Guru Geografi: Hidrologi - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Hidrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidrologi. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 12

Mengapa Sungai di Jawa Tidak Digunakan Kegiatan Transportasi?

Mengapa Sungai di Jawa Tidak Digunakan Kegiatan Transportasi?

Sungai adalah salah satu fenomena geosfer yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Sejak dahulu kala, manusia sudah menjadikan sungai sebagai pusat peradaban. Masa sih?

Coba buka sejarah Peradaban Sungai Nil, Peradaban Mesopotamia, Peradaban Huang Ho dan lainnya. Hampir semua peradaban besar dan terkenal berlokasi di sepanjang sungai.

Sungai menjadi tempat lahirnya peradaban manusia karena memang sudah fitrahnya, manusia akan mendekati sumber air untuk hidup.
 
Sungai memiliki banyak fungsi mulai dari untuk memenuhi kebutuhan rumah, irigasi sampai transportasi. Kali ini kita akan bahas fungsi sungai sebagai sarana transportasi.
 
Indonesia memiliki banyak sungai di setiap pulau, tapi tidak semuanya digunakan sebagai transporatsi. Contohnya adalah sungai di pulau Jawa. Mungkin ada banyak yang bertanya, mengapa sungai di Jawa jarang digunakan sebagai transportasi.
 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan sungai bisa dijadikan sarana transportasi diantaranya adalah lebar sungai, kecepatan arus, relief dan kedalaman sungai.
 
Coba lihat sungai-sungai di pulau Jawa, mayoritas lebarnya sempit dan banyak melewati relief pegunungan. Inilah yang membuat sungai di pulau Jawa kurang tepat digunakan untuk saranan transportasi. 

Sungai di Jawa lebih cocok untuk kegiatan wisata seperti arum jeram, susur sungai, irigasi, pembangkit listrik. Jadi memang pada dasarnya karakter fisik sungai di Jawa itu sendiri yang tidak cocok untuk digunakan sebagai saranan transportasi.
Kapal tongkang batubara di Kalimantan
 
Sekarang coba kita bandingkan dengan sungai di Kalimantan. Sungai Barito saja memiliki lebar rata-rata 650-800 meter, kedalaman rata-rata 6-8 m dengan panjang mencapai 1.000 km dan morfologinya relatif landai tidak terjal karena Kalimantan tidak sekompleks Jawa morfologinya.
 
Kondisi tersebut memungkinkan perahu-perahu baik yang kecil sampai besar seperti tongkang untuk melaju di atas sungai. Itulah sebabnya sungai di Kalimantan dan Sumatera banyak yang cocok dijadikan sarana transportasi.
 
Banyak tambang-tambang batubara di Kalimantan yang menggunakan sungai sebagai sarana mengangkut batubara dari tambang ke hilir. Ukuran lebar sungai sangat cocok untuk membawa batubara dengan kapasitas ribuan ton.
 
Jadi itulah sebab kenapa sungai di Jawa tidak digunakan sebagai tranportasi. Jawabannya adalah perbedaan karakteristik sungai itu sendiri. 

Minggu, Oktober 27

Sedimen Laut Biogen, Anorganik, Autogenik, Vulkanik

Sedimen Laut Biogen, Anorganik, Autogenik, Vulkanik

Sedimen adalah salah satu bagian penting dalam proses eksogenik. Sedimen banyak muncul pada sistem fluvial atau sungai. 

Sebagian besar sungai yang mengalir di permukaan bumi bermuara di laut.

Aliran sungai selalu membawa serta material-material hasil pengikisan dan pelarutan. Akibatnya di dasar laut selalu terjadi proses sedimentasi. 

Meskipun demikian tidak semua sedimen dasar laut berasal dari daratan secara langsung. Endapan-endapan laut tertentu terjadi setelah melalui suatu proses yang rumit. 

Berdasarkan asal sedimen dan tempat pengendapannya, sedimen dasar laut dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sedimen terrigen dan sedimen pelagik. Sedimen terigen adalah endapan dasar laut yang berasal langsung dari daratan. 

Karena ukuran butiran yang pada umumnya kasar, maka sebagian besar sedimen ini diendapkan tidak jauh dari pantai.

Pasir dan partikel-partikel yang lebih kasar diendapkan di pantai. Sedangkan partikel-partikel yang lebih halus, seperti misalnya tanah liat diendapkan pada dasar laut yang lebih jauh dari pantai. 

Sedimen terrigen dapat bermacam-macam asalnya, antara lain berasal dari lumpur yang diangkut sungai, bahan-bahan hancuran akibat abrasi, material-material vulkanik, deposit glasial, dan sebagainya.
Sedimen dasar laut dangkal
Endapan yang tidak secara jelas berasal dari darat disebut endapan pellagik. Pada umumnya terdiri dari bahan-bahan yang lebih halus dan sisa-sisa organisme. 

Lebih lanjut sedimen pelagik dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu sedimen biogen, anorganik, autogenik, dan vulkanik.

1)  Sedimen biogen adalah sedimen yang mengandung bahan-bahan organis lebih dari 30%. Organisme yang memiliki peranan penting  dalam  membentuk sedimen ini adalah dari jenis foraminifera yang jika mati rangkanya akan mengendap sebagai Ca CO3 pada dasar laut. Pada kedalaman lebih dari 7.000 meter, semua CaCO3 di larutkan oleh air laut yang banyak mengandung CO2. Sedangkan organisme dengan rangka dari SiO2 seperti misalnya radiolaria masih dapat bertahan.
2)  Sedimen anorganik adalah sedimen pelagik yang mengandung bahan organik kurang dari 30%. Bahan-bahan yang bersifat anorganik terdiri dari partikel- partikel halus yang berasal dari abu vulkanik, debu kosmik dan lain-lain.
3)  Sedimen autogenik adalah sedimen yang terbentuk dari zat-zat yang larut  dalam air laut. Contoh sedimen ini adalah terjadinya endapan mangan di dasar laut yang berbentuk butiran-butiran, lapisan-lapisan tipis pada dasar laut yang datar, membentuk lapisan-lapisan pada sisa-sisa kerangka ikan, dan lain-lain. Sedimen autogenik ini dapat ditemukan pada dasar laut yang dalam.
 4)  Sedimen vulkanik yaitu sedimen yang terdiri dari material-material vulakanik sebagai hasil kegiatan gunung berapi di laut. Material-material vulkanik ini membentuk sedimen yang cukup tebal dan bercampur dengan sedimen-sedimen lain di dasar laut.

Selasa, Oktober 22

Faktor Penentuan Daerah Resapan Air (Recharge Area)

Faktor Penentuan Daerah Resapan Air (Recharge Area)

Daerah resapan air adalah daerah tempat meresapnya air hujan ke dalam permukaan tanah yang selanjutnya menjadi air tanah.

Kenyataannya semua daerah di permukaan bumi dapat meresapkan air hujan. Namun kali ini kita akan sedikit membahas tentang daerah air tanah secara regional.

Daerah resapan regional artinya daerah tersebut meresapkan air hujan dan akan menyuplai air tanah ke seluruh cekungan, tidak hanya menyuplai secara lokal dimana air tersebut meresap.

Untuk menentukan daerah resapan air maka dibuat panduan yang sederhana dengan kriteria-kriteria yang mudah dipahami serta dapat diolah atau dilakukan dengan manual maupun SIG.

Tujuan dari penentuan daerah resapan air ini adalah agar aliran dasar dalam tanah dapat optimal, tingkat peresapan ini tergantung pada curah hujan, tipe tanah, batuan, kemiringan tanah, tipe penggunaan lahan dan vegetasi.

Menurut Sumarto, ada beberapa hal yang diperhatikan dalam menentukan daerah resapan air yaitu:
1. Kondisi hidrogeologi yang serasi meliputi arah aliran air tanah, adanya lapisan pembawa air, kondisi tanah penutup, curah hujan.
2. Kondisi morfologi/medan/topografi, semakin tinggi dan datar suatu lahan maka semakin baik sebagai daerah resapan air.
3. Tata guna lahan, lahan yang tertutup vegetasi lebat lebih baik dan menjadi daerah resapan air.
Daerah resapan air permukaan
Menurut Freeze dan Cherry untuk menentukan zona resapan dan pelepasan air perlu diperhatikan:
1. Aliran air permukaan dan air tanah
2. Iklim, terutama curah hujan
3. Karakteristik hidrogeologi
4. Topografi

Jelas bahwa pada dasarnya semua wilayah permukaan bumi bisa meresapkan air, namun tidak semua wilayah memiliki potensi cadangan air tanah yang baik. Makanya ada daerah yang sering kesulitan air seperti di Gunung Kidul (daerah gamping), ada juga daerah yang kaya air. Ini karena ada kombinasi faktor-faktor tadi yang bekerja mulai dari curah hujan, topografi, jenis batuan, tanah dan lainnya.

Jenis tanah gamping sangat cepat meloloskan air sehingga air tanah berada jauh di bawah (sistem air tanah dalam). Oleh sebab itu banyak yang kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air sangat dalam. Jadi wilayah gamping kaya air tapi di bawah permukaan tanah yang dalam.

Rabu, Desember 6

Metode Perhitungan Curah Hujan Daerah Aliran Sungai

Metode Perhitungan Curah Hujan Daerah Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai atau DAS adalah wilayah tapungan air yang masuk ke dalam sungai. Batas wilayah DAS diukur dengan cara menghubungkan titik-titik tertinggi pada wilayah di sekitar aliran sungai. 

DAS sangat pentig dijaga kelestariannya karena manusia banyak bermukim disekitar DAS. Sekitar 30 juta hektar lahan DAS di Indonesia berada dalam kondisi kritis. 

Sebagian areal hutan di daerah hulu sungai telah berubah menjadi semak belukar atau hilang seluruhnya. Baca juga: Terbentuknya gunung api tengah laut

Masalah DAS di Indonesia kini kebanyakan terpusat pada banjir yang berulang kali terjadi di daerah hilir sungai. Hal ini tidak hanya menyebabkan produktifitas tanah menurun namun juga menimbulkan masalah pengendapan lumpur pada waduk, saluran irigasi dan pembangkit listrik. 

Masalah tersebut diakibatkan oleh peggunaan tanah yang tidak tepat seperti perladangan berpindah serta pertanian lahan kering tanpa tindakan konservasi yang tepat serta tidak mengikuti pola tata guna tanah.

Baca juga:
Konjungsi, oposisi dan elongasi planet di tata surya 
Klasifikasi iklim koppen

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi DAS adalah iklim, jenis batuan dan jumlah air yang diterima ketika hujan. Cepat lambatnya air hujan terkumpul di sungai sangat bergantung pada bentuk lereng DAS. 

Dalam suatu wilayah DAS terdapat bentukan alam seperti meander, dataran banjir dan delta.
Metode Perhitungan Curah Hujan Daerah Aliran Sungai
Model poligon thiessen
Perhitungan jumlah curah hujan pada suatu DAS dapat dilakukan dengan mengunakan dua cara:
1. Metode isohyet, digunakan bila luas DAS lebih dari 5.000 km persegi. Isohyet adalah garis imaginer di peta yang menghubungkan lokasi-lokasi dengan jumlah curah hujan yang sama dalam periode waktu tertentu.
2. Metode poligon Thiessen, digunakan bila bentuk DAS tidak memanjang dan sempit dengan luas 1.000-5.000 km persegi.

Daerah aliran sungai dibagi menjadi tiga yaitu daerah hulu, tengah dan hilir. Umumnya kondisi DAS bagian hulu berbukit-bukit dan lerengnya curam sehingga banyak ditemukan jeram. 

Daerah ini banyak digunakan untuk perkebunan atau hutan yang merupakan daerah penyangga. Di sekitar aliran sungai banyak terdapat pemukiman penduduk. Baca juga: Beda puting beliung dan siklon

Bentuk medan pada DAS bagian tengah relatif landai sehingga jalur transportasi dan komunikasi relatif mudah. Daerah ini merupkan pusat kegiatan penduduk, seperti pertanian, perdagangan, perindustrian dan pemukiman. 

DAS bagian hilir merupakan daerah yang landai dan subur dan banyak digunakan untuk pemukiman, pertanian dan perkebunan. Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2016

Gambar: disini

Selasa, Desember 5

Potensi Air Permukaan dan Air Tanah Dalam

Potensi Air Permukaan dan Air Tanah Dalam

Coba perhatikan rumahmu, apakah ada sumur disana?. Jika ada maka pastinya itu berasal dari air tanah. 

Air tanah adalah air yang berada di lapisan bawah permukaan tanah. Kedalaman air tanah tidak sama pada setiap lokasi atau daerah. Hal ini disebabkan oleh ketebalan lapisan permukaan tanah dan kedudukan lapisan air tanah. Ada dua potensi air tanah yaitu air tanah permukaan dan air tanah dalam. 

Kedalaman air pada sumur-sumur merupakan cerminan kedalaman air tanah pada suatu lokasi. Permukaan yang merupakan bagian atas dari tubuh air disebut permukaan freatik. 

Volume air yang meresap ke dalam tanah tergantung pada jenis lapisan batuannya. Ada dua jenis lapisan batuan yaitu lapisan kedap air (impermeable) dan lapisan tidak kedap air (permeable). Baca juga: Klasifikasi iklim koppen dan cirinya

a. Lapisan kedap air
Ukuran pori pada lapisan kedap air sangat kecil sehingga kemampuan untuk meneruskannya juga kecil. Ukuran pori adalah jumlah ruang pada celah butir-butir tanah yang dinyatakan dengan bilangan persen. 

Contoh lapisan kedap air adalah lapisan geluh, napal dan lempung. Permukaan lapisan lempung mengisap air hingga jenuh namun setelah itu air tidak akan terserap lagi sehingga sisanya akan dialirkan sebagai limpasan permukaan atau tergenang. Coba lihat saja air di sawah.

b. Lapisan tidak kedap air
Ukuran pori pada lapisan tak kedap air cukup besar. Oleh sebab itu kemampuan untuk meloloskan airnya jga besar. Air hujan yang jatuh ke daerah ini akan terus meresap ke bawah tanah sampai tertahan oleh lapisan kedap air. 

Contoh lapisan tembus air adalah pasir, padas, kerikil dan kapur. Lapisan ini merupakan tempat persediaan air yang baik namun untuk daerah karst, air berada jauh di bawah tanah. Itulah penyebab daerah karst/kapur sulit air karena airnya jauh di bawah tanah.

Diantara lapisan tembus dan kdap air ada lapisan peralihan yang merupakan variasi dari dua jenis lapisan tersebut. Keadaan air tanah dan posisinya pada lapisan tak kedap air dapat memengaruhi gerak aliran air. 

Jika lapisan yang kurang kedap terletak di atas dan di bawah suatu tubuh air, akan terbentuk suatu lapisan penyimpanan air yang disebut air tanah tak bebas. Baca juga: Bioma tundra di bumi itu kaya gimana?
Potensi Air Permukaan dan Air Tanah Dalam
Penampang air tanah permukaan dan dalam
Tekanan air yang timbul dari air tak bebas tergantung pada perbedaan ketinggian suatu tempat dengan daerah tangkapan hujannya. Di daerah dengan letak permukaan air tanah lebih rendah air permukaan air tanah pada daerah tangkapan hujan maka air tanah akan memancar keluar dari sumur yang dibor. 

Sumur yang demikian disebut sumur artesis. Artesis berasal dari bahasa Perancis artois. Di daerah Artois Perancis pada abad pertengahan, orang disana membuat sumur yang dalamnya mencapai ratusan meter dan sering dijumpai air memancar dari lubang sumur. 

Air yang keluara dari daerah inilah yang dinamakan air sumur artesis. Air artesis sangat penting bagi daerah kering seperti di daerah arid dan semi arid. Baca juga: Rumus hitung episentrum gempa

Air tanah freatik terdapat pada formasi lapisan batuan tembus air yang mengikat air tanah dengan jumah cukup besar. Kedalaman lapisan freatik tergantung pada ketebalan lapisan-lapisan batuan diatasnya. 

Jika pada lapisan freatik terdapat retakan atau patahan, air akan keluar ke permukaan dan sering membawa endapan. Baca juga: Unsur kehidupan desa
Potensi Air Permukaan dan Air Tanah Dalam
Sumur amblas karena volume air tanah habis
c. Pemanfaatan air tanah
Beberapa wilayah di Indonesia memiliki cadangan air tanah potensial. Hal ini disebabkan oleh faktor:
1. Intensitas curah hujan cukup tinggi yaitu diatas 1.000 mm/tahun.
2. Tingginya jumlah populasi vegetasi penutup tanah dan luasnya wilayah hutan. 

Dengan potensi kandungan air tanah di Indonesia, air tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup. Secara umum, air yang paling bersih dan paling sehat untuk minum, masak, mandi dan mencuci adalah air tanah. 

Hal ini karena air tanah berasal dari penyaringan, pembersihan, penetralan oleh batuan alam.

Pemanfaatan air tanah tertekan dapat dilakukan dengan teknologi pengeboran sehingga muncul air artesis yang bermanfaat bagi pertanian dan industri. Sungai-sungai besar di Indonesia seperti Musi, Kapuas, Mahakam, Memberamo menyediakan air yang besar karena berasal dari daerah hulu yang kaya mata air di hutan.

d. Upaya menjaga kelestarian air tanah
Untuk menjaga kelestarian air tanah di lingkungan kita, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:
1. Mencegah penggunaan air tanah berlebihan karena akan mengurangi volume air tanah secara drastis.
2. Mengendalikan kepadatan penduduk di pemukiman untuk menekan konsumsi air tanah.
3. Mencegah pengrusakan hutan dan ilegal logging.
4. Mengurangi kontaminasi limbah terhadap air tanah.
5. Pelaksanaan AMDAL yang konsisten.
6. Konservasi DAS dari hulu ke hilir.

Baca juga: Metode arah bearing dan azimuth
Gambar: disini, disini

Senin, Oktober 30

Teori Terbentuknya Air Di Bumi

Teori Terbentuknya Air Di Bumi

Air merupakan komponen esensial bagi terciptanya kehidupan di bumi ini. Tapi apakah kamu tahu darimana sejarahnya air bisa muncul di bumi ini?. 

Kalau kita bicara siklus air tentu kita sudah tahu bukan?. Nah tapi sebelum siklus air ini muncul, lantas air itu pertamakali muncul seperti apa di Bumi. Untuk menjawabnya, ada beberapa teori yang kebenarannya pun masih belum pasti. 

Jadi pada intinya para ilmuwan masih bingung alias menduga saja tentang asal mula air di bumi ini.
Teori Terbentuknya Air Di Bumi
Sebaran air di Bumi
1. Pendinginan Planet
Bumi ini terbentuk 4,4 milyar tahun lalu dan dimulai dari bola panas. Lambat laun bumi purba ini mendingin dan melepaskan gas ke atmosfer dan menghasilkan kondisi tekanan yang cukup dan stabilitas di udara sehingga pembentukan air terjadi di atmosfer.

2. Sumber Dari Luar
Ada teori menduga komet/asteroid telah membawa air ke bumi namun teori tersebut banyak ditentang ilmuwan.

Teori lain juga menyebutkan bahwa air berasal dari pembusukan alumunium sehingga air bisa mencapai permukaan bumi. 

3. Gunung Api
Aktivitas erupsi membuat uap air muncul ke permukaan hingga atmosfer dan menghasilkan kondesasi lalu turun hujan. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia lengkap

Studi yang dipimpin Adam Sarafian di Massachussetts menemukan bahwa laut mungkin telah terbentuk lebih awal dari pemikiran kita sebelumnya. Studi melihat kembali tentang asal usul air di Bumi ratusan juta tahun lalu ke 4,6 milyar tahun lalu saat Bumi ini mulai muncul. 

Ilmuwan menduga bahwa planet kita terbentuk dalam keadaan kering dengan dampak energi yang tinggi menciptkan permukaan cair di bumi purba. Air datang kemudian dengan bantuan tabrakan komet atau meteroid basah.

Jadi memang teori terbentuknya air di bumi masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Bagaimana?. tertarik untuk menelitinya?. Kalau saya sih berasumsi bahwa dulu permukaan bumi ini panas, nah panas tersebut menguapkan uap air ari material panas (sebut saja magma) ke atmosfer. 

Lalu kondensasi terjadi dan hujan turun mendinginkan lapisan kerak bumi purba yang panas. Setelah itu siklus air berlanjut sampai permukaan bumi terbentuk dan lautan muncul. Baca juga: Mekanisme angin Fohn
Gambar: disini

Rabu, September 27

Hidrosfer: Sifat Unik Air di Bumi

Hidrosfer: Sifat Unik Air di Bumi

Air merupakan komponen utama sebuah kehidupan di Bumi ini. Tanpa air maka tidak akan ada kehidupan sekompleks di planet ini. Air memiliki nama kimia H₂O dan merupakan senyawa yang sangat unik. 

Bentuk air terbesar adalah lautan kemudian dalam bentuk es. Jika semua bentukan es di bumi ini mencair maka permukaan air laut akan naik hingga 70 meter lho, gak kebayangkan nanti Jakarta bisa tenggelam tuh hinggga gedung pencakar langitnya.

Bumi sebenarnya merupakan planet terluar dari sistem orbit yang memiliki suhu yang cukup untuk menghasilkan air dalam wujud cair. 

Air punya struktur atom yang sangat sederhana. Struktur atom ini menyebabkan molekul air punya sifat unik sebagai berikut:
Hidrosfer: Sifat Unik Air di Bumi
Air sumber kehidupan
1. Air memiliki panas spesifik tinggi.
Panas spesifik merupakan jumlah energi ayng diperlukan untuk mengubah suatu zat. Hal ini menyebabkan air menyerap energi panas lebih besar sebelum mengubah suhu air menjadi panas. 

Dengan kata lain air juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk melepaskan energi saat ingin mengubah wujud menjadi dingin. Sifat ini membuat iklim di bumi menjadi nyaman karena suhunya sedang dan membantu organisme untuk menyesuaikan suhu tubuh mereka dengan lebih baik.

2. Air memiliki ph netral yaitu 7 artinya bukan asam dan bukan basa.

3. Molekul air dalam bentuk cair berada di rentang suhu 0 - 100 derajat C. Posisi ini menjadikan air tersedia hampir di seluruh permukaan bumi.

4. Air lebih mudah menyerap panas dibanding cairan tipe lain selain merkuri. Fakta ini menyebabkan tubuh airyang luas seperti danau dan lautan memiliki profil suhu vertikal hampir seragam.

5. Molekul air di bumi memiliki bentuk 3 fisik yaitu padat, cair dan gas. Perubahan bentuk yang terjadi pada air memerlukan pertukaran energi yang tinggi baik untuk memanaskan maupun mendinginkan. 

Mekanisme ini memainkan peranan penting dalam penyebaran panas di atmosfer bumi. Jumlah panas yang dipindahkan ke atmosfer sekitar 3/4 nya terjadi melalui proses evaporasi, dan proses pengembunan air.
Gambar: disini

Senin, September 11

Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya

Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya

Rawa adalah suatu daerah yang tergenang air, baik air tawar maupun payau. Rawa ada yang bersifat musiman ada yang permanen. 

awa biasanya memiliki topografi yang datar sehingga selalu tergenang oleh air. Ciri rawa adalah memiliki drainase yang buruk sehingga kadar asamnya tinggi. 

Air yang terdapat pada rawa biasanya berasal dari hujan, sungai atau laut. Rawa merupakan ekosistem yang unik karena terdiri atas tanah dan air. 

Vegetasi yang biasa terdapat di ekosistem rawa diantaranya mangrove dan hutan galam.

Di Indonesia adalah sekitar 33, 4 juta ha lahan rawa. Sekitar 60% atau 20 juta ha merupakan rawa pasang surut dan sisanya merupakan rawa bukan pasang surut. 

Lokasi rawa mayoritas tersebar di Kalimantan, Papua, Sumatera dan Sulawesi. Menurut lokasinya, rawa dibedakan atas rawa pasang surut dan rawa bukan pasang surut.

a. Rawa pasang surut, lokasinya terletak di pantai atau dekat pantai, di muara sungai atau dekat dengan muara sungai.
b. Rawa bukan pasang surut, merupakan rawa yang  lokasinya ada di pedalaman dan tidak dipengaruhi pasang laut namun dipengaruhi oleh banjir di bantarannya.
Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya
Rawa di Kalimantan
Menurut sejarah pembentukannya, ekosistem rawa dibedakan menjadi rawa abadi, rawa aliran sungai, rawa pantai dan rawa teluk.

a. Rawa abadi, merupakan rawa yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Rawa ini terbentuk oleh genangan air hujan atau air tanah yang tidak punya pelepasan. 

Air rawa tersebut sangat asam dan berwarna kemerahan karena mengandung unsur besi yang tinggi. Baca juga: Soal SBMPTN Geografi 2016

b. Rawa aliran sungai, terbentuk disekitar tanggul alam disepanjang pinggir aliran sungai. Pada saat banjir air akan melewati tanggul alam yang terbentuk dari material besar yang terbawa banjir.

Pada waktu air surut kebali, genangan air di luar tanggul itu tidak dapat kembali dan menggenangi daerah disekitarnya. Rawa ini bisa terbentuk pua pada proses pembentukkan oxbow lake atau danau tapal kuda.
Ekosistem Rawa dan Karakteristiknya
Hutan rawa yang tegenang air
 c. Rawa pantai, lokasinya ada di muara sungai. Rawa ini terbentuk saat pasang naik air laut. Kejadian ini berlangsung dua kali dalam sehari dan saat air laut surut kembali maka permukaan air rawa tersebut rendah dan kembali naik saat pasang lagi.
d. Rawa teluk, terbentuk di sebuah teluk yang terbendung oleh bar atau endapan pasir di dasar laut. Karena pembendungan tersebut, maka dasar teluk menjadi semakin dangkal dan tertutup vegetasi pantai sehingga terbentuklah rawa pantai. Gambar: disini

Banyak manfaat dari ekosistem rawa diantaranya:
1. Sebagai cadangan air permukaan 
2. Mencegah banjir
3. Mencegah intrusi air laut
4. Habitat berbagai flora dan fauna 
5. Pembangkit listrik dengan modifikasi teknologi
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya

Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya

Sungai adalah massa air tawar yang mengalir secara almiah mengikuti alur suatu lembah yang akhirnya bermuara di danau atau laut. 

Sungai-sungai di permukaan bumi ini sangat banyak sekali dan apat dikategorikan berdasarkan kriteria tertentu. Menurut sumber airnya, sungai dibagi menjadi berikut:

1. Sungai yang bersumber dari mata air.
Sungai ini biasanya ada di daerah yang memiliki curah hujan sepanjang tahun dan daerah alirannya tertutup vegetasi yang cukup lebat atau rapat. 

Sebagian besar sungai di Indonesia merupakan sungai yang berasal dari mata air contohnya Sungai Mahakam, Kapuas, Memberamo, Ciliwung dan Bengawan Solo.

2. Sungai yang bersumber dari air hujan.
Sungai ini terdapat di daerah dengan curah hujan musiman dan bervegetasi jarang sampai tidak sama sekali. Jika tidak ada hujan maka aliran sungai mengering contohnya sungai yang ada di daerah Nusa Tenggara.

3. Sungai yang berasal dari gletser
Sungai ini banyak terdapat di daerah lintang tinggi atau daerah dataran tinggi. Di Indonesia sungai gletser ada di Papua yaitu Memberamo dan Digul sebagai akibat dari mencairnya es di Puncak Jaya Wijaya.

4. Sungai yang berasal dari berbagai macam sumber air.
Sungai tipe ini lebih banyak tersebar di permukaan bumi. Airnya bersumber dari mata air atau pencairan es, kemudian ditambah dari air hujan yang turun sepanjang tahun atau musiman.
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya
Sungai gletser di Greenland

Menurut letak alirannya, sungai dibedakan menjadi 3 macam ayitu:
1. Sungai yang seluruhnya mengalir di permukaan.
2. Sungai yang seluruhnya mengalir di bawah permukaan tanah seperti di daerah kapur.
3. Sungai yang sebagian alirannya di permukaan dan sebagian lagi di bawah permukaan tanah. 

Menurut kestabilan kondisi airnya, sungai dibedakan menjadi sungai perenial, intermitten dan ephemeral.
1. Sungai perenial adalah sungai yang kondisi airnya stabil alias permanen. Sungai ini selalu punya air yang cukup walaupun sedang kemarau. Sungai ini banyak terdapat di Papua, Kalimantan dan Sumatera.
2. Sungai intermitten atau episodik adalah sungai yang airnya hanya ada pada musim penghujan dan saat kemarau menghilang. Di gurun pasir dikenal sebagai wadi.
3. Sungai ephemeral adalah sungai yang sama dengan intermitten hanya berair pada saat musim hujan namun ketikamusim huan debit airnya tidak sebesar yang diperkirakan contohnya di Nusa Tenggara.

Menurut proses geologinya sundai dibedakan menjadi berikut:
1. Sungai Influent, yaitu sungai yang memasok air tanah.
2. Sungai effluent, merupakan sungai yang alirannya berasal dari air ranah.
3. Sungai intermittent, merupakan sungai yang terputus dan hanya ada saat musim hujan tiba (musiman). 
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya
Wadi di gurun pasir
Menurut arah alirannya terhadap struktur batuan, tipe sungai dibedakan menjadi:
1. Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya mengikuti kemiringan batuan.
2. Sungai subsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya sejajar dengan lapisan batuan. 
3. Sungai obsekuen, yaitu sungai yanga rah alirannya berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan.
4. Sungai resekuen, yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan sungai konsekuen dan arah alirannya masuk ke sungai subsekuen.
5. Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya miring terhadap sungai konsekuen.

Gambar: disini, disini

Kamis, September 7

Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya

Ekosistem air tawar memainkan peranan penting dalam lingkungan yaitu sebagai tempat mendaur ulang nutrisi, pemurnian air, mengurangi banjir, mengisi air tanah dan menyediakan tempat hidup bagi tumbuhan, hewan dan organisme lainnya. 

Lalu apa saja ciri-ciri dari ekosistem air tawar itu?. Perlu diketahui bahwa ekosistem air tawar hanya meliputi 0,8% wilayah permukaan bumi namun mencakup 41% jenis ikan yang ada di bumi. 

Ada tiga jenis ekosistem air tawar yaitu lotic, lentic, lahan basah dan air tanah. Baca juga: Ciri-ciri daerah karst dan pemanfaatannya

a. Lotic
Merupakan kondisi perairan yang airnya bergerak cepat, contohnya sungai. Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara yang kanan kirinya dibatasi oleh suatu punggungan atau tanggul/sempadan. 

Sempadan adalah lahan berbentuk gundukan pada kedua sisi sepanjang sungai, dihitung dari tepi sungai sampai dengan kaki gundukan di bagain luar.
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Sungai di Kalimantan src: disini
b. Lentic
Merupakan kondisi perairan yang airnya bergerak pelan seperti danau. Danau merupakan suatu cekungan di daratan yang berisi air tawar maupun air asin. Pada zaman dahulu danau air tawar biasanya merupakan cekungan yang terisi air secara alami. 

Namun ada juga yang merupakan bagian dari sungai yang lebar dan teprisah karena alur sungai yang berkelok terlalu jauh melebihi ruas-ruas sungai yang lain. 

Danau air asin terbentuk karena sebuah wilayah pada zaman dahulu berada di laut dan terangkat oleh gaya tektonik mengakibatkan air laut tertinggal di daerah cekungan. Baca juga: Potensi air tanah dalam dan permukaan
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Danau Toba di Sumatera src: disini
c. Lahan basah
Merupakan tanah yang jenih air dan tergenang dalam jangka waktu tertentu seperti rawa. Rawa merupakan lahan basah yang dulunya merupakan wilayah cekungan lalu tergenang air dalam waktu lama dan biasanya ditumbuhi tumbuhan kayu padat. 

Air rawa bisa berupa air tawar maupun air asin. Contoh daerah rawa di Indonesia ada di Sumatera bagian timur dan Kalimantan bagian selatan. 

Daerah rawa memiliki sirkulasi air yang buruk sehingga cenderung bersifat asam. Baca juga: Fenomena pra dan post vulkanisme
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Rawa di Kalimantan src: disini
d. Air tanah
Merupakan semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah termasuk air yang mengisi pori-pori tanah. Batuan atau lapisan bawah tanah yang dapat menyimpan air dalam jumlah besar disebut akuifer. 

Air tanah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah dan dapat memancar keluar permukaan bumi dalam wujud mata air. Daerah yang sulit memiliki air tanah adalah daerah kapur atau karst seperti di Gunung Kidul dan Pacitan. 

Daerah yang memiliki kerapatan vegetasi yang tinggi sangat kaya akan sumber daya air tanah karena faktor akra tanaman yang mentransfer air dari atas ke bawah. Baca juga: Jenis proyeksi peta
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Mata air di peguungan src: disini


Senin, Agustus 21

Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam

Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam

Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah dan menempati rongga-rongga tanah. Apakah semua wilayah daratan di dunia memiliki air tanah?. 

Tentu tidak, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan air tanah. Volume rongga-ronga batuan atau tanah dinamakan porositas,
sementara kemampuan batuan/tanah untuk melepaskan kembali air dinamakan permeabilitas. 

Besar kecilnya jumlah air yang dapat tersimpan dalam tanah tergantung pada volume rongga batuan/tanah. Cabang ilmu hidrologi yang khusus mempelajari air tanah disebut Geohidrologi.

Baca juga:
Struktur vertikal hutan hujan tropis 
Perbedaan mess, butte dan plateu

Sumber utama dan terbesar pengisi air tanah dalam jumlah kecil antara lain:
a. Air connate yaitu air yang tersimpan di dalam batuan sedimen sejak batuan tersebut berada di bawah permukaan laut hingga terangkat menjadi daratan.
b. Air juvenil yaitu air yang naik dari magma karena gas-gas dibebaskan melalui mata air panas.
c. Air meteorik yaitu air yang berasal dari atmosfir yang terbawa oleh meteor yang jatuh di bumi.
Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam
Mata air di tengah hutan
Berdasarkan kedudukan air tanah dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Air tanah Dangkal/Air tanah bebas/Air tanah freatis yaitu air yang berada pada suatu lapisan batuan/tanah, yang bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air dan bagian atasnya dibatasi oleh lapisan tidak kedap air.

b. Air tanah Dalam/Air tanah Tertekan/Air tanah Pizometri yaitu air yang berada di dalam tanah dan terletak antara dua lapisan batuan kedap air. 


Terdapatnya air tanah tertekan biasanya jauh berada di bawah permukaan tanah, dengan kedalaman sampai mencapai ratusan meter, sehingga untuk pengambilannya sering menggunakan pompa air yang berkekuatan besar. 

Akan tetapi tidak jarang air tanah ini ditemukan dalam bentuk air tanah artesis, bahkan kadang-kadang muncul sebagai mata air.

Air yang berada di permukaan tanah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian jenuh dan bagian tidak jenuh. 


Pada bagian jenuh seluruh rongga/pori-pori tanah terisi oleh air, sedangkan pada bagian tidak jenuh tidak semua rongga/pori-pori tanah terisi air, tetapi hanya sebagian yang terisi oleh air dan sebagian lain terisi udara.

Kebesaran Tuhan yang telah menciptakan air dengan berbagai bentuk hendaknya menjadikan manusia pandai mensyukuri dan menjaga keberadaan dan kualitas dengan sebaik-baiknya. 

Di Indonesia air tanah ditemukan hampir di seluruh wilayah daratan yang ada. Akan tetapi jumlah/potensinya tidak sama dan bervariasi menurut kondisi lahan dan curah hujan. 

Pada lahan dataran yang sifat tanahnya porus dan tebal, serta curah hujan tinggi cenderung memiliki potensi airtanah yang besar. Sebaliknya lahan yang bergelombang, berbukit, dan berpegunungan, serta sifat tanahnya kurang porus, tipis, dan curah hujan kecil akan cenderung memiliki potensi airtanah kecil.
Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam
Bagan vertikal air tanah
Rakyat Indonesia hendaknya bersyukur karena Tuhan menganugerahkan air tanah yang memiliki manfaat sangat besar sebagai penopang utama kehidupan. Hingga saat ini sebagian besar rakyat Indonesia masih menggunakan air tanah sebagai sumber air minum. 

Hal ini terjadi karena selain murah (tidak perlu membeli air), ditinjau dari segi lokasinya sangat menguntungkan karena relatif terdapat secara merata di berbagai wilayah, sehingga penduduk tidak perlu mengusahakan transportasi untuk mengangkut air bersih.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum (domestik) baik oleh penduduk maupun sebagai bahan baku air minum PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), ternyata di beberapa tempat air tanah sudah dimanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti industri dan pertanian yang banyak memanfaatkan air tanah dalam/tertekan.


Dalam hal ini para industriawan dan petani dengan menggunakan bor menggali air tanah secara langsung dan dimanfaatkan untuk kepentingan masing-masing. 

Gambar: disini, disini

Baca juga:
Karakteristik ekosistem rawa basah
Perbedaan sensus, survey dan registrasi penduduk
Ukuran satuan jarak astronomi

Rabu, Maret 1

Perbedaan Wadi dan Oasis

Perbedaan Wadi dan Oasis

Jika kamu melihat gurun pasir tentu yang kamu bayangkan pasti lahan tandus berpasir dan sulit menemukan sumber air. Namun pada dasarnya di beberapa titik gurun terdapat sumber air yang disebut wadi dan oasis. 

Wadi dalam bahasa Arab berarti sebuah lembah. Dalam arti luas dikenal sebagiai dasar sungai kering yang hanya terisi air saat hujan lebat tiba (tipe sungai ephemeral). Baca juga: Perbedaan batuan beku dan sedimen

Wadi terletak di daerah yang landai, bagian gurun yang datar. Dalam topografi cekungan wadi biasa muncul dan dalam perkembangannya bisa dibuat sebuah bendungan. Wadi menunjukkan pola braided stream karena volume air minim dan banyaknya sedimen. 

Air merembes ke bawah permukaan dan menghasilkan endapan yang cukup banyak. Baca juga: Bahaya polusi cahaya bagi kehidupan

Angin juga berpengaruh pada proses pengendapan. Saat sedimen wadi berada di bawah air atau lembab maka sedimen angin juga ikut mengendap disekelilingnya. Sedimen wadi mungkin berisi seluruh partikel mulai dari kerikil sampai lumpur.  
Perbedaan Wadi dan Oasis
Wadi in desert
Dalam geografi, oasis atau oase merupakan daerah terisolasi di gurun yang memiliki vegetasi, biasanya berada di sekitar mata air seperti kolam atau danau kecil. Oasis juga menjadi habitat untuk hewan dan bahkan manusia jika kolom airnya cukup besar. 

Lokasi oasis sangat penting untuk perdagangan dan transportasi di daerah gurun. Para pedagang yang melewati gurun untuk berdagang bisa mengisi pasokan air atau istirahat disini. 

Dengan begitu tata kelola oasis sangat ketat karena berpengaruh terhadap kegiatan perdagangan pada rute tertentu. Contohnya Oasis Augila, Ghadames, dan Kufra di Libya. Oasis terbentuk dari sungai bawah tanah seperti akuifer artesis dimana air dapat mencapai permukaan secar alami oleh tekanan atau sumur buatan manusia.
Perbedaan Wadi dan Oasis
Oasis in Desert
Badai yang terjadi sesekali dapat menyediakan air bawah tanah untuk mempertahankan oasis. Batuan kedap air dapat memerangkap air dan menyimpannya. Oasis ini juga sering digunakan oleh kawanan migrais burung yang nantinya membawa benih tumbuhan dan kotoran sehingga menghidupkan sebuah ekosistem di padang tandus.
Gambar: bucketlistjourney.net, amusingplanet.co

Selasa, Januari 31

Syarat Terbentuknya Geyser

Syarat Terbentuknya Geyser

Geyser merupakan ventilasi di permukaan bumi yang secara periodik menyemburkan kolom air panas dan uap. Bahkan geyser kecil pun merupakan fenomena alamiah yang menakjubkan. Beberapa geyser punya letusan yang memuntahkan ribuan galon air panas dari dalam bumi hingga ratusan meter ke udara. 

Old Faithful gesyer merupakan geyser paling terkenal di dunia saat ini dan terletak di Taman Nasional Yellowstone. Old Faithful meletus setiap 60 sampai 90 menit sekali dengan ketinggian 100 - 200 kaki ke udara. 

Geyser merupakan fitur yang sangat langka di permukaan bumi dan mereka hanya bisa didapatkan dalam kondisi yang tidak biasa. Tercatat di seluruh dunia hanya ada sekitar 1000 geyser dan kebanyakan dari mereka berada di Yellowstone. Baca juga: Ciri pembangunan berkelanjutan

Berikut ini syarat terbentuknya geyser:
- ada lapisan batuan yang panas di bawah
- ada lapisan air tanah yang cukup
- ada lapisan penahan air di bawah permukaan tanah
- ada celah untuk mengalirkan air dari dalam bumi ke luar
Syarat Terbentuknya Geyser
Semburan Geyser
Sebagian besar geyser di dunia terbentuk di lima negara yaitu: AS, Russia, Chile, Selandia Baru dan Islandia. Semua lokasi tersebut secara geologi punya aktifitas gunung api yang banyak. Kebanyakan geyser meltus tidak teratur dan jarang, namun beberapa dikenal karena letusan yang reguler. Baca juga: Potensi air tanah dangkal dan dalam

Geyser aktif tertinggi adalah Steamboat Geyser di Yellowstone. Beberapa letusan dapat mencapai 400 kaki ke udara. Jangan pernah mengharap melihat geyser tersebut secara sengaja karena ia tercatat meletus hanya 10 kali dalam rentang 20 tahun terakhir.

Waimangu geyser di Selandia Baru juga masuk dalam geyser paling tinggi di dunia dengan letusan yang spektakuler hingga 1600 kaki. Namun tanah longsor terjadi dan merubah struktur hidrologi di sana sehingga letusan tidak pernah muncul sejak 1902. Baca juga: Potensi desa di Indonesia

Untuk memahami cara kerja geyser, kamu harus memahami dulu hubungan antara air dan uap. Uap adalah bentuk gas dari air. Uap tercipta karena air yang dipanaskan hingga sampai titik didihnya. 

Saat air berubah menjadi uap maka ia akan mengalami perluasan hingga menempati 1600 kali lebih banyak ruang dari volume aslinya. Jadi geyser meledak saat air di dalam tanah terdidihkan oleh aktifitas vulkanisme yang mendorongnya hingga keluar bumi.
Syarat Terbentuknya Geyser
Peta Sebaran Geyser
Air tanah dingin di dekat permukaan merembes ke dalam bumi. Karena ada kontak magma dengan batuan di dalam bumi maka air di atas batuan ikut terpanaskan. Pada titik didih di bawah, air tidak terkonversi menjadi uap karena letaknya yang jauh di dalam dan berat air dingin disekitarnya menghasilkan tekanan. 

Kondisi ini dikenal sebagai superheated. Air terpanaskan dan mampu menjadi upa namun tidak mampu meluas karena kondisi lingkungan yang sempit dan bertekanan tinggi. Baca juga: Jenis-jenis gumuk pasir

Sejauh ini geyser hanya ada di bumi dan belum ditemukan di planet lain. Namun aktifitas mirip geyser telah terdeteksi pada beberapa satelit di tata surya seperti Io (Jupiter) yang punya letusan air beku dan gas lain di permukaannya. 

Gambar: ffden-2.phys.uaf.edu, sildeshare

Senin, Januari 16

Tipe Delta Sungai dan Proses Pembentukannya

Tipe Delta Sungai dan Proses Pembentukannya

Delta merupakan endapan yang terbentuk di ujung sbeuah aliran sungai yang dekat dengan muara laut atau danau. Endapan ini berasal dari erosi yang terbawa sungai dari hulu hingga hilir. Arus air akan mengikis batuan di sekitarnya lalu terangkut dan pada akhirnya mengendap. 

Sedimen yang terangkut bergerak mengikuti aliran air sebagai sedimen tersuspensi atau suspended sediment. Sedimen itu merupakan muata dasar atau bed lood yang bergerak menggelinding atau bergeser di dasar sungai. Ada juga mekanisme saltation atau loncatan partikel di dasar sungai.

Baca juga:
Bedanya meteorologi dengan klimatologi
Identifikasi bentang budaya dalam citra udara
Soal UN Pengembangan Wilayah dan Jawabannya 
Pengertian intrusi magma dike

Akumulasi bahan-bahan itulah yang nantinya akan mengendap dan membentuk sebuah delta sungai. Namun tidak semua sungai akan menghasilkan delta, karena sebuah delta dapat terbentuk bila memenuhi syarat berikut ini:
- kecepatan arus sungai di muara rendah
- material endapan cukup banyak
- laut di ujung muara ombaknya tenang
- morfologi pantai datar
- jarang terjadi aktifitas tektonik
- bahan hasil sedimentasi tidak dipengaruhi aktifitas laut
Tipe Delta Sungai dan Proses Pembentukannya
Delta Sungai kaya endapan lumpur sungai
Nah itulah faktor pembentukkan delta sungai, itulah mengapa di pantai selatan Indonesia tidak dijumpai delta karena mengarah ke samudera hindia yang ombaknya besar. Contoh delta terkenal di Indonesia adalah Delta Mahakam di Kalimantan Timur. Terdapat empat tipe delta sungai di dunia yaitu:

1. Delta arcuate, berbentuk seperti kipas atau segitiga dan merupakan bentuk delta paling umum seperti Delta Nil dan Mahakam.
2. Delta Kaki Burung, bentuknya menyerupai jari yang menyebar dari muara ke arah laut. Contohnya adalah delta Citarum dan Mississippi.
3. Delta cuspate, terbenruk pada daerah dengan garis pantai datar seprti huruf V, contohnya delta Ebro.
4. Delta estuarine, terbentuk di wilayah muara yang memanjang dan sempit sperti Delta Amazon dan Pearl. 

Baca juga:  
Kode promo Quipper Video 2017 
Pengertian, contoh konsep jarak absolut dan relatif
Pengertian, contoh konsep keterkaitan keruangan
Gambar: eoimages.gsfc.nasa.gov

Kamis, Januari 5

Perkembangan Struktur Sungai

Perkembangan Struktur Sungai

Sungai merupakan salah satu kenampakan hidrologi permukaan bumi yang sangat penting. Tidak semua sungai berasal dari daerah dataran tinggi airnya. Jika kalian melihat sungai dari pangkal hingga ujungnya maka akan dijumpai karakteristik struktur sungai yang berbeda satu sama lain. 

Menurut perkembangannya, sungai dibagi menjadi sungai bagian atas, bagian tengah dan bagian hilir. Baca juga: Batuan beku dalam dan luar

Di daerah hulu dekat sumber air, aliran sungai mengalir di daerah lereng curam yang tidak rata.  Dataran tinggi biasanya memiliki batuan yang keras yang ideal untuk membentuk formasi jeram dan air terjun. Itulah mengapa air terjun dan jeram banyak ditemukan di sungai bagian hulu. 

Aliran sungai di bagian hulu sangat deras dipengaruhi oleh derajat kelerengan dengan erosi dominan vertikal atau kebawah. Sungai di bagian atas juga banyak terdapat batu-batu besar.

Baca juga:
Soal UN Geografi 2017 dan jawabannya
Peranan iklim dalam kehidupan sehari-hari
Geografi negara Perancis
Perbedaan geosentris dan heliosentris
Klasifikasi iklim Koppen dan sebarannya
Perkembangan Struktur Sungai
Perkembangan Mofrologi Sungai, pic: www.bbc.co.uk
Turun ke bagian tengah, aliran sungai mulai mengalami perlambatan. Hal ini dipengaruhi oleh kemiringan lereng yang mulai landai. Hasil erosi dari bagian hulu sungai juga mulai terendapkan di bagian tengah ini. Erosi sungai bagian tengah cenderung mulai seimbang antara erosi vertikal dan erosi lateral. 

Akibatnya lebar sungai mulai memanjang dengan meander mulai terbentuk. Pola sungai di bagian tengah cenderung rectangular atau trelis karena melalui pegunungan. Baca juga: Faktor terjadinya bencana kekeringan

Di bagian hilir, sungai sudah berada pada topografi yang datar dan dekat muara. Aliran sungai sudah melambat dengan erosi lateral yang mengakibatkan lebar sungai semakin besar. Endapan halus juga banyak tersimpan di sini. 

Debit air sungai bagian hilir akan semakin besar karena dekat dengan muara. Pola dendritik sering dijumpai di daerah hilir seiring dengan struktur dasar batuan yang mulai seragam. Itulah perbedaan perkembangan struktur sungai mulai dari atas hingga bawah.

Baca juga:
Perbedaan garis Wallace dan Lydekker pada peta 
Bentuk-bentuk gunung api dan cirinya
Geografi negara Turki
Update kode promo quipper video terbaru

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close