Guru Geografi: Geowisata - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geowisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geowisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 19

Tips Mendapatkan Golden Sunrise Sikunir Dieng

Tips Mendapatkan Golden Sunrise Sikunir Dieng

Halo sobat backpaker dan geotrek sebangsa dan setanah air, kali ini saya akan sedikit memberikan tips agar dapat melihat golden sunrise di Bukit Sikunir Dieng. 

Libur lebaran lalu saya berdua bersama isteri drive dari Majalengka ke Dieng dengan motor untuk liburan menikmati indahnya Indonesia. Cerita lengkapnya nanti akan di post di blog ini.

Oke jadi gini teman-teman sekalian, jika kamu ingin mendapatkan golden sunrise yang mengagumkan di Dieng maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah cek cuaca dulu dalam seminggu via aplikasi. 

Jadi jangan sampai saat liburan kesana lagi hujan-hujannya nanti sulit mendapatkan golden sunrise.

Nah jadi saat liburan kemarin kami tiba di penginapan magrib dan langsung istirahat malamnya ditengah suhu Dieng yang dingin abis sampai tulang. 

Saya kemudian bertanya pada petugas hotel tentang tips mendapatkan sunrise di Sikunir. Katanya jam 3 sudah mulai berangkat, buset dah...hmmm okelah.

Lalu saya berdiskusi dengan isteri dan memilih untuk berangkat setelah subuh alias jam setengah 5. Alarm disetel pagi subuh lalu setelah sholat kami langsung bergegas naik motor menuju Sikunir ke arah selatan. 

Suhu sangat dingin dan untungnya kami bawa jaket double full lengkap sarung tangan dan penutup kepala.

Kami menyusuri jalanan desa yang gelap sekitar 1 km melewati kawah Sikidang. Di jalan sangat sepi sekali dan hanya kabut dingin menemani. 

Namun ternyata pas sampai gerbang, sudah penuh boo ama wisatawan. Ternyata mereka banyak yang nginep disini supaya lebih mudah mendaki.

Bayar karcis 10.000 dan parkir 5 ribu lalu kami masuk ke desa dan mulai naik ke atas. Untuk menuju Bukit Sikunir harus menyusuri jalan setapak terjal dan melelahkan, jadi pantas harus pagi buta sudah disini. Kalau kamu lari ke atas sudah pasti akan muntah dan pingsan.

Banyak wisatawan yang gagal sampai puncak karena cape, tapi kami tetap semangat untuk melihat indahnya kebesaran Tuhan. Jam 5 kami sudah di pertengahan jalan dan jalan setapak sudah makin padat seperti arus mudik. 

Tak terasa setelah pukul 5 an lebih, fajar menyingsing dan menampakan kemilau langit yang sangat Indah. Matahari perlahan muncul dibalik awan ditemani Gunung Sindoro, Merbabu, Merapi yang berjejer rapi.

Untungnya cuaca hari itu cukup bagus tidak hujan sehingga momen golden sunrise Sikunir bisa kami dapat. Setelah itu kami pulang ke bawah dan sarapan pagi di kedai-kedai warga yang ada di sepanjang jalanan.

Berikut rangkuman tips melihat golden sunrise Sikunir:
1. Cek prakiran cuaca Dieng dulu, pastikan cerah dan tidak hujan
2. Bangun dini hari, berangkat jam 3/4 subuh lebih baik dari penginapan
3. Pastikan bawa minuman dan makanan ringan karena naik bukitnya capek
4. Pakai pakaian tebal karena suhu dingin menusuk
5. Usahakan pakai sepatu agar lebih mudah mendaki 

Berikut foto dan video penampakan golden sunrise Sikunir Dieng. Ig: @gurugeografi
Golden sunrise Sikunir
Fajar di Bukit Sikunir
Pemandangan dari Bukit Sikunir
Memandang Sindoro
Memandang Sindoro

Sabtu, Agustus 25

Helio Garden Taman Bunga Matahari Instagramer di Kaliurang

Helio Garden Taman Bunga Matahari Instagramer di Kaliurang

Halo teman-teman para pecinta traveling, sudah menemukan lokasi baru untuk dieksplore minggu ini?. 

Kalau belum, saya akan bagikan pengalaman terbaru kemarin mengunjungi wisata Helio Garden di Kaliurang. Dari namanya aja Helio artinya matahari. Jadi ceritanya saat libur lebaran kami mudik ke Yogyakarta dan seperti biasa menggunakan kereta api dari Cirebon.

Ada beberapa lokasi yang kami kunjungi selama di Jogja dan salah satu yang cukup menarik adalah Kebun Bunga Matahari di Kaliurang. 

Jadi ceritanya kami pada awalnya mau mengunjungi Merapi Park. Kami berangkat jam 7 pagi dari Bantul menggunakan motor bertiga melewati Jalan Parangtritis. Jalanan cukup lengang dengan cuaca tidak terlalu panas.

Setelah 30 menit kami sudah berada di jalan Kaliurang samping UGM. Motor dipacu santai saja sambil menikmati udara sejuk. Nah beberapa saat sebelum mencapai Merapi Park di daerah Pakem kami melihat ada kebun berwarna kuning yang menarik. 

Sudah banyak orang datang disana dan ternyata itu adalah Heio Garden Taman Bunga Matahari. Lalu kami coba masuk kesana dengan karcis 5000 rupiah saja per orang.

Taman Bunga Matahari ini cukup luas dan pada saat kami kesana, bunga matahari sedang banyak yang mekar. Dengan cuaca yang tidak terlalu panas di pagi hari maka jalan-jalan di Helio Garden Kaliurang jadi asik. Tinggi bunga matahari disini bisa sampai 2 meter lebih. Ada beberapa spot foto di area ini, jadi kamu gak usah khawatir jika mau selfie.

Saran saya datanglah saat pagi hari karena bunga matahari paling bagus mekar pagi hari dan menghindari terik matahari yang menyengat. Ternyata sekarang makin banyak lokasi wisata instagramer di Yogyakarta. Mau tau lokasi persisnya?. Cek di link map berikut PETA HELIO GARDEN
Helio Garden Yogyakarta
Helio Garden Kaliurang Yogyakarta
Helio Garden Yogyakarta
Pemandangan Kebun Bunga Matahari di pagi hari
Helio Garden Yogyakarta
Gerbang Masuk Helio Garden
Helio Garden Yogyakarta
Di bawah tangkai bunga matahari

Senin, Juni 18

Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas

Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang didominasi oleh pegunungan terutama pegunungan Karst atau kapur. 

Libur lebaran kemarin untuk mengisi waktu luang saya dan keluarga mencoba untuk mengunjungi Curug Dengdeng yang berlokasi di Cikatomas. 

Pagi hari sekitar jam 10 kami berangkat dengan menggunakan motor dari Sukaraja. Sebelum berangkat, kami cek dulu lokasi di google map dan estimasi jarak dari rumah menuju Curug Dengdeng sekitar 30 km. 

Kami memulai perjalanan jam 10 pagi menyusuri jalan Cibalanarik yang sudah aspal mulus. Sampai di Sukaraja jalanan mulai padat oleh pemudik. Kami ambil jalur ke kanan menuju arah Samsat Jatiwaras. 

Sepanjang jalan, hilir mudik kendaraan sangat banyak dan kami pun berjalan santai saja. Dari jalan raya Karangnunggal kami lalu belok ke arah Salopa melewati samsat Tasik. Jalanan masih mulus namun mulai menanjak dan berkelok.

Jalan menunju Cikatomas memang berkelok-kelok melintasi perbukitan, jadi anda harus waspada jika melalui jalan ini jangan cepat-cepat. Perlahan-lahan kami melewati Jatiwaras-Salopa hingga Cikatomas. 

Ada beberapa titik jalan yang berlubang, amblas dan rusak jadi anda yang akan ke wilayah Tasik Selatan ini harus hati-hati. Setelah 2 jam perjalanan, kami sampai di depan Alun-Alun Cikatomas dan nyimpang dulu ke Al***art untuk ngadem, maklum cuaca panas sekali di musim kemarau ini.

Sekitar 5 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju arah Buniasih. Dari sini jalanan masih mulus dan cukup sepi jadi motor bisa dipacu agak cepat, namun tetap hati-hati. Sekitar 6 km dari jalan utama kami menjumpai papan lokasi Curug Dengdeng di sebelah kiri jalan. 

Masuk ke kiri jalanan mulai ancur pemirsa, nampaknya program Gerbang Desa tidak terlihat rimbanya disini alias gagal. Jalan hanya batuan dan sedikit cor yang sudah rusak. Dari jalan raya menuju Curug Dengdeng ini sekitar 1,5 km dan jalannya total jelek abis menyusuri perbukitan.

Sekitar 15 menitan, kami sampai di gerbang masuk Curug Dengdeng yang dijaga pemuda-pemudi desa. Kami bayar karcis masuk 5.000 rupiah per motor. Parkiran lumayan luas namun masih seadanya. 

Dari atas parkiran kami sudah bisa melihat curug yang ternyata kering kerontang saat musim kemarau namun masih unik untuk ditelusuri.

Kami lalu turun ke bawah menyusuri tanah merah terarosa hasil pelapukan gamping. Disini sudah dibangun beberapa warung makan dan gardu pandang yang kemarin penuh oleh pengunjung. 

Kami kemudian turun ke curug dan terlihat tidak ada air terjun, hanya tebing-tebing yang tersusun dari batu gamping. Di beberapa titik terlihat lubang-lubang sinkhole yang memiliki air dan dalam. 

Sinkhole ini merupakan hasil korosi air dengan batuan gamping. Jika tidak musim kemarau, lubang-lubang di Curug Dengdeng ini bisa tidak terlihat dan berbahaya. 

Bisa jadi kamu akan masuk dalam lobang dan terseret ke dalam oleh arus, jadi anda harus hati-hati dan memahami morfologi Curug Dengdeng ini. Curug Dengdeng ini memiliki tingkatan alias berundak-undak dengan pemandangan perbukitan pesawahan Tasik Selatan yang indah. 

Jika anda lapar maka tidak ada salahnya untuk mampir ke warung makan untuk pesan ikan bakar sambil menikmati pemandangan dari atas. Beberapa kekurangan dari objek wisata Curug Dengdeng ini adalah jalan yang rusak parah dan tidak ada informasi atau guidance tentang gambaran umum Curug. 

Wisatawan harus diberi peringatan tentang keamanan curug terutama terkait lubang-lubang di atas teras curug yang sangat berbahaya jika tidak mengetahuinya. 

Lubang-lubang tersebut saling terhubung di bawah dan dibangun oleh arus sungai yang kuat. Jika ada orang masuk ke sana maka akan sangat berbahaya dan bisa terseret masuk ke dalam. 
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Berjalan di atas tebing curug yang mengering
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Curug Dengdeng kering di saat kemarau
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Sinkhole yang berbahaya
Lokasi dan Jarak Wisata Curug Dengdeng Cikatomas
Curug Dengdeng saat kemarau

Kamis, Mei 3

Faktor Pertumbuhan Pariwisata Dunia

Faktor Pertumbuhan Pariwisata Dunia

Apakah kamu hobi berwisata?. Jika iya maka kamu adalah manusia normal karena rutinitas kerja membuat tubuh perlu mendapatkan asupan liburan untuk menurunkan ketegangan. 

Menurut data 2010, tercatat ada 940 juta orang tiba di berbagai negara karena faktor wisata. 

Mobilitas ini bernilai 919 miliar dollar yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu industri terbesar di dunia. 

Pariwisata menjadi industri penting bagi pertumbuhan ekonomi dan lingkungan.

Pariwisata dapat membantu ekonomi dan perkembangan infrastruktur negara. Selain itu lapangan pekerjaan baru juga akan meningkat. 

Beberapa negara menjadikan pariwisata sebagai sektor utama seperti Maladewa dan Karibia. Di Indonesia daerah yang menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan adalah Pulau Bali.
Faktor Pertumbuhan Pariwisata Dunia
Pantai adalah salah satu objek wisata alam
Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pariwisata dunia akhir-akhir ini:
1. Meningkatnya Pendapatan
Sejak tahun 1950, manusia semakin kaya dari sisi ekonomi. Ada lebih banyak pendapatan yang dibelanjakan. Saat ini manusia juga bisa mengambil cuti liburan sehingga wisata semakin berkembang.
2. Banyak Iklan Wisata
Saat ini banyak iklan-iklan di berbagai media yang menginformasikan lokasi-lokasi wisata di berbagai wilayah dunia. Ini mendorong orang untuk lebih mudah menentukan tujuan liburan mereka.
3. Kepemilikan Kendaraan
Saat ini hampir semua penduduk memiliki kendaraan pribadi dan ini memberi kebebasan mereka untuk pergi dan menghabiskan waktu liburan.
4. Perkembangan Teknologi
Teknologi membuat sarana prasarana transportasi semakin pesat dan memudahkan manusia untuk bermobilitasi. Selain itu pertumbuhan aplikasi mobile membantu manusia dalam melakukan pemesanan tiket liburan.
5. Lebih Banyak Waktu Luang
Kini manusia banyak memiliki waktu luang entah itu di akhir pekan, libur nasional, pensiun atau cuti lama. Ini membuat manusia bisa menjelajahi beberapa tempat untuk mengisi waktu luang tersebut.
6. Banyak Pilihan
Dulu dunia pariwisata mungkin tidak sebanyak saat ini dalam hal atraksi wisata. Kini di era industri kreatif, aneka tawaran model pariwisata sangat banyak mulai dari wisata alam, ekowisata hingga wisata menantang adrenalin pun ada. 

Gambar: disini

Minggu, April 1

Turing Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang

Turing Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang

Halo teman-teman sahabat traveler Indonesia, bagaimana kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan senantiasa produktif ya guys. 

Kali ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang perjalanan touring dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang di Cianjur. 

Jumat kemarin merupakan awal long weekend, jadi daripada madesu (masa depan suram) di rumah, jadilah kami berdua (saya dan istri) searching lokasi. 

Setelah gugling, ketemulah dengan Situs Megalitik Gunung Padang. Sudah lama kami penasaran tentang keberadaan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara ini. 

Start di pagi hari jam setengah tujuh, kami berangkat dengan bermodal motor matic dan google map dari Bekasi menuju arah Cileungsi. 

Rute yang kami pilih adalah Bekasi-Gunung Putri-Babakan Madang-Megamendung-Puncak-Cianjur-Warungkondang. 

Setengah jam perjalanan, kami sudah sampai di perempatan Cileungsi-Cibubur. Disini kendaraan super padat guys, biasalah long weekend. Karena pake motor jadi bisa selap-selip, aman. Cuaca pada hari tersebut cerah dan tidak ada nampak akan turun hujan. 

Dari Cileungsi kami belok kanan ke arah Cibubur (lewat fly over) dan setelah itu belok kiri ke arah Jalan Mercedez Benz (itu yang pabrik Mercy di Indonesia). 

Jalanan mulai jelek guys, berlubang jadi gak bisa ngebut. Setelah keluar pabrik Mercy lalu masuk Jl. Gunung Putri. Disini jalanan sudah mulai beton semua, alhasil memang rada gak enak di shockbreaker, pegel pundak karena guncangan di matic emang rada lumayan. Disini banyak truk semen guys, jadi hati-hati. Dari Gunung Putri kemudian masuk ke Sentul dan Babakan Madang. 

Jalan sudah mulai menyempit dan naik turun. Banyak biker juga yang lewat jalan ini menuju puncak, jadi serasa gak sendirian touring. Lepas Babakan Madang kemudian belok kanan di Bukit Golf Sentul. Disini jalanan mulai menanjak tapi pemandangannya asik banget pokoknya. 

Dari Padang Golf lalu keluar menuju Gunung Geulis dan sampai di Megamendung. Karena kemarin lagi ada longsor di Ciloto, maka jalanan ke Arah Puncak tidak padat dan lengang. Motor bisa dilaju cepat, tapi tetap hati-hati guys.

 Setelah sampai Cisarua kami berhenti sejenak di pinggir jalan samping kebun teh untuk sarapan pagi. Jam menujukkan pukul 09.00 dan dua buah gorengan sudah cukup untuk mengganjal perut ditemani teha hangat. Udara mulai sejuk dan segar khas pegunungan. 

Setelah 15 menit istirahat, perjalanan kami lanjutkan melalui jalur Puncak. Terlihat tebing-tebing disekitar Puncak banyak yang longsor dan ini menjadi tanda bahwa ada potensi bencana di masa depan jika tidak segera ditangani.

Setelah melalui Puncak Pass jalanan kemudian mulai menurun hingga Cipanas. Disini kami mampir dulu ke Kota Bunga untuk istirahat. Masuk kota Bunga kami melihat berbagai rumah-rumah bergaya luar negeri yang lucu dan unik, pasti harganya milyaran. Di Kota Bunga lalu kami mengunjungi Little Venice karena permintaan isteri. 

Bayar parkir 5.000 dan tike masuk Kota Bunga 25.000 per orang. Hari kemarin karena jalur Puncak masih ditutup buat kendaraan pribadi mobil dan bis, jadi masih relatif sepi, tidak terlalu crowded. Kami lalu sewa gondola 20.000 per orang untuk mencoba mengarungi sudut Little Venice, lumayan lah pengalaman (barangkali aja suatu saat bisa beneran ke Venice aslinya).

Satu jam di Little Venice, kami lalu lanjutkan perjalanan menuju tujuan utama yaitu Situs Gunung Padang. Motor kami pacu ke arah Cianjur. Jalanan tidak terlalu ramai dan aspal jalan cukup baik. Jam 12.00 kami singgah dulu ke Mesjid untuk sholat Jumat. 

Ingat kemanapun kau pergi jangan lupa shalat guys (karena itu kebutuhan) biar hidup kita semakin berkah, tidak hidup cuma sekedar hidup. 

Selepas shalat Jumat, kami lalu melanjutkan perjalanan hingga menuju perempatan masuk kota Cianjur. Dari sana kami belok kanan menuju arah Warungkondang. 

Jam menujukkan pukul 13.00 dan perut sudah mulai keroncongan, kami lalu mampir dulu di rumah makan lesehan Sunda samping kanan sebelum Pasar Warungkondang. Kami pesan nila cobek dan karedok khas Sunda. 

Suasana Sunda sangat terasa di rumah makan ini, duduk lesehan diiringin lagu Sunda dan pemandangan pesawahan Cianjur. Satu jam kemudian setelah energi kembali naik, kami melanjutkan perjalanan. 

Selepas Warungkondang kami mulai mengurangi kecepatan karena takut belokan ke arah Gunung Padang terlewat. Lalu sampailah di belokan ke Kecamatan Gerkong, dari jalan utama terlihat Gapura dengan nama Situs Gunung Padang. Kami lalu belok kiri dan jalanan mulai menyempit namun sudah beton semua. 

Kami melaju dan melihat samping kiri kanan yang mulai masuk daerah perbukitan. Dari jalan utama Warungkondang ini, jarak ke Gunung Padang sekitar 16 km guys, lumayan jauh. Jalanan sudah beton semua dan badan mulai pegal karena guncangan di beton memang gak enak banget. 

Usul punya usul jalan di menuju akses Gunung Padang mulai dibeton sejak Pak SBY dulu berkunjung ke sini dan melihat kebesaran Situs Megalitik terbesar di Asia Tenggara ini. 

Motor terus dipacu dengna hati-hati dan sampailah kami di Stasiun Lempegan. Dari Stasiun kereta ini kami belok ke kiri dan jalanan mulai terus menanjak. Selepas itu perkebunan teh mulai kami lewati. Ternyata ada perkebunan teh yang cantik juga di selatan Cianjut guys. Dari Stasiun Lempegan ke arah Gunung Padang kurang lebih 3 km namun jalanan mulai menyempit. 

Jangan bingung karena banyak papan arah menuju situs Gunung Padang. Keluar perbebunan teh, jalanan mulai menurun dan setelah itu sampailah di gerbang masuk Gunung Padang.  

Disini banyak mobil diparkir. Jadi bagi yang bawa mobil gak bisa langsung ke situs guys, harus nyewa ojek. Kalau pakai motor langsung naik aja ke atas.

Seratus meter dari gerbang masuk kami lalu sampai di parkitan Situs Megalitik Gunung Padang. Bayar parkir 5.000 rupiah dan karcis masuk 10.000 per orang.

Dari parkiran kami lalu naik ke atas situs. Ada dua jalur guys, pertama jalur curam 150 m dan kedua jalur landai 300 m, tinggal pilih aja. Kami pilih yang pertama biar lebih pendek, namun ngos-ngosan juga sih. Ada banyak wisatawan juga sore itu dan bawa anak juga digendong sampai atas. 

Setelah mendaki tangga dari batu columnar joint selama 15 menit, sampailah di atas situs Megalitik. Setelah sekian lama cuma lihat di web dan berita doang, kini kami sanggup menginjakkan kaki di salah satu warisan tertua nenek moyang Indonesia yang patut kita banggakan. 

Tujuh jam perjalanan dari Bekasi ke Gunung Padang tidak ada apa-apanya saat bisa melihat kebesaran situs Gunung Padang.

Kami melihat susunan balok-balok batu kubus (dalam geologi disebut columnar joint) terhampar luas. Ada beberapa menhir dan dolmen yang tergeletak di Situs ini. Situs megalitik Gunung Padang ini diperkirakan lebih tua dari Piramida Giza di mesir guys. Namun teka-teki darimana asal batu yang persegi masih tanda tanya. 

Ada yang bilang dipahat dan ada yang bilang terbentuk alami karena batuan beku basalt yang membeku dipermukaan bumi membentuk kolom-kolom (sama halnya kaya sawah yang retak kalau lagi kering guys prinsip kerjanya). 

Situs ini dikelola baik oleh Disparbud Jabar dan ada banyak pemadu di sana. Setelah satu jam beristirahat, jam menujukkan pukul 17.00 dan kami siap untuk kembali. Satu jam sudah cukup untuk merasakan siswa bukti kemegahan peradaban Indonesia dahulu kala. 

Kami turun tangga, menyalakan kendaraan dan kembali ke rumah. Jalanan mengikuti jalan sebelumnya, namun pulang rasanya lebih cepat. Di Warungkondang awan mulai gelap dan hujan sangat deras turun. 

Kami minggir dulu untuk pakai jas hujan (jadi bagi par abikers, jangan lupa bawa jas hujan ya kemana-mana karena cuaca itu cepat berubah). Hujan deras mengguyur Cianjur sampai dengan Cipanas Puncak. 

Jam 19.00 kami baru sampai Puncak dan akhirnya karena kelelahan, kami mampir dulu di hotel untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan ke Bekasi subuh esoknya. Cari hotel ala backpaker yang hemat aja guys, nanti saya akan ulas di postingan selanjutnya. Selamat berlibur dan tulisan perjalananmu agar abadi selamanya. Gambar-gambarnya bisa dilhat di bawah ya.
Rute Touring Motor Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang
Situs Megalitik Gunung Padang
Rute Touring Motor Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang
Situs Megalitik Gunung Padang
Rute Touring Motor Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang
Situs Megalitik Gunung Padang
Rute Touring Motor Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang
Perkebunan teh di Lampegan
Rute Touring Motor Dari Bekasi ke Situs Megalitik Gunung Padang
Situs Megalitik Gunung Padang

Rabu, Januari 10

Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya

Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya

Assalamualaikum wr. wb, halo teman-teman sekalian apa kabarnya hari ini?. Semoga sehat selalu dan tetap produktif. 

Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman ziarah ke Makam Syekh Abdul Muhyi dan Gua Saparwadi di Pamijahan Tasikmalaya. Syekh Abdul Muhyi adalah tokoh penyebar agama Islam di daerah selatan Jawa Barat khususnya Priangan. 

Lalu dimana lokasi makam Syekh Abdul Muhyi dan kapan waktu terbaik untuk ziarah kesana?. Saya akan bagikan pengalamannya berikut. 

Jadi kemarin saat liburan akhir tahun saya dan keluarga jalan-jalan wisata ziarah ke Pamijahan. Lokasi menuju Pamijahan sangat mudah dan tidak akan membuat anda tersesat.

Kami berangkat dari Sukaraja menuju arah Cipatujah dengan mobil. Jalanan cukup mulus namun berkelok-kelok. Total perjalanan dari Sukaraja ke Pamijahan sekitar 2,5 jam. Pada hari itu untungnya bukan hari weekend dan tidak seramai biasanya. Namun parkir bis dan mobil tetap penuh. Wisata ziarah Pamijahan Gua Saparwadi dan Makam Syekh Abdul Muhyi ini memang sangat terkenal.

Singkat cerita mobil kami sudah masuk ke gerbang wisata Pamijahan. Kami beli karcis masuk seharga 15 ribu rupiah satu mobil kalau gak salah. Lanjut mobil masuk ke parkir dekat gerbang masuk lokasi ziarah. Setelah itu kami harus jalan kaki menuju makam dan gua Saparwadi menyusuri gang kecil perkampungan sejauh 2 km.

Kami menyusuri jalan kecil bertangga yang ramai seperti pasar di kiri kanan. Berbagai suvenir mulai dari baju, ibadah, makanan, dll dijual disini. Saya harap anda siapkan uang receh karena akan ada banyak pos sumbangan di sana sini. Mungkin ada ratusan. Masuk ke makam kami harus daftar dulu di kuncen makam, bayar lagi. 

Setelah itu dari jalan kampung belok kanan menuju makam. Karena ke makam gak boleh pakai sendal, maka harus bawa keresek. Di makam banyak orang melantunkan doa kepada Allah SWT. Ingat ya, jangan minta sesuatu ke makam nya, tapi mintanya ke Allah langsung. 

Doa sudah selesai lalu kami turun lagi dan bergerak menuju Gua Saparwadi. Lokasinya cukup jauh juga dan menguras tenaga. Siap-siap juga bawah senter besar jika ingin masuk gua dan jangan beli senter kecil di pinggir jalan, gak bakalan berguna. 

Di sepanjang jalan juga banyak anak meminta-minta uang, dan ini saya gak suka sebenarnya. Mental mengemis kok diajarkan kepada anak-anak. Masuk gerbang gua, kami lapor dan bayar kuncen lagi dan nyewa pemandu lokal. Untung hari itu wisatawan sedikit jadi tidak ada antrian panjang ke dalam gua.

Gua Saparwadi Pamijahan memiliki lubang masuk sempit dan kamu harus hati-hati. Lorong gua dipenuhi bebatuan dan aliran air di bawahnya. Di dalam gua ini terdapat beberapa ruangan yang konon merupakan tempat Syekh Abdul Muhyi untuk bersembunyi dari kejaran kompeni. 

Ada lorong menuju Mekah dan Cirebon di tengah gua. Konon dulu dari pintu ini bisa langsung ke Mekah dan Cirebon. Para wali juga sering bertemu di gua ini untuk berdiskusi.

Di dalam gua ini juga ada stalaktit dan stalagmit namun sedikit. Ada mata air kahuripan yang konon berkhasiat untuk berbagai macam hal. Secara ilmiah memang air yang berasal dari mata air gunung itu adalah air paling murni maka pasti paling bagus untuk tubuh. Gua Saparwadi ini adalah gua kapur atau termasuk ornamen karst. 

Daerah Tasik Selatan memang banyak bertipe karst dari mulai Sukaraja hingga Cipatujah. Jadi itulah cerita saya ziarah ke Gua Saparwadi Pamijahan. Foto dokumentasinya di bawah ini ya.
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Colum di Gua Saparwadi
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Aliran air di dalam gua
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Ruang padepokan wali di dalam gua
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Mata air kahuripan
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Pintu masuk gua Saparwadi

Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Gerbang masuk Pamijahan
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Makam syekh abdul muhyi
Lokasi dan Waktu Ziarah Gua Saparwadi Pamijahan Tasikmalaya
Gerbang masuk gua

Senin, Desember 25

Rute, Lokasi Curug Cipeuteuy Majalengka Di Kaki Ciremai

Rute, Lokasi Curug Cipeuteuy Majalengka Di Kaki Ciremai

Halo teman-teman di postingan saya akan kembali bercerita sedikit tentang pengalaman jalan-jalan ke Curug Cipeuteuy di Majalengka. 

Karena masih libur semester maka sudah pasti wajib untuk diisi dengan liburan. Kalau minggu lalu kami sudah pergi ke Lembang maka kali ini kami jalan di seputaran Majalengka saja dan lokasi yang dituju adalah Curug alias asir terjun.

Majalengka terkenal memiliki berbagai wisata alam yang kini sedang populer dan salah satunya adalah Curug Cipeuteuy yang berlokasi di Desa Bantaragung. 

Kemarin karena cuaca sedang lumayan tidak panas, maka kami langsung searching lokasi Curug Cipeuteuy terlebih dahulu di map. Setelah lokasi didapat, jam 8 pagi maka kami bertiga meluncur dengan motor dari rumah menuju arah Rajagaluh.

Jalanan cukup ramai dan tidak terlalu panas. Kami isi bensin dulu di pom bensin Cigasong. Motor dipacu sedang saja dan setelah melewati Rajagaluh kemudian belok kanan ke arah Sindangwangi. 

Jalanan mulai menyempit, menanjak namun masih mulus. Jalan ini juga mengarah ke berbagai lokasi wisata lain seperti Bumi Perkembahan, Hutan Pinus dan Telagaherang. Lanjut, jalanan semakin menanjak dengan pemandangan rumah dan berbagai pohon durian dan rambutan di kiri dan kanan jalan. 

Dari jalan utama, lokasi Curug Cipeuteuy ini sekitar 5 km, cukup jauh. Setelah beberapa km, kami masuk di Desa Bantaragung. Hamparan terasering pesawahan dengan latar gunung Ciremai sangat indah terlihat. 

Masuk lokasi Curug Cipeuteuy, jalan semakin menanjak dan tibalah kami di gerbang masuk. Motor diparkir dan kami harus jalan menyusuri jalan setapak sejauh 500 m. TIket parkir motor 3.000 rupiah sedangkan tiket masuk 12.500 rupiah. 

Untungnya kami datang tidak terlalu siang jadi masih agak sepi. Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah masuk Taman Nasional Gunung Ciremai. Berbagai flora seperti pinus, tangkil, durian dan pakis mulai terlihat. 

Setelah 15 menitan, tibalah kami di Curug Cipeuteuy. Curug ini memang tidak terlalu tinggi dan memiliki beberapa teras. Lokasinya sudah ditata dengan baik sehingga mudah diakses. 

Kedalaman kolam di curug ini bervariasi dan yang paling dalam 1,5 m di bawah curug utama. Airnya sangat sejuk dan tentu sangat cocok untuk berenang. Fasilitas penunjang lain adalah warung makan dan toilet umum. 

Yang mau kesini saya sarankan datang jangan terlalu siang nanti terlalu padat dan gak bebas berenang.
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Curug Cipeuteuy dengan tebing breksi
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Kolam di curug
Curug Cipeuteuy Majalengka Bantar Agung
Terasering sawah di Desa Bantar Agung

Jumat, Desember 1

Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka

Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka

Halo teman-teman, minggu ini weekend panjang dan waktunya untuk mudik dan jalna-jalan bersama keluaraga. Kali ini saya akan cerita sedikit tentang Telaga Herang di Majalengka Jawa Barat. 

Kalau saya sednag mudik pasti wajib jalan-jalan menghilangkan kepenatan kerja di kota. Majalengka merupakan daerah yang banyak memiliki wisata alam khususnya telaga yang indah, jernih dan ajib. Salah satunya adalah Telaga Herang.

Dimulai malam hari, saya searching lokasi di google dan ternyata dari rumah jarak ke telaga tersebut hanya 20 km saja, cukup dekat. Pagi hari kami berangkat pakai motor dari rumah menuju arah Rajagaluh. 

Lokasi Telaga Herang tepatnya di Desa Padaherang Sindangwangi Kabupaten Majalengka. Perjalanan lancar jaya dengan cuaca tidak terlalu panas di hari Jumat.

Mungkin karena efek siklon Dahlia, cuaca di bagian tengah Jawa Barat jadi rada sejuk. Setelah melewati Rajagaluh, kami belok kanan dan masuk jalan desa yang mulus. 

Beberaa ratus meter dari jalan utama ada percabangan, ke atas menuju bumi perkemahan dan ke kiri menuju telaga herang dan telaga nila. 

Kami belok kiri lalu melewati pedesaan yang sejuk di perbukitan, dengan saluran irigasi yang airnya jernih tiada tara. Saya yakin orang Jakarta tidak akan menemukan air sejernih disini. Sekitar 2 km, kami lalu sampai di gerbang  masuk. 

Tiket masuk hanya 5.000 saja per orang, murah banget. Beberapa meter dari gerbang kami sudah melihat Telaga Herang yang jernih dan sejuk. Luas telaga ini sekitar 3 Ha.

Air telaga sangat jernih memancarkan warna kehijauan dengan dasar bebatuan vulkanik. 
Ada banyak ikan-ikan air tawar berenang disini. Anda bisa berenang namun hati-hati karena batuannya licin dan tajam. Di bagian atas ada juga waterpark.

Sebenarnya di atas Telaga Herang ada telaga nila namun saat kami kesana airnya sedang surut dan sedang ada pemugaran. Pokonya kamu yang mau refresing dan instal ulang otak, maka wajib ke sini menikmati Telaga jernih di tengah perbukitan hijau. 

Sebelum pulang anda harus mencicipi dulu hindangan ikan bakar/goreng khas Sunda yang ada di pinggir telaga.Telaga Herang merupakan danau alami yang kini menjadi sumber irigasi warga dan sumber air bagi desa-desa disekitarnya. 
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Kesejukan Telaga Herang Majalengka
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Nila Bakar dan Goreng mantap, tambah karedok
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Air telaga yang hijau
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Santai di pinggir telaga
Sejuknya Telaga Herang Desa Padaherang Majalengka
Nyebur dulu biar adem

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close