Guru Geografi: Geologi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan

Senin, September 18

Sudah Mengenal Lusi? Gunung Api Lumpur di Sidoarjo

Sudah Mengenal Lusi? Gunung Api Lumpur di Sidoarjo

Kalian tentu sudah tahu bentuk gunung api yang bisa mengeluarkan lava bukan?. Tapi tahukah kamu bahwa ada yang namanya mud volcano atau gunung api lumpur?. 

Mud volcano merupakan sebuah formasi yang terbuat cairan dan gas yang dikeluarkan dari dalam permukaan bumi. Cairan panas bercampur lumpur dan partikel lain menyembur keluar dari dalam bumi. 

Gunung api lumpur yang berasosiasi dengan zona subduksi telah terindentifikasi sebanyak 700 unit. Suhu gunung api lumpur ini lebih rendah dibanding lava gunung api pada umumnya. 

Struktur gunung api lumpur terbesar berdiameter 10 km dan tingginya 700 m. Baca juga: Rumus hitung GMT

Hampir 86% gas dimuntahkan mud volcano adalah metana, dengan karbon dioksida dan nitrogen dengna kadar lebih rendah. 

Material yang keluar seringkali berupa bubur padatan halus yang tersuspensi dalam cairan termasuk air yang bersifat asam, asin dan fluida hidrokarbon. Baca juga: Faktor perbedaan cuaca iklim tempat

Sekitar 1.100 gunung api lumpur telah teridentifikasi di daratan dan di perairan dangkal. Diperkirakan lebih dari 10.000 mud volcano ada di lereng benua dan dataran abisal. 

Di Indonesia, letusan gunung api lumpur raksasa terjadi di Sidoarjo dikarenakan oleh aktifitas pengeboran minyak dan gas bumi. 
Sudah Mengenal Lusi? Gunung Api Lumpur di Sidoarjo
Gunung Lumpur Lusi di Sidoarjo
Gunung api lumpur ini dinamakan Lusi oleh para pakar geologi. Lusi meletus pada bulan Mei 2006 dan terus memuntahkan lumpur mendidih dan menggusur 30.000 penduduk disana. 

Namun perusahaan Lapindo Brantas membantah erupsi gunung api lumpur disebabkan pengeboran dan menyebut gempa di Jogja sebagai pemicu muntahnya lumpur Lusi. 

Lusi adalah gunung api lumpur terbesar dan berkembang paling besar di dunia. Menurut ahli geologi, Lusi bisa memuntahkan lumpur panas 26 tahun ke depan lagi. 

Ilmuwan Universitas Dunham menjelaskan bahwa Lusi bisa memuntahkan lumpur dan mengisi setara 56.000 kolam renang Olimpiade.  

Baca juga:  
Cara hitung contur interval peta topografi
Inilah alasan ilmiah negara di iklim subtropis pada maju 
Gambar: disini
Animasi Terbentuknya Batu Bara dan Minyak Bumi

Animasi Terbentuknya Batu Bara dan Minyak Bumi

Halo kawan-kawan kali ini saya akan sedikit membagikan animasi tentang terbentuknya batu bara dan minyak bumi. 

Kalian tentu sudah tahu kan yang namanya batu bara dan minyak bumi?. Batu bata adalah mineral organik yang berasal dari sisa-sisa fosil tumbuhan purba yang mengeras di dalam bumi sehingga menjadi batu bara kaya energi. 

Sementara itu minyak bumi diyakini berasal dari akumulasi sisa-sisa mahluk hidup yang terjebak dalam sebuah struktur cebakan di dasar batuan kerak bumi. Baik batu bara dan minyak bumi memainkan peranan sangat penting bagi perekonomian suatu negara. 

Berikut ini proses terbentuknya batu bara dan minyak bumi. (Agar tampilan lebih enak dilihat, mohon buka di versi dekstop komputer/laptop).
Animasi Terbentuknya Batu Bara dan Minyak Bumi
Deposit batu bara
Gambar: disini
Sumber: Mocomikids Yt

Selasa, September 12

Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif

Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif

Halo teman-teman, kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang bedanya batuan beku intrusif dan ekstrusif. 

Batuan beku atau igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari kristalisasi magma. Batuan beku dapat membeku di dalam bumi atau di luar permukaan bumi. Perbedaan lingkungan pendinginan ini akan menyebabkan perbedaan jenis batuan. 

Ada dua tipe batuan beku yaitu batuan beku intrusif dan ekstrusif. Baca juga: Genesa batuan beku

1. Batuan beku intrusif atau plutonik
Saat magma tidak mencapai permukaan bumi dan mendingin maka akan menghasilkan intrusi dan membeku dinamakan plutonik. Manifestasi plutonik ini seperti sills, dyke atau laccolith. 

Berdasarkan kandungan silikanya, batuan beku intrusif terbagi menjadi gabro, diorit, granit dan pegmatit. Dalam hal kuantitas batuan ini adalah paling umum dijumpai. 

Mayoritas magma sebenarnya jarang mencapai permukaan bumi, hanya di beberapa titik saja. Batuan beku intrusif mengalami pembekuan lambat sehingga cenderung bertekstur faneritik atau berbutir kasar. Baca juga: 6 bentuk gunung api di Indonesia

2. Batuan beku ekstrusif atau vulkanik
Saat magma mencapai permukaan bumi lewat erupsi maka dapat membeku dan dinamakan batuan beku ekstrusif. 

Menurut tingkatan kandungan silikanya batuan beku ekstrusif terbagi menjadi basalt, andesit, damar, diorit, batu apung dan obsidian. Karena sifat pembekuan cepat maka batuan beku esktrusif cenderung bertekstur afanitik atau berbutir halus.
Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif
Batuan beku intrusif dan ekstrusif
JENIS BATUAN BEKU
Klasifikasi batuan beku paling banyak menggunakan indikator kandungan silikat (SiO₂) yaitu:
Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif
Kandungan silikat batuan beku
Gabbro
Gabbro adalah batuan beku intrusif yang licin dan secara kimiawi setipe dengan basalt. Cirinya kasar, gelap dan mengandung feldpspar, augite dan kadang olivine. 

Diorit
Diorit adalah batuan beku intrusif yang terdiri darimineral silikat plagioklas feldpsar, biotite, hornblende dan piroksen. Komposisi kimiawi diorit di tengah-tengan gabbro dan granit. Sama halnya dengan andesit yang mendingin cepat saat erupsi terjadi.

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2016 
Karakteristik Tanah Aluvial

Granodorit
Granodiorit adalah batuan beku yang mengandung komposisi pertengahan antara diorit dan granit. Batuan ini mengandung > 20% kuarsa secara volume, sejumlah plagioklas kaya natrium dan kalsium, sedikit muskovit mika, biotit, amphibol sebagai minerla gelap. Batuan vulkanik yang setara granodiorit adalah dasit. 

Granit
Granit setara dengan riolit dan merupakan jenis batuan beku paling umum dijumpai. Granit mengandung > 68% dan berbutir kasar. 

Mineral utamanya adalah feldspar, kuarsa dan mika. Granit didominasi warna putih, merah muda dan abu-abu. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Rabu, September 6

Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia

Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia

Gempa bumi atau earthquake merupakan fenomena getaran yang terjadi di permukaan bumi karena sebab tertentu dan paling banyak karena pergerakan lempeng. 

Indonesia merupakan negara yang rentan sekali terhadap serangan gempa bumi karena lokasinya yang terletak di pertemuan 3 lempeng aktif yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. 

Interaksi ketiga lempeng tersebut menghasilkan busur kepulauan vulkanik. Dua pegunungan muda yang melewati Indonesia adalah Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Baca juga: Perbedaan Sirkum Pasifik dan Mediterania
Indonesia merupakan daerah pertemuan lempeng (daerah subduksi) sehingga daerah yang dekat dengan zona subduksi tersebut rawan gempa, daerah-daerah tersebut antara lain adalah:

1) Sepanjang pantai barat Sumatera dan pantai selatan Jawa
2) Daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan sebelah selatan Pulau Jawa
3) Daerah kepulauan Nusa Tenggara dan Pulau Bali
4) Pulau Sulawesi dan Maluku
5) Irian bagian utara
Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia
Busur vulkanik kepulauan Indonesia
Untuk wilayah pembagian daerah aktifitas gempa berdasarkan sejarah gempa yang pernah terjadi antara lain sebagai berikut :
1) Daerah sangat aktif. Magnitude lebih dari 8, meliputi Halmahera dan pantai utara Papua
2) Daerah aktif. Magnitude 8 mungkin terjadi dan magnitude 7 sering terjadi, meliputi lepas Pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara dan Banda.
3) Daerah lipatan dan retakan. Magnitude kurang dari 7 mungkin terjadi, meliputi pantai barat Sumatra, kepulauan Suna dan Sulteng.
4) Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan. Magnitude kurang dari tujuh bisa terjadi. Yaitu di Sumatra, Jawa bagian utara dan Kalimatan bagian timur.
5) Daerah gempa kecil. Magnitude kurang dari 5 jarang terjadi. Yaitu di daerah pantai timur Sumatera dan Kalimantan tengah.
6) Daerah stabil, tak ada catatan sejarah gempa. Yaitu daerah pantai selatan Irian dan Kalimantan bagian barat. Gambar: disini


Baca juga
Konsep Geografi versi Peter Hagget
Faktor kerentanan bencana di Indonesia

Selasa, September 5

Jenis-Jenis Tanah Longsor Menurut BNPB

Jenis-Jenis Tanah Longsor Menurut BNPB

Tanah longsor merupakan salah satu jenis bencana geologi yang paling berbahaya bagi manusia. Fenomena alam ini sering terjadi di Indonesia saat musim hujan.

Menurut pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tanah longsor diartikan sebagai perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah atau material campuran yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. 

Longsor ini bisa dipicu oleh manusia atau diawali dari kegiatan manusia. Baca juga: Faktor cuaca iklim suatu daerah

Faktor alam yang bisa menyebabkan longsor antara lain topografi yang miring, curah hujan tinggi, jenis dan struktur tanah, erupsi gunung api dan gempa. 

Sementara itu perilaku manusia yang bisa memicu longsor antara lain pertanian di lereng terjal, penebangan liar dan pemotongan lereng. Jenis tanah longsor menurut BNPB ada 6 tipe yaitu:

1. Longsoran Translasi 
Longsoran translasi merupakan gerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau bergelombang-landai.
2. Longsoran Rotasi 
Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir cekung
3. Pergerakan Blok 
Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata.
4. Runtuhan Batu 
Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas dan terjadi pada lereng yang
5. Rayapan Tanah 
Rayapan Tanah merupakan jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus dan bergerak hampir tidak dapat dikenali.
6. Aliran Bahan Rombakan 
Aliran bahan rombakan ini terjadi ketika massa tanah bergerak di dorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. 

Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai radius ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter seperti di daerah aliran sungai disekitar gunung api.

 Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak. Contoh longsor ini terjadi awal tahun 2017 di Ponorogo Jawa Timur. Baca juga: Faktor keterdapatan sumber daya alam Indonesia
Jenis-Jenis Tanah Longsor Menurut BNPB
Longsor besar di Ponorogo tahun 2017
Itulah jenis-jenis tanah longsor menurut BNPB. Tanah longsor adalah bencana geologi yang paling banyak menelan korban jiwa karena sifatnya yang cepat dan tiba-tiba. 

Oleh karena itu masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor harus berhati-hati. Baca juga: Bioma wilayah perairan
 
Mau tahu contoh desa yang terkubur longsor di Majalengka?. Simak video penelusuran saya berikut ini, jangan lupa subscribe ya!

Senin, Agustus 28

Sifat Kimia Mineral Batuan

Sifat Kimia Mineral Batuan

Jika kamu pergi bermain di sekitarmu, tentu akan banyak sekali dijumpai batuan, bukan?. Nah batuan pada dasarnya tersusun atas berbagai macam mineral. 

Mineral dapat dikenal berdasarkan sifat kimia dan sifat fisiknya. Kali ini saya akan menjelaskan tentang sifat kimia mineral. 

Mineral tersusun atas molekul-molekul dan molekul terdiri atas atom-atom. Molekul paling melimpah di muka bumi adalah Oksigen. 

Hingga kini telah dikenal lebih dari 2.000an jenis mineral yang ada di bumi. Mineral-mineral dapat dikenal dengan jalan meneliti unsur-unsur yang ada di dalamnya misalnya air. 

Air merupakan mineral yang tidak berhablur, terdiri dari atom hidrogen dan atom oksigen. Bijih besi dalam bahasa kimia dikenal dengan hematit. Menurut susunan kimianya, maka akan dijumpai mineral murni, sulfida, oksida, halida, karbonat, sulfat, fosfat dan silikat. 
 
Sifat Kimia Mineral Batuan
Mineral Quatz Amethyst

1. Unsur murni
Mineral sebagai unsur murni dapat dijumpai pada logam, bukan logam dan setengah logam. Jenis mineral logam adalah emas, perak dan besi. Sementara yang bukan logam adalah belerang, intan dan grafit. Salah satu contoh mineral setengah logam adalah bismut.

2. Sulfida
Mineral yang terdapat dalam sulfida adalah senyawa antara logam dan setengah logam dengan belerang. Contohnya besi dan belerang dan seng dengan belerang.

3. Oksida
Mineral oksida adalah senyawaan dengan oksigen misalnya antara silikon dengan oksigen dan antara besi dengan oksigen. Kuarsa adalah contoh pertama sementara adalah bijih besi.

4. Halida
Mineral yang terdapat sebagai halida adalah senyawaan dengan garam-garaman. Gram dapur atau halit adalah contoh halida penting di kehidupan kita.
 
Sifat Kimia Mineral Batuan
Mineral halit pada garam

5. Karbonat
Mineral yang merupakan karbonat adalah senyawaan antara karbon, oksigen dan satu atau lebih unsur lain. Misalnya kalsit yang terdapat di dalam gua batugamping berwujud stalaktit dan stalagmit.

6. Sulfat
Mineral kategori sulfat adalah senyawaan antara belerang, oksigen dan satu atau lebih unsur lain misalnya gipsum.

7. Fosfat
Mineral fosfat merupakan senyawaan antara fosfor, oksigen dan unsur lain. Contohnya adalah pupuk fosfat yang terjadi dari reaksi batugamping pada kotoran kelelawar di dalam gua batu gamping. 

8. Silikat
Mineral yang terdapat sebagai silikat adalah penggabungan antara silikon, oksigen dan unsur-unsur lain. Silikat adalah bagian terpenting dari kulit bumi. Hampir 1/3 dari semua mineral diketahui sebagai silikat. Contohnya adalah uarsa, mika, kaolin dan talk. 

Gambar: disini, disini

Rabu, Juli 19

Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin

Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin

Gunung api merupakan sebuah fenomena yang sangat sangat penting bagi kehidupan di muka bumi ini. Saat gunung api meletus maka berbagai material dikeluarkan dari dalam tubuh gunung api. 

Salah satu istilah yang sering didengar di telinga orang Indonesia adalah lahar. Apakah sama antara magma, lava dengan lahar?. 

Lahar merupakan istilah dalam kamus geologi Indonesia yang artinya semua produk gunung api yang diangkut media air atau berasal dari lubang kepundan. Baca juga: Bedanya awan cirrus, stratus dan cumulus

Jika diurut maka urutan proses erupsi adalah Magma-Lava-Lahar. Lahar bergerak mengalir seperit lava dan dikendalikan oleh gravitasi dan kemiringan lereng. Orang Indonesia kebanyakan sering menyamakan istilah lahar dengan lava padahal keduanya berbeda. 

Lava itu magma panas yang keluar dari lubang kepundan sementara lahar itu lava yang sudah beku lalu tersiram air hujan dan mengalir menuruni lereng.

Tidak semua gunung api di Indonesia bisa menghasilkan lahar. Kenapa begitu?. Lahar umumnya dijumpai pada gunung api yang secara periodik mengalami erupsi seperti Merapi, Semeru, Sinabung atau Kelud. 

Lahar terbagi menjadi dua yaitu lahar panas dan lahar dingin. Baca juga: Bioma tundra dan cirinya
Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin
Endapan lahar dingin menjadi bahan material bangunan
Lahar Panas
Ada beberapa gunung api di Indonesia yang punya dasar lubang kepundan yang sifatnya kedap air sehingga air hujan yang turun disana akan membentuk danau. Contohnya adalah Kawah Gunung Galunggung, Kelud, Agung atau Kelimutu. 

Material lempeng pembentuk dasar kepundan berasal dari fragmen batuan yang berasal dari dinding kepundan. 

Batuan berubah oleh bantuan gas yang keluar dari pipa gunung api. Bahan halus ini akan diangkut oleh hujan yang turun dan mengendap di dasar kepundan. Baca juga: Teori Big Bang dan Keadaan Tetap

Berdasarkan catatan geolog Indonesia, Gunung Galunggung di Tasikmalaya pada tahun 1882 meletus hebat dan mengeluarkan seluruh air danau dan isinya yang bercampur magma. 

Dampaknya terjadi aliran lahar panas hingga radius 60 km. Erupsi Kelud di tahun 1919 juga menghasilkan lahar panas hingga merusak lahan pertanian. Salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana lahar panas adalah membuat terowongan untuk mengatur volume air di kawah kepundan sehingga saat meletus, tidak akan banyak lahar yang keluar.
Membedakan Lahar Panas dan Lahar Dingin
Aliran lahar dingin
Lahar Dingin
Material erupsi gunung api yang belum terkonsolidasi akan berkumpul di sekitar puncak atau lereng kawah. Saat hujan terjadi di puncak, maka bahan-bahan endapan piroklastik ini akan terangkut dan bergerak meluncur ke bawah sebagai aliran pekat dengan densitas tinggi. 

Bahan-bahan material tersebut dapat berwujud bongkahan batu, bom, lapili, pasir hingga debu. Semua bahan itu akan melewati lereng atau lembah hingga jarak yang sangat jauh. Lihat contoh banjir lahar dingin yang sering terjadi di wilayah Gunung Merapi. Baca juga: Geografi regional Eropa

Endapan lahar dingin masih mencirikan fragmen-fragmen yang besar dan berat. Kadang endapan lahar dingin sulit dibedakan dengan endapan awan panas. Banjir lahar dingin yang terus menerus akan menghasilkan aliran sungai baru. 

Lahar dingin merupakan sumber bahan material bangunan mulai dari baru, pasir hingga kerikil. Endapan pasir Galunggung dan Merapi terkenal memiliki kualitas yang sangat baik untuk bangunan. Baca juga: Rumus titik henti pasti

Gambar: disini, disini

Sabtu, Juni 17

Formasi Geologi Pulau Jawa

Formasi Geologi Pulau Jawa

Pulau Jawa merupakan salah satu anugerah Tuhan yang paling indah di dunia. Siapa yang tidak mengenal pulau Jawa?. Pulau yang terkenal dengan kesuburan tanahnya, keelokan budaya, dan juga kepadatan penduduknya. 

Meski pulau Jawa tidak begitu luas dibanding Sumatera, Kalimantan dan Papua namun perkembangan dan pertumbuhan pulau ini sangat pesat meninggalkan pulau lainnya.

 Kepulauan Indonesia di bagian selatan merupakan jalur vulkanis Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak muncul gunung api yang menyediakan mineral penyubur tanah disekelilingnya. Baca juga: Terbentuknya kabut di permukaan bumi

Pulau Jawa adalah salah satu contoh unik dari zona vulkanik di tengah pulau yang membujurdari timur ke barat. Dari sekitar 33 gunung api yang melintasi pulau ini sekitar 17 nya masih aktif dan siap-siap meledak sewaktu-waktu. 

Deretan pegunungan api aktif yang melintasi kepulauan Indonesia ini mengikuti susunan sesar atau patahan besar yang kurang lebih sejajar dengan batas lempeng tektonik.
Formasi Geologi Pulau Jawa
Pegunungan Kendeng yang mempesona, http:blog.act.id
Barisan pegunungan api ini dimulai dari ujung Sumatera bagian selatan lalu memanjang ke Krakatau di Selat Sundadan melintasi bagian tengah Jawa, Bali, Lombok, Sumba, Flores dan berakhir di Kepulauan Banda. Ada 4 lempeng tektonik aktif yang memengaruhi struktur geologi Indonesia yaitu Eurasia, Indo-Australia, Pasifik dan Filipina. 

Interaksi keempat lempeng tersebut menimbulkan zona subduksi dan menjadikan Indonesia sebagai wilayah tektonik yang tidak stabil. Hal ini menjadi salah satu daya tarik ilmuwan untuk meneliti mekanisme pembentukkan gunung api di dunia.

Baca juga:
Kunci jawaban UN Geografi 2017
Contoh soal HOTS Geografi dan jawabannya

Pulau Jawa terletak di selatan ekuator dengan luas permukaan mencapai 134.000 km persegi. Salah satu daya tarik yang membuat peradaban manusia berkembang begitu pesat disini adalah kesuburan tanah vulkaniknya. 

Selain itu warisan Hindu dan Islam selama beradab-abad turut berperan dalam perkembangan jumlah penduduk di pulau ini.Bagian utara pulau Jawa dibatasi Laut Jawa, di selatan dibatasi Samudera Hindia di timur dibatasi  Selat Balidan di barat dibatasi Selat Sunda. Panjang pulau Jawa mencapai 1.000 km dengan lebar antara 100 - 180 km.

Menurut penelitan geolog dahulu, diketahui bahwa sejarah geologi pulau Jawa tergolong masih muda yaitu tersusun dari Zaman Tersier Kuarter hingga sekarang. Ada juga bukti Zaman Pra Tersier. 

Pembentukkan Jawa dimulai sejak era Oligosen dan Miosen melalui serangkaian fase orogenesa yang intens. Namun wujud pulau yang sekarang ini terbentukpada era Pleistosen. Struktur batuan pulau Jawa terbentuk dari deretan perbukitan dan depresi dataran rendah. Baca juga: Eskplorasi dan eksplotasi SDA

Menurut poros barat ke timur, Jawa dibagi dalam 3 jalur sejajar yaitu:
- lajur utara dibatasi pantai Laut Jawa dengan morfologi dataran rendah aluvial.
- lajur tengah bertipe vulkanik dimana terdapat barisan gunng api dan lipatan pegunungan.
- lajur selatan dibatasi Samudera Hindia dimana terdapat sedimen laut purba era Eosen, Oligosen, Miosen kemudian tuffa andesit, breksi ditambah batu gamping yang mengalami karstifikasi seperti Pegunungan Sewu. 
Formasi Geologi Pulau Jawa
Formasi Geologi Pulau Jawa
Geolog terkenal yaitu Van Bemmelen mengkaji pulau Jawa lewat serangkaian penelitian dan membagi pulau ini ke dalam 7 zonasi formasi dari selatan ke utara.
1. Pegunungan Selatan merupakan zona batu gamping dan vulkanik zaman Miosen yang telah mengalami pengangkatan (uplift) akibat gaya tektonik hingga zaman Kuarter.
2. Zona Vulkanik zaman Kuarter memiliki banyak gunung api dengan ketinggian rata-rata 2.000 m atau lebih dan sebagian besar masih aktif.
3. Depresi bagian tengah merupakan poros utama pulau dimana muncul dua depresi besar yaitu Depresi Bandung di bagian barat dan Depresi Solo di timur. Depresi Solo memiliki Kubah Sangiran yakni sebuah situs purbakala terkenal.
4. Zona antiklin tengah, terdiri atas endapan-endapan zaman Mio-Pleistosen dengan perbukitan Kendeng yang memanjang dari barat ke timur.
5. Depresi Randublatung, di kaki pegunungan Kendengan yang terbentuk dari endapan-endapan laut dan daratan dari era Mio-Pleistosen.
6. Antiklin Rembang-Madura terdiri dari formasi bukit gamping dari zaman Miosen.
7. Dataran rendah aluvial berbentuk delta yang menghiasi pemandangan pesisir utara (Pantura). 

Baca juga: Info bimbel online terbaik di Indonesia

Rabu, Mei 31

Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api

Gunung api adalah sebuah fenomena yang banyak dijumpai khususnya di Indonesia. Setiap tahun pasti ada saja gunung api yang mengalami erupsi di negeri ini. 

Erupsi pada dasarnya adalah suatu peristiwa alam yang normal. Ada gunung api yang rajin erupsi, ada yang selang waktunya dan ada yang tidur dalam wkatu lama. Baca juga: Memahami potensi air tanah

Erupsi gunungapi merupakan gejala penerobosan magma dari dalam bumi hingga mencapai permukaan bumi. Tipe erupsi magma ini bermacam-macam dan bisa diklasifikasikan. 

Bila disertai tekanan gas yang kuat maka akan muncul suatu letusan atau ledakan yang dinamakan erupsi eksplosif. 

Bila tekanan gas kurang, tidak akan ada ledakan atau letusan tetapi terjadi suatu leleran atau aliran lava saja. Erupsi jenis ini dinamakan erupsi efusif. Baca juga: klasifikasi batuan sedimen

Erupsi campuran adalah jenis erupsi vulkanik yang melibatkan kombinasi erupsi eksplosif dan efusif. Masyarakat di Indonesia masih banyak yang awam dan belum dapat membedakan erupsi eksplosif, efusif atau erupsi campuran melainkan dinamakan semuanya adalah letusan gunung api. 

Kebanyakan gunungapi di Indonesia mengalami erupsi eksplosif dan erupsi campuran dibanding erupsi efusif.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi sentral
Sebuah gunung api bisa memiliki letusan berbeda-beda setiap periode erupsinya. Kadang efusif kadang ekplosif dan kadang campuran keduanya. Baca juga: Tipe iklim Indonesia itu Af

Menurut posisi titik keluarnya magma, Erupsi gunungapi yang terpusat pada suatu tempat dinamakan erupsi sentral dan yang terjadi melalui suatu rekahan yang panjang dinamakan erupsi linier sedangkan yang keluar di suatu wilayah luas dinamakan erupsi areal. Pada erupsi sentral dan linier tidak jarang pusat erupsi berpindah tempat sehingga terdapat banyak kawah pada satu gunung api. 

Pusat erupsi yang berpindah jauh ke samping tubuh gunung api yang telah ada dinamakan erupsi samping atau erupsi parasit, contohnya kawah Domas di Tangkuban Perahu.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi linier
Didasari oleh sumber kejadiannya, erupsi vulkanik dapat pula dibedakan ke dalam kategori berikut:

a. Erupsi magmatik
Merupakan kegiatan magma yang menerobos ke permukaan bumi. Dalam hal ini bahan utama yang dikeluarkan berasal dari magma. Erupsi tersebut ini dapat berupa erupsi eksplosif, efusif maupun campuran.
Tipe-Tipe Erupsi Gunung Api
Erupsi aeral
b. Erupsi freatik
Terjadi oleh peranan uap sebagai akibat dari sentuhan air secara langsung atau tidak langsung dengan magma. Dalam hal ini air tanah, danau kawah atau air laut yang menyusup menyentuh magma lalu menjadi uap air. 

Bila tekanan uap sudah melampaui beban maka terjadilah suatu ledakan atau letusan sehingga erupsi freatik selalu eksplosif. Pada dasarnya bahan erupsi tidak langsung dari magma tetapi dari lingkungan daerah sentuhan atau kontak. Baca juga: Genesa batuan beku
c. Erupsi freatomagmatik
Merupakan gabungan erupsi freatik dan magmatik. Dalam hal ini erupsi freatik dapat berperan sebagai pemicu atau pelatuk erupsi magmatik. 

Bahan erupsi pada fase permulaan adalah bahan daerah lingkungan dan kontak kemudian setelah selang waktu tertentu baru disusul oleh erupsi magma.
Gambar:
sumutpos.co, volcanoes.usgs.gov, dailymail.co.uk

Sabtu, Mei 13

Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua

Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua

Bumi telah terbentuk selama 13 milyar tahun dan semenjak itu planet ini telah mengalami perkembangan dari berbagai aspek salah satunya geologi. Sejak tahun 1990an, para geolog telah mengetahui bahwa kerak bumi mengapung di atas lapisan magma. 

Teori untuk menjelaskan mengapungnya kerak benua baru dipublikasikan pada 1960 karena bukti-buktinya belum signifikan. Baca juga: Bedanya Mesa, Butte dan Plateau

1. Continental Drift Theory
Teori ini dipopulerkan oleh Alfred Lothar Wegener yang disebut juga sebagai Teori Apungan Benua. Wegener menjelaskan teori ini pada tahun 1912 di Frankfurt Jerman dalam buku Die Enstehung der Kontinente und Ozeane. 

 Buku ini menyebabkan kontroversi di kalangan geolog pada masa tersebut. Bukti teori ini baru ditemukan pada 1960 lewat serangkaian penelitian. Asumsi dasar Wegener tentang teori apungan benua adalah:

a. Adanya kesamaan morfologi garis pantai timur benua Amerika utara dan Selatan dengan garis pantai barat Eropa dan Afrika bagian barat. Kedua garis ini diprediksi dulunya merupakan satu daratan yang sama jika ditarik kembali. 

Pernyataan tersebut telah dibuktikan kebenarannya saat ini. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat sama dengan formasi geologi di pantai timur Amerika selatan. Baca juga: Memahami gerak semu harian dan tahunan matahari

b. Pulau Greenland bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 m per tahun sementara Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 m per tahun. Menurut Wegener, benua yang ada saat ini dulunya adalah sebuah superbenua yang dinamakan Pangaea. 

Benua ini kemudian pecah karena gerakan lempeng tektonik ke segala arah. Akibat pecahnya Pangaea maka yang terjadi adalah:
Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua
Pergerakan benua dari waktu ke waktu
- Lempengan-lempengan samudera dan benua mengapung sendiri-sendiri.
- Samudera Atlantik semakin meluas karena benua Amerika terus bergerak ke barat yang menyebabkan terbentuknya Mid Ocean Ridge dari utara hingga selatan.
- Adanya kegiatan seismik luar biasa di sepanjang Patahan San Andreas California.
- Batas Samudera Hindia main mendesak ke utara. Indian semakin bertabrakan dengan Eurasia menghasilkan Pegunungan Himalaya.

Penjelasan ilmiah mengenai teori Wegener diabaikan beberapa waktu karena tidak adanya data yang sesuai dengan teori tersebut. Maka teori lama tetap dipertahankan yaitu:

- Teori geologi lama menjelaskan pegunungan mengalami pengkerutan saat Bumi mendingin.
- Tidak ada penjelasan pasti tentang bagaimana benua bisa bergerak.

Akhirnya pada tahun 1950an bukti dari magnetisme di dasar laut menunjukkan bahwa dasar laut menyebar beberapa sentimeter tiap tahunnya. Ini menunjukkan adanya pergerakan kerak bumi yang selanjutnya disebut lempeng tektonik.

2. Descartes
Rene Descartes mengeluarkan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Edward Suess. Teori kontraksi menjelaskan bahwa Bumi mengalami penyusutan dan mengkerut karena pendinginan. 

Hasilnya dapat dilihat dari terbentuknya pegunungan, lembah dan morfologi lainnya. Teori ini seperti halnya kulit kita yang mengkerut kalau kedinginan. Teori ini banyak ditentang para ahli geologi.
Sejarah Perkembangan Bumi: Teori Apungan Benua
Fosil kayu di antartika temuan ilmuwan
3. Laurasia dan Gondwana
Teori ini dikemukakan Edward Suess yang menyatakan bahwa Pangaea dulu pecah menjadi dua daratan yaitu Laurasia dan Gondwana. Gondwana adalah sebuah benua berukuran besar lebih kecil dari Pangaea dan terbentuk selama akhir Mesozoikum. 

Amerika Utara dan Eurasia teprisah dengan Antartika, India, Amerika Selatan, Australia dan Afrika. Benua utara bernama Laurasia dan benua selatan bernama Gondwana. Kedua benua tersebut dipisahkan oleh Laut Tethys. Baca juga: Tipe-tipe longsoran tanah

Gambar: bbc. com, geologyswesthead.weebly.com

Jumat, Mei 5

Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa

Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa

Tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan dislokasi batuan di kerak bumi. Dislokasi merupakan perubahan keadaan atau posisi batuan baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. 

Aktivitas endogen berkaitan dengan magma yang naik ke permukaan bumi melalui kegiatan vulkanisme.

Gaya endogen yang membuat perubahan kerak bumi dinamkan gaya tektonik. Besarnya pengaruh gaya tektonik sangat bergantung pada ketebalan lempeng tektonik dan lokasi dapur magma. Gempa tektonik yang mengkibatkan runtuhan di batas subduksi bisa memicu tsunami seperti di Aceh pada tahun 2004. 

Baca juga:
Fungsi lahan bagi kehidupan manusia
Jenis-jenis danau dan pemanfaatannya
Pengertian konsep jarak absolut dan relatif
Menurut sifat gerakan dan cakupan wilayahnya, gaya tektonik dibedakan menjadi dua yaitu epirogenesa dan orogenesa. 

a. Epirogenesa
Epirogenesa merupakan gejala pembentukan benua atau daratan yang disebabkan tenaga yang mengarah tegak lurus baik ke atas maupun ke bawah searah dengan radius bumi yang berdampak pada pengangkatan daratan maupun penurunan.

Epirogenesa memiliki sifat gerakan yang lambat sehingga tidak mengakibatkan deformasi yang jelas mungkin diikuti oleh pelipatan kerak bumi atau tidak sama sekali. Epirogenesa terbagi menjadi epirogenesa positif dan epirogenesa negatif

Epirogenesa positif, adalah gaya vertikal yang menuju ke bawah atau penurunan. Penyebabnya adalah adanya tambahan beban seperti sedimen yang sangat tebal di daerah geosinklinal sehingga keseimbangan isostasi terganggu. Contohnya saat kala Pleistosen pada zaman es terjadi perluasan wilayah es ke arah ekuator sehingga beberapa pulau turun.
Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa
Dataran Tinggi Colorado
Epirogenesa negatif adalah gaya vertikal yang mengarah ke atas sehingga terjadi pengangkatan atau uplift. Sebabnya adalah pengurangan beban lapisan kerak bumi seperti es mencair. 

Contohnya pantai Stockholm mengalami kenaikan 1m per 100 tahun dan dataran tinggi Colorado mengalami kenaikan hingga 1.000 m sejak 5 juta tahun lalu.

b. Orogenesa
Orogensa merupakan pembentukkan pegunungan. Gerakan ini mencakup wilayah yang relatif sempit. Pengangkatan oleh gaya-gaya endogen mengakibatkan terbentuknya lipatan pegunungan. 

Orogenesa membentuk pegunungan berantai yang tersusun atas patahan dan lipatan. Ini tidak sama dengan gunung api karena gunung api terbentuk dari vulkanisme sedangkan pegunungan terbentuk dari gaya tektonik.
Fenomena Orogenesa dan Epirogenesa
Puncak Everest
Gejala pembentukkan pegunungan merupakan suatu gerak siklus yang silih berganti antara gliptogenesis, lithogenesis dan orogenesis. Proses tersebut dinamakan siklus geologi. Orogenesa bersifat konstruktif, pegunungan yang terbentuk lalu akan dihancurkan oleh gliptogenesis yaitu pelapukan, erosi, denudasi dan lainnya. 

Gliptogenesis bersifat destruktif karena menghancurkan relief sebelumnya. Lithogenesis merupakan proses pengendapan materi hancuran hasil gliptogenesis dan pemadatannya sehingga membentuk lapisan batuan sedimen. Baca juga: Genesa batuan beku

Gambar: flickr

Kamis, April 27

Mineral Silikat dan Contoh Batuannya

Mineral Silikat dan Contoh Batuannya

Mineral silikat membentuk sebagian besar kerak bumi. Semua silikat dibuat dari blok bangunan yang sama, tetrahedron silikon-oksigen Para ilmuwan hingga kini telah menemukan lebih dari 4.000 mineral yang berbeda dan masih banyak lagi yang belum ditemukan. 

Namun hanya beberapa lusin mineral yang cukup melimpah di bumi ini. Lebih jauh lagi hanya ada delapan unsur yang membentuk sebagian besar mineral tersebut. Kita akan belajar tentang mineral silikat utama yaitu silikat dan feldspar.

Oksigen dan silikon adalah unsur yang paling melimpah di kerak bumi. Kedua unsur ini bersama-sama membentuk kelompok mineral yang paling umum yaitu silikat, terhitung menyusun 90% kerak bumi. 
Mineral Silikat dan Contoh Batuannya
Mineral Turmalin
Mineral Silikat
Jadi kita telah mengetahui bahwa mineral silikat adalah yang paling melimpah dan mengandung silikon dan oksigen. Apa lagi yang perlu diketahui tentang mineral silikat?. Semua silikat memiliki blok bangunan fundamental yang sama yaitu tetrahedron oksigen-silikon.

Tetrahedron silikon-oksigen membentuk ion negatif, yang mengandung empat atom oksigen di sekitar atom silikon yang lebih kecil. Rumus kimianya adalah (SiO)₄, semua 4 ion nya bermuatan negatif. Mineral silikat terdiri atas jutaan blok bangunan ini yang digabungkan dalam berbagai cara.
Beberapa tetrahedra tersusun secara independen dalam mineral, seperti kelompok silikat olivin. Amphibole dan Piroksen tersusun atas rantai tetrahedra yang panjang. Mika tersusun atas lembaran tetrahedra. Feldspar dan kuarsa dibentuk oleh susunan tiga dimensi tetrahedra.

Kelompok tetrahedra disatukan oleh ion bermuatan positif yaitu kation seperti besi, magnesium, potasium, sodium dan kalsium. Kebanyakan silikat dibentuk sebagai batuan cair yang mendingin dan mengkristal. 

Kondisi dan lingkungan pembekuan akan menentukan jenis silikat yang terbentuk. Beberapa silikat misalnya kuarsa, terbentuk di permukaan bumi dimana suhu lebih rendah dan tekanan rendah. Silikat lainnya seperti olivin terbentuk jauh di dalam di lingkungan suhu dan tekanan yang tinggi.

Komposisi kimia dari batuan cair membantu menentukan mineral yang terbentuk juga, contohnya batuan cair yang mengandung magnesium dan besi dapat membentuk mineral dari kelompok olivin sementara kuarsa terbentuk dari  batuan cair yang tersusun dari silikon dan oksigen.
Mineral Silikat dan Contoh Batuannya
Mineral Silikat
Feldspar dan Kuarsa
Feldspar merupakan mineral silikat paling umum dan menyusun hampir setengah kerak bumi. Feldspar dibedakan dari susunan tiga dimensi tetrahedra yang bersatu dengan variasi kation berbeda. Mereka dinamai dari kehadiran kation contohnya potasium feldspar mengandung potasium. 

Kuarsa merupakan mineral nomor dua paling melimpah di kerak bumi dan hanya memiliki susunan kimia silikon dan oksigen. 

Gambar: www.eh-01.ch, readysetbored.com
Seri Reaksi Bowen dan Kristalisasi Magma

Seri Reaksi Bowen dan Kristalisasi Magma

Seri Reaksi Bowen dan diferensiasi magmatik adalah dua metode untuk menjelaskan bagaimana batuan beku terbentuk. Jadi batuan beku terbentuk melalui beberapa seri reaksi yang berantai. 

Di postingan ini kita akan membicarakan tentang reaksi Bowen dan diferensiasi magmatik yang merupakan dua model prediksi tentang bagaimana batuan beku bisa terbentuk. Kita tentu ingat bahwa batuan berasal dari pendinginan atau kristalisasi magma yang disebut batuan beku. 

Seri Reaksi Bowen
Jadi, siapa Bowen dan mengapa orang yang ahli batuan beku mengetahui nama tersebut?. Norman Bowen terkenal di kalangan Geologi karena beberapa eksperimen yang dilakukannya pada tahun 1920 an dan 30an. 

Melalui eksperimennya, ia menemukan bahwa mineral mengkristal secara berbeda saat mereka mendingin. Hasil penelitiannya memberikan kita pemahaman tentang seri reaksi Bowen yang merupakan rangkaian kristalisasi magma saat pendinginan terjadi. 

Discontinuous Series
Saat Bowen menggali pemahamannya tentang proses kristalisasi, dia menyadari bahwa ada dua urutan yang dapat terjadi pada sebuah mineral. Ini disebut seri kontinyu dan seri tidak kontinyu.

 Dalam gambar di bawah terlihat, seri terputus-putus ada di sebelah kiri dan mengandung mineral yang tinggi kadar besi dan magnesium. Kita juga dapat memahami bahwa rangkaian reaksi ini berkembang selama penurunan suhu. 

Seri Reaksi Bowen dan Kristalisasi Magma
Diagram Reaksi Bowen
Diagram Bowen
Lihat gambar di atas, ketika mengikuti cabang di sebelah kiri, kita melihat bahwa pada suhu yang sangat tinggi, olivin adalah mineral pertama yang terbentuk. Dengan kata lain, mineral olivin tinggi yang kadar besi dan magnesium cenderung membeku pada suhu yang sangat tinggi. 

Kemudian saat magma mulai mendingin, beberapa olivin menjadi piroksen. Seiring kemajuan dalam urutan pendinginan, piroksen berubah menjadi amphibol dan akhirnya amphibol berubah menjadi biotit. 

Kamu mungkin sering menggunakan akronim untuk mengingat seri reaksi diskontinyu ini seperti  'Olive Pits Are Bitter'. Setiap langkah dari serial diskontinyu merupakan perubahan yang sangat berbeda dengan penciptaan mineral baru, jadi perubahan itu bukanlah arus kontinyu yang teratur namun merupakan proses yang tidak berkesinambungan. 

Dengan terbentuknya biotit, seri diskontinyu secara resimi berakhir namun bisa saja ada kelebihan magma yang belum sepenuhnya mengkristal dan tergantung pada karateristik kimia magma. Misalnya magma cair panas bisa terus mendingin dan membentuk potasium feldspar muskovit atau kuarsa.

Continuous Series
Seri reaksi kontinyu terjadi bersamaan  dengan seri diskontinyu. Dengan cabang yang terus-menerus, kita melihat reaksi tersebut memiliki lebih banyak reaksi aliran atau berkelanjutan. 

Dengan seri berkelanjutan kita melihat mineral plagioklas. Seri ini dimulai dengan mineral suhu tertinggi yaitu plagioklas yang kaya kalsium. 

Saat magma mendingin, kalsium diganti dengan sodium. Tapi hal ini terjadi dalam aliran campuran kalsium dan natrium. Jadi plagioklas di tengah rangkaian bisa dianggap mengandung sekitar 50% kalsium dan 50% yodium. Di bagian bawah seri kita melihat plagioklasi kaya sodium.

Dengan melihat "c" atau calsium hadir lebih awal dari "s" atau sodium maka kamu dapat menyebut pagioklas kaya kalsium berada di urutan paling atas dan yang kaya sodium berada di urutan paling bawah.

Rabu, April 19

Kapan Zaman Es Terjadi?

Kapan Zaman Es Terjadi?

Pernah nonton film Ice Age?. Itu tentang kehidupan sekelompok hewan purba yang hidup dan berpetualang di zaman es. Memang ada zaman es?. Zaman es dimulai sekitar 2,4 juta tahun lalu berlangsung hingga 11.500 tahun lalu. 

Selama masa tersebut iklim di bumi berubah menjadi sangat dingin dimana gletser menutupi sebagian besar dunia (tidak semuanya ya!). Setelah zaman es berakhir dan gletser di beberap tempat meleleh maka berubah menjadi zaman interglasial. 

Jadi kita sekarang sedang hidup di zaman interglasial ya!. Menurut penelitian geologi setidaknya ada 17 siklus periode glasial dan interglasial di Bumi. Periode glasial berlangsung lebih lama dibandingkan periode interglasial. Periode glasial terakhir dimulai sekitar 100.000 tahun yang lalu dan berlangsung hingga 25.000 tahun yang lalu.
Peta Zaman Es
Darimana kita tahu adanya zaman es tersebut?. Saat gletser tumbuh dan bergerak diatas permukaan bumi ia akan mendorong batuan dan sedimen. Saat gletser tersebut meleleh ia akan meninggalkan tumpukkan batu di belakangnya. 

Tumpukan batu tersebut disebut moraines. Moraine ini memberikan bukti bahwa gletser pernah menutupi sebagian besar dunia pada masa lalu.

Para ilmuwan juga mempelajari susunan kimia initi es di Greenland dan endapan batu di dasar lautan. Bahan kimia tersebut akan menunjukkan kapan dan bagaimana zaman es bisa terbentuk.

Selama zaman es ini, beberapa mamalia hidup mulai dari rusa, tikus dan tupai tanah. Namun ada juga mamalia yang tidak biasa alias berbadan besar dan sekarang sudah punah seperti Mammoth. 

Baca juga:
Metode konservasi tanah mekanik dan vegetatif
Perbedaan lava Aa dan Pahoehoe

Sekitar 10.000 -12.000 tahun lalu sebagian mamalia raksasa yang hidup pada zaman es punah. Mengapa hal tersebut terjadi?. Ada beberapa hipotesa.
Mamalia Zaman Es
Pertama, ada kaitannya dengan perubahan iklim. Sekitar 12,8 ribu - 11,5 ribu tahun lalu, cuaca menjadi sangat dingin dan mengubah lingkungan dimana mamalia ini tinggal. Ahli paleontologi menganggap cuaca dingin ekstrim ini mengurangi jumlah makanan hewan tersebut.

Kedua, ada kaitannya dengna kehadiran manusia dimana mereka berburu hewan-hewan tersebut untuk dijadikan makanan. Bagaimana bukti untuk mendukung teori tersebut?.Ada beberapa situs fosil di barat daya Amerika dimana tulang mammoth berisi kepala tombak telah ditemukan. 

Memang ada perdebatan mengenai kedua teori tersebut, namun jalan tengahnya ada anggapan bahwa kedua teori tersebut merupakan faktor yang menyebabkan punahnya mamalia khas zaman es. Lalu apakah zaman es akan kembali lagi?. 

Menurut periodenya sih akan muncul kembali namun masih ratusan mungkin jutaan tahun lagi. Pastinya generasi manusia sudah berubah ya?.
Gambar: cdm.org, ichef.bbci.co.uk
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close