Guru Geografi: Geologi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 16

Pengertian Likuifaksi Pasca Gempa Tektonik

Pengertian Likuifaksi Pasca Gempa Tektonik

Beberapa waktu lalu Indonesia dilanda fenomena gempa tektonik di Palu yang memicu terjadinya fenomena tsunami dan likuifaksi. 

Likuifaksi di Palu membuat satu desa terkubur bersama penduduknya. Fenomena ini tergolong langka dan emerluka sebab khusus.

Lalu seperti apa sih likuifaksi itu dan bagaimana cara mengetahui suatu daerah itu terancam likuifaksi atau tidak?.

Likuifaksi pada dasarnya terjadi saat getaran tekanan air dalam tanah menyebabkan partikel tanah kehilangan daya kontak/cengkeram satu sama lain. 

Dampak likuifaksi ini adalah tanah akan berperilaku seperti cairan dan memiliki ketidakmampuan mendukung berat badan sehingga mampu meluncur menuruni lereng yang tidak curam. 

Kondisi likuifaksi ini bersifat sementara dan paling banyak dipicu gempa bumi yang menyebabkan bergetarnya air di dalam pori-pori tanah. Likuifaksi dapat terjadi dikarenakan 3 faktor berikut:

1. Tanah jenuh akan air
2. Getaran yang kuat
3. Jenis tanah halus, atau sedimen tidak kompak
Pengertian Likuifaksi Pasca Gempa Tektonik
Likuifaksi mengubur desa beserta penduduknya
Lalu bagaimana sebenarnya likuifaksi terjadi di Palu?
Daerah dekat Teluk atau tanah rawa yang dikeruk atau mengalami reklamasi lahan paling rentan terhadap pencairan likuifaksi, menurut Badan Pertanahan Amerika jenis tanah halus, berpasir sangat rentan dilanda likuifaksi.

Pencairan tanah telah diamati selama gempa-bumi besar lainnya, seperti saat gempa bumi Loma Prieta 1989 di California, atau selama tahun 1948 di Fukui Jepang, dimana sekitar 67.000 rumah rusak dan lebih dari 3.000 orang tewas. 

Kondisi fisik kota Palu sangat memicu terhadap likuifaksi karena lokasi kota di tepi pantai, di ujung teluk dan dikelilingi delta sungai. Beberapa video amatir memperlihatkan bahwa bangunan bahkan bergerak seperti di atas sungai dengan gelombang-gelombang tanah berlumpur menerjang dengan kuat, sangat mengerikan sekali.

Secara geologi Palu berada pada daerah Sesar Palukoro yang memang berpotensi untuk dilanda pergerakan. Riset geologi menemukan bahwa tanah di wilayah Palu bertipe sedimen aluvial periode kuarter. 

Lapisan berpasir sekitar 1-7 m diikuti lapisan geluh di bawah dan terakhir tanah liat. Tingkat air tanah dalam kategori dangkal (< 12 m dari permukaan). Daerah terdampak likuifaksi Balaroa awalnya adalah rawa namun disulap jadi kota. 

Membangun fondasi pada tipe tanah berpasir ini sangat tidak dianjurkan karena rawan likuifaksi dan akhirnya hal tersebut terjadi. Gambar: disini

Sabtu, Mei 19

Batu Basal: Bentuk, Ciri dan Proses Terjadinya

Batu Basal: Bentuk, Ciri dan Proses Terjadinya

Basal adalah batuan vulkanik berat yang berwarna gelap dan membentuk sebagian besar kerak samudera. 

Basal bisa mencapai permukaan bumi namun awal mula kemunculannya adalah di dasar lautan. Dibandingkan dengan granit yang banyak terdapat di benua, basal lebih gelap, padat dan lebih halus. 

Warna gelap dan padat karena mineral yang terkandung dalam basal adalah magnesium dan besi (lebih basa) dan lebih sedikit mengandung silikon alumunium.

Permukaan basal lebih halus karena mendingin lebih cepat dekat permukaan bumi dan memiliki hablur yang kecil. 

Sebagian besar basalt di dunia meletus dan keluar di dasar perairan laut dalam di sepanjang Mid Ocean Ridge. 

Jumlah lebih kecil meletus di pulau-pulau vulkanik samudera, di zona subduksi dan kadang di zona lain.

Basalt Mid Ocean Ridge
Basal adalah tipe lava yang menyusun mantel bumi. Bagian atas mantel terdiri dari peridotit yang lebih basa dari basal, atau disebut juga batuan ultrabasa. 

Saat lempeng bumi terpisah di pematang tengah laut (Mid Ocean Ridge), pelepasan tekanan pada peridotit membuatnya mulai mencair dengan komposisi kimia klinopiroksen, plagioklas dengan sedikit olivin, ortopiroksin dan magnetit.

Batuan yang meleleh akan lebih berat dibanding batuan padat. Setelah terbentuk di kerak dalam, basal akan naik dan di tengah pematang lautan mengalir ke tengah laut dan cepat membeku di air dingin dalam bentuk lava bantal.  

Lebih jauh ke dalam basal tidak meletus dan mengeras namun menumpuk secara vertikal seperti kartu. Komplek basal ini membentuk bagian tengah kerak samudera dan di bagian bawahnya terdapat kolam magma yang lebih besar yang secara perlahan mengkristal menjadi gabro plutonik.

Basal Mid Ocean Ridge ini sangat penting karena dapat didaur ulang oleh gaya endogen menjadi mantel dan lempeng tektonik. 

Basal jenis ini jarang terlihat kecuali turun ke dasar lautan dalam.
Batu Basal: Bentuk, Ciri dan Proses Terjadinya
Columnar Basalt di daratan
Basalt Volcanic 
Basal yang kita kenal bukan berasal dari gunung api bawah laut namun dari aktivitas letusan yang lebih kuat di lokasi lain di daratan seperti zona subduksi, pulau tengah samudera dan dasar laut purba yang terangkat. 

Subduksi membawa basal samudera kembali ke mantel. Bahan-bahan ini lalu naik sebagai fluida di atas zona subduksi dalam rekahan kulit bumi. Jika basal meletus di dasar laut akan menghasilkan lava bantal. 

Jika basal naik di kerak benua maka sering bercampur dengan batuan basa yang lebih sedikit dan menghasilkan berbagai jenis lava mulai dari andesit hingga riolit. Tempat terbaik untuk melihat basal adalah di Hawaii dan Islandia.
Formasi batu basalt
Gambar: disini, disini

Kamis, Mei 17

Pengertian Intrusi Dike, Proses dan Contohnya

Pengertian Intrusi Dike, Proses dan Contohnya

Dalam mempelajari batuan pastinya akan menemukan berbagai macam fenomena salah satunya intrusi dike. 

Kita akan coba belajar tentang apa itu pengertian intrusi dike, proses terjadinya dan contohnya di kehidupan. Dike dalam geologi pada dasarnya merupakan tubuh batuan baik sedimen maupun beku yang menerobos lapisan disekitarnya. 

Intrusi dike terbentuk dari fraktur permukaan bumi yang telah ada, artinya dike selalu berumur lebih muda dibandingkan batuan lain disekitarnya.

Dike normalnya sangat mudah ditemukan ketika melihat singkapan batuan. Intrusi dike melintang secara vertikal dan memiliki komposisi batuan yang berbeda sehingga akan memberikan tekstur dan warna yang unik.

 Bentuk dike secara utuh alias 3 dimensi kadang sulit terlihat dalam sebuah singkapan, namun kita tahu bahwa intrusi ini memiliki lembaran tipis dan datar. Intrusi ini melewati batuan resisten dan orientasi dike ini memberikan kita gambaran lingkungan saat ia menerobos di masa lalu.

Intrusi dike ini ciri khas utamanya adalah memiliki arah vertikal, jika intrusinya memotong secara horizontal makan dinamakan sill. Ada tiga macam dike yaitu sediment dike, igneous dike dan ring dike. 
Intrusi vertikal dike
Sedimentary Dike
Intrusi ini sering disebut juga sebagai klastik atau batupasir, terbentuk saat sedimen dan mineral menumpuk dan mengeras dalam fraktur batuan. 

Dike klastik ini dapat terbentuk melalui berbagai cara diantaranya:
1. Melalui rekahan dan likuifaksi yang terkait gempa bumi. Sedimentary dikes paling sering dikaitkan dengan gempa bumi dan merupakan bukti paleoseismic.
2. Melalui endapan pasif ke dalam celah yang telah ada sebelumnya. Bayangkan sebuah longsoran lumpur atau gletser yang bergerak diatas batuan yang retak dan menginjeksi materi klastik ke bawah.
3. Melalui injeksi sedimen ke dalam materi yang belum disemen. Dike batupasir dapat terbentuk sebagai hidrokarbon dan gas bergerak ke hamparan pasir tebal yang ditndih oleh lumpur yang belum jadi batu.

Ignous Dike
Intrusi ini terbentuk saat magma terdorong ke atas melalui fraktur batuan vertikal, lalu mendingin dan mengkristal. Intrusi ini terbentuk di batuan sedimen, metamorf atau batuan beku dan memaksa batuan sebelumnya terpotong. Dike tipe ini memiliki ketebalan beragam mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa meter.

Ring Dike
Ring dike adalah intrusi magma yang melingkar atau bentuk semu lingkaran. Intrusi ini paling sering terbentuk pada kaldera yang runtuh. Ketika ruang magma yang dangkal mengosongkan isinya dan melepaskan tekanan, atapnya sering runtuh ke cekungan kosong. 

Saat atap runtuh, maka sering muncul rekahan mengarah vertikal. Magma kemudian bisa naik melalui faktur ini mendingin lalu membentuk tanggul tepi luar kaldera yang runtuh.

Gambar: disini

Selasa, Mei 8

Pengertian dan Ciri Batuan Beku Plutonik

Pengertian dan Ciri Batuan Beku Plutonik

Plutonik adalah intrusi batuan beku dalam, dimana magma yang menerobosi permukaan tanah kemudian membeku, mendingin. 

Pada kedalaman itu, magma mendingin dan mengkristal dengan sangat lambat, memungkinkan butir tubuh mineral tumbuh besar dan saling berdekatan melekat. 

Intrusi magma dangkal dapat disebut juga sebagai intrusi hipabisal. Ada banyak jenis plutonik termasuk Batolit, diapir, lakolit dan stock. Baca juga: Fenomena intrusi magma dike

Plutonik dapat muncul ke permukaan bumi karena bagian atasnya yang bisa berupa tanah dan batuan lainnya mengalami erosi. Plutonik ini mungkin mewakili ruang magma yang pernah eksis di masa lalu pada tubuh gunung api namun kini sudah lama hilang. 

Namun plutonik juga bisa menjadi tanda ruang magma yang tidak pernah mencapai permukaan bumi. Cara untuk mengidentifikasinya adalah dengan memetakan dan menganalisis detail bebatuan yang tersingkap dengan kondisi geologi disekitarnya.
Pengertian dan Ciri Batuan Beku Plutonik
Plutonik berbentuk batholith
Pluton adalah istilah umum yang mencakup seluruh jenis bentuk yang berasal dari tubuh magma. Artinya kondisi lingkungan yang membuat pluton ini bisa berbeda-beda bentuk dan ukurannya. 

Sebuah pluton yang berbentuk jamur dapat disebut Lopolit dan yang silindris disebut bysmalith. Begitupun pula ada bentuk-bentuk lainnya seperti stok (bulat).

Pluton dapat dengan mudah mencair dan naik ke atas kerak bumi namun mereka punya waktu yang sulit untuk mencapai kerak bagian paling atas karena sifatnya yang dingi dan kuat. 

Pluton membutuhkan gaya tektonik agar bisa membuka jalan bagi mereka untuk naik dan sampai ke permukaan bumi. Pluton terutama batholit, meluncur ke permukaan bersama zona subduksi yang menhasilkan busur vulkanik. Baca juga: Fungsi pebelajaran geografi

Jadi jelas yang guys, pluton itu istilah umum untuk magma yang membeku di dalam sehingga menciptakan sebuah batuan beku luas. 

Batuan beku luas ini bisa muncul dan terlihat ke permukaan karena dibantu gaya endogen dan gaya eksogen seperti erosi sehingga sang pluton ini akhirnya muncul dan bisa eksis di permukaan bumi. 

Senin, Mei 7

Pengertian, Bentuk dan Ciri Gunung Api Perisai (Shield Volcano)

Pengertian, Bentuk dan Ciri Gunung Api Perisai (Shield Volcano)

Gunung api perisai atau shield volcano adalah salah satu bentuk gunung api yang dijumpai di permukaan bumi. 

Gunung api perisai berbentuk luas dan punya ketinggian rendah dengan tipe lava basalt dan dapat memiliki panjang dari beberapa km hingga 100 km guys. Ketinggian gunung api perisai berkisar 1/20 dari lebarnya. 

Bagian dasar gunung api ini sangat landai yaitu 2-3 derajat namun di pertengahan, kemiringannya bisa naik menjadi 10 derajat dan mendatar kembali di puncaknya.

Bentuk datar dan luas dari gunung api perisai dihasilkan dari erupsi bertipe cair dengan lava basalt yang kemudian menyebar ke seluruh area gunung api. 

Shield volcano mayoritas terbentuk di hot spot samudera seperti Kepulauan Hawaii yang dibangun dari Gunung Kilauea, Maona Loa dan lainnya. Ketebalan lava sangat tipis yaitu kurang dari 1 m dan disebut juga lava pahoehoe. 
Pengertian, Bentuk dan Ciri Gunung Api Perisai (Shield Volcano)
Gunung Kilauea di Hawaii
Shield volcano dibangun dari erupsi tipe Hawaian. Bagiamanapun, ada beberapa variasi dari tipe erupsi Hawaii. Di Indonesia belum pernah dijumpai gunung api tipe ini karena mayoritas adalah stratovolcano. 

Erupsi shield volcano tidak eksplosif namun efusif sehingga masyarakat masih bisa menyelamatkan diri asalkan mitigasi bencana berjalan baik.

Berikut ini ciri erupsi gunung api perisai secara singkat:
- Biasa ditemukan di batas lempeng divergen atau hot spot
- Ketinggian rendah dengan lereng landai
- Dibentuk dari erupsi efusif, lava tipis dan bergerak agak cepat
- Erupsi periodik namun tidak dahsyat

Gambar: disini

Minggu, Mei 6

Pengertian, Bentuk, Ciri Gunung Api Strato (Stratovolcano)

Pengertian, Bentuk, Ciri Gunung Api Strato (Stratovolcano)

Gunung api alias volcano adalah suatu bentukkan hasil dari terobosan magma ke permukaan bumi. 

 Nah, tahukah kamu bahwa gak semua bentuk gunung api itu sama lho?. Kali ini kita akan belajar dulu tentang pengertian, bentuk dan ciri gunung api strato atau stratovolcano. 

Gunung api strato atau composite cone bentuk gunung api paling umum dan paling membahayakan diantara bentuk gunung api yang lain. 

Bagian dasarnya landai namun semakin curam menuju puncaknya dan membantuk kerucut. Puncak gunung api strato biasanya tersusun atas kawah yang kecil. 

Gunung api strato banyak terbentuk di zona subduksi lempeng atau di zona konvergen. Akan tetapi gunung api strato ini juga tidak sepenuhnya memiliki bentuk yang sama karena dipengaruhi oleh variasi dan jenis erupsinya. 

Beberapa gunung api strato bertipe erupsi sentral, kaldera atau mungkin berbentuk amphiteater sebagai hasil dari erupsi lateral. Baca juga: Klasifikasi sistem kristal batuan
Pengertian, Bentuk, Ciri Gunung Api Strato (Stratovolcano)
Gunung Ciremai di Majalengka
Mayoritas gunung api strato memiliki lapisan bergantian dari aliran lava, tephra, awan panas, lumpur hingga guguran lava. Komposisi batuan gunung api strato berkisar dari basal thingga riolit. 

Namun bagaimanapun, komposisi umum stratovolcano adalah lava andesit. Banyak gunung api strato di lautan yang lebih basa dibandingkan gunung api yang di darat.

Ketingian gunung api strato juga biasanya tinggi yaitu diatas 2.000 m. Gunung Fuji dan Etna didominasi lava basalt, Gunung Rainier didominasi lava andesit, Gunung St. Helens bertipe andesit-dasit dan Gunung Lassen tersusun dari lava dasit bertipe dome. 

Stratovolcano mayoritas muncul di zona konvergen dimana lempeng tektonik menunjam masuk ke dalam lempeng tektonik lainnya (subduksi). 

Zona ini paling banyak muncul di wilayah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire dan Indonesia masuk dalam wilayah tersebut. Contoh gunung api strato di Indonesia adalah Merapi, Sinabung, Slamet, Ciremai, Tangkubanperahu dan Semeru. Baca juga: Fenomena intrusi dike

Gambar: disini

Jumat, Maret 16

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi

Batuan sedimen atau endapan dapat terbentuk karena perombakan batuan lain atau karena proses kimia (eksogen). Hasil masing-masing cara ini berbeda-beda. 

Batuan sedimen dapat disusun dari bongkahan batu, kerikil, pasir atau lempung. Setelah bahan rombakan diendapkan maka lambat laun akan mengalami pengerasan atau kompaksi. 

Pengerasan ini kerapkali berlangsung karena adanya zat perekat yang dapat berupa asam silikat, kalsium karbonat dan oksida besi. 

Ada lagi yang dapat menyebabkan batuan menjadi keras yaitu pembebanan dari tumpukkan batuan yang ada diatasnya (tekanan). Baca juga: Update kode diskon quipper terbaru

Waktu juga berperan dalam pembentukkan batuan sedimen. Semakin lama umur batuan maka umumnya main keras. Proses pengerasan ini mengakibatkan sedimen membatu. 

Jika bahan pembentuknya berbutir kasar maka akan terbentuk batu konglomerat yang sering banyak di sungai. Batu konglomerat memiliki butir bundar. 

Jika bahan pembentuknya bersudut tajam maka disebut breksi. Pasir yang membatu disebut batu pasir, lanau disebut batu lanau dan lempung disebut batu serpih.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Batu breksi bersudut tajam
Batu gamping umumnya bersal dari terumbu karang yang terangkat karena gaya tektonik ke daratan. Batu kapur atau gamping sering dijumpai adanya fosil hewan laut seperti di daerah Pegunungan Sewu Gunung Kidul. 

Dalam batu kapur ditemukan rijang atau batu api. Sebelum ada korek api, manusia menggunakan rijang untuk membuat api. Batu Rijang tersusun atas asam silikat dan berbeda dengan batu gamping yang terjadi secara kimia (Kalsium karbonat). Baca juga: Kelas kemampuan lahan USDA

Batu gamping yang terjadi karena pengendapan kimia adalah travertin. Travertin diendapakan di dekat mata air panas seperti di Ciseeng Jawa Barat. Batu rijang banyak ditemukan di Tasikmalaya Selatan.
Batuan Sedimen dan Metamorf Pembentuk Kerak Bumi
Gneiss ubahan dari granit
Batuan Metamorfosis atau malihan terjadi setelah mengalami perubahan bentuk fisik dan kimia. Perubahan ini terjadi karena tekana dan suhu yang tinggi. Contohnya adalah marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. 

Contoh lainnya adalah sabak dan abtu tulis dan grafit. Sabak berasal dari baru serpih, grafit berasal dai karbon. Selain itu granit juga bisa berubah menjadi gneiss. Itulah beberapa jenis batuan penyusun kerak bumi kita.  

Gambar: disini, disini
Bahan Pembentuk Kerak Bumi (Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf)

Bahan Pembentuk Kerak Bumi (Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf)

Kerak bumi merupakan lapisan bumi yang paling atas dan tersusun atas batuan. Batuan ini terdiri atas batuan beku, sedimen dan metamorf. Semua batuan berasal dari magma yang keluar melalui proses vulkanisme. 

Perbedaan jenis batuan dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya seperti kehadiran udara, tekanan, panas dan lainnya. Semua batuan di kerak bumi sangat bermanfaat bagi kehidupan mahluk di bumi. Kita akan bahas sekilas mengenai ketiga jenis batuan tadi.

a. Batuan Beku
Batuan beku terjadi dari magma pijar yang membeku. Magma pijar tadi banyak terdapat di mantel bumi hingga astenosfer. Magma keluar dari dalam bumi menuju permukaan bumi lalu membeku dalam perjalanannya. 

Ada yang membeku di dalam, di dalam korok atau gang dan ada juga yang membeku di atas permukaan bumi. 

Oleh karena itu batuan beku dapat diklasifikasikan menurut tempat pembekuannya. Ada batuan beku dalam, batuan korok dan batuan beku luar. Karena lokasi pembekuan berbeda maka ciri-ciri ketiga batuan beku itu berbeda pula. 

Ciri yang berbeda pada batuan beku itu tampak jelas pada susunan kristal atau hablurnya.
Batuan penyusun bumi
Batu diorit
Batuan beku dalam membeku secara lambat maka hablur-hablurnya berkesempatan tumbuh secara wajar. Akibatnya terbentuklah batuan yang seluruhnya tersusun atas hablur-hablur sehingga disebut berhablur penuh. 

Batuan beku luar membeku secara tiba-tiba atau cepat. Hablurnya jadi halus bahkan terjadi kaca, sehingga disebut batukaca atau obsidian. Jika magma yang mencapai permukaan bumi itu mengandung banyak gas maka terbentuklah batu apung yang penuh rongga gas sehingga ringan.

Batuan korok atau gang terjadi di dalam rekahan atau celah litosfer sehingga memiliki hablur kasar dan halus. Yang kasar terjadi lebih dahulu kemudian disusul hablur yang halus. Hablur halus menempati ruang diantara hablur kasar. 

Batuan beku dapat digolongkan menjadi batuan asam dan basa menurut kandungan silikatnya. Kondisi silikat ini akan berdampak pada perbedaan warnanya. Batuan asam mengandung banyak silikat. 

Asam silikat merupakan senyawa antara silikon dan oksida. Batuan jenis ini mengandung kuarsa, warnanya putih karena kuarsa tidak berwarna atau bening keputih-putihan.
Batuan penyusun bumi
Obsidian kaca
Batuan basa sangat rendah kadar silikatnya dan banyak mengandung magnesium dan besi. Warnanya gelap atau bahkan hitam pekat karena mengandung banyak mineral gelap atau kehitaman. Batuan yang kadar silikatnya menengah disebut intermediet, memiliki warna kelabu. 

Contoh batuan beku dalam yang asam adalah granit, sementara yang basa adalah diabas dan yang menengah adalah diorit. Batuan beku ekstrusif asam disebut liparit dan yang basa disebut basalt sementara yang intermediet adalah andesit. 

Untuk ulasan selanjutnya mengenai batuan sedimen dan metamorf silahkan klik link berikut: Batuan sedimen dan batuan metamorf

Gambar: disini, disini
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close