Guru Geografi: Geomorfologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geomorfologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geomorfologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 21

5 Potensi Fisik Wilayah Indonesia

5 Potensi Fisik Wilayah Indonesia

Indonesia merupakan negara besar dan memiliki kekayaan fisik yang luar biasa. Kekayaan fisik ini merupakan anugerah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Berikut ini saya akan coba berikan gambaran tentang potensi fisik wilayah Indonesia. Letak geografis adalah letak suatu empat dibandingkan dengan posisi tempat lainnya di permukaan bumi. Indonesia terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. 

Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia serta diantara dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Potensi fisik Indonesia terdiri dari 5 aspek berikut:

a. Iklim di Indonesia
Secara garis besar, Indonesia memiliki karakteristik iklim tropis, iklim musim dan iklim laut. Dalam iklim koppen Indonesia punya Iklim Af, Aw, Am dan Ef. 
1. Iklim tropis 
Wilayah Indonesia terletak di jalur khatulistiwa sehingga Indonesia masuk iklim tropis dengan curah hujan dan intensitas penyinaran tinggi sepanjang tahun. 

Kelembaban udara Indonesia juga cenderung tinggi dengan tiga musim utama yaitu penghujan, pancaroba dan kemarau.
2. Iklim laut
Wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan sehingga kondisi iklimnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan laut. Penguapan air laut yang tinggi menjadikan udara lembap dan menyebabkan curah hujan tinggi karena banyak terbentuk hujan konvektif. 

Iklim laut mempengaruhi kehidupan manusia seperti bentuk rumah, mata pencaharian, pakaian hingga tata laku. Wilayah pesisir adalah wilayah paling terkena dampak iklim laut ini.
3. Iklim muson
Indonesia sangat dipengaruhi oleh angin muson yaitu muson barat dan muson timur. Angin muspn barat berhembus dari benua Asia ke benua Australia pada Oktober - April dan menyebabkan musim penghujan di barat Indonesia. 

Angin muson timur berhembus dari Australia ke Asia pada April - Oktober dan mengakibatkan musim hujan di timur dan kemarau di barat.

b. Angin di Indonesia
Angin merupakan udara yang berhembus dari daerah bertekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Ada beberapa jenis angin yang terjadi di Indonesia yaitu:
1. Angin muson adalah angin yang bertiup akrena perbedaan tekanan udara antara benua atau daratan dengan lautan.
2. Angin darat dan angin laut adalah angin yang bertiup dari dan menuju laut. Angin darat berhembus dari darat ke laut pada malam hari, biasa digunakan nelayan untuk mulai melaut. Angin laut berhembus dari laut ke darat pada siang hari dan dipakai nelayan untuk kembali ke darat setelah berlayar.
3. Angin gunung adalah angin yang berhembus dari puncak gunung ke lembah dan terjadi malam hari. Sementara angin lembah berhembus dari lembah ke gunung pada siang hari.
4. Angin fohn merupakan angin yang menuruni pegunungan dan bersifat panas dan kering. Nama angin fohn di Deli disebut Angin Bahorok, di Cirebon disebut Angin Kumbang, di Pasuruan dinamakan Angin Gending, di Maluku benama Angin Brubu, di Papua disebut Angin Wambrau.

c. Curah Hujan
Curah hujan di Indonesia relatif tinggi yaitu berkisar 2.000-3.000 mm/tahun. Darah yang menerima curah hujan kurang dari 1.000 mm adalah Nusa Tenggara dan di Sulawesi. Hujan paling besar turun di Kranggang dan Baturaden yaitu diatas 7.000 mm/tahun. 

Sebaliknya hujan paling sedikit turun di Lembah Palu dengan curah hujan kurang dari 500 mm per tahun. Curah hujan yang besar merupakan aset bagi pertanian di Indonesia.
5 Potensi Fisik Wilayah Indonesia
Ladang kentang di kaki Dieng
d. Bentang Alam
Beragam jenis bentang alam banyak terbentuk di Indonesia mulai dari bukit, gunung, teluk, rawa, tanjung dan lainnya. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya bentang alam ini adalah tenaga endogen dan eksogen. 

Variasi bentang alam merupakan salah satu faktor sebaran flora dan fauna. Selain itu kebudayaan masyarakat juga terbentuk dari bentang alam ini.

e. Tanah
Secara umum karakteristik tanah di Indonesia cocok untuk pertanian karena curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi. Tanah yang dijumpai di Indonesia diantaranya tanah vulkanik, tanah aluvial, tanah humus, tanah gambut, tanah laterit dan tanah kapur. 

Tanah vulkanik kaya mineral dan banyak digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Tanah aluvial di sisi sungai juga kaya akan mineral sehingga cocok untuk pertanian dan palawija. Tanah gambut tersebar di sumatera timur dan kalimantan selatan. 

Sementara tanah kapur banyak ditumbuhi kayu jati dan mahoni. Tanah Indonesia juga kaya akan sumber daya bahan galian di dalamnya mulai dari batubara, emas, perak, intan dan lainnya.

Gambar: disini

Rabu, Februari 14

Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi

Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi

Ada banyak bentukan alam di permukaan bumi ini salah satunya diakibatkan oleh proses sedimentasi. Sedimentasi adalah proses pengangkutan/transportasi material oleh tenaga eksogen (air, angin, es).

Sedimentasi terjadi pada daerah landai yang membuat kecepatan aliran menurun dan mengendapkan material hasil erosi.

Berikut ini beberapa bentukan hasil dari sedimentasi:
a. Delta
Delta terbentuk di muara sungai, yaitu tempat pertemuan sungai dengan laut. Pada saat aliran sungai mendekati laut, arusnya melemah karena adanya pengaruh gelombang laut, sehingga material yang dibawa aliran sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk delta.

Delta yang berkembang luas dapat menyatu dengan daratan sehingga akan menambah luas daratan. Dilihat dari bentuk fisiknya, ada beberapa bentuk delta, yaitu delta kaki burung, delta busur segitiga (kipas), dan delta kapak. 

b. Kipas Aluvial
Kenampakan ini terbentuk di kaki gunung. Pada tempat ini terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan. 

Materi yang terendapkan merupakan aluvium halus. Umumnya terbentuk di antara lembah curam dan sempit.
Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi
Delta Kipas Aluvial
c. Tanggul Alam
Tanggul alam terbentuk pada waktu terjadi banjir, akibatnya material-material dari air sungai meluap di kanan kiri sungai. Ketika banjir mereda, material tersebut terendapkan di kanan kiri sungai dan lama-kelamaan semakin tinggi menyerupai tanggul.

d. Dataran Banjir
Dataran banjir merupakan dataran rendah di kanan kiri sungai yang terbentuk dari material hasil pengendapan banjir aliran sungai. Pada saat banjir datang, air meluap ke kanan kiri alur sungai. 

Luapan air ini membawa material sedimen yang kemudian diendapkan di kanan kiri sungai. Proses ini berlangsung lama, hingga terbentuk dataran banjir. Baca juga: Menghitung proyeksi penduduk
Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi
Tanggul alam sungai dan dataran banjir
e. Meander
Meander adalah salah satu bentuk sungai yang khas. Sungai dengan kelokan yang terbentuk dari adanya pengendapan. Meskipun sungai ini banyak terdapat di bagian tengah suatu DAS, bahkan mendekati hilir, tetapi proses pembentukannya dimulai di bagian hulu. 

Volume air di bagian hulu yang kecil mengakibatkan tenaga yang terbentuk pun kecil. Oleh karenanya sungai akan mencari rute yang paling mudah, yaitu materi batuan yang tidak resisten. 

Di bagian tengah, aliran air mulai melambat karena relief yang datar. Di sinilah pembentukan meander mulai nyata. Proses meander terjadi di tepi sungai baik bagian dalam maupun luar lekukan sungai. 

Pada bagian sungai yang alirannya cepat akan terjadi pengikisan, di bagian lain dari tepi sungai yang alirannya lamban akan terjadi pengendapan. Meander terbentuk dari proses ini yang berlangsung secara terus-menerus.
Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi
Meander dan Oxbow Lake
f. Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake)
Oxbow lake terbentuk akibat proses sedimentasi yang terjadi pada lekukan sisa sungai meander. Material sedimen yang terangkut oleh aliran sungai diendapkan pada bagian luar cekungan sungai. 

Proses ini jika berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama, mengakibatkan material sedimen akan memotong alur sungai sehingga alur sungai berubah menjadi lurus. Sementara itu, cekungan alur sungai yang terpotong membentuk genangan air menjadi danau. 

Gambar berikut akan membuatmu lebih memahami bagaimana terbentuknya danau tapal kuda. Baca juga: Tahapan pemfosilan pada batuan

g. Tombolo dan Spit
Tombolo dan spit merupakan kenampakan alam hasil proses sedimentasi di pantai. Tombolo adalah endapan material sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil, sedangkan spit merupakan endapan material sedimen laut di bagian ujung tanjung. 

Di Indonesia kenampakan tombolo dan tanjung dapat dijumpai di Pulau Bali. Wilayah sempit Jimbaran merupakan tombolo yang menghubungkan Pulau Bali dengan pulau kecil di bagian selatan. 
Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi
Tombolo dan spit
h. Gumuk Pasir
Gumuk pasir merupakan bentang alam hasil pengendapan oleh angin. Bentang alam ini dapat terbentuk di pantai maupun di gurun. Terbentuk karena adanya akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat sehingga pasir terangkut dan kemudian terendapkan membentuk gumuk pasir.

Bentang alam semacam ini dapat kamu temukan ketika kamu mengunjungi Pantai Parangtritis di Yogyakarta. Baca juga: Link Try Out UNBK Geografi Online
Contoh Bentukan Muka Bumi Akibat Sedimentasi
Gumuk pasir 

Selasa, Januari 30

Fenomena Bukit Gravitasi Melawan Hukum Alam?

Fenomena Bukit Gravitasi Melawan Hukum Alam?

Kalian tentu pernah mendengar atau melihat di berita tentang adanya mobil yang bergerak sendiri di daerah perbukitan bukan?. Itu adalah fenomena bukit gravitasi. 

Bukit gravitasi adalah tempat dimana gravitasi nampaknya bekerja melawan dirinya sendiri dan nampaknya gravitasi semetara tidak bekerja sebagaimana mestinya. 

Bukit gravitasi pada intinya adalah sebuah ilusi optik. Pemandangan sebuah landscape menurun yang nampak menanjak. 

Mobil bisa terlihat bergerak menanjak melawan gradien jalan dan membuat pengemudi bingung. Salah satu hal penting dari sebuah bukit gravitasi adalah bahwa garis cakrawala sebagian dan seluruhnya dikaburkan dan membuat persepsi penonton terhadap naik dan turun menjadi bias. Selain itu medan magnet juga bisa dikaitkan dengan fenomena ini.

Beberapa bukit gravitasi dilaporkan bukan hanya terkait ilusi optik namun juga karena adanya gaya supranatural. Sebagian besar adalah mitos dan hanya legenda lokal namun para penduduk lokal biasanya akan tetap mempercayai hal tersebut.
Fenomena Bukit Gravitasi Melawan Hukum Alam?
Bukit gravitasi adalah ilusi optik
Para ilmuwan sudah membuktikan bahwa dalam mengamati sebuah bukit gravitasi, anda tidak dapat melihat cakrawala, pepohonan melengkung dengan cara berbeda, radien jalan diimbangi oleh kondisi geografi bukit-bukit di sekitarnya. 

Persepsi manusia seringkali tidak cukup membedakan mana yang benar di depan kita, otak kita begitu banyak menyerap informasi sehingga sulit membuat kesimpulan yang tepat.

Keajaiban dari bukit gravitasi ini sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan tidak bisa hanya dikaitkan dengan mitos gaib. Di Indonesia sendiri ada beberapa lokasi yang disinyalir memiliki fenomena bukit gravitasi ini. 

Jadi anda sekarang paham bahwa bukit gravitasi adalah ilusi optik dan tidak ada kaitannya dengan supranatural. Penjelasan dibalik fenomena ini harus dilakukan oleh berbagai ahli seperti geografi, fisika hingga ahli optik untuk bisa memberikan alasan ilmiah yang dapat diterima oleh masyarakat. Baca juga: Batuan basa dan asam itu bedanya apa?

Gambar: disini

Kamis, Januari 18

Erosi Gelombang Laut, Angin dan Es

Erosi Gelombang Laut, Angin dan Es

Pada artikel sebelumnya saya sudah memberikan penjelasan tentang erosi air dan rayapan tanah. Kali ini saya akan lanjut membahas tentang erosi gelombang laut, angin dan es. 

Pengikisan atau erosi oleh gelombang laut terjadi di tempat-tempat tertentu. Hempasan gelombang dapat melepaskan gumpalan-gumpalan batuan. 

Gumpalan-gumpalan itu berbenturan satu sama lain akibatnya terpecah menjadi kepingan kecil. 

Baca juga:
Faktor perbedaan cuaca iklim suatu wilayah
Cara jawab soal titik henti di UN

Erosi pantai akan membuat pantai semakin mundur mendekati pemukiman penduduk. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang sebagian wilayahnya ada yang sudah tenggelam oeh air laut. 

Untuk mengurangi laju pemunduran pantai maka manusia telah berusaha melakukan berbagai cara diantaranya dengan membangun dam atau tembok penahan gelombang seperti di Belanda. 
Erosi Gelombang Laut, Angin dan Es
Gumuk pasir hasil erosi angin
Erosi oleh gelombang laut ini akan sangat berbahaya jika dibiarkan terutama di kota-kota yang berada di dekat pantai seperti Jakarta. Perubahan iklim yang kini tengah berjalan akan terus menaikan muka air laut dan membuat laju abrasi semakin meningkat, dan ini merupakan ancaman bagi kehidupan di sepanjang pesisir pantai. Baca juga: Kunci jawaban OSK Geografi

Erosi angin merupakan pengikisan yang disebabkan oleh tenaga angin. Angin membawa partikel debu, kerikil yang jika terbang akan mengikis benda-benda yang dilaluinya. Di Indonesia, erosi angin tidka terlalu besar seperti di gurun. 

Wilayah yang terkenal karena erosi angin di Indonesia adalah gumuk pasir Parangkusumo di Yogyakarta. Gumuk pasir ini merupakan fenomena unik dan satu-satunya di Indonesia dan Asia. Erosi angin di gurun banyak menghasilkan berbagai fenomena seperti barchan dan batu jamur.
Erosi Gelombang Laut, Angin dan Es
Dataran moraine hasil erosi gletser
Erosi es atau gletser adalah erosi yang disebabkan tenaga es atau salju yang menuruni lereng. Erosi es banyak terjadi di daerah pegunungan tinggi seperti di Alpen dan Himalaya. Di Indonesia, gletser hanya ada di puncak Jaya Wijaya. 

Erosi es memiliki kecepatan yang tinggi dan sangat berbahaya bagi manusia. Baca juga: Bedanya batuan beku dan sedimen

Berikut ini rincian beberapa fenomena akibat erosi laut, angin dan es:
Erosi laut: karang, gua karang, stack, arch
Erosi angin: batu jamur, barchan, gumuk pasir
Erosi es: morena
Gambar: disini, disini

Minggu, Januari 7

Bentuk Permukaan Bumi Secara Umum

Bentuk Permukaan Bumi Secara Umum

Bumi ini adalah sebuah planet yang berbentuk bola kalau dilihat dari atas atau angkasa. Namun ketika sampai lapisan permukaan bumi, ternyata ada banyak variasi bentuk permukaan bumi dan bumi bukan datar. 

Kata gunung, dataran, lembah, bukit, laut dan lainnya adalah kata yang biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Misal kota Jakarta ada di daerah dataran rendah, kota Bandung ada di daerah perbukitan, kota Semarang ada dekat pantai dan lainnya. 

Baca juga:
Ciri wilayah sub urban fringe 
Konsep trickle donwn effect pembangunan

Gunung tertinggi di Jawa adalah Semeru dengan ketinggian 3.676 m. Angka ini menunjukkan ketinggian dari permukaan laut. Di Papua kita tahu ada pegunungan tertinggi di Indonesia yaitu Pegunungan Jayawijaya. 

Pegunungan Jayawijaya memiliki puncak-puncak yang tertutup salju abadi. Ini disebabkan oleh ketinggiannya yang lebih dari 5.000 mdpl.
Bentuk Permukaan Bumi Secara Umum
Puncak Jayawijaya yang indah
Dari contoh tadi kita dapat menangkap bahwa permukaan bumi kita memiliki beragam bentuk. Berbagai macam bentuk atau morfologi itu merupakan bentang alam atau landscape. 

Suatu daerah disebut miring jika kedudukannya membentuk sudut dengan bidang datar. Pada sebuah gunung bagian yang miring disebut lereng. 

Lereng yang landai memiliki kemiringan hanya sekitar 5 derajat. Jika kemiringan disekitar 45 derajat maka disebut curam dan jika lebih dari 70 derajat disebut terjal. Lereng yang tegak hingga 90 derajat disebut dinding.

Pada sebuah gunung, dijumpai bagian yang tertinggi dan terendah. Bagian yang tertinggi disebut puncak sedangkan yang terendah disebut kaki. Ketinggian puncak diukur dengan meter dan umumnya diukur dari batas permukaan laut. 

Namun ada juga yang idukur dari suatu titik di daratan. Dengan begitu terdapat puncak yang tinggi, rendah dan sedang. Ketinggian < 100 m adalah puncak rendah, ketinggian 100-1.000 m adalah puncak sedang dan > 1.000 m adalah puncak tinggi.

Bentuk permukaan bumi juga ada yang berpola dan bersifat menyendiri atau tunggal. 
Bentuk Permukaan Bumi Secara Umum
Lembah Baliem di Papua
Bentuk-Bentuk Daratan
Jika banyak gunung berderet dalam suatu kelompk maka bentang alam itu dikenal dengan pegunungan. Bukit yang berkelompok dinamakan perbukitan. Seringkali pada suatu pegunungan atau perbukitan kita melihat seakan-akan puncak-puncaknya berderet. 

Dari puncak satu ke puncak lainnya tidak ada penurunan, ini dinamakan pematang. Baca juga: Posisi strategis Indonesia di dunia

Pematang-pematang tanpa puncak yang mencolok dan tidak tajam diberi nama punggung. Jika bentuknya tajam disebut igir. Dataran merupakan suatu bentang alam tanpa banyak perbedaan tinggi antara daerah satu dengan daerah lainnya. 

Dataran pada umumnya terdapat di daerah pantai sehingga ketinggiannya dari muka laut tidak seberapa.

Karena letaknya di daerah pantai maka diberi nama dataran pantai. Misalnya dataran pantai utara Jawa, dataran pantai timur Sumatera dan lainnya. Karena dataran pantai biasanya rendah lokasinya maka dinamakan dataran rendah.

Dataran dapat pula terletak diantara pegunungan dengan ketinggian beberapa ratus meter hingga ribuan meter. Dataran ini dinamakan dataran tinggi atau juga plato. Plato berasal dari bahasa Perancis plateau.

Di Indonesia dikenal dataran tinggi Bandung dengan ketinggian rata-rata 700 mdpl. Di Luar negeri ada dataran tinggi yang ketinggiannya diatas 4.000 m misalnya Tibet. Sering juga kita melihat sungai mengalir pada dataran yang memanjang sepanjang sungai itu. 

Dataran ini dinamakan lembah. Lembah pada umumnya terbuka pada suatu ujungnya sementara pada ujung lainnya tertutup. Namun ada lembah yang pada kedua ujungnya terbuka.
Panjang lembah bervariasi dari beberapa puluh meter hingga puluhan km. Bentuk muka bumi yang cekung disebut cekungan atau ledok. Bagian yang rendah pada suatu cekungan disebut dasar cekungan. 

Cekungan ini bisa terjadi karena pengaruh erosi atau gaya endogen. Baca juga: Fungsi pembelajaran geografi
Bentuk Permukaan Bumi Secara Umum
Pematang samudera Atlantik
Bentuk-bentuk dasar laut
Permukaan dasar lautan punya banyak variasi seperti gunung, lembah, dataran, cekungan hingga jurang. Diantara bentuk tersebut ada yang punya corak khas yaitu paparan yang merupakan dataran luas di tepi benua. Contohnya adalah Paparan Sunda dengan luas 2 juta km persegi dan Paparan Sahul di timur Indonesia.

Paparan Sunda terbentang dari Teluk Siam, Selat Malaka, Barat Daya Laut Cina, Laut Jawa, Barat Selat Makassar. Paparan Sahul terdapat antara Australia dan Irian. Paparan ini luasnya hanya 8.000 km persegi. Paparan terbentuk saat jaman es mencair di era Pleistosen akhir.

Di Asia Tenggara kita kenal dua palung laut dalam yaitu Palung Jawa dengan kedalaman 8.000 m dan Palung Mindanau dengan kedalaman lebih dari 10.000 m. Cekungan Banda di timur Indonesia memiliki kedalaman lebih dari 5.000 m di beberapa titik.

Suatu pematang gunung bawha laut atau Mid Ocean Ridge yang terkenal dalah MOR Tlantic. Pemarang ini membujur dari Utara Atlantik hingga Selatan dengan panjang lebih hdari 15.000 km. MOR Atlantik terjadi karena batas lempeng divergen yang memisahkan Amerika dengan Afrika dan Eropa. Baca juga: Pengertian pendekatan kompleks wilayah

Kamis, Desember 14

Fenomena Pra dan Post Vulkanisme

Fenomena Pra dan Post Vulkanisme

Vulkanisme adalah gejala yang berkaitan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi ke atas. Magma merupakan cairan panas pijar yang panas dan menghasilkan tekanan. 

Tekanan ini membuat magma mendesak naik menerobos lapisan kulit bumi dan muncullah gunung api. Gunung api tersebar secara tidak merata di permukaan bumi dan mayoritas berada di zona subduksi lempeng. Baca juga: Bedanya bukit dengan gunung

Berdasarkan aktivitasnya, gunung api dapat dibagi kedalam 3 tipe yaitu gunung api aktif, gunung mati dan gunung istirahat.
1.Gunung aktif yaitu gunung api yang masih bekerja dan kawahnya mengeluarkan asap secara periodik. Pada gunung aktif ini sering terjadi gempa dan letusan. Contoh gunung api aktif di Indonesia adalah Sinabung dan Agung.
2. Gunung mati yaitu gunung api yang diketahui tidak meletus atau tidak menunjukkan aktivitas vulkanik sama sekali. Contohnya adalah Gunung Patuha dan Gunugn Sumbing.
3. Gunung istirahat yaitu gunung api yang sewaktu waktu bisa meletus kemudian beristrihat dalam waktu cukup lama. Contohnya Gunung Galunggung dan Gunung Ciremai.
Fenomena Pra dan Post Vulkanisme
Gunung Sinabung kini paling aktif di Indonesia
Gejala yang berkaitan dengan gunung api dikenal sebagai gejala pra dan post vulkanisme. Gejala pra vulkanisme adalah gejala atau fenomena yang terjadi sebelum gunung api meletus. 

Contoh fenomena pra vulkanisme antara lain adanya gempa tremor hingga terjadi letusan. Fenomena post vulkanisme adalah peristiwa yang muncul pada lingkungan gunung api yang sudah mati atau telah meletus. Contohnya adalah sebagai berikut:

1. Fumarol
Fumarol adalah sumber uap dan gas yang terdapat di sekitar gunung api. Fumarol terdiri atas:
- solfatara, yaitu sumber gas belerang yang dicirikan dengan bau menusuk. Contohnya ada di Tangkubanperahu dan Ijen.
- mofet, yaitu sumber gas karbon dioksida dan bersifat berbahaya. Contohnya di Kaldera Kelud.
- sumber uap air terdapat di kawah gunung api seperti Kawah Domas.
Fenomena Pra dan Post Vulkanisme
Makdani kawah Domas
2. Makdani
Makdani adalah mata air mineral yang bersuhu panas. Makdani dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit kulit. Jika kamu pergi ke kawah Domas kamu bisa menemukan banyak makdani dan merebus telur disana.

3. Geiser
Geiser adalah mata air memancar yang terjadi secara periodik dan disebabkan oleh tekanan gas dan panas di bawah lapisan batuan. Contohnya adalah geiser di Yellowstone, Islandia dan Selandia Baru. 

Geiser memiliki ketinggian bervariasi di setiap tempat dari mulai puluhan hingga ratusan meter. Baca juga: Kumpulan rumus hitung geografi

Gambar: disini, disini

Senin, Desember 11

Contoh Bentang Alam Pantai dan Pesisir

Contoh Bentang Alam Pantai dan Pesisir

Bentang alam di permukaan bumi ini sangat beranekaragam dan punya keunikan masing-masing. Salah satu bentang alam yang khas adalah bentang alam pantai dan pesisir. 

Pesisir adalah bagian dari pantai yaitu suatu daerah yang masih mendapatkan pengaruh pasang surut air laut. Kamu pernah main ke daerah pantai kan?. 

Kalau kamu sudah masuk daerah pesisir maka kamu akan menemukan angin berhembus kencang, burung-burung berterbangan dan ada suara deburan ombak. 

Proses pembentukan bentang alam pesisir dan pantai berasal dari pengaruh aktivitas gelombang, arus laut, pasang surut, tenaga tektonik dan lainnya. Berikut ini beberapa jenis pantai menurut morfologinya:

a. Pantai terjal adalah pantai yang terbentuk karena pengaruh abrasi air laut. Karena sering terkena gelombang dan arus laut, morfologi pantai akan membentuk tebing yang memiliki sudut yang tajam, bergantung dan teras pantai (fyord). 

Fyord adalah fenomena pantai bertebing terjal. Tebing curam (fyord) banyak terdapat di pantai barat Sumatera dan pantai selatan Jawa. Baca juga: Pola aliran sungai dan cirinya
Contoh Bentang Alam Pantai dan Pesisir
Pantai bertebing terjal
b. Pantai landai adalah pantai yang terbentuk karena proses sedimentasi dan pasang surut air laut. Pantai yang datar akan menciptakan bentuk lahan yang beraneka ragam antara lain:

1. Pantai bergisik adalah bentang alam yang terbentuk di sepanjang aliran sungai di dekat muara sebuah sungai. Proses sedimentasi pada aliran sungai dapat membentuk betting, gisik, tombolo dan laguna. Baca juga: Fungsi lahan bagi kehidupan

2. Pantai berdelta adalah endapan material yang terdapat di pinggir pantai. Endapan yang terjadi terus-menerus pada daerah hilir akan membentuk delta kaki burung.

3. Pantai berawa payau adalah pantai yang tersusun dari material sedimentasi sungai yang membentuk daratan. Daerah ini sangat datar sehingga akan tergenang saat air pasang naik. Pantai ini sering digunakan untuk tambak ikan, garam dan hutan bakau.

c. Terumbu karang, bentang alam terbentuk oleh aktifitas binatang karang dan jasad renik lainnya. Pada kawasan ini banyak ditemukan gugusan cincin terumbu karang dan gugusan pasir koral. Baca juga: Cara memperbesar dan memperkecil peta
Contoh Bentang Alam Pantai dan Pesisir
Pantai landai yang indah
Daerah pesisir juga dipengaruhi oleh angin yang mengakibatkan terjadinya erosi, pengangkatan dan pengendapan bahan lepas oleh angin. Erosi angin di pesisir dan pantai dapat membentuk fenomena:
Contoh Bentang Alam Pantai dan Pesisir
Gumuk pasir pantai hasil erosi angin
1. Gumuk pasir (sand dunes) adalah gundukan pasir atau igir pasir yang terhembus angin dan mengendap. Gumuk pasir dapat ditemukan pada daerah yang memiliki pasir sebagai sumber bahan endapan. Di Indonesia gumuk pasir terkenal ada di Pantai Parangkusumo Yogyakarta. 

2. Endapan debu (loss) adalah bentang alam yang terbentuk dari endapan material halus yang tidak berlapis dan mengandung sedikit pasir dan liat. Daerah ini sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian seperti endapan loss di Sungai Huang Ho Cina. Baca juga: Batuan beku dalam dan luar

Senin, Oktober 30

Geologi Patahan Lembang Bandung

Geologi Patahan Lembang Bandung

Patahan Lembang atau Sesar Lembang terletak di bagian utara Bandung dengan jarak 10 km dari pusat kota. Patahan memanjang dari timur ke barat dengan jarak 22 km. 

Patahan Lembang melewati Maribaya di timur dan Cisarua di barat. Patahan Lembang ini berbentuk escarpment. 

Tebing menghadap ke bagian utara dengan ketinggian 450 m sementara di bagian barat lebih rendah yaitu 40 m. Baca juga: Iklim Indonesia bertipe Af

Patahan ini menghilang di sisi utara Padalarang. Tinggi tebing mencerminkan besarnya pergeseran dari sesar Lembang.  Sesar Lembang terbentuk sekitar 100.000 tahun lalu di bagian timur bersamaan dengan munculnya formasi kaldera melalui letusan cataclismic. 

Sementara itu di bagian baratnya, patahan terbentuk 27.000 tahun lalu. Umur patahan lembang didapat dari deposit piroklastik yang muncul di lokasi patahan. 

Sesar Lembang dapat diamati dengan baik dari Gunung Batu yang bertipe andesit. Baca juga: Permafrost, lapisan tanah beku
Geologi Patahan Lembang Bandung
Peta Sesar Lembang
Penelitian terbaru menunjukan bahwa sesar Lembang ini termasuk sesar aktif dimana gempa  Cihideung tahun 1999 adalah salah satu dampaknya. Pergeseran rata-rata sesar Lembang mencapai 3 mm per tahun dan jika gempa terjadi maka wilayah pemukiman di Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Bandung akan terdampak.

Baca juga:
Teori ruang kota Burgess Konsentrik
Faktor pendorong dan penarik urbanisasi

Secara geologi, Bandung terbagi ke dalam empak zonasi yaitu:
1. Kategori B, batuan keras tersusun atas breksi, batu gunung api, dan lava gunung api Sunda purba.
2. Kategori BC, merupakan batuan beku muda terdiri dari tuf, lava, breksi Malabar dan Tangkuban Perahu.
3. Kategori CD, berupa sedimen Miosen tersusun atas tuf, breksi, batu pasir lava, konglomerat.
4. Kategori D, berupa sedimen Lacustrine.

Jika sesar Bandung ini bergerak maka seluruh Cekungan Bandung akan terkena dampak dari getaran tersebut. Sedimen lunak yang menyusun cekungan Bandung akan terkoyak dan menghancurkan kota Bandung. 

Temuan LIPI menyatakan bahwa ada 290 titik sesar aktif di patahan Lembang yang berpotensi mengancam. Mitigasi bencana di daerah sesar Lembang harus diantisipasi. Sesar Lembang mungkin saat ini terlihat tentang namun jika suatu saat mengamuk maka manusia yang akan menjadi korbannya. 
Gambar: disini

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close