungan
Menurut sumbu lipatannya, ada empat jenis folded mountain yaitu
1. Lipatan Tegak (Symetrical Folds), merupakan lipatan pegunungan dengan sumbu pelipatan tegak lurus dengan bidang horizon tanah sehingga kedua sayap sama persis.
2. Lipatan Miring (Asymetrical Folds), merupakan lipatan pegunungan dengan sumbu pelipatan miring dengan bidang permukaan tanah.
3. Lipatan Menggantung (Overturned Folds), merupakan lipatan pegunungan dengan sumbu pelipatan kurang dari 45 derajat sehingga membuat salah satu sisinya terlihat menggantung.
4. Lipatan rebah (Recumbent Folds), merupakan lipatan pegunungan dengan sumbu lipatan hampir sejajar dengan permukaan tanah sehingga terlihat menindih lapisan dibawahnya. Baca juga: Rumus teori titik henti

Tipe Lipatan Pegunungan (Folded Mountain)
Tipe Lipatan Pegunungan

Ahli geologi juga membuat klasifikasi lipatan pegunungan menurut bentuk khasnya yaitu:
1. Monoklin, merupakan lipatan pegunungan dimana semua lapisan batuan memiliki arah kemiringan yang sama.
2. Chevron, merupakan lipatan berbentuk tajam dengan lapisan batuan seperti zig-zag.
3. Slump, terbentuk dari masswasting.
4. Ptygmatic, merupakan lipatan pegunungan yang terbentuk dari material yang kental umumnya batuan metamorf yang mencair ke dalam lapisan batuan.
5. Disharmonic, merupakan lipatan pegunungan yang menunjukkan formasi batuan dengan jenis berbeda pada setiap lapisannya. Baca juga: Perbedaan stalaktit dan stalagmit

Gambar:
s3.amazonaws.com, www.tulane.ed
upload.wikimedia.org, flugplatzwangen.ch

Jumat, Maret 10

Jenis Tekstur Batuan Beku

Jenis Tekstur Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari pembekuan atau kristalisasi magma. Ada tiga jenis batuan beku menurut lokasi terbentuknya yaitu batuan batuan beku dalam (plutonik), batuan beku gang (hypabisal) dan batuan beku luar (ekstrusif). 

Perbedaan lokasi pembekuan tersebut membuat perbedaan terhadap tekstur batuan beku dan jenis batuannya. 

Geolog akan melihat ukuran kristal mineral terlebih dahulu karena ukuran kristal akan memperlihatkan tingkat pendinginan namun juga sering dipengaruhi oleh komposisi batuan (terutama air atau udara). 

Cara kedua adalah dengan melihat asosiasi dengan batuan vulkanik. Ledakan gunung api akan menghasilkan fitur khas dalam batuan beku.
 
Texture Phaneritic (Faneritik)
Tekstur faneritik merupakan tekstur batuan kasar dengan mineral yang dapat terlihat jelas oleh mata. Hal ini menandakan proses pembekuan sangat lambat dan jauh di dalam bumi. Contoh batuan beku faneritik adalah Granit, Diorit, Gabro. Gambar: pinterest
Jenis Tekstur Batuan Beku

Texture Aphanitic (Afanitik)
Tekstur afanitik memerlihatkan wujud halus dengan kristal mineral yang tidak dapat terlihat jelas oleh mata manusia. Ini menandakan batuan mengalami pembekuan cepat namun masih bisa menghasilkan butiran kristal. Contoh batuan beku afanitik adalah Basalt, Riolit, Andesit. Gambar: nwnature.net
Jenis Tekstur Batuan Beku

Texture Porphyritic (Porfir)
Tekstur porfir memerlihatkan campuran kristal kasar dengan butiran kristal halus. Beberapa mineral membeku di dalam sementara butiran halus terbentuk saat magma keluar saat erupsi. Contoh batuan beku porfir adalah Granit porfir, Andesit porfir dan Basalt porfir. Gambar:  nwnature.net
Jenis Tekstur Batuan Beku

Texture Glassy (Kaca)
Tekstur glassy atau kaca tidak memerlihatkan butir kristal dikarenakan proses pembekuaan sangat cepat. Saat magma keluar permukaan bumi dan bersinggungan dengan udara, magma tidak sempat membentuk kristal. Contoh batuan beku glassy adalah Obsidian. Gambar: britannica
Jenis Tekstur Batuan Beku
Texture Pyroclastic (Tuff dan Volcanic Ash)
Tekstur ini tercipta karena kombinasi bahan letusan gunung api dengan magma di udara. Contohnya adalah Riolit Tuff dan Breksi Tuff. Gambar: pitt.edu
Jenis Tekstur Batuan Beku
Texture Vesicular (Lubang Udara)
Tekstur ini memerlihatkan lubang-lubang udara karena magma cepat membeku dan udara yang terperangkap tidak sempat untuk keluar. Gambar: quizlet
Jenis Tekstur Batuan Beku
Texture Frothy (Berbusa)
Teskstur ini memerlihatkan lubang-lubang udara kecil sehingga batuannya cenderung ringan. Contohnya adalah batuapung. Gambar: heddels.com
Jenis Tekstur Batuan Beku
Permafrost, Tanah Membeku Abadi

Permafrost, Tanah Membeku Abadi

Tanah di Indonesia pada dasarnya berkisar dari kering hingga lembab, namun bagaimana jika tanah tersebut membeku atau permaforst?. 

Meskipun banyak manusia hidup di daerah permafrost seperti Siberia, Kanada dan Alaska namun membangun arsitektur di atas permafrost sangat sulit. 

Bangunan nantinya akan menaikan suhu lapisan tanah sehingga es akan mencair. Dampaknya, bangunan akan tenggelam atau runtuh ke dalam lumpur. 

Baca juga:
Genesa batu basal, bentuk dan cirinya
Pengertian biodiversitas hayati dan dampaknya bagi lingkungan

Apa itu permafrost?
Permafrost merupakan lapisan es beku di bawah permukaan bumi yang didalamnya bisa mengandung tanah, kerikil dan pasir. 

Permafrost biasanya berada di pada lapisan tanah dengan suhu dibawah 0⁰ C selama minimal dua tahun.

Permafrost dapat ditemukan di tanah yang berada di bawah lantai samudera dan di daerah dimana suhu jarang naik di atas titik beku. Sebarannya antara lain di Greenland, Alaska, Russia, Cina dan Eropa Timur.

Ketebalan permafrost berkisar dari 1 meter hingga lebih dari 1.000 m. Lapisan tanah ini mencakup 22.8 juta km persegi di belahan bumi utara. Tanah beku tidak selalu sama dengan permafrost. 

Lapisan tanah yang membeku selama lebih dari 15 hari per tahun disebut "tanah beku musiman". Lapisan tanah membeku antara 1 - 15 hari dalam setahun disebut "tanah membeku sementara". Sementara permafrost membeku selama dua tahun lebih.

Permafrost tidak selalu terbentuk dalam satu horison tanah, namun ada dua cara utama untuk menggambarkan sebarannya yaitu: continous dan discontinuous. Baca juga: Tipe-tipe pertanian di Indonesia

Continuos permafrost merupakan lapisan tanah beku yang luas di daratan contohnya di Siberia Russia. Sementara discontinuous permafrost merupakan lapisan tanah beku yang terpisah-pisah oleh vegetasi, pegunungan sepanjang tahun. 

Di daerah ini, matahari musim panas melelehkan es selama beberapa minggu atau bulan. Contohnya ada di daerah Teluk Hudson Kanada.

Permafrost, Tanah Membeku Abadi
Tipe Permafrost
Permafrost sangat kaya akan kandungan karbon organik. Menurut perkiraan, lapisan permaforst mengandung 1700 miliar ton karbon organik atau dua kali lipat total karbon di atmosfer. 

Saat tanah membeku, karbon tersimpan di dalamnya namun saat es mencair dekomposisi bahan organik melalui mikroba akan meningkat tajam sehingga sebagian karbon terlepas ke atmosfer sebagai CO₂. Baca juga: Pergerakan angin muson di Indonesia

Ilmuwan yang meneliti permafrost mampu memahami perubahan iklim di bumi dengan mengamati perubahan permafrost. Studi menunjukkan bahwa permafrost bumi menghangat 6⁰ C selama abad ke 20. Ilmuwan memprediksi bahwa permafrost akan mencair pada 2100. 

Lapisan es yang mencair akan menaikkan permukaan air laut dan meningkatakan erosi. Erosi terjadi saat permafrost mencair karena tanah dan sedimen mudah hanyut tanpa es yang mengikat agregat tanah. 

Baca juga: Sebab munculnya embun salju di Dieng 
 
Gambar: alaskakids.org

Rabu, Maret 8

Tahap Pembentukkan Fosil (Fosiliasi)

Tahap Pembentukkan Fosil (Fosiliasi)

Pernah mengunjungi museum geologi dan melihat fosil disana?. Darimana fosil berasal?. Di dalam batuan sedimen pada dasarnya sering ditemukan sisa-sisa organisme atau tumbuhan karena tertimbun, tidak terjadi oksidasi lalu terawetkan. 

Selama proses ini (diagenesis), bagian mahluk hidup tadi tidak rusak dan turut menjadi bagian dari batuan sedimen atau memebntuk lapisan batuan sedimen itu sendiri misalnya batugamping coquina.

Sisa-sisa organisme atau tumbuhan yang terawetkan dalam batuan ini dinamakan fosil. Jadi fosil merupakan bukti sisa-sisa kehidupan di masa lampau. 

Fosil ini dapat berupa cangkang kerang, tulang atau gigi, jejak kaki atau cetakannya. Proses pembentukkan fosil dinamakan fosiliasi. Baca juga: Pola aliran sungai di permukaan bumi

Tahap Pembentukkan Fosil (Fosiliasi)
Proses Pembentukkan Fosil, pic:facts-about-fossils.com
Fosiliasi terjadi melalui tahapan-tahapan atau proses yaitu:
a. Penggantian (replacement)
Pada fase ini bagian yang keras dari organisme diganti oleh berbagai mineral misalnya cangkang binatang laut yang semula dari kalsium karbonat diganti menjadi silika.
b. Petrifaction
Pada fase ini bagian lunak batang tumbuhan diganti oleh presipitasi mineral yang terlarutkan dalam air sedimen.
c. Karbonisasi
Pada fase ini daun atua mineral tumbuhan yang jatuh dalam lumpur di rawa terhindar dari oksidasi. Saat diagenesa material itu dirubah menjadi cetakan karbon dengan tidak mengubah bentuk asalnya.

Fosil adalah kunci untuk mengenali dan menentukan kondisi lingkunga di masa lalu. Dengan membandingkan kehidupan masa sekarang sebagai pembanding dan penerapan prinsip uniformitarianisme, maka dapat diperkirakan kondisi iklim pada masa lampau. Misalnya fosil dari tumbuhan dapat memerlihatkan kondisi curah hujan dan suhu di zaman lampau dan fosil mikroorganisme yang terapung dapat menunjukkan keadaan suhu dan salintas laut.
Tahap Pembentukkan Fosil (Fosiliasi)
Contoh Fosil Pada Batuan, pic: dmp.wa.gov.au
Fosil juga merupakan dasar utama dalam menemukan umur relatif suatu lapisan dan penting untuk menyusun sejarah bumi dari 600 juta tahun lalu. Fosil merupakan penunjuk waktu dalam geologi. 

Ahli yang pertamakali memerhatikan fosil dalam batuan ialah William Smith seorang surveyor Inggris. Ia meneliti singkapan batuan pada jalanan yang terkelupas dan galian parit. Baca juga: Batuan beku dalam dan batuan beku luar

Dalam urutan formasi yang terdiri dari selang-seling batupasir dan serpih, dijumpai beberapa fosil yang tidak sama. Tiap lapisan serpih punya fosil tersendiri. Dengan menyamakan fosil dan urutan batuan, ia mengembangkan metode dimana ia dapat memprediksi lokasi dan sifat batuan di bawah permukaan. 

Sejak penemuannya itu, maka berkembang ilmu yang mempelajari fosil paleontologi. Lalu diketahuilah bahwa jasad sebelum memfosil hidup di masa tertentu sehingga dapat dijadikan penunjuk kehidupan masa tersebut. Fosil-fosil tertentu punya sebaran geografis yang luas dengan masa hidup pendek yang dinamakan fosil penunjuk atau fosil indeks (index fossil).

Selasa, Maret 7

Genesa Batuan Beku

Genesa Batuan Beku

Kamu tentu sering melihat batuan di mana-mana, tapi apakah kamu bisa membedakan jenis-jenisnya?. Kali ini saya akan bahas terlebih dahulu mengenai genesa batuan beku (igneous rocks). Batuan Beku adalah batuan yang berdasarkan genesisnya terbentuk dari pembekuan magma atau lava. 

Magma adalah massa cair kental-pijar dengan temperatur yang sangat tinggi dan berada di bawah permukaan bumi. Apa bila magma itu tergerak keluar oleh tekanannya dan mencapai permukaan bumi, maka disebut lava. Magma tersusun oleh berbagai macam material yang terlarut di dalamnya. 

Beberapa material  itu adalah bahan volatil (gas) dan non-volatil, terutama oksida-oksida : Silikon, Al, Fe, Ca, Mg, K, dan Na. Oksida-oksida tersebut dalam kombinasi-kombinasi tertentu kemudian membentuk mineral-mineral yang sekarang dapat kita jumpai dalam batuan beku.

Berdasarkan beberapa teori kejadian bumi, bahwa bumi kita dahulu merupakan massa gas yang berputar dan terlempar dari matahari. Gas tersebut kemudian perlahan-lahan menjadi dingin, sehingga berubah bentuknya menjadi benda cair. 


Benda cair inilah yang kemudian disebut magma. Magmapun kemudian mengalami pendinginan dan mineral-mineral di dalamnya mulai mengkristal. Mineral-mineral berat cenderung tenggelam ke dalam cairan magma, dan mineral yang lebih ringan terapung di atas mineral yang berat.

Proses pendinginan pun terus berlanjut sehingga batuan mulai memadat yang akhirnya membentuk kerak bumi yang keras.
Genesa Batuan Beku
Genesa Batuan Beku, pic: .com
Magma dalam jumlah yang sangat besar dan pada temperatur yang sangat tinggi terkurung di bawah kerak bumi. Gas yang ada di dalam magma akan memberikan tekanan yang besar terhadap lapisan-lapisan batuan di atasnya dan di sekitarnya sehingga magma dapat menerobos dan mengalir ke segala arah.

Gerak magma dapat terhenti oleh lapisan batuan, sehingga tidak mencapai permukaan bumi, dan hanya gas yang dapat terlepas lebih jauh. Dalam perhentiannya, perlahan-lahan magma akan mendingin dan membeku, maka terbentuklah Batuan Beku Dalam, disebut juga Massa/ Batuan Intrusif dan disebut juga Batuan Plutonis.

Sifat magma merupakan hal yang berpengaruh dalam pembentukkan berbagai macam batuan beku. Magma yang bersifat basa adalah cair, setelah membeku akan menghasilkan bentuk batuan  berbeda dari magma asam yang kental.

Magma yang bergerak terus menerobos lapisan batuan sekitarnya,  melalui kepundan gunung berapi, melalui celah-celah batuan, hingga mencapai permukaan bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut lava. 


Lava pun akan mengalami pendinginan dan membeku menjadi batuan. Maka terbentuklah Batuan Beku Luar, disebut juga Massa/Batuan Ekstrusif dan disebut juga Batuan Vulkanis. Selain Batuan Beku Dalam dan Batuan Beku Luar, ada juga yang disebut dengan Batuan Beku Korok.
Skala Kekerasan Batuan Mohs

Skala Kekerasan Batuan Mohs

Apakah kamu pernah berfikir bahwa setiap batuan itu sama kerasnya?. Ternyata salah, tiap batuan punya daya kekerasan yang berlainan. Salah satu sifat fisik batuan adalah kekerasannya. 

Kekerasan batuan atau mineral berbeda-beda. Ada batuan  yang mudah digores dengan kuku, tetapi ada pula yang tidak dapat digores dengan pisau sekalipun.

Bermacam-macam ukuran kekerasan batuan yang telah dibuat, namun ukuran yang dipakai secara internasional adalah ukuran yang diusulkan pada tahun 1822 oleh seorang ahli mineral yaitu Friedrich Mohs dan ukuran ini dinamakan Moh’s Hardness Scale. 

Pada Skala Mohs beberapa mineral standar diberikan urutan kekerasannya, mulai dari 1 (paling lunak) sampai 10 (paling keras). Talk merupakan mineral yang terlunak, sedangkan Intan sebagai mineral yang terkeras, makanya harganya mahal. 

Mineral yang tertera dalam skala  di bawah ini  dapat menggores mineral manapun yang derajat kekerasannya lebih kecil atau mineral ini dapat digores oleh mineral manapun yang derajat kekerasannya lebih besar. 
Kekerasan Mineral Batuan
Untuk menentukan kekerasan mineral/batuan yang tidak ada dalam skala, dapat dicoba dengan menggoreskan mineral tersebut dengan mineral standar Mohs, mulai dari yang berderajat kekerasan paling kecil menuju ke derajat kekerasan yang besar. 

Seandainya mineral yang tidak dikenal itu dapat menggores Kalsit, tetapi dapat digores oleh Fluorit maka kekerasannya dinilai 3,5. Dan seterusnya dapat dilakukan untuk mineral/batuan yang lainnya. 

Sumber: Warnadi. Geologi Dasar
MINERAL
RUMUS KIMIA
KEKERASAN
KETERANGAN
TALK
Mg3Si4O10(OH)2
1
Dapat ditekan jari
GIPSUM
CaSO4 2H2O
2
Dapat digores kuku
KALSIT
CaCO3
3
Dapat menggores kuku
FLUORIT
CaF2
4
Sekeras perunggu
APATIT
Ca5(FCl)(PO4)3
5
Sekeras pisau baja
FELDSPAR
KalSi3O3
6
Sekeras kikir
KUARSA
SiO2
7
Sekeras baja bagus
TOPAS
(AlF)2 SiO4
8
Baja dapat digores
KORUNDUM

Al2O3

9
Semua dapat digores
INTAN
C
10
Semua dapat digores
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close