Guru Geografi: Geowisata - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geowisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geowisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 31

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Akhir tahun ini seperti biasa kami mudik ke kampung halaman di Majalengka dan pastinya harus liburan ke objek wisata alam.

Karena wisata di Majalengka ditutup sampai 8 Januari maka kami alihkan rute ke wilayah Kuningan. Saya cek di google map dan dapatlah wisata alam Cipaniis.

Kami berangkat dengan mobil dari kota Majalengka menuju arah Rajagaluh dan sampai pertigaan belok ke arah Mandirancan. 

Cuaca sepanjang perjalanan cenderung mendung dan tidak panas dan cocok sekali untuk liburan ke pegunungan.

Setelah melewati jalan utama Mandirancan, kemudian kami belok kanan lagi menuju arah Desa Wisata Pasawahan dan sekitar 3 km sudah sampai di lokasi objek wisata.

Sampai parkiran masih belum begitu ramai dan hanya mobil kami yang baru terparkir. Suasana hutan pinus yang rimbun dan aliran sungai pegunungan sangat terasa.
 
Setelah memarkir mobil kami lanjut menuju pintu masuk dan bayar karcis 15.000 per orang, kalau anak kecil tidak masuk karcis.
 
Dari pintu masuk sudah terlihat aliran sungai yang super jernih dengan bebatuan yang terhampar di sisi sungai. Sungai Cipaniis ini adalah salah satu sungai yang berhulu di kaki Ciremai jadi airnya memang bersumber dari gunung.
 
Sudah banyak wisatawan ternyata sedang mandi di sungai ini. Karena saya dan isteri gak niat mandi jadi yang nyebur cuma anak saya saja.
 
Fasilitas wisata disini juga cukup memadai, ada warung, WC dan mushola. Warung-warung menjajakan makanan ringan, kopi, ada juga jagung bakar.
Wisata alam Cipaniis Kuningan

Airnya jernih banget bro

Suasana sejuk dan rimbun

Hobi ngorek air

Jernihnya air sungai Cipaniis Kuningan
 
Kalau mau river thubing, bisa juga di bagian hilir sungai untuk start susur sungainya. Suasana disekeliling sungai Cipaniis rimbun pepohonan dan ada area camp hutan pinus di bagian atas. 

Kami coba naik ke atas untuk melihat lokasi camp hutan pinus. Karena sudah lelah, kami ngopi dulu di warung sekitar hutan pinus.

Objek wisata alam Cipaniis Kuningan ini cocok untuk wisata keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan. 

Setelah 2 jam berwisata dan hujan pun mulai turun, kami turun kembali untuk pulang ke Majalengka dengan melewati jalur ke arah Cicerem. Simak vlog perjalanannya di youtube berikut ini dan jangan lupa subscribe.

Senin, Juni 22

Wisata Mata Air Situ Cicerem Telaga Biru Pasawahan Kuningan

Wisata Mata Air Situ Cicerem Telaga Biru Pasawahan Kuningan

Penatnya rutinitas kerja tentunya bisa membuat pikiran dan hati stress sehingga perlu relaksasi sejenak.

Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan bisa dijadikan pilihan anda yang ingin melepas kepenatan. Kali ini saya akan berikan info tentang Situ Cicerem di Kabupaten Kuningan.

Beberapa hari lalu saya melihat berita bahwa Kabupaten Kuningan sudah masuk zona biru dan objek wisata alam sudah dibuka.

Memang pandemi COVID tahun ini terasa menyiksa bagi milenial yang punya mobilitas tinggi. Jangankan 3 bulan, seminggu berdiam di rumah saja sudah gabut setengah mati.

Sebenarnya saya sudah pernah mengunjungi Situ Cicerem dua tahun lalu tapi waktu itu bulan Desember airnya hijau saat musim penghujan, dan saat ini masih musim kemarau mudah-mudahan berwarna biru.

Saya beserta isteri dan anak langsung bergerak naik motor dari pusat kota Majalengka menuju lokasi karena jaraknya hanya 25 km saja tidak jauh. Cek lokasi Situ Cicerem disini.
Keindahan Pesona Situ Cicerem Kuningan
Ikan-ikan di tepi situ Cicerem
Kami berangkat melalui jalan Rajagaluh hingga sampai ke Polsek Dukupuntang. Dari polsek kemudian belok kanan menuju arah Telaga Remis dan Telaga Nilem karena satu jalur.

Perjalanan melewati Telaga Remis dan Telaga Nilem yang saat ini masih ditutup untuk wisata. Jalanan mulai menanjak menyusuri bukit karang dan hutan pinus. Suasananya adem dan sejuk, padahal dulu jalur ini belum ada sama sekali.

Akhirnya setelah kurang lebih 40 menitan, kami tiba di lokasi. Ternyata gak terlalu jauh juga dari Majalengka masih di perbatasan.

Tiket masuk Situ Cicerem Kaduela 5.000 rupiah per orang dan parkir 2.000 rupiah, gak nguras kantong pokonya. Parkiran motor berada di sisi sebelah barat utara sementara mobil di selatan.

Ternyata tidak sia-sia datang di bulan Juni ini, airnya biru segar gitu guys. Sudah gak sabar ingin nyemplung dan berenang bersama ikan-ikan di Situ Cicerem.

Di lokasi ini sudah ada banyak fasilitas penunjang mulai dari toilet, mushola, warung makan jadi gak usah khawatir kelaparan. Banyak pedagang cemilan juga nongkrong di Situ Cicerem.

Situ Cicerem berada di kaki utara Gunung Ciremai dan dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun, asri dan menyejukkan.

Situ Cicerem dulunya adalah mata air alami yang tidak luas seperti sekarang, area mata air diperluas setelah ada kesepakatan para sesepuh masyarakat disana untuk dijadikan sumber mata air bagi desa.
Spot selfie ayunan di Situ Cicerem
Birunya mata air Situ Cicerem Kuningan
Datang sini tak afdol jika tak mengabadikan gambar situ. Anda harus dapatkan sudut terbaik sinar matahari jika ingin mendapatkan pantulan air situ yang bernuansa biru. Siapkan kamera terbaik, kalau bisa DSLR. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan mulai dari foto selfie, berenang dan naik perahu karet. Karena ini adalah danau alami jadi dasarnya dalah bebatuan, anda ahrus hati-hati menginjaknya karena batuan alam cukup tajam jika kena kaki.

Untuk spot foto di Situ Cicerem pengunjung dibebankan tarif 2.000 rupiah aja per orang. Ada spot jembatan love dan ada ayunan di pohon beringin yang paling utama. Anda bisa beli pelet ikan untuk mendapatkan view ikan-ikan sedang berkumpul di tepi situ. Ikan-ikan di Situ Cicerem ini gak bisa ditangkap dan dimakan ya guys, cuma bisa dilihat aja.

Jawa Barat memang surga wisata alam dan air darat alami, jadi jangan lewatkan hari anda tanpa liburan ya guys. Jangan terlalu cape kerja, sisihkan uang untuk menikmati karunia Tuhan. Jangan lupa saat di lokasi wisata Situ Cicerem jangan buang sampah sembarangan agar keindahan dan kebersihan situ tetap terjaga. Jadilah manusia beradab yang beretika lingkungan agar semakin disayang Tuhan.

Sabtu, Januari 18

Pengalaman Cari Hotel Murah di Singapura

Pengalaman Cari Hotel Murah di Singapura

Oke teman-teman kali ini saya akan sedikit ngulas tentang traveling nih, terutama bagi kamu yang sedang berencana liburan ke Singapura. 

Kenapa harus liburan ke Singapura?. Singapura adalah salah satu negara favorit wisatawan Indonesia bahkan dunia.

Tiket ke Singapura relatif lebih murah dibandingkan tiket pesawat domestik jadi pastinya negara kota ini menjadi salah satu incaran para wisatawan. 

Berbagai spot lokasi menarik di Singapura banyak menjadi incaran mulai dari Merlion Park, Garden By The Bay, Chinatown, Orchard Road, Sentosa Island dan masih banyak lainnya.

Terus bagaimana nih cara mencari hotel yang harganya murah di Singapura?. Bagi yang punya budget gak terlalu gede maka saya akan coba kasih pengalaman saya saat traveling ke sana. 

Ada banyak lokasi yang menyediakan hotel dengan budget yang enak di kantong di Singapura, tapi kalau saya lebih prefer di wilayah Lavender. Coba agan cek di map saja >>Lavender

Untuk mendapatkan harga hotel murah di Singapura maka pastikan anda tidak booking mepet hari H ya. Saya dulu booking sekitar 1 bulan sebelumnya, jadi harga belum naik. Kebetulan dulu pas akhir tahun alias di bulan Desember pergi kesana.

Saya dan istri cek di aplikasi lalu melihat bagaimana akses dari hotel menuju stasiun MRT terdekat. Ternyata dari stasiun MRT Lavender menuju hotel gak terlalu jauh hanya sekitar 100 meter saja jalan kaki. 

Harga hotel di wilayah Lavender waktu itu sekitar 500 ribuan, jadi cocok lah..gak mahal-mahal banget. Lihat fasilitasnya pun setara hotel bintang 3 kalau di Indonesia. Saya dan istri dulu booking hotel di Hammilton Rd Lavender. Di sisi kanan kiri jalan berderet hotel-hotel backpacker yang hemat kantong.

Saat mendarat di Singapura kami tidak langsung ke hotel melainkan ke Merlion dulu dari Changi dan magrib baru menuju hotel. Untuk urusan makan, jangan kahwatir di sekitar stasiun Lavender banyak warung makan mulai dari Padang, Cina, Burger dan lainnya. 

Saya pun dulu beli nasi Padang di stasiun Lavender Singapura dan pemiliknya adalah orang Malaysia. Harganya sekitar 40 ribu seporsi tapi banyak banget gan, bisa muat berdua ma istri, jadi hemat. 

Dari hotel menuju stasiun MRT Lavender juga hanya 10 menitan aja, gak lama dan sekalian menikmati pedestrian sekitar yang rimbun pepohonan. Kalau hotel yang dekat banget dengan stasiun pastinya harga akan lebih mahal.

Itulah sedikit pengalaman saya plesiran ke Singapura. Mungkin masih banyak lagi hotel yang lebih murah di Singapura dengan fasilitas yang bervariasi tentunya. 

Silahkan sharing saja jika punya pengalaman lainnya. Selamat berlibur dan jangan lupa bahagia.
Lokasi hotel murah di Singapura

Jumat, Januari 3

Menikmati Keindahan Curug Ciparay Tasikmalaya

Menikmati Keindahan Curug Ciparay Tasikmalaya

Salah satu kenampakan alam yang cukup banyak dijumpai di kabupaten Tasikmalaya adalah curug atau air terjun. 

Mengingat wilayah Tasikmalaya berada di jalur pegunungan tengah dan pegunungan selatan. Liburan akhir tahun ini kami sekeluarga mencoba treking ke Curug Ciparay di Tasikmalaya.

Karena belum pernah kesana, jadi kami searching di google map dulu. Beberapa review memperlihatkan curug ini sangat indah dan nampaknya masih sangat sepi. 

Kami berangkat pagi jam 9 dari Sukaraja menggunakan motor menuju arah Mangunreja lalu belok ke arah Leuwisari. Cuaca hari ini nampaknya sangat baik dan cerah.

Jalan sudah mulus hotmik dengan pemandangan pedesaan khas Priangan Timur yang indah dengan latar Gunung Galunggung yang gagah. Jarak Curug Ciparay dari Singaparna sekitar 20 km. Jalanan tidak begitu lebar dan naik turun karena menuju pegunungan. 

Pertanian padi mendominasi pemandangan kiri-kanan jalan selama perjalanan. Setelah 45 menit berkendara akhirnya kami sampai di Kampung Parentas, Desa Cidugaleun Cigalontang. 

Jalanan hotmik sudah berhenti sampai kampung ini berganti jalanan batu. Sekitar 2 km kami menempuh jalanan berbatu dan curam menuju parkiran curug. Mobil sudah dipastikan tidak bisa masuk ke sini, pantas saja objek wisata ini masih sepi karena akses yang masih belum tuntas diperbaiki.
Curug Kembar Ciparay Mempesona
Jika anda naik mobil ke Ciparay maka harus diparkir dean mesjid di pusat desa, nanti naik ojek ke atas. Setelah 15 menitan kami akhirnya sampai di area parkir Curug Ciparay. Area parkir cukup luas dan sudah ada beberapa fasilitas seperti gazebo, mushola dan warung makan. Dari sini sudah bisa terlihat dan terdengar gemuruh air terjun dengan latar puncak Galunggung sebelah barat daya.

Tiket masuk area Curug Ciparay 10.000 rupiah saja per orang ditambah parkir. Area ini sepenuhnya dikelola perhutani Kabupaten Tasikmalaya. Setelah motor diparkir kami lalu turun ke bawah sejauh 300 meter melewati jalan setapak diantara hutan tropis dan bukit. Bagi yang bawa anak harap hari-hati karena jalan sangat licin dan disinya adalah jurang.
Hutan Tropis basah
Perjalanan dari atas menuju bawah sekitar 15 menitan. Setelah itu sampailah kami di area Curug Ciparay. Kami nyebrang jembatan bambu dan menuju area utama untuk melihat kemegahan curug ini. Menurut saya, curug Ciparay adalah curug terbaik dan tereksotik yang pernah saya kunjungi di Tasikmalaya.

Curug Ciparay ada dua aliran, yang pertama sangat besar debit airnya dan yang kedua (Curug Parentas) relatif kecil seperti tirai. Kalian gak boleh berengan di kolam curug utama karena alirannya deras, kalau mau berengan di Curug Ciparay maka harus di kolam curug yang kedua. Anak saya juga akhirnya berenang merasakan segarnya aliran air Curug Ciparay.
Kemegahan Curug Ciparay
Curug Ciparay mengalir menuruni tebing sisa letusan purba Galunggung dan dikelilingi pemandangan hutan tropis yang hijau dan pokonya indah banget, gak rugi kalau kesini. Kamu bisa rileks bersama alam dan melepas penatnya hiruk pikuk kota. Ketinggian curug Ciparay mencapai 55 meter lebih sehingga luncuran air sangat tinggi.
Ngojay di Curug Ciparay
Jalan berbatu menuju Ciparay, off road gan
Air curug sangat bersih dan kalau langsung diminum juga sangat sehat karena berasal dari pencucian mineral batuan. Air mineral inilah yang paling bagus buat membersihkan organ tubuh karena langsung tercuci batuan vulkanik alam. 

Setelah puas 1 jam berada di bawah kami lalu kembali ke atas untuk pulang. Naiknya lumayan ngos-ngosan juga. Sampai di parkiran kami pun makan dan ngopi dulu sejenak sebelum pulang. Jadi bagi kalian yang mau treking ke Curug Ciparay, cek cuaca dulu dan pastikan jangan pas puncak musim hujan. Baca juga: Mata air jernih Cicerem Kuningan

Rabu, Januari 1

Belajar Makna Hidup di Kampung Naga Tasikmalaya

Belajar Makna Hidup di Kampung Naga Tasikmalaya

Tahun baru 2020 sudah bergulir dan saatnya menyiapkan berbagai strategi, membuka benih-benih kebaikan baru dan meninggalkan segala deru negatif. 

Mengawali hari di tahun 2020 Masehi ini saya hanya ingin sedikit bercerita tentang sedikit ilmu yang saya dapatkan dari perjalanan saya dan keluarga ke Kampung Naga.

Libur semester ini seperti biasa kami mudik ke Tasikmalaya di Sukaraja untuk mengunjungi keluarga. Seperti biasa karena anak geografi gak betah lama diam, maka kami memutuskan untuk pergi ke Kampung Naga untuk menengok salah satu kampung tertua di Jawa Barat.

Kami berangkat dari Sukaraja lewat Jl. Cibalanarik menuju arah Garut menggunakan motor. Jalanan sudah cukup baik hanya sekitar 2 km rusak di daerah Sanghiyang. Perasaan udah beberapa tahun belum dibenerin juga.

Kampung Naga berlokasi di desa Neglasari kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya persis di perbatasan Tasikmalaya dengan Garut. Perjalanan menggunakan motor menempuh waktu 45 menit, tidak terlalu lama. 

Singkat cerita setelah sampai di parkiran, kami langsung turun ke bawah. Tidak ada parkir dan biaya untuk masuk ke Kampung Naga. 

Pada hari itu suasana masih sepi dan nampaknya wisata ini sudah kurang digemari lagi, tapi bagi saya masih punya nilai yang ingin saya gali. Saya bertiga bersama istri dan anak perempuan kami menuruni sekitar 444 anak tangga menuju lembah hijau nan asri yang dibelah oleh Sungai Ciwulan.

Sekitar 15 menitan kami sudah sampai di lokasi Kampung Naga. Kondisi pemukiman masih tetap sama seperti sejak terakhir saya berkunjung kesini. Debit aliran air Ciwulan masih sedikit karena masih belum masuk puncak musim hujan. 

Kami lalu masuk ke dalam dan melihat seorang nenek sedang menumbuk padi diatas lesung. Kami lalu menghampiri dan berbincang sedikit. Nenek tersebut sudah berumur 78 tahun dan saya lupa tidak tanya namanya.
Blajar makna hidup di Kampung Naga
Beberapa pertanyaan singkat kami sampaikan dan nenek paruh baya namun masih sehat dan perkasa ini lalu bercerita tentang kehidupannya. Berikut ringkasan ceritanya yang saya translate ke bahasa Indonesia dari bahasa Sunda.

"Nak, nenek sekarang udah usia 78 tahun tapi alhamdulillah masih sehat dan bisa kerja. Pekerjaan saya dari dulu sampai sekarang gini aja, numbuk padi tidak ada yang lain. Alhamdulillah masih sehat dan tidak pernah sakit keras. Ada beberapa tetangga yang sekarang lumpuh karena raganya jarang gerak lagi jadi tubuhnya melemah. Nenek kerja gini aja gak papa asal sehat dan tidak nyusahkan orang lain. Kebayang kan kalau gak bisa jalan nanti nyusahin kerabat."

Dari sini saya lalu berfikir tentang kehidupan yang sepertinya sangat sederhana tapi penuh makna dan membuat manusia sehat dan bebas penyakit. Nenek ini sering naik turun dari atas ke bawah bawa padi setiap hari. Kebayangkan kan ototnya terus bekerja sehingga pantas saja hingga usia hampir 80 tahun masih sehat seperti tenaga remaja.

Jauh sekali dengan gaya hidup hedonis khas orang kota yang kebanyakan duduk depan meja kerja, malas gerak, stress dan lainnya. Pantas saja penyakit-penyakit aneh penguras dompet tumbuh subur. Memang sudah saatnya kita kembali ke prinsip hidup sejati manusia yang sebenarnya sederhana. Istikomah sambil terus berbuat kebaikan dan menunggu sang pemilik untuk memanggil kembali.

Ada banyak kearifan lokal Kampung Naga yang bisa dibaca dari jurnal-jurnal ilmiah. Namun saya telah menemukan satu kearifan lokal secara langsung, penuh makna dan mudah-mudahan bisa menjadi filosofi hidup saya juga.

Agnas Setiawan. Guru Geografi. Guru Blogger 

Minggu, November 24

The Lake House Cisarua Bogor Restoran Danau

The Lake House Cisarua Bogor Restoran Danau

Oke guys kali ini gue akan coba berikan review singkat buat kamu yang sedang berencana liburan ke Bogor tepat di Lake House Cisarua.

Jadi ceritanya minggu lalu, gue boring banget dan sumpek di rumah, lalu cari-cari lokasi di map dan dapat satu lokasi restoran bernuansa danau di Cisarua.

Setelah cek and ricek, gue bertiga ma istri dan anak langsung cus dari Bekasi ke Bogor pagi hari via Cibubur-Babakan Madang sampai Gadog.

Biasa lah jalan ini udah jadi favorit bikers menuju Puncak. Cuaca pagi itu gak terlalu panas dan cukup nyaman buat riding.

Start dari Bekasi jam 8 dan sudah nyampe di Gadog jam 10an, maklum pelan-pelan aja ga ngebut. Dari gadog kemudian kita lanjutkan perjalanan sampai ke pertigaan menuju arah Taman Safari karena arahnya memang sama.

Habis belok perjalanan dilanjut naik ke atas sekitar 2 km. Bagi yang suka wortel, di kiri jalan banyak pedangan wortel segar banget, murah lagi. Lokasi Lake House ini ada di tengah Perumahan Elite Sedayu. Jadi kita masuk ke area dan tanya ke satpam.

Kami lalu masuk ke area perbukitan yang banyak pepohonan dan memarkir motor di tepi jalan. Dari parkiran sudah terlihat lokasi restoran The Lake House dengan view danau yang dikelilingi pepohonan.

Pertama lihat lokasi restoran ini cukup menarik juga, apalagi suasananya sejuk. Saran saya lebih bagus lagi kalau sore menjelang malam datang kesini. Kami lalu masuk ke dalam dan duduk untuk memesan makanan. The Lake ini punya dua tingkat yang semua view menghadap ke danau.

Makanan yang tersedia di The Lake House lumayan bervariasi dari menu lokal sampai barat. Harganya sama dengan di resto-resto di kota besar lah, kan dapat view kolam dan hutan juga disini. Ada beberapa menu seperti pizza, soto, nasi bakar, spageti dan beberapa minuman seperti jus, kopi dan lainnya.

Kami bertiga cuma menghabiskan 150 ribuan makan di The Lake House dengan menu ga terlalu macem-macem lah, yang penting kenyang. Jadi silahkan sesuaikan isi dompet saja.

Danau di restoran ini tidak terlalu dalam, namun bagi yang bawa anak tetap harus hati-hati ya guys. Kalau udah bosen makan sambil nikmati suasana danau dan pepohonan, kamu bisa juga main ke keatas di area hutan pinus buat nyari udara segar.

Ya itulah sedikit perjalanan kami wisata ke The Lake House Cisarua. Jadi silahkan coba kesana bagi yang masih bingung ngajak jalan-jalan keluarga di akhir pekan. Artikel review ini bukan promosi dari pihak sana ya, cuma cerita aj, kerjanya blogger kan gitu.
Lokasi The Lake House Bogor
Suasana The Lake House Cisarua

Senin, Agustus 12

Cerita Seru Naik Kuda Di De Ranch Cisarua Bogor

Cerita Seru Naik Kuda Di De Ranch Cisarua Bogor

Halo teman-teman kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai perjalanan kami sekeluarga jalan-jalan ke De Ranch Cisarua Bogor.

Hari kemarin libur adha dan selepas sholat ied kami bertiga plesiran lagi ke daerah Puncak Bogor. Lokasi yang kami tuju adalah De Ranch karena ada binatang disana.

Kami berangkat pagi jam 8 dari Bekasi Kota dengan motor menuju arah Bogor. Rute seperti biasa melalui Cibubur lalu masuk jalur Gunung Putri-Citeureup dan Babakan Madang. Jalanan ini seperti biasa banyak truk besar khususnya semen melintas.

Setelah lewat Babakan Madang jalanan mulai menanjak dan menyempit menuju arah Gadog. Dari sini sudah banyak para bikers yang menuju arah yang sama karena rute ini adalah favorit motor.

Dari Babakan Madang kami masuk ke Rainbow Hill dan melewati Padang Golf. Dari atasi puncak bukit sudah nampak wilayah Puncak padat oleh pembangunan villa dan hotel. Alih fungsi lahan semakin masif dan menjadi dua sisi mata uang.

Setelah turun dari Bukit Golf dan meneruskan perjalanan maka tibalah kami di persimpangan Gadog. Jalanan tidak begitu ramai karena masih pada sibuk potong Qurban kayaknya. Motor kami pacu sedang saja dan setelah lewat Cimory sebelah kanan jalan sudah nampak papan nama De Ranch.

Kami belok dan parkir motor di dalam. Tiket masuk langsung dibeli di parkiran karena ada petugas yang jaga. Tiket masuk De Ranch Cisarua 20 rbuan saja per orang dan nanit bisa ditukar susu murni atau potongan harga untuk makanan.

Kami masuk ke atas dan menukarkan voucer dengan susu cokelat murni. Konsep wisata De Rach Cisarua hampir mirip Cimory Riverside hanya kalau yang ini penggembalan hewan ternak kambing dan kuda.

Kami lalu jalan-jalan mengelilingi ranch yang didesain bergaya ke Eropaan. Di dalam ranch ada tempat lintasan track kuda, sepeda dan kadang kambing, kuda kecil yang lucu dan sepeda. Ada area panahan juga bagi anak-anak yang hobi jadi Robin Hood.

Kami lalu cari tiket untuk naik kuda karena penasaran sudah lama tidak nunggang kuda. Harga untuk naik kuda De Ranch Bogor 35 ribu sekali putaran, untuk masuk kadang kelinci dan kuda kecil, domba juga relati fsama 35 rebuan saja.

Kami bayar tiket dan mendapat fasilitas sewa kostum cowboy. Saya dan Kiran sudah siap untuk naik kuda di terminal kuda. Tenang saja setiap kuda akan dipandu oleh joki kuda di bawah. Hoopp,,,Kiran pertama naik kuda hitam lalu disusul saya.

Perlahan kami mengelilingi track kuda sejauh 400 meteran lah, kudanya sudah pada jinak dan tidak terlalu besar jadi nyaman ditunggangi. Setelah 10 menitan akhirnya tak terasa sudah satu putaran dan tiba di perhentian. Sebenarnya ingin coba rasanya naik kuda tanpa joki tapi takut ngamuk-ngamuk ntar kudanya.

Setelah turun dari kuda kemudian kami pergi ke bagian atas dan ada beberapa spot menarik mulai dari sungai buatan dan bukit pinus mini yang cukup nyaman buat berteduh di cuaca yang panas. Puas berkeliling ranch lalu pukul 12 kami ke mushola untuk sholat dzuhur dan makan siang.

Ada banyak menu makanan di lokasi ini dengan harga yang lumayan diatas rata-rata, maklum lah resto wisata kan gitu harganya. Kami pesan nasi goreng dan mie goreng sea food dan kopi late.

Perut sudah kenyang dan tak terasa sudah hampir 2 jam setengah kami berada di De Ranch Cisarua. Kami lalu turun dan kembali melanjutkan perjalanan ke Puncak Pass untuk mencari udara yang lebih segar. Itulah cerita perjalanan kami ke De Ranch Bogor.

Cocok lah buat wisata keluarga yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Jakarta dan sekitarnya. Foto-fotonya di bawah ya, salam traveler.

Jadi koboi di de Ranch Cisarua
Suasana di bukit de Ranch Bogor
Area makan
Kiran de horse girl
Menjinakkan kuda

Jumat, Juni 21

Turing Dari Majalengka ke Dieng 10 Jam

Turing Dari Majalengka ke Dieng 10 Jam

Halo sahabat touring geotrek sekalian, kali ini saya akan bercerita sedikit tentang catatan perjalanan dari Majalengka menuju Dieng Banjarnegara naik motor. 

Pagi itu saya berdua dengan istri saya merencanakan untuk tracking berdua menuju Dieng Plateu Banjarnegara.

Setelah searching lokasi beberapa hari sebelumnya maka di hari senin pagi jam 8 kami berangkat dari Kota Majalengka menuju arah Cirebon dengan menggunakan motor beat. Kami isi bensin full dulu di pom bensin Cigasong.

Perjalanan kemudian dilanjut menyusuri jalan ke arah Rajagaluh hingga Sumber dan Cirebon. Suhu udara di perjalanan dari Majalengka menuju Sumber adem ayem karena rimbun pepohonan di kiri-kanan jalan.

Setelah 1 jam kami mulai masuk Cirebon hingga menuju jalur pantura. Karena masih arus balik jadi macet di persimpangan Jl. Kanggraksan dan untuk menuju arah Jawa Tengah harus putar balik jauh dulu. Selepas putar balik di lampu merah jalanan mulai lurus, lebar dan panas tentunya.

Moto bisa dipacu kencang dengan mobil-mobil berat yang mulai banyak berseliweran. Baru kali ini saya mencicipi aspal pantura dari Cirebon menuju Pekalongan. Di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah kami mampir dulu ke salah satu minimart untuk minum dan istirahat.

Cuaca hari itu panas sekali dan tidak ada awan sehingga sangat menyengat dan menguras energi. Selepas perbatasan jawa barat dan jawa tengah motor kami akhirnya menginjakan kaki di Brebes. Masuk Brebes jalanan cukup padat karena melewati kota. Di sepanjang jalan banyak sekali pedangan telor asin yang merupakan makan khas Brebes, selain itu bawang merah juga banyak tersedia.

Selepas keluar kota Brebes jalanan mulai lengang lagi dan motor dipacu agak cepat lagi dan tak terasa sudah sampai Tegal. Ternyata kota Tegal sangat panas maklum pinggir pantai. Namun perkembangan kota ini lumayan bagus dengan beberapa pusat-pusat perdagangan dan sosial modern banyak dibangun. 

Keluar kota Tegal kemudian masuk jalur pantura lagi dan jam 1 siang sampailah di Pemalang. Di Pemalang kami tidak masuk kota karena ikuti utama pantura. Karena bensin sudah habis maka kami ngisi bensin kedua kali di Pemalang. 

Dari Pemalang perjalanan dilanjutkan menuju Pekalongan. Sampai Pekalongan kami mampir dulu di mesjid untuk sholat dan istirahat karena pantat sudah panas.
 
Istirahat di mesjid Pekalongan

Sholat zuhur dan ashar kami qosor karena dalam perjalanan jauh. Ingat meski dalam keadaan apapun sholat adalah sebuah kebutuhan. Setelah 20 menitan meluruskan pinggang dan sholat, kami meneruskan perjalanan hingga sampailah di Pekalongan. Di wilayah Pekalongan kami lalu belok kanan menuju arah Kajen.

Dari jalan pantura menuju Kajen cuaca masih panas namun sudah mulai ada pepohonan. Di wilayah Kajen kami mampir juga untuk makan siang di warung Soto. Harganya sangat murah banget dan porsinya pas dengan perut. 

Isi soto ada daging sapi ditambang kecambah dan paru sapi. Total makan siang berdua ditambah minum teh manis sekitar 30 ribuan aj.

Setelah setengah jam mampir makan siang, perjalanan dilanjutkan karena masih jauh. Dari kecamatan Kajen selepas pasar kami mulai masuk area perkebunan dan jalanan mulai naik...woo. 

Di jalan sudah ada papan nama Kawasan Wisata Linggoasri. Disini jalanan mulai berkelok, menanjak dengan rimbun perkebunan karet. Suhu udara mulai dingin jadi bisa hemat energi.

Kami menyusuri jalan berliku dan menanjak hingga masuk Kalibening. Di Kalibening ekosistem sudah mulai berubah ke hutan pinus yang menjulang tinggi ditambah sungai-sungai berbatu berair jernih, emejing pokonya. 

Nah selepas itu masuk Paninggaran ini ada dua pom bensin pertamina jadi jika anda mau lewat sini ke Dieng usahakan isi full bensin disini karena selepas itu gak akan ada pom bensin besar, yang ada pom mini dan harganya tentu lebih mahal kan.
Pom bensin di Paninggaran
Motor kami lalu diisi full bensin supaya di Dieng bisa bebas jalan-jalanan, kemudian perjalanan dilanjutkan menyusuri jalanan Kalibening-Wanayasa yang sudah sudah beraspal oke. Dari ekosistem hutan pinus, di akhir wilahay Kalibening kami menemukan ekosistem kebun teh dan akhirnya masuk Wanayasa sudah berubah ke pertanian sayuran.

Di pertigaan cabang pasar Wanayasa kami lalu ambil kiri menuju Wanaraja dan Dieng. Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima dan suhu sudah semakin dingin dengan kabut yang turun. Saya turun sebentar untuk pakai double jaket dan masker karena suhu cukup menusuk tubuh saya yang kurus.

Masuk wilayah Wanaraja iring-iringan para bikers mulai terlihat menuju Dieng, jadi serasa banyak teman. Akhirnya pukul 17.30 kami tiba juga di Dieng Plateu, cuaca cukup bersahabat dengan suhu sekitar 14 derajat saya cek di android. 

Kami lalu tanya-tanya penginapan yang harganya pas di kantong. Ternyata hari senin masih musim liburan sehingga Dieng cukup padat. Total perjalanan dari Majalengka ke Dieng pakai motor 10 jam, woow..pakai motor matic ya wajar lah, banyak istirahat juga.

Setelah mencari-cari akhirnya ketemu penginapan cukup murah dekat Gapura Welcome to Dieng. Untuk tips mencari penginapan murah di Dieng, akan saya ulas di artikel selanjutnya. Jadi singkat cerita penginapan udah didapat, yang penting kamar mandi di dalam dan ada air panas. 

Motor diparkir dan barang disimpan lalu kami mandi air hangat dulu untuk melemaskan otot yang tegang saat perjalanan, 10 jam booo...Untungnya pas kami sampai Dieng, hujan deras turun jadi gak kehujanan di jalan.
Hujan di Dieng sore menjelang magrib
Itulah cerita singkat perjalanan kami dari Majalengka menuju Dieng pakai motor via Kalibening. Mau tahu cerita seru selanjutnya dari kami selama 2 hari di Dieng?. Pantau terus blog ini dan jangan lupa like yo!.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close