Guru Geografi: Geowisata | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geowisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geowisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 8

Ada Gua Kapur di Bawah Jalan Raya Cikatomas Tasikmalaya

Ada Gua Kapur di Bawah Jalan Raya Cikatomas Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya adalah salah satu wilayah yang memiliki kenampakan morfologi karst/gamping/kapur yang luas di Jawa. 

Kenampakan karst ini bisa dilihat pertamakali dari wilayah Urug di perbatasan kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Karst ini menjadi tanda bahwa wilayah tersebut pada masa lalu adalah dasar laut.

Kok bisa sekarang menjadi daratan?. Karena mengalami gaya pengangkatan/uplift tektonik lempeng selama berjuta-juta tahun lamanya. Lempeng Indo Australia menekan lempeng Eurasia sehingga di bagian tepinya mengalami pengangkatan.

Menurut van Bemmelen sendiri wilayah Jawa secara umum terbagi menjadi zona dataran aluvial utara, pegunungan vulkanik dan pelipatan di bagian tengah dan kawasan karst di pesisir selatan.

Kemarin pas liburan lebaran kami mudik ke Tasikmalaya dan mencoba menyusuri wilayah Cikatomas. Ternyata di bawah jala raya Cikatomas terdapat gua kapur yang bisa dikunjungi dan masuk ke dalam. 

Gua karst ini berada di bawah warung makan di sebelah kiri jalan kalau dari arah Sukaraja yaitu Gua Pongpok. Dahulu ketika lewat sini, masih belum ada rumah makan, hanya tebing dan banyak sampahnya.

Sekarang oleh pemilik lahan sudah dibangun rest area dan gua di bawahnya dirubah menjadi tempat makan. Kata pemilik lahan, untuk membuat akses masuk ke gua butuh usaha keras karena memahat dinding karst sangat rumit karena kekerasannya.

Kami sendiri mencoba masuk ke dalam dan memang gua ini berada tepat di bawah jalan raya bro. Struktur dan kekuatan batu kapur ini membuat getaran truk dan mobil bis pun di atasnya tidak terasa di area ini.

Pintu masuk gua sangat sempit berukuran 1,5 meter dan di dalamnya langsung dijumpai ruangan luas dengan mayoritas stalaktit terlihat. Ukuran stalaktit tidak terlalu besar tapi cukup jelas dan baik. Untuk stalagmit sendiri saya tidak menemukan yang utuh sempurna.

Ukuran ruangan gua cukup luas dan ada sarang kelelawar di dalamnya sehingga lumayan bau kotoran juga. Meski sudah banyak disediakan meja dan kursi namun pengunjung lebih memilih makan di atas karena di dalam gua agak terganggu kotoran kelelawar.

Namun gua ini cukup menarik untuk mengedukasi masyarakat dan anak tentang bagaimana ornamen gua kapur dan sensasi masuk ke gua yang terbentuk alami jutaaan tahun. Rembesan air dari akar pohon di atas permukaan juga terlihat masuk ke dinding gua.

Sistem gua kapur di pegunungan selatan Tasikmalaya sangat luas dan kompleks. Mungkin ada ribuan gua yang masih belum tereksplorasi karena berlokasi di wilayah hutan dan perbukitan.

Jadi bagi yang mau coba melihat dan mencoba masuk gua kapur, silahkan coba kalau traveling lewat ke jalan raya Cikatomas, misalnya kalau mau ke Pangandaran. Lokasi Gua Ponggok Cikatomas ini tepat di pinggir jalan raya Cikatomas. 

Untuk gambar gua silahkan cek di bawah ini.
Gua Pongpok Cikatomas

Stalaktit menggantung di atap gua

Kamis, April 28

Ngabuburit Hunting Foto di Lawang Saketeng dan Panyaweuyan

Ngabuburit Hunting Foto di Lawang Saketeng dan Panyaweuyan

Mudik ke Majalengka tak lengkap rasanya kalau gak healing ke tempat wisata hits di kota ini. Jadi seperti biasa kalau pulang ya mesti jalan-jalan gak boleh diam di rumah terus.

Lokasi wisata favorit kalau Majalengka pastinya adalah ke Panyaweuyan dulu. Lembah terasering bawang di kaki Ciremai ini memang selalu bikin orang ketagihan buat kesana menikmati sejuknya udara dengan pemandangan yang luar biasa.

Kami berempat naik motor seperti bisa dari rumah di Cicenang pagi hari jam 9an. Jalanan dari kota menuju Maja relatif lengang jadi tidak terlalu macet. Bisa dibayangkan kalau ke Panyaweuyan pas libur lebaran, beuh macetnya.

Dulu pernah nyob pas puncak libur akhir tahun saja bukan main jadi kaya Tanah Abang, mobil motor pada stuck di tanjakan karena gak bisa gerak.

Jadi mending pas puasa ini lah ke sana biar sepi, meskipun gak bisa jajan tapi yang penting bebas hambatan dan banyak orang.

Setelah 35 menitan perjalanan kami sampai juga di Panyaweuyan dan alhamdulillah sudah pada hijau gaes bawangnya. Untuk jalan sendiri memang ada beberapa titik udah pada rusak dan longsor jadi hati-hati saja kalau kesini.

Kami lalu naik ke Lawang Saketeng yang sepi banget dan bebas naik ke panggung atas, gak perlu ngantri kaya dulu pas padat pengunjung. Gunung Ciremai terlihat jelas dengan lembah hijaunya di bawah.

Lembah Panyawaeuyan sendiri dulunya itu hanya area pertanian warga yang biasa aja, saya pun pernah kesana tahun 2010an dan jalannya masih jelek, gak ramai, gak ada tempat wisata, warung dll. Semenjak viral oleh salah satu fotografer dan diupload di medsos lalu dikembangkan oleh pemerintah daerah menjadi Objek Daya Tarik Wisata andalan kota Majalengka.

Jadi siapa yang mau ke Panyaweuyan sekarang?. Atau senang macet-macetan saja pas liburan?. Ya silahkan pilih sendiri ya, kalau saya mending sekarang aja biar lebih bebas. Wilujeng liburan baraya!.

Foto-foto kondisi Panyaweuyan saat ini bisa cek di bawah ya!. Jangan lupa untuk jaga kebersihan di lokasi, jangan buang sampah sembarangan, jiga nu te nyakola wae.

Agnas Setiawan, S. Pd. Guru Geografi.




Minggu, Februari 27

Wisata Perahu ke Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pananjung Pangandaran Cuma 60 ribu

Wisata Perahu ke Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pananjung Pangandaran Cuma 60 ribu

Beberapa bulan lalu kami berwisata ke Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pananjung. Berhubung belum sempat ketulis, jadi saya tulis di postingan ini.

Jadi di Pangandaran itu terdapat beberapa pantai, yang paling bagus sih menurut saya adalah pantai pasir putih di Cagar Alam Pananjung.

Untuk dapat mencapai pantai tersebut bisa jalan kaki ke dalam Cagar Alam dulu, atau mau cepat pakai perahu.

Saya lalu putuskan aja naik perahu karena bawa sekeluarga. Harga sewa perahu 60 ribu berempat dan itu sudah tiket masuk ke cagar alamnya. Perahu sewaan di Pangandaran adalah perahu nelayan yang sedang tidak ada aktifitas melaut.

Akhirnya setelah perahu datang kami langsung naik dan terlihat perairan sangat bagus dan tidak ada ombak besar. Perjalanan hanyan sekitar 5 menit saja.

Di seberang pantai terlihat kapal karam yang merupakan bekas kapal pencuri ikan. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh Bu Susi.

Jika ingin snorkeling melihat terumbu karang, maka harus sewa alat-alatnya dulu.

Setelah perahu bersandar di pantai pasir putih, lalu kami turun dan menuju area cagar alam. Ada spesies kera dan rusa yang bermukim disini. Anda harus hati-hati karena bisa jadi barang anda dibawa oleh kera.
Ada beberapa spot penyewaan tikar, snorkeling dan lainnya. Tapi kalau makanan minuman gak ada, pastikan untuk beli minum dan makanan dulu sebelum menyebrang.

Pasir putih di pantai Pananjung berasal dari terumbu karang yang sudah mati. Meskipun secara umum terlihat bagus tapi sampah masih banyak ditemukan disini, mengurangi sisi keindahan.
Kami lalu berenang di sekitar pantai karena ombak sedang bagus dan tidak terlalu besar. Kontur pantai ini agak curam dan batu koralnya tajam, anda harus hati-hati.
Setelah 1 jam berada di pantai pasir putih, cuaca mulai mendung dan langit menunjukkan adanya formasi awan hujan memanjang seperti ombak.

Ini pertanda kita harus segera kembali ke hotel. Perahu nelayan sudah kembali menjemput kami karena sudah tahu hujan akan datang.

Sekitar 5 menit perjalanan kami sudah kembali ke pantai barat Pangandaran dan kembali ke hotel.

Senin, Januari 3

Eksotisme Biru Situ Cipanten Majalengka

Eksotisme Biru Situ Cipanten Majalengka

Bicara tentang wisata air maka Majalengka ada surga bagi para penikmat wisata air tawar alami. Saya akan ulas mengenai Situ Cipanten.

Majalengka dijuluki sebagai kota 1001 telaga karena lokasi geografisnya yang berada di kaki Gunung Ciremai membuat banyak situ atau danau alami terbentuk.

Situ Cipanten kini menjadi salah satu destinasi andalan wisata alam di Majengka.

Situ yang berasal dari mata air gunung Ciremai ini berlokasi di Gunung Kuning Kecamatan Sindang.

Lokasi Situ Cipanten dapat diakses dari kota Majalengka sejauh kurang lebih 10 km. Jalanan sudah mulus meskipun konturnya naik berkelok karena topografi pegunungan.

Untuk karcis masuk 10.000 rupiah per orang dewasa dan parkir motor 5.000, mobil 10.000. Murah gak nguras kantong banget.

Objek wisata alam Situ Cipanten menyuguhkan pemandangan air biru yang terpantulkan dari bebatuan vulkanik di dasar danau.

Subhanallah memang air itu adalah anugerah Allah buat kehidupan mahluk-mahluk di bumi. 

Danau tawar alami Situ Cipanten ini dikelilingi hutan tropis yang menjadi daerah resapan air dari puncak gunung. Suasana segar, alami, eksotik sangat terasa.

Untuk mendapat view biru maksimal disarankan datang bulan Desember-Januari. Pengalaman saya sih bulan tersebut adalah best nya. 

Apa saja yang bisa dilakukan di Situ Cipanten?. Kalian bisa berenang dengan ikan-ikan, naik perahu gowes, makan botram dan lainnya.

Situ Cipanten ini memiliki luas sekitar 1 ha dengan kedalaman antara 1-3 meter, jadi bagi yang belum bisa berenang harap untuk meyewa pelampung untuk keamanan.

Fasilitas penunjang sudah sangat baik dan terus ditambah dari Dinas Pariwisata untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.

Ada rumah makan, WC, mesjid, penyewaan pelampung dan lainnya. Saya sih senang makan sate kambing dan empal gentong kalau datang ke Situ Cipanten

So buat kamu yang sering lihat video air biru di luar negeri, kini ga usah jauh-jauh. Tinggal ke Majalengka saja, kota 1001 telaga asli gak pake KW.

Ada banyak lagi telaga atau situ yang bisa dikunjungi di kabupaten Majalengka. Silahkan cek cerita saya seputar review wisata Majalengka di blog ini.

Dan bagi yang mau lihat contoh foto Situ Cipanten, nih saya upload di bawah. Foto ini asli ya, ga pake edit-editan, karena saya ga terlalu suka yang ga natural. 

Jangan lupa guys, gak boleh buang sampah sembarangan ya. Udah sekolah dari TK sampai SMA, kuliah masa masih buang sampah sembarangan.

Agnas Setiawan, Guru Geografi
Wisata Terasering Panyaweuyan Part 5

Wisata Terasering Panyaweuyan Part 5

Halo baraya sekalian, tentunya di musim liburan ini semua objek wisata pasti diserbu wisatawan. Salah satu lokasi wisata hits di Majalengka adalah Terasering Panyaweuyan di Kecamatan Argapura.

Nah kemarin, saya dan keluarga juga seperti biasa berkunjung ke Panyaweuyan untuk melihat lembah yang bulan ini sedang hijau-hijaunya.

Perjalanam seperti biasa dimulai dari rumah di Tonjong ke arah Maja dengan motor. Saya udah prediksi pasti bakalan macet.

Dari arah jalan raya Maja udah terlihat banyak rombongam bikers yang menuju ke Panyaweuyan, belum lagi yang pakai mobil.

Benar saja masuk jalan menuju Argapura sudah padat, motor dan mobil ngantri di jalan semput, bahkan ada mobil yang mogok di tanjakan leter S yang paling curam.

Beberapa titik jalan terlihat longsor karena pengaruh hujan. Pokonya kalau pakai mobil di puncak musim libur, sangat menyiksa.

Akhirnya setelah 30 menitan kami tiba di Panyaweuyan dan sangat super padat, macet, penuh wisatawan.

Parkir motor sangat sesak dan semua warung penuh. Memang momen libur awal tahun dan kondisi lembah yang sedang hijau-hijaunya membuat Terasering Panyaweuyan diserbu wisatawan.
Pemerintah juga tengah menambah sarana prasarana penunjang seperti mesjid dan tangga menuju puncak bukit untuk melihat view lembah.

Jadi bagi kalian yang mau kesini pastikan pakai motor aja ya biar nyaman atau cari waktu lain pas gak awal tahun pasti lebih sepi. 

Dulu saat saya pertamakali ke Panyaweuyan masih biasa saja, lahan pertanian bawang masyarakat dan belum dikelola jadi objek wisata.

Sekarang setelah viral dan dikembangkan menjadi objek wisata, jadi makin ramai pengunjung karena efek posting di medsos juga.
Satu hal lagi pastikan untuk jaga kebersihan ya, gak buang sampah sembarangan. Yang buang sampah sembarangan dipastikan sekolahnya gagal. 

Agnas Setiawan, Guru Geografi

Jumat, Desember 31

Rute Perjalanan Tasik ke Pangandaran via Jalur Selatan Cikatomas-Cijulang

Rute Perjalanan Tasik ke Pangandaran via Jalur Selatan Cikatomas-Cijulang

Halo teman-teman, udah lama nih gak buka blog karena kemarin lagi sibuk liburan akhir tahun. Saya akan bercerita sedikit mengenai perjalanan saya dari Tasikmalaya ke Pangandaran lewat jalur selatan.

Jadi selepas tiba di rumah kakek di Sukaraja Tasikmalaya, saya dan keluarga merencanakan untuk pergi liburan ke Pangandaran karena udah 10 tahun lebih gak pernah ke sana. Terakhir itu pas masih kuliah sekitar taun 2008an.

Sebelum berangkat saya cek dulu google map untuk melihat rute paling dekat dari rumah, dan akhirnya muncul rute selatan. Katanya sih kondisi jalannya sudah bagus, jadi langsung gaspol saja.

Kalau ke Pangandaran lewat jalur utama ke Ciamis-Banjar pastinya akan mutar dulu ke kota jadi nampaknya harus coba jalur yang beda.

Saya beserta isteri dan dua anak saya lalu berangkat di hari selasa pagi pakai mobil tentunya. Start dari rumah sekitar pukul 9 pagi. Rencana kami nginap 1 malam saja sudah cukup.

Langsung setelah semua perlengkapan siap, kami berangkat dengan kondisi cuaca yang sangat baik, tidak nampak ada awan hujan menggelantung di atmosfer. Mobil saya pacu dari Sukaraja menuju arah Cikatomas, belokannya ke arah kiri dari jalur utama menuju Jatiwaras.
Jalur selatan rusak di Jatiwaras-Cikatomas

Disini kondisi jalan masih mulus dengan kontur naik turun dan banyak bis-bis dari arah selatan. Hutan-hutan bambu dan perhutani banyak di sepanjang perjalanan.

Nah selepas Jatiwaras yang jalannya masih mulus, ternyata dekat Salopa jalan udah mulai ancur bos. Hal ini karena pengaruh longsor di beberapa titik. Jadi sekitaran 10 km dari Jatiwaras sampai pusat kota Cikatomas itu jalanan mulai gak jelas deh. Saya teringat jaman SMA dulu waktu jalur ini masih full bebatuan pokonya.

Memang wilayah Salopa-Cikatomas ini rawan erosi jadi saat hujan cepat amblas. Jadi perjalanan agak melambat karena pengaruh kondisi jalan.

Sampai di Cikatomas kami istirahat dulu di mesjid dekat alun-alun untuk melonggarkan otot. Jam menunjukkan pukul 11 siang. Artinya dari Sukaraja menuju Cikatomas saja ditempuh 2 jam perjalanan dengan kondisi jalan sebagian rusak, lumayan juga.

Sekitar 15 menit kami istirahat di mesjid untuk minum dan ngemil dikit agar ada tenaga dan konsentrasi tetap terjaga. Selepas itu perjalanan kemudian dilanjutkan menuju arah Pancatengah. Dari pertigaan pom bensin pertamina Cikatomas belok ke kiri.

Nah bagi kalian yang bensinnya udah setengah atau mau habis, disarankan untuk isi full dulu di pom bensin Cikatomas ini karena selepas itu tidak ada lagi pom bensin besar sampai dengan Cijulang.

Jalur ini juga sama arahnya menuju Curug Dengdeng, beberapa tahun lalu sempat naik motor ke sana. Setelah pertigaan ini, jalanan sudah kembali mulus hotmik dan tidak ada jalan rusak seperti di daerah Jatiwaras sampai perbatasan Cikatomas.

Pemandangan mulai banyak dihiasi pesawahan dan perkebunan cokelat hingga arah Pancatengah. Kemarin jalanan sangat sepi sekali karena mungkin kebanyakan masih menunggu H-1 Tahun Baru.

Setelah perjalanan 45 menit kami tiba di wilayah Cimerak dan kontur jalan mulai rata dengan pemandangan pohon kelapa yang mulai banyak terhampar di kanan kiri jalan. Ini tandanya kami sudah mulai masuk wilayah pesisir. Di beberapa titik, jalan ada yang bertipe beton.
Jalur Cimerak-Cijulang

Selepas Cimerak kemudian akhirnya kami masuk wilayah Cijulang dan mentok di pertigaan jalan raya Cijulang Pangandaran, kami lalu belok kiri menuju arah Pantai Batu Karas, Green Canyon dan Pangandaran.

Dari sini karena sudah masuk jalur utama, kendaraan mulai padat. Dari pertigaan Cimerak ini menuju Pangandaran sekitaran 30 km, jadi lumayan jauh juga tapi jalannya lebar dan mulus. 

Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan akhirnya kami tiba di pantai barat Pangandaran dengan selamat. Kondisi Pangandaran kemarin masih belum terlalu ramai jadi untuk berwisata masih enak tidak padat.
Pertigaan Cijulang-Pangandaran

Itulah sedikit cerita perjalanan dari Tasikmalaya ke Pangandaran lewat jalur Cikatomas-Pancatengah-Cijulang. Secara umum kondisi jalan 90% bagus hanya di daerah Jatiwaras sampai perbatasan Cikatomas yang rusak karena banyak longsor.

Jadi bagi traveler yang ingin mencoba jalur ini silahkan saja, karena sangat sepi sekali dan bisa menghemat waktu. Selain itu kita bisa mendapatkan pengalaman dan cerita baru melihat wilayah-wilayah yang belum pernah dilewati sebelumnya.

Nampaknya sih kalau pakai motor rame-rame lebih asik untuk traveling lewat jalur selatan ini. Selamat berlibur dan tetap utamakan keselamatan. Jangan lupa baca doa sebelum riding dan utamakan sholat.

Agnas Setiawan, Guru Geografi

Senin, Desember 6

Kapan Waktu Terbaik ke Terasering Panyaweuyan Argapura?

Kapan Waktu Terbaik ke Terasering Panyaweuyan Argapura?


Provinsi Jawa Barat dianugerahi kenampakan fisiografis yang menawan dan salah satunya adalah lembah Terasering Panyaweuyan yang terletak di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka.

Beberapa tahun ini Terasering Panyaweuyan menjadi salah satu lokasi wisata yang fenomenal sehingga akhirnya dikembangkan menjadi wisata andalan Kabupaten Majalengka. 

Beberapa spot wisata sekarang ini sudah banyak dibangun untuk mendukung program ini. Jalan juga sudah mulus hanya saja masih sempit, perlu hati-hati untuk mencapai ke atas.

Pemandangan lembah perbukitan tanaman bawang dengan teras-teras yang berbaris rapi menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Nah pertanyaannya adalah kapan sih waktu terbaik untuk melihat hijaunya Terasering Panyaweuyan?.

Berdasarkan pengalaman dan wawancara dengan petani setempat, waktu yang tepat untuk melihat pemandangan Panyaweuyan yang hijau adalah di pertengahan Desember.

Ini dikarenakan di November, para petani sudah mulai menggarap lahan dan menanam bawang. Jadi dari pertenghan Desember sampai sekitar Februari adalah waktu terbaik.

Jangan sampai anda hanya mendapatkan pemandangan tanah-tanah cokelat jika berkunjung ke Panyaweuyan selain bulan tersebut. Jadi pemandangan hijau Terasering Panyaweuyan dipengaruhi oleh waktu tanam petani setempat.

Lembah Terasering Panyaweuyan berada di kaki gunung Ciremai sebelah barat daya. Suhu udara disini sana sejuk dan anda akan disuguhi pemandangan perbukitan hijau menawan dan sangat cocok untuk melepas penat.

Tapi ingat ya bagi wisatawan untuk tetap menjaga kebersihan, jangan tinggalkan sampah di sana. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai citra wisata Indonesia tercoreng karena ulah kita sendiri.

Anda bisa juga membeli bawang di sini langsung ke petani, dijamin harganya gak mahal karena langsung ke produsennya.

Di sekitar Lembah Panyaweuyan juga terdapat beberapa objek wisata alam lain seperti Curug Ibun Pelangi, Bukit Sayangkaak dan Curug Maja.

Bagi yang suka air, ada satu wisata lagi yang sangat wonderful di Majalengka yaitu Situ Cipanten, silahkan cek artikelnya di link berikut: Eksotis Situ Cipanten

Kamis, Desember 31

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Liburan Akhir Tahun ke Wisata Alam Sungai Cipaniis Kuningan

Akhir tahun ini seperti biasa kami mudik ke kampung halaman di Majalengka dan pastinya harus liburan ke objek wisata alam.

Karena wisata di Majalengka ditutup sampai 8 Januari maka kami alihkan rute ke wilayah Kuningan. Saya cek di google map dan dapatlah wisata alam Cipaniis.

Kami berangkat dengan mobil dari kota Majalengka menuju arah Rajagaluh dan sampai pertigaan belok ke arah Mandirancan. 

Cuaca sepanjang perjalanan cenderung mendung dan tidak panas dan cocok sekali untuk liburan ke pegunungan.

Setelah melewati jalan utama Mandirancan, kemudian kami belok kanan lagi menuju arah Desa Wisata Pasawahan dan sekitar 3 km sudah sampai di lokasi objek wisata.

Sampai parkiran masih belum begitu ramai dan hanya mobil kami yang baru terparkir. Suasana hutan pinus yang rimbun dan aliran sungai pegunungan sangat terasa.
 
Setelah memarkir mobil kami lanjut menuju pintu masuk dan bayar karcis 15.000 per orang, kalau anak kecil tidak masuk karcis.
 
Dari pintu masuk sudah terlihat aliran sungai yang super jernih dengan bebatuan yang terhampar di sisi sungai. Sungai Cipaniis ini adalah salah satu sungai yang berhulu di kaki Ciremai jadi airnya memang bersumber dari gunung.
 
Sudah banyak wisatawan ternyata sedang mandi di sungai ini. Karena saya dan isteri gak niat mandi jadi yang nyebur cuma anak saya saja.
 
Fasilitas wisata disini juga cukup memadai, ada warung, WC dan mushola. Warung-warung menjajakan makanan ringan, kopi, ada juga jagung bakar.
Wisata alam Cipaniis Kuningan

Airnya jernih banget bro

Suasana sejuk dan rimbun

Hobi ngorek air

Jernihnya air sungai Cipaniis Kuningan
 
Kalau mau river thubing, bisa juga di bagian hilir sungai untuk start susur sungainya. Suasana disekeliling sungai Cipaniis rimbun pepohonan dan ada area camp hutan pinus di bagian atas. 

Kami coba naik ke atas untuk melihat lokasi camp hutan pinus. Karena sudah lelah, kami ngopi dulu di warung sekitar hutan pinus.

Objek wisata alam Cipaniis Kuningan ini cocok untuk wisata keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan. 

Setelah 2 jam berwisata dan hujan pun mulai turun, kami turun kembali untuk pulang ke Majalengka dengan melewati jalur ke arah Cicerem. Simak vlog perjalanannya di youtube berikut ini dan jangan lupa subscribe.
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close