Guru Geografi: Hidrologi | Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Hidrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidrologi. Tampilkan semua postingan

Senin, September 11

Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya

Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya

Sungai adalah massa air tawar yang mengalir secara almiah mengikuti alur suatu lembah yang akhirnya bermuara di danau atau laut. 

Sungai-sungai di permukaan bumi ini sangat banyak sekali dan apat dikategorikan berdasarkan kriteria tertentu. Menurut sumber airnya, sungai dibagi menjadi berikut:

1. Sungai yang bersumber dari mata air.
Sungai ini biasanya ada di daerah yang memiliki curah hujan sepanjang tahun dan daerah alirannya tertutup vegetasi yang cukup lebat atau rapat. 

Sebagian besar sungai di Indonesia merupakan sungai yang berasal dari mata air contohnya Sungai Mahakam, Kapuas, Memberamo, Ciliwung dan Bengawan Solo.

2. Sungai yang bersumber dari air hujan.
Sungai ini terdapat di daerah dengan curah hujan musiman dan bervegetasi jarang sampai tidak sama sekali. Jika tidak ada hujan maka aliran sungai mengering contohnya sungai yang ada di daerah Nusa Tenggara.

3. Sungai yang berasal dari gletser
Sungai ini banyak terdapat di daerah lintang tinggi atau daerah dataran tinggi. Di Indonesia sungai gletser ada di Papua yaitu Memberamo dan Digul sebagai akibat dari mencairnya es di Puncak Jaya Wijaya.

4. Sungai yang berasal dari berbagai macam sumber air.
Sungai tipe ini lebih banyak tersebar di permukaan bumi. Airnya bersumber dari mata air atau pencairan es, kemudian ditambah dari air hujan yang turun sepanjang tahun atau musiman.
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya
Sungai gletser di Greenland

Menurut letak alirannya, sungai dibedakan menjadi 3 macam ayitu:
1. Sungai yang seluruhnya mengalir di permukaan.
2. Sungai yang seluruhnya mengalir di bawah permukaan tanah seperti di daerah kapur.
3. Sungai yang sebagian alirannya di permukaan dan sebagian lagi di bawah permukaan tanah. 

Menurut kestabilan kondisi airnya, sungai dibedakan menjadi sungai perenial, intermitten dan ephemeral.
1. Sungai perenial adalah sungai yang kondisi airnya stabil alias permanen. Sungai ini selalu punya air yang cukup walaupun sedang kemarau. Sungai ini banyak terdapat di Papua, Kalimantan dan Sumatera.
2. Sungai intermitten atau episodik adalah sungai yang airnya hanya ada pada musim penghujan dan saat kemarau menghilang. Di gurun pasir dikenal sebagai wadi.
3. Sungai ephemeral adalah sungai yang sama dengan intermitten hanya berair pada saat musim hujan namun ketikamusim huan debit airnya tidak sebesar yang diperkirakan contohnya di Nusa Tenggara.

Menurut proses geologinya sundai dibedakan menjadi berikut:
1. Sungai Influent, yaitu sungai yang memasok air tanah.
2. Sungai effluent, merupakan sungai yang alirannya berasal dari air ranah.
3. Sungai intermittent, merupakan sungai yang terputus dan hanya ada saat musim hujan tiba (musiman). 
Tipe-Tipe Sungai dan Cirinya
Wadi di gurun pasir
Menurut arah alirannya terhadap struktur batuan, tipe sungai dibedakan menjadi:
1. Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya mengikuti kemiringan batuan.
2. Sungai subsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya sejajar dengan lapisan batuan. 
3. Sungai obsekuen, yaitu sungai yanga rah alirannya berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan.
4. Sungai resekuen, yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan sungai konsekuen dan arah alirannya masuk ke sungai subsekuen.
5. Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya miring terhadap sungai konsekuen.

Gambar: disini, disini

Kamis, September 7

Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya

Ekosistem air tawar memainkan peranan penting dalam lingkungan yaitu sebagai tempat mendaur ulang nutrisi, pemurnian air, mengurangi banjir, mengisi air tanah dan menyediakan tempat hidup bagi tumbuhan, hewan dan organisme lainnya. 

Lalu apa saja ciri-ciri dari ekosistem air tawar itu?. Perlu diketahui bahwa ekosistem air tawar hanya meliputi 0,8% wilayah permukaan bumi namun mencakup 41% jenis ikan yang ada di bumi. 

Ada tiga jenis ekosistem air tawar yaitu lotic, lentic, lahan basah dan air tanah. Baca juga: Ciri-ciri daerah karst dan pemanfaatannya

a. Lotic
Merupakan kondisi perairan yang airnya bergerak cepat, contohnya sungai. Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara yang kanan kirinya dibatasi oleh suatu punggungan atau tanggul/sempadan. 

Sempadan adalah lahan berbentuk gundukan pada kedua sisi sepanjang sungai, dihitung dari tepi sungai sampai dengan kaki gundukan di bagain luar.
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Sungai di Kalimantan src: disini
b. Lentic
Merupakan kondisi perairan yang airnya bergerak pelan seperti danau. Danau merupakan suatu cekungan di daratan yang berisi air tawar maupun air asin. Pada zaman dahulu danau air tawar biasanya merupakan cekungan yang terisi air secara alami. 

Namun ada juga yang merupakan bagian dari sungai yang lebar dan teprisah karena alur sungai yang berkelok terlalu jauh melebihi ruas-ruas sungai yang lain. 

Danau air asin terbentuk karena sebuah wilayah pada zaman dahulu berada di laut dan terangkat oleh gaya tektonik mengakibatkan air laut tertinggal di daerah cekungan. Baca juga: Potensi air tanah dalam dan permukaan
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Danau Toba di Sumatera src: disini
c. Lahan basah
Merupakan tanah yang jenih air dan tergenang dalam jangka waktu tertentu seperti rawa. Rawa merupakan lahan basah yang dulunya merupakan wilayah cekungan lalu tergenang air dalam waktu lama dan biasanya ditumbuhi tumbuhan kayu padat. 

Air rawa bisa berupa air tawar maupun air asin. Contoh daerah rawa di Indonesia ada di Sumatera bagian timur dan Kalimantan bagian selatan. 

Daerah rawa memiliki sirkulasi air yang buruk sehingga cenderung bersifat asam. Baca juga: Fenomena pra dan post vulkanisme
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Rawa di Kalimantan src: disini
d. Air tanah
Merupakan semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah termasuk air yang mengisi pori-pori tanah. Batuan atau lapisan bawah tanah yang dapat menyimpan air dalam jumlah besar disebut akuifer. 

Air tanah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah dan dapat memancar keluar permukaan bumi dalam wujud mata air. Daerah yang sulit memiliki air tanah adalah daerah kapur atau karst seperti di Gunung Kidul dan Pacitan. 

Daerah yang memiliki kerapatan vegetasi yang tinggi sangat kaya akan sumber daya air tanah karena faktor akra tanaman yang mentransfer air dari atas ke bawah. Baca juga: Jenis proyeksi peta
Ekosistem Air Tawar dan Ciri-Cirinya
Mata air di peguungan src: disini


Senin, Agustus 21

Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam

Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam

Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah dan menempati rongga-rongga tanah. Apakah semua wilayah daratan di dunia memiliki air tanah?. 

Tentu tidak, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan air tanah. Volume rongga-ronga batuan atau tanah dinamakan porositas,
sementara kemampuan batuan/tanah untuk melepaskan kembali air dinamakan permeabilitas. 

Besar kecilnya jumlah air yang dapat tersimpan dalam tanah tergantung pada volume rongga batuan/tanah. Cabang ilmu hidrologi yang khusus mempelajari air tanah disebut Geohidrologi.

Baca juga:
Struktur vertikal hutan hujan tropis 
Perbedaan mess, butte dan plateu

Sumber utama dan terbesar pengisi air tanah dalam jumlah kecil antara lain:
a. Air connate yaitu air yang tersimpan di dalam batuan sedimen sejak batuan tersebut berada di bawah permukaan laut hingga terangkat menjadi daratan.
b. Air juvenil yaitu air yang naik dari magma karena gas-gas dibebaskan melalui mata air panas.
c. Air meteorik yaitu air yang berasal dari atmosfir yang terbawa oleh meteor yang jatuh di bumi.
Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam
Mata air di tengah hutan
Berdasarkan kedudukan air tanah dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Air tanah Dangkal/Air tanah bebas/Air tanah freatis yaitu air yang berada pada suatu lapisan batuan/tanah, yang bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air dan bagian atasnya dibatasi oleh lapisan tidak kedap air.

b. Air tanah Dalam/Air tanah Tertekan/Air tanah Pizometri yaitu air yang berada di dalam tanah dan terletak antara dua lapisan batuan kedap air. 


Terdapatnya air tanah tertekan biasanya jauh berada di bawah permukaan tanah, dengan kedalaman sampai mencapai ratusan meter, sehingga untuk pengambilannya sering menggunakan pompa air yang berkekuatan besar. 

Akan tetapi tidak jarang air tanah ini ditemukan dalam bentuk air tanah artesis, bahkan kadang-kadang muncul sebagai mata air.

Air yang berada di permukaan tanah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian jenuh dan bagian tidak jenuh. 


Pada bagian jenuh seluruh rongga/pori-pori tanah terisi oleh air, sedangkan pada bagian tidak jenuh tidak semua rongga/pori-pori tanah terisi air, tetapi hanya sebagian yang terisi oleh air dan sebagian lain terisi udara.

Kebesaran Tuhan yang telah menciptakan air dengan berbagai bentuk hendaknya menjadikan manusia pandai mensyukuri dan menjaga keberadaan dan kualitas dengan sebaik-baiknya. 

Di Indonesia air tanah ditemukan hampir di seluruh wilayah daratan yang ada. Akan tetapi jumlah/potensinya tidak sama dan bervariasi menurut kondisi lahan dan curah hujan. 

Pada lahan dataran yang sifat tanahnya porus dan tebal, serta curah hujan tinggi cenderung memiliki potensi airtanah yang besar. Sebaliknya lahan yang bergelombang, berbukit, dan berpegunungan, serta sifat tanahnya kurang porus, tipis, dan curah hujan kecil akan cenderung memiliki potensi airtanah kecil.
Perbedaan Air Tanah Dangkal dan Dalam
Bagan vertikal air tanah
Rakyat Indonesia hendaknya bersyukur karena Tuhan menganugerahkan air tanah yang memiliki manfaat sangat besar sebagai penopang utama kehidupan. Hingga saat ini sebagian besar rakyat Indonesia masih menggunakan air tanah sebagai sumber air minum. 

Hal ini terjadi karena selain murah (tidak perlu membeli air), ditinjau dari segi lokasinya sangat menguntungkan karena relatif terdapat secara merata di berbagai wilayah, sehingga penduduk tidak perlu mengusahakan transportasi untuk mengangkut air bersih.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum (domestik) baik oleh penduduk maupun sebagai bahan baku air minum PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), ternyata di beberapa tempat air tanah sudah dimanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti industri dan pertanian yang banyak memanfaatkan air tanah dalam/tertekan.


Dalam hal ini para industriawan dan petani dengan menggunakan bor menggali air tanah secara langsung dan dimanfaatkan untuk kepentingan masing-masing. 

Gambar: disini, disini

Baca juga:
Karakteristik ekosistem rawa basah
Perbedaan sensus, survey dan registrasi penduduk
Ukuran satuan jarak astronomi

Rabu, Maret 1

Perbedaan Wadi dan Oasis

Perbedaan Wadi dan Oasis

Jika kamu melihat gurun pasir tentu yang kamu bayangkan pasti lahan tandus berpasir dan sulit menemukan sumber air. Namun pada dasarnya di beberapa titik gurun terdapat sumber air yang disebut wadi dan oasis. 

Wadi dalam bahasa Arab berarti sebuah lembah. Dalam arti luas dikenal sebagiai dasar sungai kering yang hanya terisi air saat hujan lebat tiba (tipe sungai ephemeral). Baca juga: Perbedaan batuan beku dan sedimen

Wadi terletak di daerah yang landai, bagian gurun yang datar. Dalam topografi cekungan wadi biasa muncul dan dalam perkembangannya bisa dibuat sebuah bendungan. Wadi menunjukkan pola braided stream karena volume air minim dan banyaknya sedimen. 

Air merembes ke bawah permukaan dan menghasilkan endapan yang cukup banyak. Baca juga: Bahaya polusi cahaya bagi kehidupan

Angin juga berpengaruh pada proses pengendapan. Saat sedimen wadi berada di bawah air atau lembab maka sedimen angin juga ikut mengendap disekelilingnya. Sedimen wadi mungkin berisi seluruh partikel mulai dari kerikil sampai lumpur.  
Perbedaan Wadi dan Oasis
Wadi in desert
Dalam geografi, oasis atau oase merupakan daerah terisolasi di gurun yang memiliki vegetasi, biasanya berada di sekitar mata air seperti kolam atau danau kecil. Oasis juga menjadi habitat untuk hewan dan bahkan manusia jika kolom airnya cukup besar. 

Lokasi oasis sangat penting untuk perdagangan dan transportasi di daerah gurun. Para pedagang yang melewati gurun untuk berdagang bisa mengisi pasokan air atau istirahat disini. 

Dengan begitu tata kelola oasis sangat ketat karena berpengaruh terhadap kegiatan perdagangan pada rute tertentu. Contohnya Oasis Augila, Ghadames, dan Kufra di Libya. Oasis terbentuk dari sungai bawah tanah seperti akuifer artesis dimana air dapat mencapai permukaan secar alami oleh tekanan atau sumur buatan manusia.
Perbedaan Wadi dan Oasis
Oasis in Desert
Badai yang terjadi sesekali dapat menyediakan air bawah tanah untuk mempertahankan oasis. Batuan kedap air dapat memerangkap air dan menyimpannya. Oasis ini juga sering digunakan oleh kawanan migrais burung yang nantinya membawa benih tumbuhan dan kotoran sehingga menghidupkan sebuah ekosistem di padang tandus.
Gambar: bucketlistjourney.net, amusingplanet.co

Selasa, Januari 31

Syarat Terbentuknya Geyser

Syarat Terbentuknya Geyser

Geyser merupakan ventilasi di permukaan bumi yang secara periodik menyemburkan kolom air panas dan uap. Bahkan geyser kecil pun merupakan fenomena alamiah yang menakjubkan. Beberapa geyser punya letusan yang memuntahkan ribuan galon air panas dari dalam bumi hingga ratusan meter ke udara. 

Old Faithful gesyer merupakan geyser paling terkenal di dunia saat ini dan terletak di Taman Nasional Yellowstone. Old Faithful meletus setiap 60 sampai 90 menit sekali dengan ketinggian 100 - 200 kaki ke udara. 

Geyser merupakan fitur yang sangat langka di permukaan bumi dan mereka hanya bisa didapatkan dalam kondisi yang tidak biasa. Tercatat di seluruh dunia hanya ada sekitar 1000 geyser dan kebanyakan dari mereka berada di Yellowstone. Baca juga: Ciri pembangunan berkelanjutan

Berikut ini syarat terbentuknya geyser:
- ada lapisan batuan yang panas di bawah
- ada lapisan air tanah yang cukup
- ada lapisan penahan air di bawah permukaan tanah
- ada celah untuk mengalirkan air dari dalam bumi ke luar
Syarat Terbentuknya Geyser
Semburan Geyser
Sebagian besar geyser di dunia terbentuk di lima negara yaitu: AS, Russia, Chile, Selandia Baru dan Islandia. Semua lokasi tersebut secara geologi punya aktifitas gunung api yang banyak. Kebanyakan geyser meltus tidak teratur dan jarang, namun beberapa dikenal karena letusan yang reguler. Baca juga: Potensi air tanah dangkal dan dalam

Geyser aktif tertinggi adalah Steamboat Geyser di Yellowstone. Beberapa letusan dapat mencapai 400 kaki ke udara. Jangan pernah mengharap melihat geyser tersebut secara sengaja karena ia tercatat meletus hanya 10 kali dalam rentang 20 tahun terakhir.

Waimangu geyser di Selandia Baru juga masuk dalam geyser paling tinggi di dunia dengan letusan yang spektakuler hingga 1600 kaki. Namun tanah longsor terjadi dan merubah struktur hidrologi di sana sehingga letusan tidak pernah muncul sejak 1902. Baca juga: Potensi desa di Indonesia

Untuk memahami cara kerja geyser, kamu harus memahami dulu hubungan antara air dan uap. Uap adalah bentuk gas dari air. Uap tercipta karena air yang dipanaskan hingga sampai titik didihnya. 

Saat air berubah menjadi uap maka ia akan mengalami perluasan hingga menempati 1600 kali lebih banyak ruang dari volume aslinya. Jadi geyser meledak saat air di dalam tanah terdidihkan oleh aktifitas vulkanisme yang mendorongnya hingga keluar bumi.
Syarat Terbentuknya Geyser
Peta Sebaran Geyser
Air tanah dingin di dekat permukaan merembes ke dalam bumi. Karena ada kontak magma dengan batuan di dalam bumi maka air di atas batuan ikut terpanaskan. Pada titik didih di bawah, air tidak terkonversi menjadi uap karena letaknya yang jauh di dalam dan berat air dingin disekitarnya menghasilkan tekanan. 

Kondisi ini dikenal sebagai superheated. Air terpanaskan dan mampu menjadi upa namun tidak mampu meluas karena kondisi lingkungan yang sempit dan bertekanan tinggi. Baca juga: Jenis-jenis gumuk pasir

Sejauh ini geyser hanya ada di bumi dan belum ditemukan di planet lain. Namun aktifitas mirip geyser telah terdeteksi pada beberapa satelit di tata surya seperti Io (Jupiter) yang punya letusan air beku dan gas lain di permukaannya. 

Gambar: ffden-2.phys.uaf.edu, sildeshare

Senin, Januari 16

Tipe Delta Sungai dan Proses Pembentukannya

Tipe Delta Sungai dan Proses Pembentukannya

Delta merupakan endapan yang terbentuk di ujung sbeuah aliran sungai yang dekat dengan muara laut atau danau. Endapan ini berasal dari erosi yang terbawa sungai dari hulu hingga hilir. Arus air akan mengikis batuan di sekitarnya lalu terangkut dan pada akhirnya mengendap. 

Sedimen yang terangkut bergerak mengikuti aliran air sebagai sedimen tersuspensi atau suspended sediment. Sedimen itu merupakan muata dasar atau bed lood yang bergerak menggelinding atau bergeser di dasar sungai. Ada juga mekanisme saltation atau loncatan partikel di dasar sungai.

Baca juga:
Bedanya meteorologi dengan klimatologi
Identifikasi bentang budaya dalam citra udara
Soal UN Pengembangan Wilayah dan Jawabannya 
Pengertian intrusi magma dike

Akumulasi bahan-bahan itulah yang nantinya akan mengendap dan membentuk sebuah delta sungai. Namun tidak semua sungai akan menghasilkan delta, karena sebuah delta dapat terbentuk bila memenuhi syarat berikut ini:
- kecepatan arus sungai di muara rendah
- material endapan cukup banyak
- laut di ujung muara ombaknya tenang
- morfologi pantai datar
- jarang terjadi aktifitas tektonik
- bahan hasil sedimentasi tidak dipengaruhi aktifitas laut
Tipe Delta Sungai dan Proses Pembentukannya
Delta Sungai kaya endapan lumpur sungai
Nah itulah faktor pembentukkan delta sungai, itulah mengapa di pantai selatan Indonesia tidak dijumpai delta karena mengarah ke samudera hindia yang ombaknya besar. Contoh delta terkenal di Indonesia adalah Delta Mahakam di Kalimantan Timur. Terdapat empat tipe delta sungai di dunia yaitu:

1. Delta arcuate, berbentuk seperti kipas atau segitiga dan merupakan bentuk delta paling umum seperti Delta Nil dan Mahakam.
2. Delta Kaki Burung, bentuknya menyerupai jari yang menyebar dari muara ke arah laut. Contohnya adalah delta Citarum dan Mississippi.
3. Delta cuspate, terbenruk pada daerah dengan garis pantai datar seprti huruf V, contohnya delta Ebro.
4. Delta estuarine, terbentuk di wilayah muara yang memanjang dan sempit sperti Delta Amazon dan Pearl. 

Baca juga:  
Kode promo Quipper Video 2017 
Pengertian, contoh konsep jarak absolut dan relatif
Pengertian, contoh konsep keterkaitan keruangan
Gambar: eoimages.gsfc.nasa.gov

Kamis, Januari 5

Perkembangan Struktur Sungai

Perkembangan Struktur Sungai

Sungai merupakan salah satu kenampakan hidrologi permukaan bumi yang sangat penting. Tidak semua sungai berasal dari daerah dataran tinggi airnya. Jika kalian melihat sungai dari pangkal hingga ujungnya maka akan dijumpai karakteristik struktur sungai yang berbeda satu sama lain. 

Menurut perkembangannya, sungai dibagi menjadi sungai bagian atas, bagian tengah dan bagian hilir. Baca juga: Batuan beku dalam dan luar

Di daerah hulu dekat sumber air, aliran sungai mengalir di daerah lereng curam yang tidak rata.  Dataran tinggi biasanya memiliki batuan yang keras yang ideal untuk membentuk formasi jeram dan air terjun. Itulah mengapa air terjun dan jeram banyak ditemukan di sungai bagian hulu. 

Aliran sungai di bagian hulu sangat deras dipengaruhi oleh derajat kelerengan dengan erosi dominan vertikal atau kebawah. Sungai di bagian atas juga banyak terdapat batu-batu besar.

Baca juga:
Soal UN Geografi 2017 dan jawabannya
Peranan iklim dalam kehidupan sehari-hari
Geografi negara Perancis
Perbedaan geosentris dan heliosentris
Klasifikasi iklim Koppen dan sebarannya
Perkembangan Struktur Sungai
Perkembangan Mofrologi Sungai, pic: www.bbc.co.uk
Turun ke bagian tengah, aliran sungai mulai mengalami perlambatan. Hal ini dipengaruhi oleh kemiringan lereng yang mulai landai. Hasil erosi dari bagian hulu sungai juga mulai terendapkan di bagian tengah ini. Erosi sungai bagian tengah cenderung mulai seimbang antara erosi vertikal dan erosi lateral. 

Akibatnya lebar sungai mulai memanjang dengan meander mulai terbentuk. Pola sungai di bagian tengah cenderung rectangular atau trelis karena melalui pegunungan. Baca juga: Faktor terjadinya bencana kekeringan

Di bagian hilir, sungai sudah berada pada topografi yang datar dan dekat muara. Aliran sungai sudah melambat dengan erosi lateral yang mengakibatkan lebar sungai semakin besar. Endapan halus juga banyak tersimpan di sini. 

Debit air sungai bagian hilir akan semakin besar karena dekat dengan muara. Pola dendritik sering dijumpai di daerah hilir seiring dengan struktur dasar batuan yang mulai seragam. Itulah perbedaan perkembangan struktur sungai mulai dari atas hingga bawah.

Baca juga:
Perbedaan garis Wallace dan Lydekker pada peta 
Bentuk-bentuk gunung api dan cirinya
Geografi negara Turki
Update kode promo quipper video terbaru

Rabu, Desember 28

Danau dan Jenis-Jenisnya

Danau dan Jenis-Jenisnya

Danau merupakan tempat air berkumpul dan pada umumnya terletak di daerah yang lebih rendah/cekungan. Ada banyak sekali danau di bumi ini dan menurut proses terjadinya atau genesanya, danau di Indonesia diklasifikasikan sepeti berikut:

Danau Tektonik
Danau tektonik disebabkan oleh gaya endogen yaitu tektonisme. Akibat adanya pergeseran atau rekahan pada lapisan batuan maka terbentuklah suatu cekungan yang berisi air. Contoh danau tektonik adalah Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Towuti di Sulawesi Selatan, Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Danau Maninjau di Sumatera Barat. Baca juga: Jenis-jenis hujan

Danau Vulkanis
Danau vulkanis terbentuk karena adanya aktifitas gunung api yang meletus dan mengeluarkan gas. Danau vulkanis ada tiga jenis yaitu danau maar, danau kawah dan danau kaldera.
- Danau maar terbentuk dari sisa gunung api yang meletus satu kali lalu setelah itu mati. Contohnya Telaga Menjer di selatan Dataran Tinggi Dieng.
- Danau kawah terbentuk karena adanya kawah gunung api yang meletus kemudian mengalir ke suatu tempat. Contohnya Kawah Galunggung, Kawah Ijen dan Kawah Kelimutu.
- Danau Kaldera terbentuk karena letusan besar sehingga membentuk cekungan luas seperti Kaldera Tambora dan Kaldera Bromo. Baca juga: Kerak samudera dan kerak benua
Danau dan Jenis-Jenisnya
Waduk Jatigede Sumedang, pic: kompas
Danau Tektovulkanik
Guguran tektovulkanik terbentuk karena kombinasi erupsi hebat dan tanah yang runtuh akibat banyaknya batuan beku gunung api saat erupsi. Contohnya Danau Toba dan Danau Batur.

Danau Laguna
Danau laguna terbentuk karena bagian tanah tertutup endapan air sungai yang dihanyutkan oleh air laut.

Danau Gletser
Danau gletser adalah danau yang terbentuk karena mencairnya gletser. Danau ini banyak terdapat di daerah Kanada. Baca juga: Batas lempeng tektonik

Danau Dolina
Danau dolina terdapat di daerah karst atau kapur. Pembentukannya diawali dari adanya air yang menerobos masuk ke dalam pori tanah. Pada bagian tertentu yang kedap,  air kemudian tertahan sehingga terkumpul dan membentuk danau seperti di Telaga Jambu Gunung Kidul.

Danau Lembah
Danau lembah terjadi dari tanah bekas letusan gunung api contohnya Danau Tondano di Sulawesi Utara dan Danau Tawar di Gayo Aceh.

Danau Buatan
Merupakan danau yang sengaja dibuat manusia untuk kepentingan tertentu seperti Waduk Jatiluhur, Waduk Jatigede dan Waduk Sempor. 

Baca juga:  
Rumus titik henti pasti 
Soal USBN Geografi 2018 dan jawabannya
Notification
Jangan lupa follow dan subscribe blog dan chanel guru geografi ya.
Done
close