News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Hidrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidrologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 28

Danau dan Jenis-Jenisnya

Danau dan Jenis-Jenisnya

Danau merupakan tempat air berkumpul dan pada umumnya terletak di daerah yang lebih rendah/cekungan. Ada banyak sekali danau di bumi ini dan menurut proses terjadinya atau genesanya, danau di Indonesia diklasifikasikan sepeti berikut:

Danau Tektonik
Danau tektonik disebabkan oleh gaya endogen yaitu tektonisme. Akibat adanya pergeseran atau rekahan pada lapisan batuan maka terbentuklah suatu cekungan yang berisi air. Contoh danau tektonik adalah Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Towuti di Sulawesi Selatan, Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Danau Maninjau di Sumatera Barat. Baca juga: Jenis-jenis hujan

Danau Vulkanis
Danau vulkanis terbentuk karena adanya aktifitas gunung api yang meletus dan mengeluarkan gas. Danau vulkanis ada tiga jenis yaitu danau maar, danau kawah dan danau kaldera.
- Danau maar terbentuk dari sisa gunung api yang meletus satu kali lalu setelah itu mati. Contohnya Telaga Menjer di selatan Dataran Tinggi Dieng.
- Danau kawah terbentuk karena adanya kawah gunung api yang meletus kemudian mengalir ke suatu tempat. Contohnya Kawah Galunggung, Kawah Ijen dan Kawah Kelimutu.
- Danau Kaldera terbentuk karena letusan besar sehingga membentuk cekungan luas seperti Kaldera Tambora dan Kaldera Bromo. Baca juga: Kerak samudera dan kerak benua
Danau dan Jenis-Jenisnya
Waduk Jatigede Sumedang, pic: kompas
Danau Tektovulkanik
Guguran tektovulkanik terbentuk karena kombinasi erupsi hebat dan tanah yang runtuh akibat banyaknya batuan beku gunung api saat erupsi. Contohnya Danau Toba dan Danau Batur.

Danau Laguna
Danau laguna terbentuk karena bagian tanah tertutup endapan air sungai yang dihanyutkan oleh air laut.

Danau Gletser
Danau gletser adalah danau yang terbentuk karena mencairnya gletser. Danau ini banyak terdapat di daerah Kanada. Baca juga: Batas lempeng tektonik

Danau Dolina
Danau dolina terdapat di daerah karst atau kapur. Pembentukannya diawali dari adanya air yang menerobos masuk ke dalam pori tanah. Pada bagian tertentu yang kedap,  air kemudian tertahan sehingga terkumpul dan membentuk danau seperti di Telaga Jambu Gunung Kidul.

Danau Lembah
Danau lembah terjadi dari tanah bekas letusan gunung api contohnya Danau Tondano di Sulawesi Utara dan Danau Tawar di Gayo Aceh.

Danau Buatan
Merupakan danau yang sengaja dibuat manusia untuk kepentingan tertentu seperti Waduk Jatiluhur, Waduk Jatigede dan Waduk Sempor. 

Baca juga:  
Rumus titik henti pasti 
Soal USBN Geografi 2018 dan jawabannya

Jumat, Desember 16

Faktor Infiltrasi Air Permukaan

Faktor Infiltrasi Air Permukaan

Pernahkah kamu menyiram tanaman di pot atau di kebun?. Apa yang terjadi pada air yang kamu siram saat jatuh ke tanah?. Tentu airnya akan masuk ke dalam tanah, bukan?. Inilah yang dinamakan infiltrasi yaitu proses masuknya air dari atas permukaan tanah ke dalam pori-pori tanah dalam. 

Di bagian dunia manapun air yang jatuh dari atmosfer akan menyusup ke bawah permukaan tanah atau batuan. Jumlah volume infiltrasi dipegaruhi oleh berbagai faktor. Infiltrasi di daerah es seperti Greenland mungkin kecil namun di daerah seperti Indonesia besar.

Baca juga:
Potensi sosial NKRI kaitannya dengan pembangunan
Tipe erupsi gunung api di dunia

Beberapa air yang masuk ke dalam tanah akan berada pada lapisan tanah dangkal melalui pori tanah dan sela batuan. Namun di beberapa lokasi, air dapat menyusup jauh lebih dalam ke dalam akuifer tanah dan bebas mengalir di dalam. 

Manusia lalu bisa memanfaatkannya dengan membuat sumur artesis. Air dapat tersimpan dalam jangka waktu lama di dalam tanah namun daat juga cepat menghilang pergi ke lokasi lain. Lalu apa saja yang memengaruhi infiltrasi tanah?
Faktor Infiltrasi Air Permukaan
Kemiringan lereng memengaruhi infiltrasi, pic: cals.arizona.edu
1. Curah Hujan
Faktor utama yang mengendalikan jumlah infiltrasi adalah presipitasi baik itu dalam bentuk air hujan maupun salju, es. Hujan akan meresap masuk ke dalam tanah lalu sampai ke sungai dan mengalir. Curah hujan yang tinggi di pegunungan menyebabkan air sungai selalu ada meski sedang musim kemarau.

2. Aliran Dalam
Dalam berbagai kasus, air di sungai memiliki aliran berkelanjutan bahkan saat musim kemarau. Aliran "dasar" ini berasal dari air dalam tanah yang merembes dan masuk ek badan sungai.

3. Kejenuhan Tanah
Tanah memiliki tingkat kejenuhan seperti halnya kain spon jika penuh air. Jika badan tanah sudah jenih air maka air akan dikembalikan ke permukaan dan menjadi banjir.

4. Vegetasi
Jumlah vegetasi memengaruhi terhadap daya infiltrasi. Tumbuhan dapat menahan dan memperlambat aliran permukaan baik itu lewat akar, batang dan daun. Sementara di wilayah beton dan banyak bangunan manusia, air sulit masuk ke dalam tanah dan akan menyebabkan genangan.

5. Kemiringan Lereng
Daerah dengan kemiringan tanah curam akan mempercepat aliran tanah sehingga infiltrasi cenderung lambat dibanding daerah datar.

6. Evapotranspirasi
Semakin tinggi evapotranspirasi maka infiltrasi pun semakin sedikit. Evapotranspirasi dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah bersangkutan. Baca juga: Klasifikasi tanah menurut IPB

Rabu, November 30

Siklus Air dan Jenisnya

Siklus Air dan Jenisnya

Menurutmu apakah jumlah volume air di bumi ini berubah atau tidak?. Mengapa ada daerah yang dilanda banjir dan ada yang kekeringan?. 
 
Itulah bagian dari dinamika air di bumi. Volume air di bumi ini pada dasarnya tidak berubah karena adanya siklus air atau daur hidrologi. 

Siklus air adalah proses perputaran air di bumi. Volume air tidak bertambah namun hanya penyebarannya saja yang berbeda. 
 
Siklus air terbagi menjadi siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang. Baca juga: Memahami el Nino dan la Nina

Untuk memahami tentang proses siklus air, lihat dulu bagannya di bawah ini:
Siklus Air dan Jenisnya
Daur Hidrologi, pic:https://www.water-for-africa.org
Proses-proses yang terkait dengan siklus air diantaranya adalah:
1. evaporasi, merupakan proses berubahnya air menjadi uap air di perairan terbuka karena adanya pemanasan.
2. transpirasi, merupakan proses berubahnya air menjadi uap air dari mahluk hidup.
3. kondensasi, merupakan proses pembentukkan awan.
4. adveksi, merupakan proses pergerakan awan dari atas perairan terbuka menuju daratan.
5. sublimasi, merupakan proses perubahan uap air menjadi titik-titik es.
6. presipitasi, merupakan proses jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dalm bentuk hujan, salju atau es.
7. run off, merupakan aliran air di atas permukaan bumi.
8. steam flow, merupakan aliran air di batang tanaman dari atas sampai ke abwah
9. infiltrasi, merupakan proses masuk air ke dalam pori-pori tanah.
10. perkolasi, merupakan proses aliran air di dalam tanah.
Siklus air terbagi ke dalam tiga jenis yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang. 
a. Siklus pendek terjadi jika pembentukan awan hujan terjadi di alut dan presepitasi terjadi di laut pula.
b. Siklus sedang terjadi jika pembentukan awan hujan terjadi di laut dan awan tersebut kemudian bergerak ke daratan lalu terjadi presipitasi.
c. Siklus panjang terjadi jika pembentukkan awan hujan terjadi di laut lalu awan tersebut terbawa hingga ke puncak pegunungan dan turun hujan disana.
Untuk lebih jelasnya coba lihat animasi siklus air di link berikut: 

Jumat, November 25

Akuifer Air Tanah

Akuifer Air Tanah

Apa kamu punya sumur di rumah?. Pernahkah bertanya, darimana air sumur itu datang?. Bumi ini 2/3 nya dihuni oleh air namun hanya 2,5 % saja dari total air tersebut yang berupa air tawar. Wow!. 

Air tawar ini dapat ditemukan dalam bentuk gletser dan 30 % nya adalah air tawar termasuk di dalamnya dalam manifestasi danau dan sungai. Air tanah tersebar di mana-mana mulai dari bebatuan hingga rawa. Baca juga: Beda batuan beku intrusif dan ekstrusif

Saat air tanah masuk ke dalam tanah mengisi pori-pori dalam tanah dan batuan maka tanah tersebut dikatakan "jenuh". Konsep batas keterdapatan air di dalam tanah disebut dengan water table. Water table adalah batas antara tanah dengan jenuh air dengan tanah yang tak jenih air. 

Volume water table ini dipengaruhi oleh curah hujan, salju, irigasi, kekeringan dan sumur aktif di daerah tersebut. Air di dalam tanah sebenarnya tidaklah diam namun bergerak dengan kecepatan lambat. Baca juga: Sebab dan usaha mengatasi banjir
Akuifer Air Tanah
Penampang Akuifer Tanah, pic: water.usgs.gov
Faktor-faktor utama yang memengaruhi kecepatan arus air tanah adalah porositas, jumlah ruang terbuka di dalam tanah, batuan, daya infiltrasi, gradien hidrolik dan kemiringan muk air. Kecepatan air tanah meningkat dengan seiring dengan meningkatkan permebialitas dan gradien hidrolik. 

Tekstur pasir, kerikil dan beberapa jenis kristal batu memungkinkan air tanah mengalir dengan mudah sementara sedimen halus seperti lempung, lumpur akan menghambat gerakan air tanah. Baca juga: Tipe perlapisan batuan sedimen

Air tanah merupakan sumber kehidupan mahluk hidup khususnya manusia. Air tanah dapat diartikan sebagai air yang mengisi pori-pori tanah atau celah batuan di bawah permukaan tanah. Keberadaan air tanah sangat dipengaruhi oleh sejarah dan kondisi geologi daerah tersebut, serta formasi batuan yang ada di sekitarnya, oleh sebab itu tidak semua tempat di bumi ini memiliki potensi air tanah yang baik. 

Lapisan tanah atau batuan yang mampu menyimpan dan meloloskan air tanah dinamakan aquifer. Pasir dan kerikil adalah formasi geologi yang paling baik bertindak sebagai aquifer. Baca juga: Memahami patahan Lembang Bandung

Sedangkan lapisan yang mungkin mengandung air tetapi tidak mampu mengalirkannya dinamakan aquiclude. Tanah bertekstur lempung adalah contoh dari aquiclude. Aquifer dibagi dua yaitu akuifer tertekan (confined aquifer) dan akuifer tidak tertekan (unconfined aquifer)

Akuifer tertekan adalah akuifer yang seluruh lapisan airnya dibatasi oleh lapisan kedap air baik di atas maupun di bawah. Akuifer tidak tertekan adalah akuifer yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air.

Baca juga:
Memahami soil horizon dan cirinya
Karakterisitk bentuk gunung api
Batas lempeng konvergen, divergen dan transform

Air tanah sangat rentan terhadap kerusakan terutama pencemaran dan penurunan muka air tanah. Limbah rumah tangga dan industri yang berlebihan berpotensi untuk mencemari air tanah dalam jangka waktu yang lama. Peningkatan pengambilan air tanah di perkotaan padat penduduk dapat mengakibatkan penurunan muka air tanah secara bertahap. 


Kandungan air tanah di beberapa tempat berbeda-beda sehingga kadang ada daerah yang masih memiliki cadangan air ketika kemarau dan ada juga yang habis ketika musim kemarau. Baca juga: Mengenal ekosistem air tawar di bumi

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close