Guru Geografi: Inderaja - Blog Guru Geografi Gaul
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Inderaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inderaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 13

Soal UTBK Geografi Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh + Kunci

Soal UTBK Geografi Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh + Kunci

Halo guys, UTBK tinggal beberapa bulan lagi nih dan kamu tentunya udah harus siap-siap dari sekarang bukan?.

Nah bagi kamu yang sedang mengincar kursi perguruan tinggi favorit jurusan geografi, saatnya kamu berjuang maksimal.

Kali ini saya berikan contoh soal latihan UTBK materi penginderaan jauh. Jangan lupa share ke teman-teman lainnya.
Latihan UTBK Yuk!
Soal UTBK Geografi 2021 Pemanfaatan Inderaja
1. Pernyataan :
1)    Pengamatan data untuk prakiraan cuaca
2)    Pendataan dan pembangunan jaringan monorel
3)    Pengembangan wilayah untuk pemukiman transmigrasi
4)    Pengamatan data sedimentasi pada waduk/situ
Manfaat citra penginderaan jauh untuk bidang meteorologi dan hidrologi ditunjukkan oleh …
a. 1) dan  4)
b. 1 dan  3)
c. 2 dan  3)
d. 3) dan 4)
e. 2) dan 4)

2. Pada citra foto udara, kenampakan hutan hujan dengan hutan musim dapat dideteksi salah satunya dari unsur spasial ...
a. rona
b. bentuk
c. tekstur
d. bayangan
e. pola

3. Berikut ini kenampakan yang dapat diidentifikasi menggunakan citra penginderaan jauh, kecuali ...
a. Luas areal hutan gambut terbakar
b. Panen jagung pada satuan luas tertentu
c. Jumlah populasi sawit yang terkena hama
d. Perubahan garis pantai
e. Kedalaman sungai

4. Pernyataan berikut yang tidak tepat terkait citra inderaja adalah ….
a. Citra yang menampilkan area luas biasanya memiliki resolusi spasial tinggi
b. Citra dirgantara lebih murah untuk liputan daerah yang sama luasnya dibanding citra satelit
c. Semakin heterogen objek permukaan bumi maka tekstur pada citra akan semakin kasar
d. Skala citra dirgantara lebih besar dibandingkan skala citra satelit
e. Citra satelit dapat sangat baik memonitor perubahan fenomena di permukaan bumi karena direkam dari waktu ke waktu setiap hari.

5.  Pantulan energi gelombang elektromagnetik terbesar oleh vegetasi adalah pada spektrum ...
a. biru
b. inframerah
c. ultraviolet
d. merah
e. mikro

Kunci
1. Penginderaan jauh atau inderaja merupakan teknik mendapatkan gambaran objek di permukaan bumi tanpa kontak langsung dengan objek tersebut. 
 
Pemanfaatan citra inderaja sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Di bidang meteorologi citra inderaja dapat digunakan salah satunya untuk pengamatan data prakiraan cuaca. 
 
Sementara di bidang hidrologi citra inderaja dapat digunakan untuk pengamatan data sedimentasi pada waduk/situ.

2. Unsur spasial citra inderaja terdiri dari rona, bentuk, pola, bayangan, tekstur, ukuran, situs, asosiasi. Tekstur adalah kekasaran visualisasi objek pada citra. 
 
Tekstur kasar mencirikan adanya heterogenitas pada kerumunan objek di permukaan bumi. Hutan hujan memiliki heterogenitas tinggi dibandingkan hutan musim, sehingga pada citra akan terlihat lebih kasar secara tekstur.

3. Citra penginderaan jauh dihasilkan dari hasil perekaman sensor. Citra akan menghasilkan gambaran objek di permukaan bumi yang dapat diidentifikasi secara visual. 
 
Identifikasi visual citra dapat menggunakan pedoman 8 unsur spasial citra meliputi  rona, bentuk, pola, bayangan, tekstur, ukuran, situs, asosiasi. 
 
Kedalaman sungai tidak dapat terekam dalam foto udara karena keterbatasan sensor inderaja dalam menembus objek di permukaan bumi sehingga dapat terpantulkan ke sensor. 
 
Kedalaman sungai hanya bisa dideteksi dengan pengukuran langsung di lapangan atau menggunakan alat sonar.

4. Citra adalah produk hasil penginderaan jauh berupa gambar yang terbagi menjadi citra foto dan citra non foto. 
 
Hasil perekaman citra sangat tergantung pada jenis gelombang elektromagnetik yang digunakan pada sensor. 
 
Kemampuan sensor dalam merekam objek terkecil pada tiap pikselnya disebut dengan resolusi spasial. Piksel adalah unit terkecil dari sebuah citra. 
 
Citra yang menampilkan area luas biasanya memiliki resolusi spasial yang rendah sementara citra dengan resolusi tinggi akan menampilkan objek secara detail.

5. Karakteristik pantulan vegetasi dipengaruhi oleh kandungan pigmen daun, material organik, air dan karakteristik struktural daun seperti bentuk daun dan luas daun. 
 
Pantulan spektral terbesar pada rentang spektral inframerah yaitu antara 0.65 hingga 0.76 mikrometer. Sementara itu pantulan spektral yang rendah ada pada spektrum biru dan merah yang disebabkan vegetasi menyerap banyak energi pada kedua spektrum tersebut oleh klorofil daun. 

Selasa, Juni 30

Perbedaan Geostationary Orbit dan Near Polar Orbit

Perbedaan Geostationary Orbit dan Near Polar Orbit

Kamu tentu pernah melihat peluncuran satelit ke ruang angkasa di televisi atau di youtube kan?. Nah setelah satelit tersebut diluncurkan pakai roket terus dia akan berada di mana?. Apakah satelit bisa bergerak bebas di angkasa atau ada jalur lintasannya?. Perekaman informasi oleh satelit dilakukan pada suatu jalur terbangnya. Jalur terbang satelit ini disebut dengan Orbit. Orbit dari satelit disesuaikan dengan kemampuan sensor dan tujuan perekamannya.

Orbit satelit memiliki variasi pada ketinggian, orientasi, ataupun rotasi relatifnya terhadap bumi. Berdasar pola orbitnya, satelit penginderaan jauh dikenal geostationary orbit dan near polar orbit. Perbedaan mendasar dari kedu orbit tersebut adalah pada arah pergerakan satelit tersebut. Satelit dengan pola geostationary orbit bergerak searah dengan rotasi bumi, sedangkan satelit near polar orbit bergerak tegak lurus dengan arah rotasi bumi.

1.    Geostationary Orbit
Satelit dengan orbit geostasioner memiliki ketinggian sekitar 36.000 kilometer. Kecepatan gerak rotasi sama dengan gerak rotasi bumi. Dengan ketinggian dan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi ini, maka satelit tersebut dapat mengamati suatu wilayah secara terus-menerus di setiap waktu. Satelit ini dapat mengamati berbagai perubahan yang terjadi setiap saat untuk wilayah yang diamatinya. Satelit ini seakan-akan selalu berada ditempatnya (geostasioner). Satelit yang menggunakan orbit ini biasanya adalah satelit komunikasi dan satelit cuaca. Contoh dari satelit jenis ini adalah satelit Palapa yang dimiliki Indonesia.
Orbit satelit geostasioner dan polar
2.    Near Polar Orbit
Satelit dengan orbit Near Polar mengelilingi bumi dengan arah utara – selatan tegak lurus dengan perputaran bumi, atau sebaliknya. Pada saat satelit berada pada bagian muka bumi yang berhadapan dengan matahari, sensor merekam pantulan energi matahari yang mengenai muka bumi. Pada saat satelit berada pada area bayang-bayang (malam), beberapa sensor seperti sensor termal masih dapat merekam energi yang dipancarkan oleh permukaan bumi.

Satelit penginderaan jauh sumberdaya biasanya memiliki orbit ini. Orbit ini dapat meliput sebagian besar wilayah muka bumi dalam satu periode orbit. Satelit akan merekam ulang area yang sama pada rentan waktu tertentu. Rentang waktu perekaman ulang area yang sama ini disebut sebagai resolusi temporal. Ilustrasi dari orbit near polar dapat dilihat pada Gambar 10.

Senin, Januari 6

Aplikasi PJ dan SIG Untuk Mitigasi Banjir

Aplikasi PJ dan SIG Untuk Mitigasi Banjir

Banjir adalah bencana yang sering terjadi dan memberikan dampak yang dapat merusak pada kehidupan manusia ataupun lingkungan. 

Potensi banjir akan terus meningkat sejalan dengan semakin sempitnya lahan penyerap air permukaan dan memburuknya sistem drainase. 

Perubahan iklim yang terjadi secara global meningkatkan potensi terhadap kejadian banjir. Sistem informasi geografis dan data penginderaan jauh banyak dimanfaatkan dalam kajian mitigasi bencana banjir. 

Ouma dan Tateishi (2014) menggunakan sistem informasi geografis mengkaji banjir perkotaan dengan dasar kondisi topografi dan morfometri lahan perkotaan. 

Kondisi tersebut diurai menjadi parameter elevasi, kemiringan lereng (slope), tanah, curah hujan, jaringan drainase, dan penggunaan lahan.

Data-data tersebut selanjutnya oleh Ouma dan Tateishi (2014) dianalisis melalui prosedur AHP melalui perangkat sistem informasi geografis.


Parameter analisa banjir perkotaan
Keterkaitan parameter dalam kajian ini terkait kriteria fisik dan sosio ekonomis ditunjukkan seperti pada gambar di bawah. Parameter tersebut dinilai sebagai parameter yang penting dan memberikan pengaruh terhadap kejadian banjir perkotaan. 

Data parameter elevasi, slope dan jaringan drainase diturunkan dari data DEM. Perkembangan pada saat ini, model elevasi digital dapat diturunkan dari data penginderaan jauh seperti citra satelit ASTER dan SRTM.

Elevasi dan slope memiliki peran yang penting terhadap kejadian banjir. Ketinggian tempat tidak memungkinkan terjadinya genangan. Genangan akan terjadi pada titik-titik yang memiliki elevasi rendah. 


Informasi lokasi yang memiliki elevasi rendah dapat diidentifikasi melalui data model elevasi digital (DEM).Beda tinggi tempat menghasilkan kekasaran permukaan lahan. 

Lahan yang memiliki kekasaran tinggi lebih memungkinkan terjadinya infiltrasi dibandingkan permukaan yang halus. Infiltrasi mengurangi potensi jumlah air yang jatuh menjadi air larian permukaan lahan. 

Slope berperan terhadap kontrol kecepatan air larian permukaan, arah larian, dan jumlah air larian permukaan dan bawah permukaan yang sampai ke lokasi banjir. Slope yang landai merupakan kondisi yang lebih peka terhadap banjir. 

Jenis tanah memiliki peran yang besar terhadap kemampuan infiltrasi. Tanah pasir memiliki kemampuan infiltrasi yang tinggi dibandingkan dengan tanah lempung. 

Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa infiltrasi akan mengurangi jumlah air larian permukaan atau run off yang akan menjadi banjir. Curah hujan merupakan faktor utama penyebab banjir. 

Curah hujan dengan intensitas yang tinggi akan secara langsung memicu terjadinya banjir. Kepadatan jaringan drainase memberikan peran terhadap tingkat erosi permukaan pada lahan. 

Dengan demikian semakin tinggi tingkat kepadatan drainase akan memberikan potensi yang lebih tinggi terhadap hilangnya tanah permukaan. Kehilangan tanah permukaan akan mengurangi kemampuan infitrasi, terutama jika telah mencapai lapisan batuan dasar. 

Penggunaan lahan dan penutup lahan juga merupakan satu kontrol terhadap stabilitas tanah dan infiltrasi. 

Penutupan vegetasi memiliki kemampuan yang lebih besar dalam menahan air permukaan dan meningkatkan infiltrasi dibandingkan lahan dengan terbangun.

Hasil perhitungan dan analisis menggunakan AHP dan sistem informasi geografis menunjukkan sebaran area kerentanan dan risiko bencana banjir dengan akurasi yang tinggi. 

Perpaduan metode ini menghasilkan informasi potensi banjir dengan cepat dan mendekati fakta yang sebenarnya. Berdasar pada kondisi ini, perpaduan metode AHP dalam sistem informasi geografis sangat berpotensi untuk kajian mitigasi bencana banjir.

Sumber: Modul PPG Geografi

Rabu, Desember 11

Interpretasi Citra Inderaja Untuk Jaringan Transportasi

Interpretasi Citra Inderaja Untuk Jaringan Transportasi

Penginderaan jauh saat ini sudah berkembang pesat penggunaannya di berbagai bidang kehidupan. 

Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih membuat penginderaan jauh semakin vital perannya dalam membantu manusia merencanakan dan mengelola tata ruang salah satunya untuk kegiatan transportasi.

Interpretasi peta inderaja jaringan transportasi dapat dilakukan dalam konteks hubungan sistem transportasi dengan ruang. Mobilitas atau perpindahan antar ruang adalah kunci dari geografi transportasi.

Ada 3 jenis kenampakan fisik ruang yang memengaruhi sistem transportasi secara umum yaitu:
1. Topografi
Kenampakan seperti gunung dan lembah sangat memengaruhi struktur jaringan, biaya dan kelayakan sebuah proyek transportasi. 

Infrastruktur transportasi darat utama biasanya dibangun di wilayah yang memiliki hambatan fisik paling minim seperti dataran rendah, lembah, celah pegunungan.

Pembangunan infrastruktur di daerah yang kasar biasanya memerlukan biaya dan konstruksi yang sangat berbeda. 

Transportasi air dipengaruhi oleh kedalaman air dan lokasi rintangan seperti terumbu karang. 

Garis pantai memberi pengaruh pada lokasi infrastruktur. Pesawat membutuhkan lapangan udara dengan ukuran yang cukup besar untuk take off dan landing pesawat.

2. Hidrologi
Kondisi sifat, sebaran dan sirkulasi air memainkan peranan penting dalam industri transportasi. Transportasi air sangat dipengaruhi oleh adanya alur yang dapat dilayari melalui sungai, danau dan laut dangkal. 

Beberapa sungai telah menjadi rute navigasi penting seperti di daerah Kalimantan yang banyak sungai besar seperti Barito, Mahakam dan Kapuas.

Kadangkala sungai yang lebar dan terjal menjadi hambatan transportasi sehingga perlu dibangun jembatan penguhubung. Konstruksi jembatan disesuaikan morfologi di sekitarnya.

3. Iklim
Komponen utama iklim seperti suhu, angin dan curah hujan berpengaruh pada moda infrastruktur transportasi. Mobilitas barang dan penumpang dapat dibatasi
Inderaja untuk jaringan transportasi
Pengolahan citra penginderaan jauh dalam bidang transportasi diantaranya sebagai berikut:

1. Penginderaan jauh dapat digunakan dalam pengerjaan koridor dan umumnya melibatkan desain drainase, desain jalan, rencana mitigasi dan evaluasi lingkungan. 

Citra dan data dapat digunakan untuk mendukung pemodlan proyek-proyek jangka panjang.

Aplikasi khusus diterapkan ketika citra dan digunakan untuk memantau limpasan sedimen, memantau kinerja kontraktor, memantau kondisi jembatan dan trotoar selama proses konstruksi, opsi rute melalui analisa medan, analisa tata guna lahan dan penilaian lingkungan.

2. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau keadaan jembatan dengan cara membandingkan citra sebelum dan sesudah jembatan rusak.

3. Ilmu dan teknologi inderaja digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan berbagai jenis sistem transportasi. 

Hal ini dapat terjadi karena penginderaan jauh mampu mendeteksi perubahan secara rutin dan cepat.

Sabtu, November 25

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja

Produk dari inderaja adalah citra yang kemudian akan diinterpretasi oleh ahlinya. Bentang budaya adalah salah satu contoh fenomena yang harus diinterpretasi dalam inderaja. 

Bentang budaya adalah bangunan yang dibuat oleh manusia. Identifikasi bentang budaya pada citra diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Bangunan
Dapat dikenali melalui bentuk, ukuran dan bayangan yang muncul di citra. Pada citra, rumah akan terlihat berukuran kecil dengan pola kotak-kotak,warna genteng oranye atua merah, gedung sekolah akan relatif memanjang berbentuk persegi panjang.

 Bandara akan terlihat lebih luas dengan landasan pacu yang terlihat memanjang. Menara akan terlihat jelas jika terdapat bayangan (citra miring).

b. Jalan
Dapat dikenali dengan warna yang agak kelabu dengan bentuk memanjang dan seragam. Jalan tol terlihat lebih lebar dibanding jalan raya kota. Jalan kereta api akan lebih gelap dengan lebar sempit dan lurus. 

c. Pertanian
Persawahan akan terlihat dengan bentuk yang terpola seperti kotak-kota dengan warna hijau muda (jika diambil pada saat musim tanam). Kebun sawit akan terlihat berpola seragam dengan tajuk seperti bintang dari atas. 

Perkbunan teh akan terlihat berwarna hijau seragam dan luas dengan situs pegunungan. Tambak ikan akan terlihat berbentuk kotak-kota dengan warna agak gelap.
Identifikasi Bentang Budaya Pada Citra Inderaja
Contoh kenampakan pelabuhan dalam citra inderaja
d. Perumahan
Perumahan akan terlihat memiliki pola relatif seragam, ukuran sama dan bergerombol. 

e. Perkantoran
Gedung perkantoran akan terlihat beragam tapi relatif memanjang, kotak atau bulat dari atas. Selain itu disekitarnya biasanya ada taman atau jalan raya.

f. Terowongan
Dapat dikenalai dengan bentuk memanjang, lebar seragam dan memotong jalan raya atau rel kereta api.

g. Waduk
Waduk khususnya buatan dapat terlihat dari adanya pintu air yang terlihat lurus dan adanya gedung pengatur kontrol air.

h. Jembatan
Jembatan dapat dikenali dengan bentuk memanjang di atas lembah, sungai dan memotong jalan atau rel kereta.

i. Landasan pacu
Landasan pacu pesawat terbang dapat dilihat dari lebar seragam dan panjang dengan rona kelabu. Selain itu terdapat bangunan terminal di sekitarnya.

j. Pelabuhan
Pelabuhan dapat dikenali karena situsnya dekat laut dengan asosiasi kapal-kapal di sekitarnya. Bisa juga terdapat deretan peti kemas berbentuk kotak kecil memanjang.

Itulah beberapa contoh bentang budaya yang bisa terekam citra beserta ciri yang nampak didalamnya. 
Gambar: disini

Selasa, Oktober 10

Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja

Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja

Halo kawan-kawan jumpa lagi dengan blog edisi lesson plan. Kali ini saya akan sedikit cerita pengalaman belajar interpretasi citra inderaja di kelas bersama anak-anak kelas XII. 

Materi inderaja merupakan salah satu materi yang diajarkan pada mapel geografi kelas XII untuk KTSP. Dalam materi inderaja ini anak-anak harus mampu menginterpretasi sebuah citra inderaja.

Nah kadangkala kita sering bingung bagaimana membuat pelajaran inderaja agar sedikit menarik di kelas dan bukan hanya hapalan saja. Jadi saya berfikir dan mencoba membuat mereka bekerja dan belajar untuk menganalisa foto udara. 

Dari mana foto udaranya?. Ya cari aja di google banyak, lalu print sendiri. Baca juga: Soal prinsip geografi dan jawabannya

Biasanya di UN Geografi, soal inderaja sering disajikan dalam bentuk analisa objek seperti ini:

1. Diketahui ciri objek:
- rona hijau
- tekstur kasar
- asosiasi dengan sungai

Objek yang sesuai dengan ciri di atas adalah ....
a. pantai
b. pemukiman
c. pesawahan
d. hutan tropis
e. jalan raya

Jawabannya adalah hutan tropis.

Soal ini masuk dalam kategori HOTS karena siswa harus menyimpulkan objek dari ciri yang ada di soal. Nah supaya membiasakan anak untuk menganalisa maka saya buat lesson plan kali ini untuk tugas praktik interpretasi citra. Berikut langkah-langkah pembelajarannya:

1. Buka google, cari quickbird image dan download citra yang sekiranya enak dilihat dan bagus.
2. Print gambar satu persatu agar setiap anak dapat satu citra udara. Wajib print warna
3. Buat lembar kerja identifikasi objeknya, saya tampilkan di bawah.
4. Nanti setiap anak harus mencoba menginterpretasi minimal 10 objek atau terserah bapak/ibu yang nampak di citra.
5. Setelah itu hasilnya didiskusikan agar bisa dianalisa bersama-sama karena interpetasi setiap anak pasti beda-beda. 
Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja
Lembar praktik interpretasi citra
Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja
Citra inderaja
Lesson Plan Praktik Interpretasi Citra Inderaja
Praktik inderaja sesi 2

Senin, Juli 31

Pemanfaatan Inderaja di Kehidupan

Pemanfaatan Inderaja di Kehidupan

Inderaja atau penginderaan jauh sangat bermanfaat dalam memberikan informasi suatu wilayah dengan kondisi fisik dan sosialnya serta dalam hal pemantauan sumber daya alam dan lingkungan. Lalu apa saja manfaat inderaja di berbagai bidang kehidupan?.

a. Meteorologi dan Klimatologi
- mengamati iklim wilayah melalui pengamatan awan dan kandungan air dalam udara.
- membantu menganalisis cuaca dan peramalan prakiraan cuaca dengan cara menentukan daerah tekanan tinggi dan tekanan rendah serta daerah hujan badai dan siklon.
- mengamati pola angin permukaan.
- melakukan pemodelan meteorologi dan set data klimatologi
- mengamati pola anomali cuaca dan iklim.

b. Oseanografi
Dalam bidang kelautan, inderaja bermanfaat untuk pengamatan sifat fisik air laut seperti suhu permukaan air laut, warna, kadar garam, arus dan lainnya. 

Selain itu inderaja dapat mengamati pasang surut laut dan mengamati perubahan garis pantai akibat erosi dan sedimentasi. Pencemaran laut juga bisa dideteksi dengan inderaja.
c. Hidrologi
- memantau daerah aliran sungai dan konservasi sungai.
- pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.
- pemantauan luas daerah intensitas hujan.
- melihat peta sebaran daerah kekeringan. 

d. Geologi
- menentukan struktur batuan suatu wilayah.
- pemantauan wilayah bencana akibat gempa, kebakaran, tsunami dan longsor.
- pemantauan aktifitas gunung api dan sebaran abu vulkanik erupsi.
- menentukan struktur batuan dan jenis batuan suatu daerah.
- melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam seperti hutan atau barang tambang.
Pemanfaatan Inderaja di Kehidupan
Contoh pengamatan citra badai siklon tropis
e. Pemetaan
Peta inderaja merupakan citra yang telah bereferensi geografis sehingga dapat dianggap sebagai peta. Informasi spasial yang disajikan dalam citra merupakan data raster yang bersumber dari hasil perekaman citra satelit sumber daya alam secara kontinyu. 

Peta Citra memberikan semua informasi yang terekam pada bumi tanpa adanya generalisasi.

f. Geofisika, Geodesi dan Lingkungan
1. Inventarisasi Tata Guna Lahan
Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan oleh kegiatan manusia sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya. 

Penggunaan lahan yang sesuai memperoleh hasil yang baik namun lambat laun hasil yang diperoleh akan menurun seiring dengan menurunnya potensi dan daya dukung lahan tersebut. Baca juga: Aspek geografi itu apa saja ya?

Integrasi penginderaan jauh merupakan salah satu bentuk yang potensial dalam penyusunan arahan fungsi penggunaan lahan. 

Dasar penggunaan lahan dapat dikembangkan untuk berbagai kepentingan penelitian, perencanaan dan pengembangan wilayah.

2. Kehutanan
Bidang kehutanan berkaitan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk perencanaan pengambilan hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaan dan pendataan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rekreasi dan pengawasan kebakaran. 

Kebakaran lahan yang sering terjadi di lahan gambut misalnya bisa ditanggulangi sedini mungkin dengan bantuan inderaja. Baca juga: Memahami teknik proyeksi peta

Masih banyak lagi penggunaan citra inderaja dalam kehidupan seperti di bidang pertahanan keamanan negara dan di bidang perencanaan pembangunan. 
Gambar: disini

Sabtu, April 22

Jenis Citra Foto Inderaja

Jenis Citra Foto Inderaja

Produk yang dihasilkan oleh penginderaan jauh adalah citra. Citra ini dapat berwujud citra foto dan citra non foto. Kali ini kita akan bahas dulu tentang jenis-jenis citra foto inderaja. 

Citra foto dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis kamera, warna yang digunakan dan wahana yang dipakai.

Menurut spektrum elektromagnetik
a. Foto pankromatik, merupakan foto menggunakan semua spektrum cahaya tampak sehingga objek yang terekam sesuai dengan kepekaan mata manusia. Oleh karena itu foto pankromatik disebut juga foto udara konvensional. Jadi hasilnya seperti foto yang biasa kita cetak sehari-hari.

b. Foto ortokromatik, merupakan foto yang menggunakan spektrum dari 0,4 - 0,56 mikrometer dengan dominasi warna biru hingga hijau. 

Foto ini memiliki kemampuan untuk mengenali objek yang ada di bawah permukaan air jernih hingga kedalaman 20 m. Jadi foto ini cocok untuk survei perairan dangkal.

Baca juga:
Seri reaksi bowen batuan beku, mau tahu?
Perambatan panas di permukaan bumi

c. Foto ultraviolet, merupakan foto yang menggunakan spektrum ultraviolet dari 0,29 - 0,4 mikrometer. Foto ini paling baik untuk mendekteksi tumpahan minyak di laut karena lapisan minyak akan memantulkan radiasi matahari dan membentuk rona cerah dengan kontras yang besar.

d. Foto inframerah, merupakan foto yang merekam spektrum inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang antara 0,7 - 0,9 mikrometer. Umumnya foto ini cocok untuk melihat perbedaan kondisi vegetasi yang sehat dengan yang tidak sehat. Jadi sangat baik untuk keperluan pertanian dan kehutanan.
Jenis Citra Foto Inderaja
Citra foto warna dan hitam putih
Menurut posisi sumbu kamera
a. Foto vertikal, dibuat dengan sumbu tegak lurus dengan permukaan bumi. Foto tegak akan memiliki ciri yaitu tidak adanya bayangan benda dan gambar yang dihasilkan mirip dengan peta dan punya skala yang konsisten. 

Kekurangannya foto hanya menampikan bagian atas objek saja. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

b. Foto miring, dibuat dengan sumbu kamera yang miring terhadap objek di permukaan bumi. Ciri dari foto miring atau condong memiliki karakter yaitu adanya bayangan dari objek di permukaan bumi. Gambaran yang didapat lebih detail karena tidak hanya nampak bagian atas nya saja.

Menurut sudut liputan kamera
1. Foto sudut kecil, panjang fokus 304,8, sudut liputan < 60⁰
2. Foto sudut normal, panjang fokus 209,5, sudut liputan 60-70⁰
3. Foto sudut lebar, panjang fokus 152,4, sudut liputan 75-100⁰
4. Foto sudut sangat lebar, panjang fokus 88,8, sudut liputan >100⁰

Menurut jneis kamera yang digunakan
a. foto tunggal, merupakan foto yang dibuat dengan kamera tunggal.
b. foto jamak, merupakan foto yang dibuat dengan menggunakan beberapa jenis spektrum elektromagentik berbeda.

Jenis Citra Foto Inderaja
Variasi citra foto inderaja
Menurut warna yang digunakan
a. Citra foto semu/inframerah (false color), warna objek tidak sema dengan warna foto. Contohnya vegetasi yang berwarna hijau tampak merah pada foto karena menggunakan sinar inframerah.
b. Citra fot asli (true color), warna objek sesuai dengan aslinya karena menggunakan spektrum warna tampak.

Menurut wahana yang digunakan, citra foto dibagi menjadi citra dirgantara (balon udara, pesawat terbang, drone, helikopter) dan citra satelit (di luar angkasa). 

Baca juga: 
Memahami ciri tanah podzolik
Teknik interpretasi citra inderaja 

Gambar: physicalgeography.net, tankonyvtar.hu

Senin, April 10

Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja

Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja

Inderaja dibagi menjadi inderaja aktif dan inderaja pasif. Inderaja pasif menggunakan sinar matahari sebagai tenaga utamanya sementara inderaja aktif menggunakan berbagai gelombang elektromagentik. 

Menurut teori elektromagnetik klasik, perambatan radiasi atau transfer energi merupakan gerak gelombang transversal periodik atau harmonik yang berfluktuasi oleh kekuatan medan listrik dan medan magnet yang saling berpotongan tegak lurus, bergerak searah dengan perambatannya. 

Arah perambatan tegak lurus bidang dibentuk oleh medan listrik dan medan magnet. Jadi gelombang elektromagnetik adalah gelombang hasil intervensi antara gelombang listrik dan gelombang magnetik yang saling berpotongan tegak lurus. Baca juga: Faktor cuaca suatu daerah

Secara keseluruhan, gelombang elektromagnetik menjalar di atmosfer dengan kecepatan yagn sama yaitu 3 x 10⁸m per detik namun punya panjang gelombang yang berbeda-beda dari panjang gelombang paling pendek hingga paling panjang.

Deretan panjang gelombang tersebut diklasifikasikan sesuai bentuk viusalisasinya sebagai sinar kosmis, sinat gamma, sinar X, cahaya ultraungu, cahaya tampak, cahaya inframerah, gelombang mikro dan gelombang radio dan televisi. Jenis gelombang tersebut akan menghasilkan citra yang berbeda.
Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja
Citra sensor infrared
Dalam inderaja aktif, beberapa sensor elektromagentik yang biasa digunakan saat ini adalah:
1. Sensor tampak visible, dengan panjang gelombang 0,4 - 0,7 ૫m, bekerja sesuai dengan cahaya tampak dengan prinsip kerja berdasarkan albeldo (radiasi pantul) pada siang hari. Albeldo sangat dipengaruhi oleh keberadaan awan dan uap air dalam atmosfer yang menghasilkan citra visible. Baca juga: Beda HIV dan AIDS itu apa?

2. Sensor inframerah terdiri dari inframerah dekat, tengah dan jauh. Sensor inframerah dekat dengan panjang gelombang 0,7 - 3,0 ૫m, dapat dideteksi dengan film dan dikenal dengan inframerah fotografi. 

3. Sensor inframerah, tengah dengan panjang gelombang 0,7 - 3,0 ૫m dan inframerah jauh dengan panjang gelombang 0,5-4,0 ૫m. Keduanya merupakan inframerah termal menggunakan prinsip jendela atmosfer pada daerah termal dan tidak dapat dideteksi dengan film. Perolehan citra dilakukan dengan scanner mekanik-optik.
Jenis Sensor Elektromagnetik Inderaja
Pita Spketrum elektromagnetik
4. Baik cahaya inframerah pantul maupun termal dapat diperoleh secara langsung dari spektral radiasi matahari. Sensor inframerah bekerja ebrdasarkan perambatan cahaya inframerah dengan dua jenis prinsip kerja. Sensor inframerah pantul bekerja berdasarkan albeldo pada siang hari sedangkan inframerah termal berdasarkan perbedaan suhu objek/sasaran baik pada siang maupun malam hari.

5. Sensor gelombang mikro, dengan panjang gelombang 0,3-300 cam dapat menembus awan dan kabut. Gelombang mikro tidak dapat diperoleh secara lansung di alam sehingga harus dipancarkan oleh sistem pemancar ke objek/sasaran. 

Sensor ini biasanya digunakan pada sistem radar namun kemudian menjadi inspirasi untuk melengkapi sistem satelit. Sensor ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan data permukaan tanpa gangguan awan dan kabut di atmosfer. Baca juga: Awan cirrus, stratus dan cumulus

Sumber: PJ dan Pengenalan SIG Untuk Bidang Ilmu Kebumian. Sri Hartati Soenarmo.
Gambar: seos-project.eu, NASA

Kamis, Maret 9

Faktor Kualitas Citra Inderaja

Faktor Kualitas Citra Inderaja

Tidak selamanya kualitas foto inderaja dapat diamati secara jelas, ada beberapa faktor yang memengaruhi kualitas citra dalam hal hambatan-hambatan untuk melakukan interpretasi dan klasifikasi yang diperlukan. Berikut ini hambatan yang memengaruhi kualitas citra inderaja:

a. Tutupan awan
Terutama untuk tipe sensor pasif, awan dapat menutupi bentukan yang ada di bawahnya sehingga interpretasi tidak dimungkinkan. Masalah ini sangat sering dijumpai di daerah tropis dan mungkin diatasi dengan mengkombinasikan sensor pasif dengan sensor aktif agar keduanya saling melengkapi.
b. Bayangan topografi
Metode pengkoreksian yang ada untuk menghilangkan pengaruh topografi pada radiometri belum terlalu maju perkembangannya saat ini.
c. Pengaruh atmosfer
Unsur seperi ozon, uap air dan aerosol sangat mengganggu pada band nampak dan infrared. Penelitian akademis tengah berjalan saat ini untuk mengatasinya.
d. Derajat kedetailan
Semakin detail peta yang ingin dihasilkan maka semakin rendah akurasi dari klasifikasi. Hal ini salah satunya bisa diperbaiki dengan adanya resolusi spektral dan spasial dari citra komersial yang tersedia. Setelah citra diperoleh dan dipilih, langkah pemrosesan selanjutnya tidak bergantung pada sistem sensor juga software pengolahan yang dipakai.
Faktor Kualitas Citra Inderaja
Penginderaan Jauh, pic: slideshare
Langkah selanjutnya adalah:
- mengukur kualitas data dengan tampilan citra atau deskriptif
- mengoreksi kesalahan baik radiometrik maupun geometrik
- menajamkan citra baik untuk analisa digital atau visual 
- melakukan survei lapangan
- mengambil sifat tertentu dari citra dengan proses klasifikasi dan pengukuran akurasi dan hasil klasifikasi
- memasukan data hasil olahan ke dalam software SIG
- menginterpretasikan hasil 

Mengamati citra pada layar adalah proses paling efektif dalam mengidentifikasi masalah yang ada di citra misalnya tutupan awan, kabut dan kesalahan sensor. Citra bisa ditampilkan oleh sebuah komputer baik per satu band dalam hitam dan putih maupun dalam kombinasi tiga band yang disebut komposit warna. Mata manusia hanya bisa membedakan 16 derajat keabuan dalam sebuah citra tapi bisa membedakan berjuta warna yang berbeda.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Mau info terbaru tentang artikel blog ini?. Like fanspage guru geografi di facebook!.
Done
close